Jendela Daerah

IMG-20261019-WA0007

Soroti Dugaan Penyalahgunaan Fasilitas Desa untuk Kepentingan Kampanye di Sumurgede, Katar Cikul Dorong Panitia Lakukan Klarifikasi dan Pemeriksaan Objektif

Foto Ketua Karang Taruna Cilamaya Kulon

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sebelumnya, Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Kulon (Katar Cikul), sebagai organisasi kepemudaan yang berkomitmen terhadap kepentingan sosial masyarakat, menyatakan kesiapannya untuk ikut menjaga kondusivitas, keamanan, dan persatuan masyarakat dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah Kecamatan Cilamaya Kulon. Senin (19/10/26).

Komitmen tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial sebagai salah satu pemangku kepentingan yang mendapat amanat dari Camat Cilamaya Kulon untuk turut menjaga agar seluruh tahapan Pilkades berlangsung aman, damai, tertib, jujur, adil, transparan, dan akuntabel.

Sehubungan dengan hal tersebut, Karang Taruna Cilamaya Kulon menyikapi sejumlah aduan masyarakat mengenai dugaan tindakan yang berpotensi mencederai prinsip netralitas penyelenggaraan pemerintahan desa dan menciptakan keresahan di tengah masyarakat.

1. Dugaan Penggunaan Fasilitas Pemerintah Desa untuk Kepentingan Kampanye

Kami menerima aduan masyarakat mengenai beredarnya video kegiatan pemasangan baliho salah satu calon Kepala Desa Sumurgede, yang diduga memperlihatkan penggunaan kendaraan cator milik Pemerintah Desa Sumurgede untuk mengangkut alat peraga kampanye berupa baliho.

Apabila dugaan tersebut benar, penggunaan fasilitas atau aset pemerintah desa untuk kepentingan kampanye salah satu calon patut mendapat perhatian serius dan harus diperiksa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fasilitas pemerintah desa pada prinsipnya harus dikelola dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab untuk kepentingan pemerintahan dan pelayanan masyarakat, bukan digunakan secara tidak semestinya untuk memberikan keuntungan kepada pihak atau kelompok tertentu.

Oleh karena itu, kami mendorong pihak berwenang untuk melakukan klarifikasi dan pemeriksaan secara objektif mengenai status kendaraan, tujuan penggunaannya, pihak yang memerintahkan atau menggunakan kendaraan tersebut, serta ada atau tidaknya unsur penyalahgunaan kewenangan maupun pelanggaran terhadap ketentuan Pilkades.

2. Dugaan Keterlibatan Perangkat Desa dan Pengurus LKD dalam Kegiatan Pemasangan Baliho

Selain persoalan penggunaan kendaraan, kami juga menerima aduan mengenai dugaan keterlibatan sejumlah perangkat desa dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), termasuk RT/RW, dalam kegiatan pemasangan baliho tersebut.

Kami menegaskan bahwa perangkat desa dan unsur kelembagaan masyarakat harus menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara profesional, menjaga kepercayaan masyarakat, serta tidak menggunakan jabatan, kewenangan, maupun fasilitas kelembagaan untuk memberikan keuntungan yang tidak semestinya kepada salah satu calon.

Khusus bagi perangkat desa, ketentuan Pasal 51 huruf a, b, dan c Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memuat larangan merugikan kepentingan umum, membuat keputusan yang menguntungkan pihak atau golongan tertentu, serta menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan kewajiban.

Namun, kami juga menegaskan bahwa dugaan keterlibatan dalam kegiatan pemasangan baliho tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran. Perlu dibedakan antara tindakan pribadi, pelaksanaan tugas kedinasan, penggunaan fasilitas desa, dan tindakan yang secara nyata merupakan bentuk dukungan atau kampanye bagi calon tertentu.

Untuk itu, kami meminta agar dugaan tersebut ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang adil, berdasarkan bukti, serta mengacu pada ketentuan khusus Pilkades yang berlaku di Kabupaten Karawang.

3. Sikap dan Tuntutan Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Kulon

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan komitmen menjaga kondusivitas wilayah, kami menyampaikan sikap sebagai berikut:

1. Mendorong klarifikasi dan pemeriksaan objektif terhadap aduan penggunaan kendaraan cator milik Pemerintah Desa Sumurgede serta dugaan keterlibatan perangkat desa dan unsur RT/RW dalam kegiatanj pemasangan baliho salah satu calon.

2. Meminta Pemerintah Desa dan pihak terkait menjaga netralitas kelembagaan, serta memastikan aset, fasilitas, anggaran, dan kewenangan pemerintah desa tidak disalahgunakan untuk kepentingan kampanye pihak tertentu.

3. Mendorong panitia Pilkades dan unsur pengawas yang berwenang untuk menindaklanjuti laporan masyarakat sesuai mekanisme, kewenangan, dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

4. Mengajak seluruh calon Kepala Desa beserta tim pendukungnya untuk menaati aturan, menghindari tindakan provokatif, politik uang, penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, intimidasi, dan segala bentuk tindakan yang dapat memicu konflik sosial.

5. Mengimbau seluruh pengurus Karang Taruna di wilayah Kecamatan Cilamaya Kulon agar menjaga independensi organisasi, tidak membawa nama atau atribut kelembagaan untuk mempromosikan calon tertentu, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

6. Mengajak masyarakat untuk tetap tenang, kritis, dan tidak mudah terprovokasi. Setiap dugaan pelanggaran hendaknya disampaikan melalui mekanisme pelaporan yang sah, disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan melalui tindakan main hakim sendiri atau penyebaran tuduhan yang belum terverifikasi.

4. Karang Taruna Berdiri untuk Kepentingan Masyarakat, Bukan Kepentingan Calon

Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Kulon menegaskan bahwa organisasi ini harus tetap menjadi ruang pengabdian sosial, perekat persatuan, dan wadah partisipasi generasi muda yang menjunjung tinggi prinsip kemandirian, kebersamaan, dan nonpartisan.

Kami tidak berpihak kepada calon tertentu. Sikap kami berpihak pada aturan, keadilan, kepentingan masyarakat, serta terjaganya persaudaraan antarwarga.

Pilkades bukan alasan untuk memecah belah masyarakat, merusak hubungan kekeluargaan, ataupun mempertentangkan warga berdasarkan pilihan politiknya. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati, sementara dugaan pelanggaran harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Kami percaya bahwa kualitas demokrasi desa tidak hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih menjadi Kepala Desa, tetapi juga oleh bagaimana proses pemilihan tersebut dilaksanakan secara tertib, adil, bermartabat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Kulon akan terus mendorong terciptanya Pilkades yang aman, damai, jujur, adil, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memberikan ruang bagi pihak berwenang untuk menindaklanjuti setiap aduan secara profesional dan berkeadilan.

Demikian pernyataan pers ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen kami dalam menjaga persatuan masyarakat Kecamatan Cilamaya Kulon.

Artikel di atas dihimpun berdasarkan "SIARAN PERS" yang ditulis dan dilayangkan oleh Ketua dan Pengurus Karang Taruna KecamatanbCilamaya Kulon kepada Redaksi Media Jendela Jurnalis. (red*)

1000051081

Gelar Penertiban di Hari Ketiga, Bidang Tibumtranmas Satpol PP Karawang Berhasil Tertibkan 192 Lapak Pedagang Liar

Dokumentasi penertiban lapak pedagang liar yang dipimpin oleh Acep Supriadi, S.H., S.HI., M.H. selaku Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Masih dengan langkah persuasif dan humanis, Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang terpantau masih melaksanakan kegiatan penertiban lapak atau warung dadakan yang berada di sepanjang jalur Jalan Baru Tanjungpura - Peundeuy. Kamis (2/4/26).

Seperti beberapa hari sebelumnya, penertiban lapak atau warung dadakan disepanjang jalur tersebut tetap dipimpin langsung oleh Acep Supriadi, S.H., S.HI., M.H. selaku Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Karawang dan masih didampingi oleh Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Karawang Tata Suparta, S.Ak.

Dalam kesempatannya, Acep Supriadi menerangkan bahwa penertiban yang diselenggarakan di hari ketiga tersebut, terhitung sudah 192 lapak yang berhasil ditertibkan.

"Selama tiga hari ini, sudah 192 lapak yang dibongkar, dengan rincian sebanyak 105 lapak telah dibongkar mandiri oleh pemiliknya dan ada 87 lapak yang dibongkar oleh Satpol PP," terangnya kepada Jendela Jurnalis. (2/4/26).

Lebih lanjut, Acep menegaskan bahwa masih terdapat sekitar 70 lapak yang masih tersisa.

"Yang 70 lapak lagi akan kita maksimalkan melalui patroli rutin," tegasnya.

Acep berharap, agar para pemilik lapak dapat membongkar secara mandiri dalam waktu dekat, karena keberadaan lapak dadakan di sepanjang Jalan Baru tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum, mengurangi keindahan kota, serta berpotensi menghambat arus lalu lintas karena berdiri di bahu jalan maupun trotoar. (Red)*

1000050515

Dengan Langkah Persuasif dan Humanis, Satpol PP Karawang Tertibkan Lapak Dadakan Pedagang Liar

Acep Supriadi, S.H., S.HI., M.H., )Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kab. Karawang) beserta jajaran Satpol PP Karawang saat melakukan penertiban.

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR – Dalam rangka menjaga ketertiban umum dan menata kawasan perkotaan agar tetap tertib, aman, serta nyaman bagi masyarakat, Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang melaksanakan kegiatan penertiban lapak atau warung dadakan yang berada di sepanjang jalur mudik, khususnya di Wilayah Jalan Baru. Selasa (31/3/2026).

Kegiatan penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Acep Supriadi, S.H., S.HI., M.H. selaku Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dan didampingi oleh Tata Suparta, S.Ak., selaku Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Karawang.

Sebelum penertiban dilakukan, Satpol PP Karawang telah memberikan surat himbauan kepada para pemilik warung dadakan agar secara mandiri membongkar lapak mereka setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Kami telah menyampaikan surat himbauan kepada para pemilik warung dadakan agar membongkar sendiri lapaknya setelah Hari Raya Idul Fitri. Langkah ini merupakan upaya persuasif dan humanis sebelum dilakukan tindakan penertiban oleh petugas," ujar Acep.

Lebih lanjut, Acep menjelaskan bahwa keberadaan lapak dadakan di sepanjang Jalan Baru tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum, mengurangi keindahan kota, serta berpotensi menghambat arus lalu lintas karena sebagian berdiri di bahu jalan maupun trotoar.

Dalam pelaksanaan penertiban di hari pertama, Satpol PP turun langsung melaksanakan patroli khusus penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalur arus mudik dan arus balik, yaitu di rute Lampu Merah Peundeuy - Flyover Lamaran dengan langkah tegas namun tetap humanis, demi menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan para pemudik.

Selain kegiatan penertiban, Acep menuturkan bahwa Bidang Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Karawang juga secara rutin melaksanakan patroli keliling setiap hari, guna mengantisipasi munculnya kembali lapak-lapak liar serta menjaga ketertiban umum di wilayah perkotaan Karawang guna memastikan kondisi wilayah tetap kondusif.

Adapun wilayah patroli tersebut meliputi kawasan Karawang Barat, Karawang Timur serta Telukjambe Timur yang menjadi prioritas pengawasan karena termasuk kawasan perkotaan dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.

Dalam kesempatannya, Satpol PP Kabupaten Karawang juga menghimbau dan menegaskan kepada masyarakat, khususnya para pedagang, agar tidak mendirikan bangunan atau lapak di fasilitas umum tanpa izin. Penertiban ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

"Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa kegiatan ini bukan semata-mata penindakan, tetapi demi kepentingan bersama dalam menjaga ketertiban dan keindahan Kota Karawang," tegasnya.

Dengan adanya penertiban tersebut, Acep berharap agar kawasan Jalan Baru Karawang dapat kembali tertata rapi, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

"Bukan sekedar berkeliling, Patroli ini juga bertujuan untuk memastikan kenyamanan warga. Karena tertib itu bukan membatasi, tapi melindungi. Agar tercipta Karawang Aman dan perjalanan pun nyaman," pungkasnya. (Red)*

1769753585051

Catut Nama JNE, Penipu Gunakan Modus Scan QR Code untuk Kuras Rekening Warga Subang

SUBANG, jendralnews.co.id – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan baru yang mencatut nama perusahaan jasa pengiriman barang, JNE. Modus ini menyasar konsumen belanja daring (online) dengan dalih paket tertukar dan berujung pada pengurasan saldo rekening korban.

​Peristiwa nahas ini menimpa seorang warga Dusun Sakurip, Desa Tanjung, Kabupaten Subang, yang akrab disapa Mamah Nanda, pada Jumat (30/01/2026). Korban harus merelakan uang jutaan rupiah raib setelah terjebak instruksi pelaku yang mengaku sebagai admin resmi JNE.

​Kronologi Kejadian

​Kejadian bermula saat korban menerima pesan melalui WhatsApp dari oknum yang mengatasnamakan admin JNE. Pelaku memberikan informasi bahwa data pembelanjaan daring milik korban mengalami kekeliruan dan barangnya dinyatakan tertukar dengan pelanggan lain.

​Untuk mendapatkan kembali uang atau barang yang seharusnya, pelaku mengarahkan korban mengikuti serangkaian instruksi teknis. Karena merasa khawatir akan mengalami kerugian, korban kemudian menuruti arahan pelaku.

​"Saya diminta melakukan pemindaian (scanning) kode QR (barcode) yang dikirimkan pelaku melalui aplikasi m-banking milik suami saya. Katanya itu syarat agar uang kembali," ujar korban.

​Naas, setelah instruksi tersebut dijalankan, saldo di rekening suami korban justru tersedot sebesar Rp2.000.000. Bukannya mendapatkan solusi atas paket yang tertukar, korban justru kehilangan dana dalam hitungan detik.
​Setelah menyadari dirinya menjadi korban penipuan, korban mencoba menghubungi kembali nomor WhatsApp pelaku. Namun, nomor tersebut sudah tidak aktif dan kontak korban telah diblokir secara sepihak oleh pelaku. Upaya menghubungi melalui nomor lain sempat dilakukan, namun pelaku tetap tidak merespons.

​Himbauan Keamanan

​Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Subang, agar tidak mudah percaya pada pihak yang meminta data pribadi, akses m-banking, atau pemindaian kode QR melalui aplikasi pesan singkat.

• Red

IMG-20251206-WA0012

Dipertanyakan Terkait Penggunaan Dana Desa Tahap 1 Tahun 2025, Kades Pantai Bakti Memilih Bungkam

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana ini diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten/kota untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. 

‎Disamping itu, Pemerintahan Desa diwajibkan untuk menjalankan asas transparansi publik, agar masyarakat tahu lebih detail tentang penyaluran dan penggunaan Anggaran Dana Desa diwilayahnya.

‎Namun, hal tersebut mungkin tak berlaku  di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Karena, saat dikonfirmasi mengenai kecocokan data yang berhasil Jendela Jurnalis himpun dari data dan dari lapangan, Kepala Desa Pantai Bakti terkesan lebih memilih bungkam saat dikonfirmasi.

‎Padahal, yang mendorong Jendela Jurnalis melakukan konfirmasi adalah berdasarkan keluhan dari salah satu warga sekitar yang sangat ingin mengetahui detail penggunaannya. Bukan tanpa alasan, terlebih karena cukup besarnya anggaran yang tercantum untuk Anggaran "Keadaan Mendesak" yang nominalnya mencapai seratus juta lebih di Tahap 1.

‎"Ya masyarakat juga penasaran kang, Anggaran Keadaan Mendesak itu apa saja, kok nominalnya gede gitu, publik juga ingin tahu dong rinciannya. Biar masyarakat juga bisa bareng-bareng mengawasi," ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sabtu (24/1/26).

‎Diketahui, untuk Anggaran Dana Desa yang diterima oleh Desa Pantai Bakti yang memiliki status "Desa Berkembang" adalah sebesar Rp. 1.400.923.000,- yang dimana pencairannya dibagi menjadi 2 tahap, yaitu sebesar Rp. 725.029.200(51.75%) di Tahap 1 dan sebesar Rp. 675.893.800(48.25%) di Tahap 2.

‎Berdasarkan data yang dihimpun, rincian penggunaan Dana Desa di Pantai Bakti untuk Tahap 1 Tahun 2025 adalah sebagai berikut :

‎- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sanitasi Permukiman (Gorong-gorong, Selokan, Parit, dll., diluar prasarana jalan) **Rp 30.000.000

‎- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **Rp 62.351.000

‎- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **Rp 53.786.000

‎- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **Rp 53.786.000

‎- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **Rp 53.786.000

‎- Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu)Rp 18.000.000

‎- Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu)Rp 26.250.000

‎- Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa (Obat-obatan, Tambahan Insentif Bidan Desa/Perawat Desa, Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, dst)Rp 3.900.000

‎- Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa** (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst)Rp 7.500.000

‎- Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa** (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst)Rp 10.800.000

‎- Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana DesaRp 12.000.000

‎- Keadaan MendesakRp 104.400.000

‎- Penyertaan ModalRp 285.000.000

‎Hingga berita ini diterbitkan, Y (inisial) selaku Kepala Desa Pantai Bakti belum memberikan jawaban atas konfirmasi tertulis yang dilayangkan Jendela Jurnalis. (NN)*

IMG-20260125-WA0010

Wakil Bupati Aceh Barat Hadiri Kegiatan Silaturahmi dan Peusijuk Almukaram Abuya Syeh H. Amran Waly Al Khalidy dan Mufy Malikul Adil

Kegiatan Silaturahmi

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH – Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH menghadiri kegiatan silaturahmi dan peusijuk Al-Mukarram Abuya Syekh H.Amran Waly Al-Khalidy dan Mufty Malikul Adil serta pengajian tauhid tashawuf dan rateb siribee di Dayah Babussalam, Desa ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, pada Minggu (25/1/2026).
‎
‎Said mengatakan, keberadaan abuya dan para ulama adalah tiang penyangga moral dan spiritual masyarakat terkhusus di Aceh Barat. Ditengah – tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kehadiran ulama menjadi penuntun agar umat tidak kehilangan arah, tidak goyah dalam iman dan tetap kokoh dalam akhlak.
‎
‎“Pemkab Aceh Barat memandang penting untuk terus mempererat hubungan dengan ulama dan dayah. Kami percaya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kekuatan spiritual, keilmuan dan keteladanan,” kata Said.
‎
‎Salah satu ikhtiar yang ;terus dilakukan oleh Pemkab Aceh Barat kata Said adalah, memperkuat nilai – nilai spiritual dan moral dalam kehidupan masyarakat Aceh Barat melalui berbagai kebijakan dan pembinaan sosial yang berkesinambungan.
‎
‎“Semoga setiap upaya penguatan spiritual yang telah di ikhtiarkan oleh Pemkab Aceh Barat dapat diterima dengan baik, dijaga keberlanjutannya serta membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat,’ katanya.
‎
‎Tak lama lagi kata Said, kita akan menyambut bulan suci ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan dan keberkahan. Mari kita perkuat shalat berjamaah, memperbanyak zikir, membaca al quran, bersedekah serta memperkuat ukhuwah di tengah keluarga dan masyarakat.
‎
‎“Semoga di ramadhan yang akan datang menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbaiki diri, memperkuat iman dan meneguhkan komitmen dalam mengamalkan nilai – nilai Islam dalam kehidupan sehari – hari,” ujar Said.(Muhibbul)*

IMG-20260125-WA0003

RTKB Pimpin Penanggulangan Limpasan Air Citarum di Kampung Jogol dengan Dukungan Kepala Desa

Penanganan Tanggul Citarum oleh RTKB

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - RTKB (Relawan Tangguh Kampung Bungin) kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai garda terdepan masyarakat pesisir dalam menghadapi ancaman lingkungan. Pada Sabtu, 25 Januari 2025, RTKB memimpin langsung penanggulangan limpasan air Sungai Citarum di Kampung Jogol RT 03 RW 02, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, dengan dukungan penuh dari Kepala Desa beserta perangkat desa. Minggu (25/1/26).

‎Meningkatnya debit air Sungai Citarum akibat curah hujan tinggi menyebabkan potensi genangan di wilayah permukiman warga Kampung Jogol. Menyikapi kondisi tersebut, RTKB bergerak cepat, terstruktur, dan terkoordinasi dengan melakukan penanganan darurat pada titik-titik rawan limpasan air guna meminimalisir risiko yang lebih luas.

‎Aksi penanggulangan ini dilaksanakan secara gotong royong, melibatkan relawan RTKB dan unsur pemerintahan desa. Dukungan Kepala Desa memperkuat legitimasi dan efektivitas gerak RTKB di lapangan, sehingga penanganan dapat berjalan lebih optimal dan terarah.

‎Kegiatan ini menegaskan RTKB bukan hanya sebagai relawan tanggap darurat, tetapi sebagai penggerak ketahanan kampung yang mampu memimpin aksi nyata di tengah masyarakat. Kehadiran RTKB di Kampung Jogol menjadi bukti bahwa kekuatan relawan lokal memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir Muara Gembong yang rawan limpasan sungai.

‎Melalui penanggulangan limpasan air Sungai Citarum di Kampung Jogol ini, RTKB kembali memperkuat komitmennya untuk terus hadir, bergerak, dan memimpin upaya kemanusiaan serta perlindungan lingkungan demi keselamatan masyarakat. (RCF)*

IMG-20260124-WA0029

Bupati Aceh Barat Serahkan Bantuan Steling bagi Pelaku  Usaha Ekonomi Kreatif

Foto simbolis penyerahan bantuan

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP,MM menyerahkan bantuan steling bagi pelaku usaha Ekonomi Kreatif (Ekraf)  tahun anggaran 2025 di halaman kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) setempat pada Jumat (23/1/2026).

‎Bupati Aceh Barat melalui Kadis Parpora, Said Azmi mengatakan, bantuan steling tersebut merupakan salah satu dari 100 program Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP,MM dan Said Fadheil SH yaitu terkait upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎“Jadi jumlah bantuan steling yang kita berikan untuk tahun anggaran 2025 itu ada sebanyak 24 unit, penerimanya adalah para pelaku usaha Ekraf yang sudah mengikuti Bimtek dan mengikuti pameran Memotif,” kata Said Azmi.

‎Para pelaku usaha Ekraf yang mendapatkan bantuan steling lapak usaha tersebut kata Said juga telah memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan pihaknya sehingga mereka berhak mendapatkan bantuan.

‎“Harapan kami tentunya mewakili Pemkab Aceh Barat yaitu usaha – usaha yang sudah dikembangkan dengan bantuan ini semoga semakin membaik. Insyaallah kedepan kita akan terus melakukan upaya – upaya peningkatan pemberian bantuan lebih lanjut,” katanya. (Muhibbul Jamil)*

‎

IMG-20260124-WA0030

Masyarakat dan Petugas Pelayanan Medis Berharap Jalan Penghubung ke Pukesmas Cot Seumereung di Aspal‎

Kondisi akses jalan menuju Puskesmas Seumereung

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Akses Jalan Penghubung Puskesmas Cot Seumereung, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat terlihat belum dilakukan pengapalan, dengan jarak yang terlihat hampir sekitar 500 Meter. Mungkin, jika diukur jauh sepanjang jalan tersebut bisa sampai tembus jarak hingga puluhan Kilometer.
‎
‎Namun, yang paling krusial terlihat dan dampaknya sangat dirasakan menghambat perjalanan oleh masyarakat yaitu akses jalan untuk bisa sampai ke Puskesmas sepanjang kurang lebih 500 Meter, terlebih jika ada keadaan darurat, kondisi jalan tersebut dirasa akan berpengaruh dan akan menghambat jalannya evakuasi pasien dalam keadaan darurat.
‎
‎Tak hanya masyarakat, bahkan beberapa perawat dan petugas Pukesmas Cot Seumereung sering menyatakan keluhannya tentang kondisi jalan tersebut.
‎
‎"Saat melewati jalan itu, badan agak terasa debar dada saat bermotor dikarenakan kondisi jalannya berlobang-lobang," ungkap salah satu petugas puskesmas kepada Jendela Jurnalis. Jum'at (23/1/26).
‎
‎Hal tersebut senada dengan keluhan masyarakat setempat yanh sangat mengharapkan kepada Pemerintah agar jalan penghubung ke Puskesmas untuk segera dilakukan pengapalan. Mengingat, pasien yang berobat di malam hari, karena di Pukesmas Cot Seumereung memang ada pelayanan rawat inap.
‎
‎"Jika malam agak sulit dilalui. Apalagi jika musim hujan," ungkap salah satu masyarakat.
‎
‎Atas dasar hal tersebut, masyarakat dan para pelayanan medis meminta agar keluhan mereka dipublikasikan, agar keluhan tersebut dapat diketahui oleh pemerintah daerah, demi terwujudnya harapan dan dambaan masyarakat untuk perbaikan jalan akses menuju ke Puskesmas tersebut. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20260123-WA0011

Gelar Raker Tahunan, DWP Aceh Barat Pastikan Anggaran Tersalurkan dengan Tepat

Rapat Kerja Tahunan DWP Aceh Barat

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat menggelar Rapat Kerja Tahunan di sekretariat DWP, k
‎Komplek Kantor Bupati setempat pada Jumat (23/1/226). Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus DWP dan membahas terkait program kerja yang akan dilakukan kedepannya.
‎
‎Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DWP Kabupaten Aceh Barat, Cut Zulfahnur Syafitri mengatakan, rapat kerja DWP Aceh Barat tahun telah berjalan dengan aman, lancar tanpa adanya kendala.
‎
‎“Yang menjadi fokus utama kita dalam rapat kerja kali ini adalah, pertama kita melakukan sosialisasi AD ART DWP berdasarkan hasil perubahan pada Munas ke 5 dari DWP Pusat di Jakarta,” kata Zulfahnur.

Cut Zulfahnur, Plt. DWP Kabupaten Aceh Barat

‎Kemudian yang kedua kata Zulfahnur yaitu, pemaparan rencana kerja anggaran, program kegiatan DWP Aceh Barat untuk tahun ini yaitu 2026. Harapannya melalui rapat kerja tersebut setiap anggaran yang dialokasikan dapat tersalurkan dengan tepat.
‎
‎“Harapan kita dengan rapat kerja ini maka setiap rupiah dalam alokasi anggaran kita dapat terselesaikan pada output yang mewujudkan DWP Aceh Barat lebih berdampak kepada keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. (Muhibbul Jamil)*