admin

IMG-20220723-WA0010

Puncak Kegiatan MPLS, SMK TKM Tempuran Gelar Api Unggun Dan Dihibur Kepsek Dengan Suara Emasnya.

Rangkaian kegiatan api unggun di SMK TKM Tempuran.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Karya Mandiri Tempuran (SMK TKM Tempuran) menggelar beberapa rangkaian kegiatan yang dimulai sejak beberapa hari lalu, mulai dari materi penerapan disiplin dan pembiasa'an di Sekolah bagi peserta didik baru.

Pada puncak kegiatan MPLS berikut Masa Orientasi Pramuka (MOP), setelah siang harinya digelar sungkeman serentak yang dikomandoi langsung oleh Mulyana S.HI selaku Kepala Sekolah, kini pada Sabtu malam (23/07/2022), dihalaman sekolah digelar acara Api unggun.

Dalam kegiatan malam puncak Masa Orientasi Pramuka (MOP) tersebut, tampak para Guru pembimbing, Pembina dan Pramuka SMK TKM beserta Siswa-Siswi baru sudah terlihat akrab dengan suasana hangat yang diciptakan usai beberapa hari mereka disibukan dengan rangkaian kegiatan yang cukup menguras tenaga dan fikiran

Lili Rohili S.Pd dalam memandu acara api unggun.

Lili Rohili S.Pd selaku Pembina Pramuka SMK TKM menuturkan bahwa digelarnya agenda tersebut adalah bertujuan untuk menumbuhkan kedisiplinan dalam akhlak maupun perilaku bagi peserta didik baru.

"Kegiatan MOP ini, merupakan Program Pramuka Sistem Blok, selain untuk mengisi acara puncak pada MPLS yang dimulai dari beberapa hari yang lalu, juga untuk menerapkan kedisiplinan bagi peserta didik baru melalui ekstrakulikuler Pramuka", tuturnya.

Lili juga menambahkan, selain beberapa hal yang ia sampaikan juga bertujuan untuk menarik minat dan bakat peserta didik baru untuk mengikuti Ekstrakulikuler Pramuka.

"Selain beberapa hal tadi, kegiatan ini juga bertujuan untuk menarik minat dan bakat para peserta didik baru di Eskul Pramuka, karena melalui Pramuka nantinya mereka akan lebih intens diajarkan materi kepemimpinan, kedisiplinan dan etika yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan malam ini misalnya, Kakak kelas mereka yang sebelumnya mengikuti Ekskul Pramuka telah bisa menjadi kepanitia'an hingga terselenggaranya kegiatan ini", tambahnya.

Foto dokumentasi kebersama'an Kepsek dan peserta didik baru usai api unggun.

Semakin malam semakin asik, usai kegiatan api unggun berlangsung, peserta kegiatan berkumpul dan berbaur melepas lelah bersama Kepala Sekolah melalui serangkaian kegiatan hiburan dari mulai pentas seni siswa hingga dihibur melalui beberapa lagu yang dinyanyikan oleh Kepala Sekolah yang ternyata memiliki skill memainkan gitar dengan di iringi suara emasnya. (Dhank).

IMG-20220723-WA0001-1

MPLS SMK TKM Tempuran, Kepsek Dan Siswa Baru Gelar Sungkeman, Dihadiri Wakil Bupati Karawang.

Foto rangkuman kegiatan Sungkeman dalam MPLS di SMK TKM Tempuran.

Jendela Jurnalis Karawang -
Menjelang tahun ajaran baru, Siswa-siswi baru di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMK) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam minggu ini tentunya tengah disibukan dengan kegiatan awal sebelum memulai tahun ajaran 2022-2023, yaitu dengan menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Seperti yang hari ini digelar, Sabtu (23/07/2022) oleh SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) Tempuran. Dimana hari ini adalah acara menjelang puncak dalam agenda MPLS yang digelar sejak beberapa hari yang lalu. Namun ada yang berbeda, yaitu dengan menggelar prosesi sungkeman yang dilakukan oleh para siswa baru kepada orangtuanya masing-masing.

Menurut Sukatmo S.Pdi, menerangkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan akhlak mulia dan keta'atan terhadap orang tua, berkaitan dengan etika dan tatakrama.

"Point inti yang ingin kami sampaikan ialah untuk menanamkan akhlak mulia dan keta'atan terhadap orang tua, utamanya untuk etika dan tatakrama." Terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Perdana Karya Mandiri, Kepala Desa Pagadungan, Perwakilan Pemdes Purwajaya, Camat Tempuran bersama jajaran Muspika, dan dihadiri pula oleh H. Aep Saepulloh selaku Wakil Bupati Kabupaten Karawang.

Dalam kesempatannya, Wakil bupati menyampaikan harapannya, agar para pelajar dapat memupuk kesadaran dan kepatuhan terhadap peranserta Orangtua dan Guru, karena seyogyanya merekalah yang berperan untuk kesuksesan para siswa

"Saya berharap, Adik-adik semuanya dapat memupuk kesadaran dan kepatuhan terhadap peranserta Orangtua dan Guru, Karena seyogyanya merekalah yang kelak akan terasa sangat berperan dalam mengejar kesuksesan yang kalian capai" Harapnya.

Usai Wakil bupati memberikan arahannya, kemudian berinteraksi dengan para Siswa-Siswi beserta para Guru disekolah tersebut, hingga mengajukan pertanya'an berhadiah sejumlah uang untuk Siswa-Siswi dan Guru yang bisa menjawab pertanya'an yang dilontarkan.

Foto rangkuman kegiatan.

Dalam agenda sungkeman, tampak suasana haru mengiringi prosesi sakral tersebut, dan rupanya prosesi sungkeman tak hanya dilakukan oleh Siswa-Siswi kepada orangtuanya saja, Mulyana S.HI selaku Kepala Sekolah juga mengikuti prosesi sungkeman kepada Ibundanya.

Selain sungkeman ada juga prosesi serah terima siswa baru yang secara simbolis dilakukan oleh Ketua Komite kepada Kepala Sekolah sebelum acara sungkeman tersebut ditutup dan dilanjutkan persiapan untuk penutupan seluruh rangkaian kegiatan MPLS pada malam harinya.
(NN).

IMG-20220717-WA0003

Spanduk Bernada Protes Untuk Pengurus Persika Bertebaran Disekitar Stadion Singaperbangsa.

Foto puluhan suporter dalam aksi simpatik membawa spanduk dengan tulisan bernada kekecewaan terhadap pengurus Persika. (Sumber : Irfan Sahab)

Jendela Jurnalis Karawang -
Didasari rasa prihatin dengan kondisi klub sepak bola yang menjadi kebanggaan masyarakat Karawang, puluhan suporter fanatik Persika Karawang yang tergabung dalam "Brigata Laskar Jawara", melakukan aksi simpatik di depan kantor Askab PSSI Karawang, komplek Stadion Singaperbangsa, Minggu (17/7/2022).

Terlihat bertebaran spanduk bernada protes dan kekecewaan di seputar area Stadion Singaperbangsa Karawang.

Galih, salah satu koordinator aksi, mengatakan tujuan dirinya bersama teman-teman melakukan aksi kumpul ini untuk bersilaturahmi antar anggota suporter dan latihan chants Chants Persika Karawang.

"Hal ini untuk sedikit mengobati kerinduan kami nyetadion mendukung Persika Karawang," ucapnya.

Foto spanduk sebagai media protes peserta aksi simpatik disekitar Stadion Singaperbangsa.

Galih menegaskan, dalam aksi ini pihaknya pun ingin menggugah management Persika Karawang untuk segera membentuk skuad tim Persika Karawang, untuk menyongsong kompetisi Liga 3 Indonesia, yang dalam waktu dekat akan segera bergulir.

"Di saat tim-tim kota lain sudah bergerak persiapan menghadapi kompetisi Liga 3, namun sangat di sayangkan tim Persika Karawang belum ada kejelasan hingga saat ini," tandasnya. (Red).

IMG-20220717-WA0000

Inilah Profil Margaret Aliyatul, Ketua PP Fatayat NU Terpilih Periode 2022-2027 Dalam Kongres Ke XVI Palembang.

Gambar ucapan selamat untuk Hj. Margaret Aliyatul, M.S.S.,M.Si.

Jendela Jurnalis Karawang -
Margaret Aliyatul Maimunah, secara aklamasi ia terpilih menjadi Ketua Umum PP Fatayat NU periode 2022-2027 dari hasil Kongres Fatayat NU ke XVI yang diselenggarakan di Kota Palembang dimulai Kamis (14/7/2022) lalu.

Berikut ini adalah Profil dan Prestasi dari Margaret Aliyatul :

Margaret lahir di Jombang pada 11 Mei 1978. Ia merupakan Putri kedua dari pasangan KH Mohammad Faruq dan Hj Lilik Chodijah Aziz Bisri.

Margaret menempuh pendidikannya di Pondok Pesantren Denanyar Jombang, mulai dari tingkat SLTP hingga SLTA. Selepas lulus dari MAN di Denanyar. Margaret melanjutkan studi S1-nya di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dengan fokus di bidang Program Studi Kajian Wanita pada tahun 2009.

Putri Jombang ini diketahui terkenal aktif dalam organisasi. Sejak MI hingga MAN, ia aktif di OSIS, Pramuka, maupun olahraga. Aktivisme terus melekat pada dirinya. Saat kuliah, ia didapuk menjadi Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (Kopri PMII) Rayon Adab (2000-2001), lanjut Ketua Komisariat PMII Adab Cabang Surabaya Selatan (2001-2002).

Selain itu, aktivis perempuan ini juga pernah menjabat pengurus di Pimpinan Wilayah Ikatan Putri-Putri Provinsi Jawa Timur sebagai Anggota Bidang Minat dan Bakat (1999-2001) dan Bendahara II (2001-2002).

Tak berhenti di situ, ia juga menjadi pengurus di Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama sebagai Sekretaris Umum (2006-2009) dan Ketua Umum (2009-2012). Margaret juga menjadi Wakil Koordinator Bidang Ekonomi Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (2009-2015) dan Sekretaris Umum (2015-2020).

Kepeduliannya terhadap isu Perempuan dan anak sangat tinggi. Perempuan yang juga Komisioner KPAI periode 2017-2022 ini diketahui bergabung dengan lembaga penelitian perempuan, Women Research Institute (WRI).

Di sana, ia melakukan sejumlah penelitian terkait perempuan dan anak, meliputi Kehidupan Perempuan Pesantren yang Dipoligami serta Dampaknya terhadap Anak-anak, Perempuan yang Bekerja di Salon SPA Jakarta, Perempuan Penderita HIV, Kebijakan tentang Terminal Tiga (terminal khusus TKI), implementasi dan dampak terhadap TKW yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. (Red).

IMG-20220716-WA0002

Miris, Ada Oknum Yang Mengaku Sebagai Pelaksana Lapangan Sebuah Proyek Normalisasi Lakukan Intimidasi Terhadap Wartawan.

Gambar ilustrasi intimidasi Wartawan. (Sumber: google).

Jendela Jurnalis Karawang -
Kasus kekerasan verbal, intimidasi, terhadap wartawan masih terjadi di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kekerasan verbal dialami jurnalis Indopublik, Hamid. Peristiwa intimidasi tersebut terjadi pada Jumat (15/7) siang di warung Sate Maranggi Rawamerta.

Intimidasi tersebut diduga dilakukan oleh beberapa orang, yang mengaku sebagai pekerja lapangan sebuah proyek normalisasi yang didanai oleh APBD II melalui Dinas PUPR Kabupaten Karawang.

Foto Hamid, Wartawan Media Online Indopublik yang mendapatkan intimidasi dari oknum yang mengaku sebagai pelaksana proyek normalisasi.

Berawal saat wartawan media online indopublik, Hamid bersama tiga orang wartawan sedang minum kopi di sebuah warung sate maranggi, di seputar kantor Kecamatan Rawamerta.

Sesaat sedang asik ngobrol beberapa kali terdengar suara dering ponsel wartawan indopublik berdering. Sekira lima belas menit berselang datang sebuah mobil berwarna putih parkir dengan kecepatan tinggi, serta diikuti dua sepeda motor langsung menanyakan terkait pemberitaan yang dimuat media indopublik dengan nada sangat tinggi sembari berucap kasar.

"Saya orang lapangan proyek itu. Kamu maunya apa ?," ujar orang yang mengaku orang lapangan.

Kemudian lanjut yang mengaku orang lapangan terus mengintimidasi wartawan indopublik, dengan nada tinggi sembari mengeluarkan kata-kata ancaman akan mengerahkan anggota sebuah lembaga.

"Kamu maunya apa ?, saya akan kerahkan orang lembaga saya, beberapa menit juga bisa datang ke sini. Jangan macam- macam, kalau mau beritakan proyek, saya harus dikonfirmasi," ucapnya dengan nada tinggi.

Saat masalah tersebut dikonfirmasikan kepada wartawan Media Indopublik, Hamid, membenarkan atas adanya intimidasi terhadap dirinya oleh orang yang mengaku dari pelaksana lapangan pada proyek normalisasi saluran SS Ciranggon.

"Benar, saya didatangi tiga orang yang mengaku pelaksana dilapangan pada proyek normalisasi saluran SS Ciranggon. Mereka datang dengan marah-marah dan menggebrak meja lalu mengintimidasi saya" ucap Hamid kepada Media, Sabtu (16/7) pagi.

Menurut keterangan Hamid, awalnya dia memberitakan sebuah proyek pekerjaan normalisasi saluran, yang didanai dari APBD II melalui Dinas PUPR Kabupaten Karawang, yang diduga tidak transparan beberapa waktu lalu.

"Setelah berita tayang, saya ditelpon oleh pengusaha proyek tersebut, saya pun datang menemuinya bersama rekan saya. Saya berpikir pengusaha tersebut mau memberikan klarifikasi atau hak jawab, namun ternyata saya disuruh menghapus berita tersebut dan saya tidak mau," ujar Hamid kepada Media, Sabtu pagi (16/7/2022). (NP-Red).

IMG-20220715-WA0000

Terkait Dualisme Dekopin, Praktisi Hukum Gary Gagarin Angkat Bicara.

Gary Gagarin AKbar, S.H., M.H.

Jendela Jurnalis Karawang - Menanggapi terkait adanya dualisme kepemimpinan di tubuh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), praktisi hukum Gary gagarin Akbar angkat bicara.

Menurutnya, polemik dualisme kepemimpinan Dekopin semestinya sudah selesai pasca keluarnya Putusan Kasasi No 487K/KTUN/2021 yang amar putusannya menolak Permohonan Kasasi pihak Nurdin Halid serta memperkuat putusan tingkat pertama dan Banding.

"Hal ini menandakan bahwa secara hukum Ibu Sri Untari adalah kepemimpinan yang sah karena melalui putusan pengadilan tersebut sudah melegitimasi kepemimpinan Ibu Sri Untari,” kata Gary dalam keterangan tertulisnya kepada Media, Jumat (15/7/2022).

“Dengan adanya putusan tersebut saya sangat berharap pihak-pihak lain dapat tunduk dan patuh terhadap putusan tersebut karena sudah diuji secara hukum,” sambungnya yang juga merupakan kuasa hukum salah satu koperasi di Kabupaten Karawang ini.

Kandidat doktor ilmu hukum ini juga menegaskan, Ibu Sri Untari sebagai Ketua Umum Dekopin sudah diakui ditingkat nasional yang dibuktikan atas undangan Komisi XI DPR RI. Di hadapan Komisi XI DPR RI beliau juga banyak sekali memberikan masukan dan saran terhadap rencana perubahan UU Perkoperasian agar tetap sejalan dengan prinsip dan nilai yang ada.

Selanjutnya, dengan dasar putusan ini pula, pihak pengurus Dewan Koperasi Indonesia Kabupaten Karawang (Dekopinda Karawang) di bawah kepemimpinan DR. Dede Anwar Hidayat,S.H.,M.H harus segera melakukan beberapa langkah strategis kepada pemerintah daerah Kabupaten Karawang agar segera ada kejelasan status kepemimpinan yang sah secara hukum.

“Selain itu, di hari koperasi ini saya berharap koperasi-koperasi di Kabupaten Karawang dapat lebih maju lagi dan terus berkembang dengan dimaksimalkannya peran Dekopinda Karawang,” harapnya.

Di samping itu, di Hari Koperasi ini dirinya juga berharap pihak lain yang dinyatakan kalah di pengadilan untuk legowo menerima putusan bahwa Ibu Sri Untari sebagai pimpinan dan kepengurusan Dekopin yang sah karena terlihat sampai saat ini pihak pengurus Dekopinda yang lain tersebut belum meninggalkan kantor Dekopinda Karawang dan diduga masih menerima anggaran dari dinas terkait.

“Jangan sampai di Hari Koperasi ini, pihak yg mengaku sebagai pengurus Dekopinda Karawang tersebut menodai Hari Koperasi ini karena ada kegagalan paham untuk terus menjabat padahal secara hukum seharusnya sudah selesai mengenai persoalan dualisme ini,” tutupnya. (red).

IMG-20220714-WA0003

Sangat Disayangkan, Sheet Pile Tak Terpakai Dibiarkan Tergeletak Amburadul Disekitar Lokasi Jembatan KW 6.

Foto Sheet pile yang tergeletak tak beraturan disekitar area jembatan KW 6 Karangpawitan. (Sumber: Tata NM)

Jendela Jurnalis Karawang -
Sheet pile yang tidak terpakai pasca perbaikan ambrolnya oprit Jalan Jembatan KW 6 yang berlokasi di Kelurahan Karangpawitan Karawang Barat masih amburadul, keberadaan posisi material tersebut berada di saluran normalisasi.

Yang mana pembelian sheet pile tersebut diduga menggunakan dana APBD melalui pihak rekanan yang mengerjakan proyek jembatan tersebut.

Sangat disayangkan, pembelian sheet pile tersebut tidak ada fungsinya saat perbaikan oprit jembatan KW 6.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Dedi Achdiat saat dikonfirmasi Media, Rabu (13/7) ketika dirinya berada di Dinas PRKP, mengatakan, bahwa sheet pile tersebut dibeli oleh pihak kontraktor, tapi belum dibayar oleh Pemda melalui Dinas PUPR Karawang.

"Material (Sheet Pile-red) tersebut akan digunakan apabila ada kegiatan yang menggunakan sheet pile, jadi untuk sementara biarkan saja dulu ditempat itu," ujar Dedi.
(Red).

IMG-20220713-WA0005

Kasus Korupsi Fasilkom Unsika Rugikan Negara Capai 6 Miliar.

Kejari Karawang Martha Parulina Berliana.

Jendela Jurnalis Karawang -
Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang akhirnya telah berhasil mendapatkan nilai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi gedung Fasilkom Unsika.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Kejari Karawang, Martha Parulina Berliana, di hadapan awak media yang tergabung dalam DPC Media Online Indonesia (MOI) Kabupaten Karawang pada Selasa (12/7/2022).

Kemarin kita sudah mendapatkan hasil penghitungan kerugian negara sekitar Rp. 6 miliar, insya Allah bila tidak ada halangan segera berlangsung tahap kedua serahkan kepada penuntut untuk kemudian dilimpahkan ke pengadilan,” kata Kepala Kejari Karawang, Martha Parulina Berliana, kepada Media, Selasa (12/7/2022).

Ketika disinggung adanya kemungkinan bertambahnya tersangka dalam kasus tersebut, Martha secara diplomasi menyerahkan hal itu dalam perkembangan selanjutnya.

“(saat ini) baru satu tersangka, nanti bisa lihat perkembangannya,” ujarnya.

Ia membeberkan, saat ini penyidik sedang melengkapi pemberkasan, setellah lengkap diserahkan ke penuntutan.

“Nanti penuntut juga akan memeriksa apakah berkas sudah lengkap, sesudah berkas dinyatakan lengkap barulah penyerahan tersangka dan barang bukti dan setelah penyerahan tersangka dan barang bukti barulah dilimpahkan ke pengadilan,” tutupnya. (red).

IMG-20220713-WA0006

KKBM Koperasi Sahabat Bersama Terima Kunjungan Tinjauan Rumah Produksi Oleh Alfamart, Dihadiri Beberapa Dinas Terkait dan Lembaga Pemerhati PMI.

Foto bersama usai acara peninjauan dan diskusi dihalaman Kantor Koperasi Sahabat Bersama.

Jendela Jurnalis Karawang -
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui Komunitas Keluarga Buruh Migran (KKBM) bina'an dari Koperasi Sahabat Bersama yang terletak di Dusun Ceah, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang mendapatkan kunjungan dari PT. Sumber Alfaria Tbk. (Alfamart-red) untuk meninjau rumah produksi UMKM olahan rengginang dan keripik sukun.

Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (13/07/2022) tersebut bertempat di kantor Koperasi Sahabat Bersama, karena secara kebetulan rumah produksi keripik sukun tersebut berlokasi disekitar kantor koperasi.

Dalam agenda tersebut, selain kunjungan peninjauan dari pihak Alfamart. Tampak hadir juga beberapa perwakilan dari Dinas dan intansi penunjang Koperasi dan PMI di lingkup kabupaten Karawang. Mulai dari Dinkop, Disnaker, Bapeda, BP2MI, Organisasi Buruh Migran Garda BMI, dan Pemdes Pasirjaya. Dengan menghadirkan pula pihak dari Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI) selaku penunjang permodalan.

Rangkuman foto dalam agenda kunjungan di rumah produksi keripik sukun.

Usai pihak Alfamart melakukan peninjauan disekitar lokasi rumah produksi, kemudian dilanjutkan dengan agenda berdiskusi bersama seluruh pihak yang hadir. Bertujuan untuk pemecahan masalah guna kelancaran produksi dan pemasaran produk itu sendiri.

Foto dokumentasi diskusi dari semua pihak yang hadir.

Perlu diketahui, Produk UMKM dari KKBM ini bisa berjejer dan tak kalah bersaing dengan produk pabrikan besar, bahkan produknya ini bisa tembus di 4 Kabupaten sekitar melalui 720 outlet Alfamart.

Seperti yang dikatakan H. Ahmad Fanani S.Pd.I selaku pelopor dari KKBM dan Koperasi Sahabat Bersama, dari pemasaran yang sudah tepat, mereka ternyata kesulitan untuk alat penunjang produksi.

"Untuk pemasaran mungkin kita sudah bekerjasama dengan pihak yang tepat, namun tetap kita harus pertahankan dan kembangkan lagi, dan selain itu, kita kesulitan juga untuk penunjang produksi seperti mesin atau alat pengolahan", ucapnya dalam diskusi.

Ia juga mengeluhkan terkait kelangkaan bahan baku berupa komoditi sukun yang hanya bisa didapatkan sekitar empat bulan sekali.

"Kesulitan kita adalah komoditi sukun, untuk mendapatkan sukun itu tidak bisa setiap bulan, dan harus menunggu jeda sekitar 4 bulan untuk mendapatkannya kembali, dan disetiap daerah nyaris berbuah dan hanya dapat dipanen diwaktu yang sama", keluhnya.

Lebih lanjut, ia juga berharap dengan berkumpulnya semua pihak dalam moment diskusi tersebut, bisa menghasilkan solusi yang baik dan tepat untuk menunjang kelancaran produksi dan kelancaran pemasaran yang lebih baik lagi untuk KKBM.

Dalam agenda diskusi tersebut semua masing-masing pihak yang hadir terlihat pro aktif memberikan solusi agar semua keluhan yang diutarakan dapat teratasi untuk keberlangsungan KKBM kedepannya. (NN).

IMG-20220713-WA0003

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Fasilkom Unsika, Kejari Karawang Siap Limpahkan Berkas Tersangka Ke Pengadilan.

Foto Kejari Karawang ketika dikonfirmasi Media.

Jendela Jurnalis Karawang -
Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang terus mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi gedung Fasilkom Unsika yang menyebabkan kerugian Negara sekitar 6 Milyar Rupiah.

Usai menetapkan seorang tersangka beberapa waktu lalu, Kejari Karawang tidak lama akan melimpahkan tersangka tersebut ke pengadilan.

“Kemarin kita sudah mendapatkan hasil penghitungan kerugian negara, insya Allah bila tidak ada halangan segera berlangsung tahap kedua serahkan kepada penuntut untuk kemudian dilimpahkan ke pengadilan,” kata Kepala Kejari Karawang, Martha, kepada Media, Selasa (13/7/2022).

Ketika disinggung adanya kemungkinan bertambahnya tersangka dalam kasus tersebut, Martha secara diplomasi menyerahkan hal itu dalam perkembangan selanjutnya.

“(saat ini) baru satu tersangka, nanti bisa lihat perkembangannya,” ujarnya.

Ia membeberkan, saat ini penyidik sedang melengkapi pemberkasan, setelah lengkap diserahkan ke penuntutan.

“Nanti penuntut juga akan memeriksa apakah berkas sudah lengkap, sesudah berkas dinyatakan lengkap barulah penyerahan tersangka dan barang bukti dan setelah penyerahan tersangka dan barang bukti barulah dilimpahkan ke pengadilan,” tutupnya.
(red).