Jendela Daerah

IMG-20241219-WA0047

Peringati HARKANNAS, Pemkab Aceh Barat Kampanyekan Konsumsi Ikan dan Salurkan Bantuan

Peringatan HARKANNAS

Jendela Jurnalis MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar peringatan Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) ke-11 tahun 2024 dengan tema “Ikan sebagai Sumber Pangan dan Sumber Protein untuk Mencetak Generasi Emas dan Memenuhi Ketahanan Pangan Nasional”. Acara tersebut berlangsung di halaman Dinas Kelautan dan Perikanan, Kamis (19/12/2024).

Penjabat Bupati Aceh Barat yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Nyak Na, SE, M.Ec.Dev., menyampaikan pentingnya optimalisasi sarana pendukung, seperti mobil pendingin Thermo King, untuk menjaga stok ikan dan memperlancar distribusi. Ia juga mengajak Gabungan Anggota Pedagang Ikan (GAPI) Kabupaten Aceh Barat untuk bekerja sama dalam mengendalikan inflasi dan memajukan sektor perikanan di daerah tersebut.

“Dukungan dari seluruh pedagang ikan terhadap kebijakan relokasi pasar sangat diperlukan untuk meningkatkan ketertiban serta mendorong peningkatan aktivitas perekonomian di Kota Meulaboh,” ujar Nyak Na.

Sementara itu, Ketua Forikan Aceh Barat, Nurmaziah, SE, Ak, M.Si., menekankan pentingnya konsumsi ikan bagi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa kampanye makan ikan harus terus digalakkan, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga untuk mengolah menu berbahan ikan guna memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di masa emas 1.000 hari pertama kehidupan.

Disisi lain, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat, Mulyadi, S.Hut, M.Si., menambahkan bahwa peringatan HARKANNAS setiap 21 November merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memanfaatkan potensi perikanan untuk meningkatkan konsumsi ikan. Pemerintah pusat telah menetapkan berbagai kebijakan, termasuk Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 91 Tahun 2021 tentang Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional dan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 500.5.1/877/2024.

Selain kampanye konsumsi ikan, Pemkab Aceh Barat juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat sepanjang tahun 2024, antara lain:

  1. Bantuan alat pengolahan ikan untuk tiga kelompok usaha di Kecamatan Johan Pahlawan, 2. Pembangunan sarana pengolahan ikan untuk kelompok usaha perikanan, 3. Bantuan peralatan tangkap ikan untuk lima kelompok usaha, 4. Paket ikan segar dan produk olahan ikan sebanyak 119 paket.

Bantuan tersebut kata Mulyadi, diharapkan dapat mendorong produktivitas kelompok usaha perikanan di Aceh Barat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pemerintah juga terus mengajak masyarakat untuk mendukung kebijakan pembangunan sektor perikanan demi ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama, tutup nya. (Laporan : Muhibbul Jami)*

IMG-20241218-WA0026

Pj Bupati Aceh Barat Canangkan Program Inovatif “GIZI Desa” Wujudkan Desa Bebas Korupsi

Pj. Bupati Aceh Barat (kiri)

Meulaboh, Jendela Jurnalis – Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan berintegritas, Pj Bupati Aceh Barat, Azwardi, AP, M.Si, secara resmi mencanangkan Gerakan Inovasi Zona Integritas Desa (GIZI Desa) di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Meulaboh, Rabu, (18/12/2024).

Azwardi mengatakan Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memberantas korupsi, khususnya pada pengelolaan dana desa. Ia menyampaikan apresiasi kepada KPPN Meulaboh, Inspektorat Kabupaten Aceh Barat, dan DPMG yang telah menginisiasi program inovatif ini.

Sebut nya “GIZI Desa bertujuan menciptakan lingkungan pemerintahan desa yang bersih, jujur, dan akuntabel. Ini adalah upaya nyata untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan membangun komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat desa,” ujar Azwardi.

Kata Azwardi Program ini dirancang untuk menyebarkan semangat integritas dan anti-korupsi di desa, melibatkan pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga desa. Selain itu, perangkat desa juga ditekankan sebagai ujung tombak pelayanan publik, yang memegang peranan penting dalam pembangunan zona integritas menuju desa anti-korupsi, ucapnya.

Dalam kegiatan ini, kata Azwardi, Gampong Pasi Pinang dinobatkan sebagai pilot project karena telah dikenal sebagai gampong dengan keterbukaan informasi publik terbaik se-Aceh. Selanjutnya, akan dilakukan sosialisasi kepada seluruh aparatur gampong di Kecamatan Meureubo untuk menyebarkan semangat integritas ke desa-desa lain di Aceh Barat.

“Kami berharap hasil sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal keberlanjutan zona integritas, sehingga menciptakan pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Barat,” tambah Azwardi.

Pencanangan GIZI Desa ini diharapkan menjadi momentum perubahan budaya pemerintahan di tingkat desa, menuju pembangunan yang lebih baik dan berintegritas. (Penulis; Muhibbul Jamil)*

IMG-20241216-WA0012

Pemkab Aceh Barat Gelar Peringatan Hari Guru Nasional, PGRI, dan Bela Negara

Upacara peringatan HUT PGRI di Halaman Dinas Pendidikan Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Azwardi, AP, M.Si, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Hari Guru Nasional, dan Hari Bela Negara ke-76. Acara yang berlangsung di halaman Dinas Pendidikan Aceh Barat pada senin (16/12/2024) ini dihadiri ribuan guru, pejabat daerah, dan masyarakat setempat.

Mengusung tema "Gelorakan Bela Negara untuk Indonesia Maju", upacara ini bertujuan menanamkan semangat kebangsaan dan cinta Tanah Air. Bersamaan dengan itu, tema Hari Guru Nasional tahun ini, "Guru Hebat, Indonesia Kuat", turut menggema sebagai penghormatan kepada peran penting guru dalam membangun generasi penerus bangsa.

Dalam pidatonya, Azwardi membacakan pesan tertulis dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang menyoroti tiga poin utama:

  1. Pentingnya Peran Guru
    Guru adalah pendidik profesional yang bertugas mendidik, membimbing, dan menilai proses belajar siswa sebagaimana diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2005.
  2. Guru sebagai Agen Peradaban
    Guru tidak hanya menjadi agen pembelajaran, tetapi juga pembentuk karakter generasi muda yang cerdas, berbudi pekerti luhur, dan berdaya saing.
  3. Kualitas Sumber Daya Manusia
    Guru yang hebat menentukan kualitas pendidikan, yang berdampak pada kemajuan bangsa di masa depan.

Azwardi menuturkan bahwa peringatan ini adalah momen untuk memberikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa. "Melalui Hari Bela Negara, kita juga ingin memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan cinta Tanah Air," ujarnya.

Ia berharap, semangat yang digaungkan dalam peringatan ini dapat mendorong sinergi antara guru, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan Indonesia yang maju dan kuat.

Pj bupati ini juga memberikan apresiasi kepada guru berprestasig yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi dunia pendidikan di Aceh Barat. (Penulis: Muhibbul Jamil)*

IMG-20241215-WA0023

Tumpukan Rumput di Tengah Sungai Ganggu Aliran Sungai Bubon

Aliran Sungai Bubon

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Sungai Bubon yang bermuara sampai kekuala Bubon Kecamatan sama tiga Kabupaten Aceh Barat, kini terlihat tumpukan rumput ditengah sungai terbentang hingga menganggu aliran sungai.

Beberapa para pencari udang dan ikan disungai Bubon pada(14/12) pada Jendela Jurnalis.com mengatakan kami saat mendayung sampan Agak sulit berdayung karena tumpukan rumput masih ada ditengah sungai. Jika tidak bersihkan besar kemungkinan akan tambah tersumbat dibeberapa sisi sungai ucapnya

Sementara Keuchik Gampong Rangkileh Umar dani sp. Pihaknya menuturkan gotong royomg pembersihan sungai Bubon setahun yang lalu sudah dilaksanakan membersihkan Rumput Enceng Gondok. Kalau. Kini dikawasan blag bale dan ujungnga tampak tumpukan rumput ditengah sungai belum dibersihkan .

Harapan warga untuk menunggu info dari pihak terkait acara pembersihan sungai secara gotong Royong .dengan sistem Klispower. (Penulis : Muhibbul Jamil)*

IMG-20241211-WA0007

Kejari Purwakarta Tetapkan Dua Mantan Kapus Plered sebagai Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi

Kepala dan Staff Kejaksaan Negeri Purwakarta

Jendela Jurnalis Purwakarta, JABAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta menetapkan dua mantan Kepala Puskesmas Plered sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Penetapan tersangka ini di umumkan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi sedunia 2024 di kantor Kejari Purwakarta, Senin, (9/12/24).

Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Martha Parulina Berliana menyampaikan, "Dua mantan Kepala Puskesmas Plered yang terlibat dalam kasus ini bernama YS (inisal) dan RESN (inisal)," ungkapnya.

Lanjutnya, kasus YS adalah pungutan liar dan jasa pelayanan. Martha menjelaskan YS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kejari Purwakarta Nomor: TAP-25677B/M.2.14/Fd.1/12/2024 tertanggal 5 Desember 2024. Atas dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan jasa pelayanan oleh petugas kesehatan di Puskesmas Plered pada tahun anggaran 2015-2017.

Selain itu, YS juga diduga terlibat dalam pungutan liar biaya pendaftaran pasien antara tahun 2013 hingga 2017. Martha mengatakan, kerugian negara yang ditimbulkan akibat YS mencapai Rp.681.004.876.

Sedangkan kasus RESN yang masih menjabat sebagai PNS aktif, ditetapkan sebagai tersangka Kejari Purwakarta Nomor : TAP-2567A/M.2.14/Fd.1/12/2024 tertanggal 5 Desember 2024.Dalam kasus korupsi pemotongan dana kapitasi,biaya operasional kantor ,dan pengadaan barang habis pakai pada Puskesmas Plered tahun anggaran 2021-2022.

Akibat perbuatannya, Ia menyebutkan kerugian uang negara diperkirakan mencapai Rp.245.955.000. Martha juga mengatakan, kedua tersangka akan segera menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"YS yang kini sudah pensiun bersama RESN yang masih aktif sebagai pegawai negeri, akan menghadapi proses hukum atas dugaan tindak pidana korupsi yang mereka lakukan," tutup Martha. (Red)*

IMG-20241210-WA0063

Terbengkalai, Proyek Peningkatan Jalan Bernilai Ratusan Juta di Desa Cicinde Utara Dikritik Warga

Kondisi proyek yang dikeluhkan dan disebut terbengkalai

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Proyek peningkatan jalan poros Desa di Desa Cicinde Utara Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang tengah menuai sorotan publik, dimana pada sebelumnya telah ada pemberitaan di salah satu media online beberapa waktu lalu. Namun, ketika tim investigasi Jendela Jurnalis melakukan kroscek ke lapangan, keadaan proyek tersebut masih belum ada perubahan. Minggu (8/12/24)?

Diketahui, proyek ratusan juta yang sumber dananya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2024 senilai 350.000.000 ( Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)hasil dari lelang pemenang tendernya CV. Cakra Buana Utama dengan volume Panjang 184 meter, Lebar 3 meter, dan Panjang 99 meter, lebar 3.5 meter, dengan nomor SPK 027.2/.../52766995/KPA-JLN/PUPR/2024 menjadi sorotan bagi warga sekitar. Pasalnya, sudah hampir sebulan pekerjaan tersebut belum rampung atau terbengkalai.

Salah satu warga berinisial C yang keberadaanya tidak jauh dengan lokasi pekerjaan tersebut saat di konfirmasi Jendela Jurnalis menyebut bahwa lambatnya proses pengerjaan berdampak pada terganggunya aktifitas warga.

"Proyek jalan ini sudah hampir sebulan belum terlaksana banyak warga sekitar pada mengadu ke saya terkait pekerjaan pengecoran yang lambat sehingga bisa mengganggu aktivitas warga, karena jalan tersebut 24 jam ramai dengan kegiatan berjualan pindang," ungkapnya.

Masih dikatakan C, "Kemarin warga ada yang jatuh di jalan tersebut,yang saya khawatirkan itu bekisting sudah terpasang dan ada besi patok, khawatir ketika ada yang jatuh terkena patok tersebut. Harapan kami yang mewakili warga sekitar berharap kepada Dinas PUPR Kabupaten Karawang agar segera mendesak terhadap pemborong untuk segera melaksanakan pengecoran jalan tersebut dan kepada mandor agar segera membayar tunggakan di warung senilai 240.000 ( Dua Ratus Empat Puluh ribu)," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan di lokasi pekerjaan tersebut ternyata banyak kejanggalan, mulai dari teknis kerja hingga administrasi. Terutama pada nomor urut SPK yang tidak tercantum, padahal proyek tersebut hasil dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Selain itu, dari teknis pekerjaan pun dinilai kurang profesional, dikarenakan belum ada pemadatan dari alat berat, sementara bigisting sudah terpasang. Selain itu, ukuran besi bekisting juga tidak sama ketinggiannya alias oplosan.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis belum berhasil mengonfirmasi pihak pelaksana maupun pihak pengawas, karena dengan kesalahan teknis pekerjaan tersebut tentunya akibat tidak ada pengawasan dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang. (NN)*

IMG-20241210-WA0064

Dhani Sudirman Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang Masa Bakti 2024 – 2029

Dhani Sudirman (Ketua Karang Taruna Terpilih)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) atau Musyawarah untuk pembentukan kepengurusan Karang Taruna atau yang biasa dikenal dengan istilah "Temu Karya" di Kabupaten Karawang masa bakti 2024-2029 berlangsung lancar dan sukses di Brits Hotel, Karawang, pada Senin (9/12/2024). Acara tersebut dihadiri oleh para ketua Karang Taruna dari 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang.

Melalui proses pemilihan yang berjalan tertib dan kondusif, tiga kandidat bersaing dalam pemilihan Ketua Karang Taruna, yaitu Dani Sudirman, Eigen Justisi, dan Hamid Samairja.

Proses voting menghasilkan suara sebagai berikut : Dani Sudirman memperoleh 13 suara, Hamid Samairja 11 suara, dan Eigen Justisi 7 suara, sementara satu suara dinyatakan abstain. Total suara sah dalam pemilihan tersebut berjumlah 32 suara.

Dengan hasil tersebut, Dani Sudirman resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang untuk masa jabatan lima tahun mendatang.

Saat diwawancarai oleh awak media, Dani mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

"Alhamdulillah, saya terpilih menjadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang. Ini semua berkat dukungan dan kepercayaan dari rekan-rekan. Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya,” ujar Dani.

Dani juga menyampaikan bahwa Temu Karya VI ini merupakan forum tertinggi dalam proses pengambilan keputusan organisasi. Ia berharap hasil dari musyawarah ini dapat menjadi momentum penting untuk menata dan membawa Karang Taruna Kabupaten Karawang ke arah yang lebih baik.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Karang Taruna sebagai wadah kesetiakawanan sosial yang mampu mewujudkan Karawang yang lebih maju, khususnya untuk para generasi muda,” pungkasnya.

Musyawarah yang sukses ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Karawang dan mengembangkan potensi generasi muda di daerah tersebut. (Red)*

IMG-20241204-WA0026

Tinggal di Gubuk Reot, Siti Zahra Butuh Rumah Layak Huni

Kondisi rumah Siti Zahra

Jendela Jurnslis Meulaboh, ACEH BARAT - Siti Zahra (41), warga Desa Rambong, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat, saat ini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Ia tinggal di sebuah rumah sederhana yang tidak layak huni, berlantai tanah dengan dinding terbuat dari pelepah rumbia dan atap dari daun rumbia.

Bersama dua anaknya yang masih bersekolah, anak pertama duduk di kelas 3 SD dan anak kedua di TK, Siti Zahra berjuang menghadapi kehidupan sehari-hari yang penuh tantangan.

Sejak berpisah dengan suaminya lima tahun lalu, yang hingga kini belum kembali, Siti Zahra menjadi tulang punggung keluarga. Pekerjaan yang dilakukannya pun tidak tetap. Ia sering mencari nafkah dengan menjadi pekerja serabutan, termasuk menanam padi milik orang lain saat musim tanam. Meski begitu, penghasilan yang diperoleh hanya sekitar Rp 100 ribu per hari dan itu tidak setiap hari hanya pada musiman saja, yang tentu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya.

“Tidak ada kerja, kalau ada orang minta bantu tanam padi, saya bekerja sebagai penanam. Sehari kadang dapat Rp 100 ribu,” ungkap Siti Zahra dengan wajah penuh keprihatinan saat ditemui di rumahnya, Selasa (3/12/2024).

Siti Zahra menceritakan, sejak menikah sekitar tujuh tahun yang lalu, ia tinggal di rumah milik orang tuanya. Namun, sejak lima tahun lalu, suaminya meninggalkan mereka tanpa kabar. Semua kebutuhan rumah tangga, mulai dari pangan hingga kebutuhan anak-anak, harus dipenuhi sendiri olehnya.
Meski menghadapi kenyataan yang pahit, Siti Zahra tetap berusaha tegar demi anak-anaknya.

Ia berharap pemerintah Aceh Barat dapat memperhatikan kondisinya dan memberikan bantuan untuk membangun rumah yang layak huni.

“Saya berharap pemerintah bisa bantu saya,” harapnya dengan mata berkaca-kaca.

Siti Zahra adalah contoh nyata betapa banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi sulit dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari pihak terkait. Semoga pemerintah dan masyarakat sekitar dapat memberikan dukungan agar Siti Zahra dan anak-anaknya bisa hidup lebih layak dan sejahtera. (Penulis: Muhibbul Jamil)*

IMG-20241203-WA0018

Konsisten Cegah Stunting, Ketua Forikan Aceh Didampingi Ketua Forikan Aceh Barat Serahkan Satu Ton Ikan Segar kepada Masyarakat

Simbolis penyerahan 1 Ton Ikan di Halaman Kantor DKP Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Ketua Forikan Aceh, Safriati, S.Si, M.Si, bersama Ketua Forikan Aceh Barat, Nurmaziah, SE, Ak, M.Si, menyerahkan secara simbolis 1 ton ikan segar kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi dan penanganan stunting di wilayah tersebut.

Safriati menyampaikan bahwa Aceh memiliki potensi besar dalam sektor perikanan. "Aceh ini kaya dengan sumber daya laut, sepanjang Aceh memiliki laut, ikan akan terus melimpah. Ikan sangat baik untuk dikonsumsi, terutama bagi anak-anak agar otaknya cerdas dan bagi ibu hamil serta anak stunting atau balita di bawah lima tahun," ujarnya.

Ia juga mendorong para orang tua untuk mengolah ikan dengan berbagai resep menarik agar dapat meningkatkan selera makan anak. "Dengan kreasi masakan berbahan dasar ikan, diharapkan anak-anak lebih tertarik mengonsumsi ikan sehingga kebutuhan gizi mereka terpenuhi," tambahnya.

Disisi lain, Nurmaziah, Ketua Forikan Aceh Barat, berharap program ini dapat menjadi langkah awal untuk sinergi lebih lanjut dengan pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan stunting di Aceh. Ia mengajak masyarakat Aceh Barat untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai langkah strategis dalam penanganan stunting

Nurmaziah menegaskan pentingnya konsumsi ikan untuk memperbaiki gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil. "Ikan adalah sumber protein yang sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak agar cerdas dan sehat. Kami berharap masyarakat Aceh Barat lebih banyak mengonsumsi ikan, sehingga daerah ini bisa bebas dari masalah stunting," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam mengampanyekan konsumsi ikan di setiap lapisan masyarakat. "Kita harus bersama-sama membangun kesadaran, mulai dari rumah tangga hingga sekolah, bahwa ikan adalah sumber gizi terbaik untuk masa depan anak-anak kita," tutupnya.

Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Daerah Aceh Barat, Marhaban, Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman, S.Pd, M.Si, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) Aceh, serta Kadis DKP Aceh Barat, Mulyadi, S.Hut, M.Si.

Penyerahan ikan ini diharapkan dapat menjadi stimulus untuk peningkatan konsumsi ikan di masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup anak-anak Aceh.(Muhibbul)*

IMG-20241202-WA0125

Gelar Reses Perdana, Mulyana, S.HI., Siap Serap Aspirasi Masyarakat di Dapil IV Kabupaten Karawang

Mulyana, S.HI., didampingi Kepala Desa Pancakarya saat menggelar Reses di Aula Kantor Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka menjalankan tugas Reses perdananya sebagai Anggota Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang di wilayah Dapil IV yang meliputi Kecamatan Tempuran, Telagasari, Lemahabang, Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan, Mulyana, S.HI., menggelar Reses di beberapa titik lokasi. Senin (2/12/24).

Dalam pelaksanaannya, Reses l Tahun Sidang 2024 - 2025 tersebut digelar perdana di wilayah Kecamatan Tempuran meliputi 3 desa diantaranya Desa Pancakarya, Desa Purwajaya dan Desa Pagadungan.

Foto saat kegiatan Reses di 3 titik lokasi berbeda

Dalam kesempatannya, Mulyana mengungkapkan bahwa dirinya berkeinginan memberikan yang terbaik bagi masyarakat dalam hal penyerapan aspirasi.

"Sebagai kepanjangan tangan dari masyarakat, saya ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat, khususnya dalam hal penyerapan aspirasi yang memiliki nilai kebermanfaatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Mulyana berharap agar usulan-usulan yang diserapnya dalam reses tersebut, bisa sepenuhnya terealisasi kedepannya.

"Untuk usulan apapun dalam reses ini, semoga apapun aspirasi yang terserap, itu bisa sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat sebagaimana mestinya, dan juga sesuai dengan apa yang menjadi bidang saya di Komisi lll DPRD Karawang" harap Pria yang juga merupakan Ketua Fraksi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Karawang tersebut.

Dalam kunjungan resesnya, kedatangan Mulyana disambut baik oleh masyarakat dengan penuh keakraban dan candaan seolah tak ada sekat antara seorang pejabat dan masyarakat.

Sementara itu, untuk Reses l Tahun Sidang 2024 - 2025 tersebut rencananya akan digelar di kecamatan lainnya yang meliputi wilayah Dapil IV Kabupaten Karawang dalam beberapa hari kedepan. (Nunu)*