Jendela Daerah

IMG-20240605-WA0032

Temukan 166 Proyek Rutilahu Terindikasi Ilegal, Aktivis Karawang Buka Laporan ke Kejati Jabar

Foto Puga Hilal Bayhaqie usai membuat laporan di Kejati Jabar

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Kejaksaaan Tinggi Jawa Barat diminta untuk segera melakukan penggeledahan di dua organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Karawang yaitu Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, menyusul adanya dugaan pembangunan proyek Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang terindikasi dikerjakan secara ilegal pada tahun 2023.

Hal itu diungkapkan Pegiat Media Sosial Puga Hilal Bayhaqie kepada awak media usai membuat laporan resmi di Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Jalan R.E Martadinata No. 54 Kota Bandung, Kamis, 30 Mei 2024.

Menurut Puga, penggeledahan diharapkan harus segera dilakukan, karena khawatir pihak yang menjadi terlapor berpotensi menghilangkan barang bukti, sementara dugaan kerugian negara terbilang cukup besar.

“Terkait dugaan kasus tersebut, kami menghitung adanya dugaan kerugian negara atau APBD Kabupaten Karawang yang penggunaanya tidak bisa dipertanggungjawabkan mencapai Rp. 7 miliar,” kata Puga Hilal Bayhaqie.

Puga menjelaskan, dari data yang telah diinventarisirnya, Ia mendapatkan informasi yang menyebutkan bila ada oknum pejabat tinggi di Karawang disinyalir telah memerintahkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) yang saat itu dijabat oleh Asip Suhendar agar instansi tersebut memberikan bantuan Rutilahu yang jumlahnya mencapai 166 unit melalui pendataan yang diduga oleh tim sukses oknum pejabat tinggi tersebut.

“Dampaknya 166 unit Rutilahu tersebut tidak masuk pada calon penerima calon lokasi (CPCL) di Dinas PRKP, selain itu anggaran yang dicairkan melalui BPKAD yang diperkirakan mencapai Rp. 7 miliar tersebut juga tidak mendapatkan persetujuan dari DPRD Kabupaten Karawang,”  jelasnya.

“Bagaimana mungkin bisa mendapat persetujuan dewan, datanya saja tidak masuk pada e-katalog, sementara program yang masuk pada e-katalog sebagian belum juga dibayarkan padahal sudah lewat tahun anggaran,” timpalnya.

Selanjutnya, selaku pelapor Puga berharap tim Kejati Jabar agar memeriksa mantan Kepala BPKAD dan mantan Dinas PRKP Asip Suhendar, untuk memastikan apakah benar proyek Rutilahu yang terindikasi ilegal hingga menyebabkan Rp7 miliar APBD Kabupaten Karawang diduga tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Disisi lain ada ratusan proyek rutilahu yang nilainya juga berkisar Rp. 6-7 miliar yang belum dibayarkan oleh Pemkab Karawang. Desas-desus yang terdengar para pemborong tidak berani untuk menyampaikan protes, meski mengalami kerugian karena khawatir mereka tidak mendapatkan proyek lagi dari Pemkab Karawang,” pungkasnya. (red)*

IMG-20240603-WA0019

Polda Aceh Gelar Apel Penerimaan Siswa Latja Diktukba Polri Gel I T.A 2024 SPN

Penandatanganan berita acara

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K., M.H., menyambut kedatangan siswa Latihan kerja dan memimpin Apel serah terima bertempat di halaman apel Mapolres Aceh Barat pada Selasa (03/06/2024) pukul 08.00 WIB.

Sebanyak 47 siswa dari Gelombang I latihan kerja (Latja) Siswa Diktukba Polri Gel 1 T.A 2024 SPN Polda Aceh di Polres Aceh Barat. Dengan lamanya latihan kerja 30 hari, terhitung mulai tanggal 3 Juni Sampai dengan 3 Juli 2024.

Acara tersebut diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Barat, Kapolsek Jajaran, Perwira Staf, Anggota Polres dan perwakilan Polsek Jajaran. Turut hadir pendamping dari SPN yang memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ini.

Dalam acara tersebut Kapolres berpesan kepada para Siswa Diktukba Polri Gel I T.A 2024 yang melaksanakan Latja, Seraplah ilmu dan ikutilah segala sesuatunya dengan baik dan benar selama pelaksanaan Latja.

Teruslah belajar / berlatih dan mengembangkan diri selama proses pembelajaran atau pelatihan agar nantinya dapat menghadapi tugas setelah dilantik dan ikutilah aturan yang berlaku di Polres Aceh Barat selama pelaksanaan Latja.

Yang sebelumnya, kata Kapolres telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Kasie Dokkes Polres Aceh Barat Aipda Muchlis S.Kep, terhadap siswa Latja sebagai bagian dari tahapan awal pelaksanaan program ini.

Kegiatan ini berdasarkan Surat Kepala Kepolisian Daerah Aceh Nomor : B/1199 / VI / DIK.2.1 /2024 tanggal 17 Mei 2024 tentang Latihan Kerja Siswa Diktukba Polri Gelombang I T.A. 2024.

Kepada para Mentor dan Perwira Pendamping, kata Kapolres, agar selalu melekat dan terus mengawasi setiap kegiatan Siswa, berikan Motivasi, Arahan, bimbingan dan petunjuk serta Ilmu-ilmu Kepolisian kepada para Siswa Latja. (Laporan : Muhibbul Jamil/AB)*

IMG-20240602-WA0010

CV. Anugrah Jaya Kerjakan Penurapan Normalisasi Saluran Pertanian di Dusun Cigobang Manggungjaya Diduga Asal Jadi

Kondisi pekerjaan (insert: papan informasi)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah merealisasikan program normalisasi berupa penurapan di Saluran Pertanian Dusun Cigobang Blok Kalen Tengah, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon. Minggu (2/6/24).

Pekerjaan tersebut dikerjalan oleh CV. Anugrah Jaya, dengan nominal anggaran sebesar Rp. 189.217.000,- (seratus delapan puluh sembilan juta dua ratus tujuh belas ribu rupiah) yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun 2024.

Namun dalam pelaksanaanya, proses pengerjaannya diduga terkesan asal jadi dan tak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Hal tersebut berdasarkan pada fakta yang terjadi dalam proses pembangunannya, dimulai dari galian yang dilakukan diduga terlalu dangkal dan hanya sebatas mata kaki, selain itu pemasangan material batu dan adukan tanpa didasari adukan, serta kondisi medan berair tanpa dipasangkannya kisdam. Hal tersebut jelas akan sangat mempengaruhi kualitas dari bangunan.

Mendengar adanya hal tersebut, salah satu warga berinisial EM turut memberikan komentarnya, menurutnya, dalam proses pengerjaan pembangunan Turap atau TPT, tentunya ada tata cara tersendiri, dimulai dari galian yang sesuai, dengan tujuan agar bangunan tidak mudah roboh, itu pun harus didasari adukan semen terlebih dahulu sebelum batu dipasangkan.

Selain itu, pada kondisi medan berarir, seharusnya ada proses pemasangan kisdam, dengan tujuan agar kondisi pondasi penurapan tidak terganggu oleh air.

Bahkan, dengan tegas warga tersebut mengatakan bahwa jika dirinya bertugas sebagai pengawas, sudah pasti ia akan meminta pelaksana untuk membongkar kembali bangunan tersebut.

"Eta mahi teu galian pondasina? Kisdam na dimana? Mana adukan didasarna? Mun urang pengawas namah rek titah dibongkar da," ujarnya dengan bahasa sunda.
(Itu cukup gak ukuran galian pondasinya? Kisdamnya dimana? Adukan dasarnya mana? kalau saya jadi pengawas, mau saya suruh bongkar).

Lebih lanjut, dirinya juga meminta agar pihak Dinas PUPR memberikan teguran kepada pihak pelaksana CV. Anugrah Jaya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Jendela Jurnalia belum berhasil mengonfirmasikan dan belum berhasil meminta tanggapan tarkait adanya hal tersebut kepada pihak pengawas dari Dinas PUPR Karawang. (Pim)*

IMG-20240601-WA0037

Gelar Festival Karnaval Antar RT, Pemdes Manggungjaya Meriahkan HUT Ponpes Al-Makiyyah Sekaligus Peringati Hari Lahir Pancasila

Foto Peserta Festival Karnaval

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka memperingati HUT (Hari Ulang Tahun) Ponpes (Pondok Pesantren) Al-Makiyyah yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Pemdes (Pemerintahan Desa) Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang mendukung dan memeriahkannya dengan menggelar acara Festival dan Karnaval antar RT pada Sabtu (16/24).

Kegiatan tersebut sangat disambut baik oleh masyarakat Desa Manggungjaya, terlihat dari acara Festival dan Karnaval berbagai kreatifitas warga dari setiap RT, dengan mengusung tema "Pancasila" melalui aneka ragam hiasan maupun atribut / kostum unik.

Didi Sukardi selaku Kepala Desa Manggungjaya menuturkan bahwa dalam rangka memeriahkan acara HUT Ponpes Al-Makkiyah yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila tesebut, pihak panitia acara telah mempersiapkan sejumlah hadiah berupa piala serta sejumlah uang untuk juara 1,2 dan 3. Hal tersebut bertujuan untuk lebih menyemangati seluruh peserta karnaval.

Adapun untuk hadiahnya, Kades menjelaskan bahwa untuk Juara 1 nantinya akan mendapatkan Piala dan uang pembinaan sebesar 700 ribu rupiah, Juara 2 mendapatkan Piala dan uang pembinaan sebesar 500 ribu rupiah, dan untuk Juara 3 mendapatkan Piala dan uang pembinaan sebesar 400 ribu rupiah.

Kades Manggungjaya Didi Sukardi (kiri) saat kegiatan karnaval berlangsung

Pada pelaksanaan kegiatan festival karnaval, diawali dengan berkumpul di Depan Masjid Nurul Bayan, untuk kemudian seluruh peserta berjalan berkeliling Desa Manggungjaya sesuai rute yang telah ditentukan panitia dengan titik akhir di Halaman Ponpes Al-Makiyyah, dimana di lokasi Ponpes tersebut telah digelar beberapa rangkaian kegiatan lainnya sejak pagi hari, dan bahkan masih ada rangkaian acara lainnya hingga malam hari.

Dalam kesempatannya, Kades Manggungjaya juga memberikan ucapan selamat ulang tahun untuk Ponpes Al-Makiyyah.

"Saya ucapkan selamat ulang tahun untuk Ponpes Al-Makiyyah," ucapnya.

Disamping itu, selain memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ponpes Al-Makiyyah, Kepala Desa juga berpesan kepada masyarakat Desa Manggungjaya, khususnya bagi generasi muda, agar bisa lebih mengenal dan memahami isi dari Pancasila.

"Melalui kegiatan ini, saya berharap agar masyarakat terutama kalangan anak muda, bisa lebih mengenal dan memahami isi daripada Pancasila," pungkasnya. #Nunu

IMG-20240601-WA0014

Pj Bupati Aceh Barat Raih Penghargaan Serambi Awards Kategori Sukses Tekan Inflasi Daerah

Foto saat Pj Bupati Aceh Barat menerima piagam penghargaan "Serambi Awards"

Jendela Jurnalis Aceh Barat, BANDA ACEH - Penjabat (Pj) j Bupati Aceh Barat, Drs Mahdi Efendi, dianugerahi penghargaan Serambi Awards untuk kategori Sukses menekan inflasi daerah. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilannya dalam mengelola inflasi secara efektif, dan telah berkontribusi signifikan terhadap kemajuan ekonomi daerah. "Penghargaan ini merupakan pengakuan atas dedikasi yang tinggi dalam pengelolaan inflasi, sehingga memperoleh dana insentif fiskal selama tiga kali berturut-turut," ujar Mahdi, Jum'at (31/05/2024) malam, di gedung AAC Dayan Daood, kampus USK.

Mahdi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan ini dan mengakui bahwa prestasi yang ia raih tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat. Dirinya juga menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efisiensi pengelolaan dana demi kesejahteraan masyarakat Aceh Barat.

Menurut nya, Serambi Awards merupakan salah satu penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Harian Serambi Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi dan kontribusi individu maupun lembaga dalam berbagai bidang. Penghargaan ini menjadi motivasi baginya dan seluruh jajaran pemerintahan daerah untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Aceh Barat.

Ia juga menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik dan efisiensi pengelolaan dana insentif fiskal, guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Aceh Barat.

Menurut Mahdi, keberhasilan menekan inflasi ini adalah hasil dari sinergi antara berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat. Ia pun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya tersebut.

Selain itu, sebut Mahdi, keberhasilan Aceh Barat dalam menekan inflasi juga mencerminkan komitmen Pemkab untuk menciptakan iklim ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di Aceh Barat. "Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Aceh Barat, tetapi juga menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain dalam upaya mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat.

Dengan terus mempertahankan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, saya optimis Aceh Barat terus meraih prestasi gemilang di masa mendatang,” pungkasnya. (Laporan : Muhibbul Jamil)*

IMG-20240531-WA0033

Meskipun Hujan, Satlantas Polres Aceh Barat Tetap Lakukan Gatur Lalin di Pagi Hari

Foto Anggota Satlantas Polres Aceh Barat saat lakukan pengaturan lalu lintas dalam kondisi hujan

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Guna memaksimalkan terjadinya kerawanan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pada musim hujan, Personel Satlantas Polres Aceh Barat Polda Aceh melakukan pengaturan di titik rawan kecelakaan dengan mengatur arus lalu lintas pada Jum'at (31/05/2024) Pukul 07.00 Wib

Hujan bukan merupakan kendala bagi Polantas Aceh Barat untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas di tempat-tempat yang rawan kemacetan di pagi hari pada saat Jam masuk sekolah serta warga yang mulai beraktifitas.

Meski di tengah hujan yang mengguyur Kota Meulaboh, Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat tetap menjalankan tugas memberikan pelayanan Prima kepada masyarakat.

Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K., M.H melalui Kasat Lantas Iptu Mardiansyah S.H mengatakan bahwa dengan menggunakan jeket hujan Personel Sat lantas Polres Aceh Barat tetap melakukan pengatur Arus Lalulintas di pagi hari.

Walaupun diguyur hujan, kata Kasat Lantas, kehadiran Personel Polri di tengah masyarakat membuat para pengendara merasa aman dan nyaman dalam berkendara.

Lanjut Kasat, mengigat dengan kondisi jalan yang licin dan jarak pandang terbatas, diminta para pengendara agar selalu tertib berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu, serta selalu berhati-hati saat berkendara.

Selain itu, fungsi pengaturan lalu lintas oleh jajaran Polres Aceh Barat ini adalah peran pokok dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, terutama para pengguna jalan guna mengantisipasi adanya kemacetan dan laka lantas.

Dimana untuk arus lalu lintas pada saat hujan sangat padat, dikarenakan adanya genangan air serta sebagian besar masyarakat beraktivitas menggunakan roda empat dan dua.

Disebutkan, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Sat lantas Polres Aceh Barat yang melaksanakan patroli dan pengaturan lalu lintas di saat hujan bertujuan agar terciptanya Kamseltibcar Lantas yang kondusif. (Muhibbul)*

IMG-20240529-WA0041

Personel Kepolisian Polsek Arongan Lambalek Ingatkan Warga Saat Sambangi Bengkel

Personel Polsek Arongan Lambalek saat memberikan himbauan kepada warga

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
Personel Polsek Arongan Lambalek melaksanakan kegiatan rutin yaitu melaksanakan giat penyampaian pesan kamtibmas sekaligus silaturahmi agar mendekatkan diri kepada warga masyarakat. Rabu (29/05/2024) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan sambang ke warga Desa Binaan yang rutin dilaksanakan ini selain bersilaturahmi dan juga sebagai upaya sebagai anggota Polri untuk selalu mendekatkan diri dengan warga binaannya sehingga segala informasi bisa di dapat dari masyarakat.

Pada Kali ini, Personel Polsek Arongan lambalek melaksanakan sambang pada bengkel milik warga di Gampong Pribu, kecamatan Arongan Lambalek.

Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Arongan Lambalek Ipda Ramli pada Kasie Humas mengatakan bahwa, selain melaksanakan patroli dalam rangka menjaga keamanan pihaknya juga memberikan himbauan dan edukasi Kamtibmas kepada warga.

"Seperti yang dilakukan Bipka Muklis hari ini dengan menyambangi bengkel dan mengajak mekanik bengkel mobil untuk senantiasa menjaga kondusifitas dan keamanan di lingkungan sekitar." ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada pemilik bengkel agar lebih waspada dan berhati-hati kerena banyak pelaku kejahatan yang menggunakan kesempatan untuk memuluskan hasil kejahatannya dengan merubah warna cat atau mengurangi sebagian dari spektek kendaraanya dengan melalui jasa bengkel.

Personel Polsek juga memberikan himbauan dan mengingatkan kepada pemilik dan karyawan bengkel agar selalu waspada terhadap gelagat mencurigakan yang ada di sekitarnya dan apabila menemukan hal-hal ganjil yang patut dicurigai segera melaporkan ke Polsek. tambahnya.

"Semua ini kita lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dan mencegah gangguan kamtibmas khusunya di wilayah Kecamatan Arongan lambalek," jelas Kapolsek. (Muhibbul)*

IMG-20240529-WA0035

Ciptakan Situasi Aman, Personel Sat Samapta Polres Aceh Barat Gelar Patroli Perintis Presisi

Foto Personel Sat Samapta Polres Aceh Barat saat mengunjungi salah satu SPBU di Wilayah Kabupaten Aceh Barat

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
Satuan Samapta Polres Aceh Barat Polda Aceh melaksanakan Patroli Perintis Presisi sasar SPBU, Pertamina dan lingkungan masyarakat di Wilayah Kabupaten Aceh Barat pada Selasa (28/05/2024) pukul 15.00 WIB.

Kegiatan Patroli Printis Presisi ini dilakukan untuk menciptakan situasi yang Aman dan Kondusif di Kabupaten Aceh Barat menjelang Pilkada serentak tahun 2024.

Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K., M.H melalui Kasat Samapta AKP Henry Elisa Siregar Pada Kasi Humas menjelaskan Personel Sat Samapta Polres Aceh Barat rutin melaksanakan Patroli Perintis Presisi baik malam maupun di siang hari.

"Petugas patroli berdialog dengan masyarakat, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, dan menghimbau agar menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat beraktivitas masing-masing," ucapnya.

"Masyarakat diingatkan apabila ada gangguan Kamtibmas untuk segera menghubungi nomor kontak Layanan Kepolisian 110 atau melaporkan ke kantor polisi terdekat jika diperlukan," imbau Kasat.

Selama pelaksanaan patroli, tidak ditemukan gangguan kamtibmas, dan kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif serta masyarakat beraktivitas dengan normal. (M.Jamil)*

IMG-20240528-WA0041

Sinergi Lestarikan Adat dan Budaya, MAA Aceh Barat Gelar Rapat Kerja

Pj Bupati Aceh Barat saat menggelar rapat bersama MAA

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat mengadakan Rapat Kerja tahun 2024 dengan tema "Bersama Bersinergi Melestarikan Adat Istiadat Aceh Barat" di Aula Hotel Tiara pada Selasa (28/05/2024).

Pejabat Bupati Aceh Barat Drs. Mahdi Efendi yang diwakili sekretaris daerah Marhaban, M. Si mengatakan Rapat tersebut bertujuan untuk merumuskan program dan kerja nyata dalam upaya pelestarian adat dan budaya Aceh Barat.

Marhaban menjelaskan bahwa Para peserta rapat kerja tersebut terdiri dari para camat, pengurus MAA Kecamatan dan kabupaten serta dari berbagai lapisan masyarakat lainnya, ia mengharapkan dapat berkontribusi secara sinergis demi mempertahankan kekayaan budaya dan adat istiadat yang menjadi identitas daerah tersebut.

"Tujuan menguatkan sinergi dalam upaya pelestarian adat dan budaya di daerah tersebut," sebut Marhaban.

Marhaban menambahkan, para pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat berdiskusi tentang langkah-langkah konkret untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang menjadi kekayaan Aceh Barat. MAA berharap melalui sinergi yang kuat, mereka dapat membangun langkah-langkah nyata dalam melestarikan dan mempromosikan adat dan budaya Aceh Barat untuk generasi mendatang.

"Melalui Raker ini kita harapkan mampu melahirkan rekomendasi penting terkait pengembangan dan pelestarian adat istiadat di kabupaten Aceh Barat sehingga mampu memperkuat lembaga adat dan hukum adat di Aceh Barat," ungkap Marhaban.

Selaras dengan itu, Ketua MAA Aceh Barat Tgk. H. Mawardi Nyak Man, yang lebih akrab disapa Abah Mawardi ini, menuturkan bahwa, agenda Raker MAA tingkat kabupaten ini merupakan agenda tahunan yang ditujukan untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas antar pengurus MAA Kabupaten dan MAA Kecamatan, dalam menjalankan program yang telah direncanakan dan dirumuskan bersama, sekaligus menjadi evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan.

Abah Mawardi juga mengingatkan para pengurus untuk lebih fokus kepada tujuan dan sasaran kerja. Karena menurutnya, perkembangan digitalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan budaya di masyarakat Aceh Barat yang cenderung mulai memudarnya nilai-nilai pelestarian adat terutama pada kalangan generasi muda.

"Untuk itu, wadah ini diharapkan bisa menjawab berbagai tantangan ke depan dalam menentukan langkah strategis Maa kabupaten Aceh Barat Dalam upaya pelestarian dan memperkuat implementasi nilai-nilai adat pada masyarakat," pungkasnya. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20240522-WA0053

Sekjen FORBANGSA Harapkan Perhatian Semua Pihak agar Realisasikan Pembangunan Akses Jalan Lama Sepanjang Pesisir Suak Timah – Ujongkalak

Foto Sekjen dan Pengurus FORBANGSA

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Sekjen FORBANGSA (Forum Pembangunan Samatiga) Suandi mengajak seluruh stakeholder Aceh Barat dan Aceh agar akses jalan Tugu Cang Nipah Suak Timah dan Tugu T. Umar di bangun kembali karena suatu kebutuhan yang menisyakan dan berbagai macam alasan lain yang mendesak.

Pasca musibah gempa dahsyat dan tsunami 26 Desember 2004 melanda Aceh Barat mengakibatkan terjadinya kerusakan infrastruktur strategis salah satu diantaranya adalah badan Jalan nasional mulai dari Tugu Teuku Umar Gampong Ujongkalak sampai dengan Tugu Cang Nipah gampong Suak Timah, kecamatan Samatiga.

Seiring dengan perkembangan populasi penduduk semakin pesat dan beresiko pada kemacetan lalu lintas ditambah lagi dengan Aceh Barat terkenal dengan sebutan sebagai "Bumi Teuku Umar" tapi ciri khas tersebut seolah-olah hilang? Sebab Tugu Syahidnya T. Umar salah seorang pahlawan nasional dan icon Furdamental Aceh Barat yang berada dibibir pantai Suak Ujongkalak sedikit agak susah untuk disaksikan oleh saudara kita yang berkunjung ke Aceh Barat.

Alasan lain adalah kawasan sepanjang Ujongkalak sampai dengan Suak Timah sebagai kawasan pariwisata dengan dibangunnya jalan sepanjang lebih kurang 9 km tersebut akan menjamur kembali pertumbuhan UMKM baru di kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, akses jalan nasional tersebut sepanjang bibir pantai gampong Suak Timah, kecamatan Samatiga, Suak Nie, Suak Raya, Suak Sigadeng, Suak Ribee, Kuta Padang sampai ke gampong Ujongkalak Ace Barat kiranya dapat menjadi fokus perhatian dan dukungan baik Pemda Aceh Barat, DPRK Aceh Barat, Pemda Aceh dan DPRA Aceh dan dukungan penuh semua elemen masyarakat Aceh Barat.

Jika jalan tersebut dapat terealisasi dimasa akan datang InshaAllah akses jalan ring road keluar- masuk kota Meulaboh dapat difungsikan kembali apalagi menurut Keuchik Suak Sigadeng Akmal fata untuk membuka kembali jalan tersebut tidak ada kendala dikarenakan tanah ruas jalannya memang masih ada ataupun masih utuh.cuma lapisan perkerasan jalan saja yang sudah terkelupas sangat dan ada sekitar 2 jembatan saja yang perlu di bangun kembali.dan sangat berharap akses jalan nasional tersebut menjadi perhatian khusus untuk dapan di bangun kembali untuk memperjelas kembali arah menuju landmarknya kota meulabih yaitu tugu teuku umar.sehingga memperjelas simbol bahwa melabih itu kota penuh dengan sejarah yang kuat dan fundamental. (Muhibbul)*