Jendela Berita

IMG-20241211-WA0007

Kejari Purwakarta Tetapkan Dua Mantan Kapus Plered sebagai Tersangka dalam Kasus Dugaan Korupsi

Kepala dan Staff Kejaksaan Negeri Purwakarta

Jendela Jurnalis Purwakarta, JABAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta menetapkan dua mantan Kepala Puskesmas Plered sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Penetapan tersangka ini di umumkan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi sedunia 2024 di kantor Kejari Purwakarta, Senin, (9/12/24).

Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Martha Parulina Berliana menyampaikan, "Dua mantan Kepala Puskesmas Plered yang terlibat dalam kasus ini bernama YS (inisal) dan RESN (inisal)," ungkapnya.

Lanjutnya, kasus YS adalah pungutan liar dan jasa pelayanan. Martha menjelaskan YS ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kejari Purwakarta Nomor: TAP-25677B/M.2.14/Fd.1/12/2024 tertanggal 5 Desember 2024. Atas dugaan tindak pidana korupsi terkait penerimaan jasa pelayanan oleh petugas kesehatan di Puskesmas Plered pada tahun anggaran 2015-2017.

Selain itu, YS juga diduga terlibat dalam pungutan liar biaya pendaftaran pasien antara tahun 2013 hingga 2017. Martha mengatakan, kerugian negara yang ditimbulkan akibat YS mencapai Rp.681.004.876.

Sedangkan kasus RESN yang masih menjabat sebagai PNS aktif, ditetapkan sebagai tersangka Kejari Purwakarta Nomor : TAP-2567A/M.2.14/Fd.1/12/2024 tertanggal 5 Desember 2024.Dalam kasus korupsi pemotongan dana kapitasi,biaya operasional kantor ,dan pengadaan barang habis pakai pada Puskesmas Plered tahun anggaran 2021-2022.

Akibat perbuatannya, Ia menyebutkan kerugian uang negara diperkirakan mencapai Rp.245.955.000. Martha juga mengatakan, kedua tersangka akan segera menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"YS yang kini sudah pensiun bersama RESN yang masih aktif sebagai pegawai negeri, akan menghadapi proses hukum atas dugaan tindak pidana korupsi yang mereka lakukan," tutup Martha. (Red)*

IMG-20241210-WA0064

Dhani Sudirman Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang Masa Bakti 2024 – 2029

Dhani Sudirman (Ketua Karang Taruna Terpilih)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) atau Musyawarah untuk pembentukan kepengurusan Karang Taruna atau yang biasa dikenal dengan istilah "Temu Karya" di Kabupaten Karawang masa bakti 2024-2029 berlangsung lancar dan sukses di Brits Hotel, Karawang, pada Senin (9/12/2024). Acara tersebut dihadiri oleh para ketua Karang Taruna dari 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang.

Melalui proses pemilihan yang berjalan tertib dan kondusif, tiga kandidat bersaing dalam pemilihan Ketua Karang Taruna, yaitu Dani Sudirman, Eigen Justisi, dan Hamid Samairja.

Proses voting menghasilkan suara sebagai berikut : Dani Sudirman memperoleh 13 suara, Hamid Samairja 11 suara, dan Eigen Justisi 7 suara, sementara satu suara dinyatakan abstain. Total suara sah dalam pemilihan tersebut berjumlah 32 suara.

Dengan hasil tersebut, Dani Sudirman resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang untuk masa jabatan lima tahun mendatang.

Saat diwawancarai oleh awak media, Dani mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

"Alhamdulillah, saya terpilih menjadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang. Ini semua berkat dukungan dan kepercayaan dari rekan-rekan. Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya,” ujar Dani.

Dani juga menyampaikan bahwa Temu Karya VI ini merupakan forum tertinggi dalam proses pengambilan keputusan organisasi. Ia berharap hasil dari musyawarah ini dapat menjadi momentum penting untuk menata dan membawa Karang Taruna Kabupaten Karawang ke arah yang lebih baik.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Karang Taruna sebagai wadah kesetiakawanan sosial yang mampu mewujudkan Karawang yang lebih maju, khususnya untuk para generasi muda,” pungkasnya.

Musyawarah yang sukses ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Karawang dan mengembangkan potensi generasi muda di daerah tersebut. (Red)*

IMG-20241206-WA0044

Diduga Tak Dilakukan Proses Pemadatan, Pekerjaan Emplacement Halaman SDN Banyuasih I Seolah Luput dari Pengawasan

Proyek Emplacement Halaman SDN Banyuasih I

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DISDIKPORA) Kabupaten Karawang tengah merealisasikan pembangunan emplacement untuk Halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Banyuasih I yang terletak di Desa Banyuasih, Kecamatan Banyusari. Jum'at (6/12/24).

Diketahui, proses pengerjaan emplacement dikerjakan oleh CV. TANI ASLI, dengan nominal anggaran sebesar Rp. 142.150.000,00,- (seratus empat puluh dua juta seratus lima puluh ribu rupiah) yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran (TA) 2024 melalui tender dengan nomor kontrak 027.02.PPK/SPK/PENDAS-5255727/XI/2024.

Namun dalam pelaksanaannya, proses pengerjaan emplacement tersebut menuai kritikan dari warga setempat yang berinisial SY. Menurutnya, proses pemasangan material untuk pemadatan dinilai kurang maksimal, lantaran tidak dilakukan proses pemadatan.

"Gak ada proses pemadatan itu mah kayaknya Pak, soalnya gak ada alat berat untuk memadatkan bagian dasarnya, coba saja injak menggunakan kaki, pasti teksturnya belum padat," ungkap SY saat berbincang dengan Jendela Jurnalis tak jauh dari lokasi pekerjaan tersebut. Jum'at (6/12/24).

Lebih lanjut, dirinya menilai bahwa pekerjaan tersebut seolah dilakukan secara asal-asalan. Sementara atas hal tersebut, dirinya pun mempertanyakan peran pengawasan dalam pengerjaan emplacement tersebut, sebagai pihak yang memastikan bahwa pengerjaannya berjalan sesuai standarisasi dari proyek pada umumnya.

"Biasanya kan ada pengawas, kalau pelaksanaannya seperti itu, fungsi dari pengawasannya berjalan apa tidak? Apa jangan-jangan pengawasnya malah seolah tutup mata," cetusnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Jendela Jurnalis di lokasi pekerjaan, terlihat bahwa besi wermes yang akan dipergunakan dalam pembangunan emplacement tersebut terlihat sudah berkarat (korosi) layaknya besi bekas yang sudah lama tak dipakai, sementara apakah pihak pengawas sudah mengetahui terkait hal tersebut?

Berdasarkan keterangan dari pekerja, pelaksana dari CV. TANI ASLI yang berinisial MD tidak ada di lokasi pekerjaan, sehingga Jendela Jurnalis tidak bisa mengkonfirmasi dan mendapatkan keterangan lebih lanjut dari pihak pelaksana.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis juga belum berhasil mengetahui siapa konsultan maupun pengawas yang ditugaskan untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan emplacement tersebut. (NN)*

IMG-20241203-WA0073

Mulyana, S.HI., Akui Temukan Banyak Keluhan Masyarakat Seputar Permasalahan Sosial dalam Reses Perdananya

Mulyana, S.HI., (Anggota DPRD Karawang Dapil IV) saat menggelar Reses I

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka menjalankan tugas Reses perdananya sebagai Anggota Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang di wilayah Dapil Karawang IV yang meliputi Kecamatan Tempuran, Telagasari, Lemahabang, Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan, Mulyana, S.HI., menggelar Reses di beberapa titik lokasi. Selasa (3/12/24).

Namun, pengalaman Reses Perdana Mulyana sebagai Anggota Dewan tersebut dihadapkan dengan berbagai keluhan masyarakat yang sama sekali tak pernah dirinya duga sebelumnya.

Kepada Jendela Jurnalis, Mulyana mengungkapkan bahwa selama menggelar Reses di beberapa titik yang berbeda, dirinya banyak mendengar keluhan - keluhan tentang kondisi sosial masyarakat yang saat ini memerlukan solusi lanjutan yang serius untuk penanganannya.

"Ya, sepanjang reses yang saya gelar di beberapa titik, ternyata banyak sekali permasalahan dan keluhan masyarakat yang sebagian besarnya adalah terkait permasalahan sosial," ungkapnya.

Mulyana menjelaskan, dirinya mendapatkan keluhan terkait adanya pengajuan yang diutarakan oleh masyarakat terkait program pembangunan RULAHU (Rumah Layak Huni), dimana program tersebut dirasa sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tapi pada faktanya, mereka yang benar-benar membutuhkan tersebut terbentur aturan yang dirasa membebankan, yaitu mereka harus memiliki lahan milik sendiri. Sementara, mereka yang tak memiliki rumah itu memiliki KTP dan diakui sebagai Warga Negara Indonesia dan memiliki hak yang sama dengan yang lainnya

"Disamping itu, ternyata masih banyak juga warga masyarakat Karawang yang memiliki KTP resmi serta sudah beranak cucu selama puluhan tahun, namun bertempat tinggal di tanah milik negara. Hal itu masyarakat meminta di carikan solusi, bisa saja solusi tersebut diantaranya pemerintah membuat rusunawa, atau lahan - lahan pemerintah yang sudah dijadikan tempat tinggal lebih dari 25 tahun sesuai UU Agraria agar bisa dibebaskan dan dibuatkan sertifikat tanahnya untuk kemudian masyarakat dapat memiliki tanah hak milik," jelasnya.

Foto kegiatan Reses

Selain hal tersebut, Mulyana juga mendapatkan adanya usulan agar pemerintah bisa memperhatikan atau membuat program pembelian lahan areal pemakaman umum di tiap desa, agar apabila ada daerah atau desa yang tidak mempunyai pemakaman umum menjadi lebih mudah dan tidak ikut memakamkan di desa lain.

"Terkait hal tersebut juga saya sependapat, saya pernah mendengar adanya konflik terkait permasalahan pemakaman antara pihak desa yang memiliki areal pemakaman dengan pihak desa yang mungkin tidak memiliki areal pemakaman. Mungkin sekarang kita masih belum merasakan, tapi bisa jadi nanti setelah 10 atau 15 tahun kedepan area pemakaman yang tersedia ini penuh, dan itu memang benar harus kita pikirkan sedari sekarang, semoga saja ada solusi terkait hal ini," ungkapnya.

Atas usulan - usulan tersebut, Mulyana menyebut bahwa itu akan menjadi PR bagi dirinya dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat, dan dirinya berharap bisa menyuarakan keluhan tersebut agar selanjutnya bisa menjadi perhatian dan bisa membuahkan solusi.

"Dari beberapa usulan tersebut, saya sebagai kepanjangan tangan dari masyarakat tentunya akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar pemerintah pusat maupun daerah bisa bersama-sama mengkaji ulang aturannya. Karena apapun alasannya, program bantuan dibuat untuk meringankan mereka yang membutuhkan, bukannya malah menjadi beban tambahan bagi mereka," tutupnya. (Nunu)*

IMG-20230529-WA0078-1024x717

Partisipasi Masyarakat Terhitung Rendah, Askun Sebut KPU Karawang Gagal

Asep Agustian, S.H., M.H., (Askun)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR- Pemerhati Politik dan Pemerintahan Asep Agustian, S.H., M.H., soroti rendahnya pemilih di Pilkada Karawang, sehingga penggunaan anggaran di KPU Kabupaten Karawang dipertanyakan, untuk apa saja dan kemana saja?.

Asep Agustian meminta dalam hal ini Aparat Penegak Hukum untuk turun selidiki anggaran di KPU Karawang.

"Sebelumnya saya mohon maaf yah kalau komentar atau statetmen saya ada yang tersinggung silahkan disanggah, nah ketika tingkat pemilih di Pilkada Karawang, saya nilai KPU gagal,"ungkap Askun sapaan akrab Asep Agustian, Sabtu 30 November 2024.

Askun menegaskan kenapa dikatakan gagal, karena ini dibawah 70 persen.

"Maka pertanyaan saya berapa sih anggaran yang diturunkan oleh Pusat ke Kabupaten dalam Pilkada ini, tolong sampaikan oleh KPU publik harus tahu, berapa milliar, berapa puluh milliar atau berapa trilliun kah, saya bertanya karena tidak tahu soal itu,"kata Askun.

Askun mengherankan sejauh ini sosialisasi Pilkada yang dilakukan KPU seperti apa, sehingga masyarakat kurang minat untuk mencoblos.

"Maka saya katakan tadi dibawah 70 persen lalu sisanya kemana,?apakah ada sebuah permainan lain, apakah ada indikasi-indikasi lain, saya nggak tahu itu, jadi saya berharap KPU menyampaikan seluruh jumlah anggaran untuk apa saja biar masyarakat tahu,"ucapnya.

"Yang mengherankan dan saya amati selama ketika akan pelaksanaan Pilkada berbeda dengan Kabupaten lain debat dilaksanakan 2 kali tetapi di Karawang hanya 1 kali, dalam hal ini saya sangat meminta kepada KPU tolong sampaikanlah kepada publik, karena masyarakat Karawang nggak buta, nggak tuli dan nggak bodoh, jadi saya mewakili masyarakat bertanya ke KPU, agar bisa disampaikan ke publik,"timpalnya.

Kembali Askun menegaskan, meminta KPU Kabupaten Karawang untuk memaparkan terkait rendahnya pemilih di Pilkada dan penggunaan anggaran.

"jelaskan semua kepada publik, jelaskan semua kepada masyarakat apakah itu melalui medsos atau melalui hal lain silahkan bahwa anggaran itu sekian, apabila tidak jelas saya meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk menelisik anggaran yang digelontorkan sesuai atau tidak, dan apabila APH diam atau bungkam tidak melakukan action, maka antara APH dan KPU ada apa?"kata Askun.

"Saya minta APH turun menentukan sikap, kalau memang ini toh tidak ada kecurangan, penggelembungan, dan pendapatan memperkaya satu sisi, jadi jangan hanya sekedar diam, diam dan diam, kan belum tentu KPU bersih, Bawaslu bersih atau penyelenggara ini bersih, saya harap APH harus segera turun,"tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis belum berhasil menghubungi pihak KPU Karawang untuk mendapatkan keterangan maupun tanggapan terhadap adanya statement tersebut. (red)*

IMG-20241128-WA0080

Rangkaian Kegiatan HGN dan HUT PGRI ke 79, PGRI Karawang Gelar Lomba Mewarnai dan Talk Show “Perlindungan Guru” di Mall KCP Karawang

Acara Lomba Mewarnai dan Talk Show "Perlindungan Guru"

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2024 dan HUT PGRI ke 79, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Karawang menggelar lomba mewarnai Tingkat TK dan PAUD dan Talkshow bertema : "Perlindungan Guru" yang diselenggarakan di Atrium Mall Karawang Central Plaza (KCP). Kamis (28/11/24).

Dalam kegiatan lomba mewarnai, diikuti oleh sekitar 90 peserta dari TK dan 90 peserta perwakilan PAUD se-Kabupaten Karawang (3 TK dan 3 PAUD untuk peserta dari perwakilan masing-masing Kecamatan).

Penyelenggaraan Lomba Mewarnai Tingkat TK dan PAUD

Usai lomba mewarnai berlangsung dan ditutup dengan pengumuman pemenang pada lomba mewarnai tersebut, dilanjutkan dengan acara Talk show "Perlindungan Guru" yang dihadiri oleh Ketua PGRI beserta jajaran pengurus di Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Karawang.

Adapun untuk narasumber dalam talk show tersebut diantaranya adalah Drs. Cecep Mulyawan, M.M., selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karawang, H. Uyat, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua PGRI Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd.I., S.H., M.H., selaku Ketua DPRD Karawang, Prof. dr. Eigen Justisi, S.H., M.H., selaku LKBH PGRI Kabupaten Karawang, dan dihadiri oleh perwakilan dari Kejari Karawang.

Talk Show "Perlindungan Guru"

Pada pembukaan acara Talk Show, di isi dengan sambutan dari Ketua PGRI sekaligus laporan dari ketua panitia pada rangkaian kegiatan lainnya, baik yang telah diselenggarakan maupun kegiatan yang masih akan digelar dalam beberapa waktu mendatang.

Selain sambutan, juga dilakukan simbolis penyerahan SK dari Ketua PGRI kepada Eigen Justisi S.H., M.H., yang secara resmi telah diangkat menjadi LKBH PGRI di Kabupaten Karawang.

Dalam talk show tersebut, di bahas seputar permasalahan antara siswa dan guru yang belakangan sering terjadi dan sering berujung pada kasus hukum. Dan atas dasar hal tersebut, Ketua PGRI Karawang mengakui bahwa peran LKBH untuk PGRI akan teramat sangat penting dalam menyikapi kemungkinan permasalahan yang akan terjadi kedepannya.

Dalam pernyataannya, Eigen justisi menegaskan bahwa dirinya akan berada di garda terdepan untuk pendampingan perlindungan hukum jika nantinya terdzolimi dengan adanya diskriminasi maupun kriminalisasi guru di Kabupaten Karawang.

Hal tersebut pun diamini oleh H. Endang Sodikin selaku Ketua DPRD Karawang, dimana menurutnya segala bentuk perlindungan hukum bagi guru merupakan bagian yang sangat penting.

Live Performance Risty Tagor

Usai talk show berlangsung, acara ditutup dengan panggung hiburan dari talent binaan PGRI Karawang bersama bintang tamu Risty Tagor. (Nunu)*

IMG-20241123-WA0134

Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Desa Pasirjaya, Hamzah, S.Pd.I., Siap Bersinergi dengan Pemdes

Foto bersama usai MWKT berlangsung

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Demi keberlangsungan pembinaan dan pengembangan bagi generasi muda yang berada di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Karang Taruna Desa Pasirjaya menggelar Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT) yang digelar di Aula Kantor Desa Pasirjaya. Sabtu (23/11/24).

Alasan digelarnya musyawarah tersebut adalah karena Karang Taruna di Desa Pasirjaya itu sendiri sudah mengalami kekosongan jabatan sejak tahun lalu, sehingga beberapa pemuda di desa tersebut sepakat untuk melakukan pemilihan dan regenerasi ketua dan kepengurusan yang baru.

Musyawarah tersebut dihadiri oleh Abdul Hakim selaku Kepala Desa Pasirjaya sekaligus Pembina dari Karang Taruna Pasirjaya, Ketua dan Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pasirjaya, serta dihadiri juga oleh Ketua dan Pengurus Karang Taruna Kecamatan Cilamaya Kulon.

Dalam pelaksanaannya, MWKT digelar dengan pemilihan langsung untuk menunjuk siapa yang akan menjadi Ketua Karang Taruna Desa Pasirjaya oleh 28 pemilih pemuda dan pemudi perwakilan dari 3 Dusun yang terdiri dari Dusun Krajan, Dusun Cilempung dan Dusun Ceah.

Adapun untuk hasil perolehan suara dalam musyawarah tersebut, Hamzah, S.Pd.I., unggul dan terpilih menjadi ketua dengan perolehan 24 suara. sementara untuk pilihan lainnya adalah 2 suara memilih Dimas, 1 suara memilih Sena dan 1 suara lainnya memilih Aab.

Foto Rangkaian kegiatan MWKT

Dalam kesempatannya, Hamzah yang terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Desa Pasirjaya Periode 2024 - 2029 mengaku bahwa dirinya akan menjaga amanah tersebut dengan penuh tanggungjawab. Selain itu, dirinya juga berkomitmen akan memajukan dan menjadikan Karang Taruna Desa Pasirjaya untuk terus aktif dan berkembang.

"Alhamdulilah, terimakasih atas kepercayaan teman - teman telah memilih saya. Insya Allah kedepannya saya akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, dan berkomitmen akan memajukan dan menjadikan Karang Taruna Pasirjaya untuk terus aktif dan berkembang, terutama dalam hal tugas dan fungsi utama kita yaitu tentang kesejahteraan sosial masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Abdul Hakim selaku Kepala Desa sekaligus sebagai Pembina Karang Taruna di Desa Pasirjaya mengucapkan selamat atas terpilihnya Hamzah sebagai Ketua Karang Taruna Desa Pasirjaya yang baru.

"Selamat dan sukses buat Pak Hamzah yang terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Pasirjaya, semoga Karang Taruna Pasirjaya kedepannya lebih efektif dan solutif untuk menampung aspirasi anak-anak muda, dan dengan pembentukan jiwa - jiwa yang kuat dan tangguh," ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya berpesan agar kepengurusan Karang Taruna Pasirjaya yang sudah dibentuk supaya lebih aktif dengan menjalankan aktifitas serta kinerja sebagaimana layaknya lembaga Karang Taruna, dan jangan sampai sudah dibentuk hanya nama saja, sedangkan untuk kegiatan serta aktifitasnya tidak ada.

"Karena dari generasi Karang Taruna inilah Desa Pasirjaya bisa untuk bersinergi serta membangun jiwa dan karakter yang solid, serta terbentuk hal yang positif dari pemikiran - pemikiran yang lebih baik untuk kesatuan kekompakan pemuda dan pemerintahan di Desa Pasirjaya," pungkasnya. (Nunu)*

IMG-20241121-WA0055

Peringati Hari Tata Ruang Nasional 2024, Dinas PUPR Karawang Gelar Workshop KKPR dan Seminar Tantangan Penataan Ruang

Kegiatan Workshop KKPR dan Seminar Tantangan Penataan Ruang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Hari Tata Ruang Nasional yang jatuh pada 8 November tiap tahunnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang tidak pernah absen memperingatinya dengan menggelar sejumlah rangkain kegiatan.

Setelah sebelumnya mengajak partisipasi masyarakat dengan menanam pohon sejenis Sengon/Albasiah, Ketapang Raja, Mahoni dan Nangka di kawasan sempadan Sungai Citarum yang terletak di Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, dan di Desa Curug, Kecamatan Klari beberapa waktu lalu, Dinas PUPR kembali menggelar Workhsop Pelaksanaan Petunjuk Teknis Keseuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) Berusaha, Pernyataan Mandiri Pelaku (PMP) UMK dan KKPR Non Berusaha Non Elektronik di Hotel Brits pada Selasa (19/11/2024).

Dalam workshop tersebut menghadirkan tiga narasumber, diantaranya M. Refqi, ST., MPP., ME., dari Direktorat Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN, kemudian Dyah Lestari A, S.P., M.Sc., dari Direktorat Penatagunaan Tanah, Direktorat Jenderal Penataan Agraria, Kementerian ATR/BPN dan Arief Margatama, ST., M.M., dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM.

Foto Bersama dalam Kegiatan Workshop KKPR

Sekda Kabupaten Karawang H. Asep Aang rahmatullah dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karawang H. Rusman Kusnadi, mengatakan bahwa sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang sebagai revisi dari Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 yang diikuti dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko serta Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah, berdampak pada perubahan drastis pelayanan perizinan yang mengalihkan dan menyelenggarakan perizinan berusaha menjadi perizinan berusaha berbasis risiko, dengan sistemnya yang disebut online single submission (OSS) yang tujuan umumnya agar dapat mewujudkan konsep pelayanan masyarakat yang efektif dan efisien.

“Sebagaimana kita ketahui, Kabupaten Karawang adalah salah satu wilayah yang memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, termasuk sektor usaha mikro dan kecil (UMK). Kita harus bangga bahwa Kabupaten Karawang memiliki banyak pelaku usaha yang kreatif dan inovatif, namun mereka juga memerlukan dukungan dari sisi regulasi dan perizinan yang lebih sederhana dan transparan. Untuk itulah, pelaksanaan workshop ini menjadi sangat relevan, guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan KKPR, serta bagaimana para pelaku UMK dapat mengoptimalkan mekanisme pernyataan mandiri pelaku UMK,” ujarnya.

Rusman melanjutkan, di era digitalisasi dan modernisasi seperti sekarang ini, pemerintah terus berupaya melakukan berbagai reformasi di bidang perizinan dan pemanfaatan ruang, termasuk dalam hal KKPR untuk kegiatan berusaha dan KKPR untuk kegiatan non berusaha.

“Kita menyadari bahwa perubahan regulasi ini tidak hanya bertujuan untuk mempermudah prosedur administrasi, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi serta mempercepat proses perizinan tanpa mengorbankan aspek ketertiban tata ruang dan kelestarian lingkungan. oleh karena itu, workshop ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh peserta agar kita bisa bersama-sama menjalankan aturan yang telah ditetapkan dengan tepat,” tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya ingin mengingatkan pentingnya membangun kesadaran bersama terkait penerapan prinsip tata kelola yang baik (good governance) dalam setiap aspek kebijakan perizinan. Dengan pendekatan yang lebih transparan dan akuntabel, pihaknya dapat mempercepat pencapaian target pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Ini sejalan dengan visi Kabupaten Karawang untuk menjadi daerah yang mandiri, dan berdaya saing, dengan tetap mengedepankan kesejahteraan masyarakat,” kata Rusman.

Seminar

Keesokan harinya pada Rabu (20/11/2024) di Hotel Brits, Dinas PUPR Kabupaten Karawang kembali menggelar Seminar Tantangan Penataan Ruang di Era Undang-Undang Cipta Kerja Dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Karawang.
Dr. Eko Budi Santoso, ST., MT., IAP., dosen IPDN dan Ketua IAP Jawa Barat dan Ir. Muhammad Adi Lelono AP, M.T., selaku Ketua Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jawa Barat hadir sebagai narasumber.

Foto Bersama dalam Kegiatan Seminar Tantangan Penataan Ruang

Sambutan Sekda Karawang H. Asep Aang Rahmatullah yang dibacakan oleh Asda II Arief Bijaksana Maryugo, mengatakan, sebagai salah satu daerah yang strategis di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Karawang memiliki posisi yang sangat penting dalam peta pembangunan nasional.

Dengan pesatnya laju urbanisasi dan industrialisasi di wilayah Kabupaten Karawang, penataan ruang yang efektif dan berkelanjutan menjadi semakin krusial. Pemkab Karawang harus mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, agar karawang dapat terus berkembang tanpa mengorbankan masa depan generasi mendatang.

“Tantangan yang kita hadapi saat ini bukan hanya sekadar penyesuaian regulasi, tetapi juga bagaimana kita dapat mengimplementasikan kebijakan yang selaras dengan semangat Undang-Undang Cipta Kerja tanpa mengabaikan aspek sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi sangat penting dalam memastikan keberhasilan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ucap Arief.

Menurutnya, tata ruang yang efektif harus mampu menjawab berbagai isu strategis, seperti pengelolaan sumber daya alam, penanganan bencana, pengendalian banjir, hingga pemenuhan kebutuhan infrastruktur. dalam konteks ini, kabupaten karawang tidak bisa lepas dari tantangan-tantangan tersebut, terutama dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah arus industrialisasi yang terus meningkat.

“Saya mengajak kita semua untuk berkolaborasi lebih erat dalam mengawal implementasi UU Cipta Kerja ini agar tidak hanya mendorong percepatan investasi, tetapi juga tetap mengutamakan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Kita harus bisa mengembangkan Karawang sebagai kabupaten yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga sejahtera secara sosial dan berwawasan lingkungan,” tandasnya. (red)*

IMG-20241116-WA0026

Cetak Generasi Siap Kerja, SMK TKM Tempuran Gelar Workshop Softskill

Pemateri dalam kegiatan Workshop Softskill di SMK TKM Tempuran

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka persiapan menghadapi dunia kerja, SMK Taruna Karya Mandiri (SMK TKM Tempuran) menggelar kegiatan "Workshop Softskill" untuk melatih kesiapan Siswa/i SMK Taruna Karya Mandiri dalam menghadapi dunia kerja setelah lulus nantinya. Sabtu (16/11/24).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya Apul Sitanggang, S.T., (BLK Harapan Nusantara) dan Dadan Sunandar, S.Pd., (HRD Pako Akuina). Adapun untuk jumlah pesertanya, kegiatan tersebut diikuti oleh 255 peserta gabungan dari kelas XII MPLB dan kelas XII TM SMK Taruna Karya Mandiri.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, hingga kemudian dilanjutkan pada sesi pemaparan materi tentang "PERSIAPAN MENGHADAPI DUNIA KERJA" oleh para narasumber.

Dewan Guru dan Peserta Kegiatan Workshop Softskill

Usai kegiatan berlangsung, Team Jurnal Sekolah sekaligus team Dokumentasi SMK TKM mencoba mewawancarai Tania XII TM 4, salah satu peserta yang turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut selain bermanfaat juga dapat melatih skillnya dan siap untuk menghadapi dunia kerja nantinya.

"Menurut saya, selain bermanfaat, kegiatan seperti ini juga bisa melatih diri saya dalam menemukan karakter pribadi saya, serta melatih skill saya untuk siap kerja setelah lulus sekolah" tutur Tania.

Untuk diketahui, kegiatan Workshop Softskill tersebut merupakan rangkaian kegiatan akhir tahun bagi kelas XII, dengan tujuan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi dunia kerja setelah mereka lulus nanti.

Liputan : Endang Team Jurnal Sekolah dan Dokumentasi Kegiatan SMK TKM
Editor : Nunu Nugraha

IMG-20241114-WA0057

Pemkab Aceh Barat Serahkan Hibah Lahan kepada Kodim 0105 sebagai Bukti Sinergi dengan TNI

Simbolis penyerahan hibah dari Pemkab Aceh Barat kepada Dandim

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menyerahkan hibah lahan kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0105 Aceh Barat dalam acara yang berlangsung di aula Kodim pada Kamis (14/11/2024). Penyerahan hibah ini menandai wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, serta dihadiri langsung oleh Danrem 012/TU Kolonel Benny Rahadian.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Azwardi, AP, M.Si., menyampaikan bahwa hibah lahan ini akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan Kodim yang sejalan dengan pembangunan daerah.

"Dengan dukungan dari Danrem dan seluruh jajaran Kodim, kami akan terus bersinergi dengan TNI untuk mewujudkan berbagai program pemerintah daerah,” ujar Azwardi.

Azwardi juga menyebutkan bahwa Presiden telah menyampaikan delapan poin penting kepada para kepala daerah, salah satunya adalah ketahanan pangan. Menanggapi hal tersebut, Pemkab Aceh Barat berkomitmen mendukung program ketahanan pangan TNI, seperti menyediakan pompanisasi bagi petani agar mereka dapat tetap bertani meskipun di musim kemarau.

Selain itu, Azwardi menyatakan bahwa Pemkab Aceh Barat tengah mengkaji rencana penyediaan makanan gratis untuk masyarakat. Rencana ini akan dipersiapkan secara matang agar dapat diimplementasikan dengan baik.

Lebih lanjut, Azwardi berharap bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI bisa terus berlanjut meskipun masa tugasnya sebagai Pj Bupati terbatas. "Semoga kolaborasi ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," tambahnya.

Disisi lain, Dandim Aceh Barat, Letkol Inf Hendra Mirza, memberikan apresiasi kepada Pemkab Aceh Barat atas dukungan yang diberikan melalui hibah lahan ini. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat semakin berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Hibah lahan dari Pemkab Aceh Barat ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan TNI untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat, baik dari aspek pertahanan maupun program pembangunan daerah, ucap hendra mirza

Setelah dilakukan penyerahan dokumen jibah menyerahkan hibah lahan kegiatan dengan melakukan ziarah ke makam pahlawan nasional Teuku Umar di Desa Mugo, Kecamatan Panton Reu,

Hendra menambahkan bahwa ziarah ke makam Teuku Umar ini menjadi simbol penghormatan kepada pahlawan yang berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melakukan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan pengingat bagi generasi muda akan perjuangan pahlawan bangsa.

Menurutnya, ziarah ini juga tidak hanya sebagai penghormatan tetapi juga menjadi momen untuk memperkuat semangat nasionalisme.

"Semangat perjuangan Teuku Umar adalah teladan yang harus kita jaga dan teruskan untuk generasi penerus," pungkasnya. (Muhibbul Jamil)*