Jendela Daerah

IMG-20230214-WA0015

Waduh, Bupati Karawang Berikan Rp10 M ke Polda Jabar?

Asep Agustian, SH., MH

Jendela Jurnalis, Karawang -
Mencuatnya pemberitaan terkait dana hibah yang diberikan Pemkab Karawang kepada Polda Jabar sebesar Rp10 milliar, menimbulkan polemik dan menuai kritikan dari masyarakat, salah satunya Ketua DPC Peradi Karawang, Asep Agustian, Jum'at (10/2/23).

Tanpa basa-basi, Asep Agustian yang akrab disapa Askun, meminta kepada APH, untuk memeriksa Bupati Karawang, Hj. dr. Cellica Nurrachadiana, karena disinyalir dalam pemberian dana hibah tersebut ada dugaan melakukan tindakan penyalahgunaan wewenang.

"Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya pernyataan Anggota Banggar DPRD Karawang, yang merasa telah kecolongan dengan adanya hibah untuk Polda Jabar. Artinya, Anggota Banggar tidak mengetahui adanya dana hibah tersebut," paparnya.

Lanjutnya, jika ada dugaan penyalahgunaan kewenangan, berarti patut diduga ada unsur korupsi. Untuk membuktikan ada atau tidaknya unsur korupsi, maka Bupati dan Anggota DPRD Karawang harus diperiksa APH.

"Kok bisa Dewan merasa kecolongan? Kerjanya Dewan selama ini apa? Apa hanya menjadi tim hore saja yang selalu setuju setiap ada rapat? Jangan-jangan diantara mereka main selip-selipan anggaran," ungkapnya.

Masih menurut Askun, "Bupati gegabah sekali, jika betul pemberian dana hibah itu tanpa sepengetahuan Anggota DPRD Karawang."

Ia menilai, pemberian dana hibah Rp10 miliar kepada Polda Jabar, tidak urgent dan tidak ada nilai manfa'at bagi masyarakat Karawang. Jangan kemudian pemberian dana hibah itu disangkut-pautkan dengan indikasi-indikasi persoalan hukum yang pernah terjadi di Kab. Karawang.

Alangkah baiknya, tambah Askun, jika dana peruntukan hibah tersebut, digunakan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem, perbaikan infrastruktur jalan rusak, rehabilitasi gedung sekolah rusak atau pembenahan pasar Renggasdengklok. Maka pemberian dana hibah diperbolehkan, bahkan sangat tepat, lantaran dirasakan besar manfa'atnya bagi masyarakat Karawang.

"Saya tidak habis fikir, kenapa Polda Jabar yang diberikan dana hibah? Apakah lantaran di akhir masa jabatan ini Cellica membuat pencitraan untuk Polda Jabar? Atau Cellica selama ini ketika datang ke Polda Jabar tidak pernah kebagian tempat parkir?" sindir Askun.

Bukan sampai disitu saja, lanjutnya Askun, adanya isu yang harus divalidasi, bahwa berdasarkan info yang didapatkannya, pemberian dana hibah bakal mencapai hingga Rp30 miliar. Berarti akan ada pemberian dana hibah selanjutnya, hingga mencapai Rp30 miliar.

"Ada isu, bahwa dana hibah capai Rp30 miliar. Aduh, gila, makin besar saja. Pada akhirnya Cellica dan Polda Jabar kena sanksi sosial dari masyarakat. Seharusnya, di akhir masa jabatannya, Bupati Cellica menanamkan hal-hal baik, bukan malah sebaliknya, meninggalkan kesan yang tidak baik," sambungnya.

Askun menegaskan, kalau KPK dan APH lainnya mau serius periksa Cellica, dipersilahkan. Karena perkara Bupati Cellica ini terlalu banyak di Karawang.

"Saya pernah dengar, yang namanya Bupati Cellica pernah juga 'diperiksa' tetapi kemudian terjadilah hal-hal yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa," tandasnya.

Ia berharap, dengan viralnya pemberian dana hibah, lantaran masyarakat Karawang sudah pada 'melek' bahwa ada tatanan regulasi yang disinyalir dilanggar dan tidak ada urgensinya pemberian dana hibah ke Polda Jabar ini, maka pihak Polda Jabar legowo, kembalikan dana hibah yang telah diberikan Bupati Cellica.

"Kalau Polda Jabar gentle ingin kembalikan dana hibah, kembalikan saja. Wah, saya hormat kepada Kapolda bila kembalikan dana hibah tersebut," pungkasnya. (Red/AP)

IMG-20230214-WA0007

Jembatan Lhok Tukui Rusak Parah, Butuh Perhatian dan Tindakan Serius dari Pihak Terkait

Kondisi jembatan Lhok Tukui, Desa Leupu, Kecamatan Geumpang yang rusak parah

Jendela Jurnalis, Pidie -
Masyarakat Gampong (Desa) Leupu, Kec. Geumpang, Kab. Pidie, Aceh, mengeluhkan kondisi jembatan gantung Lhok Tukui, yang saat ini kondisinya rusak parah. Hal tersebut disampaikan Keuchik Ds. Leupu, Muhammad Isa, Selasa (7/2/23) melalui pesan WA.

Jembatan tersebut sarana transportasi yang digunakan masyarakat Kec. Geumpang khususnya Gampong Leupu, Gampong Bangkeh, Gampong Peucok, Gampong Keune dan Gampong Polaloeh, untuk melakukan aktivitas. Dengan adanya jembatan tersebut, maka memudahkan akses dalam melakukan berbagai macam aktivitas.

"Masyarakat sangat membutuhkan jembatan tersebut, anak-anak sekolah, atau ibu-ibu yang berbelanja, akan lebih dekat jika melewati jembatan tersebut. Kami memohon kepada Pemda Pidie dan Dinas PU Pidie, untuk segera memperbaiki jembatan tersebut," harap Pak Keuchik.

Kondisi jembatan yang rusak parah

Keuchik M. Isa menambahkan, jembatan tersebut mulai rusak sejak mulai tahun 2018 dan sudah dua kali perbaikan menggunakan DD. Lalu kondisi tersebut juga sudah dilaporkan saat Musrenbang dengan pihak DPRK dan telah ditinjau oleh Dinas PU. Akan tetapi sampai saat ini, belum ada tindak lanjut dari Pemda Pidie, khususnya Dinas PU.

"Dulu, sudah pernah ditinjau oleh Dinas PU Pidie, namun sampai saat ini jembatan tersebut tak kunjung diperbaiki," jelasnya.

Sementara itu, Humas Forum Masyarakat Geumpang Mane (FM-Geuma), Jamaluddin, merasa prihatin melihat kondisi jembatan Lhok Tukui tersebut. Mengingat konstruksi jembatan saat ini dalam kondisi rusak parah dan sangat memprihatinkan.

"Kami dari FM-Geuma, sangat berharap kepada Dinas terkait dan Pemerintah, baik Pemda maupun Pemerintah Pusat, agar segera melakukan perbaikan jembatan. Kayu lantai jembatan yang sudah banyak patah, hilang dan lapuk, akan sangat beresiko bagi warga yang melintasinya," jelasnya.

Lanjutnya, kondisi seperti ini perlu cepat tertangani sebelum jatuhnya korban, mengingat selama ini jembatan tersebut digunakan oleh anak-anak sekolah, petani dan masyarakat, khususnya warga Gampong Bangkeh dan Gampong Leupu, yang memiliki lahan sawah dan kebun di seberang sungai.

"Sebelum memakan korban, diharapkan kepada dinas terkait, agar memberikan perhatian dan segera memperbaiki jembatan tersebut, sehingga mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya," pungkasnya. (AP)

IMG-20230209-WA0000

Terkait Hibah Rp10 Miliar ke Polda Jabar, Banggar DPRD Karawang Mengaku Kecolongan

dr. Atta Subagja Dinata, Anggota Banggar DPRD Karawang

Jendela Jurnalis Karawang -
Pemberian dana hibah sebesar Rp10 miliar dari Pemkab Karawang untuk Polda Jabar pada Selasa (7/2/2023) kemarin tuai hujatan dan kritik dari sejumlah aktivis Karawang.

Sementara dari kalangan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Karawang mengaku kecolongan lantaran pada saat pembahasan anggaran dana hibah dibulatkan (buntel kadut-red) sebesar Rp78 miliar, di antara yang menjadi perhatian sasaran dana hibah untuk KPUD, Baznas, madrasah dan MUI.

“Kalau sekiranya memang muncul anggaran dana hibah itu untuk Mapolda Jabar sebesar Rp10 miliar, saya yakin teman-teman lainnya akan keberatan dan mengkritis hal ini, jadi kami semua kaget tiba-tiba Bupati muncul berikan dana hibah Rp10 miliar ke Polda Jabar,” kata anggota Banggar DPRD Kabupaten Karawang, dr. Atta Subagja Dinata, kepada media, Rabu (8/2/2023).

Menurut Atta, pihaknya dari Fraksi PKS pun turut menyoroti hal ini. Jika seandainya pun ingin memberikan dana hibah sebaikanya sekufu (selevel), misalkan kalau Pemkab maka dengan Polres atau dengan Kodim atau level dibawahnya (polsek, danramil) karena bersentuhan langsung dengan pelayanan terhadap masyarakat Karawang.

“Di sisi lain hibah untuk madrasah masih minim yang semestinya perlu ditambah, begitu juga hibah lainnya yang seharusnya mendapatkan porsi yang lebih besar,” ucapnya yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Karawang ini.

Atta menyesalkan di saat urusan wajib Pemkab Karawang yang masih banyak perlu ditambah di antaranya program rutilahu, gedung madrasah dan pondok pesantren yang masih banyak belum tersentuh bantuan, begitu juga ada jalan akses menuju wisata yang belum tersentuh tetapi kemudian Cellica berikan dana hibah ke Polda Jabar. Makna hibah itu mestinya diberikan setelah urusan wajib pemda selesai.

Disinggung apakah Atta dan rekan-rekannya di DPRD Karawang akan memanggil Bupati soal polemik dana hibah ke Polda Jabar, ia meresponya dengan akan membahas rencana itu dalam rapat.

“Kita akan rapatkan di Fraksi PKS,” tutupnya. (red).

IMG-20230206-WA0002

Di Rangkaian HUT ke-62 Kostrad, Ksatria Tengkorak Giat Beraksi Agar Bapa Mama Papua Tersenyum Bahagia

Markas Ksatria Tengkorak, Intan Jaya

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Sebulan jelang perayaan HUT ke-62 Kostrad, para Ksatria Tengkorak Kostrad yang oleh masyarakat Intan Jaya disebut sebagai 'Tentara Utusan Tuhan' semakin giat beraksi. Berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dijalankan, membuat masyarakat semakin bahagia, Jum'at, 3 Februari 2023.

Setelah beberapa hari yang lalu, para Ksatria Tengkorak Pimpinan Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila mendapatkan beberapa barang milik gerombolan separatis (KST), di awal Februari ini berbagai aksi sosial kembali dijalankan. Komsos dengan masyarakat terus dijalin. Demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Program Borong Hasil Bumi yang setiap bulannya dilaksanakan dua atau tiga kali, terus dilanjutkan.

"Hari ini kita di Pos Koper saja. Sambil ngeliat lele, jagung dan ayam. Itu juga rumah produksi tempe sedang dikerjakan. Rantis juga kayaknya selesai hari ini. Kita jalan aja. Sekalian kita ngopi-ngopi ntar di Koper," ucap Raja Aibon Kogila kepada Anjas, Anwar dan Poltak Siahaan, saat masih berada di Pos Mamba.

Potret keakraban Raja Aibon bersama warga sekitar

Sesaat setelah meninggalkan Pos Mamba, rombongan Raja Aibon Kogila bertemu dengan sekelompok Mama yang berjalan sambil membawa hasil kebunnya. Oleh Raja Aibon Kogila, Mama - mama tersebut diajak sekalian, berjalan bersama menuju Pos Koper.

"Mama. Di Pos Kodim ya. Nanti ikut masuk saja. Kita beli semua nanti," sapa Raja Aibon Kogila kepada Mamak - Mamak sambil berjalan.

Di Pos Koper, Lettu Inf. Abdul Basyir alias Bos Koper, sedang asyik mengatur Prajuritnya. Ada yang mengurusi kendaraan, ada yang sedang membuat rumah produksi tempe, serta beberapa diantaranya sedang menyiapkan toren untuk program pipanisasi dan air bersih. Bos Koper sedang ngebut bekerja, karena banyaknya tugas dari Raja Aibon Kogila, yang harus diselesaikan sebelum perayaan HUT ke-62 Kostrad.

Sesampainya di halaman Pos Koper, Kapten Inf. Poltak Siahaan si Gembala, langsung beraksi. Mayor Inf. Anjas sang Perdana Menteri bersama Kapten Inf. Anwar alias Sengkuni didampingi beberapa Ksatria, mengarahkan Mama - Mama menggelar bawaannya di halaman Pos Koper. Sesekali, Sengkuni memberitahu warga tentang air bersih yang telah disiapkan di toren pinggir jalan, diperuntukkan bagi masyarakat. Salah satu upaya Ksatria Tengkorak dalam menjalankan program TNI AD Manunggal Air. Meskipun belum tuntas pengerjaannya, masyarakat yang melintas di depan Pos Koper, sudah dapat menikmati air bersih yang telah disiapkan oleh para Ksatria Tengkorak.

Senyum, canda dan tawa, menghiasi prosesi kegiatan Borong Hasil Bumi. Dengan gayanya yang khas, Gembala Poltak membuat Mama - Mama tertawa. Belum lagi beberapa aksi kocak para Ksatria, yang menjadikan suasana pagi yang cerah semakin indah.

"Senang. Senang sekali. Amakanie," jawab beberapa Mama, saat ditanyai oleh para Ksatria.

Terlihat Bapak - bapak yang melintas di depan Pos Koper, menyempatkan diri berhenti di depan gerbang Pos. Mereka kemudian berinteraksi dengan Perdana Menteri dan Sengkuni. Sengaja mereka berhenti, hanya untuk melihat aksi para Ksatria Tengkorak yang sedang memborong bawaan Mama - Mama, sambil bersenda gurau. Mungkin para Ksatria Tengkorak terlihat aneh bagi mereka, lain dari yang lain. Begitu ramah dan sangat membantu masyarakat.

"Assalamu'alaikum warahmatullaahi Wabarakaatuh. Hari ini hari Jum'at, tanggal 3 Februari. Masih dalam rangkaian HUT Kostrad. Program peningkatan kesejahteraan masyarakat masih kita jalankan. Apapun ceritanya, bagaimanapun caranya, inilah programnya. Bagaimana mereka tersenyum, sudah terbiasa, masuk ke Pos dengan program Borong Hasil Bumi. Dan alhamdulillah, mereka menyatakan kesenangan dan kenyamanannya serta kebahagiaan, dalam program yang kita laksanakan," ucap Ardy si Raja Aibon Kogila.

"Dalam rangkaian menjelang HUT Kostrad ini, banyak kegiatan teritorial yang kita jalankan. Dari program Borong Hasil Bumi, kemudian di sebelah sana ada hydran, pipanisasi, penyiapan air bersih, ketahanan pangan dan segala macam. Sampai dengan nanti, kita akan melaksanakan panen. Panen jagung, panen lele, kemudian ayam. Kami, Prajurit 305 Tengkorak dari Karawang, sebagai utusan dari TNI, khususnya TNI AD, Prajurit Kostrad yang ada di Intan Jaya. Semoga yang kami kerjakan ini, dapat terus membuat masyarakat merasa nyaman. Masyarakat merasa, bahwa kehadiran Prajurit TNI di Intan Jaya itu, bukan untuk membuat, memberikan atau mendatangkan ketakutan kepada mereka. Tetapi justru mendatangkan kebahagiaan. Terima kasih. Mohon do'anya dari semuanya, semoga selalu sukses dengan program-program yang kita jalankan. Sehingga, Papua yang merupakan bagian utuh dari NKRI tetap damai, tercipta Papua Penuh Damai. PAPEDA," lanjut Raja Aibon Kogila.

Saat sedang memperhatikan Nursalim dan beberapa Ksatria mengurusi kendaraan, muncul Mama Tua mencari Raja Aibon Kogila. Mama Tua kemudian memberikan sebuah ubi bakar untuk Raja Aibon Kogila. Tak cuma itu, Mama Tua juga mengalungi Raja Aibon kalung batang anggrek emas berliontin taring babi. Suatu budaya dan penghormatan masyarakat Papua kepada seseorang yang mereka anggap spesial. Tak berselang lama, Loison Sani sang cucu juga hadir, diikuti oleh Ibunya yang beberapa waktu sebelumnya tinggal di Nabire.

Di dekat tiang sang Merah Putih, seperti biasanya, hasil borongan dikumpulkan menjadi satu. Oleh Sertu Johan yang menjabat Bintara Operasi Pos Koper, sayuran, umbi, kacang dan buah-buahan tersebut, dibagi dalam beberapa tumpukan. Johan dibantu oleh Dunyari, Mansyur, Aidil dan beberapa Ksatria lainnya. Selanjutnya, semua akan dibagikan ke Pos-pos Ksatria Tengkorak yang ada di Intan Jaya.

"Alhamdulillah. Lumayan, yang sudah kita tumpuk ini, nanti kita bagi. Masyarakat terus pada datang semuanya. Rencana, sekitar 1 sampai 2 jam baru beres, kita alokasikan hari ini 20 juta, khusus untuk program ini. Mudah-mudahan masyarakatnya senang semuanya, karena yang kita lakukan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga Kostrad semakin berjaya menjelang Ultahnya. Dan ini kita semua laksanakan dalam rangkaian HUT Kostrad. KOSTRAD!!!," ucap Ardy si Raja Aibon Kogila.

Bahagia selalu masyarakat Intan Jaya. Damailah Papua. Prajurit TNI AD akan selalu menjadi yang terdepan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. PAPEDA. (Red/AP)

IMG-20230201-WA0010

Pendapatan Retribusi TPI Tahun 2022 Anjlok, Setakar Kritik Pemkab dan DPRD Karawang

Ilustrasi peta dan potensi pelelangan yang ada di Pemkab Karawang

Jendela Jurnalis Karawang -
Serikat Tani Karawang (Setakar) Kabupaten Karawang melontarkan kritikan tajam terhadap Pemkab Karawang dan DPRD Karawang terkait anjloknya pendapatan retribusi penyediaan tempat pelelangan ikan (TPI) tahun 2022.

Menurut Ketua Setakar, Deden Sofyan, target retribusi penyediaan TPI pada tahun 2022 sebesar Rp725 juta (APBD Murni), Rp755 juta (APBD Perubahan).

Sedangkan data yang didapatkan dari BPKAD Karawang realiasi pendapatan retribusi penyediaan TPI hanya Rp250 juta, belum termasuk surat tanda setoran Rp40 jutaan yang belum selesai diverifikasi.

“Apa kerjanya Pemkab Karawang dan DPRD Karawang sampai pendapatan retribusi TPI turun tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tegas Deden kepada jurnalis, Rabu (1/2/2023).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali mewanti-wanti kepada Pemkab Karawang melalui Dinas Perikanan, bahkan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Karawang dan sidak ke TPI Ciparage dengan tujuan agar bersama-sama mengawal pendapatan retribusi penyediaan TPI terealisasi sesuai target.

“Dalam RDP dan sidak itu pun sebenarnya terungkap ada permasalahan di TPI yang harus dibenahi agar target retribusi TPI terealiasi. Tapi faktanya mengecewakan, kami akan telusuri masalah tersebut sampai tuntas,” pungkasnya. (Red).

IMG-20230126-WA0004

Jajaran Satpol PP Pemalang Hadiri Peresmian Unit Siaga SAR BASARNAS

Agus Mulyadi, Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Pemalang (kiri)

Jendela Jurnalis Pemalang -
Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pemalang, melalui Kepala Bidang Tibumtranmas Agus Mulyadi yang mewakili Raharjo selaku Kasatpol PP Pemalang menghadiri Peresmian Unit Siaga SAR (USS Basarnas) yang digelar di
Komplek Rumah Pelayanan Sosial PGOT, Jln. Brigjen Katamso No. 52, Kelurahan Sugihwaras, Kecamatan Pemalang. Kamis (26/1/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Mansyur Hidayat, selaku Plt. Bupati Pemalang dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan dibentuknya USS Kabupaten Pemalang tersebut diharapkan dapat membantu dan memudahkan tugas dan kinerja Basarnas Semarang di Wilayah Kabupaten Pemalang.

"Berdirinya USS di Kabupaten Pemalang diharapkan memudahkan tugas dan kinerja Basarnas Semarang, dalam rangka misi pencarian dan pertolongan ketika terjadi musibah di Wilayah Kabupaten Pemalang dan sekitarnya," ucap Mansyur.

Foto kegiatan Peresmian USS Kabupaten Pemalang

Mansyur juga berharap agar dibentuknya USS tersebut juga nantinya dapat bekerja secara maksimal, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Pemalang.

"Semoga unit baru ini dapat bekerja maksimal, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Pemalang, serta dapat meningkatkan mutu dan kinerja Basarnas Semarang," harapnya.

Lebih lanjut, Mansyur juga berpesan agar keberadaan USS Basarnas Semarang di kabupaten Pemalang tersebut nantinya bisa bersinergi dan bekerjasama dengan Pemda maupun unsur-unsur lainnya yang ada didaerah, khususnya dalam mengatasi persoalan bencana yang bersifat gawat darurat, dan dirinya juga kedepannya agar berupaya menyediakan gedung yang lebih representatif, karena gedung USS yang sekarang statusnya masih pinjam pakai.

"Gedung unit siaga SAR Basarnas masih pinjam pakai, kedepannya barangkali kami bisa usahakan gedung yang lebih representatif," tambahnya.

Perlu diketahui, Unit Siaga Sar Pemalang nantinya akan bekerja meliputi 5 wilayah Kabupaten/Kota di Pantura Jawa Tengah, diantaranya meliputi kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal dan kabupaten Tegal.

Ditempat yang sama, Heru Suhartono selaku Kepala Basarnas Semarang menerangkan bahwa dipilihnya Kabupaten Pemalang sebagai lokasi induk USS adalah karena dinilai strategis dan juga dinilai memiliki potensi kecelakaan maupun bencana yang tinggi.

"Dipilihnya Kabupaten Pemalang sebagai lokasi USS Basarnas, sebab dinilai strategis, disamping itu, Pemalang juga memiliki potensi kecelakaan dan bencana yang tinggi," ujar Heru.

Heru juga menjelaskan bahwa Kabupaten Pemalang memiliki gunung dan laut, itulah yang menjadi penilaian potensi bencana, bahkan sebelumnya sudah menangani 5 kejadian dari sejak pertama kali USS di Pemalang dibuka.

"Pemalang memiliki gunung dan laut, sejak di buka kami sudah menangani 5 kejadian, disini kami siapkan 9 personil dan Kapal cepat di Pelabuhan," jelasnya.

Dalam tugasnya nanti, USS akan dibantu oleh para Relawan Potensi SAR pada masing-masing wilayah, dan kedepannya USS juga akan berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanganan bencana di kabupaten Pemalang. (Ragil74)

IMG-20230125-WA0004

Terkait Wacana Perpanjang Masa Jabatan Kades, Sekjen Apdesi Karawang Lontarkan Pernyataan Keras

Ketua DPC Apdesi Karawang Sukarya WK SH dan Sekjen DPC Apdesi Karawang H.Alex Sukradi SH.MH ( Kanan/baju putih) 

Jendela Jurnalis Karawang -
Sekjen Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Karawang, H. Alex Sukardi, SH.,MH melontarkan pernyataan keras terkait wacana perpanjangan masa jabatan Kepala desa menjadi sembilan tahun.

Menurut Alex, perpanjangan masa jabatan Kepala desa yang saat ini masa jabatan enam tahun menjadi sembilan tahun, itu hal yang sangat mustahil.

"Yang bisa hanya perubahan amandemen UU no. 6 pasal 39 pasal satu ayat satu dan dua tentang masa jabatan kepala desa selama enam tahun selama tiga periode, jika dirubah menjadi sembilan tahun namun entah bisa berapa periode," ungkapnya kepada awak media usai mengikuti rapat koordinasi APDESI Karawang, di rumah makan Sindang reret, Selasa (24/1/2023).

Alex mengatakan, jika dirubah masa jabatan Kepala desa menjadi sembilan tahun untuk dua periode, pertanyaan nya bagaimana jika Kepala desa yang sudah menjabat dua periode, sedangkan saat Kepala desa tersebut maju mencalonkan diri ada surat pernyataan tidak pernah menjabat Kepala desa selama sekian periode.

"Jika pada undang-undang yang baru tertulis dua periode maka yang saat ini sudah menjabat dua periode tidak bisa mencalonkan lagi, itu lah yang menjadi ke khawatiran kami," ujarnya.

Alex menuturkan amandemen undang-undang memang tugas DPR RI, tetapi harus ada usulan dulu dari Pemerintah untuk di masukan dalam skala prioritas Prolegnas.

"Tentu usulan tersebut harus melalui kajian kajian seperti uji publik, persiapan naskah akademik dengan mengundang ahli tata negara yang independen dan kalangan akademisi," tuturnya.

"Dalam hal ini kita harus samakan dulu persepsi, bahwa yang dirubah itu bunyi undang undang Kepala desa, contoh masa jabatan saya habis di tahun 2024 diperpanjang menjadi 2027, bukan seperti itu," timpalnya.

Alex menegaskan dalam hukum ke tata negaraan tidak nomenklatur SK diperpanjang, seperti kepala desa masa jabatannya habis.

"Lalu terganjal adanya Pemilu maupun skala politik nasional maka tidak ada yang diperpanjang masa jabatan Kepala desa, secara otomatis maka pemerintah mengangkat pejabat sementara Kepala desa dari kalangan ASN," tandasnya. (Red)

IMG-20230125-WA0002

Tuntut Perbaikan Infrastruktur Pertanian, Puluhan Petani Demo ke Kantor Bupati Karawang

Foto dalam aksi demonstrasi di area Kantor Bupati Karawang

Jendela Jurnalis Karawang -
Puluhan Petani asal Desa Pasir Awi dan Desa Pasir Kaliki, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang tergabung dalam organisasi Serikat Petani Karawang (SETAKAR), Selasa siang menggeruduk Kantor Bupati Karawang guna menuntut perbaikan infrastruktur pertanian, ( 24/01)

Pengunjuk rasa menyebut, rusaknya pintu BR III di desa Pasir Kaliki telah berdampak bocornya tersier air irigasi.

Petani menyebut, sawah terdampak peristiwa terjadi sekira 800 hektar, yang dimana BR - II mencakup desa Pasir Awi, Pasir Kaliki dan Desa Kutawargi.

H.Karsim, warga Desa Pasir Awi berujar, selain rusaknya sejumlah pintu pembagi air sawah di kecamatannnya, keberadaan warung dan lapak PKL di atas saluran tersier sungai di sepanjang depan kecamatan Rawamerta, disebutnya menjadi penyumbang utama macetnya supplai air sawah menuju desa Pasir Kaliki dan desa tempat tinggalnya.

Mensikapi aksi warga desa, Asisten bidang Pemerintahan Pemkab Karawang, Hanafi berujar, untuk saluran sekunder, perbaikannya menjadi kewenangan PJT- II, namun untuk saluran tersier, perbaikannya bisa dilakukan oleh dinas PUPR.

Menyampaikan aspirasi petani Karawang, Ketua Ormas SETAKAR, Deden Sopiyan, meminta, pemerintah Karawang agar mendengarkan keluhan petani , melakukan perbaikan infrastruktur pertanian dan melakukan pengerukan lumpur saluran sekunder serta saluran tersier.

Ditempat yang sama, Kasi Sumber Daya Alam Dinas PUPR Karawang ,Rambudi, mengungkapkan, pihaknya siap memperbaiki infrastruktur pertanian di kabupaten Karawang sesuai mekanisme.

Pernyataan senada, pula diungkapkan Kadis PUPR Karawang, Dedi Achdiat, yang hadir didesa Pasir Kaliki bersama Ketua Komisi IV DPRD Karawang fraksi Golkar, Asep Syarifudin (Asep Ibe) guna meninjau langsung lokasi bermasalah.

Dedi menyebut, Dinas PUPR Karawang segera melakukan upaya perbaikan dengan menurunkan Bechoe ke lokasi sesuai kepentingan.

Dinas PUPR Karawang segera merehab pintu BR3, menormalisasi saluran BR 3 kiri 1, melakukan penurapan dan menormalisasi BR3 Kiri 2, menurap dan menormalisasi BR 3 Kiri 3, serta membangun pelebaran jalan dan jembatan setempat (BR3).***

IMG-20230124-WA0002

Pejabat Struktural Rutan Kelas IIB Pemalang Tandatangani Komitmen Pembangunan dan Pencanangan Zona Integritas

Foto penandatanganan Zona Integritas

Jendela Jurnalis Pemalang -
Rumah Tahanan Negara kelas IIB Pemalang, menyelenggarakan kegiatan penandatanganan pencanangan pelaksanaan zona Integritas Tahun 2023 pada Selasa siang (24/1/2023).

Kegiatan tersebut merupakan tahapan awal dari pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM Tahun 2023, bertempat di Lapangan Upacara Rutan Pemalang.

Kegiatan upacara penandatanganan di pimpin langsung oleh Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pemalang Sumaryo, dengan dihadiri oleh pejabat struktural serta seluruh petugas Rutan Pemalang.

Petugas Rutan Kelas llB Pemalang saat mendengarkan arahan terkait Zona Integritas

Acara diawali dengan penandatanganan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas dan Pakta Integritas oleh Kepala Rutan, Kemudian penandatanganan dilanjutkan dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan dan Pencanangan Zona Integritas oleh Pejabat Struktural dan seluruh pegawai Rutan Pemalang.

Usai penandatanganan, kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan penguatan oleh Kepala Rutan, Dalam sambutannya, beliau mengatakan bagaimana reformasi birokrasi merupakan hal penting yang kini harus diterapkan dan dimiliki oleh setiap instansi termasuk di Rutan Pemalang.

“Pencanangan pembangunan zona integritas adalah langkah awal dan bagian dari mensukseskan dari reformasi birokrasi, dengan melakukan penataan dengan memperbaiki sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif, efisien, layanan prima dan memuaskan,” ucap Sumaryo dalam sambutannya.

Beliau pun berpesan, dalam kaitan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokasi Bersih dan Melayani (WBBM) ini yang menjadi salah satu perhatiannya, khususnya terkait dengan pelayanan publik. Sehingga pelayanan publik tersebut harus terus dilakukan demi rasa puas masyarakat atas kinerja instansi pemerintahan.

“Rutan Pemalang merupakan salah satu pelayanan publik, maka dengan ini jadikan lah rasa puas pada masyarakat sebagai tolak ukur kita dalam bekerja. Walaupun selama ini Rutan Pemalang belum mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), namun tetap dedikasikan setiap pekerjaan kita dengan pelayanan yang prima dan maksimal terhadap kepentingan publik. Sehingga kita dapat menjadi instansi yang benar benar bermanfaat,” pungkasnya diakhir sambutan. (Ragil74)

IMG-20230123-WA0000

Kabar Gembira, BMMK Tengah Kumpulkan Data Seniman Untuk Dicover BPJS Kesehatan dari Pemkab Karawang

Poto Kabag Kesra H. Rohmana Setiyansyah sedang menerangkan alur pemberian BPJS kesehatan kepada para seniman

Jendela Jurnalis Karawang -
Seniman, adalah profesi yang patut mendapatkan perhatian dari Pemerintah setempat, dan patut disyukuri oleh Seluruh seniman dan keluarganya bahwa kini Pemerintah Kabupaten Karawang akan memeberikan Jaminan Kesehatan berupa BPJS kesehatan.

Seperti yang diungkapkan Waya Karmila S.Pd selaku Sekretaris Badan Musyawarah Masyarakat Karawang (BMMK) dalam upaya pelestarian kebudayaan kepada Jendela Jurnalis, bahwa kini BMMK tengah mendata seniman untuk bisa mendapatkan jaminan kesehatan gratis.

"Tentunya informasi ini bukan hanya sekedar Hoax, tapi berita yang sesungguhnya dan dapat dipertangungjawabkan. Dimana tuntutan seniman selama ini tentang jaminan kesehatan akan segera terrealisasi," ungkapnya.

Poto Asda satu Drs. Akhmad Hidayat (sebelah kiri) saat rapat

Lebih lanjut, Waya menerangkan bahwa untuk pendataan tersebut dilakukan oleh Disparbud melalui BMMK.

"Untuk seniman, Input datanya dikerjakan oleh BMMK yang secara resmi berafiliasi dengan Disparbud," tambahnya.

Sementara, dari perwakilan Disparbud sudah mengirimkan data sebelumnya berjumlah 2.419 seniman. Jumlah ini akan terus bertambah karna menurut perwakilan Disprbud masih banyak seniman yang belum terdata, karena menurut perwakilan Disparbud tersebut tidak semua seniman mau di data, perlu kerja ekstra untuk mendata seniman.

Hal tersebut dikuatkan dengan adanya rapat khusus membicarakan tentang jaminan kesehatan bagi seluruh seniman yang ada di Kabupaten Karawang yang diselenggarakan di ruang rapat Asda satu bidang pemerintah dan kesra pada Rabu 18/1/2023.

Rapat tersebut di pimpin oleh Asisten Daerah satu bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. Akhmad Hidayat di dampingi oleh Kabag kesra H. Rohmana Setiyansyah, S.Sos,MM. Undangan yang hadir dalam rapat tersebut adalah perwakilan dari Disparbud, DPPKAD, Disdukcatpil, Dinsos, Dinkes dan perwakilan dari BPJS.

Asda satu bidang pemerintahan dan kesra Drs. Akhmad Hidayat mengatakan dalam sambutannya bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang sangat peduli terhadap seniman di bidang kesehatan. Di tahun 2023 dan tahun berikutnya seniman tidak lagi direpotkan apabila sakit, langsung di kafer oleh BPJS kesehatan. Ini tentunya memerlukan data yang akurat, ini juga tugas dari Disparbud dan jajaranya untuk mendata jumlah seniman.

Menurut perwakilan dari DPPKAD bahwa di Pemda Karawang ada 23 milyar rupiah untuk jaminan kesehatan, ini sayang kalau tidak di manfaatkan oleh seniman, makanya data yang akurat sangat di perlukan agar semuanya bisa menikmati jaminan kesehatan ini. Apabila ada seniman yang sudah memakai BPJS kesehatan secara mandiri di cluster 1 atau cluster 2 boleh beralih ke BPJS kesehatan yang dicover oleh Pemerintah Kabupaten Karawang, akan tetapi beralih ke cluster 3.

Sementara alur untuk pendataan yang akurat agar tidak berbenturan dengan seniman yang sudah dicover oleh jaminan kesehatan selain BPJS adalah :

  1. Pendataan dilakukan oleh Disparbud melalui organisasi mitranya yaitu BMMK dengan mengentri data dari KK dan KTP.
  2. Setalah data terkumpul, kemudian divalidasi oleh Disdukcatpil untuk mencocokan nomor KK dan KTP.
    3. Data yang sudah cocok selanjutnya diberikan kepada Dinkes untuk di dokumenkan.
  3. Dokumen data dari Dinkes diberikan ke pihak BPJS untuk di entri ulang dan dibuatkan Kartu BPJS. (wk.co)