Jendela Daerah

IMG-20240529-WA0035

Ciptakan Situasi Aman, Personel Sat Samapta Polres Aceh Barat Gelar Patroli Perintis Presisi

Foto Personel Sat Samapta Polres Aceh Barat saat mengunjungi salah satu SPBU di Wilayah Kabupaten Aceh Barat

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
Satuan Samapta Polres Aceh Barat Polda Aceh melaksanakan Patroli Perintis Presisi sasar SPBU, Pertamina dan lingkungan masyarakat di Wilayah Kabupaten Aceh Barat pada Selasa (28/05/2024) pukul 15.00 WIB.

Kegiatan Patroli Printis Presisi ini dilakukan untuk menciptakan situasi yang Aman dan Kondusif di Kabupaten Aceh Barat menjelang Pilkada serentak tahun 2024.

Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K., M.H melalui Kasat Samapta AKP Henry Elisa Siregar Pada Kasi Humas menjelaskan Personel Sat Samapta Polres Aceh Barat rutin melaksanakan Patroli Perintis Presisi baik malam maupun di siang hari.

"Petugas patroli berdialog dengan masyarakat, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, dan menghimbau agar menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat beraktivitas masing-masing," ucapnya.

"Masyarakat diingatkan apabila ada gangguan Kamtibmas untuk segera menghubungi nomor kontak Layanan Kepolisian 110 atau melaporkan ke kantor polisi terdekat jika diperlukan," imbau Kasat.

Selama pelaksanaan patroli, tidak ditemukan gangguan kamtibmas, dan kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif serta masyarakat beraktivitas dengan normal. (M.Jamil)*

IMG-20240528-WA0041

Sinergi Lestarikan Adat dan Budaya, MAA Aceh Barat Gelar Rapat Kerja

Pj Bupati Aceh Barat saat menggelar rapat bersama MAA

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat mengadakan Rapat Kerja tahun 2024 dengan tema "Bersama Bersinergi Melestarikan Adat Istiadat Aceh Barat" di Aula Hotel Tiara pada Selasa (28/05/2024).

Pejabat Bupati Aceh Barat Drs. Mahdi Efendi yang diwakili sekretaris daerah Marhaban, M. Si mengatakan Rapat tersebut bertujuan untuk merumuskan program dan kerja nyata dalam upaya pelestarian adat dan budaya Aceh Barat.

Marhaban menjelaskan bahwa Para peserta rapat kerja tersebut terdiri dari para camat, pengurus MAA Kecamatan dan kabupaten serta dari berbagai lapisan masyarakat lainnya, ia mengharapkan dapat berkontribusi secara sinergis demi mempertahankan kekayaan budaya dan adat istiadat yang menjadi identitas daerah tersebut.

"Tujuan menguatkan sinergi dalam upaya pelestarian adat dan budaya di daerah tersebut," sebut Marhaban.

Marhaban menambahkan, para pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat berdiskusi tentang langkah-langkah konkret untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang menjadi kekayaan Aceh Barat. MAA berharap melalui sinergi yang kuat, mereka dapat membangun langkah-langkah nyata dalam melestarikan dan mempromosikan adat dan budaya Aceh Barat untuk generasi mendatang.

"Melalui Raker ini kita harapkan mampu melahirkan rekomendasi penting terkait pengembangan dan pelestarian adat istiadat di kabupaten Aceh Barat sehingga mampu memperkuat lembaga adat dan hukum adat di Aceh Barat," ungkap Marhaban.

Selaras dengan itu, Ketua MAA Aceh Barat Tgk. H. Mawardi Nyak Man, yang lebih akrab disapa Abah Mawardi ini, menuturkan bahwa, agenda Raker MAA tingkat kabupaten ini merupakan agenda tahunan yang ditujukan untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas antar pengurus MAA Kabupaten dan MAA Kecamatan, dalam menjalankan program yang telah direncanakan dan dirumuskan bersama, sekaligus menjadi evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan.

Abah Mawardi juga mengingatkan para pengurus untuk lebih fokus kepada tujuan dan sasaran kerja. Karena menurutnya, perkembangan digitalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan budaya di masyarakat Aceh Barat yang cenderung mulai memudarnya nilai-nilai pelestarian adat terutama pada kalangan generasi muda.

"Untuk itu, wadah ini diharapkan bisa menjawab berbagai tantangan ke depan dalam menentukan langkah strategis Maa kabupaten Aceh Barat Dalam upaya pelestarian dan memperkuat implementasi nilai-nilai adat pada masyarakat," pungkasnya. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20240522-WA0053

Sekjen FORBANGSA Harapkan Perhatian Semua Pihak agar Realisasikan Pembangunan Akses Jalan Lama Sepanjang Pesisir Suak Timah – Ujongkalak

Foto Sekjen dan Pengurus FORBANGSA

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Sekjen FORBANGSA (Forum Pembangunan Samatiga) Suandi mengajak seluruh stakeholder Aceh Barat dan Aceh agar akses jalan Tugu Cang Nipah Suak Timah dan Tugu T. Umar di bangun kembali karena suatu kebutuhan yang menisyakan dan berbagai macam alasan lain yang mendesak.

Pasca musibah gempa dahsyat dan tsunami 26 Desember 2004 melanda Aceh Barat mengakibatkan terjadinya kerusakan infrastruktur strategis salah satu diantaranya adalah badan Jalan nasional mulai dari Tugu Teuku Umar Gampong Ujongkalak sampai dengan Tugu Cang Nipah gampong Suak Timah, kecamatan Samatiga.

Seiring dengan perkembangan populasi penduduk semakin pesat dan beresiko pada kemacetan lalu lintas ditambah lagi dengan Aceh Barat terkenal dengan sebutan sebagai "Bumi Teuku Umar" tapi ciri khas tersebut seolah-olah hilang? Sebab Tugu Syahidnya T. Umar salah seorang pahlawan nasional dan icon Furdamental Aceh Barat yang berada dibibir pantai Suak Ujongkalak sedikit agak susah untuk disaksikan oleh saudara kita yang berkunjung ke Aceh Barat.

Alasan lain adalah kawasan sepanjang Ujongkalak sampai dengan Suak Timah sebagai kawasan pariwisata dengan dibangunnya jalan sepanjang lebih kurang 9 km tersebut akan menjamur kembali pertumbuhan UMKM baru di kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, akses jalan nasional tersebut sepanjang bibir pantai gampong Suak Timah, kecamatan Samatiga, Suak Nie, Suak Raya, Suak Sigadeng, Suak Ribee, Kuta Padang sampai ke gampong Ujongkalak Ace Barat kiranya dapat menjadi fokus perhatian dan dukungan baik Pemda Aceh Barat, DPRK Aceh Barat, Pemda Aceh dan DPRA Aceh dan dukungan penuh semua elemen masyarakat Aceh Barat.

Jika jalan tersebut dapat terealisasi dimasa akan datang InshaAllah akses jalan ring road keluar- masuk kota Meulaboh dapat difungsikan kembali apalagi menurut Keuchik Suak Sigadeng Akmal fata untuk membuka kembali jalan tersebut tidak ada kendala dikarenakan tanah ruas jalannya memang masih ada ataupun masih utuh.cuma lapisan perkerasan jalan saja yang sudah terkelupas sangat dan ada sekitar 2 jembatan saja yang perlu di bangun kembali.dan sangat berharap akses jalan nasional tersebut menjadi perhatian khusus untuk dapan di bangun kembali untuk memperjelas kembali arah menuju landmarknya kota meulabih yaitu tugu teuku umar.sehingga memperjelas simbol bahwa melabih itu kota penuh dengan sejarah yang kuat dan fundamental. (Muhibbul)*

IMG-20240522-WA0029

Warga dan Petani Sumringah atas Dilaksanakannya Pekerjaan Turap Saluran di Pulojaya Lemahabang

Pengerjaan penurapan saluran di Dusun Tanjungsari, Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang, Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah merealisasikan program pembangunan drainase berupa penurapan saluran di Dusun Tanjungsari, RT 01/05 Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kepala tukang AMD (inisial) saat di temui Jendela Jurnalis menjelaskan, "Kami sebagai pekerja yang mengerjakan penurapan saluran Dusun Tanjungsari Desa Pulojaya ini sudah sesuai dan mengikuti arahan atau petunjuk dari pengawas Dinas PUPR Karawang. Kami pun harus bisa menjaga nama baik CV. HARIYANG KENCANA, sehingga pekerjaan ini menghasilkan kualitas yang maksimal," jelasnya saat ditemui Jendela Jurnalis di lokasi pekerjaan. Rabu (22/5/24).

Lebih lanjut AMD pun mengucapkan rasa terimakasihnya atas adanya monitoring yang dilakukan awak media, sehingga dirinya bisa mengerjakan proyek dengan kualitas yang baik dan sesuai perencanaan.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua rekan media cetak ataupun media online yang sudah monitoring langsung ke lokasi, atas saran dan kritikan nya, sehingga dalam pekerjaan ini bisa menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan sesuai perencanaan," tutupnya.

Ditempat yang sama, Asep selaku warga setempat juga turut mengucapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang telah merealisasikan penurapan tersebut, dengan harapan agar terhindar dari banjir saat musim penghujan tiba.

"Allhamdulilah, dengan adanya pekerjaan penurapan saluran Dusun Tanjungsari ini, dapat mencegah banjir, dan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Karawang melalui Dinas PUPR dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Desa Pulojaya atas terlaksananya pembangunan ini," tutupnya.

Begitupun dengan yang diungkapkan oleh Sardi (57) selaku petani dan warga Pulojaya, dirinya mengucapkan ucapan terimakasihnya kepada Pemda Karawang, Dinas PUPR dan Pemdes Pulo jaya yang telah merealisasikan apa yang menjadi harapan petani selama ini.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kepada petani dan warganya. Dengan adanya pekerjaan turap saluran ini, petani dan warga disini sangat mendukung dan bahkan mengucapkan terimakasih. Pastinya manfaat dan dapat langsung dirasakan petani dan warga," ungkap Sardi. (Pri)*

IMG-20240522-WA0020

Siap Ditanami Padi, Areal Pesawahan di Blang Seumasang Gampong Ladang Mulai Dilakukan Proses Pengolahan

Area pesawahan di Blang Seumasang Gampong Ladang yang sudah siap tanam

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Areal pesawahan di Blang Seumasang Gampong Ladang, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat, kini sedang dilakukan pengolahan sawah dengan "Hand Traktor" pada Rabu (22/5/24).

Murdani, salah seorang petani kepada Jendela Jurnalis mengatakan bahwa pengolahan sawah dengan hand traktor tersebut kini sedang dijalankan, dan memang benar adanya dimana di areal tersebut terlihat ada 2 hand traktor yang tengah dioperasikan oleh operatornya.

Murdani menerangkan bahwa di Gampong Ladang, biaya pengolahan sawah dengan menggunakan hand traktor bisa mencapai sekitar Rp. 70.000 per petak sawah hingga siap tanam.

'Ongkosnya kisaran Rp. 70 ribu per petak sampai siap tanam," terangnya.

Menurut pengakuan para petani, musim tanam padi di Tahun 2024, petani di Blang Seumasang bisa menanam padi hingga 2 kali (musim) dengan jenos bibit yang bervariatif.

"D areal persawahan Blang Seumasang kebanyakan bibit padi yang ditanami itu jenis bibit padi mitik, infari, mamfan, ceirang dan motok putih,"

Dimana semua jenis padi tersebut biasanya berumur muda dan bisa dipanen dalam jangka waktu 2 hingga 3 Bulan.

Sementara itu, pupuk yang diberikan biasanya adalah pupuk urea, KCL, SP 36 dan juga pupuk organik.

Adapun untuk masa penanaman, di areal pesawahan Blang Seumasang Gampong Ladang biasanya dilakukan secara serentak.

Dalam areal pesawahan seluas mencapai 8 hektar tersebut, petani berharap agar terhindar dari adanya gangguan hama, serta berharap agar hasil panen dapat melimpah. (Muhibbul)*

IMG-20240520-WA0059

Peringatan Harkitnas di Aceh Barat Sukses, Marhaban Harapkan Kebangkitan Semangat Pembangunan

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Marhaban, SE., M.Si.

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, berlangsung dengan sukses dan meriah. Upacara yang dihelat di6 Lapangan Upacara kantor bupati setempat ini dihadiri oleh berbagai kalangan_ masyarakat, tokoh agama, ormas dan forum pemerinyah daerah, Senin (20/5/24).

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Marhaban, SE., M.Si., yang mewakili Penjabat Bupati Aceh Barat Drs. Mahdi Efendi saat memimpin Upacara menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta upacara. Cuaca mendung dan sedikit gerimis tidak mengurangi semangat peserta upacara mengikuti proses kegiatan hingga usai.

Marhaban, dalam sambutan nya berharap momen Harkitnas dapat menjadi pendorong semangat pembangunan di Aceh Barat.

"Peringatan Harkitnas hari ini bukan hanya sekedar upacara seremonial, tetapi juga momentum bagi kita untuk membangkitkan semangat persatuan dan memperkokoh rasa nasionalisme dalam masyarakat," ujarnya.

"Harkitnas juga dapat menjadi tonggak baru dalam membangun semangat gotong royong dan kerja sama antar stakeholder dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di daerah ini," kata Marhaban menambahkan.

Tidak hanya itu, Marhaban menyebutkan, Harkitnas ini sebagai momentum Aktualisasi dan Akselerasi Pembangunan", pemerintah dan masyarakat bersatu untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dan berdaulat di era global. Terangnya

Berbagai program dan kebijakan strategis telah diinisiasi, termasuk peningkatan infrastruktur, investasi dalam pendidikan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

"Kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan upaya-upaya tersebut," ucapnya.

Ia berharap, Harkitnas tahun ini dijadikan sebagai momentum untuk menginspirasi generasi muda Indonesia dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dengan semangat kebangkitan yang menggelora, Indonesia siap untuk melangkah maju menuju cita-cita bersama, pungkasnya.(Muhibbul)*

IMG-20240519-WA0005

Pantai Lhok Bubon, Pesona Wisata Terindah di Aceh Barat

Pantai Lhok Bubon

Jendela Jurnalsi Aceh Barat, ACEH - Pantai Lhok Bubon yang berlokasi di Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu pantai dengan panorama yang indah dan merupakan objek wisata yang terindah di Aceh Barat.

Disepanjang pantai, terpantau keramaian dikala hari libur tiba, dimana anak-anak berlarian dan ikut mandi di laut, mengunakan pelampung ban mobil yang disediakan sebagai alat penyewaan. Selain itu, tersedia juga penjualan makanan dan minuman dengan ragam daya tarik, seperti adanya tempat makan dan minum bernuansa cafe.

Seperti yang dituturkan oleh alah satu warga Lhok Bubon, dirinya menyebut bahwa setiap hari libur tiba, wisatawan dari berbagai penjuru selalu berdatangan untuk berekreasi.

"Kalau hari minggu, keramaian pengunjumg dari berbagai penjuru berdatangan untuk berkreasi, dengan mobil - mobil mewah dan sepeda motor menuju pantai yang menawan," tutur salah seorang tokoh masyarakat yang enggan menyebutkan namanya. Minggu (19/5/24).

Selain itu, di Suak Timah Sama Tiga juga dikenal dengan wisata Nipah yang megah di Aceh Barat, apalagi dengan menu Jus Nipah saat ini yang digemari banyak orang sebagai cita rasa yang enak dan menyehatkan.

Adapun penjualan Jus Nipah di Simpang 3 Suak Timah serta di Simpang 4 Suak Timah, diketahui bahwa penjualan Jus Nipah di kedua tempat itu semuanya selalu laris manis. (Muhibbul)*

IMG-20240518-WA00501

Ketua dan Anggota PWI Aceh Barat Laksanakan Gotong Royong

Kegiatan gotong royong PWI Aceh Barat

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Anggota PWI Aceh Barat, beserta Ketua telah melaksanakan gotong royong bersama membersihkan halaman kantor PWI yang beralamat di Jalan Purnama Dren Rampak Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Sabtu (18/5/24).

Kegiatan Gotong Royong tersebut dimulai pada pukul 9 pagi hingga selesai pukul 12 siang.

Ketua PWI Kabupaten Aceh Barat, Sa'dul Bhari, S.Sos., mengatakan gotong yang dimaksudkan terutama kebersihan halaman kantor juga dalam kantor, hingga selanjutnya seluruh anggota PWI yang bergabung siap segala info dari ketua, demi terujudnya kebersihan kantor PWI Aceh Barat dalam mejalankan tugas tugas Jurnalistik secara bijak dan undang undang yang berlaku sebagai kontrol sosial.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa setiap adanya peliputan acara, Sa'dul memohon kepada sejumlah anggota PWI agar memakai baju seragam yang sudah ada.

"Ini perlu berlaku," tegasnya.

Sementara itu, jadwal susunan piket di kantor PWI tersebut memang telah berjalan sebelumnya.

"Dimana setiap harinya dijadwalkan 2 orang anggota untuk piket, dan itu berlaku mulai dari Hari Senin hingga Sabtu," pungkasnya. (M.Jamil)*

IMG-20240516-WA0036

Merasa Dibohongi Dinas PRKP Karawang, Warga Kecamatan Pakisjaya Pertanyakan Realisasi Program Rutilahu

Foto Suhati saat menunjukan surat tanda terima pengajuan Rutilahi ke Dinas PRKP (insert : kondisi rumah yang sudah tidak layak huni)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yaitu untuk meningkatkan akses masyarakat di bidang perumahan dan permukiman, dimana pada ketentuannya yaitu sebagai bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, untuk memiliki hunian yang layak dan aman serta terjangkau.

Namun, terkadang program tersebut berjalan tidak tepat sasaran. Salah satunya seperti kisah yang dialami oleh Suhati, warga Dusun Kedondong, RT. 011/006, Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, yang mengungkapkan bahwa dirinya sudah bertahun-tahun lamanya meninggali sebuah rumah dengan kondisi bangunan setengah roboh dan memprihatinkan.

Selain tak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, Suhati yang merupakan seorang janda dengan 5 anak yatim tersebut terpaksa harus bertahan untuk tinggal di gubuk dengan kondisi memprihatinkan. Kondisi tersebut lantaran Suhati tidak mampu merehab dan memperbaiki gubuk tempat tinggalnya hingga saat ini. Ironisnya, pemerintah setempat terkesan cuek dan tutup mata.

Kepada Jendela Jurnalis, Suhati mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya sudah pernah mengajukan untuk program Rutilahu melalui seseorang yang ia percaya kepada Dinas PRKP Kabupaten Karawang dengan tujuan agar rumahnya bisa dibangunkan melalui program tersebut. Kamis (16/5/24).

"Saya sudah membuat permohonan atau pengajuan melalui proposal kepada orang yang bisa saya percaya yang di tujukan ke dinas PRKP Kabupaten Karawang, dan diterima dengan baik pada saat itu," ungkapnya seraya menunjukan selembar surat bukti penerimaan permohonan pembangunan rutilahu dari Desa Solokan ke Dinas PRKP tertanggal 13 Januari 2024, dan diterangkan bahwa permohonan tersebut diterima pada tanggal 16 Januari 2024 dan ditandatangani oleh seseorang bernama Karna, lengkap dengan stempel Dinas PRKP.

"Dan yang saya pegang ini, ini adalah bukti bahwa proposal tersebut sudah diterima dan ini bukti tanda terimanya dan di engkapi stempel, cuma mirisnya sampai saat ini ga ada kabar baik. Apakah semua ini hanya formalitas saja? atau hanya sekedar memberikan angin segar?" tambah Suhati dengan nada sedih.

Lebih lanjut, Suhati mengeluhkan bahwa menurutnya disaat musim hujan dirinya merasa sangat kesulitan, bahkan dirinya bersama 5 anaknya harus rela terjaga dalam keadaan bocor. Labih parahnya, dirinya juga menceritakan bahwa genting dan bambu penyangga atap rumahnya sempat ambruk saat diterjang hujan.

"Saya dan lima anak saya gak bisa tidur. Bagaiman saya dan anak saya mau tidur pak? sementara keadaan rumah saya sudah sangat parah dan sudah bocor semua, beberapa hari yang lalu ada angin kencang saja bambu dan genteng yang di lempengan dimana tempat saya tidur itu ambruk," keluhnya.

Sementara itu, guna mendapatkan informasi lebih lanjut, Jendela Jurnalis kemudian berupaya untuk mengonfirmasikan hal tersebut kepada Bogi selaku Kabid yang membidangi program Rutilahu tersebut. Namun sayangnya, saat dihubungi melalui panggilan telepon, nomornya sudah tidak aktif dan sulit untuk dihubungi. (Team)*

IMG-20240516-WA0016

JPPR Kuningan Pertanyakan Slogan “JURDIL” di KPU Kuningan

Sandi, Ketua JPPR Kuningan

Jendela Jurnalis Kuningan, JABAR - Maraknya spanduk kekecewaan yang bergambarkan tikus berdasi atas hasil kinerja KPU Kuningan, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) merasa perlu menyampaikan keprihatinan mendalam terkait dugaan praktik kecurangan dalam tahapan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Kuningan.

Sandi selaku ketua Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Kuningan ikut angkat bicara, pasalnya dengan tersebar luasnya spanduk tersebut dinilai ketidak tranparanan dan terindikasi benar adanya isu kongkalikong dalam proses pembentukan badan adhoc tingkat kecamatan PPK.

"Secara pribadi sangat menyayangkan sekali dengan isu dan pemberitaan KPU Kuningan yang hari ini beredar, baik di media pemberitaa dan tersebar luas spanduk kekecewaan di wilayah kabupaten kuningan, saya kawatir kekhawatiran tentang integritas dan transparansi KPU Kabupaten Kuningan dinilai memang tidak independent, jujur dan adil, sesuai dengan slogan yang digaungkan KPU Kuningan," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Sandi, JPPR Kuningan menilai bahwa penyebaran spanduk ini bukan sekadar ekspresi ketidakpuasan publik, melainkan indikasi adanya dugaan praktik kecurangan yang sistematis dalam tubuh KPU Kabupaten Kuningan.

"Fenomena ini harus segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret dan transparan. fenomena ini dapat dimaknai pula sebagai alarm yang serius bahwa ada masalah mendasar dalam mekanisme rekrutmen PPK kemarin, dan jika benar terjadi kecurangan, hal ini tidak hanya mencederai prinsip demokrasi, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan publik terhadap KPU Kuningan," tegas Sandi.

Berdasarkan laporan yang diterima JPPR Kuningan dari masyarakat dan pengawas independen, dugaan praktik kecurangan dalam perekrutan PPK meliputi beberapa hal diantaranya adalah Ada dugaan kuat bahwa seleksi PPK lebih mengutamakan kerabat dan orang dekat daripada kandidat yang memenuhi kualifikasi dan kompetensi, serta Minimnya transparansi dalam tahapan seleksi, khusus nya pada penetapan hasil akhir bagi peserta yang terpilih dan yang menjadi Calon PAW, membuat publik dan calon PPK meragukan kejujuran proses tersebut.

"Ya kami JPPR Kuningan selaku pemantau dan mitra Penyelenggara akan terus memantau dan laporan yang diterima JPPR Kuningan akan ditindak lanjuti lebih jauh, dan kami juga sudah berkordinasi dengan pemantau pemilu yang lain, kalo KPU Kuningan hari ini memang sedang masuk angin dan perlu di kerok agar angin nya keluar," ujarnya.

"Saya selaku Ketua JPPR Kuningan menuntut KPU Kabupaten Kuningan perlu melakukan reformasi terhadap mekanisme perekrutan PPK dengan mengutamakan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Setiap tahapan seleksi harus dapat diakses dan dipantau oleh publik untuk mencegah terjadinya praktik-praktik yang tidak etis, dan kami tidak akan segan untuk melayangkan surat audensi dengan pihak KPU Kuningan," pungkasnya. (Wan)*