admin

IMG-20240524-WA0055

Kreatif, Puluhan Pemuda di Desa Cikarang Buka Peluang Usaha “Jasa Suruh”

Keterangan : foto beberapa aktifitas yang dikerjakan melalui "Jasa Suruh"

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sangat Kreatif, berupaya unttuk mengentaskan pengangguran, sekelompok pemuda di Dusun Sepatkerep, Desa Cikarang, membuat inovasi jasa pekerjaan yang tak biasa, yaitu "Jasa Suruh" meliputi pekerjaan yang menyangkut rumah tangga, mulai dari bersih-bersih rumah, laundry, cuci piring, menguras bak mandi/toren, membersihkan rumput maupun halaman, buang sampah, pertukangan, servis elektronik, jastip makanan dan lain sebagainya.

Berdasarkan pantauan Jendela Jurnalis, kegiatan tersebut sudah berjalan selama hampir 2 minggu. Dan dalam kurun waktu tersebut, total pelanggan yang sudah menggunakan "jasa suruh" berjumlah puluhan dalam setiap harinya, adapun untuk pendapatannya, mereka berhasil mendapatkan penghasilan dari Rp. 300 hingga Rp. 500 ribu.

Hamzah selaku owner jasa pekerjaan "jasa suruh" tersebut, mengungkapkan bahwa kedepannya mereka akan mengembangkan usaha dengan membuka jasa rental mobil.

"Bulan depan kita akan membuka jasa rental mobil utk keperluan perjalanan yg memerlukan armada," ungkapnya.

Lebih lanjut, ketika ditanyakan terkait jumlah personel yang mendapatkan pekerjaan dalam jasa tersebut, Hamzah mengaku sudah mempekerjakan 10 orang pemuda didesanya.

"Alhamdulillah kita sudah memperkerjakan 10 orang, karena setiap hari order semakin bertambah," bebernya.

Bagi masyarakat yang membutuhkan jasa mereka, caranya sangat mudah, yaitu tinggal add akun facebook "jasa pekerjaan" atau dengan cara mengirimkan pesan aplikasi WhatsApp ke nomor 085770355501.
(Nunu)*

IMG-20240522-WA0053

Sekjen FORBANGSA Harapkan Perhatian Semua Pihak agar Realisasikan Pembangunan Akses Jalan Lama Sepanjang Pesisir Suak Timah – Ujongkalak

Foto Sekjen dan Pengurus FORBANGSA

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Sekjen FORBANGSA (Forum Pembangunan Samatiga) Suandi mengajak seluruh stakeholder Aceh Barat dan Aceh agar akses jalan Tugu Cang Nipah Suak Timah dan Tugu T. Umar di bangun kembali karena suatu kebutuhan yang menisyakan dan berbagai macam alasan lain yang mendesak.

Pasca musibah gempa dahsyat dan tsunami 26 Desember 2004 melanda Aceh Barat mengakibatkan terjadinya kerusakan infrastruktur strategis salah satu diantaranya adalah badan Jalan nasional mulai dari Tugu Teuku Umar Gampong Ujongkalak sampai dengan Tugu Cang Nipah gampong Suak Timah, kecamatan Samatiga.

Seiring dengan perkembangan populasi penduduk semakin pesat dan beresiko pada kemacetan lalu lintas ditambah lagi dengan Aceh Barat terkenal dengan sebutan sebagai "Bumi Teuku Umar" tapi ciri khas tersebut seolah-olah hilang? Sebab Tugu Syahidnya T. Umar salah seorang pahlawan nasional dan icon Furdamental Aceh Barat yang berada dibibir pantai Suak Ujongkalak sedikit agak susah untuk disaksikan oleh saudara kita yang berkunjung ke Aceh Barat.

Alasan lain adalah kawasan sepanjang Ujongkalak sampai dengan Suak Timah sebagai kawasan pariwisata dengan dibangunnya jalan sepanjang lebih kurang 9 km tersebut akan menjamur kembali pertumbuhan UMKM baru di kalangan masyarakat.

Oleh karena itu, akses jalan nasional tersebut sepanjang bibir pantai gampong Suak Timah, kecamatan Samatiga, Suak Nie, Suak Raya, Suak Sigadeng, Suak Ribee, Kuta Padang sampai ke gampong Ujongkalak Ace Barat kiranya dapat menjadi fokus perhatian dan dukungan baik Pemda Aceh Barat, DPRK Aceh Barat, Pemda Aceh dan DPRA Aceh dan dukungan penuh semua elemen masyarakat Aceh Barat.

Jika jalan tersebut dapat terealisasi dimasa akan datang InshaAllah akses jalan ring road keluar- masuk kota Meulaboh dapat difungsikan kembali apalagi menurut Keuchik Suak Sigadeng Akmal fata untuk membuka kembali jalan tersebut tidak ada kendala dikarenakan tanah ruas jalannya memang masih ada ataupun masih utuh.cuma lapisan perkerasan jalan saja yang sudah terkelupas sangat dan ada sekitar 2 jembatan saja yang perlu di bangun kembali.dan sangat berharap akses jalan nasional tersebut menjadi perhatian khusus untuk dapan di bangun kembali untuk memperjelas kembali arah menuju landmarknya kota meulabih yaitu tugu teuku umar.sehingga memperjelas simbol bahwa melabih itu kota penuh dengan sejarah yang kuat dan fundamental. (Muhibbul)*

IMG-20240522-WA0051

FK-PKBM Kabupaten Karawang Menggelar Launching Program Karawang Cerdas

Foto bersama dalam acara Launching Kacer & Expo

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka membantu sumber daya manusia untuk mengembangkan kemampuan alamiah. Pemerintah Kabupaten Karawang memiliki Program Karawang Cerdas, dimana dalam realisasinya adalah sebagai bentuk pemberian fasilitas, baik berupa bantuan, maupun kemudahan untuk memperoleh pembelajaran pada pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi.

Tak terkecuali bagi Warga Belajar yang tengah mengejar jenjang kesetaraan pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang sebagaimana fungsinya adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat untuk masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan Non Formal. Dimana PKBM itu sendiri masih berada di bawah pengawasan dan bimbingan dari Dinas Pendidikan, sebagai salah satu satuan pendidikan non formal.

Seperti yang telah dilakukan oleh Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) di Kabupaten Karawang, dimana pada hari ini telah meluncurkan atau menggelar Launching & Expo Karawang Cerdas di Technomart Karawang pada Rabu (22/5/24).

Dalam pelaksanaannya, beasiswa menyasar pada 3 kategori siswa kesetaraan, meliputi Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK), Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) dengan total 1320 peserta didik.

Adapun penerima manfaat dalam program Karawang Cerdas tersebut, pada kategori PKW menyerap anggaran Rp. 160.000.000,- bagi 80 Warga Belajar dari 4 lembaga pendidikan kesetaraan, kategori PKK menyerap anggaran sebesar Rp. 1.800.000.000,- bagi 1200 Warga Belajar dari 44 lembaga pendidikan kesetaraan, dan pada kategori PKH menyerap anggaran sebesar Rp. 40.000.000,- bagi 40 Warga Belajar dari 2 lembaga pendidikan kesetaraan.

Acara yang digelar dengan diselingi pertunjukan seni tersebut, dihadiri oleh Kadisdikpora, lengkap dengan Kabid PAUD Dikmas, Kasi PAUD Dikmas, dan Penilik Kesetaraan, serta dihadiri juga oleh Camat Telukjambe Timur, Ketua Dewan Pendidikan, Ketua Himpaudi, Ketua IGTK, Ketua BADKO, dan Ketua IPI. (Nunu)*

IMG-20240522-WA0029

Warga dan Petani Sumringah atas Dilaksanakannya Pekerjaan Turap Saluran di Pulojaya Lemahabang

Pengerjaan penurapan saluran di Dusun Tanjungsari, Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang, Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah merealisasikan program pembangunan drainase berupa penurapan saluran di Dusun Tanjungsari, RT 01/05 Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kepala tukang AMD (inisial) saat di temui Jendela Jurnalis menjelaskan, "Kami sebagai pekerja yang mengerjakan penurapan saluran Dusun Tanjungsari Desa Pulojaya ini sudah sesuai dan mengikuti arahan atau petunjuk dari pengawas Dinas PUPR Karawang. Kami pun harus bisa menjaga nama baik CV. HARIYANG KENCANA, sehingga pekerjaan ini menghasilkan kualitas yang maksimal," jelasnya saat ditemui Jendela Jurnalis di lokasi pekerjaan. Rabu (22/5/24).

Lebih lanjut AMD pun mengucapkan rasa terimakasihnya atas adanya monitoring yang dilakukan awak media, sehingga dirinya bisa mengerjakan proyek dengan kualitas yang baik dan sesuai perencanaan.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua rekan media cetak ataupun media online yang sudah monitoring langsung ke lokasi, atas saran dan kritikan nya, sehingga dalam pekerjaan ini bisa menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan sesuai perencanaan," tutupnya.

Ditempat yang sama, Asep selaku warga setempat juga turut mengucapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang telah merealisasikan penurapan tersebut, dengan harapan agar terhindar dari banjir saat musim penghujan tiba.

"Allhamdulilah, dengan adanya pekerjaan penurapan saluran Dusun Tanjungsari ini, dapat mencegah banjir, dan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Karawang melalui Dinas PUPR dan mengucapkan banyak terima kasih kepada Kepala Desa Pulojaya atas terlaksananya pembangunan ini," tutupnya.

Begitupun dengan yang diungkapkan oleh Sardi (57) selaku petani dan warga Pulojaya, dirinya mengucapkan ucapan terimakasihnya kepada Pemda Karawang, Dinas PUPR dan Pemdes Pulo jaya yang telah merealisasikan apa yang menjadi harapan petani selama ini.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kepada petani dan warganya. Dengan adanya pekerjaan turap saluran ini, petani dan warga disini sangat mendukung dan bahkan mengucapkan terimakasih. Pastinya manfaat dan dapat langsung dirasakan petani dan warga," ungkap Sardi. (Pri)*

IMG-20240522-WA0020

Siap Ditanami Padi, Areal Pesawahan di Blang Seumasang Gampong Ladang Mulai Dilakukan Proses Pengolahan

Area pesawahan di Blang Seumasang Gampong Ladang yang sudah siap tanam

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Areal pesawahan di Blang Seumasang Gampong Ladang, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat, kini sedang dilakukan pengolahan sawah dengan "Hand Traktor" pada Rabu (22/5/24).

Murdani, salah seorang petani kepada Jendela Jurnalis mengatakan bahwa pengolahan sawah dengan hand traktor tersebut kini sedang dijalankan, dan memang benar adanya dimana di areal tersebut terlihat ada 2 hand traktor yang tengah dioperasikan oleh operatornya.

Murdani menerangkan bahwa di Gampong Ladang, biaya pengolahan sawah dengan menggunakan hand traktor bisa mencapai sekitar Rp. 70.000 per petak sawah hingga siap tanam.

'Ongkosnya kisaran Rp. 70 ribu per petak sampai siap tanam," terangnya.

Menurut pengakuan para petani, musim tanam padi di Tahun 2024, petani di Blang Seumasang bisa menanam padi hingga 2 kali (musim) dengan jenos bibit yang bervariatif.

"D areal persawahan Blang Seumasang kebanyakan bibit padi yang ditanami itu jenis bibit padi mitik, infari, mamfan, ceirang dan motok putih,"

Dimana semua jenis padi tersebut biasanya berumur muda dan bisa dipanen dalam jangka waktu 2 hingga 3 Bulan.

Sementara itu, pupuk yang diberikan biasanya adalah pupuk urea, KCL, SP 36 dan juga pupuk organik.

Adapun untuk masa penanaman, di areal pesawahan Blang Seumasang Gampong Ladang biasanya dilakukan secara serentak.

Dalam areal pesawahan seluas mencapai 8 hektar tersebut, petani berharap agar terhindar dari adanya gangguan hama, serta berharap agar hasil panen dapat melimpah. (Muhibbul)*

IMG-20240520-WA0059

Peringatan Harkitnas di Aceh Barat Sukses, Marhaban Harapkan Kebangkitan Semangat Pembangunan

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Marhaban, SE., M.Si.

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, berlangsung dengan sukses dan meriah. Upacara yang dihelat di6 Lapangan Upacara kantor bupati setempat ini dihadiri oleh berbagai kalangan_ masyarakat, tokoh agama, ormas dan forum pemerinyah daerah, Senin (20/5/24).

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Marhaban, SE., M.Si., yang mewakili Penjabat Bupati Aceh Barat Drs. Mahdi Efendi saat memimpin Upacara menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta upacara. Cuaca mendung dan sedikit gerimis tidak mengurangi semangat peserta upacara mengikuti proses kegiatan hingga usai.

Marhaban, dalam sambutan nya berharap momen Harkitnas dapat menjadi pendorong semangat pembangunan di Aceh Barat.

"Peringatan Harkitnas hari ini bukan hanya sekedar upacara seremonial, tetapi juga momentum bagi kita untuk membangkitkan semangat persatuan dan memperkokoh rasa nasionalisme dalam masyarakat," ujarnya.

"Harkitnas juga dapat menjadi tonggak baru dalam membangun semangat gotong royong dan kerja sama antar stakeholder dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di daerah ini," kata Marhaban menambahkan.

Tidak hanya itu, Marhaban menyebutkan, Harkitnas ini sebagai momentum Aktualisasi dan Akselerasi Pembangunan", pemerintah dan masyarakat bersatu untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju dan berdaulat di era global. Terangnya

Berbagai program dan kebijakan strategis telah diinisiasi, termasuk peningkatan infrastruktur, investasi dalam pendidikan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

"Kolaborasi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan upaya-upaya tersebut," ucapnya.

Ia berharap, Harkitnas tahun ini dijadikan sebagai momentum untuk menginspirasi generasi muda Indonesia dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dengan semangat kebangkitan yang menggelora, Indonesia siap untuk melangkah maju menuju cita-cita bersama, pungkasnya.(Muhibbul)*

IMG-20240321-WA0073

Ngeri! Terjadi Pembegalan di Depan Pemda Karawang

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Masyarakat Karawang Kota dan sekitarnya wajib waspada beraktivitas di malam hari hingga jelang dini hari.

Pasalnya, terjadi kasus pembegalan motor pada Minggu (19/5/2024) sekira pukul 02.00 dini hari. Kejadian tersebut berlangsung di depan kantor Pemda Karawang.

Korban pembegalan, Fauzy Malik Ibrahim (19), warga Gempol Tengah Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, menceritakan nasib nahas yang dialaminya bersama rekannya bernama Rafly kepada wartawan.

Kejadian nahas itu bermula setelah ia bersama tiga rekannya usai bermain PS di wilayah Kepuh Karangpawitan Kecamatan Karawang Barat.

"Setelah main PS saya dan Rafly berboncengan satu motor sementara dua rekan saya lainnya Ikbal dan Alfian berboncengan di motor lainnya," ucapnya, Minggu (19/5/2024) malam.

Ia dan rekannya bermaksud pulang ke rumah di Kampung Gempol Tengah Purwadana dengan melalui rute Jalan Tuparev.

"Pas lewat gang SMPN 6 keluar empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor, yakni motor Beat Karbu warna putih dan motor Mio warna kuning," ujarnya.

Ia menjelaskan, keempat pelaku begal itu mengendarai motor dengan cara ugal-ugalan dan tidak memakai helm atau pelindung wajah sama sekali.

"Saya perkirakan usianya di antara 25-30 tahunan," ujarnya.

Mendekati depan kantor Pemda Karawang, pelaku sempat menendang motor yang dikendarai korban, sempat oleng, korban pun sempat dipukul wajahnya. Keadaan panik korban berlari menuju depan kantor Pemda Karawang.

"Karena panik saya jatuhkan motor saya depan Pemda tanpa lepas konci, saya lari ke gerbang depan Pemda berharap ada orang atau sekuriti di sana, tapi enggak ada orang sama sekali," katanya yang mengaku motor yang dibegalnya masih dalam cicilan.

Karena ditakuti oleh pelaku akan ditembak, korban tidak berani melawan lalu motor korban dengan nopol T-6676-PF pun dibawa kabur oleh pelaku.

"Rekan saya pun sempat jatuhkan motornya tapi motornya dikunci stang sehingga enggak diambil pelaku begal. Rekan saya sempat berlari ke kantor Satpol PP Karawang dan beritahui petugas di sana. Setelah tahu saya dibegal oleh petugas sempat dikejar tapi kehilangan jejak," sambungnya.

Usai kejadian tersebut, Fauzy berniat akan membuat laporan ke Polsek Karawang Kota pada Senin (20/5/2024) dan berusaha meminta rekaman CCTV ke Pemda Karawang.

"Saya berharap polisi bisa menangkap pelaku begal dan motor saya ditemukan kembali karena itu motor buat transportasi kerja," tutupnya. (red)*

IMG-20240519-WA0005

Pantai Lhok Bubon, Pesona Wisata Terindah di Aceh Barat

Pantai Lhok Bubon

Jendela Jurnalsi Aceh Barat, ACEH - Pantai Lhok Bubon yang berlokasi di Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu pantai dengan panorama yang indah dan merupakan objek wisata yang terindah di Aceh Barat.

Disepanjang pantai, terpantau keramaian dikala hari libur tiba, dimana anak-anak berlarian dan ikut mandi di laut, mengunakan pelampung ban mobil yang disediakan sebagai alat penyewaan. Selain itu, tersedia juga penjualan makanan dan minuman dengan ragam daya tarik, seperti adanya tempat makan dan minum bernuansa cafe.

Seperti yang dituturkan oleh alah satu warga Lhok Bubon, dirinya menyebut bahwa setiap hari libur tiba, wisatawan dari berbagai penjuru selalu berdatangan untuk berekreasi.

"Kalau hari minggu, keramaian pengunjumg dari berbagai penjuru berdatangan untuk berkreasi, dengan mobil - mobil mewah dan sepeda motor menuju pantai yang menawan," tutur salah seorang tokoh masyarakat yang enggan menyebutkan namanya. Minggu (19/5/24).

Selain itu, di Suak Timah Sama Tiga juga dikenal dengan wisata Nipah yang megah di Aceh Barat, apalagi dengan menu Jus Nipah saat ini yang digemari banyak orang sebagai cita rasa yang enak dan menyehatkan.

Adapun penjualan Jus Nipah di Simpang 3 Suak Timah serta di Simpang 4 Suak Timah, diketahui bahwa penjualan Jus Nipah di kedua tempat itu semuanya selalu laris manis. (Muhibbul)*

IMG-20240518-WA00501

Ketua dan Anggota PWI Aceh Barat Laksanakan Gotong Royong

Kegiatan gotong royong PWI Aceh Barat

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Anggota PWI Aceh Barat, beserta Ketua telah melaksanakan gotong royong bersama membersihkan halaman kantor PWI yang beralamat di Jalan Purnama Dren Rampak Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Sabtu (18/5/24).

Kegiatan Gotong Royong tersebut dimulai pada pukul 9 pagi hingga selesai pukul 12 siang.

Ketua PWI Kabupaten Aceh Barat, Sa'dul Bhari, S.Sos., mengatakan gotong yang dimaksudkan terutama kebersihan halaman kantor juga dalam kantor, hingga selanjutnya seluruh anggota PWI yang bergabung siap segala info dari ketua, demi terujudnya kebersihan kantor PWI Aceh Barat dalam mejalankan tugas tugas Jurnalistik secara bijak dan undang undang yang berlaku sebagai kontrol sosial.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa setiap adanya peliputan acara, Sa'dul memohon kepada sejumlah anggota PWI agar memakai baju seragam yang sudah ada.

"Ini perlu berlaku," tegasnya.

Sementara itu, jadwal susunan piket di kantor PWI tersebut memang telah berjalan sebelumnya.

"Dimana setiap harinya dijadwalkan 2 orang anggota untuk piket, dan itu berlaku mulai dari Hari Senin hingga Sabtu," pungkasnya. (M.Jamil)*

IMG-20240516-WA0040

Inisiasi Deteksi Dini Kualitas Air, PT KTS Gagas Keramba Pantau

Salah satu lokasi keramba pantau

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Kala Matahari beranjak naik, aktivitas masyarakat di Sungai Bubon mulai bergeliat. Pada pagi di sungai itu, banyak warga yang menggantungkan aktivitasnya di sana. Di sungai itu pula, ada warga yang mandi, mencuci, dan menunaikan keperluan lain.

Gambaran aktivitas penduduk di sepanjang bantaran sungai itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari PT Karya Tanah Subur (KTS), sungai ini berdampingan dengan parit buatan yang berada di belakang Pabrik PT KTS, yang mengalir langsung ke sungai Bubon.

Sungai Bubon sangat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar khususnya masyarakat Desa Desa Blang Sibeutong dan Desa Cot Lada di Kecamatan Bubon, Aceh Barat yang merupakan desa ring 1 PT KTS, sebagai sumber kebutuhan air bersih, sebagai jalur transportasi sungai, dan sekarang untuk mata pencaharian masyarakat sekitar, seperti mencari ikan, dan budidaya tanaman enceng gondok.

Pada parit buatan yang mengalir langsung ke sungai Bubon tersebut terlihat tergenang sebuah persegi berukuran kurang lebih 2 meter x 3 meter, terpasang langsung di muara air yang mengalir di parit blok PT KTS. Mereka menamakan persegi tersebut dengan keramba pantau.

Ya, keramba pantau ini merupakan keramba atau tambak ikan yang diinisiasi dan dibuat khusus oleh tim Safety, Health and Environment (SHE) PT KTS dengan tujuan untuk mendeteksi dini kualitas air terutama dari hasil produksi pengolahan produk kelapa sawit (PKS) milik PT KTS.

Asisstant Safety, Health and Environment PT KTS, Eka Saksono, Kamis (16/5/2024) menjabarkan, bahwa dibuatnya keramba ini juga sebagai bentuk tanggung jawab PT KTS kepada masyarakat sekitar khususnya desa ring 1 yang langsung dialiri oleh sungai bubon ini. Selain sebagai detector kualitas air, keramba ini juga sebagai preventif atau pencegahan hasil dari olahan pabrik yang bisa langsung mengalir ke sungai.

"Kita pantau setiap pagi dan sore, ini untuk memantau jika Biological Oxygen Demand (BOD) dan PH melebihi baku mutu itu yang mempengaruhi kualitas air, otomatis ikan-ikan di keramba ini akan mati, karenanya kami beri nama keramba pantau," jelas Eka.

Keramba pantai ini telah dibuat sejak tahun 2019 lalu, awal pembuatan ada dua keramba, namun saat ini satu keramba sedang dalam proses perbaikan, yang masing-masing berkapasitas sekitar 500 ekor ikan berukuran sedang. Satu keramba diisi jenis ikan nila, satunya lagi berisi ikan bawal.

Menurut keterangan Community Development Area Manager Aceh, Riduan Manik, keramba pantau ini manfaatnya begitu besar bagi KTS, sejak 5 tahun terpasang belum pernah sama sekali ditemukan ikan yang mati akibat adanya kualitas air yang tidak baik ataupun pencemaran hasil dari pabrik.

"Semua ikan tumbuh dengan baik, bahkan manfaat lainnya kami jadi memanen ikan-ikan yang sudah besar, dan menggantinya dengan anakan ikan yang baru, sesuai dengan komitmen perusahaan terkait prinsip produksi bersih," pungkas Riduan.

Prinsip produksi bersih tersebut lebih lanjut Riduan memaparkan melalui pemanfaatan kembali limbah sesuai konsep 5R (reduce, reuse, recycle, refine & retrieve to energy), untuk tidak hanya melakukan pengelolaan dan pengolahan limbah namun juga terus berupaya untuk melakukan pengurangan limbah yang dihasilkan dari operasional perkebunan dan PKS.

Pengelolaan dan pemanfaatan limbah dilakukan secara mandiri oleh perusahaan untuk mendukung terciptanya kelestarian lingkungan dengan mempertimbangkan kelayakan secara ekologis, ekonomis dan dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Tak hanya sampai disitu, manfaat lain yang juga dirasakan lebih oleh masyarakat dengan adanya keramba pantau ini, disampaikan oleh PIC Sustainability PT KTS, Marlian, sesekali jika ikan-ikan di keramba sudah siap panen, dipanen langsung oleh tim KTS, namun seringnya ikan-ikan ini dilepas liarkan ke sungai bubon untuk dimanfaatkan langsung oleh masyarakat desa ring 1 PT KTS.

"Ikannya bisa mencapai 250 ekor, kita lepas liar untuk dimanfaatkan oleh masyarakat yang menggunakan sungai tersebut bagi yang mencari ikan untuk dimakan, tentunya jadi bermanfaat untuk masyarakat sekitar," pungkas Marlian.

Ia berharap semoga ini bisa menjadi program rutin bantuan bagi masyarakat sekitar, sehingga keramba pantau ini memberikan banyak manfaat tidak hanya untuk PT KTS sendiri juga untuk masyarakat. (Muhibbul Jamil)*