Respon Cepat URC dalam Tragedi Tabrakan Kereta 27 April di Bekasi
Jendela Jurnalis Bekasi, Jabar — Dua hari setelah peristiwa tabrakan kereta di Bekasi, Tim Unit Reaksi Cepat Cikarang (URC Cikarang) yang dikenal sebagai relawan ambulans membeberkan respon mereka saat pertama kali menerima informasi kejadian pada 27 April lalu.
Kepada wartawan, URC Cikarang menjelaskan bahwa laporan awal diterima dalam kondisi yang masih belum jelas. Namun, Eko selaku ketua URC Cikarang langsung mengambil langkah cepat.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung siaga dan mengerahkan armada ambulans serta tim medis ke lokasi. Prinsip kami, lebih baik datang lebih cepat daripada terlambat,” ujar Fatur, perwakilan URC Cikarang.
Setibanya di lokasi, tim mendapati kondisi yang cukup memprihatinkan. Sejumlah korban mengalami luka-luka, sementara sebagian lainnya masih berada di dalam gerbong yang mengalami kerusakan parah.
Sebagai relawan ambulans, peran utama URC Cikarang difokuskan pada penanganan medis awal dan evakuasi korban ke fasilitas kesehatan. Tim segera melakukan triase sederhana, memberikan pertolongan pertama, serta mengevakuasi korban ke ambulans untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Dalam proses tersebut, URC Cikarang juga berkoordinasi dengan petugas dari PT Kereta Api Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
“Fokus kami saat itu adalah mempercepat penanganan korban. Begitu korban berhasil dikeluarkan, kami langsung tangani dan evakuasi ke ambulans,” jelasnya.
URC Cikarang juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat kejadian adalah banyaknya korban dalam waktu bersamaan, sehingga dibutuhkan kecepatan sekaligus koordinasi yang baik.
“Situasinya cukup padat, jadi kami harus bergerak cepat, mengatur prioritas, dan memastikan semua korban tertangani,” tambahnya.
Keterlibatan URC Cikarang sebagai relawan ambulans dinilai membantu mempercepat proses penanganan korban di lokasi kejadian, terutama dalam memastikan korban segera mendapatkan perawatan medis.
Hingga saat ini, proses pemulihan pascakejadian masih berlangsung, sementara pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. (RCF)
