Jendela Tokoh & Opini

IMG-20261019-WA0007

Soroti Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Desa untuk Kepentingan Kampanye di Sumurgede, Katar Cikul Dorong Panitia Lakukan Klarifikasi dan Pemeriksaan Objektif

Foto Ketua Karang Taruna Cilamaya Kulon

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sebelumnya, Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Kulon (Katar Cikul), sebagai organisasi kepemudaan yang berkomitmen terhadap kepentingan sosial masyarakat, menyatakan kesiapannya untuk ikut menjaga kondusivitas, keamanan, dan persatuan masyarakat dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah Kecamatan Cilamaya Kulon. Senin (19/10/26).

Komitmen tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sebagai salah satu pemangku kepentingan yang mendapat amanat dari Camat Cilamaya Kulon untuk turut menjaga agar seluruh tahapan Pilkades berlangsung aman, damai, tertib, jujur, adil, transparan, dan akuntabel.

Sehubungan dengan hal tersebut, Karang Taruna Cilamaya Kulon menyikapi sejumlah aduan masyarakat mengenai dugaan tindakan yang berpotensi mencederai prinsip netralitas penyelenggaraan pemerintahan desa dan menciptakan keresahan di tengah masyarakat.

1. Dugaan Penggunaan Fasilitas Pemerintah Desa untuk Kepentingan Kampanye

Kami menerima aduan masyarakat mengenai beredarnya video kegiatan pemasangan baliho salah satu calon Kepala Desa Sumurgede, yang diduga memperlihatkan penggunaan kendaraan cator milik Pemerintah Desa Sumurgede untuk mengangkut alat peraga kampanye berupa baliho.

Apabila dugaan tersebut benar, penggunaan fasilitas atau aset pemerintah desa untuk kepentingan kampanye salah satu calon patut mendapat perhatian serius dan harus diperiksa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fasilitas pemerintah desa pada prinsipnya harus dikelola dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk kepentingan pemerintahan dan pelayanan masyarakat, bukan digunakan secara tidak semestinya untuk memberikan keuntungan kepada pihak atau kelompok tertentu.

Oleh karena itu, kami mendorong pihak berwenang untuk melakukan klarifikasi dan pemeriksaan secara objektif mengenai status kendaraan, tujuan penggunaannya, pihak yang memerintahkan atau menggunakan kendaraan tersebut, serta ada atau tidaknya unsur penyalahgunaan kewenangan maupun pelanggaran terhadap ketentuan Pilkades.

2. Dugaan Keterlibatan Perangkat Desa dan Pengurus LKD dalam Kegiatan Pemasangan Baliho

Selain persoalan penggunaan kendaraan, kami juga menerima aduan mengenai dugaan keterlibatan sejumlah perangkat desa dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), termasuk RT/RW, dalam kegiatan pemasangan baliho tersebut.

Kami menegaskan bahwa perangkat desa dan unsur kelembagaan masyarakat harus menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara profesional, menjaga kepercayaan masyarakat, serta tidak menggunakan jabatan, kewenangan, maupun fasilitas kelembagaan untuk memberikan keuntungan yang tidak semestinya kepada salah satu calon.

Khusus bagi perangkat desa, ketentuan Pasal 51 huruf a, b, dan c Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memuat larangan merugikan kepentingan umum, membuat keputusan yang menguntungkan pihak atau golongan tertentu, serta menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan kewajiban.

Namun, kami juga menegaskan bahwa dugaan keterlibatan dalam kegiatan pemasangan baliho tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran. Perlu dibedakan antara tindakan pribadi, pelaksanaan tugas kedinasan, penggunaan fasilitas desa, dan tindakan yang secara nyata merupakan bentuk dukungan atau kampanye bagi calon tertentu.

Untuk itu, kami meminta agar dugaan tersebut ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang adil, berdasarkan bukti, serta mengacu pada ketentuan khusus Pilkades yang berlaku di Kabupaten Karawang.

3. Sikap dan Tuntutan Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Kulon

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan komitmen menjaga kondusivitas wilayah, kami menyampaikan sikap sebagai berikut:

1. Mendorong klarifikasi dan pemeriksaan objektif terhadap aduan penggunaan kendaraan cator milik Pemerintah Desa Sumurgede serta dugaan keterlibatan perangkat desa dan unsur RT/RW dalam kegiatanj pemasangan baliho salah satu calon.

2. Meminta Pemerintah Desa dan pihak terkait menjaga netralitas kelembagaan, serta memastikan aset, fasilitas, anggaran, dan kewenangan pemerintah desa tidak disalahgunakan untuk kepentingan kampanye pihak tertentu.

3. Mendorong panitia Pilkades dan unsur pengawas yang berwenang untuk menindaklanjuti laporan masyarakat sesuai mekanisme, kewenangan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Mengajak seluruh calon Kepala Desa beserta tim pendukungnya untuk menaati aturan, menghindari tindakan provokatif, politik uang, penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, intimidasi, dan segala bentuk tindakan yang dapat memicu konflik sosial.

5. Mengimbau seluruh pengurus Karang Taruna di wilayah Kecamatan Cilamaya Kulon agar menjaga independensi organisasi, tidak membawa nama atau atribut kelembagaan untuk mempromosikan calon tertentu, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

6. Mengajak masyarakat untuk tetap tenang, kritis, dan tidak mudah terprovokasi. Setiap dugaan pelanggaran hendaknya disampaikan melalui mekanisme pelaporan yang sah, disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan melalui tindakan main hakim sendiri atau penyebaran tuduhan yang belum terverifikasi.

4. Karang Taruna Berdiri untuk Kepentingan Masyarakat, Bukan Kepentingan Calon

Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Kulon menegaskan bahwa organisasi ini harus tetap menjadi ruang pengabdian sosial, perekat persatuan, dan wadah partisipasi generasi muda yang menjunjung tinggi prinsip kemandirian, kebersamaan, dan nonpartisan.

Kami tidak berpihak kepada calon tertentu. Sikap kami berpihak pada aturan, keadilan, kepentingan masyarakat, serta terjaganya persaudaraan antarwarga.

Pilkades bukan alasan untuk memecah belah masyarakat, merusak hubungan kekeluargaan, ataupun mempertentangkan warga berdasarkan pilihan politiknya. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati, sementara dugaan pelanggaran harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Kami percaya bahwa kualitas demokrasi desa tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih menjadi Kepala Desa, tetapi juga oleh bagaimana proses pemilihan tersebut dilaksanakan secara tertib, adil, bermartabat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Kulon akan terus mendorong terciptanya Pilkades yang aman, damai, jujur, adil, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memberikan ruang bagi pihak berwenang untuk menindaklanjuti setiap aduan secara profesional dan berkeadilan.

Demikian pernyataan pers ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen kami dalam menjaga persatuan masyarakat Kecamatan Cilamaya Kulon.

Artikel di atas dihimpun berdasarkan "SIARAN PERS" yang ditulis dan dilayangkan oleh Ketua dan Pengurus Karang Taruna KecamatanbCilamaya Kulon kepada Redaksi Media Jendela Jurnalis. (red*)

IMG-20260125-WA0010

Wakil Bupati Aceh Barat Hadiri Kegiatan Silaturahmi dan Peusijuk Almukaram Abuya Syeh H. Amran Waly Al Khalidy dan Mufy Malikul Adil

Kegiatan Silaturahmi

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH – Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH menghadiri kegiatan silaturahmi dan peusijuk Al-Mukarram Abuya Syekh H.Amran Waly Al-Khalidy dan Mufty Malikul Adil serta pengajian tauhid tashawuf dan rateb siribee di Dayah Babussalam, Desa ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, pada Minggu (25/1/2026).
‎
‎Said mengatakan, keberadaan abuya dan para ulama adalah tiang penyangga moral dan spiritual masyarakat terkhusus di Aceh Barat. Ditengah – tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kehadiran ulama menjadi penuntun agar umat tidak kehilangan arah, tidak goyah dalam iman dan tetap kokoh dalam akhlak.
‎
‎“Pemkab Aceh Barat memandang penting untuk terus mempererat hubungan dengan ulama dan dayah. Kami percaya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kekuatan spiritual, keilmuan dan keteladanan,” kata Said.
‎
‎Salah satu ikhtiar yang ;terus dilakukan oleh Pemkab Aceh Barat kata Said adalah, memperkuat nilai – nilai spiritual dan moral dalam kehidupan masyarakat Aceh Barat melalui berbagai kebijakan dan pembinaan sosial yang berkesinambungan.
‎
‎“Semoga setiap upaya penguatan spiritual yang telah di ikhtiarkan oleh Pemkab Aceh Barat dapat diterima dengan baik, dijaga keberlanjutannya serta membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat,’ katanya.
‎
‎Tak lama lagi kata Said, kita akan menyambut bulan suci ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan dan keberkahan. Mari kita perkuat shalat berjamaah, memperbanyak zikir, membaca al quran, bersedekah serta memperkuat ukhuwah di tengah keluarga dan masyarakat.
‎
‎“Semoga di ramadhan yang akan datang menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbaiki diri, memperkuat iman dan meneguhkan komitmen dalam mengamalkan nilai – nilai Islam dalam kehidupan sehari – hari,” ujar Said.(Muhibbul)*

IMG-20260123-WA0011

Gelar Raker Tahunan, DWP Aceh Barat Pastikan Anggaran Tersalurkan dengan Tepat

Rapat Kerja Tahunan DWP Aceh Barat

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat menggelar Rapat Kerja Tahunan di sekretariat DWP, k
‎Komplek Kantor Bupati setempat pada Jumat (23/1/226). Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus DWP dan membahas terkait program kerja yang akan dilakukan kedepannya.
‎
‎Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DWP Kabupaten Aceh Barat, Cut Zulfahnur Syafitri mengatakan, rapat kerja DWP Aceh Barat tahun telah berjalan dengan aman, lancar tanpa adanya kendala.
‎
‎“Yang menjadi fokus utama kita dalam rapat kerja kali ini adalah, pertama kita melakukan sosialisasi AD ART DWP berdasarkan hasil perubahan pada Munas ke 5 dari DWP Pusat di Jakarta,” kata Zulfahnur.

Cut Zulfahnur, Plt. DWP Kabupaten Aceh Barat

‎Kemudian yang kedua kata Zulfahnur yaitu, pemaparan rencana kerja anggaran, program kegiatan DWP Aceh Barat untuk tahun ini yaitu 2026. Harapannya melalui rapat kerja tersebut setiap anggaran yang dialokasikan dapat tersalurkan dengan tepat.
‎
‎“Harapan kita dengan rapat kerja ini maka setiap rupiah dalam alokasi anggaran kita dapat terselesaikan pada output yang mewujudkan DWP Aceh Barat lebih berdampak kepada keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20260102-WA0003

Nunung Hoeriyah, S.Pd.I Maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa Pantai Sederhana dengan Slogan “Mari Bung Rebut Kembali”

Nunung Hoeriyah, S.Pd.I (Bakal Calon Kepala Desa Pantai Sederhana)

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Nunung Hoeriyah, S.Pd.I, resmi menyatakan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muara Gembong. Ia merupakan anak dari almarhum Lurah Jaini bin Baisin, sosok yang dikenal berjasa dan memiliki jejak pengabdian bagi Desa Pantai Sederhana. Latar belakang keluarga tersebut menjadi bagian dari motivasinya untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat desa.
‎
‎Dengan pengalaman sebagai seorang guru, Nunung hadir membawa semangat perubahan melalui slogan “Mari Bung Rebut Kembali”, sebuah ajakan untuk mengembalikan peran dan hak masyarakat dalam pembangunan serta pemerintahan desa yang bersih dan berkeadilan.
‎
‎Sebagai pendidik, Nunung Hoeriyah, S.Pd.I dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan sumber daya manusia. Pengalaman di dunia pendidikan membentuk pandangannya bahwa kemajuan desa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas pendidikan, pembinaan karakter, serta tata kelola pemerintahan yang transparan.
‎
‎Dalam pernyataannya, Nunung Hoeriyah, S.Pd.I mengusung visi mewujudkan Desa Pantai Sederhana yang berdaya, berkeadilan, dan bermartabat melalui pemerintahan desa yang bersih, partisipatif, dan berpihak pada masyarakat.
‎
‎Untuk merealisasikan visi tersebut, ia menetapkan tiga misi utama.
‎Pertama, merebut kembali pemerintahan desa untuk warga, dengan membangun tata kelola desa yang jujur, terbuka, dan melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan.
‎Kedua, memperkuat sumber daya manusia dan generasi muda, melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter.
‎Ketiga, membangun desa yang berkeadilan dan berkelanjutan, dengan pembangunan yang merata, tepat sasaran, dan berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.
‎
‎Pencalonan Nunung Hoeriyah, S.Pd.I menambah dinamika politik desa menjelang pemilihan kepala desa mendatang. Latar belakangnya sebagai pendidik sekaligus anak dari almarhum lurah yang pernah memimpin desa, dinilai memberi nilai historis dan emosional tersendiri bagi sebagian masyarakat.
‎
‎Masyarakat Desa Pantai Sederhana kini menantikan gagasan serta langkah nyata yang akan ditawarkan demi kemajuan dan masa depan desa. (RCF)*

IMG-20251224-WA0076

2,47 Miliar Temuan BPK di Bidang Jalan dan Jembatan Tahun 2024,Dinas PUPR Karawang Bungkam

Jendela Jurnalis Karawang JABAR - Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kekurangan volume pekerjaan pada 15 proyek jalan dan jembatan di Kabupaten Karawang tahun anggaran 2024 senilai Rp 2,47 miliar masih menuai sorotan tajam publik. Meski Inspektorat menyebut lebih dari 90 persen kelebihan bayar dan denda telah dikembalikan ke kas negara, persoalan kualitas pekerjaan dan lemahnya pengawasan dinilai belum tuntas.

Sejumlah proyek peningkatan jalan yang dinyatakan bermasalah tersebar di beberapa wilayah strategis, di antaranya ruas Batujaya–Segarjaya, Jati–Kotabaru, serta Rengasdengklok–Sungaibuntu. Proyek Batujaya–Segarjaya tercatat sebagai penyumbang kerugian terbesar dengan nilai mencapai Rp 533 juta.

Secara administratif, pengembalian keuangan memang telah dilakukan. Namun hingga kini, penyelesaian substansi menyangkut mutu konstruksi dan sistem pengawasan proyek masih berada pada tahap pemantauan dan belum menunjukkan kejelasan.

Guna memperoleh keterangan yang akurat dan berimbang, awak media telah melayangkan surat konfirmasi resmi kepada Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Karawang, Tri Winarno. Tiga poin krusial dipertanyakan, mulai dari kinerja pengawas dan PPTK, mekanisme pengawasan kualitas dan volume pekerjaan, hingga sanksi atas dugaan penyimpangan atau praktik tidak sehat.

Namun sangat disayangkan, konfirmasi tersebut tidak mendapat tanggapan. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan terkesan memilih diam, meski persoalan ini menyangkut penggunaan uang rakyat dan kualitas infrastruktur publik.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris LSM GMBI Distrik Karawang, Rahmat Supardi, menegaskan bahwa pengembalian uang dan denda tidak boleh dijadikan jalan keluar utama.

“Sanksi pengembalian dan denda jangan sampai menjadi solusi terakhir antara vendor dan Dinas PUPR. Harus ada sanksi tegas, termasuk laporan pidana penyalahgunaan anggaran dan pemutusan kontrak. Perusahaan bermasalah juga jangan sampai diberi ruang ikut tender kembali,” tegasnya,rabu(24/12/2025).

Ia bahkan mencurigai adanya praktik tidak sehat jika perusahaan yang sama masih menjalin kerja sama dengan Dinas PUPR, khususnya Bidang Jalan dan Jembatan.
“Kalau masih ada kerja sama, saya curiga ada permainan kotor di balik semua ini,” pungkasnya.

Rahmat menambahkan, aturan hukum terkait pengelolaan dan pengawasan keuangan daerah sudah sangat jelas, di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, serta Permendagri Nomor 77 Tahun 2020. Menurutnya, persoalan kini tinggal pada keberanian penegakan hukum.

Dalam konteks ini, publik menilai peran pengawasan Dinas PUPR Karawang diduga tumpul dan cenderung bersifat formalitas tanpa kerja nyata. Masyarakat berharap temuan BPK tidak berakhir sebagai pembiaran, mengingat dinas terkait mengemban amanat pemerintah dan kepercayaan publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Karawang belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan BPK dan kritik yang disampaikan berbagai pihak.(Red)

IMG-20251217-WA0032

Oknum Rekanan Dinas PUPR Karawang Diduga Abaikan Tranparansi Peningkatan Jalan Keserut-Timbuljaya

Jendela Jurnalis Karawang Proyek peningkatan jalan poros keserut-timbuljaya tepat nya di dusun Sidamulya desa Cilamaya Kecamatan Cilamaya wetan, Kabupaten Karawang menuai sorotan tajam publik.

Pasalnya, pekerjaan yang sudah berjalan hampir satu minggu itu diduga kuat menyalahi aturan,karena tidak dilengkapi papan informasi proyek di lokasi, sebagaimana diwajibkan dalam regulasi keterbukaan publik.

Padahal, aturan tersebut sudah sangat jelas. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) mengamanatkan setiap badan publik wajib menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk identitas proyek, sumber anggaran, nilai kontrak, serta pelaksana kegiatan.

Bahkan lebih spesifik, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 jo. Perpres Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah juga mewajibkan pemasangan papan nama proyek di setiap kegiatan pembangunan yang dibiayai negara.

Namun fakta di lapangan berbicara lain. Tidak adanya papan informasi proyek pada pekerjaan peningkatan jalan keserut-timbuljaya tersebut jelas menjadi pelanggaran nyata terhadap prinsip transparansi.

Warga cilamaya inisial P mengatakan ke jendela jurnalis, sebagai warga cilamaya saya dan lainnya mendukung atas terlaksananya peningkatan jalan keserut-timbuljaya yang bertahun-tahun belum tersentuh pembangunan.Namun,saya juga sangat kecewa terhadap oknum rekanan Dinas PUPR Karawang yang diduga mengabaikan keterbukaan informasi publik.

Tanpa papan proyek, tanpa keterangan sumber dana, tanpa nama pelaksana kegiatan. Masyarakat yang melintasi jalan tersebut hanya bisa menduga-duga, siapa yang membangun? Dari dana mana? Berapa anggaran yang digunakan? Siapa oknum kontraktornya.

Dalam konteks negara hukum,ketidakjelasan informasi semacam ini bukan persoalan remeh. Ketiadaan plang proyek justru merupakan indikator awal dari dugaan pelanggaran asas-asas fundamental dalam hukum administrasi pemerintahan, seperti transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Di balik papan proyek yang tak dipasang, bisa tersembunyi praktik korupsi, kolusi, dan penggelapan anggaran,jelasnya pria yang paham kontruksi.

Lanjutnya, dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah, transparansi bukan sekadar nilai moral, melainkan prinsip hukum yang memiliki dasar yuridis. Pasal 6 huruf a Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (yang telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Perpres No. 12 Tahun 2021) menyebutkan bahwa pengadaan harus memenuhi prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel.

Transparansi di sini salah satunya diwujudkan melalui penyampaian informasi kepada publik, baik dalam dokumen daring maupun papan pengumuman fisik di lokasi proyek.

Sampai naik dimeja redaksi,pihak oknum kontraktor dan oknum pengawas yang ditugaskan dari Dinas PUPR Karawang belum bisa dikonfirmasi.(Red)

IMG-20251206-WA0012

Masyarakat Wajib Tahu! Berikut Rincian Kucuran Dana Desa Tahun 2024 di Sumberjaya Tempuran

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Dalam sistem pemerintahan desa, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa merupakan hal yang sangat penting. Berdasarkan Undang-Undang Desa, setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan anggaran desa. Hak ini mencakup akses terhadap berbagai dokumen perencanaan dan laporan keuangan desa.

Hak masyarakat untuk mengetahui alokasi dana desa diatur dalam Pasal 68 Undang-Undang Desa. Pasal ini menegaskan bahwa warga desa berhak memperoleh informasi terkait rencana pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Dengan demikian, masyarakat dapat memastikan bahwa dana desa dikelola secara transparan dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Seperti diketahui, Desa Sumberjaya kecamatan Tempuran kabupaten Karawang menerima Dana Desa (DD) tahun 2024 sebesar Rp.1.159.662.000

TAHAP PENYALURAN

Tahap 1 Rp.547.424.800

Tahap 2 Rp.612.237.200

DETAIL DATA PENYALURAN 

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 94.688.700

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 133.838.100

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 110.752.300

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 138.811.300

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 109.187.400

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 13.014.300

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 72.806.700

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 98.437.900

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 28.897.300

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll) Rp 23.106.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll) Rp 23.106.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll) Rp 23.106.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll) Rp 23.106.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll) Rp 23.106.000

•Pemeliharaan Sumber Air Bersih Milik Desa (Mata Air/Tandon Penampungan Air Hujan/Sumur Bor, dll) Rp 5.518.000

•Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst) Rp 18.000.000

•Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 17.500.000

•Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 3.000.000

•Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 45.000.000

•Keadaan Mendesak Rp 118.800.000

•Penanggulangan Bencana Rp 1.180.000

•Penanggulangan Bencana Rp 34.700.000

Transparansi Dana Desa 

Transparansi dalam pengelolaan dana desa sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan anggaran dan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Dengan adanya pengawasan dari masyarakat, setiap penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga desa.

Setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan dana desa. Dengan adanya transparansi dan keterbukaan informasi, masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan desa serta mencegah adanya penyalahgunaan anggaran. Oleh karena itu, pemerintah desa wajib memberikan akses informasi yang jelas dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat.

Bila ada perbedaan antara data di Redaksi dan data yang dimiliki oleh walidata, maka yang menjadi acuan adalah data yang dimiliki oleh walidata.Untuk data lebih lengkap bisa cek pada halaman website.

Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, kepala desa Sumberjaya kecamatan Tempuran tidak merespon jendela jurnalis.(Red)

IMG-20251208-WA0104

Kecewa Terhadap Ekspedisi J&T Express, Ini Kata Akew Sekjen DPP LSM F12

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Akew, Sekretaris Jenderal LSM F12, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan jasa ekspedisi J&T Express yang berlokasi di Surkalim-Cilamaya, Kabupaten Karawang. Pasalnya, paket penting yang ia kirim pada awal November 2025 tidak kunjung tiba di Purwakarta meski telah lebih dari satu minggu.
‎
‎Kepada awak media pada Senin (08/12/2025), Akew menjelaskan bahwa selama ini dirinya selalu mempercayakan pengiriman barang melalui J&T Express. Namun, kali ini paket yang ia titipkan justru hilang tanpa kejelasan.
‎
‎“Tujuan Purwakarta itu biasanya dua hari, paling lama tiga hari. Ini satu minggu paket nggak sampai-sampai,” ujarnya.
‎
‎Merasa ada kejanggalan, Akew mendatangi kantor J&T Express Surkalim-Cilamaya untuk memastikan keberadaan paket tersebut. Namun sesampainya di lokasi, ia mengaku justru semakin kecewa.
‎
‎“Saya hanya minta ditunjukkan resi supaya bisa dilacak posisi paket. Tapi mereka nggak bisa tunjukkan resi,” tegasnya.
‎
‎Menurutnya, ia juga meminta pihak ekspedisi untuk membuka rekaman CCTV demi mengetahui proses pengiriman barang. Namun, respons petugas di lokasi justru dinilai tidak profesional.
‎
‎“Yang bikin kecewa, pas CCTV dibuka, saya pikir mau nyari barang. Ternyata mereka cuma duduk manis main game,” ungkap Akew kesal.
‎
‎Tidak puas dengan sikap petugas, Akew meminta bertemu dengan kepala toko. Pertemuan itu baru terlaksana keesokan harinya. Dalam pertemuan tersebut, kepala toko berjanji akan membantu mengurus masalah kehilangan paket.
‎
‎“Kepala tokonya janji mau mengurus kehilangan paket. Dia tanya paket apa, saya bilang kartu asuransi karena anak saya besok harus berobat. Kalau nggak pakai itu, biayanya mahal,” jelasnya.
‎
‎Akew menambahkan bahwa kartu asuransi yang hilang tersebut merupakan kartu khusus yang tidak dapat dicetak ulang, sehingga berdampak langsung pada kebutuhan pengobatan keluarganya. Namun, meski sudah dijanjikan akan ditindaklanjuti sejak 8 November 2025, hingga kini tidak ada perkembangan yang jelas dari pihak J&T Express.
‎
‎“Kita sudah beberapa kali datang ke kantor J&T Express Surkalim-Cilamaya. Sikapnya seperti cuek dan nggak peduli. Telepon dan WhatsApp juga tidak dijawab sampai hari ini,” ungkapnya.
‎
‎Akew menegaskan bahwa dirinya akan mengambil langkah lebih tegas apabila pihak ekspedisi tidak menunjukkan itikad baik dalam waktu dekat.
‎
‎“Ini bukan hanya soal paket hilang, tapi tanggung jawab pelayanan kepada konsumen. Dan ini menyangkut kesehatan anak saya,” tegas Sekjend LSM F12 tersebut.
‎
‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak J&T Express wilayah Surkalim-Cilamaya, Karawang belum memberikan klarifikasi resmi terkait permasalahan tersebut.(Red)
‎

IMG-20251206-WA0026

Masyarakat Wajib Tahu! Berikut Rincian Kucuran Dana Desa Tahun 2024 di Sukamekar Jatisari

Kantor Desa Sukamekar Jatisari

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Dalam sistem pemerintahan desa, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa merupakan hal yang sangat penting. Berdasarkan Undang-Undang Desa, setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan anggaran desa. Hak ini mencakup akses terhadap berbagai dokumen perencanaan dan laporan keuangan desa.

Hak masyarakat untuk mengetahui alokasi dana desa diatur dalam Pasal 68 Undang-Undang Desa. Pasal ini menegaskan bahwa warga desa berhak memperoleh informasi terkait rencana pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Dengan demikian, masyarakat dapat memastikan bahwa dana desa dikelola secara transparan dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Seperti diketahui, Desa Sukamekar kecamatan Jatisari kabupaten Karawang menerima Dana Desa (DD) tahun 2024 sebesar Rp.1.002.846.000

Tahap Penyaluran 

Rp.475.282.400 (tahap 1)

Rp.527.563.600 (tahap 2)

Detail Data Penyaluran

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 30.085.380

•Penyusunan/Pendataan/Pemutakhiran Profil Desa (profil kependudukan dan potensi desa) Rp 5.000.000

•Pembuatan Rambu-rambu di Jalan Desa Rp 23.808.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 176.598.000

•Pemeliharaan Jalan Usaha Tani Rp 80.228.000

•Pemeliharaan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 174.277.600

•Pemeliharaan Jalan Desa Rp 193.957.020

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan Sarana/Prasarana/Alat Peraga Edukatif (APE) PAUD/ TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa Rp 6.000.000

•Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 69.350.000

•Keadaan Mendesak Rp 100.800.000

•Pembangunan Saluran Irigasi Tersier/Sederhana Rp 21.500.000

•Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 98.842.000

•Penyertaan Modal Rp 22.400.000

Transparansi Dana Desa 

Transparansi dalam pengelolaan dana desa sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan anggaran dan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Dengan adanya pengawasan dari masyarakat, setiap penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga desa.

Setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan dana desa. Dengan adanya transparansi dan keterbukaan informasi, masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan desa serta mencegah adanya penyalahgunaan anggaran. Oleh karena itu, pemerintah desa wajib memberikan akses informasi yang jelas dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat.

Bila ada perbedaan antara data di Redaksi dan data yang dimiliki oleh walidata, maka yang menjadi acuan adalah data yang dimiliki oleh walidata.Untuk data lebih lengkap bisa cek pada halaman website.(Red)

IMG-20251206-WA0012

Masyarakat Wajib Tahu! Berikut Rincian Kucuran Dana Desa Tahun 2024 di Pasirjaya Cilamaya Kulon

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Dalam sistem pemerintahan desa, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran desa merupakan hal yang sangat penting. Berdasarkan Undang-Undang Desa, setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan anggaran desa. Hak ini mencakup akses terhadap berbagai dokumen perencanaan dan laporan keuangan desa.

Hak masyarakat untuk mengetahui alokasi dana desa diatur dalam Pasal 68 Undang-Undang Desa. Pasal ini menegaskan bahwa warga desa berhak memperoleh informasi terkait rencana pembangunan dan penggunaan anggaran desa. Dengan demikian, masyarakat dapat memastikan bahwa dana desa dikelola secara transparan dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Seperti diketahui, Desa Pasirjaya kecamatan Cilamaya kulon kabupaten Karawang menerima Dana Desa (DD) tahun 2024 sebesar Rp.1.390.229.000

Tahap Penyaluran 

Rp.693.618.600 (tahap 1)

Rp.696.610.400 (tahap 2)

Detail data penyaluran

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 21.723.000

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 14.250.000

•Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana Desa Rp 5.620.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sanitasi Permukiman (Gorong-gorong, Selokan, Parit, dll., diluar prasarana jalan) Rp 56.318.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 179.954.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp 93.205.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp 28.754.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani Rp 81.138.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani Rp 65.225.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Usaha Tani Rp 83.105.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 83.299.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 47.050.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 83.190.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 68.820.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 86.550.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang Rp 41.820.000

•Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa** (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst) Rp 9.000.000

•Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan Sarana/Prasarana Posyandu/Polindes/PKD Rp 35.000.000

•Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 5.400.000

•Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 11.520.000

•Keadaan Mendesak Rp 187.200.000

•Penyertaan Modal Rp 5.000.000

•Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa (Lumbung Desa, dll) Rp 35.000.000

•Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 62.088.000

Transparansi dana desa 

Transparansi dalam pengelolaan dana desa sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan anggaran dan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Dengan adanya pengawasan dari masyarakat, setiap penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga desa.

Setiap warga desa memiliki hak untuk mengetahui dan mengawasi penggunaan dana desa. Dengan adanya transparansi dan keterbukaan informasi, masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan desa serta mencegah adanya penyalahgunaan anggaran. Oleh karena itu, pemerintah desa wajib memberikan akses informasi yang jelas dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat.

Bila ada perbedaan antara data di Redaksi dan data yang dimiliki oleh walidata, maka yang menjadi acuan adalah data yang dimiliki oleh walidata.untuk data lebih lengkap bisa cek pada halaman website.(Red)