Jendela Daerah

IMG-20230410-WA0007

Pembangunan Bronjong Sungai Ciherang di Desa Balonggandu Diduga ada Kongkalikong Antara Oknum BBWSC dan Oknum Pelaksana

Proyek pemeliharaan Sungai Ciherang yang terlihat amblas

Jendela Jurnalis Karawang -
Diduga terjadi kongkalikong antara Oknum BBWSC dengan Oknum Pelaksana dari CV. Mudya Nusantara dalam proyek Pemeliharaan Berkala Sungai Ciherang, Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Satuan Kerja operasi dan pemeliharaan Sumber Daya Air Citarum yang dikerjakan oleh CV. Mudya Nusantara dalam pemasangan bronjong tahun anggaran 2022 tersebut menelan APBN sebanyak Rp. 3.042.000.000,00, seakan sulit terbantahkan.

Sementara itu, Ir.Bastari, M. Eng sebagai Kepala BBWS Citarum Jawa Barat pun diduga tidak mampu bertindak alias mandul.

Dugaan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan dampak dari kualitas pekerjaan yang diduga keras tidak sesuai dengan spesifikasi, diantaranya adalah tidak dilakukanya pemasangan Geotextile Non Woven pada bronjong secara merata, bahkan terlihat lebih banyak pasangan bronjong tidak memakai Geotextile Non Woven pada pekerjaan tersebut, terutama pada posisi bronjong yang disinyalir berpotensi rawan longsor.

Belakangan ini, bronjong tersebut mengalami kerontokan atau amblas, diduga kuat hal tersebut terjadi dari dampak kondisi tanah yang labil, dan juga patut diduga akibat tidak memakai angkur yang maksimal.

Dalam perbaikan yang dilakukan oleh  CV. Mudya Nusantara, masa pemeliharaan tersebut juga dinilai kurang maksimal.

Disepanjang lokasi pemasangan bronjong tersebut, terdapat dua titik yang mengalami kerontokan atau amblas. Sementara satu titik pihak pelaksana melakukan perbaikan, yang diduga ada manipulasi fisik, karena tidak adanya penambahan material, kemudian badan bronjong pun terlihat hanya di tutupi dengan tanah.

Posisi bronjong yang ambruk tersebut persis berlokasi dibelakang rumah Oman atau Bu warti RT.02/04 Dusun Kerta jaya.

Diduga pihak pelaksana hanya setengah hati melakukan perbaikan pada masa pemeliharaan, dan juga akibat dari tidak adanya pengawasan dari pihak BBWSC, bahkan disinyalir adanya kerja sama dalam melakukan pembohongan pada masyarakat terkait perbaikan Bronjong tersebut.

Secara kasat mata, terlihat pihak pelaksana diduga hanya melakukan timbunan tanah di sisi Bronjong, tanpa dibantu dengan adanya penambahan material dalam perbaikan Bronjong yang amblas tersebut.

Disisi lain, dugaan pekerjaan tersebut tidak sesuai spesifikasi dan diduga kuat beraroma praktek korupsi, karena tidak ditemukan pasangan Geotextile Non Woven sebagai filter yang ditempatkan diantara tanah dan bronjong secara utuh. Karena tujuan Geotextile nlNon Woven tersebut adalah agar tanah tidak ikut terbawa aliran air sehingga volume tanah tetap terjaga dan air dapat mengalir dengan baik.

Pasangan bronjong sungai Ciherang Desa Balong Gandu, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat sangat patut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi, sehingga rawan amblas.

Proyek yang bernilai kontrak Rp. 3.042.000.000,00  dengan nomor kontrak : HK 02.01/Satker OPS DAC/ PPK OPSDA 11-AV/ 22-2022 yang bersumber dari APBN tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Lebih konyol lagi, adanya pengakuan dari salah seorang aparat Desa Balong Gandu kepada Awak Media, dirinya mengatakan bahwa mencuatnya kondisi Bronjong tersebut di media massa seakan membuahkan hal kurang memuaskan atas ucapan pihak BBWSC pada pihak Desa.

"Setelah berita itu turun, ada perkataan salah seorang dari pihak BBWSC dengan bahasa yang kurang enak, dan bila masalah ini tidak bisa di amankan, maka program selanjutnya tidak akan di turunkan ke Desa Balong Gandu. Padahal yang kurang maksimal bukan Desa, namun pihak kontraktor, koh malah kami dari Desa di salahkan?" kata seorang Staff Desa yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Sementara itu, Rifki Rinaldi selaku pelaksana dari CV. Mudya Nusantara sangat sulit diklarifikasi, dan malah memblokir nomor wartawan. (Pri)*

IMG-20230408-WA0007

Puncak Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Jamie Miftahussa’adah Tegalurung Ditutup dengan Santunan dan Buka Bersama

Foto saat penyerahan piala pemenang lomba adzan

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam bulan yang suci Ramadhan, terdapat momen istimewa, di antaranya adalah Nuzulul Qur'an. Peristiwa Nuzulul Qur'an adalah turunnya Al-Quran sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad SAW yang terjadi pada malam ke-17 bulan Ramadhan.

Berkaitan dengan hal tersebut, DKM Masjid Jamie Miftahussa'adah Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang menggelar rangkaian peringatan Nuzulul Qur'an dengan disertai kegiatan lomba adzan, santunan dan ditutup dengan acara buka puasa bersama. Sabtu sore (8/4/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Toto Nur Anwari selaku Kepala Desa Tegalurung, Kapolsek Cilamaya, serta seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama didesa Tegalurung.

Suasana silaturahmi penuh keakraban mewarnai acara tersebut, dimana usai menggelar santunan kepada 110 yatim piatu dan kaum dhuafa, dilanjutkan dengan mendengarkan Kultum dari KH. Ubang, lalu kemudian ditutup dengan acara buka bersama dengan ratusan masyarakat Tegalurung.

Disela kegiatan, Toto Nur Anwari selaku Kades Tegalurung menuturkan bahwa kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja keras DKM dengan dibantu oleh beberapa aparatur desanya.

"Alhamdulilah, kegiatan ini bisa terselenggara berkat kerja keras DKM juga aparatur desa, sehingga bisa menyelenggarakan kegiatan yang sangat besar pahala dan nilai kebersamaannya," tuturnya.

Lebih lanjut, Toto juga berharap agar moment-moment kebersamaan selalu terjalin, tidak hanya melalui kegiatan seperti itu saja.

"Moment kebersamaan seperti ini sangatlah menyejukkan hati, diluar kegiatan seperti ini, saya berharap agar masyarakat selalu rukun dalam menjaga silaturahmi dan kekompakan antar warga," tutupnya. (NN)*

IMG-20230407-WA0019

Diduga Telah Bocor, Penggerebekan Sabung Ayam di Pemalang Berakhir Nihil

Foto saat jajaran Polsek Comal dilokasi yang diduga digunakan sebagai arena sabung ayam

Jendela Jurnalis Pemalang, Jateng -
Masih adanya laporan dari Masyakarat Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawatengah, tentang adanya permainan Sabung Ayam di Desa setempat, membuat jajaran Polsek Comal bertindak cepat. Rabu (5/4/2023)

Arena judi Sabung Ayam berdasar laporan warga terletak tidak jauh dari Pemukiman Warga di Desa Kandang langsung digerebek Jajaran Polsek Comal. Akan tetapi, sayangnya setelah sampai di lokasi pihak kepolisian tidak mendapatkan adanya kegiatan judi Sabung Ayam, diduga kuat bahwa informasinya sudah bocor terlebih dahulu sebelum Polisi datang.

Kapolsek Comal AKP Heru irawan, menuturkan kepada awak media bahwa anggota tidak menemukan orang yang lagi melakukan adu Ayam, dan hanya menemukan barang bukti beberapa kurungan Ayam.

"Kami ke lokasi sudah tidak ada orang, kosong," jelas Kapolsek.

Lebih jauh Dirinya berharap walaupun tidak mendapati kegiatan orang bermain judi sabung Ayam, dihimbau kepada Masyarakat agar tidak ada lagi yang melakukan Judi sabung Ayam.

"Sudahlah, jangan bermain adu Ayam, mendingan buat nanti Lebaran ayamnya dibikin buat opor," candanya sambil tersenyum. (Ragil74)*

IMG-20230407-WA0017

Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-59, Rutan Pemalang Gelar Upacara Tabur Bunga

Foto saat digelarnya prosesi tabur bunga

Jendela Jurnalis Pemalang, Jateng -
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-59 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang menggelar Upacara Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jayana Sureng Yudha Penggarit pada Kamis (06/04/2023).

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Pemalang, Sumaryo. Upacara diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan kemudian diikuti Mengheningkan Cipta yang dipimpin oleh Pembina Upacara. Karangan bunga kemudian diletakkan di depan monumen, yang selanjutnya ditutup dengan penghormatan sebelum meninggalkan lapangan upacara.

Upacara yang berlangsung secara khidmat ini bertujuan untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Sebagai ASN tentunya kita harus bisa mengenang dan menghargai jasa-jasa pahlawan yang salah satunya dengan upacara Tabur Bunga ini. Kemudian semangat juang pahlawan kita implementasikan dalam melaksanakan tugas kedinasan dengan mengedepankan nilai integritas dan tanggung jawab," ujar Sumaryo saat ditemui usai upacara.

Dalam upacara tersebut turut hadir Ibu-Ibu dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rutan Pemalang. Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah dan tabur bunga di makam pahlawan. (Ragil74)*

IMG-20230407-WA0011

Ormas GRIB PAC Banyusari Ingatkan Kades Harus Lebih Transparan dan Akuntabel dalam Mengelola Keuangan Desa

Bang Joy, Ketua Ormas GRIB PAC Banyusari

Jendela Jurnalis Karawang -
Program bantuan dari pemerintah pusat yang merupakan program dari Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo. Salah satunya adalah Dana Desa, yang dimana adalah program yang diperuntukkan bagi setiap desa di seluruh Indonesia, dalam rangka peningkatan roda perekonomian masyarakat pedesaan, khususnya di Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa barat. Jum'at (7/4/2023).

Bantuan dana desa sangat dirasakan oleh masyarakat pedesaan, dimana bantuan tersebut disediakan oleh masyarakat pedesaan dan dikelola oleh pemerintah desa.

Maka dari itu, pada tahun anggaran 2023 ini, penggunaan dan pengelolaan anggaran dana desa mendapatkan perhatian dari Organisasi Kemasyarakat GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) PAC Banyusari.

Ketua GRIB PAC Banyusari yang sering disapa Bang Joy mengajak warga masyarakat untuk ikut serta mengawal dan mengawasi pengelolaan dana desa, karena masyarakat diharapkan terlibat dalam pengelolaan dana desa, karena anggaran dana desa dimaksudkan atau ditujukan untuk peningkatan roda perekonomian masyarakat pedesaan, yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.

Bang Joy mengingatkan, Kepala Desa untuk hati-hati dan transparan dalam mengelola Dana Desa. Apalagi, pelaksanaan Undang-Undang Desa, alokasi anggaran Dana Desa terus mengalami peningkatan.

Rata-rata APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) mencapai sekitar Rp. 1 Miliar lebih. Artinya, uang miliaran rupiah ini terus digelontorkan untuk mempercepat kemajuan dan pembangunan desa.

“Makanya, kami Ormas GRIB PAC Banyusari mengingatkan kepala desa, khususnya di kecamatan Banyusari agar dikelola sangat hati-hati dan bertanggung jawab. Untuk itu, Bapak/Ibu jangan sampai tergoda menyelewengkan dana ini, karena nantinya akan berurusan langsung dengan BPK dan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Bang Joy menambahkan, agar kepala desa harus lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola keuangan desa, masyarakat pula harus dilibatkan dalam pengelolaan dana desa agar manfaat dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa itu sendiri, bukan hanya sekelompok orang.

Ormas GRIB PAC Banyusari tentunya akan terus mengawal setiap aliran dana desa dan penggunaannya harus tepat sasaran, agar benar-benar bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat desa, kepala desa khusus nya di kecamatan Banyusari agar jangan melakukan perbuatan-perbuatan melanggar aturan dan hukum, yang pasti ada konsekuensinya. (Pri)

IMG-20230407-WA0003

Diduga Terkesan Asal Jadi, Pembangunan Drainase Desa Lemah Karya Butuh Pengawasan Semua Pihak

Lokasi pekerjaan drainase di Desa Lemahkarya yang diduga dikerjakan asal jadi

Jendela Jurnalis Karawang -
Pembangunan kegiatan proyek drainase yang berlokasi di Desa Lemah Karya, Dusun Cigo'ong RT/RW 002/006 Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang, menuai kritikan dari kalangan masyarakat. Jum'at (7/4/2023).

Berdasarkan hasil pantauan awak media di lokasi pekerjaan, di duga banyak kejanggalan. Pasalnya, proyek drainase tersebut menggunakan anggaran pemerintah yang terdapat dari pajak masyarakat melalui anggaran Dana Desa tahap 1 (satu) Tahun 2023, dan terlihat kegiatan tersebut diduga asal jadi.

Saat awak media lakukan investigasi di lokasi kegiatan, papan proyek yang dipasang tidak akurat dengan yang di sampaikan oleh tenaga kerja.

Hal ini di katakan AD (inisal-red) warga Dusun Cigoong, merasa tidak beres dengan kegiatan pembangunan drainase yang berada di Dusun Cigoong Desa Lemah Karya, Kecamatan Tempuran ini.

"Kegiatan macam apa ini, kok pengerjaannya asal jadi aja, untuk pemasangan batu nya tidak di gali, kemudian batu kalinya hanya di tumpuk tumpuk,untuk dasar bawah tidak di berikan adukan pasir dan semen, di duga untuk mengurangi material semen, dengan tujuan mempercepat kegiatan,” ujarnya.

AD menambahkan, "Kami sebagai masyarakat serta putra daerah Kecamatan Tempuran, sudah jelas pihak pelaksana diduga telah membodohi masyarakat, karena kegiatan ini sudah jelas tujuannya untuk meraup keuntungan dari pada mementingkan kualitas dan kuantitas dan mutunya," jelas AD

Saat dikonfirmasi secara langsung oleh awak media, salah satu pekerja mengatakan bahwa tinggi pekerjaan 80 cm, sedangkan panjang dan lebar saya tidak tahu pak, dan untuk lebar dasar bawah kami tidak tahu,tanya saja ke Jaja selaku kepala tukang alias mandor, ujar salah pekerja yang tidak mau disebutkan namanya.

Sedangkan di papan proyek tertera panjang 254 M, Tinggi 0,5 M dan lebar 0,25 M.

Lebih Lanjut AD menambahkan, di duga ada kelalaian mungkin juga pembiaran dari pihak terkait di mana masih adanya kegiatan pembangunan di wilayah Kabupaten Karawang yang masih kurang transparan dalam memberikan informasi terkait pembangunan drainase dan juga kegiatan lainnya.

“Karena dugaan untuk menutupi anggaran kegiatan tersebut agar masyarakat sebagai sosial kontrol,diduga bisa di kelabui alias di bohongi," ujarnya.

Di tempat terpisah, melalui sambungan telpon via WhatsApp, Lembaga Badan Pengawas Desa (BPD) Tatang membenarkan ada nya informasi di medsos, "Perihal ada nya kejanggalan dalam proses kegiatan pembangunan drainase Desa Lemah Karya, untuk itu kami sebagai pengawas Desa, akan menyampaikan dan memberi teguran kepada pelaksana di lapangan agar cepat di perbaiki," ucap nya.

Kepala Desa Lemah Karya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak ada respon hingga Ditemui di Kantor Desa pun tidak ada di tempat.(Tim)

IMG-20230406-WA0018

Nelayan Karawang Ancam Demo KKP dan Pertamina Pusat

Foto saat Nelayan didampingi LBH Cakra mengikuti Audiensi dengan Pemkab Karawang

Jendela Jurnalis Karawang -
Ratusan nelayan dari 4 desa di kecamatan Cilamaya wilayah pantai Utara Karawang akan menyambangi KKP dan Kantor pusat PT Pertamina PHE ONWJ di Jakarta, apabila pemerintah kabupaten Karawang dalam hal ini pokja penyelesaian kompensasi korban semburan oli spil tidak mampu memfasilitasi perundingan nelayan dengan PT. Pertamina PHE ONWJ.

"Kami akan melakukan demonstrasi di KKP ( Kementrian Kelautan dan Perikanan ) dan kantor Pertamina pusat di Jakarta terkait masalah kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh PT Pertamina PHE ONWJ dan meminta penyelesaian kompensasi korban semburan minyak mentah yang ditimbulkan oleh aktivitas eksploitasi tambang dilepas pantai," tegas Hilman Tamimi Direktur LBH Cakra Indonesia saat audensi dengan pemerintah kabupaten Karawang pada Kamis (6/4/2023).

Hilman Tamimi mengatakan sebelumnya sudah berkali-kali pihaknya berkirim surat ke Pemkab Karawang maupun DPRD Karawang meminta untuk difasilitasi terjadinya perundingan. Namun pihak PT Pertamina PHE ONWJ untuk kesekian kalinya juga mangkir dari undangan resmi tersebut.

Foto Nelayan asal Cilamaya saat berada di Pemda Karawang

"Kami tantang Pertamina PHE ONWJ untuk tidak mangkir dan berunding satu meja dengan kami masyarakat nelayan Utara Karawang pekan depan di Pemkab Karawang," tegasnya.

Dalam persoalan ini hilman juga meminta pemerintah agar benar-benar memperhatikan nasib para nelayan yang terkena dampak berkepanjangan atas terjadinya tragedi kejahatan lingkungan yang dilakukan pihak Pertamina PHE ONWJ.

"Saya meminta kepada pemkab Karawang dalam hal ini Pokja penyelesaian kompensasi korban oli spil tidak boleh kalah dengan korporasi sekelas Pertamina dan harus mampu memfasilitasi nelayan untuk bertemu dengan Pertamina," pungkasnya. (Pri)*

IMG-20230406-WA0013

Warga Binaan Dipertemukan Dengan Keluarga dalam Acara Buka Bersama

Foto saat digelarnya acara buka bersama antara warga binaan dengan keluarganya

Jendela Jurnalis Pemalang -
Ada pemandangan haru pada suasana Ramadhan 1444 H ini, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang memfasilitasi warga binaan pemasyarakatan untuk melaksanakan buka bersama keluarga pada Kamis malam. (06/04/2023).

Acara Bukber tersebut dilaksanakan di lapangan Blok Aman ( A ) dengan pengawasan ketat dari petugas, Sejumlah warga binaan nampak mengharu biru saat bertemu keluarganya. Sementara yang lain terlihat begitu bahagia berbincang bersama sembari menunggu kumandang adzan maghrib.

Kepala Rutan Pemalang, Sumaryo mengatakan bahwa buka bersama tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan motivasi kepada warga binaan agar terus berupaya memperbaiki diri karena ada keluarga yang menanti kepulangan mereka di rumah.

"Pada momen Ramadan tahun ini Rutan Pemalang menyelenggarakan buka bersama antara warga binaan dan keluarga. Tentunya dengan pengawasan yang ketat dari petugas. Mekanismenya dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku," ujar Sumaryo.

Sebagai tambahan informasi, hanya keluarga inti (ayah, ibu, adik, kakak, dan anak) saja yang bisa ikut buka bersama. Jumlahnya pun dibatasi maksimal dua orang untuk masing-masing warga binaan. Sebelum memasuki area pintu utama, untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang, pengunjung beserta barang bawaannya akan digeledah oleh petugas. (Ragil74)*

IMG-20230406-WA0008

Hadapi Arus Mudik Lebaran, Teknisi Traffic Light Dinas Perhubungan Pemalang Standby 24 Jam

Foto saat teknisi memperbaiki instalasi yang terhubung ke lampu merah

Jendela Jurnalis Pemalang, Jateng -
Guna antisipasi trouble pada lampu pengatur Lalulintas jalan raya atau lampu merah, Jajaran Dinas Perhubungan kabupaten Pemalang, Jawa tengah menyiagakan Teknisi Traffic Light 24 Jam di sejumlah lokasi rawan kerusakan lampu merah yang ada di Pemalang.

Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang Tarno, Ketika di temui dilokasi simpang 4 Sirandu Pemalang, Kamis (6/4/2023 ) pada saat melaksanakan pengecekan mengatatakan bahwa kemungkinan errornya traffic light bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

"Traffic Light adalah alat listrik dan elektronik sehingga bisa terjadi eror sewaktu-waktu, hambatannya banyak dari mulai aliran listrik, kerusakan komponen dan tersambar petir, semua sebenarnya sudah kita antisipasi dengan pemeliharaan rutin dan pemasangan penangkal petir," jelasnya.

Suasana lalulintas pada salah satu ruas jalan di Pemalang

Masih Menurutnya, terkait dengan padamnya Lampu Pengatur Lalulintas di simpang 4 Sirandu Pemalang Kota, dirinya menerangkan bahwa kendalanya diakibatkan oleh KWH yang turun.

"Teknisi sudah laporan jika trouble di Sirandu karena KWH listrik turun. Sekarang Traffic Light sudah normal kembali," pungkasnya. (Ragil74)*

IMG-20230406-WA0003

DPC POSPERA Purwakarta Pertanyakan Carut Marut Manajemen Penyaluran BPNT di Kabupaten Purwakarta

Foto saat Pospera DPC Purwakarta bertemu dengan pihak Dinsos untuk mempertanyakan terkait manajemen penyaluran BPNT

Jendela Jurnalis Purwakarta -
Dewan Pimpinan Cabang Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Purwakarta melakukan audiensi kepada Dinas Sosial perihal Surat Edaran Menteri Sosial tentang pencairan BPNT di wilayah Kabupaten Purwakarta Tahun 2023. Selasa (4/4/2023).

Seperti dalam Surat Edaran di sebutkan Kementrian Sosial akan melaksanakan penyaluran Bantuan Sosial Program Sembako Tahun Anggaran 2023 dengan tidak melalui Eme-warung, dan KPM akan menerima bantuan sosial program sembako dengan melakukan penarikan uang tunai langsung dari rekening KPM.

Kedatangan Pospera di terima oleh Sekdis, Kabid, dan beberapa staf. Karena Kadis sedang berhalangan ada kegiatan di Inspektorat. Pospera menyampaikan pelaksanaan di lapangan ada sebagian wilayah melakukan pengkondisian pencairan, motif nya bermacam-macam, ada yang mengkordinir ATM penerima KPM, ada juga yang memusatkan pencairan di satu tempat, ujung nya KPM malah membawa pulang sembako yang sudah di siapkan dan bukan berupa uang. Terkait hal tersebut, DPC Pospera Purwakarta mempertanyakan tentang sejauh mana fungsi pengawasan dari Dinas Sosial terhadap kejadian tersebut.

Surat Edaran Pospera Purwakarta yang untuk kemudian akan ditindaklanjuti dengan melaporkan terhadap APH

Di terang kan oleh Eka selaku Kabid Limjamsos bahwa Dinsos memang sering menerima aduan tentang penyelewengan bantuan BPNT ataupun PKH, tapi dinas hanya bisa melakukan aduan terhadap kemensos dan bukan terhadap APH.

Lebih lanjut, Kabid menjelaskan lagi bahwa Dinas pernah mendapat aduan di beberapa Desa di Kecamatan Sukatani dan Pasawahan, kemudian setelah tim nya turun ke lapangan, Dinas selanjutnya hanya bisa sebatas melayangkan surat pengaduan terhadap Kementerian terkait.

Dalam audiens tersebut, Ketua DPC Pospera Purwakarta Sutisna Sonjaya meminta untuk difasilitasi oleh Dinas agar bisa bertemu dengan 17 TKSK dari seluruh Kecamatan yang ada di Purwakarta.

Berkaitan dengan TKSK, Ketua Pospera DPC Purwakarta menerangkan kepada Jendela Jurnalis bahwa dalam Audiens tersebut, Sekdis juga mengakui bahwa sebelumnya pun sudah ada aduan tentang Oknum TKSK yang ikut bermain dalam program BPNT.

"Beliau menyebutkan bahwa ada beberapa Kecamatan yang di sinyalir TKSK nya ikut bermain, tapi laporan nya hanya baru sebatas lisan, dan belum di lengkapi dengan data yang valid," tuturnya.

"Audiens ini bisa menjadi dasar kami untuk diskusi dengan APH agar melakukan penyelidikan terhadap KPM, agar masalah penyelewengan Program BPNT ini lebih terbuka. Dan rencananya kami juga akan menyurati Kementerian terkait," Pungkas Sutisna Sonjaya Ketua Pospera Purwakarta. (DD)*