admin

IMG-20230817-WA0043

Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78 di Kecamatan Cilamaya Kulon Berjalan Sukses dan Meriah

Pelaksanaan upacara pengibaran bendera memperingati HUT RI ke 78 di halaman kantor Kecamatan Cilamaya Kulon

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 78 dengan Muspika Kecamatan Cilamaya Kulon menggelar upacara pengibaran bendera merah putih melalui Pasukan Pengibaran Bendera (Paskibra) yang telah dikukuhkan sebelumnya. Kamis (17/8/2023).

Upacara tersebut dihadiri oleh beberapa Kepala Desa, unsur Muspika Cilamaya Kulon mulai dari Polsek dan Koramil, serta dihadiri juga oleh Anggota DPRD Kabupaten Karawang Dapil IV.

Untuk jumlah peserta pun cukup banyak, mulai dari Ibu-ibu PKK, Aparatur Desa, PGRI, Pramuka, Karang Taruna Kecamatan, serta perwakilan dan siswa siswi dari beberapa sekolah dasar hingga menengah pertama yang ada di wilayah Cilamaya Kulon.

Dalam sambutannya, Camat Cilamaya Kulon Dudi Alexandrie, S.STP., yang bertindak sebagai Pembina Upacara mengucapkan rasa terimakasihnya atas semua pihak yang telah berperan serta atas terlaksananya upacara peringatan HUT RI tersebut.

"Atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Karawang, izinkan saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada seluruh pejuang yang terus bekerja tanpa lelah," ucapnya.

Camat Cilamaya Kulon Dudi Alexandrie, S.STP., saat menjadi pembina upacara

Usai upacara pengibaran bendera berlangsung, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan pengumuman pemenang lomba yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh pihak Kecamatan, dan sekaligus penilaian puncak untuk lomba tumpeng yang diikuti oleh setiap desa.

Disela kegiatan, H. Cita selaku Anggota DPRD Kabupaten Karawang di Dapil IV dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun turut serta berbaur dengan suasana penuh keakraban.

Di penghujung kegiatan, Dudi Alexandrie menerangkan bahwa dalam pelaksanaan tersebut, antusiasme dari seluruh pihak sangat luar biasa, mulai dari kepanitiaan hingga Tim Paskibra yang sangat bersemangat walaupun dengan keterbatasan yang ada, yaitu mulai dari keterbatasan atribut hingga pengorbanan waktu mereka, dan dirinya sangat mengapresiasi serta mengaku bangga atas semangat nasionalisme mereka.

"Untuk tim Paskibra dan tim pelatih, saya sangat apresiasi dan bangga, semoga semangat nasionalisme mereka dapat menular kepada generasi selanjutnya, dan semoga di tahun yang akan datang kita bisa merayakan HUT RI dengan lebih meriah lagi," pungkasnya. (Nunu)*

IMG-20230816-WA0114

Sebanyak 61 Siswa SMAN 1 Tempuran Dikukuhkan Menjadi Anggota Paskibra Tingkat Kecamatan

Prosesi penyematan Lencana Kepemimpinan oleh Camat Tempuran selaku Pembina Upacara

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Menjelang Upacara Pengibaran Bendera di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) Ke-78 di Kecamatan Tempuran, sebanyak 61 Siswa dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tempuran dikukuhkan menjadi Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih (Paskibra) untuk tingkat kecamatan. Rabu (16/8/2023).

61 Siswa dari SMAN 1 Tempuran yang dikukuhkan menjadi Anggota Paskibra Tingkat Kecamatan Tempuran

Acara pengukuhan yang digelar pada malam hari di halaman sekolah SMAN 1 Tempuran tersebut, dihadiri langsung oleh Camat Tempuran M. Komarudin FR beserta jajaran, Kapolsek Tempuran AKP Rigel Suhakso beserta jajaran, Danramil, Tokoh Masyarakat hingga tamu undangan lainnya yang merupakan Orang tua / Wali murid dari seluruh peserta Paskibra yang akan dikukuhkan.

Camat Tempuran bersama Muspika dan Panitia dari Pihak Sekolah SMAN 1 Tempuran

Bertindak selaku Pembina Upacara, Camat Tempuran dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasihnya atas dedikasi dan perjuangan dari seluruh peserta yang akan bertugas menjadi Tim Paskibra.

"Kami mengucapkan banyak terimakasih, dan kami bangga kepada adik-adiku sekalian, karena ini merupakan tugas mulia dengan proses yang sangat panjang melalui pemusatan pelatihan yang cukup ketat demi untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih yang besok akan dikibarkan," ucapnya.

Selain itu, Komarudin juga memberikan ucapan selamat untuk seluruh peserta yang menurutnya mereka adalah putra putri yang terpilih dan terbaik.

"Kami dari jajaran Muspika Tempuran mengucapkan selamat untuk adik-adiku sekalian yang terpilih dan yang terbaik diantara yang lain, dimana tugas ini memerlukan mental jiwa patriotisme yang sangat tinggi," tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari pihak sekolah yang merupakan Panitia Pemusatan Latihan Paskibra Kecamatan Tempuran menyampaikan bahwa dari ke 61 Siswa tersebut seluruhnya adalah Siswa dari SMAN 1 Tempuran yang diantaranya adalah peserta dari Kelas X sebanyak 47 orang, dan dari Kelas XI sebanyak 14 orang.

Lebih lanjut, selama masa pemusatan latihan, diterapkan skema latihan yang cukup selektif dengan tingkat kedisiplinan dalam pelatihan ketat dari para tim pelatih yang diantaranya adalah dari Polsek, Koramil hingga para alumni purna Paskibra tingkat kecamatan dan kabupaten.

Dalam rangkaian acara tersebut, usai dilangsungkan pengukuhan dan pembacaan "Ikrar Putra Indonesia" dilanjutkan dengan penyematan "Lencana Kepemimpinan" oleh pembina upacara kepada pemimpin upacara yang juga merupakan pemimpin Paskibra, hingga kemudian diikuti dengan penyematan "Lencana Merah Putih" oleh orang tua atau wali dari seluruh peserta.

Penyematan Lencana Merah Putih oleh orang tua atau wali dari siswa

Acara kemudian ditutup dengan do'a dan ramah tamah antara Muspika Tempuran, Pihak Sekolah dan para tamu undangan selaku orangtua dari seluruh peserta. Hingga menjadikan suasana kekeluargaan yang hangat serta diharapkan dapat menjadikan sebuah support untuk mendongkrak semangat bagi seluruh peserta yang akan bertugas di esok hari. (Nunu)*

IMG-20230815-WA0042

Jalin Sinergitas, Kawan PMI Karawang Gelar Silaturahmi dengan Koordinator UPT BP3MI Jabar

Foto bersama dalam silaturahmi Kawan PMI Karawang bersama Koordinator UPT BP3MI di LTSA Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Usai terbentuk dan telah disahkan Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia (Kawan PMI) Kabupaten Karawang melalui Keputusan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KEPKA) 439 Tahun 2023 yang ditandatangani langsung oleh Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran (BP2MI) Benny Rhamdani, kini mereka mantap bergerak menjalankan program kerja yang berkaitan dengan pendampingan dan perlindungan PMI.

Keseriusan mereka semakin jelas ditunjukan dengan melakukan silaturahmi dan koordinasi bersama Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kabupaten Karawang (UPT BP2MI Karawang) di Gedung Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) yang berlokasi di Kantor Disnaker Kabupaten Karawang Jl. Surotokunto KM 6, Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur. Selasa (15/8/2023).

Dalam agenda silaturahmi tersebut, kedatangan Kawan PMI Kabupaten Karawang disambut baik oleh Koordinator Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Wilayah Jawa Barat yang ditempatkan di LTSA Kabupaten Karawang.

Didampingi pengurus lainnya, H. Ahmad Fanani selaku Ketua Kawan PMI Karawang mengungkapkan bahwa tujuan dari kedatangannya tersebut selain dalam rangka silaturahmi, juga untuk membangun koordinasi tentang segala hal yang berkaitan dengan program kerja Kawan PMI yang merupakan kepanjangan tangan dari BP2MI.

"Kami berharap, dengan diawali silaturahmi ini, Kawan PMI Karawang bisa bekerja dengan maksimal melalui koordinasi dan support dari UPT BP3MI," ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, Devi Berliyanti didampingi Sekar selaku Koordinator BP3MI di LTSA Karawang mengaku sangat menyambut baik dan juga mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Kawan PMI Karawang.

Selain itu, mereka juga dengan senang hati menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pendampingan terhadap PMI maupun CPMI.

Lebih lanjut, Devi berharap dengan adanya sinergitas yang baik, tentunya akan memberikan dampak positif juga terhadap setiap proses yang menyangkut tentang penanganan permasalahan PMI di Kabupaten Karawang.

"Dengan adanya Kawan PMI, tentunya kami pun mengharapkan adanya sinergi yang baik. Bahkan kami akan merasa sangat terbantu, terlebih dengan keterbatasan petugas di wilayah karawang yang zona wilayahnya cukup luas. Jadi, nanti kan kalo ada permasalahan PMI dilapangan kita bisa berkoordinasi dengan Kawan PMI," pungkasnya. (Nunu)*

IMG-20230811-WA0106

CPMI Jalur SPSK Mengeluh Ditempatkan di Bangunan Tua, LPK Pilihan Apjati Dinilai Tak Memenuhi Standar Kelayakan

Foto tampak depan LPK yang dikeluhkan oleh CPMI

Jendela Jurnalis Jakarta, DKI -
Puluhan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja ke luar negeri mengeluhkan tentang kelayakan salah satu Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) berkedok yayasan yang ada dikawasan Jakarta Timur. Rabu (9/8/2023).

Pasalnya, berdasarkan keterangan dari salah satu CPMI yang enggan menyebutkan namanya, melalui pesan aplikasi WhatsApp dirinya bersama puluhan orang lainnya mengaku sebagai CPMI dengan sistem SPSK, hingga kemudian diarahkan ke salah satu LPK yang berada dikawasan Jakarta Timur untuk diproses lebih lanjut.

Namun, alangkah terkejutnya mereka ketika mendapati bangunan 3 lantai untuk tempat penampungan sementara yang dinilai tak layak untuk ditempati. Bahkan, bangunan tersebut disinyalir merupakan bangunan tua yang kemudian hanya di cat ulang saja agar terlihat bagus dari luarnya.

"Lantainya kotor, kita tidur berdempetan kayak sendok. Mumpung belum pasporan ini gimana ya? kita jadi takut," keluhnya.

Lebih lanjut, CPMI tersebut juga mengirimkan video tentang kondisi bangunan tempat penampungan mereka yang memprihatinkan, terlihat dari alas tidur yang hanya alakadarnya dengan karpet diatas lantai, dengan kondisi plafon atap bolong dan rusak, sehingga untuk istirahat saja mereka merasa khawatir akan tertimpa serpihan dari plafon yang mungkin bisa jatuh kapan saja, ditambah dengan suasana yang terkesan seram.

Beberapa foto kondisi penampungan yang dinilai tak layak untuk ditempati

Lebih parahnya lagi, diduga dicurigai dan mencegah adanya pengaduan ke pihak terkait, kabar terakhir menyebutkan bahwa alat komunikasi (Handphone) yang sedang dipakai para CPMI tersebut akan disita oleh pihak LPK.

"Segala HP disita Ya Allah, maaf Pa, masa CPMI SPSK begitu fasilitasnya, LPK pilihan Apjati," tutupnya mengakhiri percakapan.

Namun, sebelum menutup percakapan mereka sempat mengirimkan foto tampak depan dan dengan samar memperlihatkan nama LPK tersebut.

Menyikapi hal tersebut, NK (inisial) yang merupakan seorang perempuan dari Aktivis PMI yang enggan dipublikasikan namanya pun turut menanggapi terkait adanya keluhan CPMI tersebut, bahkan dirinya juga menyinggung Apjati dengan nada sindiran.

"Mungkin kalo pilih LPK yang represent, Apjati dapet ceke nya sedikit, jadi ya gitu deh, atau mungkin ada unsur nepotisme juga," cetusnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum berhasil mendapatkan keterangan resmi dari pihak LPK maupun dari pihak Apjati. (Nunu)*

IMG-20230811-WA0093

Sukses Gelar Gebyar Paten, Camat Telukjambe Barat Ucapkan Terimakasih Atas Partisipasi Semua Pihak

H. Arta, SH., Camat Telukjambe Barat saat memberikan sambutan dalam acara Gebyar Paten

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang kembali menggelar Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) dihalaman kantor Kecamatan Telukjambe Barat. Jum'at (11/8/23).

Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Karawang Aep Syaepulloh tersebut tentunya digelar dengan tujuan agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

Selain menghadirkan puluhan jenis pelayanan, dalam Paten juga bertujuan untuk menyerap berbagai keluhan dan problematika yang dapat disampaikan langsung oleh masyarakat setempat.

Selain memberikan puluhan jenis pelayanan seperti pelayanan administrasi kependudukan, perpanjangan SIM, pembayaran PBB melalui BJB keliling, pelayanan BPJS, dan lain-lain, dalam kegiatan tersebut juga digelar berbagai bazar serta pameran berbagai jenis UMKM dari seluruh desa se-Kecamatan Telukjambe Barat.

Melalui pelayanan yang ada, Ribuan masyarakat yang ada di Kecamatan Telukjambe Barat terlihat membanjiri area lokasi Paten, baik yang datang untuk mengurus administrasi, maupun yang ingin membeli produk UMKM dari stand bazaar yang telah disediakan.

Wakil Bupati karawang turut aktif dalam rangkaian acara Gebyar Paten

Selain itu, dalam rangka mengisi acara hiburan, para tamu undangan dan masyarakat juga disuguhkan berbagai penampilan seni dan budaya yang ditampilkan dari siswa sekolah maupun penggiat budaya setempat yang menjadikan acara Gebyar Paten berlangsung semarak dan meriah.

Selaku tuan rumah, Camat Telukjambe Barat H. Arta, SH., menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi untuk terselenggaranya Gebyar Paten di Kecamatan Telukjambe Barat.

"Saya sangat berterimakasih kepada masyarakat dan beberapa sekolah yang sangat antusias berpartisipasi dan menghadiri acara gebyar paten ini, segingga acara ini terselenggara dengan meriah," ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga berharap agar melalui kegiatan Paten tersebut dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat memalui pelayanan administrasi yang ada.

"Melalui paten ini, saya berharap agar masyarakat harus sadar akan pentingnya mengurus dokumen kependudukan, dan semoga juga dalam paten ini bisa memberikan pemahaman juga kemudahan dalam pelayanan administrasi bagi masyarakat," tutupnya. (Nunu)*

IMG-20230811-WA0088

Pengerjaan Proyek Normalisasi Kali Jogol Bungin Bekasi Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Dinilai Amburadul

Pekerjaan normalisasi Kali jogol

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR -
Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi melalui pihak pelaksana kerja kini tengah merealisasikan Proyek Normalisasi Kali Jogol menuju Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Jum'at (11/8/2023).

Dimana hal tersebut merupakan salah satu proyek yang dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki dan mengembalikan fungsi normal sungai, dikarenakan aliran sungai tersebut memang sudah dangkal. Untuk itu, sungai tersebut butuh dilakukan normalisasi atau pengerukan di aliran sungai yang sudah di tentukan sekaligus mengatasi permasalahan banjir.

Akan tetapi, proyek normalisasi tersebut dikeluhkan masyarakat sekitar dan menjadi perbincangan publik. Mengingat pekerjaan tersebut terkesan amburadul dikerjakan asal saja, hingga mengakibatkan pekerjaan tersebut bejalan tidak maksimal, semua itu pun diduga pula akibat lemahnya pengawasan dari dinas terkait dan berujung menuai tanda tanya publik.

Menurut warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, dirinya mengatakan bahwa dengan adanya proyek normalisasi kali jogol yang menuju Bungin tersebut hasilnya dinilai mengecewakan.

"Saya sebagai masyarakat merasa sangat kecewa dengan adanya proyek normalisasi yang pekerjaannya asal-asalan, dalam proses pekerjaan kurang, sebagian aliran sungai yang dangkal banyak yang di lewati dan tidak di keruk secara maksimal," cetusnya Jum'at (11/8/2023).

Hal senada pun dikeluhkan nelayan yang berinisial R, yang berdomisili di Dusun Bungin, Desa Pantai Bakti yang mengungkapkan kekecewaannya akibat dari adanya pengerukan tersebut menyebabkan dirinya tak bisa mencari nafkah.

"Sudah beberapa hari ini saya tidak bisa mencari nafkah, karena jalan yang biasa saya lewati sekarang ini sudah gak bisa dilewati," keluhnya.

Bahkan, masyarakat sekitar pun menilai bahwa pelaksanaan pekerjaan sepertinya tidak mengikuti perencanaan atas program pemerintah, juga terlepas dari pengawasan pemerintah selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan).

Perlu diketahui, untuk proyek normalisasi yang dikerjakan oleh CV WARREN BUANA tersebut dikerjakan dengan pagu anggaran Rp. 1.416.850.000,00,- yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2023.

Papan informasi pekerjaan

Sangat disayangkan, pekerjaan yang memakan biaya cukup fantastis tersebut diduga dijadikan ajang mencari keuntungan oleh oknum pemborong. Bagaimana tidak? biaya yang di kucurkan dari APBD tersebut semestinya harus dijalankan dengan didampingi konsultan serta pengawasan ekstra ketat dari dinas terkait, agar tidak ada celah sedikitpun untuk dicurangi oleh oknum pemborong yang nantinya akan berdampak terhadap kerugian masyarakat.

Namun pada faktanya, berdasar keluhan masyarakat dan hasil temuan media dilapangan, pekerjaan tersebut dinilai tidak maksimal. Bahkan, pekerjaan proyek normalisasi kali jogol arah Bungin terlihat dikerjakan amburadul, karena masih banyak lumpur dan sampah di dalam kali tersebut dan bahkan secara kasat mata pun sungainya masih terlihat dangkal.

Hingga berita ini diterbitkan, BC (inisial) selaku mandor, pihak pelaksana atau pemborong tak ubahnya seperti orang bermain petak umpet alias susah untuk ditemui, terlebih untuk dimintai komentarnya. (Pri)*

IMG-20230804-WA0068

Akibat Adanya Proyek Renovasi Bangunan, Jembatan Plat Deker Didepan Kantor BPP/UPTD Pertanian Cilebar Rusak dan Ambruk

Kondisi deker/jembatan yang ambruk

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Disatu sisi, pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tengah merealisasikan renovasi untuk beberapa ruangan bangunan di Kantor BPP/UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Cilebar.

Sementara itu, ditengah berjalannya proses pembangunan dan renovasi, diketahui bahwa ada salah satu fasilitas yang rusak, yaitu ambruknya plat deker jembatan yang berfungsi sebagai akses masuk ke kantor BPP/UPTD pertanian tersebut yang berdasar keterangan dari pekerjanya adalah karena beban dari truk bermuatan pasir yang hendak mengirim material pasir untuk keperluan dalam proyek renovasi dikantor UPTD pertanian tersebut.

Adanya kejadian tersebut dibenarkan oleh salah satu pekerja yang ada dilokasi tersebut, bahwa deker/jembatan ambruk akibat truk bermuatan pasir material untuk renovasi memaksakan masuk ke area BPP/UPTD Pertanian.

Hal tersebut bahkan kembali menuai reaksi dari Endang selaku Wakil Ketua LSM LMP MAC Cilebar. Menurutnya, pelaksana harus bertanggungjawab atas kerusakan yang terjadi.

"Masa itu lagi ngebangun malah ada fasilitas lain yang rusak? ini deker untuk jembatan penghubung kekantor pertanian malah patah dan ambruk. Pelaksananya harus bertanggungjawab itu," tuturnya. Jum'at (4/8/2023).

Sementara itu, Kepala BPP/UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Cilebar belum dapat dikonfirmasi terkait ambruknya deker/jembatan tersebut, berdasarkan keterangan dari staff nya, Kepala Pertanian sedang ada agenda keluar. (NN)*

IMG-20230804-WA0059

Dinas PUPR Diharap Ambil Tindakan Tegas, Denda Dan Hentikan Pelaksanaan Pekerjaan CV. Sukma Wijaya Kusuma Yang Habis Masa Kerja

Papan informasi pekerjaan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Dalam rangka percepatan pembangunan, Pemkab Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah gencar menggelar pelaksanaan pembangunan infrastruktur, baik perbaikan drainase maupun sarana penunjang lainnya.

Seperti pelaksanaan pengerjaan Penurapan Saluran Tersier Blok Amih Dusun Bengle RT. 03/02 Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang dengan panjang 2 X 123.50 Meter dan Tinggi 1.00 Meter yang dikerjakan oleh CV. SUKMA WIJAYA KUSUMA dengan nominal anggaran sebesar Rp. 189.140.00,- yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang dengan waktu pelaksanaan 60 hari tertanggal 5 Juni hingga 3 Agustus 2023.

Namun sangat disayangkan, entah karena waktu pelaksanaan yang diduga molor ataupun faktor lainnya, berdasar pantauan Jendela Jurnalis pada 4 Agustus 2023, pekerjaan tersebut belum juga rampung.

Berdasarkan hal tersebut, pihak dinas PUPR di harap mengambil tindakan tegas terhadap CV Sukma Wijaya Kusuma dengan memberikan sangsi denda sesuai dengan pasal 120 perpres 70 tahun 2012, karena di nilai CV tersebut tidak dapat melaksanakan tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan nya sampai habis masa pengerjaan seperti yang tertera dalam kontrak, serta pihak PUPR harus menghentikan pekerjaan tersebut.

Diduga untuk menghindari sangsi denda dan lebih fatal nya penghentian pekerjaan, pihak CV Sukma Wijaya Kusuma melakukan pekerjaan secara terburu buru dan diduga karena alasan kejar target, hal tersebut tentunya akan berdampak pada kualitas pekerjaan yang dinilai buruk. Bahkan dari hasil investigasi Jendela Jurnalis, ditemukan bahwa proses pemlesteran badan pondasi turap dilakukan dalam keadaan tergenang air, sehingga dikhawatirkan hal tersebut akan membuat kualitas bangunan yang buruk.

Kondisi fisik pekerjaan

Terkait hal tersebut, AS (inisial) yang merupakan salah satu warga sekitar mengomentari hal tersebut, menurutnya jika dilihat dari awal, bahkan, dirinya juga mengungkapkan bahwa turap tersebut juga minim galian.

"Itu waktu pertama mulai ngebangun juga saya lihat galiannya dangkal, coba diukur saja dari dasar pak itu tingginya ada berapa, itu kan pekerjaan lanjutan dari turap yang sebelumnya, dari sambungan lanjutannya aja ini lebih pendek dari yang dulu. Kalo kerjaannya seperti ini nanti kualitas dari bangunannya jelek dong, apalagi kelihatannya dikerjakan secara terburu-buru," ungkap AS.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum berhasil menghimpun keterangan dari pihak pelaksana, sehubungan dengan tidak tercantumnya alamat resmi dari kantor CV yang mengerjakan proyek tersebut.

Diharapkan, agar pengawas dari dinas terkait segera mengambil tindakan atas adanya pekerjaan yang melewati batas tanggal dalam kontrak sebagaimana tercantum dalam papan informasi, juga mengenai spesifikasinya. (NN)*

IMG-20230804-WA0050

Proyek Pembangunan Turap di Desa Ciparagejaya Tanpa Papan Informasi dan Dikerjakan Bercampur Genangan Air

Kondisi pekerjaan yang tergenang air

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur, pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah terus menggelontorkan anggaran guna menunjang pemerataan pembangunan untuk di tiap daerah.

Seperti pekerjaan penurapan atau pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) yang tengah dikerjakan di dekar area tambak Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Jum'at (4/8/2023).

Saat Jendela Jurnalis menjalankan tugas sebagai sosial kontrol dilokasi tersebut, tampak ada pengerjaan pembangunan TPT. Namun dilokasi tersebut tak tampak papan informasi terkait darimana sumber anggaran pembangunan TPT yang tengah dikerjakan tersebut.

Selain itu, proses pemasangan batu dan adukan semen dalam kondisi banjir, padahal ada rucuk/kisdam, namun terlihat air masih menggenangi pondasi pemasangan batu yang belum diplester. Padahal, dengan pemasangan material batu dan adukan dengan kondisi tersebut tidak akan maksimal jika kondisi dasar dalam keadaan berair, hal tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas pondasi TPT yang buruk.

Untuk mendapatkan kejelasan informasi, Jendela Jurnalis kemudian mendatangi kantor desa Ciparagejaya, namun kepala desanya sedang tidak berada dikantor, dan salah satu aparat desa yang ditanyai pun mengaku tidak tahu menahu tentang proyek tersebut.

Kades Ciparagejaya, saat dihubungi melalui Pesan WhatsApp pun nomornya sudah tidak aktif, kemungkinan telah ganti nomor yang baru.

Sangat disayangkan, padahal publik berhak tahu informasi tentang sebuah pekerjaan, terkait darimana anggarannya, siapa pelaksananya dan berapa besaran anggarannya. Agar masyarakat pun dapat ikut mengawasi jalannya pekerjaan agar terhindar dari korupsi. (NN)*

IMG-20230804-WA0028

Proyek Pengerukan Normalisasi Kali Cigobang Desa Manggungjaya Oleh CV. Putra Karyamakmur Sejahtera Tuai Polemik

Papan informasi pekerjaan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Melalui program normalisasi yang berjalan di Kali Cigobang, Desa Manggungjaya, seharusnya dapat menjadi angin segar bagi para petani dilingkungan sekitar. Tentunya akan berdampak baik terhadap lancarnya saluran air.

Namun sangat disayangkan, pekerjaan pengerukan dengan excavator untuk Normalisasi Kali Cigobang yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. dalam pelaksanaannya dikerjakan oleh CV. Putra Karyamakmur Sejahtera dengan nomor kontrak 027.2/02.2.01.46.142/KPA-SDA/PUPR/2023 dengan besaran nominal anggaran Rp. 189.185.000.00,- tersebut dikeluhkan oleh 3 orang petani yang merasa dirugikan.

Hal tersebut bermula saat excavator pertama kali turun kelokasi pekerjaan melalui tanah dan sawah warga yang menimbulkan kerusakan. Selain itu, tanggul sawah mereka yang berjumlah 9 petak mengalami kerusakan akibat terlindas excavator.

Selanjutnya, hal tersebut kemudian sempat dimediasikan oleh pemerintah desa setempat melalui musyawarah yang dilakukan antara perwakilan pihak pelaksana dan 3 orang petani yang merasa dirugikan tersebut hingga disepakati adanya kompensasi atas kerugian yang dialami oleh mereka. Senin (31/7/2023).

Saat dilangsungkan mediasi pada Senin (31/7/2023)

Namun sangat disayangkan, berdasarkan informasi yang didapat, diduga pihak pelaksana hingga hari ini pun belum juga merealisasikan apa yang menjadi tuntutan mereka yang telah disepakati sebelumnya. Dan kini malah menyisakan kekecewaan bagi mereka.

Lebih parahnya, berdasarkan pantauan Jendela Jurnalis, excavator tersebut pun sudah tidak ada dilokasi. Dan berdasarkan keterangan petani disekitar bahwa excavator sudah pulang malam tadi.

"Udah pulang bekonya tadi malem lewat Pulobudeg Pak," tutur salah satu petani yang enggan menyebutkan namanya kepada Jendela Jurnalis. Jum'at (4/8/2023).

Hasil pekerjaan pengerukan

Selain itu, terkait excavator yang mengerjakan normalisasi tersebut juga menuai komentar warga lainnya, karena dengan spesifikasi pengerukan sepanjang 2.260 Meter dan Lebar 6 Meter tersebut dinilai sangat singkat, sehingga diragukan pula kualitas dari hasil pekerjaan yang diduga dilakukan secara terburu-buru.

"Lah kok cepet banget kang itu beko ngerjainnya, kurang dari seminggu udah selesai aja, buru-buru amet itu beko mau kemana sih?" Ucap petani disekitar yang mengira Team Jendela Jurnalis sebagai pelaksana proyek yang sedang memantau lokasi.

Ketika dikonfirmasi terkait permasalahan dengan petani, W (inisial) selaku perwakilan dari pihak pelaksana, mengatakan bahwa akan membereskannya sore ini, karena pihak petani tidak mau melalui transfer. (NN)*