Jendela Daerah

IMG-20250315-WA0035

Harapkan Pembersihan, Tumpukan Rumput Ditengah Sungai Bubon Dinilai Ganggu Aliran Sungai

Tumpukan rumput yang menggunung di Sungai Bubon

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Aliran Sungai Bubon yang bermuara sampai ke Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, diperkirakan sungai yang panjangnya puluhan kilometer tersebut kini aliran airnya tampak kurang lancar. Hal tersebut dikarenakan ada tumpukan rumput yang terbentang ditengah sungai. Sabtu (15/3/25).

Berdasarkan pantauan Jendela Jurnalis, terlihat tumpukan rumput ditengah sungai. Selain itu, tumpukan rumput di sungai tersebut juga terlihat membendung dan menghambat laju air yang mengalir, sehingga aliran sungai terganggu dan terhambat.

Menyikapi hal tersebut, beberapa warga yang ditemui menuturkan bahwa rumput yang menggunung di tengah sungai tersebut sebelumnya pernah dibersihkan oleh para pencari udang yang kesehariannya berprofesi menangkap udang di sungai mengunakan sampan.

"Namun kini terlihat sudah subur lagi tumpukannya, dan dirasa sulit untuk dibersihkan kalau tidak diadakan secara gotong-royong untuk melakukan pembersihan sungainya," sebut salah seorang warga yang enggan namanya untuk dipublikasikan. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20250315-WA0013

Ketiga Kalinya, KWT Gampong Ladang Konsisten Lakukan Penanaman Bawang Merah

Proses penanaman bawang merah

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH - Kelompok Wanita Tani (KWT) Gampong Ladang, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, kini sudah melakukan penanaman bawang merah di kebun yang berlokasi di Gampong Blang, Dusun Monkulu, Gampong Ladang. Sabtu (15/3/25).

Penanaman tersebut merupakan penanaman ketiga kalinya di 18 Bendeng yang terdapat di lahan penanaman seluas kurang lebih 50 meter persegi.

Dalam kesempatannya, Maryani selaku Ketua KWT Gampong Ladang mengatakan kepada Jendela Jurnalis bahwa, "Teknis tanami bawang merah kami sudah tahu caranya. Sebelumnya, telah diberitahukan oleh Dosen UTU dari Bidang Pertanian sebagai binaan kami ," ucapnya.

Sementara itu, Keuchik (Kepala Desa) Gampong Ladang Chairul Musca mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan KWT tersebut atas binaan Dosen UTU dari Bidang Pertanian dan sudah dibantu sejak pertama kali dicanangkan dari mulai pemberian bibit bawang merah, pupuk, dan 1 unit mesin untuk mengalirkan air ke kebun bawang, yang dialirkan melalui pipa yang dipasang tiap bedeng dalam kebun bawang.

"Mesin yang dihidupkan saat tertentu untuk memudahkan saat menyirami tanaman bawang merah hingga dapat tumbuh keseburan," ucapnya.

Lebih lanjut, Chairul Musca berharap agar seluruh anggota KWT untuk terus berupaya berkebun demi terciptanya kehidupan yang sehat dan lancar. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20250313-WA0026

Diduga Berbau Penyimpangan, Program Ketahanan Pangan di Desa Telukbango Terancam Dilaporkan ke APH

Ilustrasi Danan Desa (insert : Ketum LBH Maskar Indonesia)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR – Alokasi Dana Desa (DD) untuk program ketahanan pangan di Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, diduga berbau penyimpangan dan diduga dijadikan program bancakan dan tidak dilelola sesuai regulasi. Kamis (13/3/25).

Berdasarkan data, terdapat anggaran sebesar Rp. 125 juta pada tahun 2023 dan Rp. 120 juta pada Tahun 2024 untuk Peningkatan Produksi Peternakan, yang merupakan penyaluran sebesar 20% dari total anggaran Dana Desa (DD).

Atas adanya dugaan tersebut, Jendela Jurnalis kemudian berupaya mengonfirmasi Bendahara Desa untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut tentang penggunaan anggaran yang dikelolanya. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak desa belum ada yang bisa memberikan keterangan apapun dan terkesan bungkam.

Padahal, konfirmasi dilakukan dengan tujuan agar dapat diketahui besaran anggaran tersebut dipergunakan untuk peningkatan produksi hewan apa dan siapa saja warga selaku penerima manfaat dalam program tersebut

Menyoroti hal tersebut, H. Nanang Komarudin, S.H., M.H., selaku Ketua Umum LBH Maskar Indonesia menyangkan sikap dari bendahara desa yang seolah bungkam tersebut. Padahal, munculnya dugaan-dugaan itu sendiri berawal dari keterangan warga setempat yang mencurigai bahwa dalam proses penggunaannya diduga banyak penyimpangan.

"Ya kalo sikap bendaharanya terkesan diam dan menutupi seperti itu, patut dicurigai juga tentang penggunaannya. Padahal kan tinggal dijawab saja dipergunakan untuk pembelian hewan apa dan siapa saja warga yang menjadi penerima manfaatnya," ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga akan segera membuat laporan dan mendesak APH (Aparatur Penegak Hukum) serta Inspektorat untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan dana desa di Telukbango tersebut, agar semuanya terang benderang dan tercipta asas transparansi publik sebagai bentuk implementasi keterbukaan.

"Data sudah saya kantongi, termasuk keterangan-keterangan dari beberapa narasumber. Selanjutnya tinggal saya serahkan ke APH, biarkan nanti APH yang melaksakan tugasnya, kita tinggal mengawal dan menunggu hasil dari auditnya saja," pungkasnya. (Pri)*

IMG-20250309-WA0024

Bupati bersama Wakil Bupati Aceh Barat Lakukan Sidak di Pasar Bina Usaha Meulaboh

Suasana saat sidak di Pasar Bina Usaha Meulaboh

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, didampingi Wakil Bupati Said Fadheil SH, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bina Usaha Meulaboh pada Minggu (9/3/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan harga barang dan memastikan kondisi pasar tetap tertib dan bersih. Dalam sidak ini, Bupati turut didampingi Sekretaris Daerah Marhaban serta beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).

Tarmizi mengunjungi beberapa lokasi pasar di Meulaboh, yakni Pasar Bina Usaha, Pasar Sayur, Pasar Daging, dan Pasar Ikan. Ia berdialog langsung dengan pedagang ikan, ayam, dan sayur, serta masyarakat yang sedang berbelanja. Dalam kesempatan itu, ia mendengarkan aspirasi mereka guna merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam pengelolaan pasar.

Selain harga barang, Tarmizi juga menyoroti kebersihan pasar, terutama masalah drainase yang tersumbat. Ia meminta PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup untuk segera membersihkan selokan di sekitar pasar, karena menurutnya, kondisi drainase yang buruk menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Meulaboh.

"Kita akan melakukan normalisasi saluran Lueng Neuk Aye untuk mencegah banjir di kawasan pasar," tegas Tarmizi.

Sebagai tindak lanjut, Tarmizi langsung mengumpulkan kepala dinas terkait di ruang kerjanya untuk merumuskan langkah strategis dalam mengatasi permasalahan yang ditemukan.

Sidak ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang dan kenyamanan masyarakat dalam berbelanja, serta memastikan stabilitas harga bahan pokok di Aceh Barat.

Disisi lain Kadis Perindagkop dan UKM Fauzi, SH menuturkan, Dari hasil pemantauan, beberapa harga kebutuhan pokok di Pasar Bina Usaha Meulaboh mengalami penurunan.

"Seperti harga cabai merah 50.000 menjadi 40.000, telur ayam dari 54.000 menjadi 50.000, sementara harga ayam masih dalam kondisi stabil," tandasnya. (M. Jamil)*

IMG-20250220-WA0044

Sinergi F-BUMINU SARBUMUSI dan LBH Ansor Banten : Perkuat Bantuan Hukum bagi PMI

Pertemuan antara Ketua F-BUMINU SARBUMUSI Banten dengan LBH Ansor Banten

Jendela Jurnalis Serang, BANTEN - Ketua Federasi Buruh Migran Nusantara Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (F-BUMINU SARBUMUSI) Banten, Nafiz Salim, melakukan pertemuan dengan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Banten, Alfin Putrawan, di Cafe Fisa Kopi & Gelato, Jl. Kh. Abdul Hadi, Cipare, Serang, Banten. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi antara kedua lembaga dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat, khususnya warga Nahdliyin dan pekerja migran Indonesia (PMI).

F-BUMINU SARBUMUSI selama ini aktif dalam memberikan perlindungan serta pendampingan bagi PMI atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sementara LBH Ansor memiliki peran dalam memberikan bantuan hukum secara umum, termasuk kepada PMI yang menghadapi permasalahan hukum baik di dalam maupun luar negeri. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perlindungan hukum bagi PMI dan masyarakat luas.

Ketua F-BUMINU SARBUMUSI Banten, Nafiz Salim, menyampaikan apresiasinya kepada LBH Ansor atas dukungan yang diberikan.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi LBH Ansor atas dukungannya. Ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pengurus kami agar bisa lebih bermanfaat dan memberikan kontribusi nyata bagi PMI dan keluarganya, khususnya di wilayah Banten,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LBH Ansor Banten, Alfin Putrawan, menegaskan pentingnya kerja sama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur pemberangkatan PMI yang aman.

“Kami berharap kawan-kawan F-BUMINU SARBUMUSI Banten tidak hanya membantu PMI yang bermasalah di luar negeri, tetapi juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami prosedur pemberangkatan yang legal. Hal ini penting untuk mencegah PMI dari pemberangkatan non-prosedural yang rentan terhadap tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sebagian besar PMI bermasalah karena ketidaktahuan, sehingga mudah dieksploitasi,” kata Alfin.

Dalam konteks teori sinergitas, kerja sama antara kedua lembaga ini mencerminkan model sinergi kelembagaan yang menekankan pada kolaborasi dalam pemecahan masalah sosial. Sinergitas dalam kebijakan perlindungan PMI juga relevan dengan teori kelembagaan yang menekankan pentingnya interaksi antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama. Dengan adanya sinergi antara F-BUMINU SARBUMUSI dan LBH Ansor Banten, diharapkan perlindungan terhadap PMI semakin optimal, serta upaya pencegahan terhadap kasus perdagangan orang dapat berjalan lebih efektif. Kolaborasi ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi masyarakat, khususnya Pekerja Migran Indonesia. (ALN)*

IMG-20250215-WA0050

Serap Aspirasi Masyarakat, Mulyana, S.HI., Gelar Reses ll di Desa Sumberjaya

Foto bersama usai reses berlangsung

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka menjalankan tugas Reses sebagai Anggota Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang di wilayah Dapil IV yang meliputi Kecamatan Tempuran, Telagasari, Lemahabang, Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan, Mulyana, S.HI., menggelar Reses ke ll di wilayah Kecamatan Tempuran. Sabtu (15/2/25).

Turut dihadiri Kepala Desa Sumberjaya, Reses ke ll Tahun Sidang 2024 - 2025 tersebut digelar perdana di kediaman Ust. Tasa Permana yang beralamat di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran.

Dalam kesempatannya, Mulyana mengungkapkan bahwa dirinya berkeinginan memberikan yang terbaik bagi masyarakat dalam hal penyerapan aspirasi, tentunya agar apapun nantinya aspirasi yang direalisasikan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Sebagai kepanjangan tangan dari masyarakat, saya ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat, khususnya dalam hal penyerapan aspirasi yang memiliki nilai kebermanfaatan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Mulyana berharap agar usulan-usulan yang diserapnya dalam reses tersebut, bisa sepenuhnya terealisasi kedepannya. Sementara itu, dirinya memang merasakan bahwa di Kecamatan Tempuran sendiri sangat banyak, salah satunya terkait penataan di Jalan Jalur Layapan, terkait kenyamanan, keselamatan dan keamananan masyarakat sebagai pengguna jalan yang seharusnya bisa menjadi perhatian, mengingat bahwa di jalur tersebut masih minim penerangan hingga menyebabkan rawan kecelakaan maupun tindak kriminalitas.

"PR saya sebagai Anggota Dewan tampaknya sangat banyak, meliputi permasalahan sosial serta pemetaan infrastruktur yang berkelanjutan, khususnya di Kecamatan Tempuran ini," beber Pria yang juga merupakan Ketua Fraksi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Karawang tersebut.

Dalam kunjungan resesnya, kedatangan Mulyana disambut baik oleh masyarakat beserta pemerintahan desa dengan penuh keakraban dan candaan seolah tak ada sekat antara seorang pejabat dan masyarakat.

Sementara itu, untuk Reses ll Tahun Sidang 2024 - 2025 tersebut rencananya akan digelar di kecamatan lainnya yang meliputi wilayah Dapil IV Kabupaten Karawang dalam beberapa hari kedepan. (Nunu)*

IMG-20250214-WA0025

Tolak Pemberian Izin Pertambangan untuk PT. MPB, Masyarakat Karawang Bersatu akan Gelar Aksi Bela Alam ke Pemprov Jabar

Ilustrasi penolakan pertambangan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Berkaitan dengan adanya izin pertambangan untuk PT. MPB yang dikabarkan akan melaksanakan kembali aktifitas pertambangan di Kawasan Karst Karawang Selatan, Masyarakat Karawang Bersatu (MKB) bersama Koalisi Melawan Tambang dengan tegas menyampaikan penolakan. Jum'at (14/2/2025).

Hal tersebut diketahui bermula karena telah dikeluarkannya Surat Rekomendasi Nomor : 530/6829/EK Tanggal 23 Desember 2020 dari Cellica Nurrachadiana selaku Bupati Karawang pada waktu itu (Surat Bupati Karawang kepada FR selaku Dirut PT. MPB), yang dimana setahun kemudian diterima oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat dan disetujui oleh Bey Machmudin selaku Pj. Gubernur.

Kepada Jendela Jurnalis, Yudi Wibiksana selaku Ketua Umum MKB menjelaskan bahwa perihal hal tersebut, pihaknya dengan tegas menolak adanya eksploitasi di Kawasan Karst.

"Meski Kepmen ESDM telah menetapkan KBAK di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, kami tetap menolak! Karena aturan tersebut sudah jelas eksploitatif dan bertentangan dengan UUPLH dan Perda RTRW Karawang yang menyebutkan bahwa Kawasan Karst Karawang masuk dalam Kawasan Lindung Geologi," jelasnya.

MKB juga mendesak agar Pemprov Jabar menolak rekomendasi surat dari mantan Bupati Karawang yang dinilai cacat secara kajian lingkungan hidup di Kawasan Karst, serta tanpa mengundang pihak masyarakat.

Yudi menerangkan, jika Kawasan Karst sebagai Kawasan hidrologi rusak, Pemkab Karawang akan kehilangan pendapatan trilyunan rupiah.

"Kerugian Trilyunan itu bisa dihitung dari debit air di beberapa Goa dan sumber mata air yang ada jika dikonversikan ke dalam nilai uang, Pemkab Karawang dipastikan merugi dan bohong besar ketika perusahaan bisa mendatangkan kesejahteraan," terangnya.

Selain itu, Yudi menyebut bahwa Karst adalah "Benteng Alam" bagi keberlangsungan hidup Karawang, karena Karst itu sendiri menjadi tempat lahirnya mata air yang ada di wilayah tersebut.

Atas dasar hal tersebut, MKB akan menggelar "Aksi Bela Alam" ke Pemprov Jabar pada Rabu 19 Februari 2025 mendatang, sebagai sikap tegas penyeruan penolakan atas pemberian izin pertambangan kepada PT. MPB.

"Kawasan Karst harus tetap lestari adalah harga mati!," tutupnya. (Nunu)*

IMG-20241104-WA0065(1)

Diduga Ada Aroma Penyimpangan, Warga Keluhkan Program Ketahanan Pangan di Desa Segaran

Ilustrasi DD

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa, mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Namun, alokasi dana di Desa Segaran untuk pemberdayaan masyarakat tahun 2024 diduga dikelola tidak sesuai harapan. Jum'at (31/1/25).

Program 'Ketahanan Pangan' yang bertujuan meningkatkan perekonomian warga Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang untuk ternak domba diduga tidak sesuai harapan. Dana desa yang dialokasikan untuk program ini pada 2024 menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp.160 Juta, dengan fokus pada peningkatan produksi peternakan domba. Namun berujung keluhan karena diduga terlihat tidak sesuai harapan dilapangan.

Seperti halnya yang di katakan AS (inisial) warga Desa Segaran kepada awak media, Ia mengatakan, "Realisasi dengan anggaran yang dikeluarkan diduga kuat tidak sesuai ketentuan RAB (Rencana Anggaran Biaya) jelas-jelas domba yang di belanjakan harganya diduga tidak sesuai dengan fisik yang ada. Kenapa tidak? lihat saja Pak, domba yang dibelikan paling rata-rata harganya dikisaran Rp. 2 Juta kebawah, bisa-bisa Rp. 1,8 atau Rp. 1,5 Juta, dan hal ini yang tentunya menjadi indikasi adanya potensi penyimpangan akibat dugaan konspirasi untuk kepentingan pribadi,” ucapnya.

Namun, narasumber menyebut bahwa yang Ia ketahui, RAB yang dicantumkan itu sekitar Rp. 2.5 juta per ekor.

"Artinya diduga ada mark up anggaran, kalau dibelikan domba seharga Rp. 2.5 juta, seharusnya ada sekitar 65 ekor jika total yang dianggarkan sebabyak Rp. 160 juta. Terus sisa spesifikasi anggarannya kemana? apakah dialihkan ke anggaran mana atau dikembalikkan ke LPJ?" tambahnya.

Pelaksanaan program yang didanai oleh Dana Desa ini berpotensi merugikan masyarakat, terutama dalam upaya penguatan sektor peternakan yang seharusnya menjadi prioritas.

“Transparansi dan akuntabilitas adalah hal mutlak dalam pengelolaan Dana Desa. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi,” ucap warga Desa Segaran kepada awak media menjelaskan.

Hingga berita ini diterbitkan, saat dikonfirmasi via whatsApp dan telepon pada Selasa Tanggal 28/1/2025, SS (inisial) selaku Pjs. Desa Segaran, Kecamatan Batujaya belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penyimpangan tersebut. (Pri)*

IMG-20241230-WA0080

LKP Bumi Pamijahan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda untuk Hadapi Persaingan Global

Pelatihan Kewirausahaan Pemuda dalam Persaingan System Pemasaran Modern

Jendela Jurnalis Kuningan, JABAR – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bumi Pamijahan Agrikultur mengadakan Pelatihan Kewirausahaan Pemuda dengan tema “Generasi Muda Siap Menghadapi Persaingan Global dan Pemasaran Digital.” Pelatihan ini diikuti oleh 80 peserta dan berfokus pada strategi wirausaha modern di era digital.

Ketua LKP Bumi Pamijahan Agrikultur, Alvian Rolis Nugraha, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Program ini dirancang khusus untuk para wirausahawan muda yang selama ini berada di bawah binaan LKP Bumi Pamijahan.

“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya penting dalam membangun dan mengembangkan ekonomi bangsa. Tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah pertumbuhan pengangguran, meskipun jumlah sumber daya manusia terus bertambah,” ujar Alvian.

Menurutnya, salah satu penyebab utama lambatnya pembangunan ekonomi adalah pandangan masyarakat yang lebih mengandalkan ijazah daripada menggali potensi diri. "Untuk itu, pembangunan ekonomi Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausahawan yang sukses, karena pembangunan akan lebih efektif jika didukung oleh mereka yang mampu menciptakan peluang usaha,” tambahnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di pasar global, terutama melalui pemanfaatan pemasaran digital. Dengan inisiatif ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan potensi mereka dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. (Wan)*

IMG-20241230-WA0077(1)

Walaupun Bahan Baku Serba Naik, Penjual Jus Nipah di Suak Timah Tetap Tak Naikan Harga

Buah Nipah

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Ditengah harga bahan baku yang serba naik, Kak Nong, salah seorang penjualan jus nipah di Jalan Meulaboh, Banda Aceh, atau lebih tepatnya di Simpang Tiga Suak Timah, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat, ternyata masih menjual dengan harga biasa (tetap). Senin (30/12/24).

Dikatakannya, satu gelas jus nipah ukuran Pop Ice dijual dengan harga Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).

"Tetap dijual dengan harga sepuluh ribu, walaupun harga bahan naik seperti susu, gula dan bahan buah nipah," ucap Kak Nong kepada Jendela Jurnalis.

Lebih lanjut, Kak Nong menuturkan bahwa dirinya sudah berjualan jus nipah selama 3 Tahun. Namaun, walaupun hanya mendapat pemasukan pas pasan, dirinya mengaku tak ingin mengecewakan para pelanggannya dengan menaikan harga.

Dalam kesehariannya, Kak Nong tetap konsisten berjualan dengan membuka lapak dagangannya dari Pukul 09:00 Pagi hingga Pukul 06:00 sore.

( Laporan : Muhibbul Jamil)*