Jendela Daerah

IMG-20240515-WA0031

Soroti Kinerja KPU Kuningan, Ketua PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah : “Netralitas dalam Batas, Trabas Habis Sampai Bablas”

Achmad Irsyad Imanuddin,
Ketua PD. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kuningan

Jendela Jurnalis Kuningan, JABAR - Pasca diumumkannya hasil tes tertulis seleksi anggota PPK yang kemudian harus melewati tahap wawancara terlebih dahulu, mencuat ke permukaan sebuah fakta mencengangkan bahwa ada peserta seleksi PPK yang diloloskan untuk masuk dalam 10 besar tanpa mengikuti tahapan wawancara. Sungguh ironi, sebuah tindakan yang menodai proses tahapan yang di terapkan sedemikian rupa seakan hancur lebur karena ulah dan tingkah polah komisioner KPU yang acuh terhadap ketetapan dan aturan yang berlaku.

Apakah memang semudah itu untuk merubah aturan? Menyepelekan asas yang kata nya JURDIL dan LUBER ? ketua KPU Kabupaten Kuningan dan seluruh jajaran nya telah mengkhianati kepercayaan publik. Masyarakat yang seharusnya mendapatkan perlakuan yang adil dan bebas dari kecurangan, justru disuguhi dengan pemandangan yang hina ini. Tindakan ini tidak hanya mencoreng nama baik KPU Kabupaten Kuningan, tetapi juga mengancam kredibilitas penyelenggaraan pemilu secara keseluruhan.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi pihak berwenang untuk melakukan investigasi yang menyeluruh dan transparan, dalam hal ini kami mendesak DKPP untuk menyelidiki kasus ini. Ketua KPU Kabupaten Kuningan harus memberikan penjelasan yang memadai mengenai hasil dari tahapan seleksi tersebut yang seolah adanya tendensi terhadap peserta seleksi PPK tertentu, apakah ini semata demi meloloskan hasrat birahi sebuah kepentingan politik? Tanpa penjelasan yang jelas dan bukti yang kuat, publik akan terus dibayangi oleh kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap integritas KPU. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas utama.

Tidak cukup hanya dengan penyelidikan internal, ketua KPU Kabupaten Kuningan harus segera diberhentikan dari jabatannya untuk memastikan proses investigasi berjalan tanpa hambatan. Segeralah mawas diri para pelacur demokrasi! Jangan malah tunggang langgang dan menganggap semua nya baik baik saja, sedangkan fakta di lapangan banyak bermunculan keanehan keanehan yang menggambarkan seleksi hanya jadi formalitas belaka, bahkan parahnya lagi beredar daftar hadir pertemuan calon ppk satu hari sebelum pengunguman yang ternyata isi nama nama dari daftar hadir tersebut semuanya masuk sebagai PPK terpilih.

Dikutip dari tulisan :
Achmad Irsyad Imanuddin,
Ketua PD. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kuningan

IMG-20240514-WA0034

FGD dan Bimtek Kades jadi Pertanyaan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi

BN Holik Qhodratullah, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kritik pedas dari Ketua Umum Sniper Indonesia tentang diselenggarakannya Focus Group Discussion (FGD) oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dengan para pengusaha limbah tentang pelaksanaan Penetapan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Tentang Pengelolaan Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (Non - B3), diamini oleh BN Holik Qhodratullah selaku Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, apa yang diungkapkan oleh Ketua Umum Sniper merupakan hal yang logis dan sebagai masukan bagi pemerintah baik eksekutif maupun legislatif.

"Pada persoalan ini, peran DPRD adalah pembuat Undang - Undang, maka seyogyanya hal yang bersifat menuju satu keputusan atau kebijakan harus dikaji dan didiskusikan bersama dengan melibatkan seluruh unsur elemen masyarakat," ujarnya. Selasa (14/5/24).

"Sebagai lembaga pengontrol pemerintah, legislatif harus mengetahui program pemerintah dalam setiap kebijakany, tidak boleh beranggapan bahwa ada kepentingan politis dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh eksekutif, Melainkan harus murni untuk memenuhi kbutuhn seluruh masyarakat," tegasnya.

Menyinggung persoalan lain, pasca kegiatan studi tiru (Bimtek) yang diikuti oleh seluruh Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan selama 5 hari di Bali. Pada saat dimintai komentarnya beliau mengungkapkan, "Kegiatan studi tiru atau Bimtek Kades dan ketua BPD di Bali saya memandang itu sah-sah saja, selama untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia dan memperdalam kompetensi para Kades dan Ketua BPD, namun kami sebagai lembaga DPRD yang turut mengesahkan Anggaran dalam berbagai kegiatan. Idealnya, jika kegiatan Bimtek tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bekasi, maka seharusnya pimpinan DPRD dan bila perlu Forkopimda disertakan dong. Sementara ini tidak, ada apa?" ungkap BN Holik penuh tanya.

Terakhir beliau berucap, "Saya tidak menyalahkan siapapun namun mempertanyakany pada penyelenggara. Apakah ada unsur kepentingan politisnya juga? Silahkanlah masyarakat yg menilainya," pungkasnya. (red)*

IMG-20240504-WA0069

Harapkan Perhatian dari Pemkab Karawang, Warga Kampung Kopi Keluhkan Kondisi Jalan yang Rusak dan Memprihatinkan

Foto kondisi jalan yang rusak dan berlumpur

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Warga Kampung Kopi, RT/RW 09/05, Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang mengeluhkan rusaknya akses jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Seperti yang dikeluhkan Rukman, bahwa kondisi jalan yang sudah lama rusak tersebut tak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah.

"Kondisi tersebut sudah dialami warga bertahun-tahun tanpa adanya perhatian dari pemerintah. Apalagi, jalan ini merupakan akses utama desa kami, jika turun hujan kami sulit untuk beraktifitas," keluhnya. Sabtu (4/5/24).

Rukman juga menuturkan bahwa akses jalan tersebut belum tersentuh rabat beton maupun aspal. Sehingga kondisinya selalu licin dan berlumpur jika diguyur hujan. Bahkan, warga kerap terjatuh saat melintasi jalanan tersebut.

"Dari dulu jalan ini tak pernah di aspal. Kalau jalan masih kondisi tanah merah gitu setiap habis hujan banyak warga yang terjatuh saat menggunakan jalan itu," tuturnya.

Kondisi jalan yang terlihat terjal dan berlumpur

Menurutnya, akses jalan yang secara kewenangannya berada dibawah Pemkab Karawang tersebut dinilai warga sudah rusak parah dan tak layak dilalui. Apalagi, warga disekitar yang mayoritas memiliki aktifitas keseharian dengan berkebun dan bertani kerap kesulitan mengeluarkan hasil panen, terlebih dalam kondisi jalan yang masih rusak.

Lebih lanjut, Rukman menjelaskan bahwa di Kampung Kopi itu sendiri ada sekitar hampir 20 rumah penduduk, yang dimana dalam kesehariannya selalu mengunakan jalan tersebut. Namun sayangnya, hingga saat mereka tak kunjung mendengar kabar bahwa jalan tersebut akan dibangun.

"Karena akses jalan ini sangat sulit untuk dilalui oleh masyarakat Kampung Kopi, apalagi jalan ini kalau musim hujan sangat licin dan banyak anak sekolah yang melintas. Maka dari itu, saya sangat berharap agar Pemkab Karawang bisa segera memperbaiki jalan ini," harapnya.

Untuk diketahui, jalan tersebut merupakan salah satu akses bagi masyarakat Kampung Kopi, walaupun sebenarnya masih ada jalur lain, namun jaraknya terbilang sangat jauh. (Pri)*

IMG-20240427-WA0030

Bersama Babinsa, Pemdes dan Petani di Tegalurung Laksanakan Gorol Bersihkan Sampah Penghambat Saluran Pertanian

Kegiatan pembersihan di saluran pengairan wilayah pertanian Desa Tegalurung

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sektor pertanian, merupakan bidang utama penunjang perekonomian bagi masyarakat di Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Hal tersebut tergambar jelas dari teritorial desa tersebut yang memiliki lahan pertanian yang lebih luas dari lahan permukiman.

Hal tersebut pula yang dijadikan dasar oleh Toto Nur Awnwari selaku Kepala Desa Tegalurung dalam rangka meningkatkan kualitas pertanian yang ada diwilayahnya, dengan melakukan kegiatan-kegiatan berupa penataan serta perawatan lahan pertanian maupun sarana dan prasarana penunjangnya.

Seperti yang dilakukannya hari ini, dirinya bersama jajaran pemerintahan desa menggandeng anggota TNI dan Babinsa untuk melaksanakan Gorol (Gotong Royong Lingkungan) membersihkan saluran pengairan di Dusun Cigobang, tepatnya di lokasi Pintu Air Kalen Tengah Pulobudeg. Sabtu (27/4/24).

Dalam pelaksanaannya, Pemdes bersama petani bersatu padu membersihkan sampah-sampah dan rumput liar hingga eceng gondok yang menghambat jalannya air, bertujuan agar pasokan air untuk sarana pertanian dapat tercukupi dengan baik.

Potret kebersamaan Pemdes, Petani dan Babinsa Tegalurung

Kades Tegalurung mengungkapkan bahwa kegiatan gotong royong selalu dilakukan Pemdes Tegalurung secara konsisten, baik di lingkungan masyarakat maupun menyangkut sarana dan prasarana pertanian.

"Alhamdulilah, kita sering melakukan kegiatan gorol seperti ini, untuk menciptakan lingkungan yang bersih, dan untuk menjalin kebersamaan bersama warga maupun petani," ungkapnya kepada Jendela Jurnalis usai melakukan kegiatan gorol.

Lebih lanjut, dirinya berharap agar sektor pertanian yang menjadi komoditi utama penunjang perekonomian di Desa Tegalurung dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya, tentunya dengan tindakan yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan peran serta Pemdes kepada petani. (Nunu)*

IMG-20240427-WA0023

Konsisten Jalankan Program Desa, Pemdes Bayur Kidul Gelar Sekolah Lansia Dipadukan Pengajian Rutin Bulanan

H. Darsono, AMK., saat memberikan sambutan dihadapan ibu-ibu pengajian serta para lansia yang aktif mengikuti kegiatan sekolah lansia

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Setelah dilaunching pada awal Tahun 2024 lalu, Program Sekolah Lansia di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, kini telah berjalan secara progresif, berkembang dan berkelanjutan dalam rangka memberikan dampak positif kepada warga berusia lanjut yang berada di Desa Bayur Kidul.

Hal tersebut terlihat dari konsistensi Pemdes (Pemerintahan Desa) Bayur Kidul yang selalu memberikan ruang, serta selalu memfasilitasi setiap kegiatan yang diselenggarakan dalam program sekolah lansia tersebut.

Seperti pada kegiatan sekolah lansia yang hari ini diselenggarakan di Ruang Rapat Kantor Desa Bayur Kidul, dimana kegiatan tersebut digelar dengan penuh kebersamaan dipadukan dengan kegiatan pengajian rutin bulanan bersama Ibu-Ibu PKK Desa Bayur Kidul. Sabtu (26/4/24).

Dalam sambutannya, H. Darsono, AMK., selaku Kepala Desa Bayur Kidul menyampaikan bahwa dalam setiap program yang dijalankan, Pemdes berkomitmen untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dalam membangun desa melalui realisasi terhadap program-program desa.

"Alhamdulilah, dalam kesempatan ini, yaitu dalam rangka program Sekolah Lansia, juga dibarengi dengan pengajian rutin bulanan, kita bisa menjalankan silaturahmi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan melalui program-program yang bermanfaat," ucapnya.

Lebih lanjut, Kades muda lulusan ilmu keperawatan tersebut turut mensosialisasikan terkait adanya surat edaran Bupati Karawang tentang gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta program Desa CILUKBA (Cintai Lingkungan untuk Kesehatan Bayur Kidul).

Dirinya juga berpesan dan mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk selalu mendukung dan berperanserta dalam setiap program yang dijalankan oleh Pemdes Bayur Kidul, agar tercipta lingkungan yang damai dan rukun melalui adanya gotong-royong. (Nunu)*

IMG-20240426-WA0083

Sempat Jadi Polemik, Aktifitas Pertambangan yang Dilakukan PT. Pertamina EP di Cilamaya Kulon Ternyata Banyak Dikeluhkan Warga

Foto : Lokasi aktifitas pertambangan di Desa Langgensari, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Terkait adanya kegiatan yang diduga pengeboran oleh pihak PT Pertamina EP yang dikerjakan oleh PT. DDSi selaku pemenang tender untuk melalukan proses pengerjaan eksplorasi maupun eksploitasi minyak bumi di lokasi INF 02/CLU 05 atau lebih tepatnya di Desa Langgensari, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang kini menuai polemik.

Pasalnya, belakangan ramai diperbincangkan bahwa adanya aktifitas tersebut dikeluhkan masyarakat sekitar, lantaran adanya aktifitas pertambangan yang dirasa berisik dan mengganggu kenyamanan warga Dusun Pulo Putri, Desa Sukamulya yang berbatasan dengan Desa Langgensari. Dimana diketahui lokasinya memang tak jauh dari lingkungan pemukiman warga, hanya berjarak sekitar kurang lebih 50 Meter.

Selain itu, kabarnya warga juga meminta agar pihak PT. Pertamina EP bertanggungjawab memberikan perhatian khusus terhadap warga sekitar, mengingat bahwa lahan yang sebelumnya merupakan area pertanian tersebut kini beralih fungsi menjadi area pertambangan minyak.

Terkait hal tersebut, Jendela Jurnalis kemudian berupaya menggali informasi dengan mendatangi lokasi pertambangan tersebut. Namun, di lokasi pertambangan hanya bisa menemui pihak security yang bertugas berjaga saja, untuk selanjutnya kunjungan beberapa jurnalis hanya diminta untuk menunjukan kartu identitas untuk selanjutnya difoto dan dilakukan pendataan kunjungan saja.

Lebih lanjut, Jendela Jurnalis kemudian berupaya menggali informasi lebih dalam dari Kepala Desa Langgensari dan Kepala Desa Sukamulya, guna mengonfirmasikan terkait apa saja langkah yang sudah dilakukan pihak PT. Pertamina EP untuk mengatasi dan menanggapi adanya polemik yang muncul tersebut.

Dihadapan Camat Cilamaya Kulon, Ujang Udirna selaku Kepala Desa Langgensari membenarkan akan adanya kegiatan dari PT. Pertamina EP tersebut berada diwilayah desanya. Namun, dirinya mengungkapkan bahwa terkait dengan adanya kegiatan tersebut, pihaknya sudah meminta adanya kompensasi berupa 1 titik penyediaan sarana air bersih bagi 10 KK warga Langgensari yang berada disekitar lingkungan pertambangan dan terdampak, walaupun kenyataannya hingga saat ini belum kunjung direalisasikan.

"Terkait dari adanya aktifitas itu, kami dari Desa Langgensari sebenarnya sudah mengajukan kompensasi berupa penyediaan sarana air bersih bagi warga kami yang terdampak, karena kurang lebih ada sekitar 10 Kepala Keluarga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kegiatan pertambangan. Tapi ya itu juga belum ada realisasi," ungkapnya. Kamis (25/4/24).

Sementara itu, Ucup Subhan selaku Kepala Desa Sukamulya melalui Dudi Alexandrie, S.STP., selaku Camat Cilamaya Kulon menerangkan bahwa usai adanya polemik tersebut, sempat ada pihak dari PT. Pertamina EP yang mendatangi pihak Desa Sukamulya, dengan maksud untuk memberikan penawaran berupa santunan kepada 25 anak yatim yang berada di Desa Sukamulya. Namun, dengan tegas Kades Sukamulya menolak dan meminta agar pihak PT. Pertamina EP memberikan perhatian terhadap warga Desa Sukamulya yang terdampak, yang diketahui berjumlah sekitar kurang lebih 150 Kepala Keluarga.

Selain itu, Kepala Desa Sukamulya juga meminta pihak PT. Pertamina EP untuk memberikan sarana penyediaan air bersih sebanyak 4 titik di lingkungan warganya yang terdampak, serta 1 unit mobil ambulans yang nantinya akan dipergunakan untuk keperluan warga Sukamulya.

"Ini saya berbicara mewakili Kades Sukamulya, barusan saya sudah komunikasi dan diminta menyampaikan hal ini kepada teman-teman media, bahwa penawaran kemarin itu ditolak dengan tegas oleh Kades, jadi Kades maunya pihak PT. Pertamina EP memberikan perhatian kepada semua warganya yang terdampak, disekitar area pertambangan itu kurang lebih ada sekitar 150 KK. Selain itu Kades juga minta pengadaan sarana air bersih sebanyak 4 titik, dan 1 unit ambulans desa, begitu katanya," terang Camat Cilamaya Kulon kepada Jendela Jurnalis. Kamis (25/4/24).

Selain menyampaikan hal tersebut, Dudi juga berharap agar adanya polemik tersebut bisa dijadikan dasar pertimbangan bagi pihak terkait, kendati kegiatan tersebut dilakukan oleh BUMN, seyogyanya tidak menimbulkan adanya permasalahan sosial bagi warga disekitar, terlebih bagi warga yang merasakan dampak dari adanya aktifitas pertambangan.

"Apalagi bagi masyarakat awam, mereka pasti memiliki rasa kekhawatiran akan adanya kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi diluar kendali, terlebih dengan keberadaannya yang tak jauh dari pemukiman mereka. Maka dari itu, saya sangat mengharapkan adanya solusi terbaik untuk terpecahkannya permasalahan ini," harapnya.

"Selain itu, keberadaan aktifitas yang notabene dilaksanakan oleh Perusahaan BUMN tersebut juga sejatinya pasti akan mempertimbangkan dampak buruk maupun baiknya. Semoga dengan adanya pertambangan minyak di Wilayah Cilamaya Kulon juga dapat memberikan manfaat yang baik, seperti adanya peningkatan sarana, prasarana dan perbaikan infrastruktur yang lebih baik," tutupnya. (Nu/Pri/Yan)*

IMG-20240426-WA00261

Sesuai Arahan Bupati Karawang, Pemdes Bayur Kidul Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk Dipadukan dengan Program CILUKBA

Kades, Jajaran Pemdes dan Ibu-Ibu PKK Desa Bayur Kidul

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Terkait meningkatnya kasus penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Karawang, Bupati Karawang baru-baru ini telah membuat surat edaran (SE) tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), guna meminimalisir agar jumlah warga penderita DBD tidak semakin banyak.

Salah satu langkahnya seperti yang dilakukan Pemerintahan Desa (Pemdes) Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan masyarakat sekitar wilayah Desa Bayur Kidul. Jum'at (26/4/24).

Dalam pelaksanaannya, H. Darsono, AMK., selaku Kepala Desa Bayur Kidul saat diwawancarai Jendela Jurnalis mengaku bahwa dilakukannya kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Surat Edaran Bupati Karawang yang mengintruksikan untuk melakukan pembersihan sarang nyamuk di wilayahnya masing-masing.

"Berdasar surat edaran Bupati tentang pemberantasan sarang nyamuk, alhamdulilah kita hari ini sedang menggelar kegiatan bersih-bersih dilingkungan kantor desa dan dilingkungan masyarakat," ungkapnya.

H. Darsono menambahkan, bahwa selain melakukan kegiatan bersih-bersih sarang nyamuk, kegiatan tersebut juga dipadukan dengan program kerja yang selama ini dijalankan, yaitu program Cintai Lingkungan untuk Kesehatan Bayur Kidul (Cilukba).

"Selain berdasar intruksi Bupati, memang selama ini kita juga sudah punya program Cilukba (Cintai Lingkungan untuk Kesehatan Bayur Kidul," tambahnya.

Kegiatan bersih-bersih lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk

Lebih lanjut, melalui kegiatan tersebut serta untuk program berkelanjutan, Kades muda yang lulusan di bidang keperawatan tersebut berharap agar masyarakat Bayur Kidul selalu berupaya menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, agar terhindar dari bibit penyakit.

"Saya berharap dan berpesan kepada masyarakat Bayur Kidul khususnya, agar dapat selalu menjaga kebersihan lingkungan, hal tersebut tentunya untuk menciptakan dan mencerminkan kualitas kehidupan masyarakat yang bersih dan sehat. Maka dari itu, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan," harapnya.

Dalam pelaksanaannya, terlihat Kades muda tersebut berbaur bersama jajaran Pemdes dan Masyarakat melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan desa hingga berkeliling ke lingkungan Masyarakat. Bahkan, ibu-ibu PKK pun tak kalah aktif membantu melakukan kegiatan bersih-bersih secara bergotong royong. (Nunu)*

IMG-20240422-WA0033

PT. Mifa Kembali Terima Penghargaan CSR Terbaik dari Pemerintah Aceh

Foto saat Penyerahan Penghargaan

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH - PT Mifa Bersaudara selaku anak perusahaan Media Djaya Bersama Grup kembali menerima anugerah penghargaan sebagai perusahaan yang melaksanakan program TJSLP/CSR Terbaik Se-Aceh yang diserahkan langsung oleh Kepala Bappeda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, Senin, 22 April 2024 di Banda Aceh.

Kepala Bappeda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, dalam konfirmasinya menyebutkan pada tahun pihaknya focus menilai komitmen perusahaan dalam merelisasikan program yang sudah disusun selama tahun 2023 lalu.

"Selain itu, kita juga menilai program dalam pemberdayaan ekonomi dan partisipasi perusahaan dalam Masyarakat," sebutnya.

Ia berharap, kedepan PT Mifa Bersaudara lebih fokus dalam meningkatkan program pengentasan kemiskinan, stunting dan pelestarian lingkungan hidup khususnya di area wilayah ijin usaha pertambangan batubara, Aceh Barat dan Aceh tentunya

"Kita sangat berharap PT Mifa terus terus melahirkan program – program inovatif untuk masyarakat. Sehingga saat aktivtas pertambangan selesai masyarakat sekitar tambang tetap Sejahtera kehidupannya dan lingkungan tetap seimbang," harapnya.

General Manager Support MDB Group, Finza Yugistura DAS menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk komitmen dan keseriusan perusahaan dalam mengambil bagian mendukung program pemerintah untuk melaksanakan pembangunan melalui program CSR.

"Kami terus melaksanakan berbagai program dengan berbagai inovasi, dedikasi dan diharapkan dapat menjadi pusat studi kasus bagi program pengembangan masyarakat serta pembangunan Aceh ke depan," ujarnya.

Pihaknya juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang selalu menjadi mitra dan memberikan amanah besar kepada PT Mifa Bersaudara untuk terus mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dalam menjalankan program-program pengembangan masyarakat di Aceh.

"Terimakasih untuk penghargaan CSR yang kesekian kalinya kami terima dari pemerintah Aceh, semoga amanah ini bisa terus kami pertahankan dan terus bisa bersinergi dalam membangun Aceh kedepannya," tutupnya. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20240420-WA00151-1

Kujrun Blang Samatiga Merespon Positif Pola Tanam Setahun Dua Kali

T. Adian, Ketua KTNA Kecamatan Samatiga

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Kujrun Blang, sekaligus ketua KTNA Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat T. Adian menyambut baik terkait gerakan turun kesawah dan tanam padi secara serentak dua tahun empat kali seperti halnya di inisiasi oleh beberapa orang perwakilan geuchik di wilayah sekitar dua hari yang lalu.

Mantan Imum Mukim Lhok Bubon sekaligus salah seorang sosok sangat peduli terhadap pembangunan Samatiga secara komprehensif tersebut sangat setuju dengan wacana pola tanam seperti pernah disuarakan sebelumnya oleh sejumlah petinggi gampong di wilayah kerjanya.

Menurut T. Adian wacana beberapa orang geuchik terkait pola turun kesawah secara serentak merupakan suatu analisis bermuara pada pengalaman pola tanam akhir-akhir ini.

Lebih lanjut T. Adian pada kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa InshaAllah dia akan melakukan koordinasi lintas sektoral baik dengan seluruh ketua kelompok tani di kecamatan Samatiga maupun pihak berkompeten lainnya di Aceh Barat.

Untuk memperoleh hasil maksimal dalam usaha pertanian tentunya semua petani di kecamatan Samatiga terdiri dari 32 gampong dituntut wajib menyamakan visi dan persepsi di bidang pertanian dengan mengandalkan pola tanam padi secara serentak tetap mengedepankan azas musyawarah dan mufakat.

Tidak ada salahnya pola tanam padi sekitar 40 tahun yang lalu diadopsi kembali, mulai dari "Kenduri Blang", penyemaian benih waktu turun kesawah seluruhnya terorganisir secara sistematis tutupnya. (Muhibbul jamil)*

IMG-20240416-WA0044

Kerjakan Pembangunan MCK di Kecamatan Lemahabang, CV. Cakra Buana Utama Diduga Gunakan Material Tak Sesuai Spesifikasi

Foto pekerjaan pembangunan MCK (insert : Papan Informasi Kegiatan)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Demi meningkatkan pembangunan infrastruktur, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinas PRKP) Kabupaten Karawang belakangan ini menyelenggarakan beberapa kegiatan pembangunan.

Seperti salah satu pekerjaan pembangunan MCK Lapangan Sepakbola Dusun Krajan l RT. 010 RW. 005, Desa Lemahmukti, Kecamatan Lemahabang, dengan judul kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah Domestik dalam Daerah Kabupaten / Kota yang terpantau tengah dalam proses pengerjaan oleh CV. Cakra Buana Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp. 156.940.000,- yang bersumber dari APBD TA 2024.

Namun dalam pelaksanaannya, ketika Jendela Jurnalis mendatangi lokasi pekerjaan, terlihat besi yang dipakai menggunakan ukuran 10 mm, dan diduga pemakaian besi tersebut tidak sesuai RAB.

Lebih lanjut, ketika hal tersebut dikonfirmasikan kepada salah satu pekerja yang ada dilokasi, dengan bahasa sunda, dirinya mengungkapkan bahwa terkait pembesian tidak mengetahui harus menggunakan besi ukuran berapa, dan besi yang digunakan adalah besi yang dikirim oleh kontraktor.

"Nya make besi mah teu apal kang ukuran baraha-barahana, da make besi nu dikirim ku kontraktorna langsung," timpalnya dalam bahasa sunda. Senin (15/4/24).

Sementara itu, ADN (inisial) selaku pelaksana pekerjaan, saat dikinformasi mengenai pembesian melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp menyatakan bahwa memang menggunakan besi ukuran 10 mm, dan menggunakan besi ukuran 12 mm untuk kolom utama.

"Emang besi 10 pa bos, Besi 12 mah kolom utama doang," timpalnya. Selasa (16/4/24).

Sementara, di lokasi pekerjaan, awak media tidak melihat adanya penggunaan besi 12 yang sudah digunakan ataupun sisa potongan, karena kebanyakan dari sisa potongan yang terlihat pun, semuanya besi berukuran 10 mm.

Lebih lanjut, saat ditanyakan terkait siapa pengawas yang ditugaskan oleh Dinas PRKP dalam mengawasi pekerjaan tersebut, ADN lebih memilih bungkam tak menanggapi.

Demi mendapatkan informasi yang lebih dalam, Jendela Jurnalis mencoba mengonfirmasi SGO (inisial) selaku bagian Subkoordinator Bidang Sanitasi pada Dinas PRKP Kabupaten Karawang terkait adanya kejanggalan pada penggunaan pembesian dalam pekerjaan tersebut, namun SGO seolah kebingungan dan malah bertanya balik

"Kenapa dengan MCK nya?," timpalnya. (16/4/24).

Lebih lanjut, ketika ditanyakan secara detail tentang pembesian yang menggunakan besi berukuran 10 mm, dirinya menjawab dengan nada kurang meyakinkan.

"Mungkin iya 10," tutupnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak pengawas yang ditugaskan oleh Dinas PUPR Kabupaten Karawang dalam pekerjaan tersebut, maupun dari Kepala Bidang Sanitasi, belum ada yang bisa dikonfirmasi. (Nu/Pri/Yan)*