admin

1000179059-1-1024x768.jpg

Calon BPD Pantai Bakti Nomor Urut 6 Jadi Sorotan, Tampil Nyeleneh dan Lawan Politik Pencitraan

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR — Pemilihan BPD Desa Pantai Bakti Dusun 1 tahun ini diwarnai munculnya sosok kontroversial sekaligus menarik perhatian warga, yakni calon nomor urut 6 Reydo Casyo Febrianto. Aktivis muda tersebut menjadi perbincangan karena tampil berbeda dari calon lainnya, baik di surat suara maupun saat hari pencoblosan berlangsung. Sabtu (23/05/2026)

Di surat suara, Reydo tampil nyeleneh dibanding kandidat lain yang rata-rata mengenakan jas dan pakaian formal. Ia justru memilih tampil sederhana hanya memakai kaos dan topi yang dipakai terbalik ke belakang. Penampilan itu dianggap mencerminkan karakter keras, apa adanya, dan anti pencitraan yang selama ini dikenal warga.

Tidak hanya itu, saat hari pencoblosan berlangsung di tengah hujan, Reydo kembali menjadi pusat perhatian karena datang mengenakan kaos bertuliskan “PESTA BABI” yang viral sebagai simbol kritik terhadap pembabatan hutan di Papua dan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan terhadap masyarakat kecil.

Gaya dan sikap Reydo yang berbeda membuat dirinya kerap diremehkan oleh sebagian pihak. Bahkan sebelum pemilihan berlangsung, ia disebut-sebut hanya “bocah baru kemarin” dan dianggap tidak memiliki peluang untuk mendapatkan suara.

“Bahkan ada yang bilang saya melawan kotak kosong pun pasti kalah,” ujar Reydo sambil tersenyum saat ditemui di rumahnya.

Namun menurut Reydo, dirinya tidak pernah tertarik mengikuti gaya politik penuh pencitraan demi mencari simpati masyarakat.

“Saya mengambil jalan berbeda dengan yang lain. Banyak yang berbicara manis dan sibuk pencitraan. Saya tidak mau seperti itu. Saya lebih memilih memikirkan solusi supaya masyarakat nelayan benar-benar bisa sejahtera,” tegasnya.

Ia menilai masyarakat pesisir selama ini terlalu sering dijadikan objek kepentingan oleh pihak-pihak tertentu yang datang membawa janji namun tidak pernah benar-benar memperjuangkan nasib nelayan.

“Masyarakat sekarang sudah pintar. Mereka tahu siapa yang benar-benar peduli dan siapa yang hanya datang mencari keuntungan. Nelayan jangan terus dibodohi,” katanya.

Dalam pernyataannya, Reydo juga kembali menyinggung wilayah pesisir Pantai Bakti yang menurutnya harus dijaga bersama karena memiliki nilai strategis dan berkaitan dengan area PSN.

“Kita jangan sampai seperti Papua. Wilayah diambil, masyarakat lokal jadi penonton. Pemerintah jangan seenaknya sendiri. Sekarang bukan zamannya rakyat takut seperti orde baru,” ucapnya lantang.

Ia pun menegaskan akan tetap menjadi dirinya sendiri meskipun dianggap terlalu keras dan kontroversial.

“Saya tetap jadi diri saya sendiri. Saya keras karena memang kondisi masyarakat sedang tidak baik-baik saja. Dan saya tidak mau diatur oleh mereka yang hanya ingin memanfaatkan rakyat kecil,” tutupnya.

Sikap berani, penampilan sederhana, dan pernyataan-pernyataan keras itulah yang membuat Reydo Casyo Febrianto menjadi salah satu calon BPD paling banyak diperbincangkan warga dalam pemilihan Desa Pantai Bakti tahun ini.

1000177552

Anak 10 Tahun Tenggelam di Kali Cikarang, Relawan C.A.S & Anggota Eslan Turut Bantu Evakuasi

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Seorang anak bernama Kamil (10), warga Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, dilaporkan tenggelam di aliran Kali Cikarang, tepatnya di Kampung Cabang Lio, RT 03 RW 04, Desa Karang Asih, pada Senin (18/05/2026) sekitar pukul 17.45 WIB.

Berdasarkan laporan yang diterima PUSDALOPS-PB Kabupaten Bekasi, korban saat itu sedang mandi di kali bersama temannya. Namun nahas, korban tiba-tiba tenggelam. Teman korban yang berada di lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan, tetapi tidak berhasil, kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga korban.

Saksi mata bernama Naimum (10) mengatakan korban sempat terbawa arus sehingga sulit diselamatkan.Laporan kejadian kemudian diteruskan kepada pihak terkait oleh Ketua RT setempat, Aji, bersama Jenal Aripin guna dilakukan penanganan lebih lanjut.

Dalam proses penanganan di lokasi, relawan C.A.S (Cikarang Ambulance Service) turut menyiapkan ambulans. Selain itu, anggota Eslan juga ikut membantu proses evakuasi bersama warga dan tim relawan lainnya.

Pihak terkait mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain maupun mandi di aliran sungai atau kali untuk menghindari kejadian serupa.(EKO)

1000177302

Yayasan Hyang Sagara Buana Kembali Dampingi Pengobatan Muhammad Kharudin ke RSUD Kabupaten Bekasi

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Yayasan Hyang Sagara Buana. Hari ini, yayasan tersebut kembali mendampingi Muhammad Kharudin, pasien penderita kusta asal Desa Pantai Bakti, untuk menjalani pemeriksaan dan melanjutkan pengobatan di RSUD Kabupaten Bekasi. Rabu (20/05/2026)

Kegiatan pendampingan dilakukan melalui koordinasi bersama Pemerintah Desa Pantai Bakti dan Puskesmas Muara Gembong guna memastikan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan medis yang maksimal.

Sebelumnya, proses pengobatan Muhammad Kharudin sempat terhenti sejak bulan Januari akibat keterbatasan biaya perjalanan, kebutuhan pendampingan, serta kondisi ekonomi keluarga. Melihat kondisi tersebut, Yayasan Hyang Sagara Buana mengambil langkah cepat untuk membantu melanjutkan pengobatan pasien agar tidak kembali terhenti.

Tidak hanya membantu proses rujukan dan pendampingan ke rumah sakit, Yayasan Hyang Sagara Buana juga aktif menggalang kepedulian sosial serta membuka bantuan dari para donatur untuk mendukung kebutuhan pasien selama menjalani pengobatan.

Pihak keluarga Muhammad Kharudin mengaku bersyukur atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh Yayasan Hyang Sagara Buana beserta para donatur.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Yayasan Hyang Sagara Buana, para donatur, Pemerintah Desa Pantai Bakti, dan tenaga kesehatan yang sudah membantu keluarga kami. Karena bantuan ini, pengobatan bisa dilanjutkan kembali,” ujar pihak keluarga.

Sementara itu, pengurus Yayasan Hyang Sagara Buana menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam bidang sosial dan kesehatan.

“Kami tidak ingin masyarakat yang sakit merasa sendiri. Insyaallah Yayasan Hyang Sagara Buana akan terus mendampingi Muhammad Kharudin dalam proses pengobatan sampai sembuh. Ini adalah bentuk kepedulian kemanusiaan dan tanggung jawab sosial untuk membantu warga yang membutuhkan,” ujar pengurus yayasan.

Yayasan Hyang Sagara Buana juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan bantuan dan dukungan sehingga proses pengobatan pasien dapat kembali berjalan.

Selain pendampingan medis, yayasan juga berupaya memberikan dukungan moral kepada pasien dan keluarga agar tetap semangat menjalani pengobatan. Yayasan berharap kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama dapat terus tumbuh, terutama bagi warga yang sedang mengalami kesulitan kesehatan maupun ekonomi.

Dengan adanya sinergi antara yayasan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan para donatur, diharapkan Muhammad Kharudin dapat menjalani pengobatan secara rutin hingga sembuh dan kembali menjalani aktivitas dengan baik.

1000176567

Yayasan Hyang Sagara Buana dan Pemdes Pantai Bakti Bersinergi untuk Kemanusiaan

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Yayasan Hyang Sagara Buana bersama Pemerintah Desa Pantai Bakti. Keduanya bersinergi dalam aksi kemanusiaan dengan mendampingi Heru, warga yang menderita penyakit kusta, untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan kesehatan.Selasa(19/05/2026)

Dalam proses pendampingan tersebut, pihak Yayasan Hyang Sagara Buana berkoordinasi dengan Kepala Desa Pantai Bakti terkait kebutuhan transportasi pasien. Sebagai bentuk dukungan kemanusiaan, Kepala Desa Pantai Bakti turut memfasilitasi mobil ambulans untuk membantu proses rujukan dan pemeriksaan kesehatan Heru.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap warga yang membutuhkan bantuan, baik dari sisi pengobatan maupun pendampingan sosial. Pihak yayasan bersama pemerintah desa juga membantu koordinasi pelayanan kesehatan agar pasien dapat memperoleh penanganan yang layak.

Perwakilan Yayasan Hyang Sagara Buana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi sosial kemanusiaan untuk membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Menurutnya, penderita penyakit menahun seperti kusta membutuhkan perhatian bersama.

Pihak keluarga Heru turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pendampingan dan pengobatan. Mereka mengaku sangat terbantu dengan perhatian yang diberikan oleh Yayasan Hyang Sagara Buana, Pemerintah Desa Pantai Bakti, serta para donatur yang ikut membantu.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pengurus Yayasan Hyang Sagara Buana, Pemerintah Desa Pantai Bakti, dan para donatur yang sudah peduli serta membantu keluarga kami. Semoga semua kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ujar pihak keluarga.

Salah satu pengurus Yayasan Hyang Sagara Buana, Abi, juga menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah ikut membantu. Semoga kepedulian ini menjadi amal kebaikan untuk kita semua,” ujar Abi.

Sinergi antara yayasan dan pemerintah desa ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa kepedulian dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membantu sesama yang sedang menghadapi kesulitan.

1000172386

Pengocokan Nomor Urut Calon BPD Dusun 1 Desa Pantai Bakti Damai dan Kondusif

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Tahapan pengocokan nomor urut calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun 1 Desa Pantai Bakti berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Kegiatan yang dilaksanakan di aula desa tersebut dihadiri para calon BPD, panitia pemilihan, tokoh masyarakat, serta warga yang ikut menyaksikan jalannya proses pengundian nomor urut.Senin(11/05/2026)

Proses pengocokan nomor urut dilakukan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh seluruh peserta yang hadir. Masing-masing calon mendapatkan kesempatan yang sama dalam pengambilan nomor urut sebagai bagian dari tahapan demokrasi tingkat desa menjelang pemilihan BPD.

Berikut hasil pengocokan nomor urut calon BPD Dusun 1 Desa Pantai Bakti:

  1. Syaripin
  2. Cahro Supratman
  3. Ihwan Nudin
  4. Suhartono
  5. Mulyana
  6. Reydo Casyo Febrianto

Dalam kegiatan tersebut, beberapa calon tampak didampingi pendukung maupun simpatisan. Meski terdapat iring-iringan pendukung yang hadir, suasana tetap berjalan kondusif tanpa adanya keributan maupun tindakan yang mengganggu jalannya acara. Seluruh pihak terlihat menjaga ketertiban dan menghormati proses demokrasi yang sedang berlangsung.

Semangat Pemilihan damai juga terlihat dari sikap para calon dan pendukung yang mengikuti seluruh tahapan dengan tertib serta menjaga suasana tetap sejuk. Masyarakat berharap pemilihan BPD nantinya dapat berjalan lancar dan menghasilkan perwakilan yang mampu membawa aspirasi warga secara adil dan bertanggung jawab.

Panitia pemilihan turut mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan, persatuan, dan sportivitas selama tahapan pemilihan berlangsung agar pesta demokrasi tingkat desa dapat berjalan damai, aman, dan penuh rasa persaudaraan.

1000170994-1-1024x768.jpg

Warga Resah, Dua Pemerintah Desa Bahas Penanganan ODGJ yang Kembali Meresahkan

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Keresahan warga Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kabupaten Bekasi, kembali mencuat akibat ulah seorang warga Desa Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Sebelumnya situasi sempat aman, namun belakangan kembali meresahkan masyarakat sekitar. Sabtu(09/05/26)

Sebagai langkah penanganan, pertemuan antara Pemerintah Desa Pantai Bakti Bekasi dan Pemerintah Desa Tanjung Pakis Karawang bersama aparat keamanan serta masyarakat digelar pada Sabtu siang tadi di kediaman Kepala Desa Tanjung Pakis.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Pantai Bakti, Wakil Dusun 1, RT 02, Bimaspol Desa Pantai Bakti, serta masyarakat Kampung Bungin. Agenda utama membahas langkah konkret dalam menangani warga yang dinilai kembali mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat Desa Pantai Bakti.

Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan keresahan karena tindakan warga tersebut dinilai semakin meresahkan dan dikhawatirkan dapat memicu korban.Salah satu warga Desa Pantai Bakti kepada wartawan berharap adanya tindakan cepat dari pihak terkait sebelum terjadi hal yang lebih serius.

“Warga maunya ada tindakan cepat sebelum ada korban. Karena yang bersangkutan sering membawa sajam, bambu, balok, dan benda lainnya. Selain itu juga sering mengeluarkan kata-kata ancaman kepada warga,” ujar salah satu warga.

Pihak pemerintah desa bersama unsur terkait menyatakan akan melakukan koordinasi lanjutan guna mencari solusi terbaik dan langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

Masyarakat berharap hasil pertemuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar situasi di Kampung Bungin kembali aman dan kondusif.(RCF)

WhatsApp Image 2026-04-26 at 19.56.08

Respon Cepat URC dalam Tragedi Tabrakan Kereta 27 April di Bekasi

Jendela Jurnalis Bekasi, Jabar — Dua hari setelah peristiwa tabrakan kereta di Bekasi, Tim Unit Reaksi Cepat Cikarang (URC Cikarang) yang dikenal sebagai relawan ambulans membeberkan respon mereka saat pertama kali menerima informasi kejadian pada 27 April lalu.

Kepada wartawan, URC Cikarang menjelaskan bahwa laporan awal diterima dalam kondisi yang masih belum jelas. Namun, Eko selaku ketua URC Cikarang langsung mengambil langkah cepat.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung siaga dan mengerahkan armada ambulans serta tim medis ke lokasi. Prinsip kami, lebih baik datang lebih cepat daripada terlambat,” ujar Fatur, perwakilan URC Cikarang.

Setibanya di lokasi, tim mendapati kondisi yang cukup memprihatinkan. Sejumlah korban mengalami luka-luka, sementara sebagian lainnya masih berada di dalam gerbong yang mengalami kerusakan parah.

Sebagai relawan ambulans, peran utama URC Cikarang difokuskan pada penanganan medis awal dan evakuasi korban ke fasilitas kesehatan. Tim segera melakukan triase sederhana, memberikan pertolongan pertama, serta mengevakuasi korban ke ambulans untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Dalam proses tersebut, URC Cikarang juga berkoordinasi dengan petugas dari PT Kereta Api Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

“Fokus kami saat itu adalah mempercepat penanganan korban. Begitu korban berhasil dikeluarkan, kami langsung tangani dan evakuasi ke ambulans,” jelasnya.

URC Cikarang juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat kejadian adalah banyaknya korban dalam waktu bersamaan, sehingga dibutuhkan kecepatan sekaligus koordinasi yang baik.

“Situasinya cukup padat, jadi kami harus bergerak cepat, mengatur prioritas, dan memastikan semua korban tertangani,” tambahnya.

Keterlibatan URC Cikarang sebagai relawan ambulans dinilai membantu mempercepat proses penanganan korban di lokasi kejadian, terutama dalam memastikan korban segera mendapatkan perawatan medis.

Hingga saat ini, proses pemulihan pascakejadian masih berlangsung, sementara pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. (RCF)

1000165656

Minah Maju sebagai Calon Anggota BPD Desa Pantai Bakti, Siap Lanjutkan Perjuangan Aspirasi Masyarakat

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR – Partisipasi perempuan dalam pembangunan desa kembali terlihat dalam proses pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Salah satu calon yang maju adalah Minah, yang hadir membawa semangat keterwakilan perempuan sekaligus tekad untuk melanjutkan perjuangan aspirasi masyarakat di tingkat desa. Senen (27/04/2026)

Melalui pencalonannya sebagai anggota BPD, Minah mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Desa Pantai Bakti menjadi desa yang lebih maju, transparan, dan berkeadilan. Ia menilai bahwa pembangunan desa tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga desa seperti BPD.

Minah menyampaikan bahwa dirinya maju sebagai calon BPD bukan hanya sekadar ikut dalam proses pemilihan, tetapi juga memiliki niat untuk melanjutkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat didengar serta diperjuangkan dalam kebijakan desa.

Dalam komitmennya kepada masyarakat, Minah memiliki beberapa fokus utama perjuangan, di antaranya memperjuangkan aspirasi masyarakat secara adil, memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan desa. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam lembaga desa juga menjadi bagian penting untuk menciptakan keseimbangan dalam pengambilan keputusan.

“Perempuan juga memiliki peran penting dalam pembangunan desa. Dengan kebersamaan dan dukungan masyarakat, saya ingin melanjutkan perjuangan untuk membawa aspirasi warga agar benar-benar diperhatikan dan diperjuangkan,” ujarnya.

BPD sendiri merupakan lembaga yang memiliki fungsi penting dalam sistem pemerintahan desa, yaitu menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta menjadi mitra pemerintah desa dalam mengawasi dan menjalankan pembangunan desa.

Minah juga mengajak seluruh masyarakat Desa Pantai Bakti untuk terus menjaga kebersamaan dan menjadikan pemilihan BPD sebagai momentum memperkuat demokrasi di tingkat desa. Ia berharap masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak demi kemajuan desa.

Dengan semangat “Perempuan Hadir, Desa Maju Bersama, Adil, dan Berkelanjutan”, Minah optimis bahwa keterlibatan perempuan dalam BPD dapat memberikan warna baru dalam pembangunan desa serta melanjutkan perjuangan masyarakat menuju Desa Pantai Bakti yang lebih baik di masa depan. (RCF)

1000165645

Calon BPD Kadus 1 Desa Pantai Bakti Tunjukkan Demokrasi Sehat dengan Duduk Bersama

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR – Momen kebersamaan terlihat dari para calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk wilayah Kadus 1 Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Di tengah proses pemilihan yang sedang berlangsung, para calon menunjukkan sikap kedewasaan dalam berdemokrasi dengan duduk bersama dan berbincang dalam suasana yang penuh keakraban. Senin (27/04/2026)

Dua calon yang maju dalam pemilihan BPD dari wilayah Kadus 1 tersebut adalah Reydo Casyo Febrianto dan Syaripin (Brenuk). Meskipun keduanya menjadi pesaing dalam kontestasi pemilihan BPD, namun keduanya tetap menunjukkan sikap saling menghormati dan menjaga hubungan baik sebagai sesama warga Desa Pantai Bakti.

Kebersamaan yang terlihat ini menjadi gambaran nyata bahwa demokrasi di tingkat desa dapat berjalan dengan sehat dan penuh kedewasaan. Persaingan dalam pemilihan tidak serta-merta membuat perpecahan, melainkan justru menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa perbedaan pilihan adalah bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati.

Dalam kesempatan tersebut, Reydo Casyo Febrianto menyampaikan bahwa pemilihan BPD seharusnya dijadikan sebagai ajang untuk memperkuat persatuan masyarakat, bukan sebaliknya. Ia menegaskan bahwa siapapun yang nantinya terpilih harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Pemilihan ini adalah bagian dari demokrasi desa. Kami boleh bersaing untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat, tetapi pada akhirnya tujuan kami sama, yaitu memperjuangkan aspirasi warga dan memajukan Desa Pantai Bakti. Persaudaraan harus tetap dijaga," ujarnya.

Sementara itu, Syaripin (Brenuk) juga menyampaikan pandangan yang senada. Menurutnya, proses pemilihan harus dijalani dengan cara yang baik dan bermartabat, tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

"Perbedaan pilihan itu hal yang biasa dalam demokrasi. Yang penting masyarakat tetap rukun dan tidak terpecah. Siapapun yang nanti dipercaya oleh warga untuk menjadi anggota BPD harus benar-benar menjalankan amanah dengan baik," ungkapnya.

Masyarakat yang menyaksikan kebersamaan tersebut memberikan apresiasi terhadap sikap dewasa yang ditunjukkan oleh kedua calon. Menurut beberapa warga, sikap seperti ini sangat penting untuk menjaga suasana kondusif selama proses pemilihan berlangsung.

Pemilihan anggota BPD sendiri merupakan bagian penting dalam sistem pemerintahan desa. BPD memiliki peran sebagai lembaga yang mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, serta menjadi mitra pemerintah desa dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan desa.

Dengan adanya sikap saling menghormati dan menjaga kebersamaan seperti yang ditunjukkan oleh Reydo Casyo Febrianto dan Syaripin (Brenuk), diharapkan proses pemilihan BPD di Kadus 1 Desa Pantai Bakti dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat demokrasi yang sehat.

Momen ini juga menjadi contoh bahwa dalam demokrasi, persaingan tidak harus memutus tali persaudaraan. Justru melalui proses yang baik dan penuh kedewasaan, demokrasi dapat menjadi sarana untuk memperkuat persatuan masyarakat serta membangun desa ke arah yang lebih baik. 🤝🇮🇩

WhatsApp Image 2026-04-26 at 21.22.55 (1)

RTKB Gelar Simulasi Gempa Bumi pada Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026, Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) melaksanakan simulasi bencana gempa bumi pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh warga RT 01 dan RT 02 serta seluruh anggota RTKB, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan, pemahaman, dan koordinasi masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

Simulasi dilaksanakan dengan skenario menyerupai kejadian nyata. Dimulai dari tanda terjadinya gempa, warga diarahkan untuk melakukan penyelamatan diri, dilanjutkan dengan proses evakuasi korban, pencarian warga yang terdampak, hingga pendirian posko darurat. Dalam simulasi ini juga dibentuk beberapa tim, seperti tim pencari (SAR), tim evakuasi, tim kesehatan, dan tim logistik, yang masing-masing menjalankan perannya sesuai prosedur.

Suasana kegiatan berlangsung serius namun tetap penuh kebersamaan. Beberapa warga bahkan terlihat terbawa suasana hingga meneteskan air mata karena simulasi terasa sangat nyata dan menyentuh.

Salah satu pengurus RTKB, Pak Basir, menyampaikan bahwa dari simulasi ini masyarakat bisa mengambil banyak pelajaran penting. Dengan gaya santai dan sedikit guyonan, ia mengatakan:

“Dari simulasi ini kita bisa ambil ilmunya. Ilmu kesiapsiagaan bencana itu ya kurang lebih seperti ini. Memang ada yang bilang ini cocoknya buat warga kota, tapi siapa tahu nanti di sini juga jadi kota. Doakan saja rumah saya gede banget, tingkat lagi, biar kalau ada gempa ya kebayang juga rasanya,” ujarnya sambil bercanda, yang disambut tawa warga.

Ia kemudian melanjutkan dengan lebih serius bahwa simulasi ini sangat penting sebagai bekal menghadapi kemungkinan bencana gempa.

“Jadi ini simulasi, ilmunya bagaimana menghadapi kebencanaan gempa. Dan rencananya kegiatan seperti ini akan dilaksanakan setiap tahun. Setelah ini, kita dari RTKB juga punya tugas bersama teman-teman untuk mensosialisasikan kepada seluruh warga RT 01 dan RT 02, baik yang ikut RTKB maupun tidak, karena semuanya adalah warga kita,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina RTKB, Pak Sulistyono dari Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ) menekankan pentingnya kesiapan sistem dan pembagian peran dalam kondisi darurat. Ia menjelaskan bahwa simulasi ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memberikan gambaran nyata agar masyarakat lebih siap.

“Ini hanya simulasi, tapi ada yang sedih sampai menangis karena terharu. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya kita punya bayangan. Dalam kondisi darurat, kalau kita punya sistem tata kelola yang baik seperti tadi ada tim pencari, tim SAR, tim evakuasi semua akan lebih cepat tertangani. Kalau tidak ada tim, kita hanya akan diskusi dan itu bisa lama,” jelasnya.

Ia juga menggambarkan bagaimana sistem yang sudah dipersiapkan akan mempermudah penanganan saat bencana terjadi.

“Kalau sudah siap, Ketua RTKB atau Pak RT tinggal memanggil tim evakuasi untuk langsung bergerak. Tim kesehatan membuka posko, tim logistik juga sudah siap. Bahkan dalam simulasi tadi sudah tergambar ada teh manis, air putih, semuanya tersedia. Artinya, dalam kondisi darurat kita sudah tanggap dan tidak perlu panik. Makin banyak yang siap, maka kita akan semakin siap,” tambahnya.

Salah satu warga, Ibu Mira, turut menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Seperti benar (nyata) dan tersentuh,” ungkapnya.

Simulasi ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental, kekompakan, serta rasa tanggung jawab bersama dalam menghadapi situasi darurat.

RTKB berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun, serta menjadi contoh bagi wilayah lain dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. (RCF)