Jendela Daerah

1000051081

Gelar Penertiban di Hari Ketiga, Bidang Tibumtranmas Satpol PP Karawang Berhasil Tertibkan 192 Lapak Pedagang Liar

Dokumentasi penertiban lapak pedagang liar yang dipimpin oleh Acep Supriadi, S.H., S.HI., M.H. selaku Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Masih dengan langkah persuasif dan humanis, Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang terpantau masih melaksanakan kegiatan penertiban lapak atau warung dadakan yang berada di sepanjang jalur Jalan Baru Tanjungpura - Peundeuy. Kamis (2/4/26).

Seperti beberapa hari sebelumnya, penertiban lapak atau warung dadakan disepanjang jalur tersebut tetap dipimpin langsung oleh Acep Supriadi, S.H., S.HI., M.H. selaku Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Karawang dan masih didampingi oleh Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Karawang Tata Suparta, S.Ak.

Dalam kesempatannya, Acep Supriadi menerangkan bahwa penertiban yang diselenggarakan di hari ketiga tersebut, terhitung sudah 192 lapak yang berhasil ditertibkan.

"Selama tiga hari ini, sudah 192 lapak yang dibongkar, dengan rincian sebanyak 105 lapak telah dibongkar mandiri oleh pemiliknya dan ada 87 lapak yang dibongkar oleh Satpol PP," terangnya kepada Jendela Jurnalis. (2/4/26).

Lebih lanjut, Acep menegaskan bahwa masih terdapat sekitar 70 lapak yang masih tersisa.

"Yang 70 lapak lagi akan kita maksimalkan melalui patroli rutin," tegasnya.

Acep berharap, agar para pemilik lapak dapat membongkar secara mandiri dalam waktu dekat, karena keberadaan lapak dadakan di sepanjang Jalan Baru tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum, mengurangi keindahan kota, serta berpotensi menghambat arus lalu lintas karena berdiri di bahu jalan maupun trotoar. (Red)*

1000050515

Dengan Langkah Persuasif dan Humanis, Satpol PP Karawang Tertibkan Lapak Dadakan Pedagang Liar

Acep Supriadi, S.H., S.HI., M.H., )Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kab. Karawang) beserta jajaran Satpol PP Karawang saat melakukan penertiban.

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR – Dalam rangka menjaga ketertiban umum dan menata kawasan perkotaan agar tetap tertib, aman, serta nyaman bagi masyarakat, Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang melaksanakan kegiatan penertiban lapak atau warung dadakan yang berada di sepanjang jalur mudik, khususnya di Wilayah Jalan Baru. Selasa (31/3/2026).

Kegiatan penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Acep Supriadi, S.H., S.HI., M.H. selaku Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dan didampingi oleh Tata Suparta, S.Ak., selaku Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Karawang.

Sebelum penertiban dilakukan, Satpol PP Karawang telah memberikan surat himbauan kepada para pemilik warung dadakan agar secara mandiri membongkar lapak mereka setelah Hari Raya Idul Fitri.

"Kami telah menyampaikan surat himbauan kepada para pemilik warung dadakan agar membongkar sendiri lapaknya setelah Hari Raya Idul Fitri. Langkah ini merupakan upaya persuasif dan humanis sebelum dilakukan tindakan penertiban oleh petugas," ujar Acep.

Lebih lanjut, Acep menjelaskan bahwa keberadaan lapak dadakan di sepanjang Jalan Baru tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum, mengurangi keindahan kota, serta berpotensi menghambat arus lalu lintas karena sebagian berdiri di bahu jalan maupun trotoar.

Dalam pelaksanaan penertiban di hari pertama, Satpol PP turun langsung melaksanakan patroli khusus penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalur arus mudik dan arus balik, yaitu di rute Lampu Merah Peundeuy - Flyover Lamaran dengan langkah tegas namun tetap humanis, demi menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan para pemudik.

Selain kegiatan penertiban, Acep menuturkan bahwa Bidang Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Karawang juga secara rutin melaksanakan patroli keliling setiap hari, guna mengantisipasi munculnya kembali lapak-lapak liar serta menjaga ketertiban umum di wilayah perkotaan Karawang guna memastikan kondisi wilayah tetap kondusif.

Adapun wilayah patroli tersebut meliputi kawasan Karawang Barat, Karawang Timur serta Telukjambe Timur yang menjadi prioritas pengawasan karena termasuk kawasan perkotaan dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.

Dalam kesempatannya, Satpol PP Kabupaten Karawang juga menghimbau dan menegaskan kepada masyarakat, khususnya para pedagang, agar tidak mendirikan bangunan atau lapak di fasilitas umum tanpa izin. Penertiban ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah dalam menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

"Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa kegiatan ini bukan semata-mata penindakan, tetapi demi kepentingan bersama dalam menjaga ketertiban dan keindahan Kota Karawang," tegasnya.

Dengan adanya penertiban tersebut, Acep berharap agar kawasan Jalan Baru Karawang dapat kembali tertata rapi, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

"Bukan sekedar berkeliling, Patroli ini juga bertujuan untuk memastikan kenyamanan warga. Karena tertib itu bukan membatasi, tapi melindungi. Agar tercipta Karawang Aman dan perjalanan pun nyaman," pungkasnya. (Red)*

1769753585051

Catut Nama JNE, Penipu Gunakan Modus Scan QR Code untuk Kuras Rekening Warga Subang

SUBANG, jendralnews.co.id – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan baru yang mencatut nama perusahaan jasa pengiriman barang, JNE. Modus ini menyasar konsumen belanja daring (online) dengan dalih paket tertukar dan berujung pada pengurasan saldo rekening korban.

​Peristiwa nahas ini menimpa seorang warga Dusun Sakurip, Desa Tanjung, Kabupaten Subang, yang akrab disapa Mamah Nanda, pada Jumat (30/01/2026). Korban harus merelakan uang jutaan rupiah raib setelah terjebak instruksi pelaku yang mengaku sebagai admin resmi JNE.

​Kronologi Kejadian

​Kejadian bermula saat korban menerima pesan melalui WhatsApp dari oknum yang mengatasnamakan admin JNE. Pelaku memberikan informasi bahwa data pembelanjaan daring milik korban mengalami kekeliruan dan barangnya dinyatakan tertukar dengan pelanggan lain.

​Untuk mendapatkan kembali uang atau barang yang seharusnya, pelaku mengarahkan korban mengikuti serangkaian instruksi teknis. Karena merasa khawatir akan mengalami kerugian, korban kemudian menuruti arahan pelaku.

​"Saya diminta melakukan pemindaian (scanning) kode QR (barcode) yang dikirimkan pelaku melalui aplikasi m-banking milik suami saya. Katanya itu syarat agar uang kembali," ujar korban.

​Naas, setelah instruksi tersebut dijalankan, saldo di rekening suami korban justru tersedot sebesar Rp2.000.000. Bukannya mendapatkan solusi atas paket yang tertukar, korban justru kehilangan dana dalam hitungan detik.
​Setelah menyadari dirinya menjadi korban penipuan, korban mencoba menghubungi kembali nomor WhatsApp pelaku. Namun, nomor tersebut sudah tidak aktif dan kontak korban telah diblokir secara sepihak oleh pelaku. Upaya menghubungi melalui nomor lain sempat dilakukan, namun pelaku tetap tidak merespons.

​Himbauan Keamanan

​Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Subang, agar tidak mudah percaya pada pihak yang meminta data pribadi, akses m-banking, atau pemindaian kode QR melalui aplikasi pesan singkat.

Red

IMG-20251206-WA0012

Dipertanyakan Terkait Penggunaan Dana Desa Tahap 1 Tahun 2025, Kades Pantai Bakti Memilih Bungkam

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana ini diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten/kota untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. 

‎Disamping itu, Pemerintahan Desa diwajibkan untuk menjalankan asas transparansi publik, agar masyarakat tahu lebih detail tentang penyaluran dan penggunaan Anggaran Dana Desa diwilayahnya.

‎Namun, hal tersebut mungkin tak berlaku  di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Karena, saat dikonfirmasi mengenai kecocokan data yang berhasil Jendela Jurnalis himpun dari data dan dari lapangan, Kepala Desa Pantai Bakti terkesan lebih memilih bungkam saat dikonfirmasi.

‎Padahal, yang mendorong Jendela Jurnalis melakukan konfirmasi adalah berdasarkan keluhan dari salah satu warga sekitar yang sangat ingin mengetahui detail penggunaannya. Bukan tanpa alasan, terlebih karena cukup besarnya anggaran yang tercantum untuk Anggaran "Keadaan Mendesak" yang nominalnya mencapai seratus juta lebih di Tahap 1.

‎"Ya masyarakat juga penasaran kang, Anggaran Keadaan Mendesak itu apa saja, kok nominalnya gede gitu, publik juga ingin tahu dong rinciannya. Biar masyarakat juga bisa bareng-bareng mengawasi," ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sabtu (24/1/26).

‎Diketahui, untuk Anggaran Dana Desa yang diterima oleh Desa Pantai Bakti yang memiliki status "Desa Berkembang" adalah sebesar Rp. 1.400.923.000,- yang dimana pencairannya dibagi menjadi 2 tahap, yaitu sebesar Rp. 725.029.200(51.75%) di Tahap 1 dan sebesar Rp. 675.893.800(48.25%) di Tahap 2.

‎Berdasarkan data yang dihimpun, rincian penggunaan Dana Desa di Pantai Bakti untuk Tahap 1 Tahun 2025 adalah sebagai berikut :

‎- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sanitasi Permukiman (Gorong-gorong, Selokan, Parit, dll., diluar prasarana jalan) **Rp 30.000.000

‎- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **Rp 62.351.000

‎- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **Rp 53.786.000

‎- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **Rp 53.786.000

‎- Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman/Gang **Rp 53.786.000

‎- Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu)Rp 18.000.000

‎- Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu)Rp 26.250.000

‎- Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa (Obat-obatan, Tambahan Insentif Bidan Desa/Perawat Desa, Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, dst)Rp 3.900.000

‎- Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa** (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst)Rp 7.500.000

‎- Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa** (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst)Rp 10.800.000

‎- Operasional Pemerintah Desa yang bersumber dari Dana DesaRp 12.000.000

‎- Keadaan MendesakRp 104.400.000

‎- Penyertaan ModalRp 285.000.000

‎Hingga berita ini diterbitkan, Y (inisial) selaku Kepala Desa Pantai Bakti belum memberikan jawaban atas konfirmasi tertulis yang dilayangkan Jendela Jurnalis. (NN)*

IMG-20260125-WA0010

Wakil Bupati Aceh Barat Hadiri Kegiatan Silaturahmi dan Peusijuk Almukaram Abuya Syeh H. Amran Waly Al Khalidy dan Mufy Malikul Adil

Kegiatan Silaturahmi

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH – Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH menghadiri kegiatan silaturahmi dan peusijuk Al-Mukarram Abuya Syekh H.Amran Waly Al-Khalidy dan Mufty Malikul Adil serta pengajian tauhid tashawuf dan rateb siribee di Dayah Babussalam, Desa ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, pada Minggu (25/1/2026).

‎Said mengatakan, keberadaan abuya dan para ulama adalah tiang penyangga moral dan spiritual masyarakat terkhusus di Aceh Barat. Ditengah – tengah perubahan zaman yang begitu cepat, kehadiran ulama menjadi penuntun agar umat tidak kehilangan arah, tidak goyah dalam iman dan tetap kokoh dalam akhlak.

‎“Pemkab Aceh Barat memandang penting untuk terus mempererat hubungan dengan ulama dan dayah. Kami percaya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kekuatan spiritual, keilmuan dan keteladanan,” kata Said.

‎Salah satu ikhtiar yang ;terus dilakukan oleh Pemkab Aceh Barat kata Said adalah, memperkuat nilai – nilai spiritual dan moral dalam kehidupan masyarakat Aceh Barat melalui berbagai kebijakan dan pembinaan sosial yang berkesinambungan.

‎“Semoga setiap upaya penguatan spiritual yang telah di ikhtiarkan oleh Pemkab Aceh Barat dapat diterima dengan baik, dijaga keberlanjutannya serta membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat,’ katanya.

‎Tak lama lagi kata Said, kita akan menyambut bulan suci ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan dan keberkahan. Mari kita perkuat shalat berjamaah, memperbanyak zikir, membaca al quran, bersedekah serta memperkuat ukhuwah di tengah keluarga dan masyarakat.

‎“Semoga di ramadhan yang akan datang menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbaiki diri, memperkuat iman dan meneguhkan komitmen dalam mengamalkan nilai – nilai Islam dalam kehidupan sehari – hari,” ujar Said.(Muhibbul)*

IMG-20260125-WA0003

RTKB Pimpin Penanggulangan Limpasan Air Citarum di Kampung Jogol dengan Dukungan Kepala Desa

Penanganan Tanggul Citarum oleh RTKB

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - RTKB (Relawan Tangguh Kampung Bungin) kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai garda terdepan masyarakat pesisir dalam menghadapi ancaman lingkungan. Pada Sabtu, 25 Januari 2025, RTKB memimpin langsung penanggulangan limpasan air Sungai Citarum di Kampung Jogol RT 03 RW 02, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, dengan dukungan penuh dari Kepala Desa beserta perangkat desa. Minggu (25/1/26).

‎Meningkatnya debit air Sungai Citarum akibat curah hujan tinggi menyebabkan potensi genangan di wilayah permukiman warga Kampung Jogol. Menyikapi kondisi tersebut, RTKB bergerak cepat, terstruktur, dan terkoordinasi dengan melakukan penanganan darurat pada titik-titik rawan limpasan air guna meminimalisir risiko yang lebih luas.

‎Aksi penanggulangan ini dilaksanakan secara gotong royong, melibatkan relawan RTKB dan unsur pemerintahan desa. Dukungan Kepala Desa memperkuat legitimasi dan efektivitas gerak RTKB di lapangan, sehingga penanganan dapat berjalan lebih optimal dan terarah.

‎Kegiatan ini menegaskan RTKB bukan hanya sebagai relawan tanggap darurat, tetapi sebagai penggerak ketahanan kampung yang mampu memimpin aksi nyata di tengah masyarakat. Kehadiran RTKB di Kampung Jogol menjadi bukti bahwa kekuatan relawan lokal memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir Muara Gembong yang rawan limpasan sungai.

‎Melalui penanggulangan limpasan air Sungai Citarum di Kampung Jogol ini, RTKB kembali memperkuat komitmennya untuk terus hadir, bergerak, dan memimpin upaya kemanusiaan serta perlindungan lingkungan demi keselamatan masyarakat. (RCF)*

IMG-20260124-WA0029

Bupati Aceh Barat Serahkan Bantuan Steling bagi Pelaku  Usaha Ekonomi Kreatif

Foto simbolis penyerahan bantuan

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP,MM menyerahkan bantuan steling bagi pelaku usaha Ekonomi Kreatif (Ekraf)  tahun anggaran 2025 di halaman kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) setempat pada Jumat (23/1/2026).

‎Bupati Aceh Barat melalui Kadis Parpora, Said Azmi mengatakan, bantuan steling tersebut merupakan salah satu dari 100 program Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP,MM dan Said Fadheil SH yaitu terkait upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎“Jadi jumlah bantuan steling yang kita berikan untuk tahun anggaran 2025 itu ada sebanyak 24 unit, penerimanya adalah para pelaku usaha Ekraf yang sudah mengikuti Bimtek dan mengikuti pameran Memotif,” kata Said Azmi.

‎Para pelaku usaha Ekraf yang mendapatkan bantuan steling lapak usaha tersebut kata Said juga telah memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan pihaknya sehingga mereka berhak mendapatkan bantuan.

‎“Harapan kami tentunya mewakili Pemkab Aceh Barat yaitu usaha – usaha yang sudah dikembangkan dengan bantuan ini semoga semakin membaik. Insyaallah kedepan kita akan terus melakukan upaya – upaya peningkatan pemberian bantuan lebih lanjut,” katanya. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20260124-WA0030

Masyarakat dan Petugas Pelayanan Medis Berharap Jalan Penghubung ke Pukesmas Cot Seumereung di Aspal‎

Kondisi akses jalan menuju Puskesmas Seumereung

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Akses Jalan Penghubung Puskesmas Cot Seumereung, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat terlihat belum dilakukan pengapalan, dengan jarak yang terlihat hampir sekitar 500 Meter. Mungkin, jika diukur jauh sepanjang jalan tersebut bisa sampai tembus jarak hingga puluhan Kilometer.

‎Namun, yang paling krusial terlihat dan dampaknya sangat dirasakan menghambat perjalanan oleh masyarakat yaitu akses jalan untuk bisa sampai ke Puskesmas sepanjang kurang lebih 500 Meter, terlebih jika ada keadaan darurat, kondisi jalan tersebut dirasa akan berpengaruh dan akan menghambat jalannya evakuasi pasien dalam keadaan darurat.

‎Tak hanya masyarakat, bahkan beberapa perawat dan petugas Pukesmas Cot Seumereung sering menyatakan keluhannya tentang kondisi jalan tersebut.

‎"Saat melewati jalan itu, badan agak terasa debar dada saat bermotor dikarenakan kondisi jalannya berlobang-lobang," ungkap salah satu petugas puskesmas kepada Jendela Jurnalis. Jum'at (23/1/26).

‎Hal tersebut senada dengan keluhan masyarakat setempat yanh sangat mengharapkan kepada Pemerintah agar jalan penghubung ke Puskesmas untuk segera dilakukan pengapalan. Mengingat, pasien yang berobat di malam hari, karena di Pukesmas Cot Seumereung memang ada pelayanan rawat inap.

‎"Jika malam agak sulit dilalui. Apalagi jika musim hujan," ungkap salah satu masyarakat.

‎Atas dasar hal tersebut, masyarakat dan para pelayanan medis meminta agar keluhan mereka dipublikasikan, agar keluhan tersebut dapat diketahui oleh pemerintah daerah, demi terwujudnya harapan dan dambaan masyarakat untuk perbaikan jalan akses menuju ke Puskesmas tersebut. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20260123-WA0011

Gelar Raker Tahunan, DWP Aceh Barat Pastikan Anggaran Tersalurkan dengan Tepat

Rapat Kerja Tahunan DWP Aceh Barat

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat menggelar Rapat Kerja Tahunan di sekretariat DWP, k
‎Komplek Kantor Bupati setempat pada Jumat (23/1/226). Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus DWP dan membahas terkait program kerja yang akan dilakukan kedepannya.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DWP Kabupaten Aceh Barat, Cut Zulfahnur Syafitri mengatakan, rapat kerja DWP Aceh Barat tahun telah berjalan dengan aman, lancar tanpa adanya kendala.

‎“Yang menjadi fokus utama kita dalam rapat kerja kali ini adalah, pertama kita melakukan sosialisasi AD ART DWP berdasarkan hasil perubahan pada Munas ke 5 dari DWP Pusat di Jakarta,” kata Zulfahnur.

Cut Zulfahnur, Plt. DWP Kabupaten Aceh Barat

‎Kemudian yang kedua kata Zulfahnur yaitu, pemaparan rencana kerja anggaran, program kegiatan DWP Aceh Barat untuk tahun ini yaitu 2026. Harapannya melalui rapat kerja tersebut setiap anggaran yang dialokasikan dapat tersalurkan dengan tepat.

‎“Harapan kita dengan rapat kerja ini maka setiap rupiah dalam alokasi anggaran kita dapat terselesaikan pada output yang mewujudkan DWP Aceh Barat lebih berdampak kepada keluarga dan masyarakat,” pungkasnya. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20260121-WA0015

RTKB Aktif Terlibat dalam Penanganan Tanggul Citarum Jebol di Desa Pantai Bakti

Penanganan Tanggul Citarum oleh RTKB

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Banjir terjadi di Kampung Bendungan, RT 03, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum. Luapan air sungai menggenangi wilayah sekitar dan berdampak pada aktivitas masyarakat. Rabu (21/1/26).

‎Dalam penanganan kejadian tersebut, Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) aktif terlibat di lokasi penanganan tanggul jebol. RTKB hadir dan bekerja bersama unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Desa Pantai Bakti, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta masyarakat setempat.

‎Keterlibatan RTKB difokuskan pada membantu penanganan dan perkuatan darurat tanggul yang mengalami kerusakan. Kegiatan dilakukan secara langsung di titik terdampak dengan berkoordinasi bersama unsur lain di lapangan.

‎Selama proses penanganan berlangsung, RTKB menyesuaikan peran sesuai kebutuhan di lokasi dan turut mendukung kelancaran kegiatan penanganan darurat. Kehadiran RTKB menjadi bagian dari dukungan relawan lokal dalam membantu pengendalian luapan air Sungai Citarum.

‎Penanganan tanggul jebol dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, sementara pihak desa dan instansi terkait melakukan pemantauan kondisi serta koordinasi lanjutan sesuai kewenangan masing-masing.

‎Kegiatan ini mencerminkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk RTKB, dalam penanganan kejadian banjir di wilayah Kecamatan Muara Gembong. (RCF)*