Jendela Pendidikan

IMG-20240924-WA0077

Selalu Menghindar Saat Dikonfirmasi, Kepsek MTs Nurul Falah Batujaya Diduga Alergi Terhadap Wartawan

Pintu Masuk MTs Nurul Falah Batujaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Profesi Jurnalis atau Wartawan dalam menjalankan tugasnya mengacu pada undang-undang No. 40 tahun 1999, dimana isi didalamnya menerangkan dan mengatur tentang keberadaan jurnalis dalam menjalankan tugasnya sebagai kontrol sosial.

Namun sayangnya, masih saja ada oknum yang seolah menyepelekan dan bahkan masih terkesan “alergi” dengan keberadaan Wartawan atau terhadap profesi tersebut. Selasa (24/9/24).

Seperti kita ketahui bersama, bahwa media merupakan salah satu sumber informasi di dalam suatu lembaga, baik itu lembaga pemerintah maupun lembaga pendidikan. Namun, sepertinya hal itu tidak berlaku dengan Oknum Kepala Sekolah MTs Nurul Falah Batujaya.

Hal tersebut karena telah beberapa kali ditemui untuk dikonfirmasi terkait transparansi Dana BOS dan terkait Honor Daerah (Honda), dirinya seolah terus menghindar. Bahkan, sudah 5 kali didatangi pun lebih banyaknya malah sulit untuk ditemui, dan sekalinya bisa bertemu pun Kepsek tersebut malah seolah menghindar dan meninggalkan wartawan dengan alasan sedang ada kesibukan.

Sementara itu, ketika dihubungi melalui pesan aplikasi Whats App, Nurlaela, S.Pd.I., selaku Kepala Sekolah MTs Nurul Falah, untuk ditanyakan mengapa dirinya seolah selalu menghindar, dirinya berdalih sedang sibuk untuk mendampingi operator disekolahnya.

"Waalaikumsalam, kemarin saya di lab Pak, dampingi operator karena kurikulum belum aktif, jadi saya harus dampingi operator mengerjakan pekerjaan yang haeua dirapihkan dan dilaporkan kepada pengawas," dalihnya.

Sangat disayangkan. Padahal, untuk keterbukaan informasi publik dari pihak sekolah seperti saat ini, seharusnya sudah tidak asing lagi dengan media. Yang dimana, media itu sendiri merupakan mitra untuk dapat mempublikasikan seputar kegiatan apapun disekolag. Selain itu, media melalui peranan Jurnalis (PERS) berfungsi juga sebagai kontrol sosial yang dilindungi oleh Undang-Undang saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Namun, justru yang terjadi malah sebaliknya, Kepala Sekolah malah terkesan selalu menghindar dan tidak mau dikonfirmasi terkait perkembangan program-program sekolah.

Selain itu, kedatangan seorang Jurnalis juga bukan serta merta tanpa alasan, karena sebelumnya mendengar informasi dan keluhan tentang Honor Daerah yang diduga kurang tepat sasaran. Namun, dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum Kepsek tersebut, hal itu merupakan tindakan yang tidak mencerminkan seorang pendidik. Dimana Kepala Sekolah seharusnya bisa menjadi cermininan dari profesi guru yang bisa bersikap profesional. (Tinggun)*

IMG-20240914-WA0108

Pelatihan Matematika Dasar Metode Gasing Korem 012/TU Resmi Ditutup

Danrem 012/TU

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH - BARAT - Danrem 012/TU Brigjen TNI Deni Gunawan, S.E., yang diwakili oleh Kepala Seksi Personel (Kasipers) Korem 012/TU Mayor Inf Wira Ardani, S.E., secara resmi menutup pelatihan Matematika Dasar Metode Gasing di Aula Bhakti Gara Makorem 012/TU, Sabtu (14/9/2024).

Pelatihan ini dimulai sejak 3 September lalu dan ditutup pada 14 September 2024. Acara penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan penyerahan sertifikat kepada perwakilan peserta.

Dalam sambutannya, Danrem 012/TU mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat dan dedikasi.

"Pelatihan ini adalah langkah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang matematika," ujar Danrem.

Ia juga berharap agar ilmu yang didapatkan selama pelatihan dapat diaplikasikan secara efektif, khususnya kepada anak-anak sekolah dan masyarakat di daerah terpencil.

Kasipers Korem 012/TU, Mayor Inf Wira Ardani, S.E., menambahkan, "Terima kasih kepada seluruh peserta. Semoga ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan di satuan wilayah masing-masing dengan tetap memperhatikan faktor keamanan," tambahnya.

Penutupan pelatihan ini dihadiri oleh para Kasi Kasrem 012/TU, para perwira staf khusus Korem 012/TU, serta peserta pelatihan dari berbagai satuan di bawah Korem 012/TU, Yonif 112/DJ dan Kodim 0101/KBA. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20240910-WA0089

Proyek Pembangunan Rehabilitasi SDN Telukbango VI Diduga Sarat Penyimpangan

Kondisi pekerjaan (insert: papan informasi)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pekerjaan Rehabilitasi Ruang Kelas Gedung SDN Telukbango VI yang beralamat Di dusun Gongcai 1, RT. 16/05, Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa barat yang menelan anggaran hingga ratusan juta diduga dikerjakan asal jadi. Selain tidak sesuai spesifikasi Rencana Anggaran Biaya (RAB), diduga juga tidak memenuhi mutu dan kualitas pekerjaan. Senin (9/9/24).

Dugaan tersebut terlihat dalam pembangunan 3 ruang kelas tersebut terlihat dengan jelas menggunakan kayu kusen yang sudah keropos tidak diganti, begitu juga untuk tembok yang sudah bolong hanya diplester sehingga terlihat tidak rapi. Selain itu, pemasangan baja ringan juga hanya sebatas di tempel dengan cor sloop yang lama.

Hal tersebut terungkap berdasarkan keluhan
dari salah satu guru pengajar yang enggan disebutkan namanya. Ia mengeluhkan, material yang seharusnya tidak dipergunakan lagi, justru malah dipergunakan kembali di bangunan tersebut.

"Ini bangunan parah pisan, coba lihat saja pak, selain atap yang rusak, hampir semua kusen keropos, ternyata tidak di ganti. Percuma saja direhab juga kalau kusen yang sudah rapuh keropos tidak diganti," keluhnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa seharusnya konsultan lebih tahu mana yang sudah tidak layak harus di ganti. Karena, duat dugaan bahwa CV. HUTAMI & CO selaku pelaksana pekerjaan, jelas-jelas bermain curang, apalagi dengan pagu anggaran yang cukup lumayan fantastis, yaitu mencapai Rp. 155.600.000.00,- (seratus lima puluh lima juta enam ratus ribu rupiah).

Ia juga berharap, bawha dengan adanya informasi yang diberikan oleh awak media, Dinas Pendidikan harus turun langsung ke lokasi SDN Telukbango VI untuk melalukan evaluasi.

Sementara itu, hingga berita ini terbit, pihak pelaksana maupun pemborong malah terkesan menghindar, seakan khawatir kecurangannya tercium publik. (Tinggun)*

IMG-20240903-WA0034

Emplacemet Bermotif Batik di SDN Manggungjaya l Bikin Geger Publik, Pihak Konsultan Malah Tak Tahu Siapa Pemborongnya

Kondisi emplacement (insert: papan informasi pekerjaan)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Emplacement Halaman SDN Manggungjaya I yang terletak di Dusun Krajan Barat, RT. 001/003, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, kini sedang ramai menjadi perbincangan warga setempat dan wali murid. Hal tersebut disebabkan karena emplacement halaman sekolah tersebut unik, semacam hiasan betonisasi berbatik ataukah terobosan terbaru dari Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Karawang. Selasa, (3/9/24).

Hiasan-hiasan betonisasi atau emplacement halaman tersebut memang terpampang nyata berada di halaman sekolah SDN Manggungjaya I, garis-garis yang acak yang diperkirakan terbuat dari cairan semen yang membentuk pola-pola unik atau bermotif batik.

Proyek emplacement halaman sekolah dasar negeri manggungjaya I yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2024 dengan nomor SPK : 027.03.PPK./SPK/PENDAS-4937727/Vlll/2024, untuk nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp.142.244.000.00,- dengan penyedia jasa CV.ANGKA WIJAYA PERSADA.

Hiasan betonisasi atau emplacement halaman sekolah SDN Manggungjaya I yang bermotifkan batik tersebut menuai kontroversi dari warga setempat atau wali murid. Bahkan ada yang mengomentarinya dengan dikemas sindiran.

"Halaman sekolah SDN Manggungjaya I kemarin sesudah dibangun belum ada garis-garis semacam motif batik seperti ini, apakah seperti ini model betonisasi emplacement bermotif batik di tahun 2024, ataukah ini terobosan terbaru dari dinas terkait," ujar NN (inisal) sambil tertawa terbahak-bahak. Senin (2/9/24).

Lebih lanjut, NN menyindir bahwa tak hanya menyerupai batik saja, ini juga terdapat motif-motif lain yang tak kalah indahnya dengan motif batik dari kain sutra, hingga akhirnya NN mengungkapkan kekecewaannya serta mempertanyakan apakah pekerjaan tersebut memang gagal kontruksi?.

"Sayang, uang negara terkesan dihamburkan untuk pekerjaan yang diduga tidak berkualitas seperti ini," ungkapnya.

NN menduga, proses pekerjaan maupun material yang diduga digunakan tidak sesuai dengan rancangan atau rencana bangunan. Sehingga dalam waktu singkat saja, emplacement halaman SDN Manggungjaya I itu sudah mengalami kerusakan.

"Sebagai masyarakat yang memiliki kewenangan untuk turut mengawasi proses pembangunan yang menggunakan uang rakyat, kami minta agar pihak terkait turun ke lapangan dan cek emplacement halaman SDN I Manggungjaya ini," tegasnya.

Ia juga meminta agar tagihan pekerjaan itu jangan dibayar dahulu oleh Pemerintah Kabupaten Karawang. Dimana pelaksana pekerjaan emplacement dinilai tidak serius dalam mengerjakan kewajibannya sebagaimana yang tertuang di dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya), juga harus diberikan sanksi.

"Bila perlu, seret secara pidana bila ada indikasi terjadinya hal itu," imbuhnya.

Hal tersebut senada dengan yang dikeluhkan oleh salah satu Guru SDN Manggungjaya I kepada jendralnews.co.id, dirinya merasa kecewa dengan melihat hasil pekerjaan yang baru saja selesai dua hari, namun sudah terlihat retak-retak.

"Terlihat betonisasi ngepruy kaya tepung, apakah ini kurang air atau kelebihan air atau malah kurang profesional CV tersebut dalam bekerja," ujar seorang Guru yang namanya enggan dipublikasikan.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cecep Mulyawan saat dikonfirmasi tertulis terkait pekerjaan emplacement di SDN Manggungjaya I yang retak-retak tersebut, Ia mengarahkan untuk melakukan konfirmasi ke PPK. Lalu, saat ditanya terkait siapa KPA nya. Plt Kadis menjawab, "Pak Kabid Pendas," ujarnya.

Disisi lain, Yanto selaku Kabid Pendas (Pendidikan Dasar) saat dikonfirmasi hanya menimpali singkat serta akan mengeceknya.

"Siap, mau di cek dulu, "singkatnya. Selasa, (3/9/24).

Adapun berdasarkan keterangan Jay selaku pihak konsultan yang ditunjuk oleh Dina untuk merencanakan dan mengawasi pekerjaan tersebut dirinya membenarkan bahwa timnya yang mengawasi pekerjaan emplacement tersebut.

"Akan tetapi hari ini tim saya yang mengawasi pekerjaan sedang izin, jadi tidak bisa saya hubungi untuk dimintai penjelasannya. Adapun siapa pemborong nya, saya juga belum tahu," tutur Jay.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana atau pemborong belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangannya. (Pri)*

IMG-20240831-WA0063

Puluhan PKBM di Karawang Antusias Ikuti Jambore Kesetaraan 2024 di Desa Wisata Karangjaya Tirtamulya

Ketua FK-PKBM beserta jajaran kepanitiaan Jambore Kesetaraan Kabupaten Karawang Tahun 2024

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam setiap bulan kelahiran Gerakan Pramuka, yaitu pada setiap Bulan Agustus, seluruh anggota pramuka biasanya akan melaksanakan kegiatan perkemahan seperti Jambore. Begitupun untuk memperingati Hari Pramuka ke-63 di Tahun 2024 ini.

Seperti yang dilakukan oleh Satuan Gerakan Pramuka dari FK-PKBM (Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Kabupaten Karawang yang turut serta menggelar kegiatan Jambore Kesetaraan Tingkat Kabupaten Tahun 2024 yang diselenggarakan di kawasan Desa Wisata Karangjaya (DEWIKA), Kecamatan Tirtamulya. Sabtu (31/8/24).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) meliputi 4 komisariat yang tersebar di wilayah Kabupaten Karawang.

Salah satu kegiatan di Jambore hari pertama

Berdasarkan keterangan pihak panitia, kegiatan tersebut akan digelar selama 3 hari kedepan, yaitu dari Tanggal 31 Agustus hingga Tanggal 2 September 2024 dengan di isi oleh beberapa kegiatan seperti kegiatan Jambore pada umumnya. Selain itu, juga disisipkan kegiatan lainnya seperti carnaval kreasi seni dan budaya.

Dari pantauan Jendela Jurnalis, kegiatan tersebut berjalan dengan penuh antusiasme dan diwarnai dengan keseruan seluruh peserta saat mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas dengan suasana kebersamaan.

Selain itu, penanaman nilai-nilai kedisiplinan juga tak terlepas dan turut diterapkan dalam setiap tema kegiatan yang dilakukan. Hal tersebut tentunya sebagai implementasi dari jiwa kepramukaan yang aktif, kreatif, disiplin dan mandiri. (Nunu)*

IMG-20240827-WA0098

Jambore Ranting Cilamaya Kulon 2024 Resmi Digelar di Buper RADEN SUPANSA Tegalandak Sumurgede

Jajaran Kepanitiaan beserta Muspika Cilamaya Kulon

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam setiap bulan kelahiran Gerakan Pramuka, yaitu pada setiap Bulan Agustus, seluruh anggota pramuka biasanya akan melaksanakan kegiatan perkemahan seperti Jambore.

Tak terkecuali seperti Jambore Ranting yang diselenggarakan oleh Kwarran Cilamaya Kulon di Bumi Perkemahan RADEN SUPANSA yang terletak di Dusun Tegalandak, Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Selasa (27/8/24).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat selaku Kamabiran beserta jajaran Muspika, Kepala Korwilcambidik, Ketua PGRI, Perwakilan dari Kapolsek dan Danramil, Kepala Puskesmas beserta Kepala Desa Sumurgede.

Dalam pelaksanaannya, upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Dudi Alexandrie, S.STP selaku Camat Cilamaya Kulon sekaligus selaku Ka Mabiran Gerakan Pramukan Kecamatan Cilamaya Kulon.

Upacara Pembukaan Jambore Ranting Cilamaya Kulon 2024

Dalam Sambutannya, Dudi berharap agar terselenggaranya Jambore tersebut, selain untuk ajang rekreasi, juga dapat dijadikan ajang untuk mendapatkan edukasi serta mempererat silaturahmi.

"Melalui kegiatan Jambore ini, saya berharap agar adik-adik dapat menjadikan ini sebagai ajang rekreasi, edukasi dan silaturahmi," harapnya.

Hal tersebut senada dengan apa yang diucapkan Enur Sahroni, S.Pd., MG., selaku Ketua Kwarran Cilamaya Kulon. Saat diwawancara Jendela Jurnalis, Ia berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan baik dan disiplin, tanpa lupa untuk selalu menjaga kesehatan dalam cuaca yang dirasa selalu diterpa panas terik dikala siang hari seperti sekarang ini.

"Selain mengikuti kegiatan ini dengan disiplin, saya berharap adik-adik peserta Jambore juga dapat mengikuti kegiatan ini dengan riang gembira," ucapnya.

Untuk diketahui, kegiatan Jambore tersebut diikuti oleh 1088 peserta, diantaranya adalah 526 andik putra dan 542 andik putri, terdiri dari 29 Pangkalan SD, 11 Pangkalan MI, 6 Pangkalan SMP, dan 5 Pangkalan MTs. Selain itu, meliputi juga peserta dari KANIRA sebanyak 96 orang, yang terdiri dari 35 peserta putra, 61 peserta putri dari 5 Pangkalan SMA/SMK. (Nunu)*

IMG-20240827-WA0086

Bertindak Arogan Kepada Wartawan, Oknum Staff Sekolah SMPN 1 Batujaya Terancam Dilaporkan ke APH

Background foto area SMPN 1 Batujaya (insert ilustrasi & Ketum LBH Maskar Indonesia)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Arogansi kewenangan dalam dunia pendidikan adalah sikap atau tindakan otoritas yang menunjukkan kesombongan, ketidak-pedulian, atau pengabaian terhadap kebutuhan, pandangan, dan aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan dalam pendidikan, kebijakan yang dibuat tanpa sebuah pertimbangan matang sehingga keputusan yang diambil tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang, atau sikap penolakan terhadap kritik dan masukan dari pihak lain.

Arogansi semacam ini tentunya akan berdampak pada kerusakan adab dalam dunia pendidikan, dan yang tentunya dapat menurunkan moral dan motivasi, serta menghambat perkembangan dan inovasi dalam dunia pendidikan.

Sangat disayangkan, hal tersebut telah terjadi dan dilakukan oleh salah satu oknum staff di sekolah SMPN 1 Batujaya kepada wartawan jendralnews.co.id. Selasa (27/8/24).

Kejadian tersebut bermula saat wartawan jendralnews.co.id berinisial TGN berkunjung ke sekolah SMPN I Batujaya yang terletak di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan maksud untuk memonitoring kegiatan rehab gedung di sekolah tersebut.

TGN menjelaskan, saat sudah memasuki area sekolah dan sudah mendapatkan izin dari satpam sekolah untuk masuk, bahkan diantarkan ke ruangan Kepala Sekolah oleh satpam tersebut, Wartawan jendralnews.co.id justru malah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari salah satu oknum staff disekolah tersebut.

"Sebelum kami ke lokasi pembangunan, kami memohon ijin kepada satpam yang ada di sekolah itu, lalu satpam tersebut mempersilahkan dan langsung mengantarkan kami ke ruangan Kepsek. Tapi, sesampainya di depan pintu ruangan Kepsek, ada salah satu staff menarik baju saya dengan sambil menutup pintu ruangan Kepsek dan dengan lontaran perkataan seolah melarang saya untuk masuk," jelasnya.

"Mau ngapain? Kepsek lagi ada tamu," ucap TGN menirukan ucapan salah satu oknum staff yang dianggap arogan tersebut.

Pedahal, sebelumnya TGN melihat dengan jelas bahwa sebelum pintu itu ditutup, diruangan itu hanya ada Kepsek dan 1 orang guru.

"Pada saat baju saya ditarik itu Kepseknya ada A, tapi dia cuek," tambahnya.

Menyikapi sikap arogan yang ditunjukkan oknum staff di Sekolah SMPN 1 Batujaya kepada wartawan jendralnews.co.id tersebut kini terus menuai kecaman dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari H. Nanang Komarudin, S.H., M.H., selaku Ketua Umum LBH Massa Keadilan Rakyat Indonesia (LBH Maskar Indonesia). Menurutnya, tindakan tidak terpuji tersebut tentunya sangat berbanding terbalik dengan gambaran dunia pendidikan.

"Tindakan seperti itu jelas sudah mencoreng citra dunia penididikan, karena itu terjadi di sekolah yang notabene sebagai lembaga pendidik, namun malah mencerminkan perbuatan tak berpendidikan sepertu perilaku oknum staff tersebut," tuturnya.

Lebih lanjut, H. Nanang menegaskan bahwa dirinya akan mendampingi TGN untuk membuat aduan dan laporan kepada pihak Dinas Pendidikan dan kepada APH (Aparatur Penegak Hukum) agar adanya tindakan tersebut dapat ditindaklanjuti.

"Atas tindakan tersebut, kami dari LBH Maskar Indonesia akan mendampingi TGN untuk mengajukan pelaporan kepada pihak Dinas Pendidikan yang berwenang berkaitan dengan kedisiplinan, dan kemudian akan melaporkan kejadian ini kepada APH atas adanya tindakan tidak terpuji tersebut," tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepsek SMPN I Batujaya belum berhasil dikonfirmasi. Bahkan, atas adanya kejadian tersebut, TGN selaku korban mengatakan bahwa Kepsek sama sekali bersikap cuek seolah tindakan tersebut dibenarkan olehnya. (Nunu)*

IMG-20240814-WA0040

Merasa Kecewa Lantaran Sering Kebanjiran, Warga dan Kepsek SDN Batujaya lll Sebut Kades Batujaya Tak Penuhi Janji

Foto halaman SDN Batujaya lll (insert kondisi saat banjir)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Gedung sekolah SDN Batujaya lll (3) yang beralamat di Blok Kampung Mede RT 06/02, Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang Jawa Barat, kini kondisinya sudah terlihat memprihatinkan. Rabu (14/8/24).

Pasalnya, halaman dan gedung sekolah tersebut selalu mengalami kebanjiran walau bukan dalam musim penghujan, apalagi jika musim penghujan tiba, genangan air bisa menggenangi area tersebut dalam kurun waktu yang lama, bisa sekitar 5 hingga 6 bulan lamanya.

Hal tersebut dikatakan oleh warga Kampung Blok Mede, Dusun Batujaya, RT 06/02, yang namanya enggan untuk dipublikasikan. Dirinya mengatakan bahwa selain area sekolah, banjir juga menggenangi lingkungan penduduk disekitar area tersebut.

"Benar Pak, disini setiap tahunnya selalu mengalami banjir, dan kalau sudah kebanjiran itu memakan waktu cukup lama, bisa 5 bulan bahkan sampai 6 bulan, termasuk semua rumah warga disini juga ikut kebanjiran. Tapi kalau sekarang mah sudah ga lagi, itu saya bicara di saat banjir," ujar salah seorang warga tersebut seraya menunjukan foto saat lingkungan tersebut tergenang air.

Foto kondisi saat banjir (sumber: warga)

Terpisah, Jendela Jurnalis berupaya untuk meminta keterangan dari Suhendi, S.Pd., selaku Kepala Sekolah. Saat ditemui langsung dikantornya dan ditanyakan mengenai hal tersebut, Ia pun membenarkan apa yang dikatakan masyarakat sekitar tersebut.

"Apa yang dikatakan warga yang rumahnya tidak jauh dari sekolah ini itu benar dan apa adanya, ini bukan rekayasa, ini fakta," timpalnya.

Ia menjelaskan, bahwa sebelumnya pernah ada orang dari pihak desa datang ke sekolah membawa kabar gembira, dimana kedatangannya itu untuk memberitahukan bahwa akan dilakukan pengajuan untuk pengecoran halaman sekolah.

Saat itu, Kepala Sekolah diminta untuk membuat surat izin dari pihak Korwilcambidik setempat, dan hal tersebut sudah ditempuh, hingga akhirnya ada Bu Kades yang datang kerumahnya, dengan tujuan untuk membahas kaitan sekolah. Namun, hingga saat ini tidak ada realisasi, hingga pihak sekolah dan masyarakat sekitar merasa dibohongi.

"Nah, setelah itu sampe sekarang saya dan dewan guru merasa dibohongi, dan disini yang dibohongi itu bukan hanya pihak sekolah aja, tapi masyarakatnya pun dibohongi," sesalnya.

"Memang benar, Kepala Desa adalah sebagai pengguna anggaran, kalau memang ada perubahan kah harusnya bilang, masa seorang Kepala Desa gak faham? ini kan ga masuk akal," tambahnya.

Suhendi juga meyinggung bahwa seharusnya Kepala Desa jangan menjanjikan dan jangan mendatangi rumahnya jika hanya untuk memberikan angin segar saja. Karena hal tersebut yang kini menjadi persoalan, karena waktu mendatangi rumahanya, Kepala Desa datang bersama 3 orang staff desanya.

"Ini yang menjadi persoalan. Padahal, yang datang padat saat itu ke rumah saya Bu Kadesnya langsung dikawal 3 perangkat Desa. Maksudnya apa? Kalau begini saya merasa dibohongi," tutup Suhendi, S.Pd., dengan nada kecewa. (Team JJ)*

IMG-20240801-WA0048

Tak Cantumkan Volume, Pekerjaan Emplacement SDN Sumurgede ll oleh CV. BINTANG BARAT PERKASA Diduga Lemah Pengawasan

Proses pengerjaan (insert: papan informasi pekerjaan)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka menunjang kelancaran fasilitas pendidikan di sekolah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DISDIKPORA) Kabupaten Karawang kini tengah merealisasikan pekerjaan emplacemet Halaman SDN Sumurgede ll, yang beralamat di Jl. Singaperbangsa RT/RW 001/001, Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Kamis (1/8/24).

Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, diketahui bahwa pekerjaan emplacement tersebut dikerjakan oleh CV. BINTANG BARAT PERKASA melalui SPK/Kontrak dengan nomor 027.02.PPK/SPK/PENDAS-2922727/VII/2024 dengan nilai anggaran sebesar Rp. 142.000.000.00,- (seratus empat puluh dua juta rupiah) yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran (TA) 2024.

Namun sayangnya, dalam papan informasi yang terpasang tersebut tidak dicantumkan volume pekerjaan, sehingga adanya papan informasi dinilai hanya formalitas saja sebagai pelengkap. Padahal, adanya papan informasi dilokasi pekerjaan merupakan salah satu syarat dalam setiap pelaksanaan pekerjaan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Selain itu, berdasarkan pantauan dilokasi, tampak bagian hamparan dasar pasir batu masih berstektur labil, terbukti dengan ditekan menggunakan kaki saja masih terasa tidak padat dan terkesan empuk seolah tidak dilakukan proses pemadatan menggunakan mesin stemper. Padahal, mesin stemper ada dilokasi, namun seolah hanya dijadikan pajangan formalitas semata.

Hamparan pasir batu yang masih labil

Parahnya, untuk material besi wermes yang digunakan juga terlihat sudah korosi (berkarat) layaknya besi bekas.

Kondisi besi wermes yang terlihat korosi (berkarat) dan bentuk yang tak rata (melengkung)

Ketika Jendela Jurnalis menanyakan volume ketebalan kepada salah satu pekerja, dirinya mengatakan bahwa ketebalan emplacementnya sekitar 10 CM.

"Tebalnya mah 10 centi Pak," ucapnya.

Lebih lanjut, saat ditanyai tentang keberadaan pihak pengawas yang bertugas mengawasi pekerjaan tersebut, pekerja dilokasi tersebut mengaku tidak tahu menahu.

"Gak tau pak," timpal salah satu pekerja dengan nada cuek.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis belum mengetahui dan belum berhasil mengonfirmasikan hal tersebut kepada pihak pengawas. (Team)*

IMG-20240706-WA0055

Dimeriahkan Pentas Seni, Kenaikan Kelas dan Pelepasan Peserta Didik di PKBM Ratu Kencana Berlangsung Meriah

Foto Ketua beserta peserta didik di PKBM Ratu Kencana

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka menutup Tahun Ajaran 2023/2024, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ratu Kencana yang terletak di Dusun Rawaraden, Desa Sukaratu, Kecamatan Cilebar menggelar acara kenaikan kelas dan pelepasan bagi peserta didik Paket B dan C. Sabtu (7/7/24).

Dihadiri seluruh peserta didik (warga belajar) serta dihadiri pula oleh perwakilan wali murid, acara tersebut digelar secara indoor di ruangan serbaguna PKBM Ratu Kencana.

Dalam sambutannya, Syarif Hidayatulloh selaku Ketua PKBM Ratu Kencana berharap agar lulusan dari PKBM Ratu Kencana bisa menjadi insan yang hebat, berbudi pekerti luhur serta berguna bagi bangsa dan agama.

Adapun untuk data kelulusan, ada 45 peserta didik yang lulus dari program Paket B. Sementara itu, untuk lulusan pada program Paket C berjumlah 54 peserta didik.

Foto acara kenaikan kelas dan kelulusan peserta didik PKBM Ratu Kencana

Lebih lanjut, Syarif menerangkan, terkait fokus pembelajaran di PKBM Ratu Kencana, tidak hanya terfokus pada pendidikan akademis saja, tetapi tetap mengedepankan pendidikan vokasi.

"PKBM itu tidak hanya fokus pada pendidikan akademis, tapi juga ada juga pendidikan vokasi, diantaranya yang sudah berjalan yaitu sanggar seni, keterampilan menjahit, tata kecantikan kulit, dan komputer," terangnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan adanya penampilan seni tari yang berlangsung meriah, dimulai dari suguhan tari japin, nirmala, jaipong nyi ronggeng dan lainnya yang dibawakan langsung oleh perwakilan dari peserta didik tiap kelas hingga acara berakhir. (Nunu)*