Jendela Daerah

IMG-20241216-WA0012

Pemkab Aceh Barat Gelar Peringatan Hari Guru Nasional, PGRI, dan Bela Negara

Upacara peringatan HUT PGRI di Halaman Dinas Pendidikan Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Azwardi, AP, M.Si, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Hari Guru Nasional, dan Hari Bela Negara ke-76. Acara yang berlangsung di halaman Dinas Pendidikan Aceh Barat pada senin (16/12/2024) ini dihadiri ribuan guru, pejabat daerah, dan masyarakat setempat.

Mengusung tema "Gelorakan Bela Negara untuk Indonesia Maju", upacara ini bertujuan menanamkan semangat kebangsaan dan cinta Tanah Air. Bersamaan dengan itu, tema Hari Guru Nasional tahun ini, "Guru Hebat, Indonesia Kuat", turut menggema sebagai penghormatan kepada peran penting guru dalam membangun generasi penerus bangsa.

Dalam pidatonya, Azwardi membacakan pesan tertulis dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang menyoroti tiga poin utama:

  1. Pentingnya Peran Guru
    Guru adalah pendidik profesional yang bertugas mendidik, membimbing, dan menilai proses belajar siswa sebagaimana diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2005.
  2. Guru sebagai Agen Peradaban
    Guru tidak hanya menjadi agen pembelajaran, tetapi juga pembentuk karakter generasi muda yang cerdas, berbudi pekerti luhur, dan berdaya saing.
  3. Kualitas Sumber Daya Manusia
    Guru yang hebat menentukan kualitas pendidikan, yang berdampak pada kemajuan bangsa di masa depan.

Azwardi menuturkan bahwa peringatan ini adalah momen untuk memberikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa. "Melalui Hari Bela Negara, kita juga ingin memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan cinta Tanah Air," ujarnya.

Ia berharap, semangat yang digaungkan dalam peringatan ini dapat mendorong sinergi antara guru, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan Indonesia yang maju dan kuat.

Pj bupati ini juga memberikan apresiasi kepada guru berprestasig yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi dunia pendidikan di Aceh Barat. (Penulis: Muhibbul Jamil)*

IMG-20241215-WA0023

Tumpukan Rumput di Tengah Sungai Ganggu Aliran Sungai Bubon

Aliran Sungai Bubon

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Sungai Bubon yang bermuara sampai kekuala Bubon Kecamatan sama tiga Kabupaten Aceh Barat, kini terlihat tumpukan rumput ditengah sungai terbentang hingga menganggu aliran sungai.

Beberapa para pencari udang dan ikan disungai Bubon pada(14/12) pada Jendela Jurnalis.com mengatakan kami saat mendayung sampan Agak sulit berdayung karena tumpukan rumput masih ada ditengah sungai. Jika tidak bersihkan besar kemungkinan akan tambah tersumbat dibeberapa sisi sungai ucapnya

Sementara Keuchik Gampong Rangkileh Umar dani sp. Pihaknya menuturkan gotong royomg pembersihan sungai Bubon setahun yang lalu sudah dilaksanakan membersihkan Rumput Enceng Gondok. Kalau. Kini dikawasan blag bale dan ujungnga tampak tumpukan rumput ditengah sungai belum dibersihkan .

Harapan warga untuk menunggu info dari pihak terkait acara pembersihan sungai secara gotong Royong .dengan sistem Klispower. (Penulis : Muhibbul Jamil)*

IMG-20241211-WA0007

Kejari Purwakarta Tetapkan Dua Mantan Kapus Plered sebagai Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi

Kepala dan Staff Kejaksaan Negeri Purwakarta

Jendela Jurnalis Purwakarta, JABAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta menetapkan dua mantan Kepala Puskesmas Plered sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Penetapan tersangka ini di umumkan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi sedunia 2024 di kantor Kejari Purwakarta, Senin, (9/12/24).

Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Martha Parulina Berliana menyampaikan, "Dua mantan Kepala Puskesmas Plered yang terlibat dalam kasus ini bernama YS (inisal) dan RESN (inisal)," ungkapnya.

Lanjutnya, kasus YS adalah pungutan liar dan jasa pelayanan. Martha menjelaskan YS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kejari Purwakarta Nomor: TAP-25677B/M.2.14/Fd.1/12/2024 tertanggal 5 Desember 2024. Atas dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan jasa pelayanan oleh petugas kesehatan di Puskesmas Plered pada tahun anggaran 2015-2017.

Selain itu, YS juga diduga terlibat dalam pungutan liar biaya pendaftaran pasien antara tahun 2013 hingga 2017. Martha mengatakan, kerugian negara yang ditimbulkan akibat YS mencapai Rp.681.004.876.

Sedangkan kasus RESN yang masih menjabat sebagai PNS aktif, ditetapkan sebagai tersangka Kejari Purwakarta Nomor : TAP-2567A/M.2.14/Fd.1/12/2024 tertanggal 5 Desember 2024.Dalam kasus korupsi pemotongan dana kapitasi,biaya operasional kantor ,dan pengadaan barang habis pakai pada Puskesmas Plered tahun anggaran 2021-2022.

Akibat perbuatannya, Ia menyebutkan kerugian uang negara diperkirakan mencapai Rp.245.955.000. Martha juga mengatakan, kedua tersangka akan segera menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"YS yang kini sudah pensiun bersama RESN yang masih aktif sebagai pegawai negeri, akan menghadapi proses hukum atas dugaan tindak pidana korupsi yang mereka lakukan," tutup Martha. (Red)*

IMG-20241210-WA0063

Terbengkalai, Proyek Peningkatan Jalan Bernilai Ratusan Juta di Desa Cicinde Utara Dikritik Warga

Kondisi proyek yang dikeluhkan dan disebut terbengkalai

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Proyek peningkatan jalan poros Desa di Desa Cicinde Utara Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang tengah menuai sorotan publik, dimana pada sebelumnya telah ada pemberitaan di salah satu media online beberapa waktu lalu. Namun, ketika tim investigasi Jendela Jurnalis melakukan kroscek ke lapangan, keadaan proyek tersebut masih belum ada perubahan. Minggu (8/12/24)?

Diketahui, proyek ratusan juta yang sumber dananya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2024 senilai 350.000.000 ( Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah)hasil dari lelang pemenang tendernya CV. Cakra Buana Utama dengan volume Panjang 184 meter, Lebar 3 meter, dan Panjang 99 meter, lebar 3.5 meter, dengan nomor SPK 027.2/.../52766995/KPA-JLN/PUPR/2024 menjadi sorotan bagi warga sekitar. Pasalnya, sudah hampir sebulan pekerjaan tersebut belum rampung atau terbengkalai.

Salah satu warga berinisial C yang keberadaanya tidak jauh dengan lokasi pekerjaan tersebut saat di konfirmasi Jendela Jurnalis menyebut bahwa lambatnya proses pengerjaan berdampak pada terganggunya aktifitas warga.

"Proyek jalan ini sudah hampir sebulan belum terlaksana banyak warga sekitar pada mengadu ke saya terkait pekerjaan pengecoran yang lambat sehingga bisa mengganggu aktivitas warga, karena jalan tersebut 24 jam ramai dengan kegiatan berjualan pindang," ungkapnya.

Masih dikatakan C, "Kemarin warga ada yang jatuh di jalan tersebut,yang saya khawatirkan itu bekisting sudah terpasang dan ada besi patok, khawatir ketika ada yang jatuh terkena patok tersebut. Harapan kami yang mewakili warga sekitar berharap kepada Dinas PUPR Kabupaten Karawang agar segera mendesak terhadap pemborong untuk segera melaksanakan pengecoran jalan tersebut dan kepada mandor agar segera membayar tunggakan di warung senilai 240.000 ( Dua Ratus Empat Puluh ribu)," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan di lokasi pekerjaan tersebut ternyata banyak kejanggalan, mulai dari teknis kerja hingga administrasi. Terutama pada nomor urut SPK yang tidak tercantum, padahal proyek tersebut hasil dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Selain itu, dari teknis pekerjaan pun dinilai kurang profesional, dikarenakan belum ada pemadatan dari alat berat, sementara bigisting sudah terpasang. Selain itu, ukuran besi bekisting juga tidak sama ketinggiannya alias oplosan.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis belum berhasil mengonfirmasi pihak pelaksana maupun pihak pengawas, karena dengan kesalahan teknis pekerjaan tersebut tentunya akibat tidak ada pengawasan dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang. (NN)*

IMG-20241210-WA0064

Dhani Sudirman Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang Masa Bakti 2024 – 2029

Dhani Sudirman (Ketua Karang Taruna Terpilih)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) atau Musyawarah untuk pembentukan kepengurusan Karang Taruna atau yang biasa dikenal dengan istilah "Temu Karya" di Kabupaten Karawang masa bakti 2024-2029 berlangsung lancar dan sukses di Brits Hotel, Karawang, pada Senin (9/12/2024). Acara tersebut dihadiri oleh para ketua Karang Taruna dari 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang.

Melalui proses pemilihan yang berjalan tertib dan kondusif, tiga kandidat bersaing dalam pemilihan Ketua Karang Taruna, yaitu Dani Sudirman, Eigen Justisi, dan Hamid Samairja.

Proses voting menghasilkan suara sebagai berikut : Dani Sudirman memperoleh 13 suara, Hamid Samairja 11 suara, dan Eigen Justisi 7 suara, sementara satu suara dinyatakan abstain. Total suara sah dalam pemilihan tersebut berjumlah 32 suara.

Dengan hasil tersebut, Dani Sudirman resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang untuk masa jabatan lima tahun mendatang.

Saat diwawancarai oleh awak media, Dani mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

"Alhamdulillah, saya terpilih menjadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang. Ini semua berkat dukungan dan kepercayaan dari rekan-rekan. Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya,” ujar Dani.

Dani juga menyampaikan bahwa Temu Karya VI ini merupakan forum tertinggi dalam proses pengambilan keputusan organisasi. Ia berharap hasil dari musyawarah ini dapat menjadi momentum penting untuk menata dan membawa Karang Taruna Kabupaten Karawang ke arah yang lebih baik.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Karang Taruna sebagai wadah kesetiakawanan sosial yang mampu mewujudkan Karawang yang lebih maju, khususnya untuk para generasi muda,” pungkasnya.

Musyawarah yang sukses ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Karawang dan mengembangkan potensi generasi muda di daerah tersebut. (Red)*

IMG-20241204-WA0026

Tinggal di Gubuk Reot, Siti Zahra Butuh Rumah Layak Huni

Kondisi rumah Siti Zahra

Jendela Jurnslis Meulaboh, ACEH BARAT - Siti Zahra (41), warga Desa Rambong, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat, saat ini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Ia tinggal di sebuah rumah sederhana yang tidak layak huni, berlantai tanah dengan dinding terbuat dari pelepah rumbia dan atap dari daun rumbia.

Bersama dua anaknya yang masih bersekolah, anak pertama duduk di kelas 3 SD dan anak kedua di TK, Siti Zahra berjuang menghadapi kehidupan sehari-hari yang penuh tantangan.

Sejak berpisah dengan suaminya lima tahun lalu, yang hingga kini belum kembali, Siti Zahra menjadi tulang punggung keluarga. Pekerjaan yang dilakukannya pun tidak tetap. Ia sering mencari nafkah dengan menjadi pekerja serabutan, termasuk menanam padi milik orang lain saat musim tanam. Meski begitu, penghasilan yang diperoleh hanya sekitar Rp 100 ribu per hari dan itu tidak setiap hari hanya pada musiman saja, yang tentu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya.

“Tidak ada kerja, kalau ada orang minta bantu tanam padi, saya bekerja sebagai penanam. Sehari kadang dapat Rp 100 ribu,” ungkap Siti Zahra dengan wajah penuh keprihatinan saat ditemui di rumahnya, Selasa (3/12/2024).

Siti Zahra menceritakan, sejak menikah sekitar tujuh tahun yang lalu, ia tinggal di rumah milik orang tuanya. Namun, sejak lima tahun lalu, suaminya meninggalkan mereka tanpa kabar. Semua kebutuhan rumah tangga, mulai dari pangan hingga kebutuhan anak-anak, harus dipenuhi sendiri olehnya.
Meski menghadapi kenyataan yang pahit, Siti Zahra tetap berusaha tegar demi anak-anaknya.

Ia berharap pemerintah Aceh Barat dapat memperhatikan kondisinya dan memberikan bantuan untuk membangun rumah yang layak huni.

“Saya berharap pemerintah bisa bantu saya,” harapnya dengan mata berkaca-kaca.

Siti Zahra adalah contoh nyata betapa banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi sulit dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari pihak terkait. Semoga pemerintah dan masyarakat sekitar dapat memberikan dukungan agar Siti Zahra dan anak-anaknya bisa hidup lebih layak dan sejahtera. (Penulis: Muhibbul Jamil)*

IMG-20241203-WA0018

Konsisten Cegah Stunting, Ketua Forikan Aceh Didampingi Ketua Forikan Aceh Barat Serahkan Satu Ton Ikan Segar kepada Masyarakat

Simbolis penyerahan 1 Ton Ikan di Halaman Kantor DKP Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Ketua Forikan Aceh, Safriati, S.Si, M.Si, bersama Ketua Forikan Aceh Barat, Nurmaziah, SE, Ak, M.Si, menyerahkan secara simbolis 1 ton ikan segar kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi dan penanganan stunting di wilayah tersebut.

Safriati menyampaikan bahwa Aceh memiliki potensi besar dalam sektor perikanan. "Aceh ini kaya dengan sumber daya laut, sepanjang Aceh memiliki laut, ikan akan terus melimpah. Ikan sangat baik untuk dikonsumsi, terutama bagi anak-anak agar otaknya cerdas dan bagi ibu hamil serta anak stunting atau balita di bawah lima tahun," ujarnya.

Ia juga mendorong para orang tua untuk mengolah ikan dengan berbagai resep menarik agar dapat meningkatkan selera makan anak. "Dengan kreasi masakan berbahan dasar ikan, diharapkan anak-anak lebih tertarik mengonsumsi ikan sehingga kebutuhan gizi mereka terpenuhi," tambahnya.

Disisi lain, Nurmaziah, Ketua Forikan Aceh Barat, berharap program ini dapat menjadi langkah awal untuk sinergi lebih lanjut dengan pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan stunting di Aceh. Ia mengajak masyarakat Aceh Barat untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai langkah strategis dalam penanganan stunting

Nurmaziah menegaskan pentingnya konsumsi ikan untuk memperbaiki gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil. "Ikan adalah sumber protein yang sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak agar cerdas dan sehat. Kami berharap masyarakat Aceh Barat lebih banyak mengonsumsi ikan, sehingga daerah ini bisa bebas dari masalah stunting," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam mengampanyekan konsumsi ikan di setiap lapisan masyarakat. "Kita harus bersama-sama membangun kesadaran, mulai dari rumah tangga hingga sekolah, bahwa ikan adalah sumber gizi terbaik untuk masa depan anak-anak kita," tutupnya.

Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Daerah Aceh Barat, Marhaban, Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman, S.Pd, M.Si, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) Aceh, serta Kadis DKP Aceh Barat, Mulyadi, S.Hut, M.Si.

Penyerahan ikan ini diharapkan dapat menjadi stimulus untuk peningkatan konsumsi ikan di masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup anak-anak Aceh.(Muhibbul)*

IMG-20241202-WA0125

Gelar Reses Perdana, Mulyana, S.HI., Siap Serap Aspirasi Masyarakat di Dapil IV Kabupaten Karawang

Mulyana, S.HI., didampingi Kepala Desa Pancakarya saat menggelar Reses di Aula Kantor Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka menjalankan tugas Reses perdananya sebagai Anggota Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang di wilayah Dapil IV yang meliputi Kecamatan Tempuran, Telagasari, Lemahabang, Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan, Mulyana, S.HI., menggelar Reses di beberapa titik lokasi. Senin (2/12/24).

Dalam pelaksanaannya, Reses l Tahun Sidang 2024 - 2025 tersebut digelar perdana di wilayah Kecamatan Tempuran meliputi 3 desa diantaranya Desa Pancakarya, Desa Purwajaya dan Desa Pagadungan.

Foto saat kegiatan Reses di 3 titik lokasi berbeda

Dalam kesempatannya, Mulyana mengungkapkan bahwa dirinya berkeinginan memberikan yang terbaik bagi masyarakat dalam hal penyerapan aspirasi.

"Sebagai kepanjangan tangan dari masyarakat, saya ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat, khususnya dalam hal penyerapan aspirasi yang memiliki nilai kebermanfaatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Mulyana berharap agar usulan-usulan yang diserapnya dalam reses tersebut, bisa sepenuhnya terealisasi kedepannya.

"Untuk usulan apapun dalam reses ini, semoga apapun aspirasi yang terserap, itu bisa sesuai harapan dan kebutuhan masyarakat sebagaimana mestinya, dan juga sesuai dengan apa yang menjadi bidang saya di Komisi lll DPRD Karawang" harap Pria yang juga merupakan Ketua Fraksi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Karawang tersebut.

Dalam kunjungan resesnya, kedatangan Mulyana disambut baik oleh masyarakat dengan penuh keakraban dan candaan seolah tak ada sekat antara seorang pejabat dan masyarakat.

Sementara itu, untuk Reses l Tahun Sidang 2024 - 2025 tersebut rencananya akan digelar di kecamatan lainnya yang meliputi wilayah Dapil IV Kabupaten Karawang dalam beberapa hari kedepan. (Nunu)*

IMG-20241202-WA0047(1)

Pimpin Apel Gabungan, Pj Bupati Azwardi Ajak ASN Tingkatkan Keakraban dan Kinerja

ASN Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Azwardi, memimpin apel pagi bersama seluruh Kepala SKPK, Camat, serta ASN yang bertugas di lingkungan kompleks Kantor Bupati, Senin (02/12/2024) Dalam kesempatan tersebut, Azwardi menekankan pentingnya membangun keakraban di antara ASN guna menghindari sikap ego sektoral dan apatisme dalam menjalankan tugas.

“Kita harus membuka ruang diskusi dan saling berbagi pendapat agar tercipta sinergi yang baik dalam melaksanakan pembangunan daerah,” ujar Azwardi di hadapan peserta apel.

Dalam sambutannya, Azwardi juga menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Pilkada di Aceh Barat yang berlangsung aman dan lancar. Ia mengapresiasi upaya bersama seluruh pihak yang memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. Selain itu, ia turut memberikan apresiasi atas pencapaian penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2025 yang telah selesai tepat waktu dan kini sedang dalam proses verifikasi di tingkat provinsi.

“Kita patut bersyukur atas capaian ini. Namun, mari kita terus berpacu dengan waktu untuk meningkatkan serapan APBK 2024 yang saat ini baru mencapai 74,25%, dengan pendapatan sebesar 84,7%,” tambahnya.

Disisi lain Azwardi juga mengungkapkan kebanggaannya atas peningkatan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) yang kini berada di peringkat 10 besar, naik signifikan dari posisi ke-2 terbawah, ungkap Azwardi.

Tidak hanya itu, Azwardi turut bangga atas pencapaian Aceh Barat dalam memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk Kopi Khop, ikon khas daerah. Sertifikat HAKI tersebut secara simbolis diserahkan oleh Azwardi kepada Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) dalam apel tersebut. Ia mengajak seluruh ASN untuk mempromosikan Kopi Khop melalui berbagai kegiatan guna menjadikannya lebih dikenal di tingkat nasional dan internasional.

“Ini adalah warisan kebanggaan Aceh Barat. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk mengembangkan potensi daerah melalui Kopi Khop,” pungkas Azwardi.

Dengan semangat kebersamaan dan fokus pada peningkatan kinerja, Azwardi optimistis Aceh6 Barat dapat terus melangkah maju menuju pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan.(Muhibbul Jamil)*

IMG-20230529-WA0078-1024x717

Partisipasi Masyarakat Terhitung Rendah, Askun Sebut KPU Karawang Gagal

Asep Agustian, S.H., M.H., (Askun)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR- Pemerhati Politik dan Pemerintahan Asep Agustian, S.H., M.H., soroti rendahnya pemilih di Pilkada Karawang, sehingga penggunaan anggaran di KPU Kabupaten Karawang dipertanyakan, untuk apa saja dan kemana saja?.

Asep Agustian meminta dalam hal ini Aparat Penegak Hukum untuk turun selidiki anggaran di KPU Karawang.

"Sebelumnya saya mohon maaf yah kalau komentar atau statetmen saya ada yang tersinggung silahkan disanggah, nah ketika tingkat pemilih di Pilkada Karawang, saya nilai KPU gagal,"ungkap Askun sapaan akrab Asep Agustian, Sabtu 30 November 2024.

Askun menegaskan kenapa dikatakan gagal, karena ini dibawah 70 persen.

"Maka pertanyaan saya berapa sih anggaran yang diturunkan oleh Pusat ke Kabupaten dalam Pilkada ini, tolong sampaikan oleh KPU publik harus tahu, berapa milliar, berapa puluh milliar atau berapa trilliun kah, saya bertanya karena tidak tahu soal itu,"kata Askun.

Askun mengherankan sejauh ini sosialisasi Pilkada yang dilakukan KPU seperti apa, sehingga masyarakat kurang minat untuk mencoblos.

"Maka saya katakan tadi dibawah 70 persen lalu sisanya kemana,?apakah ada sebuah permainan lain, apakah ada indikasi-indikasi lain, saya nggak tahu itu, jadi saya berharap KPU menyampaikan seluruh jumlah anggaran untuk apa saja biar masyarakat tahu,"ucapnya.

"Yang mengherankan dan saya amati selama ketika akan pelaksanaan Pilkada berbeda dengan Kabupaten lain debat dilaksanakan 2 kali tetapi di Karawang hanya 1 kali, dalam hal ini saya sangat meminta kepada KPU tolong sampaikanlah kepada publik, karena masyarakat Karawang nggak buta, nggak tuli dan nggak bodoh, jadi saya mewakili masyarakat bertanya ke KPU, agar bisa disampaikan ke publik,"timpalnya.

Kembali Askun menegaskan, meminta KPU Kabupaten Karawang untuk memaparkan terkait rendahnya pemilih di Pilkada dan penggunaan anggaran.

"jelaskan semua kepada publik, jelaskan semua kepada masyarakat apakah itu melalui medsos atau melalui hal lain silahkan bahwa anggaran itu sekian, apabila tidak jelas saya meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk menelisik anggaran yang digelontorkan sesuai atau tidak, dan apabila APH diam atau bungkam tidak melakukan action, maka antara APH dan KPU ada apa?"kata Askun.

"Saya minta APH turun menentukan sikap, kalau memang ini toh tidak ada kecurangan, penggelembungan, dan pendapatan memperkaya satu sisi, jadi jangan hanya sekedar diam, diam dan diam, kan belum tentu KPU bersih, Bawaslu bersih atau penyelenggara ini bersih, saya harap APH harus segera turun,"tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis belum berhasil menghubungi pihak KPU Karawang untuk mendapatkan keterangan maupun tanggapan terhadap adanya statement tersebut. (red)*