Bulan: April 2026

WhatsApp Image 2026-04-26 at 19.56.08

Respon Cepat URC dalam Tragedi Tabrakan Kereta 27 April di Bekasi

Jendela Jurnalis Bekasi, Jabar — Dua hari setelah peristiwa tabrakan kereta di Bekasi, Tim Unit Reaksi Cepat Cikarang (URC Cikarang) yang dikenal sebagai relawan ambulans membeberkan respon mereka saat pertama kali menerima informasi kejadian pada 27 April lalu.

Kepada wartawan, URC Cikarang menjelaskan bahwa laporan awal diterima dalam kondisi yang masih belum jelas. Namun, Eko selaku ketua URC Cikarang langsung mengambil langkah cepat.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung siaga dan mengerahkan armada ambulans serta tim medis ke lokasi. Prinsip kami, lebih baik datang lebih cepat daripada terlambat,” ujar Fatur, perwakilan URC Cikarang.

Setibanya di lokasi, tim mendapati kondisi yang cukup memprihatinkan. Sejumlah korban mengalami luka-luka, sementara sebagian lainnya masih berada di dalam gerbong yang mengalami kerusakan parah.

Sebagai relawan ambulans, peran utama URC Cikarang difokuskan pada penanganan medis awal dan evakuasi korban ke fasilitas kesehatan. Tim segera melakukan triase sederhana, memberikan pertolongan pertama, serta mengevakuasi korban ke ambulans untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Dalam proses tersebut, URC Cikarang juga berkoordinasi dengan petugas dari PT Kereta Api Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

“Fokus kami saat itu adalah mempercepat penanganan korban. Begitu korban berhasil dikeluarkan, kami langsung tangani dan evakuasi ke ambulans,” jelasnya.

URC Cikarang juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat kejadian adalah banyaknya korban dalam waktu bersamaan, sehingga dibutuhkan kecepatan sekaligus koordinasi yang baik.

“Situasinya cukup padat, jadi kami harus bergerak cepat, mengatur prioritas, dan memastikan semua korban tertangani,” tambahnya.

Keterlibatan URC Cikarang sebagai relawan ambulans dinilai membantu mempercepat proses penanganan korban di lokasi kejadian, terutama dalam memastikan korban segera mendapatkan perawatan medis.

Hingga saat ini, proses pemulihan pascakejadian masih berlangsung, sementara pihak berwenang terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. (RCF)

1000165656

Minah Maju sebagai Calon Anggota BPD Desa Pantai Bakti, Siap Lanjutkan Perjuangan Aspirasi Masyarakat

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR – Partisipasi perempuan dalam pembangunan desa kembali terlihat dalam proses pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Salah satu calon yang maju adalah Minah, yang hadir membawa semangat keterwakilan perempuan sekaligus tekad untuk melanjutkan perjuangan aspirasi masyarakat di tingkat desa. Senen (27/04/2026)

Melalui pencalonannya sebagai anggota BPD, Minah mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Desa Pantai Bakti menjadi desa yang lebih maju, transparan, dan berkeadilan. Ia menilai bahwa pembangunan desa tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga desa seperti BPD.

Minah menyampaikan bahwa dirinya maju sebagai calon BPD bukan hanya sekadar ikut dalam proses pemilihan, tetapi juga memiliki niat untuk melanjutkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat didengar serta diperjuangkan dalam kebijakan desa.

Dalam komitmennya kepada masyarakat, Minah memiliki beberapa fokus utama perjuangan, di antaranya memperjuangkan aspirasi masyarakat secara adil, memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan desa. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam lembaga desa juga menjadi bagian penting untuk menciptakan keseimbangan dalam pengambilan keputusan.

“Perempuan juga memiliki peran penting dalam pembangunan desa. Dengan kebersamaan dan dukungan masyarakat, saya ingin melanjutkan perjuangan untuk membawa aspirasi warga agar benar-benar diperhatikan dan diperjuangkan,” ujarnya.

BPD sendiri merupakan lembaga yang memiliki fungsi penting dalam sistem pemerintahan desa, yaitu menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta menjadi mitra pemerintah desa dalam mengawasi dan menjalankan pembangunan desa.

Minah juga mengajak seluruh masyarakat Desa Pantai Bakti untuk terus menjaga kebersamaan dan menjadikan pemilihan BPD sebagai momentum memperkuat demokrasi di tingkat desa. Ia berharap masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak demi kemajuan desa.

Dengan semangat “Perempuan Hadir, Desa Maju Bersama, Adil, dan Berkelanjutan”, Minah optimis bahwa keterlibatan perempuan dalam BPD dapat memberikan warna baru dalam pembangunan desa serta melanjutkan perjuangan masyarakat menuju Desa Pantai Bakti yang lebih baik di masa depan. (RCF)

1000165645

Calon BPD Kadus 1 Desa Pantai Bakti Tunjukkan Demokrasi Sehat dengan Duduk Bersama

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR – Momen kebersamaan terlihat dari para calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk wilayah Kadus 1 Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Di tengah proses pemilihan yang sedang berlangsung, para calon menunjukkan sikap kedewasaan dalam berdemokrasi dengan duduk bersama dan berbincang dalam suasana yang penuh keakraban. Senin (27/04/2026)

Dua calon yang maju dalam pemilihan BPD dari wilayah Kadus 1 tersebut adalah Reydo Casyo Febrianto dan Syaripin (Brenuk). Meskipun keduanya menjadi pesaing dalam kontestasi pemilihan BPD, namun keduanya tetap menunjukkan sikap saling menghormati dan menjaga hubungan baik sebagai sesama warga Desa Pantai Bakti.

Kebersamaan yang terlihat ini menjadi gambaran nyata bahwa demokrasi di tingkat desa dapat berjalan dengan sehat dan penuh kedewasaan. Persaingan dalam pemilihan tidak serta-merta membuat perpecahan, melainkan justru menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa perbedaan pilihan adalah bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati.

Dalam kesempatan tersebut, Reydo Casyo Febrianto menyampaikan bahwa pemilihan BPD seharusnya dijadikan sebagai ajang untuk memperkuat persatuan masyarakat, bukan sebaliknya. Ia menegaskan bahwa siapapun yang nantinya terpilih harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

"Pemilihan ini adalah bagian dari demokrasi desa. Kami boleh bersaing untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat, tetapi pada akhirnya tujuan kami sama, yaitu memperjuangkan aspirasi warga dan memajukan Desa Pantai Bakti. Persaudaraan harus tetap dijaga," ujarnya.

Sementara itu, Syaripin (Brenuk) juga menyampaikan pandangan yang senada. Menurutnya, proses pemilihan harus dijalani dengan cara yang baik dan bermartabat, tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

"Perbedaan pilihan itu hal yang biasa dalam demokrasi. Yang penting masyarakat tetap rukun dan tidak terpecah. Siapapun yang nanti dipercaya oleh warga untuk menjadi anggota BPD harus benar-benar menjalankan amanah dengan baik," ungkapnya.

Masyarakat yang menyaksikan kebersamaan tersebut memberikan apresiasi terhadap sikap dewasa yang ditunjukkan oleh kedua calon. Menurut beberapa warga, sikap seperti ini sangat penting untuk menjaga suasana kondusif selama proses pemilihan berlangsung.

Pemilihan anggota BPD sendiri merupakan bagian penting dalam sistem pemerintahan desa. BPD memiliki peran sebagai lembaga yang mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, serta menjadi mitra pemerintah desa dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan desa.

Dengan adanya sikap saling menghormati dan menjaga kebersamaan seperti yang ditunjukkan oleh Reydo Casyo Febrianto dan Syaripin (Brenuk), diharapkan proses pemilihan BPD di Kadus 1 Desa Pantai Bakti dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat demokrasi yang sehat.

Momen ini juga menjadi contoh bahwa dalam demokrasi, persaingan tidak harus memutus tali persaudaraan. Justru melalui proses yang baik dan penuh kedewasaan, demokrasi dapat menjadi sarana untuk memperkuat persatuan masyarakat serta membangun desa ke arah yang lebih baik. 🤝🇮🇩

WhatsApp Image 2026-04-26 at 21.22.55 (1)

RTKB Gelar Simulasi Gempa Bumi pada Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026, Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) melaksanakan simulasi bencana gempa bumi pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh warga RT 01 dan RT 02 serta seluruh anggota RTKB, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan, pemahaman, dan koordinasi masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.

Simulasi dilaksanakan dengan skenario menyerupai kejadian nyata. Dimulai dari tanda terjadinya gempa, warga diarahkan untuk melakukan penyelamatan diri, dilanjutkan dengan proses evakuasi korban, pencarian warga yang terdampak, hingga pendirian posko darurat. Dalam simulasi ini juga dibentuk beberapa tim, seperti tim pencari (SAR), tim evakuasi, tim kesehatan, dan tim logistik, yang masing-masing menjalankan perannya sesuai prosedur.

Suasana kegiatan berlangsung serius namun tetap penuh kebersamaan. Beberapa warga bahkan terlihat terbawa suasana hingga meneteskan air mata karena simulasi terasa sangat nyata dan menyentuh.

Salah satu pengurus RTKB, Pak Basir, menyampaikan bahwa dari simulasi ini masyarakat bisa mengambil banyak pelajaran penting. Dengan gaya santai dan sedikit guyonan, ia mengatakan:

“Dari simulasi ini kita bisa ambil ilmunya. Ilmu kesiapsiagaan bencana itu ya kurang lebih seperti ini. Memang ada yang bilang ini cocoknya buat warga kota, tapi siapa tahu nanti di sini juga jadi kota. Doakan saja rumah saya gede banget, tingkat lagi, biar kalau ada gempa ya kebayang juga rasanya,” ujarnya sambil bercanda, yang disambut tawa warga.

Ia kemudian melanjutkan dengan lebih serius bahwa simulasi ini sangat penting sebagai bekal menghadapi kemungkinan bencana gempa.

“Jadi ini simulasi, ilmunya bagaimana menghadapi kebencanaan gempa. Dan rencananya kegiatan seperti ini akan dilaksanakan setiap tahun. Setelah ini, kita dari RTKB juga punya tugas bersama teman-teman untuk mensosialisasikan kepada seluruh warga RT 01 dan RT 02, baik yang ikut RTKB maupun tidak, karena semuanya adalah warga kita,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina RTKB, Pak Sulistyono dari Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ) menekankan pentingnya kesiapan sistem dan pembagian peran dalam kondisi darurat. Ia menjelaskan bahwa simulasi ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memberikan gambaran nyata agar masyarakat lebih siap.

“Ini hanya simulasi, tapi ada yang sedih sampai menangis karena terharu. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi supaya kita punya bayangan. Dalam kondisi darurat, kalau kita punya sistem tata kelola yang baik seperti tadi ada tim pencari, tim SAR, tim evakuasi semua akan lebih cepat tertangani. Kalau tidak ada tim, kita hanya akan diskusi dan itu bisa lama,” jelasnya.

Ia juga menggambarkan bagaimana sistem yang sudah dipersiapkan akan mempermudah penanganan saat bencana terjadi.

“Kalau sudah siap, Ketua RTKB atau Pak RT tinggal memanggil tim evakuasi untuk langsung bergerak. Tim kesehatan membuka posko, tim logistik juga sudah siap. Bahkan dalam simulasi tadi sudah tergambar ada teh manis, air putih, semuanya tersedia. Artinya, dalam kondisi darurat kita sudah tanggap dan tidak perlu panik. Makin banyak yang siap, maka kita akan semakin siap,” tambahnya.

Salah satu warga, Ibu Mira, turut menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Seperti benar (nyata) dan tersentuh,” ungkapnya.

Simulasi ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental, kekompakan, serta rasa tanggung jawab bersama dalam menghadapi situasi darurat.

RTKB berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun, serta menjadi contoh bagi wilayah lain dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. (RCF)

WhatsApp Image 2026-04-26 at 19.56.08

LDD KAJ Dorong Aksi Nyata: Penyerahan Batu Pemecah Ombak pada Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB)

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026, Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD KAJ) menunjukkan komitmen nyata dalam aksi kemanusiaan dan kepedulian lingkungan melalui kegiatan penyerahan batu pemecah ombak di wilayah pesisir Muara Bungin, pada Minggu (26/04/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan LDD KAJ dalam membangun ketangguhan masyarakat pesisir terhadap ancaman abrasi, sekaligus sebagai implementasi kepedulian terhadap alam ciptaan. Melalui kolaborasi bersama paroki-paroki, LDD KAJ menginisiasi dan menggerakkan bantuan yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.

Adapun bantuan batu pemecah ombak ini berasal dari partisipasi tiga paroki yang terlibat aktif dalam gerakan LDD KAJ, yaitu Paroki Pluit, Paroki Kosambi Baru, dan Paroki Satora. Kehadiran paroki-paroki ini menjadi bukti nyata sinergi antara LDD KAJ dan umat dalam menjalankan misi kemanusiaan serta pelayanan sosial.

Direktur LDD KAJ, Romo Adrianus Suyadi, SJ, hadir langsung di lokasi untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat dan para relawan. Dalam keterangannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi lintas paroki dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Sobat-sobat, saya sedang berada di Muara Bungin bersama dengan perwakilan dari Paroki Pluit. Di sini ada tiga paroki yang berkontribusi: Paroki Kosambi Baru, Paroki Satora, dan Paroki Pluit. Ayo, sekarang paroki mana lagi yang mau bergabung dengan kita semua.

Ini semua adalah warga Muara Bungin yang selalu kerja bakti kalau mendapatkan bantuan dari sobat-sobat LDD semuanya. Ayo kita gotong royong, mari paroki-paroki lain bergabung dengan warga masyarakat Muara Bungin. Mereka adalah relawan tangguh Kampung Bungin.

Di sana itu dulu adalah rumah bapak-bapak, yang ada menara. Bekas rumah ini juga, kita berada di bekas rumah. Nanti kalau batunya sudah tinggi, kemudian di sini akan ditanam mangrove sehingga menjadi pagar untuk menahan abrasi, seperti yang ada di sana yang sudah ditanami mangrove.

Ya, kita solidaritas. Salam tangguh. Tahun ini bertema kepedulian pada alam ciptaan, dan inilah secara nyata kita bisa mewujudkan aksi nyata kita bersama-sama warga Kampung Bungin untuk merawat laut, merawat pantai. Dan kemudian bapak-bapak ini kan nelayan, kalau pantainya tidak terawat pasti tidak akan mendapatkan nafkah.

Mari kita gotong royong untuk kebaikan bersama. Salam bela rasa, salam tangguh.”

Ketua RTKB, Pak Rodin, juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif LDD KAJ beserta paroki yang terlibat.

“Terima kasih atas partisipasi kepada paroki, mudah-mudahan ini bisa menjadi kebaikan,” ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di area yang sebelumnya merupakan permukiman warga yang terdampak abrasi. Kondisi tersebut menjadi pengingat nyata akan pentingnya upaya mitigasi bencana. Dengan adanya bantuan batu pemecah ombak yang diinisiasi oleh LDD KAJ, diharapkan dapat mengurangi dampak abrasi yang terus mengancam wilayah pesisir.

Tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, LDD KAJ juga mendorong langkah berkelanjutan melalui rencana penanaman mangrove sebagai benteng alami penahan abrasi.

Warga Muara Bungin yang tergabung dalam Relawan Tangguh Kampung Bungin dikenal aktif, tangguh, dan selalu siap bergotong royong dalam setiap kegiatan.

Melalui kegiatan ini, LDD KAJ kembali mengajak seluruh paroki dan elemen masyarakat untuk terlibat dalam aksi nyata kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Semangat solidaritas, bela rasa, dan gotong royong menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk bergabung bersama LDD KAJ dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terhadap bencana.

Salam bela rasa, salam tangguh.

1000163821

Calon BPD Desa Pantai Bakti Gaungkan Independensi dan Keberpihakan pada Rakyat

Jendela Jurnalis, BEKASI JABAR - Kontestasi pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pantai Bakti mulai memunculkan berbagai sosok yang siap memperjuangkan aspirasi masyarakat. Salah satu yang menyita perhatian adalah Reydo Casyo Febrianto, yang akrab disapa Ramadan atau Madan. Kamis (23/04/2026)

Madan tampil dengan pesan yang cukup tajam dan berbeda dibandingkan dengan calon lainnya. Ia menegaskan bahwa dirinya maju bukan untuk menjadi alat kepentingan pihak tertentu, melainkan untuk memperjuangkan suara masyarakat secara jujur dan independen.

Dalam pesan kampanyenya, Madan menyampaikan pernyataan tegas yang langsung menyentuh persoalan yang sering menjadi sorotan dalam pemilihan di tingkat desa.

“Saya bukan wayang. Tidak ada yang bisa mengendalikan saya demi kepentingannya. Rakyat maju, saya di belakang,” tegas Madan.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran sikapnya bahwa jabatan BPD bukan sekadar posisi formal, tetapi amanah untuk mengawal aspirasi masyarakat dan mengawasi jalannya pemerintahan desa.

Tak hanya itu, Madan juga secara terbuka menyinggung praktik politik uang yang menurutnya masih menjadi penyakit dalam proses demokrasi di tingkat bawah. Ia menilai praktik tersebut hanya akan melahirkan pemimpin yang tidak berpihak pada rakyat.

“Politik uang hanya menjadikan maling,” ujarnya.

Menurutnya, ketika suara masyarakat dibeli dengan uang, maka setelah terpilih seseorang cenderung akan mencari cara untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. Hal tersebut pada akhirnya justru merugikan masyarakat dan membuka peluang penyimpangan.

Karena itu, Madan mengajak masyarakat Desa Pantai Bakti untuk tidak mudah tergoda dengan praktik politik uang dan lebih melihat komitmen serta integritas calon yang maju.

Ia menegaskan bahwa BPD memiliki peran penting sebagai lembaga yang mewakili masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan desa agar tetap transparan dan berpihak kepada warga.

Dengan slogan “Rakyat Maju, Saya di Belakang,” Madan ingin menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin berada di depan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan berdiri bersama masyarakat untuk mendorong kemajuan Desa Pantai Bakti.

Kontestasi pemilihan BPD Desa Pantai Bakti pun diharapkan menjadi momentum lahirnya wakil rakyat desa yang berani, jujur, dan tidak mudah dikendalikan oleh kepentingan tertentu. Sikap tegas yang disampaikan Madan menjadi salah satu warna baru dalam dinamika pemilihan BPD di wilayah tersebut.

1000160906

Calon BPD Keterwakilan Perempuan, Fitri Padilah Siap Wujudkan BPD Aktif dan Transparan

Jendela Jurnalis BEKASI, JABAR – Sosok muda kembali meramaikan bursa pencalonan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Lenggahjaya. Fitri Padilah maju sebagai calon BPD dari keterwakilan perempuan dengan membawa semangat perubahan serta komitmen untuk memperkuat peran BPD sebagai lembaga yang aktif, transparan, dan dekat dengan masyarakat. Senin (20/04/2026)

Dengan mengusung semangat “Muda Berani Melayani”, Fitri Padilah menyatakan kesiapannya untuk menjalankan fungsi BPD sebagai wadah aspirasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah desa dalam membangun desa yang lebih maju.

Menurut Fitri, kehadiran perempuan dalam BPD sangat penting untuk memastikan berbagai aspirasi masyarakat, khususnya kaum perempuan, dapat tersampaikan dan diperjuangkan melalui musyawarah desa.

“Saya siap mewujudkan BPD yang aktif, transparan, dan mengedepankan musyawarah. BPD juga harus menjadi pendengar yang baik serta jembatan aspirasi masyarakat, khususnya perempuan, demi kemajuan Desa Lenggahjaya,” ujar Fitri Padilah.

Ia juga menegaskan bahwa semangat pengabdian menjadi dasar utama dirinya maju dalam pencalonan BPD. Baginya, pembangunan desa tidak hanya tentang program, tetapi juga tentang kepedulian dan kerja nyata untuk masyarakat.

Dengan mengusung slogan “Bekerja dengan Hati, Membangun Desa Mandiri”, Fitri berharap masyarakat Desa Lenggahjaya dapat memberikan doa dan dukungan agar dirinya bisa mengemban amanah sebagai anggota BPD dan berkontribusi dalam pembangunan desa.

Partisipasi generasi muda dan keterwakilan perempuan dalam BPD diharapkan mampu menghadirkan gagasan baru serta memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa demi kemajuan Desa Lenggahjaya ke depan.

1000161678

Dedi Wiyanto, ST Maju Sebagai Calon BPD Desa Pantai Bakti Dusun 1, Siap Perjuangkan Aspirasi Warga

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR – Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pantai Bakti periode 2026–2034 mulai menjadi perhatian masyarakat. Salah satu kandidat dari Dusun 1 yang maju dalam pencalonan adalah Dedi Wiyanto, ST, sosok yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan pemberdayaan masyarakat di desa. Sabtu (18/04/2026)

Dedi Wiyanto bukan nama baru di tengah masyarakat. Saat ini ia masih menjabat sebagai Ketua KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) dan sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang bergerak dalam pengembangan potensi desa serta pemberdayaan masyarakat.

Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Dedi untuk maju sebagai calon anggota BPD dari Dusun 1. Menurutnya, BPD memiliki peran penting sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dengan pemerintah desa.

“Saya maju bukan sekadar untuk menjadi wakil masyarakat di BPD, tetapi untuk memastikan aspirasi warga benar-benar tersampaikan dan diperjuangkan. Pengalaman saya di berbagai organisasi menjadi modal untuk bekerja secara terbuka dan profesional,” ujar Dedi.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya ingin menjalankan tugas secara mandiri dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Saya bukan wayang yang bisa dikendalikan oleh orang lain yang punya kepentingan. Jika dipercaya oleh masyarakat, saya akan bekerja dengan prinsip kejujuran, keberanian, dan mengutamakan kepentingan warga,” tegasnya.

Dedi menambahkan bahwa pembangunan desa harus melibatkan partisipasi masyarakat secara luas, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun pengembangan potensi desa.

“Desa Pantai Bakti memiliki potensi besar. Jika dikelola dengan baik dan melibatkan masyarakat, saya yakin desa ini bisa berkembang lebih maju dan memberikan manfaat bagi semua warga,” tambahnya.

Dengan pengalaman organisasi yang dimiliki, Dedi Wiyanto berharap dapat membawa semangat kolaborasi, transparansi, serta keberpihakan kepada masyarakat dalam menjalankan tugas BPD apabila dipercaya oleh warga Dusun 1 pada pemilihan mendatang.

1000160826

Calon BPD Muda Ajak Warga Tampung Aspirasi Masyarakat

Jendela Jurnalis BEKASI, JABAR – Semangat generasi muda mulai terlihat dalam kontestasi pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Salah satunya datang dari Jenal Buchori, yang maju sebagai Calon BPD Desa Hegarmanah dari Dusun 3. Kamis (16/04/2026)

Dengan mengusung semangat “Saatnya yang muda tampil, mari kita tampung aspirasi masyarakat,” Jenal Buchori menyatakan komitmennya untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah desa. Ia ingin memastikan suara warga benar-benar tersampaikan dan diperjuangkan dalam setiap musyawarah desa.

Menurut Jenal, peran BPD sangat penting dalam menjaga keseimbangan pemerintahan desa serta memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak kepada masyarakat.“Saya ingin menjadi perwakilan yang mendengar, menampung, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Desa akan maju jika masyarakatnya terlibat dan didengar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa. Menurutnya, energi dan gagasan baru dari anak muda dapat menjadi kekuatan untuk membawa perubahan yang lebih baik.

Jenal Buchori berharap masyarakat Dusun 3 dapat memberikan doa dan dukungan agar dirinya bisa mengemban amanah sebagai anggota BPD dan bekerja untuk kepentingan bersama.“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Jika diberi kepercayaan, saya siap bekerja dan mengabdi untuk desa,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat, Jenal optimistis Desa Hegarmanah dapat terus berkembang dan menjadi desa yang lebih maju serta aspiratif bagi seluruh warganya.

1000159981

Calon BPD Keterwakilan Perempuan Siap Lanjutkan Pengabdian untuk Desa Pantai Bakti

Jendela Jurnalis BEKASI, JABAR — Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2026–2034 di Desa Pantai Bakti mulai menjadi perhatian masyarakat. Salah satu sosok yang kembali maju adalah Ibu Minah, calon dari keterwakilan perempuan yang dikenal memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam kegiatan kemasyarakatan.

Dengan mengusung semangat “Untuk Pantai Bakti Lebih Maju, Lanjutkan!”, Ibu Minah menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi kemajuan desa. Pengalaman sebelumnya dinilai menjadi modal penting untuk menjalankan tugas secara lebih efektif dan profesional.

Dalam berbagai kegiatan masyarakat, Ibu Minah dikenal aktif menyuarakan aspirasi warga, khususnya kaum perempuan. Kehadirannya dalam pencalonan ini juga dianggap sebagai bentuk pentingnya keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat desa.

“Pengabdian kepada masyarakat adalah amanah. Saya ingin terus bekerja secara profesional, menjaga kepercayaan warga, dan memastikan aspirasi masyarakat benar-benar tersampaikan,” ujar Ibu Minah.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan transparansi dan kepentingan masyarakat luas. Menurutnya, BPD memiliki peran penting sebagai jembatan antara pemerintah desa dan warga.

Ibu Minah pun mengajak masyarakat Desa Pantai Bakti untuk bersama-sama menentukan pilihan secara bijak dalam pemilihan mendatang.“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memilih dengan hati nurani. Jika masih diberikan kepercayaan, saya siap melanjutkan pengabdian dengan amanah, profesional, dan penuh tanggung jawab demi Pantai Bakti yang lebih maju,” katanya.

Dengan pengalaman dan komitmen yang dimilikinya, Ibu Minah berharap dapat kembali mendapatkan dukungan masyarakat untuk melanjutkan pengabdian sebagai anggota BPD keterwakilan perempuan periode 2026–2034.