Jendela Daerah

IMG-20230924-WA0039

Puluhan Petani di Perbatasan Cilebar dan Tempuran Gotong Royong Lakukan Upaya Penanggulangan Hama Tikus

Foto kegiatan para petani saat melaksanakan gotong royong

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Dalam sektor pertanian, selain faktor alam tentunya tak jauh dengan persoalan seputar penanggulangan hama, seperti yang terjadi di area pertanian perbatasan dari Kecamatan Tempuran dan Kecamatan Cilebar.

Para petani di area tersebut mengeluhkan bahwa belakangan ini hama tikus cukup membuat resah. Pasalnya, di musim pembibitan menjelang masa tanam, mereka harus ekstra ketat siang dan malam untuk melakukan pencegahan terhadap rusaknya bakal tanaman padi oleh hama tikus.

Dikatakan Naryo, salah satu Petani asal Kp. Pasung, Desa Mekarpohaci, Kecamatan Cilebar, dirinya mengungkapkan bahwa dirinya bersama para petani dari Kecamatan Tempuran melakukan gotong royong dalam upaya pencegahan tersebut.

"Menanggulangi hama tikus, kami menggelar kegiatan dengan masyarakat, diantaranya para petani dari Dusun Pasung Kecamatan Cilebar, dengan Dusun Cigo'ong Kecamatan Tempuran, melakukan upaya pemberantasan hama tikus, dimulai hari ini hingga beberapa hari kedepan," ungkapnya.

Moment saat petani berkumpul

Dalam pelaksanaannya, para petani tersebut menggunakan alat sederhana berupa cor mesin air, dimana sasarannya adalah lubang-lubang yang merupakan tempat hama tikus bersembunyi saat siang hari.

Lebih lanjut, melalui gotong royong upaya penanggulangan tersebut, Naryo juga berharap bisa sedikit mengurangi ganasnya serangan hama tikus di area pesawahan tersebut.

"Dengan adanya gotong royong ini, saya berharap bisa jadi solusi untuk sedikit mengurangi dampak buruk dari serangan hama tikus," tutupnya. (NN)*

IMG-20230923-WA0062

Personel Polsek Meureubo Polres Aceh Barat Laksanakan Pengamanan Penyaluran Beras

Foto saat personel Polsek Meurebo melaksanakan pengamanan dan membantu masyarakat yang akan mengambil beras

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
Personel Polsek Meureubo Polres Aceh laksanakan pengamanan penyaluran bantuan pemerintah untuk masyarakat berupa beras tahun 2023 oleh PT Pos Indonesia persero sebanyak 2078 sak untuk Kec. Meureubo.

Pelaksanaan penyaluran bantuan beras tahun 2023 tersebut ada beberapa tempat di Kecamatan Meureubo, diantaranya dilaksanakan di Kantor Camat Meureubo dengan jumlah penyaluran beras Bulog 1084 sak, dan di Kantor Keuchik Peunaga Rayeuk dengan jumlah penyaluran beras Bulog 459 sak.

Kemudian penyaluran di Kantor Keuchik Paya Peunaga dengan jumlah penyaluran beras bulog sebanyak 262 sak, dan di Kantor Keuchik Reudep dengan jumlah penyaluran beras Bulog 273 sak, Sabtu (23/09/2023).

Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K.,M.H, melalui Kapolsek Meureubo Iptu Karianta S.H, menyampaikan, dalam rangka mensukseskan program pemerintah agar aman, lancar, tertib, dan kondusif. Personel Polsek Meureubo melakukan pemantauan dan pengamanan.

"Kegiatan Pengamanan ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan muncul nya potensi gangguan keamanan di lokasi penyaluran bantuan karena adanya keramaian masyarakat," ucap Kapolsek.

Menurut Kapolsek, kegiatan ini merupakan Program Strategis Nasional dalam rangka program merealisasikan cadangan pangan pemerintah di percayakan kepada PT. Pos Indnesia bekerjasama dengan Perusahaan Umum (Perum) Bulog dengan membagikan langsung kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Program ini tersebar di seluruh Indonesiai terkhusus di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat," jelasnya

"Kegiatan berlangsung sehari, baik dari awal, saat penyaluran maupun selesai giat, semua berjalan dalam situasi aman tertib dan lancar," tutup Kapolsek Meureubo Iptu Karianta S.H. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20230921-WA0066

Waduh! Diduga Akibat Lemahnya Pengawasan, LSM Lidik Akan Laporkan CV. Aqila Putri Berlian Lantaran Curangi Volume Ketinggian

Papan informasi pekerjaan (insert: hasil ukur LSM Lidik)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Pemerintah Kabupaten Karawang terus menggelontorkan program pemerataan pembangunan dari berbagai leading sektor, salah satunya melalui pembangunan penurapan jalan KW 9.

Program yang didanai dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2023 dengan jumlah anggaran Rp. 189.564.277,- dengan volume panjang = 164 M' x 2 dan Tinggi = 1.00 M' yang dikerjakan oleh CV. Aqila Putri Berlian.

Namun sangat di sayangkan, dalam proses pekerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi dan dikerjakan asal jadi. Kamis (21/9/2023).

Menyikapi adanya kejadian tersebut, membuat geram Suhanta selaku Ketua LSM LIDIK Kabupaten karawang.

Menurutnya, seharusnya pihak dinas PUPR bidang jalan benar-benar selektif ketika memberikan sebuah pekerjaan jasal asal saja, karena dikhawatirkan cenderung lebih mementingkan kantong pribadinya sendiri ketimbang kualitas bangunan.

Apalagi, berdasar hasil investigasi LSM Lidik Karawang dilokasi pekerjaan pemurapan di Kelurahan Tunggak Jati, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan RAB.

Terlihat setelah tim investigasi mengukur ketinggian, hanya ada sekitar 70 CM dan ada juga yang 80 CM.

Selain itu, kualitas campuran semen juga diduga tidak sesuai takarannya, sehingga hasilnya sudah jelas akan mempengaruhi mutu dan kualitas dibawah standar spesifikasi.

"Yang jadi pertanyaan kami sebagai sosial kontrol, meyakini Pengawas Dinas PUPR Bidang Jalan tidak bekerja dan turun kelapangan untuk mengontrol dan hanya terima gaji buta saja," tandasnya.

Suhanta menambahkan, kalaupun memang tidak ada tindakan apapun dari pihak dinas terkait, setelah pekerjaan selesai nanti dirinya akan melayangkan laporan ke pihak BPKP.

"Kami akan tunggu pekerjaan itu selesai, dan pastinya pihak dinas akan membayar pekerjaan sesuai dengan SPK. Nah, baru kami dari pihak LSM LIDIK Karawang akan melayangkan surat aduan ke pihak BPKP. Pasalnya, bukti-bukti sudah kami kantongi," tegasnya.

Untuk pekerjaan penurapan jalan KW 9 tersebut, Suhanta menilai sangat mengecewakan, bahkan terkesan dibiarkan tanpa ada pengawasan dari pihak dinas terkait.

"Dan untuk pihak CV. Aqila Putri Berlian, pasti akan saya laporkan," tutupnya.

Di tempat terpisah, Joko selaku Kasie Bidang Jalan Dinas PUPR Karawang saat dikonfirmasi perihal pekerjaan penurapan jalan KW 9 yang tidak sesuai dengan spesifikasi tidak merespon sama sekali alias bungkam. (D'Sukarya)*

IMG-20230921-WA0055(1)

Rumah Warganya Diterjang Angin Punting Beliung, Keuchik Desa Kuta Padang Berikan Bantuan

Foto saat memberikan bantuan pada warga

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
Aparatur Desa Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, menyerahkan bantuan masa panik kepada warganya korban angin puting beliung. Kamis (21/9/2023).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Keuchik Desa Kuta Padang kepada Linda Sari yang merupakan pemilik rumah korban angin puting beliung yang terjadi pada Rabu malam (20/9/2023) lalu.

Keuchik Desa Kuta Padang, Syafrizal mengatakan pemberian bantuan tersebut agar dapat meringankan beban warganya yang tertimpa musibah.

"Bantuan yang kita berikan bukan dalam bentuk barang tetapi dalam bentuk uang tunai, nilainya sebesar 4 juta rupiah," ucap Keuchik Syafrizal.

Menurutnya, dengan begitu warganya yang tertimpa musibah angin puting beliung dapat mengunakan bantuan itu untuk hal-hal yang penting terlebih dahulu.

"Jika kita berikan barang takutnya tidak tepat sasaran dengan apa yang diperlukan, jadi kami menganggap lebih bijak memberikan bantuan uang tunai," terang keuchik yang akrab disapa Ngoh Jal.

Selain itu, ia berharap dengan bantuan tersebut atap yang diterbangkan angin puting beliung bisa segera di perbaiki, jadi warganya malam ini bisa langsung dapat menempati rumahnya kembali dan tidak perlu mengungsi lagi.(Muhibbul Jamil)*

IMG-20230921-WA0053

Diduga Program Normalisasi Sungai Neglasari Dikerjakan Tak Maksimal dan Kurang Pengawasan dari Dinas PUPR Karawang

Pekerjaan pengerukan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR –
Program Normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Rawamerta, Desa Sukamerta, Dusun Neglasari, RT 13/07, Kabupaten Karawang di apresiasi oleh Warga masyarakat setempat.

Akan tetapi, pada pelaksanaannya diduga dikerjakan dan dilaksanakan kurang maksimal.

Hasil dari pantauan Jendela Jurnalis dilapangan, tidak tampak adanya papan informasi pekerjaan di sekitar lokasi pekerjaan. Selain itu, juga tidak adanya keterangan keterbukaan informasi publik pada warga masyarakat, serta dalam pelaksanaannya pun diduga pengerukan tersebut tidak rapih. Kamis (21/9/2023).

Terlihat dari pengangkatan tanah lumpur yang tak teratur penempatannya, sehingga hasil dari kubikasi tanah yang dangkal tidak terlihat jelas.

Selain itu, terkait keberadaan sungai apur tersebut dekat dengan area pemukiman warga masyarakat, sehingga dalam pengangkutan tanah nya pun terlewati, sebagian di keruk dan sebagian sebagian tidak, sehingga terlihat tak beraturan.

Padahal, dalam pelaksanaan pekerjaan normalisasi sungai merupakan pengerukan lumpur dangkal, dengan tujuan agar nantinya air dapat mengalir dengan baik, demi keperluan dan kebutuhan air bagi warga masyarakat banyak, khususnya bagi para petani padi.

Hal tersebut diungkapkan E (inisial) selaku warga sekitar, menurutnya dalam setiap pelaksanaan proyek pemerintah, baiknya menerapkan keterbukaan informasi dengan memasang papan informasi pekerjaan, dengan tujuan agar masyarakat pun dapat bersama-sama mengawasi jalannya pekerjaan.

“Itu kalo kerjaannya begitu kelihatan berantakan pak, terus gak ada papan informasinya lagi, gimana kita bisa tahu besaran anggaran dan berapa volume panjang yang dikerjakan kalo begitu mah,” ungkapnya.

Selain pekerjaan yang tidak maksimal, dugaan kurangnya pengawasan dari pihak terkait yakni Dinas PUPR Karawang dan UPTD PUPR Kecamatan, seharusnya tingkat pengawasannya lebih dioptimalkan, demi mendapatkan hasil kerja yang lebih baik.

Dengan mengedepankan praduga tak bersalah tentang adanya dugaan pekerjaan program normalisasi sungai Neglasari yang sudah jelas didanai dari uang rakyat dan dikerjakan dengan maksimal, melalui terbitnya pemberitaan ini setidaknya bisa dijadikan alat koreksi bagi pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Inspektorat dan BPK segera memberikan reaksinya.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis belum berhasil mendapatkan keterangan terkait siapa pelaksana dan pengawas dalam pekerjaan normalisasi tersebut. (Team)*

IMG-20230920-WA0054

Diduga Garong Volume Tinggi Pekerjaan Drainase Dusun Pagutan, LBH Hapi Akan Laporkan CV Raja Astina ke Pihak APH

Kondisi pekerjaan beserta papan informasi publik

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Menindak lanjuti perihal pemberitaan pembangunan drainase di Dusun Pagutan, Desa Sekarwangi, Kecamatan Rawamerta yang diduga dan terkesan dibiarkan tanpa pengawasan dinas terkait, membuat geram Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Advokat Pengacara Indonesia Karawang (LBH HAPI).

Lantaran proyek yang dikerjakan oleh CV. Raja Astina dengan nominal anggaran Rp 189.253.000 yang bersumber dari APBD Karawang Tahun Anggaran 2023, dengan Volume panjang 167.00.M Tinggi 1,50 M’, melalui No kontrak 0,27/…/06.2.01.07.97/KPA -SDA/PUPR/2023 diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan garong ukuran volume ketinggian, diduga hal tersebut demi bisa meraup keuntungan lebih besar.

Menyikapi adanya pembiaran yang dilakukan pihak dinas terkait, dalam hal ini Bidang Sumber Daya Air (SDS)
membuat geram Aep Apriyatna selaku anggota LBH HAPI Karawang. Dirinya merasa prihatin sekaligus merasa kecewa. Pasalnya, sudah berulang kali temuan pekerjaan yang dimotori bidang SDA tidak sesuai spesifikasi, tapi selalu dibiarkan begitu saja tanpa tindakan dan teguran bahkan sangsi apapun.

"Mereka dengan bebas melenggang dengan aman tanpa merasa takut apapun'l," ucapnya.

Perihal pekerjaan drainase Dusun Pagutan, CV. Raja Astina sudah jelas jelas diakui oleh salah satu pekerja lapangannya bahwa menurutnya terkait adanya pengurangan volume tersebut, dikatakannya sudah biasa dan di anggap sudah wajar untuk pekerjaan Dinas PUPR.

"Tapi sangat di sayangkan, pihak bidang pengawas SDA seolah-olah tutup mata dan telinga. Ada apa dengan bidang SDA? sudah jelas-jelas mereka garong ukuran volume ketinggian demi bisa meraih keuntungan lebih besar, tapi aneh bin ajaibnya tetap saja di biarkan tanpa adanya sangsi apapun. Jangan-jangan bidang SDA terima bolu juga, jadi tidak berani melakukan tindakan apapun," ungkapnya heran.

Lebih lanjut Aep apriyatna mengatakan bahwa sebagai perwakilan dari aktifis dan sekaligus dari pihak LBH HAPI Karawang, dirinya merasa kecewa terhadap Dinas PUPR bidang SDA, padahal sangat jelas dan terang benderang diakui oleh salah satu pihak pekerja CV Raja Astina bahwa untuk volume ketinggian tidak maksimal tapi tetap saja diam tanpa aksi apapun.

"Kalau memang mau didiamkan saja, saya pastikan kami akan bergerak, semua bukti-bukti sudah kami kantongi, dan saya pastikan akan saya laporkan ke pihak BPKP dan inspektorat, agar ada pembinaan sekaligus shock terapy bagi pihak-pihak pemborong bermental korup. Dan sekaligus meminta juga agar CV. Raja Astina dimasukan ke daftar hitam," Pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, dengan asas praduga tak bersalah, Jendela Jurnalis belum berhasil menghimpun keterangan dan mengonfirmasikan permasalahan tersebut kepada pihak CV. Raja Astina selaku pelaksana. (D'Sukarya)*

IMG-20230920-WA0027

Antisipasi Roboh, Personel Polsek Meureubo dan Disperkim Lakukan Pemangkasan Pohon

Proses pemangkasan pohon

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
Personel Polsek Meureubo Polres Aceh Barat bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Aceh Barat terus menyisir titik-titik yang rawan pohon tumbang di permukiman Penduduk Gampong Meureubo Kec. Meureubo Kab Aceh Barat, Rabu (20/09/2023), Pukul 10.00 WIB.

Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K., M.H, melalui Kapolsek Meureubo Iptu Karianta S.H, mengatakan, pemangkasan pohon itu dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi pohon tumbang yang bisa mengenai perumahan Penduduk.

Pemotongan ini dilakukan karena pohon sudah terlalu tua dan rawan tumbang pada saat musim hujan yang disertai dengan angin kencang.

"Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jangan mengenai perumah penduduk pada saat tumbangnya pohon tersebut," pungkas Karianta.

Lanjut Karianta, Disperkim memiliki tim khusus yang bertugas memeriksa pohon-pohon yang memiliki potensi roboh. Akan tetapi, tidak semua laporan langsung dilakukan pemangkasan.

"Jika pohon dirasa masih kokoh dan tidak terindikasi ada bagian yang membahayakan maka tidak akan dilakukan pemangkasan," ujarnya.

Alat berat yang digunakan

Sementara itu, Kariatna juga menjelaskan terkait pemangkasan pohon menggunakan alat berat berupa crane.

"Petugas Disperkim menggunakan alat berat berupa crane untuk memangkas pohon, seperti yang sedang dilakukan saat ini di belakang rumah Iswahyudi Gampong Meureubo Kec Meureubo Kab. Aceh Barat," tutup Kapolsek Meureubo Iptu Karianta, S.H.(Muhibbul Jamil)*

IMG-20230920-WA0016

Warga Desa Jayamakmur Keluhkan Susahnya Mendapatkan Pekerjaan di TPST Jayakerta

TPST Jayakerta

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Polemik terkait Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Jayamakmur, Kecamatan Jayakerta perihal hutang yang menggunung baru saja reda dan berakhir dengan kata damai.

Namun sangat disayangkan, setelah proses yang cukup lama hingga polemik tersebut mereda, kini muncul isu baru, yaitu tentang adanya dugaan salah satu oknum pemangku kebijakan pihak TPST Desa jayamakmur berinisial KU yang diduga menerima tenaga kerja dari luar wilayah Desa Jayamakmur. Selasa (19/9/2023)

Hal tersebut dikeluhkan AD (inisial), yang merupakan warga sekitar tempat berdirinya TPST. Kepada Jendela Jurnalis, dirinya mengungkapkan keluh kesahnya perihal susahnya warga sekitar untuk masuk kerja di TPST tersebut.

"Harapan saya sebagai pihak dari lingkungan hanya ingin di utamakan terlebih dahulu, baru dari pihak luar desa, jangan tebang pilih, harus adil," keluhnya.

Menurutnya, seharusnya pihak pemangku kebijakan TPST lebih bijak, karena apapun dalihnya, yang namanya tempat pengolahan sampah pasti akan berdampak pada lingkungan setempat.

Sementara itu, ON (inisial) yang merupakan seorang pekerja TPST Jayamakmur, saat di temui Jendela Jurnalis, dalam obrolannya ketika di singgung perihal adanya dugaan penerimaan kerja dari pihak desa luar mengatakan bahwa dirinya pun berkeinginan agar warga sekitar dipekerjakan.

"Keinginan saya, harusnya yang dari titik nol di angkat lagi dan dipekerjakan kembali. Mengenai penerimaan pihak dari luar desa, jujur saya kurang begitu jelas mengetahui, cuman kalau benar itu adanya pasti saya juga marah," ucapnya.

Lebih lanjut, ON menjelaskan bahwa seharusnya memanglah orang sekitar yang diutamakan terlebih dahulu.

"Seharusnya orang sekitar harus diutamakan terlebih dahulu. Memang ada bahasa juga dari pihak Karang Taruna untuk penerimaan kerja disini ada sistem "kocok" pake komputer, itu juga bahasa pengakuannya dari pihak U (inisial), kalau saya kurang begitu paham," jelasnya.

Terkait hal tersebut, Ujang selaku Kepala Desa Jayamakmur saat dikonfirmasi perihal isu dugaan penerimaan tenaga kerja dari luar wilayah desanya, dirinya mengatakan bahwa tidak tahu menahu, dan mengarahkan untuk mengonfirmasikan hal tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Karawang.

"Waalaikumsalam, saya gak tau silahkan ka dinas DLHK Karawang kewenanganya pak," jawabnya singkat. (D'Sukarya)*

IMG-20230919-WA0067

Warga Dusun Tangkolo Desa Tegalurung Apresiasi Adanya Peningkatan Jalan yang Dikerjakan CV. HKS JAYA ABADI

Proses pengecoran dalam peningkatan jalan Dusun Tangkolo, Desa Tegalurung

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Dalam rangka meningkatkan sektor pembangunan di daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang tengah merealisasikan beberapa pembangunan mulai dari drainase hingga peningkatan jalan.

Seperti yang sudah direalisasikan di Dusun Tangkolo, Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang sekitar seminggu lalu melalui proyek peningkatan jalan yang dikerjakan oleh rekanan dari CV. HKS JAYA ABADI melalui nomor kontrak / Surat Perintah Kerja (SPK) 027.2/…/10.2.01.08.2.23/KPA-JLN/PUPR/2023, dengan Volume Panjang : 131.00 M' dan Lebar : 3.50 M' dengan menggelontorkan anggaran Rp. 189.574.000.00,- (seratus delapan puluh sembilan juta lima ratus tujuh puluh empat ribu rupiah) yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2023.

Hal tersebut pun mendapatkan apresiasi dari Endang selaku warga sekitar, dirinya mengucapkan rasa terimakasihnya terhadap pihak Dinas PUPR dan pelaksana kerja yang telah merealisasikan pekerjaan peningkatan jalan tersebut dengan baik.

"Alhamdulilah, terimakasih kepada Dinas PUPR dan pelaksana kerja yang telah merealisasikan pekerjaan peningkatan jalan ini dengan baik," ucapnya.

Lebih lanjut, Endang pun mengungkapkan bahwa dengan adanya perbaikan infrastruktur diwilayahnya, tentunya akan sangat bermanfaat dalam membantu perekonomian warga melalui akses yang kini sudah ditingkatkan dengan realisasi pengecoran.

"Dengan adanya peningkatan jalan melalui pengecoran ini, tentunya akan sangat memberikan dampak manfaat bagi perekonomian warga sekitar dengan adanya akses jalan yang bagus," pungkasnya. (NN)*

IMG-20230919-WA0068

Gelar KOPPDAR, KPPDOB Kota Cikampek Akan Segera Gerudug Gedung DPRD dan Pemda Karawang

KPPDOB Pemekaran Kota Cikampek

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Komite Percepatan Pemekaran Daerah Otonomi Baru Kota Cikampek menggelar KOPPDAR 2023 (Koordinasi Pejuang Pemekaran Daerah) yang dilakukan di 3 titik. Minggu (17/9/2023).

Titik pertama adalah di Kecamatan Cilamaya Wetan, titik kedua di Kecamatan Jatisari dan untuk titik ketiga di Kecamatan Kotabaru.

Koppdar tersebut telah rampung dilaksanakan pada tanggal 17 September 2023 dengan tema "PERJUANGANMU YANG KAMU HADAPI HARI INI ADALAH MENGEMBANGKAN KEKUATAN YANG KAMU BUTUHKAN UNTUK HARI ESOK" Guyub Sauyunan Ngawangun Masyarakat Sejahtera Tur Ngabudaya.

Rapat dipimpim langsung oleh ketua umum KPPDOB kota Cikampek H.Rahmat Hidayat Djati M.IP.

Dalam Kopdar 2023 tersebut, diwarnai berbagai masukan dan tanggapan dengan penuh semangat yang menggebu gebu, bahkan dengan teriakan dan yel-yel.

"Mekar yes! Mekar yes! Mekar yes!
Cikampek harus mekar," ucapnya.

Menurut ketum KPPDOB Rahmat Hidayat Djati yang akrab di panggil Kang Toleng, hasil rapat sudah mengarah dan Final yaitu untuk bergerak turun kejalan dengan menggelar aksi demokrasu.

"Karena selama ini perjuangan pemekaran Kota Cikampek tidak mendapat respon dan di pandang sebelah mata oleh Pemerintahan Daerah Karawang," tegasnya.

Masih menurutnya, padahal tetangga kita kabupaten Subang untuk mendapat restu dari Pemda terkait CDOB Subang Utara hanya perlu waktu kurang lebih enam bulan saja untuk mendapat persetujuan dari DPRD dan Bupatinya.

"Wilayah cakupan kita 7 kecamatan dan 75 desa, dan kita sudah pada sepakat tiap kecamatan akan mengirim personil 150 orang, dikali tujuh kecamatan. jadi yang akan hadir sebanyak 1.050 orang," pungkasnya kepada awak media. (red)*