admin

IMG-20230727-WA00571

Rakerdis LSM GMBI Distrik Karawang, Tumbuhkan Kebersamaan dan Jiwa Nasionalisme

Foto kegiatan Rakerdis yang digelar oleh LSM GMBI Distrik Karawang

Jendela Jurnis Karawang, JABAR -
Riuh gemuruh dan antusiasme Anggota LSM GMBI mewarnai dalam acara Rakerdis (Rapat Kerja Distrik) yang digelar oleh LSM GMBI Distrik Karawang, dengan tujuan untuk menciptakan suasana harmonis dan hangat melalui sebuah acara yang digelar di Aula Indo Alam Sari Karawang pada Kamis, (27/7/2023).

Kegiatan Rakerdis LSM GMBI kali ini mengusung tema "Tranformasi GMBI dalam Bela Rangka Bela Negara," merupakan kegiatan yang sangat positif dilakukan LSM GMBI demi tumbuhkan kebersamaan dan sifat nasionalisme.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh H. Moch Fauzan Rachman selaku Ketua Umum, H. Asep Mulyana, SE., selaku Ketua Distrik Karawang, Sekjend GMBI, Pembina GMBI Distrik Karawang, jajaran DPC se-Kabupaten Karawang beserta para anggotanya.

Dalam pelaksanaannya, acara diawali dengan sambutan dari Ketua Umum, Ketua Distrik Karawang, Pembina GMBI Distrik karawang dan yang lainnya, melalui pemaparan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kemajuan LSM GMBI dan konsistensinya sebagai sosial kontrol dan mampu membantu antar sesama.

Seperti yang disampaikan H.asep Mulyana selaku Ketua Distrik Karawang, dalam sambutannya ia mengatakan bahwa artian bela negara di zaman ini bukanlah angkat senjata, melainkan dengan mengabdikan diri untuk membantu masyarakat.

"Perlu kita ketahui teman-teman, bela negara itu bukan hanya angkat senjata saja ketika dalam perang, akan tetapi di masa sekarang adalah membantu masyarakat bawah yang butuh bantuan kita," ucapnya.

"Teman-teman harus bisa mendapat nilai positif di masyarakat, khususnya Karawang, membela masyarakat, membantu masyarakat, mengadvokasi masyarakat, itu wujud bela negara ,dan 12 Agustus tahun ini saya 2 tahun genap sebagai ketua distrik Karawang," tambahnya.

Acara berlangsung hangat dan kondusif hingga pada puncak penutupan, disertai do'a penutup pertanda acara tersebut usai sesuai harapan, yaitu berjalan semestinya dengan kondusif. (Nunu)*

IMG-20230727-WA0020

Kadin Karawang Gelar Rapimkab II Sekaligus Pengukuhan Pengurus PAW

Pengurus Kadin Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Kabupaten Karawang menggelar Rapimkab II dan Pengukuhan Pengurus Pergantian Antar Waktu Kadin Karawang, Rabu (26/7/2023).

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Karawang Acep Jamhuri mewakili Bupati Karawang, Ketua Kadin Jawa Barat H. Cucu Suntara, Ketua Kadin Karawang Fadudlin Damanhuri, Dewan Penasehat Kadin Karawang Soni Hersona, H. Ade Swara, Anggota DPR RI Putih Sari, serta para pelaku industri dan pengusaha juga Pengurus Kadin beserta tamu undangan.

Dalam pelaksanaannya, acara tersebut mengangkat tema "Penguatan Pengusaha Lokal Dalam Menjalin Kemitraan Industri"

Sekda Karawang Drs. H. Acep Jamhuri membuka acara Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) Kamar Dagang Industri di Asia Link Hotel. Dalam sambutanya, Sekda menyampaikan peran kelembagaan sangat diperlukan dalam pemenuhan pembangunan daerah, salah satunya dari Kadin.

"Peran strategis Kadin tentu bakal memberikan dampak positif terhadap pengembangan daerah," ucap Sekda.

Oleh karena itu, menurut sekda diperlukan penguatan kelembangaan sehingga peran dan fungsi Kadin dapat terlaksana maksimal.

Masih kata Sekda, peran Kadin Karawang sangat penting dalam rangka menciptakan iklim investasi yang baik.

"Melalui rapat evaluasi ini, diharapkan dapat memperkuat Kadin Karawang ke depan untuk lebih maksimal dalam menjalankan berbagai program-program yang dapat membantu pemerintah membangun daerah," pungkasnya.

Sementara itu Ketua Kadin Karawang Fadludin Damanhuri menyampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karawang melakukan terobosan dengan mengesahkan program pendirian Sekolah Ilmu Logistik di Kabupaten Karawang.

“Dalam Rapimkab II Kadin Kabupaten Karawang tahun 2023, salah satu programnya adalah mengesahkan pendirian Sekolah Ilmu Logistik di Kabupaten Karawang,” ucap Ketua Kadin Kabupaten Karawang Fadludin Damanhuri.

Menurut Fadel sapaan Fadludin Damanhuri, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 18 tahun 2022, Kadin diamanatkan untuk merevitalisasi vokasi (keahlian) atau menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul dan berdaya saing di Kabupaten Karawang.

Fadel mengatakan, pihaknya menangkap di sektor logistik ini ada peluang untuk penyerapan tenaga kerja kedepannya, dan akan meningkat seiring dengan bertumbuhnya perekonomian.

Jadi pola pendidikan Sekolah Ilmu Logistik ini, terang Fadel, berbasis kompetensi, sehingga lulusannya akan siap bersaing didunia kerja karena memiliki keahlian, dengan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Sekolah Ilmu Logistik ini telah terwujud dan disahkan bersamaan dengan Rapimkab ini, dan sudah disosialisasikan ke SMK-SMK, termasuk juga kepada mereka yang sudah bekerja,” ujarnya lagi.

Dikatakan Fadel, sudah 32 SMK di Kabupaten Karawang yang saat ini sudah bekerjasama dengan Kadin, dengan materi yang disampaikan yakni, terkait kewirausahaan dan membangun budaya industri.

Sementara itu, Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara mengatakan, Kadin adalah mitra strategis pemerintah antara bidang perindustrian, perekonomian, bidang investasi jasa dan sumber daya manusia.

“Kadin adalah mitra strategis pemerintah, untuk bagaimana membangun ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Dan, Kadin Karawang harus selalu bisa berkontribusi kepada pemerintah daerah,” ujar Cucu.

Keputusan Presiden, lanjut Cucu, mengamanatkan Kadin untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk meningkatkan sumber daya manusia bisa melalui beragam pelatihan, baik dari pelatihan keuangan, pemasaran industri dan sebagainya. ***

IMG-20230727-WA0018

Miris! Wisata Edukasi Taman Situs Purbakala Cipari Terlihat Sepi Pengunjung

Prasasti situs museum taman purbakala Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. (Sumber: Istumewa)

Jendela Jurnalis Kuningan, JABAR - Terkenalnya Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Pariwisata berbanding terbalik dengan keadaan terkini Cagar Museum Situs Taman Purbakala yang berada di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur.

Situs museum yang mengandalkan sejarah perdaban manusia sebagai bahan edukasi mulai dari kampak batu, gelang batu, dan gerabah yang terbuat dari tanah liat menjadi saksi peradaban manusia di Kabupaten Kuningan yang hari ini kurangnya pengunjung.

Lurah Cipari Nining Kurniasih menjelaskan kepada Jendela Jurnalis, bahwa kurangnya pengunjung di Taman Purbakala Cipari memang sudah lama, secara pengelolaan situs sudah dikelola pihak provinsi Jawa Barat. Rabu (26/7/2023).

"Untuk pengelolaan Situs Taman Purbakala Cipari, sudah dikelola oleh pusat, begitupun para pegawai yang mengelola itu ada beberapa dari provinsi dan ada juga dari kabupaten," jelasnya.

Ada beberapa upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan untuk meningkatkan jumlah pengunjung Situs Museum Taman Purbakala Cipari, diantaranya mulai dari jalur bus wisata Kemuning yang sengaja berhenti didepan area situs, dan ada beberapa pembangunan bangunan baru dimulai dengan gajebo, Museum Budaya dan tempat penginapan untuk pengunjung.

"Sudah diupayakan secara infatruktur diperlengkap, cuman mungkin tinggal secara pemasaran wisata yang perlu ditingkatkan, karena wisata taman purbakala berbeda dengan wisata yang lain, dimana yang lain memberikan keindahan view Kuningan, Situs Taman Purbakala memberikan edukasi sejarah," ungkapnya.

Dirinya berharap, dengan adanya situs taman purbakala cipari juga sebagai icon wisata kuningan dalam bidang edukasi pendidikan, dan sebagai cagar budaya yang harus dilestarikan untuk anak cucu.

Salah satu situs yang terdapat di museum Cipari

Perlu diketahui, dalam sebuah penelitian, dilokasi tersebut pernah ditemukan altar batu, dolmen, lumpang batu dan batu dakon. Benda-benda itu dibuat dari batu dengan ukuran besar dan tunggal atau monolit. Mengindikasikan bahwa situs tersebut berasal dari sekitar 1000 sampai 500 tahun sebelum masehi. Satu masa bercirikan neolitik dengan tradisi megalitik. Ada juga yang mengatakan bahwa masa ini disebut dengan masa perundagian (paleometalik atau perunggu-besi) dengan tradisi megalitik.
(Wan)*

IMG-20230726-WA0015

Setahun Tak Ada Kejelasan, Penerima Manfaat Rutilahu Mengaku Sudah Bayar Rp. 3 Juta Kepada Oknum Utusan Anggota DPRD Berinisial HAS

Mak Ideung, keluarga dari Dedeh

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Sudah jatuh tertimpa tangga pula, pepatah ini sangat tepat di tujukan kepada warga Desa Cikampek Pusaka bernama Dedeh sebagai calon penerima manfaat rumah tidak layak huni (rutilahu).

Sudah hampir setahun ini Dedeh menunggu, kalau rumahnya akan di bangun tahun ini (tahun 2023) namun hal ini tidak akan terealisasi.

Sebab dari keterangan yang di dapat dari RT Carma sebagai pelaksana pembangunan rutilahu yang sedang berlangsung di Desa Cikampek Pusaka mengatakan, bahwa tidak ada nama Dedeh dari Rt 13 yang tercatat di data yang ter ploting untuk di bangun, jelas Carma

Dari hasil penulusuran jurnalis dilapangan, telah beredar dan bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa Dedeh diduga sudah memberikan uang sebesar Rp 3 juta rupiah kepada oknum yang mengaku utusan dari anggota DPRD kabupaten Karawang Partai PKB berinisial HAS.

Kemudian keterangan yang di dapat dari Mak Ideung dan Karta keluarga dari Dedeh, membenar kalau mereka sudah memberikan uang sebesar 3 juta rupiah kepada oknum yang berinisial M.

Spanduk program rutilahu yang bersumber dari aspirasi

Karta menjelaskan, bahwa pada tahun 2022 yang lalu mak Ideung dan Dedeh mendapat kan program rutilahu. Kemudian diduga atas perintah HAS anggota Dewan Dapil 5 Partai PKB sebagai penyalur aspirasi memerintahkan untuk membongkar kedua rumah tersebut.

"Di tengah perjalan ketika rumah hendak di bangun, tiba tiba di luar dugaan bahwa dalam aturan pembangunan rutilahu tidak di perbolehkan berdampingan sehingga rumah milik Dedeh di tunda pembangunan nya," ujar Karta.

Karta (Kaka Dedeh), dengan sabar menunggu dan berharap hingga kini, setahun lamanya namun pembangunan tidak juga direalisasikan, padahal Ia sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 3 juta.

Kepala Desa Cikampek Pusaka Pendi Supendi sangat menyayangkan adanya oknum yang meminta uang kepada warganya.

"Saya tidak pernah memerintahkan dan mengajarkan untuk meminta uang, apalagi kepada warga miskin," kata Pendi.

"Inilah yang di katakan dengan oknum " kutuk Pendi.

Pendi memohon kepada HAS anggota dewan Partai PKB untuk segera merealisasikan pembangunan rutilahu Bu Dedeh.

"Saya mohon kepada bapak Dewan yang terhormat agar segera merealisasikan pembangunan rumah warga saya. Sebab sudah setahun ini Dedeh sudah tidak memiliki rumah," kata Pendi.

Menurut Pendi, Dedeh selama ini menumpang, karena rumah nya sudah di rubuhkan pada saat pembangunan rumah mak ideung pada tahun 2022 yang lalu.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi jendela jurnalis belum berhasil mendapatkan konfirmasi dan keterangan dari HES. (red)*

IMG-20230724-WA0067

Pembangunan Gedung RPS RPL di SMK Negeri 1 Banyusari Karawang Diduga Kangkangi Aturan di RAB

Foto fisik pekerjaan gedung RPS dan RPL di SMKN 1 Banyusari (insert: papan informasi)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Pembangunan gedung Ruang Praktek Siswa (RPS) Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di SMK Negeri 1 Banyusari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) dan Pemadanan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) PT. TERDA DATA INDONUSA Tbk. Tahun 2023, diduga kuat dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang ada di Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Bantuan yang diterima oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Banyusari merupakan bantuan APBN 2023 yang dikucurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Sekolah Menengah Kejuruan. Dana yang jumlahnya cukup fantastis tersebut digunakan untuk membangun gedung Ruang Praktek Siswa (RPS) dan belanja pengadaan peralatan praktik siswa sesuai dengan jurusan yang diunggulkan di sekolah tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi yang dihimpun Jendela Jurnalis saat mendatangi lokasi sekolah, ditemukan kejanggalan pada pembesian kolom yang berada di 2 (Dua) ruangan tengah yang ukurannya bervariatif, sedangkan besi kolom penyangga dari sudut ke sudut berikutnya berbeda-beda besi, ada besi polos dan besi ulir. Senin (24/7/2023).

Menurut Abdul Haris selaku kepala sekolah SMK Negeri 1 Banyusari mengatakan, dirinya telah menyerahkan pembangun tersebut kepada panitia pembangunan. Dan menurutnya, panitia pembangunan isinya kolaborasi antara komite sekolah dengan pihak sekolah.

Masih menurut Abdul Haris, dirinya memerintahkan kepada panitia pembangunan untuk mempekerjakan orang-orang lingkungan yang biasa bekerja bangunan untuk bekerja dalam proyek tersebut.

Selain itu, untuk masjid dan karang taruna, dirinya juga menyisihkan dari pembelanjaan barang per mobil 10.000 rupiah, bahkan untuk masjid dan karang taruna desa setempat diberikan kesempatan untuk mengirim material dalam istilah nya bagi-bagi rejeki.

"Kita lakukan itu, ya istilahnya buat bagi-bagi rejeki sama orang disekitar sini pak," ucap Abdul Haris kepada Jendela Jurnalis.

Sementara itu, saat Jendela Jurnalis memeriksa lokasi pembangunan, diketahui memang ada pembesian yang berbeda-beda antara ada besi ulir yang dipasang dipinggir dan besi biasa yang dipasang ditengah dengan ukuran yang berbeda pula. Ketua panitia yang juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah menjelaskan kepada Jendela Jurnalis, bahwa sebenarnya untuk besi yang ditengah itu tidak ada dalam RAB, dan dipasang berdasar inisiatif saja.

"Untuk besi kolom yang dibuat di tengah itu tidak ada dalam RAB dan pembesian, itu dilakukan berdasarkan inisiatif dari panitia, serta telah dibicarakan dengan konsultan pengawas," jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak konsultan pengawas belum dapat dihubungi oleh Team Jendela Jurnalis. (PRI)*

IMG-20230723-WA0075

Retak – Retak Layaknya Lukisan Diatas Jalan, Hasil Pengecoran yang Dikerjakan CV. Bangun Cipta Perkasa Dikeluhkan Masyarakat Desa Cengkong

Kondisi fisik pekerjaan pengecoran yang baru selesai namun dengan kualitas yang dinilai buruk

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Adanya proyek pengecoran jalan lingkungan sangatlah bermanfaat bagi warga sekitar, maupun warga yang sering melintasi jalan tersebut. Karena jalan yang awalnya kurang baik, setelah dilakukan pengecoran akan bagus dan mulusnya sehingga sangat berdampak positif bagi kepentingan umum.

Akan tetapi, sangatlah disayangkan apabila hasil pengecoran jalan lingkungan tersebut hasilnya pada retak menyebar dan terlihat remuk, sehingga dimungkinkan jalan tersebut akan cepat rusak, walaupun baru selesai dikerjakan.

Seperti yang terlihat dari hasil investigasi awak media ke lokasi Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, dimana terdapat fisik pengecoran jalan yang baru selesai dalam hitungan hari saja hasilnya dinilai sangat parah, karena jalan tersebut terlihat retak-retak layaknya motif batik. Minggu (23/7/2023).

Hal tersebut membuat Sunarya yang merupakan warga sekitar mengungkapkan kekecewaanya kepada media terhadap hasil pengecoran yang menurutnya kurang bagus bahkan terkesan seperti lukisan bermotif abstrak.

"Iya pak, jalan yang sudah di cor makin parah sekarang, bapak lihat sendiri itu jalan sudah pada retak dan banyak yang retak nya hampir sepanjang jalan yang di cor, dan kalau sudah begini akan cepat rusak lagi jalannya. Dan terus terang membuat kami kecewa karena hasilnya jelek banget, malah terlihat jalan tersebut seperti lukisan," ungkap nya kepada awak media.

Lanjut Sunarya, dirinya menilai bahwa pekerjaan pengecoran jalan tersebut kurang tepat sasaran, karena jalan tersebut merupakan penghubung antar 2 desa, namun bukannya makin lebar, faktanya malah terjadi adanya penyempitan.

"Kalau menurut kami sih kurang tepat sasaran, karena jalan ini merupakan jalan penghubung dari Desa Cengkong ke Desa Belendung, setelah dilakukan pengecoran, bukannya jalan malah lebar tapi malah sempit, makanya aneh pengecoran jalan di sini mah, kalau saya lihat di tempat lain kalau ada pengecoran jalan itu setelah selesai jalannya jadi tambah lebar dan hasil nya juga bagus mulus," paparnya dengan nada kecewa.

Terpisah, awak media kemudian mengonfirmasikan hal tersebut kepada Supandi selaku pengawas dari Dinas terkait membenarkan adanya pekerjaan yang dinilai buruk tersebut, bahkan dirinya mengaku sudah bekerja maksimal dan menegur pelaksana.

"Memang betul fisik kerjaan pada retak, dan ada kesalahan teknis dilapangan pada saat mulai pengecoran beton. Ditambah lagi air, kami kerja sudah maksimal dan tegur terus pelaksana," ucap Supandi, Jum'at (21/7/2023).

Dengan adanya pemberitaan ini, merupakan sebuah informasi agar pihak dinas terkait agar segera kroscek langsung ke lokasi, dengan tujuan agar bisa melihat langsung hasil pekerjaan yang di kerjakan oleh CV. Bangun Cipta Perkasa, serta pihak dinas agar bersikap tegas mengambil sikap maupun teguran dengan tak pandang bulu terhadap kontraktor yang mengerjakannya, kalau perlu di blacklist CV nya karena sudah mengerjakan proyek pengecoran dengan hasil yang buruk hingga membuat kecewa penerima manfaatnya. (Yanto)*

IMG-20230723-WA0042

Dengan Program Babinsa Hebat (BABAT), Penjudi Sabung Ayam Dibuat Kocar Kacir Saat Penggerebekan

Suasana saat penggerebekan perjudian sabung ayam diwilayah Sumurgede, Cilamaya Kulon, Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Mendapat aduan dari masyarakat adanya judi sabung ayam di wilayah Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Babinsa Hebat (BABAT) Kodim 0604/Karawang langsung bertindak.

Terbukti, saat dilakukan penggerebekan oleh Babinsa, dilokasi ada tiga kalang judi sabung ayam dan berhasil mengamankan puluhan oknum masyarakat beserta ayam dan kendaraannya.

Oknum masyarakat yang kedapatan judi sabung ayam kemudian digelandang ke Makodim 0604/Karawang untuk mendapatkan pembinaan dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi judi sabung ayam.

Dandim 0604/Karawang, Letkol Kav Makhdum Habiburrahman

Dandim 0604/Karawang, Letkol Kav Makhdum Habiburrahman menyampaikan bahwa, awal mula penggerebakan judi sabung ayam oleh Babinsa dari adanya laporan masyarakat ke nomor pengaduan Kodam III/Siliwangi yang langsung ditindaklanjut oleh Babinsa Hebat (BABAT).

"Dari hal tersebut kita melaksanakan pembentukan untuk mengamankan, hasil yang kita dapat seperti puluhan oknum masyarakat, kendaraan roda dua, serta ayam," kata Dandim.

Untuk pembinaannya, kata Dandim, oknum masyarakat akan dibina untuk membantu kesulitan masyarakat serta membuat syarat pernyataan dan wajib lapor ke Koramil masing-masing.

"Hal ini dilakukan semata-mata hanya memberikan efek jera, mereka berjanji tidak akan melakukan lagi dan akan menjadi mitra Babinsa," ungkapnya. 

Dandim pun berharap, ke depan untuk judi sabung ayam di daerah Sumurgede dan khususnya di Karawang tidak ada lagi, karena hal ini sangat meresahkan masyarakat yang lain.

IMG-20230722-WA0107(1)

Penuh Haru, Puncak Kegiatan MPLS SMK TKM Tempuran Digelar dengan Prosesi Sungkeman

Kepala Sekolah SMK TKM Tempuran Mulyana, S.Hi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Menjelang tahun ajaran baru, Siswa-siswi baru di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam minggu ini tentunya tengah disibukan dengan kegiatan awal sebelum memulai tahun ajaran 2023-2024.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bertujuan agar para siswa baru bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya, tempat bermain serta belajar.

Selain dikenalkan dengan sarana dan prasarana sekolah, kegiatan MPLS juga menjadi ajang agar siswa baru dengan para guru, kakak-kakak kelas hingga sesama peserta didik baru lainnya saling mengenal satu sama lain.

Seperti yang hari ini digelar, Sabtu (22/07/2023) oleh SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) Tempuran. Hari ini adalah acara puncak dalam agenda MPLS yang digelar sejak beberapa hari yang lalu. Namun ada yang berbeda, yaitu dengan menggelar prosesi sungkeman yang dilakukan oleh para siswa baru kepada orangtuanya masing-masing.

Selaku Kepala Sekolah SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) Tempuran. Mulyana S.HI menyampaikan dalam pidatonya kegiatan MPLS hari ini dikhususkan agar terciptanya hubungan yang jauh lebih baik antara siswa/i dengan orang tuanya, juga agar terus terjalinnya silaturahmi antara orang tua siswa/i dengan para dewan guru SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) Tempuran.

"SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) dalam setiap tahunnya rutin menggelar acara MPLS seperti ini. Berbeda dengan sekolahan yang lain, SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) ini selalu menggelar acara prosesi sungkeman. Tujuannya agar setiap anak selalu mengingat setiap pengorbanan orang tua mereka, juga agar semakin mendekatkan hubungan antara anak dan orang tua, serta menanamkan akhlak mulia dan keta’atan terhadap orang tua, berkaitan dengan etika dan tatakrama." Kata Kepala Sekolah SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) Tempuran. Mulyana S.HI dalam sambutannya.

Prosesi sungkeman oleh siswa baru SMK TKM Tempuran kepada orangtua

Wartawan kami sempat mewawancarai salah seorang wali murid dalam kegiatan tersebut. Tata Suhendar, beliau memberikan komentar tentang kegiatan MPLS yang digelar di SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) Tempuran ini.

"Kegiatan MPLS ini membuat saya selaku orang tua siswi yang menyekolahkan putri saya di TKM ini merasa terharu akan prosesi sungkeman ini. Ini merupakan puncak acara MPLS yang sangat luar biasa, bisa memberikan teladan pada setiap siswa/i agar terus bersikap santun serta menjaga tatakrama pada orang tuanya juga terhadap guru-gurunya dan orang yang lebih tua darinya." Ungkapnya.

Beliau juga memberikan apresiasi kepada sekolah SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) Tempuran sudah menyelenggarakan kegiatan MPLS dengan sangat baik dan memberi banyak pengalaman baru bagi putrinya. Khususnya dalam bersosialisasi terhadap masyarakat sekitar.

"Saya sangat bangga menyekolahkan putri saya ke sekolah SMK Taruna Karya Mandiri ini, karena disini putri saya diajarkan banyak hal tentang bersosialisasi yang baik dengan masyarakat juga banyak diajarkan hal-hal yang positif." Tambahnya.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) Tempuran, dilaksanakan sejak hari Senin (17/07/2023) dan hari ini adalah acara puncak kegiatan MPLS tersebut. (Dhank)*

IMG-20230721-WA0043(1)

Ketua Setakar Sebut Jabatan Sekda Karawang Tahun Depan Wajib Dievaluasi

Ketua Sepetak, Deden Sofyan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang yang kini dijabat Acep Jamhuri dikabarkan akan habis di tahun 2024 mendapatkan sorotan dan tanggapan publik.

Ketua Serikat Tani Karawang (Setakar), Deden Sofyan, turut menanggapi masa habis jabatan Sekda Karawang tersebut.

Menurutnya, jabatan Sekda Acep memang patut dievaluasi dan dikoreksi ketika masa jabatannya habis di tahun 2024. Jadi tidak perlu alergi terhadap istilah evaluasi dan koreksi suatu jabatan publik

“Evaluasi dan koreksi jabatan seseorang di pemerintahan suatu yang wajar, kalau hasil evaluasi baik ya diperpanjang, tapi kalau hasil evaluasi tidak baik ya perlu diganti Acep Jamhuri sebagai sekda,” kata Deden kepada delik.co.id, Jumat (21/7/2023).

Selaku ketua organisasi yang mengurusi tani di Karawang, Deden memiliki pandangan dan penilaian kurang baik terhadap kinerja Acep selaku sekda dan notabenenya juga sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Karawang.

“Saya menilai selama ini APBD Karawang kurang berpihak kepada kepentingan para petani di Karawang,” ujarnya.

“Ketua TAPD itu kan salah satu tupoksinya adalah bagaimana membuat kebijakan pengelolaan keuangan daerah, nah kami merasa para petani kurang mendapat perhatian dari APBD Karawang,” sambungnya.

Deden memaparkan, contoh kasus petani kurang mendapatkan perhatian adalah peristiwa yang terjadi di Desa Sindangsari Kecamatan Kutawaluya. Para petani kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka. Imbasnya, para petani harus merogoh kocek lebih dalam karena harus menggunakan pompa agar bisa mengairi sawah mereka.

“Masalah itu sudah terjadi puluhan tahun. Apakah Sekda tutup mata terhadap masalah para petani,” tegasnya.

Deden menambahkan, belum lagi masalah gagal panen yang terjadi di Kecamatan Rawamerta dan kecamatan lainnya.

“Masalah-masalah itu kan sering terjadi yang kadang tanpa solusi. Bupati, Wabup dan Sekda harusnya menaruh perhatian lebih terhadap para petani agar mereka bisa sejahtera dan bisa mempertahankan Karawang menjadi salah satu lumbung ketahanan nasional,” tutupnya. (red)*

IMG-20230720-WA0026

Gubernur Sebut Warga Miskin di Jabar Menurun

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat membuka pelaksanan UKW PWI Jabar di Aston Hotel, Cirebon (Sumber : PWI Jabar)

Jendela Jurnalis Cirebon,- Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil menyebut, selama dirinya menjabat, tidak ada penambahan warga miskin. Yang ada, angka penurunan warga miskin di daerahnya.

"Tidak ada penambahan warga miskin di Jabar, yang ada penurunan warga miskin," kata Ridwan Kamil, saat menghadiri kegiatan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar, di Ballroom Hotel Aston Cirebon, Rabu (19/7/2023).

Menurutnya, apa pun masalah pemerintahan yang dihadapi, dirinya selalu melakukan survei. Soal krisis ekonomi misalnya, dilakukan survei, kemudian terapkan programnya untuk menangani kemiskinan dan dalam dua tahun, hasilnya warga miskin angkanya berkurang sebanyak 310 ribu orang.

"Jadi gubernur berikutnya ya harus lebih kencang. Kami bikin one pesantren one produk, desa digital, petani milenial, kredit tanpa agunan kepada usaha mikro, juga bersama Bu Atalia kita bikin sekoper cinta," katanya.

Ia juga menyebutkan, ekonomi tertinggi di Pulau Jawa yakni Jabar, investasi tertinggi se-Indonesia ada di Jabar selama lima tahun berturut-turut. Bahkan, jalan tol terbanyak di negara ini ada di Jabar. "Kita juga surplus beras sampai 1,3 juta ton. Saat ini ada 60 ribu hektare lahan areal panen baru," ungkapnya.

Seperti diketahui, Pengurus PWI Jabar menggelar road show UKW angkatan 64 dan 65 selama dua hari, Rabu-Kamis (19-20/7/2023), di Ballroom Hotel Aston Cirebon yang diikuti lebih dari 60 wartawan se-Wilayah III Cirebon.

Dalam kegiatan yang dibuka langsung Gubernur Jabar, Ridwan Kamil tersebut, Pengurus PWI Jabar sekaligus memberi penghargaan kepada pria yang akrab disapa Kang Emil ini. Yakni Penghargaan Darma Saharsa Utama, sebagai inisiator program 1.000 UKW di Jabar.

Foto bersama dalam acara pembukaan UKW PWI Jabar (Sumber : PWI Jabar)

Sementara itu, Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat mengapresiasi program 1.000 peserta UKW se-Jabar. Menurutnya, road show program 1.000 peserta UKW justru saat ini banyak ditiru daerah lain. Hal itu tentunya tidak lepas dari peran penting dan bantuan Gubernur Ridwan Kamil yang selama ini memang dikenal dekat dengan kalangan media.

"Pak gubernur sudah menunjukan hal yang esensial. Dia sangat peduli dengan kualitas wartawan. Akhirnya provinsi Jabar mau membantu program ini, dan wartawan yang mau ikut UKW bisa mengikuti secara gratis," kata Hilman.

Hilman tidak menyangkal, di Jabar sendiri ada sekitar 2 ribuan perusahaan media. Sementara jumlah wartawannya, diperkirakan bisa mendekati 10 ribuan. Jumlah tersebut, hanya sebagian kecil saja yang yang lolos UKW dan terverifikasi dewan pers. Di sinilah, kata dia, PWI punya kelebihan mengurus kode etik dan kesejahteraan wartawan

"Intinya, peran pak gubernur untuk membantu wartawan mendapatkan sertifikat UKW, sangat membantu. Sama seperti kepedulian beliau yang sudah sukses mengentaskan angka kemiskinan di Jawa Barat," ujarnya. ***