Jendela Daerah

IMG-20240623-WA0006-1024x682

Jalan Tuparev Dikucuri CSR PT. JSP, Sementara Warga Cilamaya Mengaku Hanya Dapatkan Penderitaan dan Kecemasan

PLTGU PT. JSP (insert: Pri)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1 berkapasitas 1.760 Mega Watt (MW), yang dikelola PT. JSP berdiri dan berdomisili di Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Namun, saat mendengar adanya pengelolaan CSR (Coorporate Social Responsibility) PT. JSP yang dikucurkan di Jalan Tuparev akhirnya menuai polemik dan kekecewaan dari masyarakat Cilamaya yang berada dilingkungan berdirinya PLTGU tersebut.

Masyarakat menilai, PT. JSP telah menyakiti hati pemuda dan warga masyarakat Desa Cilamaya dan Desa Mekarmaya, dan terkesan seolah menganaktirikan dengan hanya memberikan bayangan penderitaan dan kecemasan atas dampak buruk dari berdirinya proyek PLTGU tersebut.

Hal tersebut dilontarkan oleh Pri, dimana dirinya merupakan salah satu warga Dusun Keserut, Desa Mekarmaya, yang rumahnya sangat dekat dengan berdirinya PLTGU PT. JSP tersebut.

"Jangan menganaktirikan kami, selama ini apa yang kami dapatkan? Hanya penderitaan dan bayangan kecemasan dari dampak buruk yang mungkin bisa saja terjadi kapanpun," keluhnya. Sabtu (31/8/24).

Pri menyebut, pendistribusian CSR tersebut tidak tepat sasaran, karena selama ini masyarakat sekitar disekitar hampir setiap hari terkena imbas oleh suara bising dari corong uap PLTGU tersebut.

"Kenapa harus ada CSR didalam sebuah perusahaan? Karena kita ketahui bersama bahwa itu adalah sebuah respon dari sebuah perusahaan kepada warga terdampak, supaya tidak terjadi gejolak sosial," ungkapnya.

Lebih lanjut, Pri menegaskan bahwa seharusnya penerima CSR dengan persentase terbesar adalah warga terdampak dari sebuah usaha yang dijalankan. Artinya, jika PT. JSP atau PLTGU mendapat untung (misalnya) melalui penyertaan modal, tentu yang paling layak mendapatkan adalah warga sekitar mega proyek tersebut.

“Bukan malah CSR itu dinikmati warga yang jauh dari area PLTGU, wong namanya aja PLTGU Cilamaya, kenapa CSR nya di jalan Tuparev?," tegasnya.

Pria yang akrab disapa dengan panggilan Bang Pri tersebut juga menjabarkan, bahwa semua program CSR yang diusulkan PT. JSP ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang hanya sebatas sinkronisasi, agar tidak terjadi tumpang tindih dengan kegiatan Pemerintah Desa (Pemdes), Kabupaten (Pemkab) baik tingkat provinsi (Pemprov) maupun program pusat.

“Bukan kemudian Bappeda yang menentukan sesuai kemauan Pemkab. Ini yang harus dipahami,” tandasnya.

Apalagi, jika semisal (contoh) sekarang ini ada program CSR yang ditangani oleh salah satu dinas, menurutya itu tidak tepat. Walau bagaimanapun, sebaiknya program tersebut tetap perusahaan yang melakukan proses penyalurannya, baik melalui lelang, bidding (penawaran), atau lainnya.

"Biar dinas terkait melaksanakan pekerjaan yang berbasis pada APBD saja. wong silpanya saja banyak, kok malah nambah pekerjaan lain,” sindirnya. (Nunu)*

IMG-20240831-WA0124

CSR PT. JSP Dikucurkan di Jalan Tuparev, Ketua LSM Lodaya Sebut Pengelola Tidak Profesional

Nace Permana, Ketua LSM Lodaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP/CSR) PT Jawa Satu Power (PT JSP) di Jalan Tuparev, Kecamatan Karawang Barat tuai polemik dan kritik publik Karawang.

Pasalnya, publik menilai lokasi PT JSP ada di Kecamatan Cilamaya Wetan yang semestinya pelaksanaan CSR perusahaan tersebut ada di Cilamaya namun faktanya pelaksanaan CSR PT JSP dialihkan untuk penataan Jalan Tuparev Kecamatan Karawang Barat.

Kritikan tersebut dipertegas oleh Ketua LSM Lodaya, Nace Permana. Bahkan menurutnya, CSR PT JSP di Jalan Tuparev sarat dengan kepentingan tertentu.

“Ya pasti (ada kepentingan), sekarang yang menjadi motif CSR itu dipindahkan ke Jalan Tuparev apa? Itu kan pasti ada motif, kalau sudah bicara motif pasti bicara kepentingan,” kata Nace kepada media, Sabtu (31/8/2024) siang.

Nace mengaskan, apabila kepentingannya adalah untuk masyarakat mestinya lokasi CSR PT JSP itu ada di Cilamaya karena masyarakat terdampaknya ada di Cilamaya.

“Jalan rusak masih banyak di Cilamaya, masyarakat miskin juga masih banyak di sana, nah kenapa tidak mereka yang didahulukan. Bukan di Jalan Tuparev karena itu bukan jalan rusak dan tidak urgen yang harus dirubah, toh selama ini jalan Tuparev juga masih bagus dan layak dilalui,” ujarnya.

Nace meminta pihak Forum CSR harus bertanggung jawab atas polemiknya CSR PT JSP.

“Forum CSR harus transparansi dan harus bisa berikan klarifikasi kepada warga Cilamaya, jangan sampai nanti ada pergerakan dari masyarakat Cilamaya karena mereka merasa dianak-tirikan,” tegasnya.

Nace menambahkan, adanya polemik CSR  PT JSP di Jalan Tuparev merupakan bentuk pengelolaan CSR yang tidak professional.

“Ini merupakan kesalahan besar dalam sisi tata Kelola keuangan, harusnya Forum CSR berpikir bijak, masyarakat terdampak yang harus diutamakan,” tuturnya.

Nace juga menilai, polemik CSR PT JSP di Jalan Tuparev bukan kesalahan di pihak perusahaan, tetapi di pihak Forum CSR. Ketika perusahaan telah keluarkan CSR artinya sudah ada bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

“Tinggal (ditelurusi) bergesernya uang ini dari perusahaan ke Forum CSR dikemanakan, kecauali kalau memang pengelolaannya langsung ditangan perusahaan, kalaupun pengelolaannya ada diperusahaan tentunya ada titik kepantasan mengapa lokasi CSR-nya ada di Jalan Tuparev,” tutupnya. (red)*

IMG-20240829-WA0145

Dapatkan Bantuan Amphibious, Kades Ciparagejaya Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Karawang dan Dinas PUPR

Penurunan alat berat (insert : Kades Ciparagejaya)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dinas PUPR Kabupaten Karawang saat ini tengah melakukan upgrading untuk peralatan yang dimiliki, salah satunya ialah untuk penyediaan alat berat berupa Excavator Amphibious yang diperlukan untuk pengerukan di wilayah muara pantai dan pesisir.

Atas hal tersebut, Kepala Dinas PUPR bersama Bupati Karawang melakukan peninjauan uji coba penurunan atau pengoperasian untuk pertama kalinya alat yang baru dibeli tersebut dipergunakan. Kamis (29/8/24).

Dalam kunjungannya, Bupati Karawang menyempatkan untuk berbincang bersama staff bidang di Dinas PUPR Karawang seperti Bidang SDA dan Bagian Workshoop.

Bupati menjelaskan, pengadaan alat tersebut merupakan upaya pemerintah, agar kebutuhan dalam setiap pengerjaan pengerukan saluran maupun yang lainnya dapat terpenuhi dengan baik, khususnya dengan memiliki alat yang memadai untuk di medan sulit seperti di wilayah muara laut.

Sementara itu, H. Rusman selaku Kepala Dinas PUPR saat dimintai keterangannya menjelaskan bahwa alat tersebut merupakan pembelian baru. Bahkan, alat tersebut didatangkan langsung oleh pihak penjual lengkap dengan teknisinya.

"Itu beli baru, barangnya langsung dibawa ke sini dalam rangka uji coba perdana," ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa alat baru yang akan di uji coba tersebut diharapkan nantinya akan bermanfaat untuk keberlangsungan dan kelancaran aktifitas nelayan.

Langkah tersebut pun mendapatkan apresiasi dari Kabun, S.Pd.I., selaku Kepala Desa Ciparagejaya. Ketika diwawancarai Jendela Jurnalis, Ia mengaku sangat bersyukur atas apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah, khususnya oleh Bupati dan Dinas PUPR yang telah menghibahkan alat berat tersebut untuk ditempatkan di Ciparagejaya.

"Saya ucapkan terimakasih banyak, atas upaya pemerintah yang sudah memperhatikan dan merealisasikan apa yang selama ini menjadi harapan nelayan, terlebih atas permasalahan yang selama ini terjadi," ucapnya.

"Insya Allah, kami sebagai penerima manfaat dan penerima amanah, akan menjaga dengan sebaik-baiknya," tambahnya.

Kabun menerangkan, beberapa tahun ini aktifitas nelayan kerap kalo terganggu atas sering terjadinya pendangkalan di wilayah muara sungai Cibulan - Bulan, sehingga pengerukan sedimen harus lebih sering dilakukan. Dengan adanya alat yang akan selalu standby diwilayah tersebut, Ia berharap hal tersebut akan menjadi solusi terbaik untuk permasalahan pendangkalan. (Nunu)*

IMG-20240829-WA0069

Pembangunan Japak dari Program DD Tahap ll Tahun 2024 di Desa Segaran Diduga Curangi Volume dan Diborongkan ke Pihak Ketiga

Kondisi pembangunan Jalan Setapak di Desa Segaran

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Diduga Bangunan Jalan Setapak Di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang diduga tidak sesuai Dengan RAB dan curangi volume sebagaimana yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) 2024 Tahap ll. Kamis (29/8/24).

Diketahui, pembangunan jalan setapak yang berlokasi di Dusun Segaran, RT. 06/02 diduga tidak sesuai dengan RAB, hal tersebut berdasarkan hasil investigasi awak media dilapangan, dimana pada proses pembangunan jalan setapak tersebut ditemukan kejanggalan seperti pada proses pengecoran papan bigisting tidak full dan terkesan curangi ketebalan volume tinggi bangunan jalan setapak dan diduga tidak sesuai RAB.

Selain itu, pada ketebalan jalan setapak yang seharusnya untuk volume tinggi 10 CM, namun dalam realisasinya ukuran ketebalan terukur bervariasi, yaitu hanya ada sekitar 7 - 8 CM. Dengan adanya dugaan ini, diduga pembangunan jalan setapak tersebut ada unsur untuk memperkaya diri.

Sementara itu, erdasarkan hasil informasi dari masyarakat disekitar lokasi, pekerjaan tersebut ternyata di pihak ke-3 kan atau biasa dikenal dengan istilah diborongkan.

"Bagaimana kerjaan maksimal, kalau fisik bangunan Dana Desa diborongkan, yang ada kualitas dan kuantitas akan buruk," ucap seorang warga yang enggan namanya dipuplikasikan.

Sementara itu, saat ditanyai mengenai keberadaan papan informasi pekerjaan tersebut, karena berdasarkan Undang - Undang KIP tentunya adanya papan informasi merupakan hal yang wajib. Namun, menurut salah satu tenaga kerja yang tidak mau disebutkan namanya, dirinya mengatakan bahwa hanya sebatas bekerja

"Kami hanya sebatas kerja Pak," ucapnya.

Namun, yang jadi pertanyaan publik apakah boleh fisik pekerjaan Dana Desa dipihak ke-3 kan? Oleh karena itu, dugaan ini ada unsur merugikan keuangan Negara, pasalnya ketebalan jalan tersebut jelas tidak sesuai RAB.

Dengan. ada nya informasi ini, diharapkan bisa menjadi acuan bagi Inspektorat Kabupaten Karawang, untuk mengecek bangunan jalan setapak di Desa Segaran.

Hingga berita diterbitkan, Kepala Desa Segaran belum bisa di hubungi untuk dimintai konfirmasi. (Tinggun/red)*

Editor : Nunu Nugraha

IMG-20240828-WA0025

Pengurus dan Anggota Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu PAC Cilebar Gelar Kegiatan Gotong Royong di Area Pertanian Desa Mekarpohaci

Lokasi Gotong Royong pelebaran jalan pertanian

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Gotong royong, merupakan kegiatan yang dilakukan bersama-sama secara sukarela untuk menyelesaikan suatu tugas dengan mudah dan ringan. Kata gotong royong berasal dari bahasa Jawa, "gotong" berarti memikul atau mengangkat, dan "royong" berarti bersama-sama. Jadi, gotong royong secara harfiah berarti mengangkat atau bekerja bersama-sama.

Di Indonesia sendiri, gotong royong juga merupakan sebuah budaya yang sudah tertanam dan mengakar dilingkungan masyarakat. Selain itu, gotong royong tidak hanya melibatkan aktivitas fisik, tetapi juga mencerminkan solidaritas, rasa persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama. Gotong royong dapat dilakukan di rumah, sekolah, atau masyarakat, dan tidak hanya pada momen penting, tetapi juga menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut pula yang kini tengah diimplementasikan oleh jajaran pengurus dan anggota Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu (PS Indonesia Bersatu) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Cilebar dengan melakukan gotong royong di area pertanian yang terletak di Dusun Pasung, Desa Mekarpohaci, Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang. Rabu (28/8/24).

Dalam pelaksanaannya, jajaran pengurus dan anggota berkolaborasi dengan pemerintahan desa setempat, bersatu padu memperbaiki akses jalan pertanian dengan cara melakukan pengarugan, guna memperlebar akses jalan pertanian tersebut, agar akses petani dalam melakukan aktifitas pertanian dapat lebih mudah dan lebih baik lagi.

Dalam pantauan Jendela Jurnalis, terlihat bahwa jalan pertanian yang sebelumnya hanya berukuran lebar kurang dari 2 meter, kini lebar jalan tersebut telah diperlebar hingga hampir 2 kali lipat, sehingga untuk akses kendaraan bermotor pun tidak akan kesulitan jika berpapasan dengan kendaraan lainnya.

Saat diwawancara, Naryo selaku Ketua PAC Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kecamatan Cilebar mengungkapkan bahwa dirinya bersama jajaran pengurus akan selalu mengedepankan budaya gotong royong untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Insya Allah, kami Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu PAC Cilebar akan selalu menanamkan jiwa gotong royong dalam setiap tindakan yang memiliki nilai kebermanfaatan untuk masyarakat khususnya di Cilebar," ungkapnya.

Naryo berharap, dengan selalu mengedepankan penanaman kebiasaan gotong royong, tentunya suatu saat pasti akan terbentuk solidaritas yang baik, begitupun dengan asas kebermanfaatannya dengan selalu menggelar kegiatan positif lainnya.

Selain diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu, kegiatan tersebut juga diikuti oleh jajaran pemerintahan Desa Mekarpohaci beserta masyarakat dan tokoh petani dilingkungan Dusun Pasung. (Nunu)*

IMG-20240826-WA0010

Diduga Lemah Pengawasan, Pekerjaan Pemagaran SDN Srijaya ll Tirtajaya Terkesan Asal Jadi

Papan informasi dan kondisi pemasangan pondasi yang bercampur puing

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang kini tengah merealisasikan kegiatan pembangunan berupa pemagaran di SDN Srijaya ll yang terletak di Dusun Cicau, Desa Srijaya, Kecamatan Tirtajaya. Minggu (25/8/24).

Diketahui, pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV. Masadi Karya dengan nomor kontrak 027.03.PPK/SPMK/DISMAS-3123727/VII/2024 dalam pekerjaan senilai Rp. 175.872.000.00,- (seratus tujuh puluh lima juta delapan ratus tujuh puluh dua ribu rupiah) yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran (TA) 2024.

Namun, berdasarkan keterangan dari warga disekitar lokasi pekerjaan, proses pengerjaannya dinilai asal jadi dan seolah lemah pengawasan.

"Itu pekerjaannya seperti itu, kayaknya asal jadi aja, gak tau itu pengawasnya sering datang atau enggaknya," ucap seorang warga yang namanya enggan dipublikasikan.

Diketahui, dalam proses pengerjaannya, proses pemasangan pondasi bangunan pemagaran, selain menggunakan batu belah, juga dioplos menggunakan puing sisa bongkaran bangunan yang lama, tentunya itu akan berdampak buruk terhadap kualitas bangunan pemagaran.

Selain itu, dalam penggunaan material besi yang dipergunakan untuk pagar tersebut, diketahui bahwa besi yang digunakan sudah berkarat layaknya besi yang sudah lama tak terpakai.

Hingga berita ini, pihak pelaksana maupun pengawas yang bertugas untuk mengawasi pekerjaan tersebut belum diketahui dan belum dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi. (NN)*

IMG-20240819-WA0040

Kunjungi Desa Tegalurung, BP3MI Jabar bersama Kawan PMI Karawang Fasilitasi Purna PMI di Cilamaya Kulon untuk Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

Petugas BP3MI dan Ketua Kawan PMI Karawang bersama Kepala Desa Tegalurung

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka melakukan pembinaan terhadap Purna PMI (Pekerja Migran Indonesia), BP3MI (Balai Pelaksana Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Provinsi Jawa Barat bersama Kawan PMI (Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia) Kabupaten Karawang kini tengah mempersiapkan program pelatihan kewirausahaan. Senin (19/8/24).

Hal tersebut sebagaimana yang dilakunan oleh Ferdy Ramadhan, S.M., dan Bella Suci Pertiwi, S.E., selaku Petugas dari BP3MI Jawa Barat bersama Kawan PMI Karawang. Yang dimana hari ini mereka tengah melakukan kunjungan ke Kantor Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

Dalam kunjungannya, puluhan Purna PMI asal Kecamatan Cilamaya Kulon dikumpulkan di Aula atau Gedung Serba Guna Desa Tegalurung, untuk dilakukan validasi dan seleksi, guna dapat mengikuti kegiatan pelatihan kewirausahaan yang akan diselenggarakan pada September mendatang.

Adapun untuk pelatihannya, Bella Suci Pertiwi, S.E., menerangkan bahwa untuk mengikuti pelatihan, nantinya akan diseleksi, karena kuota peserta untuk peserta pelatihan hanya untuk 20 orang saja. Maka dari itu, dilakukanlah seleksi sesuai kriteria yang dimaksud.

"Untuk pelatihannya nanti kita akan laksanakan Bulan September, dan akan berjalan selama 4 hari," terangnya.

Pengurus Kawan PMI Karawang saat memberikan sosialisasi kepada calon peserta kewirausahaan

Sementara itu, H. Ahmad Fanani, S.Pd., dalam kesempatannya mengungkapkan bahwa atas digelarnya program pelatihan tersebut, semoga bisa memberikan dampak dan manfaat yang positif untuk para Purna PMI.

"Semoga dengan adanya pelatihan kewirausahaan ini, bisa memberikan dampat dan manfaat yang positif untuk Ibu dan Bapak sebagai Purna PMI," ungkapnya.

Selain itu, Ia juga mengucapkan rasa terimakasihnya terhadap Pemerintahan Desa Tegalurung yang telah bersedia memberikan fasilitas gedung serba guna yang belum lama ini selesai dibangun tersebut dipergunakan untuk tempat seleksi maupun tempat penyelenggaraan pelatihan nantinya.

"Saya ucapkan banyak terimakasih juga untuk Pemdes khususnya Kades Tegalurung yang telah memfasilitasi seleksi ini, dengan mengizinkan gedung serba guna ini untuk berjalannya kegiatan kami," tambahnya.

Menanggapi adanya program pelatihan tersebut, Toto Nur Anwari selaku Kepala Desa Tegalurung mengaku sangat mengapresiasi langkah BP3MI dengan Kawan PMI Karawang tersebut. Menurutnya, Purna PMI memang harus dibekali dengan keterampilan, agar mereka dapat mandiri dengan berwirausaha.

Lebih lanjut, atas dipergunakannya gedung serba guna yang belum lama selesai dibangun tersebut, Ia mengaku sangan bersyukur, karena meskipun gedung tersebut belum 100 % rampung, akan tetapi sudah memiliki nilai manfaat untuk warga sekitar, khususnya untuk warga di Kecamatan Cilamaya Kulon.

Adapun dalam penggunaanny, Ia mengatakan bahwa dengan adanya gedung tersebut, pihaknya akan selalu terbuka untuk memfasilitasi kegiatan apapun yang memiliki nilai positif dari intansi-intansi, baik dari luar daerah maupun dari tingkat provinsi, kabupaten dan kecamatan, sehingga asas manfaat dari adanya gedung tersebut pun terpenuhi sesuai ketentuannya.

"Mungkin kedepannya fasilitas gedung serba guna akan lebih dimantapkan lagi," pungkasnya. (Nunu)*

IMG-20240817-WA0069

H. Endang Sodikin Bakal Pimpin DPRD Karawang Berdasarkan SK DPP Partai Gerindra, Askun : “Mengapa Masih Ada yang Nyinyir?”

H. Endang Sodikin (kiri) Asep Agustian / Askun (kanan)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Setelah spekulasi yang cukup panjang, teka-teki mengenai siapa yang akan menjadi Ketua DPRD Kabupaten Karawang periode 2024-2029 dari Fraksi Partai Gerindra akhirnya terjawab. Sebagai partai pemenang Pemilu 2024, Partai Gerindra berhak menduduki kursi Ketua DPRD, dan pilihan tersebut jatuh pada H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H.

Informasi ini diperkuat oleh Asep Agustian, S.H., M.H., seorang pengamat pemerintahan, yang mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan konfirmasi mengenai penetapan Endang Sodikin melalui Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

"Saya sudah mendapat kabar bahwa beliau, H. Endang Sodikin, telah mendapat mandat dari DPP Partai Gerindra untuk menduduki posisi Ketua DPRD Kabupaten Karawang," ujar Asep kepada media pada Sabtu, 17 Agustus 2024.

Asep berharap bahwa keputusan ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya fatsun politik dan loyalitas tinggi dalam berorganisasi, terutama bagi para pengurus Partai Gerindra di Karawang.

Namun, ia juga menyayangkan adanya beberapa pihak yang masih mengkritik keputusan tersebut, meskipun SK sudah dikeluarkan oleh DPP Partai Gerindra dan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum, Prabowo Subianto.

"Sudah jelas bahwa surat penetapan Endang Sodikin sebagai Ketua DPRD Kabupaten Karawang telah dikeluarkan oleh DPP Partai Gerindra. Mengapa masih ada yang nyinyir? Apalagi jika kritik tersebut datang dari sesama pengurus partai. Ini bukan sikap yang elok," tambahnya.

Sementara itu, Ecan Frandisco, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Gerindra Kabupaten Karawang, juga mengonfirmasi kebenaran SK tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan ini tidak terpengaruh oleh pernyataan dari salah satu pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Karawang yang sempat diramaikan di media.

"Benar, surat penetapan untuk Ketua DPRD Kabupaten Karawang kepada Endang Sodikin sudah ada," ucap Ecan.

Ecan menekankan bahwa ada perbedaan antara tugas Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) dan tugas legislatif. "Yang berbicara di media itu Bapilu, yang seharusnya fokus pada strategi pemenangan pemilu, bukan urusan legislasi atau penetapan pimpinan DPRD. Kebijakan ini murni merupakan keputusan partai, dan tidak ada campur tangan Bapilu dalam urusan ini," tandasnya.

Dengan demikian, H. Endang Sodikin telah resmi ditetapkan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Karawang untuk periode 2024-2029, sebuah keputusan yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Kabupaten Karawang. (red)*

IMG-20240816-WA0032

Ratusan Pelajar SD dan TK Meriahkan Karnaval HUT RI Ke-79 di Aceh Barat

Perayaan Karnaval HUT RI ke-79 di Halaman Kantor Bupati Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) turut memeriahkan karnaval dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-79 di Aceh Barat. Acara karnaval yang penuh warna dan semangat nasionalisme ini dilepas langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Drs. Mahdi Efendi, di halaman Kantor Bupati setempat pada pagi hari ini. Jumat (16/08/2024).

Karnaval ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas mereka dalam beragam kostum bertemakan kemerdekaan, mulai dari pakaian adat nusantara hingga kostum pahlawan nasional. Antusiasme para peserta dan masyarakat yang menyaksikan terlihat sangat tinggi, menjadikan suasana semakin meriah.

Pj Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta dan pihak sekolah yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Beliau juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai patriotisme dan kebangsaan kepada generasi muda sejak dini.

“Karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak kita untuk mengenal lebih dalam sejarah perjuangan bangsa. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan setiap tahunnya,” ujar Mahdi Efendi.

Acara karnaval ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-79. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda dan seluruh masyarakat, pungkas Mahdi. (Muhibbul)*

IMG-20240816-WA0031

Ketuai ICK, H. Acep Kusnadi Siapkan Program Inovatif untuk Lima Tahun Kedepan

Foto jajaran pengurus ICK bersama Bupati Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pengurus Islamic Center Karawang (ICK) periode 2024-2029 resmi dikukuhkan oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh di Aula Husni Hamid, Kamis (15/8/2024). Tampak sejumlah pimpinan OPD Karawang hadiri pengukuhan tersebut.

ICK kini dikomandoi oleh H. Acep Kusnadi, sedangkan H. Rafiudin Firdaus yang sebelumnya jadi ketua kini menjabat sebagai sekretaris, H. Asep Irawan Syafei duduk sebagai wakil sekretaris dan Andri Andriansyah diamanahi jabat bendahara.

H. Acep dalam perbincangannya dengan Wartawan di Sekretariat ICK pada Jumat (16/8/2024), menyampaikan, dalam lima tahun kedepan ada banyak PR yang mesti dibereskan olehnya bersama pengurus lainnya, baik dalam hal fisik bangunan (sarana prasarana) dan program syiar Islam.

“Tempo lima tahun kedepan, selain akan membenahi manajerial, kami akan urusi hal yang sederhana, yakni soal kebersihan lingkungan ICK,” ucapnya.

Ia memaparkan, lingkungan area ICK harus bersih dari sampah-sampah sehingga ICK tampak asri enak dipandang oleh publik. Begitu juga dalam hal keamanan dan kenyamanan.

“Masjid Al-Jihad harus ditata lebih rapi juga, sebentar lagi datang musim hujan para jamaah masjid tidak boleh terganggu dengan hal itu,” ucapnya.

Ia juga menyoroti persoalan area ICK yang masih terlihat genangan air ketika datang musim hujan.

“Kami akan perbaiki drainase. Apakah akan dibiarkan seperti dahulu kan tidak mungkin, perbaikan dan peningkatan drainase supaya tidak terjadi banjir ketika hujan, terjadinya genangan air di area ICK itu kan disebabkan aliran drainase tersendat oleh sampah,” ungkapnya.

Pihaknya pun akan lakukan penataan parkir di area ICK. Lokasi untuk motor atau kendaraan roda dua (R2) tentunya dibedakan tripnya dan dipisahkan dengan kendaraan mobil.

"Nanti ada petunjuk tidak disatukan parkir motor dan mobil. Kami tidak akan memungut uang parkir. Parkir free hanya saja ada kotak infak," ujarnya.

“Tiga hal itu saja dahulu yang diprioritaskan, sementara bidang-bidang lain sedang diformulasikan oleh pengurus lainnya, mereka diberikan keluasaan untuk improvisasi dan inovasi membuat program demi kemajuan ICK,” timpal pensiunan Kementerian Agama ini.

Mengawali tuganya sebagai Ketua ICK, H. Acep mengutip filosofi pernyataan mantan Presiden AS Bill Clinton dan Wapres Algore ‘Let’s work together and star with little success’.

“Marilah kita bekerja bersama-sama dan mulailah dengan kesuksesan yang kecil. Kesuksesan yang besar apapun bentuknya harus dimulai dengan hal-hal yang kecil dahulu supaya ada tahapan seperti Pak Harto pimpin negeri dengan konsep Repelita menjadi Pelita,” ujarnya.

H. Acep optimis dengan SDM-SDM yang menjadi pengurus ICK mumpuni untuk membangun peradaban Islam, khususnya masjid di Islamic Center menjadi pilot project bagi masjid lainnya.

Untuk menjadi pusat peradaban Islam di Karawang, pihaknya akan berkolaborasi dengan MUI dalam hal labelisasi makanan (produk) halal agar masyarakat bisa bedakan mana halal dan haram.

“Seperti halnya di Chulalongkorn University di Thailand, semua produk halal haram di Thailand ditayangkan disana dan mereka bekerjasama dengan MUI, saya pernah ke sana dan itu akan dicoba Kerjasama dengan MUI dan pihak lainya,” tandasnya.

Dalam hal penentuan 1 Ramadhan, 1 Syawal ddan 1 Muharram, ICK akan bekerjasama dengan Badan Hisab Rukyat (BHR) Karawang.

“Diharapkan ICK jadi tempat persatuan umat Islam, karena pengurus ICK ada perwakilan dari pelbagai ormas Islam, ada yang dari NU, Muhammadiyah, Persis ada, juga Mathlaul Anwar juga ada,” tuturnya.

Ia berharap juga impiannya ada hotel atau penginapan syariah berkapasitas 500 di area ICK bisa terwujud.

“Sehingga ketika musim haji tiba, para jamaah haji bisa istirahat dengan aman dan nyaman di situ. Kami sudah diberikan kebebasan oleh Bupati H. Aep Syaepuloh untuk jalankan program pada waktu pelantikan kemarin,” tutupnya. (red)*