Jendela Berita

1000233441

Lolos Top Six, Tim Penilai Lomba PIK-R Kab. Karawang Apresiasi PKBM Tunas Makrifat

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Tim Penilaian Apresiasi Lomba Pusat Informasi dan Konsultasi/Konseling Remaja (PIK-R) Tingkat Kabupaten Karawang berkunjung di PIK Remaja Tunas Makrifat Desa Karyamulya Kecamatan Batujaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh utusan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang, Camat Batujaya, Ketua TP PKK Kecamatan & Ketua TP PKK Desa Karyamulya, Tokoh Masyarakat, utusan PIK-R sekolah se-Kecamatan Batujaya serta Remaja yg tergabung dalam PIK Remaja Tunas Makrifat. Rabu (2/09/2026).

Kedatangan Tim Penilai yang tiba di PKBM Tunas Makrifat disambut dengan penampilan Angklung persembahan oleh anggota PIK-R TM.

Selanjutnya acara pembukaan dilakukan oleh Kepala PKBM Tunas Makrifat. Dalam sambutannya, Ira Noviyanty mengucapkan selamat datang di Tunas Makrifat dan menyampaikan terimakasih atas kegiatan penilaian ini. Karena, menurutnya dengan penilaian seperti ini dapat memberikan motivasi kepada pembina dan anggota PIK-R untuk selalu aktif dan meningkatkan kualitas pengelolaan PIK-R.

Pada sesi yang sama, Plt. Camat Batujaya, Dulah menegasakan. Bahwa salah satu keberhasilan PIK-R PKBM Tunas Makrifat mewakili Batujaya terpilih sebagai Top Six tahun ini karena kesediannya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait. Karena tidak semua kecamatan di Karawang mempunyai PIK-R. Beliau juga menyampaikan ucapan Terimakasih kepada Tunas Makrifat yang sudah mendukung program kecamatan dan menjadikan sekolah yang membahagiakan. Menurutnya lewat PIK-R, para Warga belajar akan dilatih untuk bisa dilatih mengurai dan menyelesaikan permasalahan secara mandiri dan bijak. Itulah arti kebahagiaan di sekolah.

Senada dengan hal itu, Ketua Tim Ketahanan Remaja Kabupaten Karawang, Asep Supriyatna menyampaikan Apresiasinya. Baru kali ini dirinya menemukan PKBM Sekabupaten Karawang yang telah menyelenggarakan PIK-R dan berhasil meraih Top Six tahun ini.

Menurutnya, dari 5 sekolah yang dikunjunginya, PKBM layak meraih tiga besar karena kekhasannya.

"Wajar kalau lima sekolah yang lain itu juara, karena mereka memiliki fasilitas mewah, tapi Tunas Makrifat bisa juara karena keunikannya," tegas Asep.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan ditempat berbeda. Tim penilai memberikan arahan dan materi penilaian. Di hadapan peserta lainya, Intan ketua PIK-R memaparkan profil dan program PIK-R Tunas Makrifat.

Sebagai informasi tambahan, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) merupakan wadah bagi sekumpulan remaja yang melakukan aktifitas positif dalam mengedukasi remaja sebayanya untuk memahami tentang tugas dan perannya.

PIK-R Tunas Makrifat dibentuk pada tahun 2023. Seberapa kali mengikuti even lomba dan kegiatan, akhirnya PIK-R Tunas Maktifat berkesempatan mengikuti seleksi dan lolos TOP SIX.

Tahun ini Tunas Makrifat menjadi PIK-R pertama jalur pendidikan kesetaraan yang lolos dan bersaing dengan lima sekolah unggulan di Kabupaten Karawang. Pesaing kali ini adalah SMP Al Irsyad, SMAN 3 Cikampek, SMAN1 Klari, SMAN 1 Pangkalan, SMAN 4 Karawang. #RCF.

1000227552-1-1024x767.jpg

Pertemuan Nelayan Bungin Muara Gembong dan Pakisjaya dengan Rahmat Hidayat Djati, DPRD Provinsi Jawa Barat

Jendela Jurnalis — Persoalan yang dihadapi nelayan tradisional kembali menjadi perhatian dalam sebuah pertemuan antara perwakilan nelayan Bungin, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, dan perwakilan nelayan Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, dengan Rahmat Hidayat Djati, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).(22/08/2026)

Pertemuan tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh nelayan, Bapak Kartono, di wilayah Muara Pakis. Pertemuan ini dijembatani oleh Yayasan Hyang Sagara Buana, yang dipimpin oleh Reydo Casyo Febrianto, sebagai bentuk upaya mempertemukan secara langsung aspirasi nelayan dengan wakil rakyat di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan nelayan Bungin Muara Gembong dan nelayan Pakisjaya menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi di wilayah perairan tempat mereka mencari nafkah. Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian adalah aktivitas nelayan yang menggunakan jaring trawl di area tangkap nelayan tradisional.

Bagi nelayan tradisional, wilayah perairan bukan sekadar tempat mencari ikan, tetapi merupakan sumber kehidupan bagi keluarga mereka. Aktivitas penangkapan dengan alat tangkap yang dinilai mengganggu wilayah tangkap nelayan tradisional dikhawatirkan dapat mempersempit ruang mencari ikan dan berdampak terhadap hasil tangkapan.

Nelayan Menyampaikan Keluhan Secara Langsung

Dalam pertemuan tersebut, nelayan menyampaikan bahwa persoalan penggunaan trawl bukan hanya menyangkut persaingan dalam mencari ikan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan nelayan kecil.

Nelayan tradisional selama ini mengandalkan peralatan yang relatif sederhana dan hasil tangkapan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap aktivitas penangkapan ikan yang dinilai mengganggu keberadaan nelayan tradisional.

Para nelayan juga meminta agar persoalan tersebut dapat ditangani melalui pengawasan dan penegakan aturan yang dilakukan secara adil, transparan, serta melibatkan nelayan sebagai pihak yang merasakan langsung kondisi di lapangan.

Aspirasi Nelayan Bekasi dan Karawang

Hadirnya perwakilan nelayan dari Bungin Muara Gembong dan Pakisjaya menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir tidak mengenal batas wilayah administrasi.

Nelayan dari kedua wilayah tersebut sama-sama menggantungkan kehidupan dari laut. Mereka berharap adanya perhatian serius terhadap kondisi perairan dan keberlangsungan mata pencaharian nelayan tradisional.

Para nelayan berharap aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut dapat diteruskan kepada instansi terkait, sehingga persoalan yang terjadi di lapangan dapat segera mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.

Dijembatani Yayasan Hyang Sagara Buana

Pertemuan tersebut dijembatani oleh Yayasan Hyang Sagara Buana yang diketuai oleh Reydo Casyo Febrianto.

Yayasan berupaya menjadi jembatan komunikasi agar nelayan dapat menyampaikan persoalan mereka secara langsung kepada wakil rakyat.

Menurut pihak yayasan, suara nelayan perlu didengar secara langsung karena mereka merupakan pihak yang setiap hari berada di lapangan dan merasakan kondisi perairan secara nyata.

Pertemuan seperti ini diharapkan dapat menjadi awal dari komunikasi yang lebih terbuka antara masyarakat nelayan, wakil rakyat, pemerintah, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Nelayan Tidak Ingin Konflik

Dalam menyampaikan persoalannya, nelayan menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan terjadinya konflik antarnelayan.

Yang mereka harapkan adalah adanya aturan yang jelas dan penegakan aturan yang konsisten sehingga seluruh nelayan dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan tertib.

Nelayan tradisional juga berharap adanya solusi yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan mencari nafkah dengan keberlanjutan sumber daya laut.

Mereka ingin laut tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Harapan kepada DPRD Provinsi Jawa Barat

Kehadiran Rahmat Hidayat Djati di tengah perwakilan nelayan diharapkan dapat membuka jalan bagi penyampaian aspirasi tersebut ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

Nelayan berharap persoalan penggunaan trawl dan berbagai persoalan lainnya di wilayah pesisir Bekasi–Karawang dapat menjadi perhatian bersama.

Menurut nelayan, persoalan tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor, karena berkaitan dengan pengawasan wilayah perairan, aturan alat tangkap, keberlanjutan sumber daya ikan, serta perlindungan terhadap nelayan tradisional.

Menunggu Tindak Lanjut Nyata

Pertemuan yang berlangsung di rumah tokoh nelayan Bapak Kartono di Muara Pakis tersebut menjadi ruang bagi nelayan untuk menyampaikan keresahan dan harapan mereka secara langsung.

Bagi masyarakat nelayan, pertemuan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Mereka berharap ada tindak lanjut nyata dari aspirasi yang telah disampaikan.

Nelayan Bungin Muara Gembong dan Pakisjaya berharap komunikasi yang telah dibangun bersama Yayasan Hyang Sagara Buana dan Ketua Yayasan Reydo Casyo Febrianto dapat terus berlanjut.

Mereka juga berharap Rahmat Hidayat Djati dapat membawa aspirasi tersebut ke DPRD Provinsi Jawa Barat dan mendorong koordinasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

Bagi nelayan, laut adalah sumber kehidupan. Karena itu, mereka berharap wilayah tangkap nelayan tradisional dapat terlindungi, aktivitas penangkapan ikan dapat berjalan sesuai aturan, dan masyarakat pesisir dapat terus mencari nafkah dengan aman.

Suara nelayan hari ini adalah suara masyarakat pesisir yang sedang memperjuangkan keberlangsungan hidup mereka dan generasi yang akan datang.(red)

1000217704

Wahyu Hidayat Resmi Mendaftar sebagai Calon Kepala Desa Pantai Bakti, Pendaftar Kelima Bawa Gagasan Gotong Royong hingga Legalitas Tanah

JENDELA JURNALIS, BEKASI JABAR — Bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, kembali bertambah. Wahyu Hidayat resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Pantai Bakti dan tercatat sebagai pendaftar kelima.(Senin/03/08/2026)

Pendaftaran Wahyu Hidayat menjadi salah satu perkembangan penting dalam tahapan Pilkades Pantai Bakti. Dengan bertambahnya jumlah pendaftar, masyarakat kini memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan sosok yang akan dipercaya memimpin Desa Pantai Bakti ke depan.

Kedatangan Wahyu Hidayat untuk mendaftarkan diri menunjukkan keseriusannya mengikuti proses demokrasi di tingkat desa. Pendaftaran tersebut bukan sekadar langkah administratif, tetapi menjadi awal dari perjalanan untuk menyampaikan gagasan, visi, dan misi kepada masyarakat.

Membawa Semangat PerubahanDalam pencalonannya, Wahyu Hidayat membawa gagasan pemerintahan desa yang lebih dekat dengan masyarakat. Ia menempatkan gotong royong, kepastian legalitas tanah, pelayanan cepat, serta pemerintahan bebas pungli sebagai bagian penting dari arah perjuangannya.

Semangat yang diusung adalah:

“Desa Milik Rakyat, Dipimpin untuk Rakyat.”

Menurut gagasan tersebut, pemerintahan desa harus hadir sebagai pelayan masyarakat. Kepala desa dan perangkat desa tidak seharusnya berada jauh dari persoalan warga, tetapi harus mampu mendengar, memahami, dan mencarikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menghidupkan Kembali Gotong RoyongSalah satu perhatian Wahyu Hidayat adalah menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.

Gotong royong tidak hanya dipandang sebagai kegiatan kerja bersama, tetapi juga sebagai kekuatan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan desa.

Melalui semangat kebersamaan, masyarakat diharapkan dapat kembali terlibat aktif dalam pembangunan, menjaga lingkungan, membantu sesama, serta ikut mengawasi jalannya pemerintahan desa.

Memperjuangkan Legalitas Tanah Masyarakat

Persoalan tanah menjadi salah satu isu penting yang turut mendapat perhatian dalam visi dan misi Wahyu Hidayat.

Ia membawa gagasan untuk memperjuangkan surat tanah masyarakat secara legal, sehingga masyarakat tidak selamanya berada dalam kondisi tanah yang hanya berstatus atau disebut sebagai tanah garapan tanpa kepastian legalitas.

Perjuangan tersebut diarahkan agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum atas tanahnya melalui proses dan mekanisme yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagi masyarakat, kepastian legalitas tanah bukan hanya berkaitan dengan dokumen administrasi, tetapi juga menyangkut rasa aman, kepastian hak, serta masa depan keluarga.

Karena itu, apabila mendapatkan kepercayaan masyarakat, persoalan pertanahan menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan perhatian serius, pendataan yang jelas, koordinasi dengan instansi terkait, serta pendampingan kepada masyarakat sesuai jalur hukum yang berlaku.

Pelayanan Desa Cepat dan Bebas Pungli

Selain persoalan tanah, Wahyu Hidayat juga membawa gagasan mengenai pelayanan pemerintahan desa yang cepat, mudah, transparan, dan bebas pungutan liar (pungli).

Masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi desa diharapkan tidak harus menghadapi proses yang berbelit-belit atau menunggu terlalu lama.

Pemerintahan desa harus memberikan pelayanan sesuai prosedur, menjelaskan persyaratan secara terbuka, serta memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai proses dan waktu pelayanan.

Komitmen bebas pungli juga menjadi bagian penting dari gagasan tersebut. Pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan, tanpa adanya pungutan di luar aturan.

Dengan pelayanan yang cepat dan bersih, masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung manfaat dari keberadaan pemerintahan desa.

Desa Milik Rakyat

Gagasan “Desa Milik Rakyat, Dipimpin untuk Rakyat” menjadi semangat yang ingin dibawa Wahyu Hidayat dalam pencalonannya.

Artinya, pembangunan desa tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan pemerintah atau kelompok tertentu. Masyarakat harus menjadi bagian utama dalam menentukan arah pembangunan.

Kepala desa nantinya dituntut untuk mampu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, menerima kritik, mendengar aspirasi, serta mempertanggungjawabkan penggunaan kewenangan dan anggaran desa secara terbuka.

Pendaftar Kelima, Persaingan Semakin Dinamis

Sebagai pendaftar kelima, kehadiran Wahyu Hidayat membuat peta persaingan Pilkades Pantai Bakti semakin dinamis.

Setiap calon tentu memiliki latar belakang, visi, misi, dan program masing-masing. Masyarakat nantinya memiliki kesempatan untuk mengenal dan menilai para calon secara lebih objektif.

Penilaian masyarakat diharapkan tidak hanya berdasarkan popularitas, kedekatan, maupun kepentingan kelompok, tetapi juga melihat rekam jejak, integritas, kemampuan, visi, misi, dan program yang benar-benar dapat menjawab persoalan masyarakat.

Terlebih, Desa Pantai Bakti memiliki berbagai persoalan dan tantangan yang membutuhkan kepemimpinan yang mampu bekerja secara nyata, termasuk persoalan masyarakat pesisir, ekonomi warga, lingkungan, infrastruktur, pelayanan publik, serta kepastian legalitas tanah.

Menunggu PembuktianPendaftaran sebagai calon kepala desa merupakan awal dari perjalanan panjang. Setelah pendaftaran, masyarakat tentu akan menunggu bagaimana Wahyu Hidayat menjelaskan lebih jauh program-program yang ditawarkan dan bagaimana gagasan tersebut dapat diwujudkan apabila nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Gotong royong, memperjuangkan legalitas tanah masyarakat, pelayanan cepat, dan pemerintahan bebas pungli menjadi empat gagasan utama yang kini dibawa Wahyu Hidayat dalam kontestasi Pilkades Pantai Bakti.

Pada akhirnya, masyarakat Desa Pantai Bakti yang akan menentukan pilihan.

Pilkades diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih pemimpin berdasarkan gagasan dan kemampuan, serta berlangsung secara jujur, adil, aman, tertib, demokratis, dan tanpa tekanan.

Dengan resminya Wahyu Hidayat sebagai pendaftar kelima, pertarungan gagasan menuju kursi Kepala Desa Pantai Bakti kini semakin terbuka.

Desa Milik Rakyat, Dipimpin untuk Rakyat.

1000214130

Pendaftaran Pilkades Pantai Bakti Dibuka, Beberapa Bakal Calon Mulai Ambil Formulir

JENDELA JURNALIS - BEKASI JABAR — Pendaftaran bakal calon Kepala Desa Pantai Bakti resmi dibuka mulai 28 Juli hingga 6 Agustus 2026. Panitia membuka pelayanan pendaftaran setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. (Selasa/28/07/2026)

Pada hari pertama pembukaan pendaftaran, sejumlah bakal calon Kepala Desa Pantai Bakti mulai menunjukkan kesiapannya untuk mengikuti kontestasi. Beberapa bakal calon telah datang untuk mengambil formulir pendaftaran, sementara sebagian lainnya juga telah melakukan booking jadwal pendaftaran kepada panitia.

Salah seorang panitia mengatakan bahwa sejak pendaftaran dibuka, sudah ada beberapa orang yang mengambil formulir dan menentukan jadwal untuk melakukan pendaftaran.

“Dibuka dari jam 8 sampai 4 sore dan hari ini ada beberapa orang yang sudah ambil formulir dan booking hari pendaftaran,” Nisin Bagantata(Ketua Panitia).

Pendaftaran Berlangsung hingga 6 Agustus

Masa pendaftaran bakal calon Kepala Desa Pantai Bakti akan berlangsung selama beberapa hari, mulai 28 Juli sampai 6 Agustus 2026. Selama periode tersebut, masyarakat yang berminat mencalonkan diri dapat mendatangi panitia pada jam pelayanan yang telah ditentukan.

Bakal calon yang telah mengambil formulir selanjutnya dapat mempersiapkan dan melengkapi seluruh dokumen persyaratan sebelum melakukan pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Dengan mulai diambilnya formulir oleh beberapa bakal calon pada hari pertama, persaingan menuju kursi Kepala Desa Pantai Bakti mulai memperlihatkan dinamika. Namun, siapa saja yang nantinya secara resmi menjadi peserta Pilkades masih harus menunggu seluruh tahapan pendaftaran dan proses verifikasi yang dilakukan oleh panitia.

Masyarakat Pantai Bakti kini mulai menantikan siapa saja bakal calon yang akan secara resmi mendaftarkan diri dan mengikuti seluruh tahapan Pemilihan Kepala Desa Pantai Bakti.

1000207659

Reydo Casyo Febrianto Nyatakan Siap Maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa Pantai Bakti, Usung Semangat Kejujuran dan Pelayanan Bersih

Jendela Jurnalis, Bekasi JABAR - Reydo Casyo Febrianto menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon Kepala Desa Pantai Bakti dengan membawa semangat perubahan yang berfokus pada pelayanan publik, pemerintahan yang bersih, serta keberpihakan kepada masyarakat.(Sabtu,18/07/2026)

Melalui poster yang mulai beredar di masyarakat, Reydo menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin memberikan janji-janji besar yang sulit diwujudkan. Menurutnya, kondisi anggaran desa memiliki keterbatasan sehingga seorang pemimpin harus berbicara secara realistis dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

"Saya tidak berjanji karena anggaran desa sedikit. Tapi saya berkomitmen mengelola dengan jujur, bekerja dengan tulus, dan mendengar aspirasi warga."

Selain dikenal aktif di tengah masyarakat, Reydo juga memiliki pengalaman di berbagai organisasi pergerakan. Pengalaman tersebut membentuk kemampuannya dalam memimpin, membangun komunikasi, mengorganisasi masyarakat, hingga memperjuangkan aspirasi warga melalui jalur yang demokratis. Baginya, seorang pemimpin desa harus hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar pemegang jabatan.

Mengusung slogan "Rakyat Maju, Desa Makmur", Reydo menawarkan sejumlah gagasan untuk meningkatkan kualitas pelayanan desa. Salah satunya adalah mewujudkan pelayanan administrasi berbasis digital yang cepat, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar.

Selain itu, ia juga berkomitmen menghadirkan bantuan hukum gratis bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan, sehingga warga memiliki akses terhadap keadilan tanpa terkendala biaya.

Dalam visi kepemimpinannya, Reydo menegaskan empat nilai utama yang akan menjadi pedoman, yaitu jujur dalam bekerja, bekerja dengan tulus untuk desa, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi dan politik uang.

Pesan antikorupsi juga terlihat dari materi kampanyenya yang secara tegas mengajak masyarakat menolak praktik politik uang. Menurutnya, masa depan desa tidak boleh ditentukan oleh transaksi suara, melainkan oleh integritas, kemampuan, dan komitmen seorang pemimpin dalam mengabdi kepada masyarakat.

Reydo meyakini bahwa kemajuan Desa Pantai Bakti tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kepemimpinan yang jujur, transparan, mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, dan berani memperjuangkan kepentingan rakyat.

Dengan bekal pengalaman di berbagai organisasi pergerakan, komitmen terhadap pelayanan publik, serta semangat membangun pemerintahan yang bersih, Reydo Casyo Febrianto menyatakan siap mengabdikan diri untuk membawa Desa Pantai Bakti menjadi desa yang lebih maju, makmur, dan berpihak kepada seluruh masyarakat.

1000179059-1-1024x768.jpg

Calon BPD Pantai Bakti Nomor Urut 6 Jadi Sorotan, Tampil Nyeleneh dan Lawan Politik Pencitraan

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR — Pemilihan BPD Desa Pantai Bakti Dusun 1 tahun ini diwarnai munculnya sosok kontroversial sekaligus menarik perhatian warga, yakni calon nomor urut 6 Reydo Casyo Febrianto. Aktivis muda tersebut menjadi perbincangan karena tampil berbeda dari calon lainnya, baik di surat suara maupun saat hari pencoblosan berlangsung. Sabtu (23/05/2026)

Di surat suara, Reydo tampil nyeleneh dibanding kandidat lain yang rata-rata mengenakan jas dan pakaian formal. Ia justru memilih tampil sederhana hanya memakai kaos dan topi yang dipakai terbalik ke belakang. Penampilan itu dianggap mencerminkan karakter keras, apa adanya, dan anti pencitraan yang selama ini dikenal warga.

Tidak hanya itu, saat hari pencoblosan berlangsung di tengah hujan, Reydo kembali menjadi pusat perhatian karena datang mengenakan kaos bertuliskan “PESTA BABI” yang viral sebagai simbol kritik terhadap pembabatan hutan di Papua dan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan terhadap masyarakat kecil.

Gaya dan sikap Reydo yang berbeda membuat dirinya kerap diremehkan oleh sebagian pihak. Bahkan sebelum pemilihan berlangsung, ia disebut-sebut hanya “bocah baru kemarin” dan dianggap tidak memiliki peluang untuk mendapatkan suara.

“Bahkan ada yang bilang saya melawan kotak kosong pun pasti kalah,” ujar Reydo sambil tersenyum saat ditemui di rumahnya.

Namun menurut Reydo, dirinya tidak pernah tertarik mengikuti gaya politik penuh pencitraan demi mencari simpati masyarakat.

“Saya mengambil jalan berbeda dengan yang lain. Banyak yang berbicara manis dan sibuk pencitraan. Saya tidak mau seperti itu. Saya lebih memilih memikirkan solusi supaya masyarakat nelayan benar-benar bisa sejahtera,” tegasnya.

Ia menilai masyarakat pesisir selama ini terlalu sering dijadikan objek kepentingan oleh pihak-pihak tertentu yang datang membawa janji namun tidak pernah benar-benar memperjuangkan nasib nelayan.

“Masyarakat sekarang sudah pintar. Mereka tahu siapa yang benar-benar peduli dan siapa yang hanya datang mencari keuntungan. Nelayan jangan terus dibodohi,” katanya.

Dalam pernyataannya, Reydo juga kembali menyinggung wilayah pesisir Pantai Bakti yang menurutnya harus dijaga bersama karena memiliki nilai strategis dan berkaitan dengan area PSN.

“Kita jangan sampai seperti Papua. Wilayah diambil, masyarakat lokal jadi penonton. Pemerintah jangan seenaknya sendiri. Sekarang bukan zamannya rakyat takut seperti orde baru,” ucapnya lantang.

Ia pun menegaskan akan tetap menjadi dirinya sendiri meskipun dianggap terlalu keras dan kontroversial.

“Saya tetap jadi diri saya sendiri. Saya keras karena memang kondisi masyarakat sedang tidak baik-baik saja. Dan saya tidak mau diatur oleh mereka yang hanya ingin memanfaatkan rakyat kecil,” tutupnya.

Sikap berani, penampilan sederhana, dan pernyataan-pernyataan keras itulah yang membuat Reydo Casyo Febrianto menjadi salah satu calon BPD paling banyak diperbincangkan warga dalam pemilihan Desa Pantai Bakti tahun ini.

1000177552

Anak 10 Tahun Tenggelam di Kali Cikarang, Relawan C.A.S & Anggota Eslan Turut Bantu Evakuasi

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Seorang anak bernama Kamil (10), warga Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, dilaporkan tenggelam di aliran Kali Cikarang, tepatnya di Kampung Cabang Lio, RT 03 RW 04, Desa Karang Asih, pada Senin (18/05/2026) sekitar pukul 17.45 WIB.

Berdasarkan laporan yang diterima PUSDALOPS-PB Kabupaten Bekasi, korban saat itu sedang mandi di kali bersama temannya. Namun nahas, korban tiba-tiba tenggelam. Teman korban yang berada di lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan, tetapi tidak berhasil, kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga korban.

Saksi mata bernama Naimum (10) mengatakan korban sempat terbawa arus sehingga sulit diselamatkan.Laporan kejadian kemudian diteruskan kepada pihak terkait oleh Ketua RT setempat, Aji, bersama Jenal Aripin guna dilakukan penanganan lebih lanjut.

Dalam proses penanganan di lokasi, relawan C.A.S (Cikarang Ambulance Service) turut menyiapkan ambulans. Selain itu, anggota Eslan juga ikut membantu proses evakuasi bersama warga dan tim relawan lainnya.

Pihak terkait mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain maupun mandi di aliran sungai atau kali untuk menghindari kejadian serupa.(EKO)

1000177302

Yayasan Hyang Sagara Buana Kembali Dampingi Pengobatan Muhammad Kharudin ke RSUD Kabupaten Bekasi

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Yayasan Hyang Sagara Buana. Hari ini, yayasan tersebut kembali mendampingi Muhammad Kharudin, pasien penderita kusta asal Desa Pantai Bakti, untuk menjalani pemeriksaan dan melanjutkan pengobatan di RSUD Kabupaten Bekasi. Rabu (20/05/2026)

Kegiatan pendampingan dilakukan melalui koordinasi bersama Pemerintah Desa Pantai Bakti dan Puskesmas Muara Gembong guna memastikan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan medis yang maksimal.

Sebelumnya, proses pengobatan Muhammad Kharudin sempat terhenti sejak bulan Januari akibat keterbatasan biaya perjalanan, kebutuhan pendampingan, serta kondisi ekonomi keluarga. Melihat kondisi tersebut, Yayasan Hyang Sagara Buana mengambil langkah cepat untuk membantu melanjutkan pengobatan pasien agar tidak kembali terhenti.

Tidak hanya membantu proses rujukan dan pendampingan ke rumah sakit, Yayasan Hyang Sagara Buana juga aktif menggalang kepedulian sosial serta membuka bantuan dari para donatur untuk mendukung kebutuhan pasien selama menjalani pengobatan.

Pihak keluarga Muhammad Kharudin mengaku bersyukur atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh Yayasan Hyang Sagara Buana beserta para donatur.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Yayasan Hyang Sagara Buana, para donatur, Pemerintah Desa Pantai Bakti, dan tenaga kesehatan yang sudah membantu keluarga kami. Karena bantuan ini, pengobatan bisa dilanjutkan kembali,” ujar pihak keluarga.

Sementara itu, pengurus Yayasan Hyang Sagara Buana menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam bidang sosial dan kesehatan.

“Kami tidak ingin masyarakat yang sakit merasa sendiri. Insyaallah Yayasan Hyang Sagara Buana akan terus mendampingi Muhammad Kharudin dalam proses pengobatan sampai sembuh. Ini adalah bentuk kepedulian kemanusiaan dan tanggung jawab sosial untuk membantu warga yang membutuhkan,” ujar pengurus yayasan.

Yayasan Hyang Sagara Buana juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan bantuan dan dukungan sehingga proses pengobatan pasien dapat kembali berjalan.

Selain pendampingan medis, yayasan juga berupaya memberikan dukungan moral kepada pasien dan keluarga agar tetap semangat menjalani pengobatan. Yayasan berharap kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama dapat terus tumbuh, terutama bagi warga yang sedang mengalami kesulitan kesehatan maupun ekonomi.

Dengan adanya sinergi antara yayasan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan para donatur, diharapkan Muhammad Kharudin dapat menjalani pengobatan secara rutin hingga sembuh dan kembali menjalani aktivitas dengan baik.

1000176567

Yayasan Hyang Sagara Buana dan Pemdes Pantai Bakti Bersinergi untuk Kemanusiaan

Jendela Jurnalis BEKASI JABAR - Bentuk kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh Yayasan Hyang Sagara Buana bersama Pemerintah Desa Pantai Bakti. Keduanya bersinergi dalam aksi kemanusiaan dengan mendampingi Heru, warga yang menderita penyakit kusta, untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan kesehatan.Selasa(19/05/2026)

Dalam proses pendampingan tersebut, pihak Yayasan Hyang Sagara Buana berkoordinasi dengan Kepala Desa Pantai Bakti terkait kebutuhan transportasi pasien. Sebagai bentuk dukungan kemanusiaan, Kepala Desa Pantai Bakti turut memfasilitasi mobil ambulans untuk membantu proses rujukan dan pemeriksaan kesehatan Heru.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap warga yang membutuhkan bantuan, baik dari sisi pengobatan maupun pendampingan sosial. Pihak yayasan bersama pemerintah desa juga membantu koordinasi pelayanan kesehatan agar pasien dapat memperoleh penanganan yang layak.

Perwakilan Yayasan Hyang Sagara Buana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi sosial kemanusiaan untuk membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Menurutnya, penderita penyakit menahun seperti kusta membutuhkan perhatian bersama.

Pihak keluarga Heru turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pendampingan dan pengobatan. Mereka mengaku sangat terbantu dengan perhatian yang diberikan oleh Yayasan Hyang Sagara Buana, Pemerintah Desa Pantai Bakti, serta para donatur yang ikut membantu.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pengurus Yayasan Hyang Sagara Buana, Pemerintah Desa Pantai Bakti, dan para donatur yang sudah peduli serta membantu keluarga kami. Semoga semua kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT,” ujar pihak keluarga.

Salah satu pengurus Yayasan Hyang Sagara Buana, Abi, juga menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah ikut membantu. Semoga kepedulian ini menjadi amal kebaikan untuk kita semua,” ujar Abi.

Sinergi antara yayasan dan pemerintah desa ini diharapkan menjadi contoh nyata bahwa kepedulian dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membantu sesama yang sedang menghadapi kesulitan.

1000172386

Pengocokan Nomor Urut Calon BPD Dusun 1 Desa Pantai Bakti Damai dan Kondusif

Jendela Jurnalis Bekasi JABAR - Tahapan pengocokan nomor urut calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dusun 1 Desa Pantai Bakti berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Kegiatan yang dilaksanakan di aula desa tersebut dihadiri para calon BPD, panitia pemilihan, tokoh masyarakat, serta warga yang ikut menyaksikan jalannya proses pengundian nomor urut.Senin(11/05/2026)

Proses pengocokan nomor urut dilakukan secara terbuka dan disaksikan langsung oleh seluruh peserta yang hadir. Masing-masing calon mendapatkan kesempatan yang sama dalam pengambilan nomor urut sebagai bagian dari tahapan demokrasi tingkat desa menjelang pemilihan BPD.

Berikut hasil pengocokan nomor urut calon BPD Dusun 1 Desa Pantai Bakti:

  1. Syaripin
  2. Cahro Supratman
  3. Ihwan Nudin
  4. Suhartono
  5. Mulyana
  6. Reydo Casyo Febrianto

Dalam kegiatan tersebut, beberapa calon tampak didampingi pendukung maupun simpatisan. Meski terdapat iring-iringan pendukung yang hadir, suasana tetap berjalan kondusif tanpa adanya keributan maupun tindakan yang mengganggu jalannya acara. Seluruh pihak terlihat menjaga ketertiban dan menghormati proses demokrasi yang sedang berlangsung.

Semangat Pemilihan damai juga terlihat dari sikap para calon dan pendukung yang mengikuti seluruh tahapan dengan tertib serta menjaga suasana tetap sejuk. Masyarakat berharap pemilihan BPD nantinya dapat berjalan lancar dan menghasilkan perwakilan yang mampu membawa aspirasi warga secara adil dan bertanggung jawab.

Panitia pemilihan turut mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan, persatuan, dan sportivitas selama tahapan pemilihan berlangsung agar pesta demokrasi tingkat desa dapat berjalan damai, aman, dan penuh rasa persaudaraan.