admin

IMG-20240515-WA0031

Soroti Kinerja KPU Kuningan, Ketua PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah : “Netralitas dalam Batas, Trabas Habis Sampai Bablas”

Achmad Irsyad Imanuddin,
Ketua PD. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kuningan

Jendela Jurnalis Kuningan, JABAR - Pasca diumumkannya hasil tes tertulis seleksi anggota PPK yang kemudian harus melewati tahap wawancara terlebih dahulu, mencuat ke permukaan sebuah fakta mencengangkan bahwa ada peserta seleksi PPK yang diloloskan untuk masuk dalam 10 besar tanpa mengikuti tahapan wawancara. Sungguh ironi, sebuah tindakan yang menodai proses tahapan yang di terapkan sedemikian rupa seakan hancur lebur karena ulah dan tingkah polah komisioner KPU yang acuh terhadap ketetapan dan aturan yang berlaku.

Apakah memang semudah itu untuk merubah aturan? Menyepelekan asas yang kata nya JURDIL dan LUBER ? ketua KPU Kabupaten Kuningan dan seluruh jajaran nya telah mengkhianati kepercayaan publik. Masyarakat yang seharusnya mendapatkan perlakuan yang adil dan bebas dari kecurangan, justru disuguhi dengan pemandangan yang hina ini. Tindakan ini tidak hanya mencoreng nama baik KPU Kabupaten Kuningan, tetapi juga mengancam kredibilitas penyelenggaraan pemilu secara keseluruhan.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi pihak berwenang untuk melakukan investigasi yang menyeluruh dan transparan, dalam hal ini kami mendesak DKPP untuk menyelidiki kasus ini. Ketua KPU Kabupaten Kuningan harus memberikan penjelasan yang memadai mengenai hasil dari tahapan seleksi tersebut yang seolah adanya tendensi terhadap peserta seleksi PPK tertentu, apakah ini semata demi meloloskan hasrat birahi sebuah kepentingan politik? Tanpa penjelasan yang jelas dan bukti yang kuat, publik akan terus dibayangi oleh kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap integritas KPU. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas utama.

Tidak cukup hanya dengan penyelidikan internal, ketua KPU Kabupaten Kuningan harus segera diberhentikan dari jabatannya untuk memastikan proses investigasi berjalan tanpa hambatan. Segeralah mawas diri para pelacur demokrasi! Jangan malah tunggang langgang dan menganggap semua nya baik baik saja, sedangkan fakta di lapangan banyak bermunculan keanehan keanehan yang menggambarkan seleksi hanya jadi formalitas belaka, bahkan parahnya lagi beredar daftar hadir pertemuan calon ppk satu hari sebelum pengunguman yang ternyata isi nama nama dari daftar hadir tersebut semuanya masuk sebagai PPK terpilih.

Dikutip dari tulisan :
Achmad Irsyad Imanuddin,
Ketua PD. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kuningan

IMG-20240514-WA0034

FGD dan Bimtek Kades jadi Pertanyaan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi

BN Holik Qhodratullah, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kritik pedas dari Ketua Umum Sniper Indonesia tentang diselenggarakannya Focus Group Discussion (FGD) oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dengan para pengusaha limbah tentang pelaksanaan Penetapan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Tentang Pengelolaan Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (Non - B3), diamini oleh BN Holik Qhodratullah selaku Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, apa yang diungkapkan oleh Ketua Umum Sniper merupakan hal yang logis dan sebagai masukan bagi pemerintah baik eksekutif maupun legislatif.

"Pada persoalan ini, peran DPRD adalah pembuat Undang - Undang, maka seyogyanya hal yang bersifat menuju satu keputusan atau kebijakan harus dikaji dan didiskusikan bersama dengan melibatkan seluruh unsur elemen masyarakat," ujarnya. Selasa (14/5/24).

"Sebagai lembaga pengontrol pemerintah, legislatif harus mengetahui program pemerintah dalam setiap kebijakany, tidak boleh beranggapan bahwa ada kepentingan politis dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh eksekutif, Melainkan harus murni untuk memenuhi kbutuhn seluruh masyarakat," tegasnya.

Menyinggung persoalan lain, pasca kegiatan studi tiru (Bimtek) yang diikuti oleh seluruh Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan selama 5 hari di Bali. Pada saat dimintai komentarnya beliau mengungkapkan, "Kegiatan studi tiru atau Bimtek Kades dan ketua BPD di Bali saya memandang itu sah-sah saja, selama untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia dan memperdalam kompetensi para Kades dan Ketua BPD, namun kami sebagai lembaga DPRD yang turut mengesahkan Anggaran dalam berbagai kegiatan. Idealnya, jika kegiatan Bimtek tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bekasi, maka seharusnya pimpinan DPRD dan bila perlu Forkopimda disertakan dong. Sementara ini tidak, ada apa?" ungkap BN Holik penuh tanya.

Terakhir beliau berucap, "Saya tidak menyalahkan siapapun namun mempertanyakany pada penyelenggara. Apakah ada unsur kepentingan politisnya juga? Silahkanlah masyarakat yg menilainya," pungkasnya. (red)*

IMG-20240513-WA0038

Wakil Ketua DPC PPP Karawang Ingatkan DPC Tak Tergesa – Gesa Deklarasikan Dukungan di Pilkada 2024

Iqbal Tawakal, S.E., M.M., Wakil Ketua DPC PPP Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Wakil Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Karawang, Iqbal Tawakal, S.E., M.M., mengingatkan Ketua DPC PPP Kabupaten Karawang tidak tergesa - gesa mendeklarasikan dukungan kepada Bakal Calon Bupati (Bacabup) di Pilkada Karawang tahun 2024.

Pasalnya, Iqbal menganggap masih cukup lamanya pendaftaran Bacabup dan Bacawabup pada tahapan Pilkada Karawang, yakni pada 26 Agustus mendatang, membuat konstelasi perhelatan Pilkada dinilai masih sangat dinamis.

"Pendaftaran Bacabup/Bacawabup berdasarkan PKPU Nomor 2 Tahun 2024 kan dibuka pada 26 Agustus, itu artinya kan masih sekitar Tiga Bulanan lagi, dan itu waktu yang masih cukup lama," ujarnya.

"Maka saya ingatkan agar Ketua DPC PPP tidak tergesa - gesa dalam mendeklarasikan dukungan ke salah satu Bacabup," imbuhnya.

Menurut Iqbal, masih cukup lamanya pendaftaran Bacabup/Bacawabup di Pilkada Karawang, berdampak pada konstelasi politik masih sangat dinamis dan cair.

"Masih terlalu dini jika PPP mendeklarasikan dukungan pada salah satu Bacabup, kondisinya masih sangat dinamis, nama - nama Bacabup yang masuk pada bursa Pilkadapun belum jelas akan diusung oleh partai atau koalisi partai mana saja, begitupun dengan partai - partai, baik yang akang mengusung maupun mendukung juga saya liat masih pada proses penjajakan satu sama lain," katanya.

Lebih lanjut Iqbal menyinggung amanat DPP PPP pada saat Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) DPW PPP Jawa Barat yang tidak boleh diabaikan, dimana DPP dengan tegas mengintruksikan DPC untuk cermat dalam menentukan dukungan dan usungannya.

"Mengingat amanat Waketum DPP Ibu Hj Ermalena dalam Rapimwil DPW PPP lalu, bahwasanya ia mengintruksikan kepada seluruh DPC dan DPW untuk cermat dalam memberikan dukungan atau usungannya terhadap Bacabup, dengan melihat hasil survei sebagai salah satu indikator penilaiannya," ungkapnya.

"Intruksi itu tentu harus diindahkan oleh seluruh DPC, sebab keleluasaan yang diberikan DPP kepada DPC untuk menentukan dukungan dan usungan, sebagaimana yang tertuang dalam PO Nomor 13 Tahun 2024, tidak kemudian dilakukan dengan seenaknya, tentunya tetap harus melalui proses yang panjang dengan melibatkan penilaian dari DPW dan DPP," tambahnya.

Terakhir, Iqbal kembali menegaskan agar DPC PPP Kabupaten Karawang lebih komprehensif dalam menentukan dukungannya.

"PPP Karawang hari ini harus lebih komprehensif dalam menentukan dukungan, kendati kita hanya mendukung, karena tidak memiliki keterwakilan di parlemen, tapi itu tidak menjadi alasan partai berlambang Ka'bah untuk diobral," katanya.

"Justru di momentum Pilkada saat ini, harus bisa mengangkat keterpurukan PPP khususnya di Karawang, untuk PPP kedepan yang lebih baik, tentunya dengan bisa bergabung mendukung Cabup/Cawabup yang berpotensi menang dan komitmen," tandasnya. (red)*

IMG-20240504-WA0069

Harapkan Perhatian dari Pemkab Karawang, Warga Kampung Kopi Keluhkan Kondisi Jalan yang Rusak dan Memprihatinkan

Foto kondisi jalan yang rusak dan berlumpur

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Warga Kampung Kopi, RT/RW 09/05, Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang mengeluhkan rusaknya akses jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Seperti yang dikeluhkan Rukman, bahwa kondisi jalan yang sudah lama rusak tersebut tak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah.

"Kondisi tersebut sudah dialami warga bertahun-tahun tanpa adanya perhatian dari pemerintah. Apalagi, jalan ini merupakan akses utama desa kami, jika turun hujan kami sulit untuk beraktifitas," keluhnya. Sabtu (4/5/24).

Rukman juga menuturkan bahwa akses jalan tersebut belum tersentuh rabat beton maupun aspal. Sehingga kondisinya selalu licin dan berlumpur jika diguyur hujan. Bahkan, warga kerap terjatuh saat melintasi jalanan tersebut.

"Dari dulu jalan ini tak pernah di aspal. Kalau jalan masih kondisi tanah merah gitu setiap habis hujan banyak warga yang terjatuh saat menggunakan jalan itu," tuturnya.

Kondisi jalan yang terlihat terjal dan berlumpur

Menurutnya, akses jalan yang secara kewenangannya berada dibawah Pemkab Karawang tersebut dinilai warga sudah rusak parah dan tak layak dilalui. Apalagi, warga disekitar yang mayoritas memiliki aktifitas keseharian dengan berkebun dan bertani kerap kesulitan mengeluarkan hasil panen, terlebih dalam kondisi jalan yang masih rusak.

Lebih lanjut, Rukman menjelaskan bahwa di Kampung Kopi itu sendiri ada sekitar hampir 20 rumah penduduk, yang dimana dalam kesehariannya selalu mengunakan jalan tersebut. Namun sayangnya, hingga saat mereka tak kunjung mendengar kabar bahwa jalan tersebut akan dibangun.

"Karena akses jalan ini sangat sulit untuk dilalui oleh masyarakat Kampung Kopi, apalagi jalan ini kalau musim hujan sangat licin dan banyak anak sekolah yang melintas. Maka dari itu, saya sangat berharap agar Pemkab Karawang bisa segera memperbaiki jalan ini," harapnya.

Untuk diketahui, jalan tersebut merupakan salah satu akses bagi masyarakat Kampung Kopi, walaupun sebenarnya masih ada jalur lain, namun jaraknya terbilang sangat jauh. (Pri)*

IMG-20240502-WA0034

Aliran Listrik Sering Padam Saat Malam Hari, Warga di Dua Kecamatan Siap Geruduk PLN Cabang Kosambi

Tangkapan layar postingan akun facebook Bang Dacek Labrak

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Masyarakat yang bertempat tinggal di 2 kecamatan, yakni Kecamatan Cilamaya Kulon dan Kecamatan Tempuran beberapa hari ini sering mengeluhkan tentang padamnya aliran listrik di tempat tinggal mereka, terutama saat sore menjelang malam.

Alasannya, padamnya aliran listrik dalam 1 minggu ini sering terjadi hampir setiap hari. Terlebih disaat penerangan dibutuhkan, padamnya aliran listrik saat sore menjelang malam hari dirasakan sangat mengganggu dan membuat resah lantaran waktu beristirahat saat berkumpul bersama keluarga usai seharian beraktifitas, kini malah dibuat tak nyaman.

Salah satu keluhan tersebut seperti yang dilontarkan oleh seorang warga di Kecamatan Tempuran. Dirinya mengatakan bahwa diwaktu pelanggan PLN membutuhkan tenaga listrik, aliran listriknya malah padam.

"Itulah, kalau sudah menjelang sore mulai mati lampu. Kenapa harus malam? padahal di jam-jam itulah kita butuh listrik," keluhnya. Kamis (2/5/24).

Keluhan lainnya pun muncul dari salah satu masyarakat lainnya yang berdomisili di wilayah Kecamatan Cilamaya Kulon. Menurutnya, terlalu seringnya aliran listrik padam, tentunya akan berdampak buruk pada kinerja alat elektronik yang dimana sumber tenaganya mengandalkan aliran listrik.

"Enggak tau kenapa, ini dari kemarin listrik sering padam. Kalau begini terus saya takut nanti berdampak kerusakan pada alat elektronik seperti lemari es, freezer dan alat elektronik lainnya," ungkapnya.

Menyikapi ramainya keluhan pelanggan PLN di 2 Kecamatan tersebut, bahkan ada salah satu akun media sosial facebook yang meluapkan kekecewaannya melalui postingan facebook. Seperti dalam postingan akun facebook bernama "Bang Dacek Labrak" yang menginisiasi adanya pergerakan untuk menggeruduk atau mendemo kantor PLN Cabang Kosambi (UPJ Kosambi), alasanya adalah karena seringnya pemadaman aliran listrik tanpa adan pemberitahuan atau sosialisasi kepada masyarakat.

"Terkhusus jalur Desa Sumurgede, Manggungjaya, Tegalurung dan Tempuran. Mangga kepada warga yang merasa dirugikan atau syukur-syukur ada koordinator di masing-masing Desa yang siap gerak dengan saya, untuk melakukan audensi dan sekaligus minta pertanggungjawaban dari pihak PLN," tulis akun facebook "Bang Dacek Labrak" dalam postingannya yang diunggah pada Selasa dini hari (2/5/24) tersebut.

Bahkan, masih dalam postingan facebooknya, Ia menegaskan bahwa jika masih terjadi adanya pemadaman tanpa pemberitahuan, Kepala Kantor Cabang PLN Kosambi (UPJ Kosambi) diminta untuk dipindahtugaskan.

"PLN mohon disikapi dengan bijak, ini keluhan masyarkat bawah," tegasnya dalam postingan tersebut seraya menandai akun facebook Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Bupati Karawang, Anggotan Dewan Tingkat Provinsi Jawa Barat, dan PLN 123 serta menandai 32 akun facebook lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN Cabang Kosambi (UPJ Kosambi) belum dimintai penjelasannya. Bahkan, saat beberapa kali dicoba dihubungi melalui nomor hotline center PLN UPJ Kosambi pun jaringannya dalam keadaan sibuk. (Pri)*

IMG-20240430-WA0087

LKSA Ma’rifatullah Sukses Ikuti Akreditasi Tahun 2024

Foto bersama antara Pengurus Yayasan LKSA Ma'rifatullah dan Tim Asesor

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ma'rifatullah sukses mengikuti gelar visitasi akreditasi oleh tim Asesor Badan Akreditasi Lembaga Kesejahteraan Sosial (BALKS) Pusbang Kemensos RI di Desa Karyamulya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Selasa (30/4/2024).

Kabarnya, 2 Orang Tim Asesor dari BALKS akan intens melakukan Visitasi ke beberapa Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di wilayah Kabupaten Karawang.

Hari ini, mereka tiba di LKSA Ma'rifatullah pada Pukul 09.00 WIB dengan didampingi 1 petugas dari Kementerian Sosial RI, 2 Orang Pekerja Sosial (Peksos) dari Dinas Sosial dan P3A serta 2 Orang pengurus Forum LKS Kabupaten Karawang.

Kedatangan 2 Orang asesor bersama rombongan tersebut disambut hangat oleh seluruh pengurus LKSA Ma'rifatullah di depan kantor LKSA disambut baik oleh Sa'anan, M.Pd., selaku Pembina Yayasan Ma'rifatullah beserta sejumlah pendamping anak lainnya.

Foto saat kunjungan dari Tim Asesor berlangsung

Usai memperkenalkan diri diselingi obrolan santai penuh kehangatan, Dewi Kartikawati selaku Ketua Tim Asesor langsung meminta presentasi kepada pengurus LKSA Ma'rifatullah beserta para pendamping anak yang sudah siap dengan setumpuk borang dihadapan asesor.

Lebih lanjut, Jafar Hidayatullah, S.Pd., selaku Ketua menjelaskan latar belakang berdirinya LKSA, menjelaskan visi misi, struktur organisasi, serta apa saja capaian program-program yang telah dilaksanakan maupun yang belum terealisasi dalam 3 Tahun terakhir, serta dirinya pun berharap agar di Tahun ini bisa meningkatkan capaian tersebut.

"Hasil akreditasi 3 Tahun lalu, yaitu tanggal 21 April 2021 kami kantongi nilai B, semoga Tahun ini kami bisa tingkatkan capaian tersebut," harapnya.

Sementara itu, Saanan, M.Pd., selaku Pembina Yayasan Ma'rifatullah menyampaikan rasa terimakasihnya atas pembinaan dan bimbingan selama proses akreditasi. Dan menurutnya, apapun hasilnya nanti akan Ia terima. Yang terpenting baginya adalah pengurus sudah berikhtiar dan berjuang dengan maksimal.

"Yang paling penting bagi kami adalah, bagaimana LKSA memberikan layanan terbaik kepada anak asuh, sehingga mereka merasakan kebermanfaatan berada disini," ungkapnya.

Visitasi tersebut berlangsung kurang lebih selam tiga jam. Usai beramah-tamah dan melaksanakan sholat djuhur berjamaah, Tim Asesor kemudian bertolak dan kembali melanjutkan kunjungan ke LKSA lainnya. (TeamJJ)*

IMG-20240430-WA0073

Kreatif dan Berkesenian, Inilah Daftar Juara Lomba Aksi Setara Tingkat Kabupaten Karawang Tahun 2024

Foto pelaksanaan Lomba Aksi Setara Tingkat Kabupaten Karawang Tahun 2024

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka mewujudkan pendidikan kesetaraan yang cerdas dan mandiri, FK PKBM (Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) bersama Disdikpora) Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Karawang menggelar lomba Aksi Setara (Apresiasi Kreatifitas dan Seni Siswa Kesetaraan). Selasa, (30/4/24).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan lomba tersebut diselenggarakan di lokasi sekitar area gedung Disdikpora Kabupaten Karawang.

Selain panitia dari FK PKBM dan Disdikpora, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Aep Syaepulloh selaku Bupati Karawang beserta jajarannya.

Kegiatan dibuka dengan penjemputan hardroh dan persembahan tari beserta lengser dari PKBM Ratu Kencana, kemudian dilanjutkan dengan Pembukaan Protokoler seraya menampilkan selayang pandang Paud Dikmas tentang Aksi Setara, dilengkapi dengan persembahan pentas seni dari pemenang lomba penyanyi solo dan pupuh dalam lomba Aksi Setara Tahun 2023 lalu.

Dalam pelaksanaan lomba, seluruh peserta dari PKBM se-Kabupaten Karawang sangat antusias. Terlebih, selain diikuti oleh peserta lomba yang mewakili PKBM nya masing-masing, juga dipadati oleh supporter (Tim Hore) yang dibawa oleh masing-masing PKBM tersebut.

Adapun untuk daftar pemenangnya, berikut data yang berhasil dihimpun Jendela Jurnalis ;

Kategori Lomba Pidato Bahasa Inggris ;

  • Juara 1 :
    Tsabitah Nafi'ah dari PKBM Mimbar Huffazh
  • Juara 2 :
    Aditia Putra Ashmayhani dari PKBM TSMD Cikampek
  • Juara 3 :
    Saskia Susanti dari PKBM Nurul Islam
  • Juara Harapan 1 :
    Mihrob Munaji Billah dari PKBM Darul Hikam
  • Juara Harapan 2 :
    Vina dari PKBM Az Zahra
  • Juara Harapan 3 :
    Paterlina Amelenan Afut Fenanlampir dari SKB Karawang

Kategori lomba Pupuh Sunda ;

  • Juara 1 :
    Desi dari PKBM Ratu Kencana
  • Juara 2 :
    Suwendra Irawan dari PKBM Tunas Baru
  • Juara 3 :
    Prety Ayuni dari PKBM TSMD Cikampek
  • Juara Harapan 1 :
    Siti Aisah dari PKBM Saripohaci
  • Juara Harapan 2 :
    Siti Aisyah dari PKBM Harapan Bangsa
  • Juara Harapan 3 :
    Jihan Mutiara dari PKBM Nurul Islam

Kategori Lomba Olah Vokal Seni Suara Solo

  • Juara 1 :
    Siti Nurjanah dari PKBM Nurul Islam
  • Juara 2 :
    Nazwa Saptiana Putri dari PKBM Nurul Haq Abada
  • Juara 3 :
    Ade Niha Apriliani dari PKBM TSMD Cikampek
  • Juara Harapan 1 :
    Afrilianti dari SKB Karawang
  • Juara Harapan 2 :
    Nina Sriwahyuni dari PKBM Bina Sejahtera
  • Juara Harapan 3 :
    Jaya Nurwenda dari PKBM Darul Hikam

Kategori Dongeng Sunda ;

  • Juara 1 :
    Septiana Ramadani dari PKBM Nurul Huda
  • Juara 2 :
    Tiara Aprilia dari PKBM Citra Mandiri
  • Juara 3 :
    Siti Nurul Husna dari PKBM Nurul Islam
  • Juara Harapan 1 :
    Zahra Saskia Ramadhani dari PKBM Darul Hikam
  • Juara Harapan 2 :
    Siti Alfiah dari PKBM Al Ishlah
  • Juara Harapan 3 :
    Raisya Rizqia Rabbani dari PKBM Buana Mekar

Kategori Lomba Desain Grafis ;

  • Juara 1 :
    Karna Supriatna dari PKBM Nurul Islam
  • Juara 2 :
    Dinita Iklima Anzali dari PKBM Kaliber
  • Juara 3 :
    Dimas Karsum dari PKBM Nurul Haq Abada
  • Juara Harapan 1 :
    Dimas dari PKBM Citra Gama
  • Juara Harapan 2 :
    Puspita Dewi dari PKBM Linggih Sinau
  • Juara Harapan 3 :
    Gian Geary Hadian dari PKBM TSMD Cikampek

Kategori Lomba Video Dokumenter ;

  • Juara 1 :
    Mulya Maulana dari PKBM Ratu Kencana
  • Juara 2 :
    Azka Fitriah Rosyada dari PKBM Mimbar Huffazh
  • Juara 3 :
    Rosita dari PKBM Nurul Haq Abada
  • Juara Harapan 1 :
    Eka Permana Wijaya dari SKB Karawang
  • Juara Harapan 2 :
    Ilham Fauzi Nurseha dari PKBM Nurul Islam
  • Juara Harapan 3 :
    Cikal Nohan Nirwasita dari PKBM Kaliber

Penulis : Nunu Nugraha

IMG-20240427-WA0030

Bersama Babinsa, Pemdes dan Petani di Tegalurung Laksanakan Gorol Bersihkan Sampah Penghambat Saluran Pertanian

Kegiatan pembersihan di saluran pengairan wilayah pertanian Desa Tegalurung

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sektor pertanian, merupakan bidang utama penunjang perekonomian bagi masyarakat di Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Hal tersebut tergambar jelas dari teritorial desa tersebut yang memiliki lahan pertanian yang lebih luas dari lahan permukiman.

Hal tersebut pula yang dijadikan dasar oleh Toto Nur Awnwari selaku Kepala Desa Tegalurung dalam rangka meningkatkan kualitas pertanian yang ada diwilayahnya, dengan melakukan kegiatan-kegiatan berupa penataan serta perawatan lahan pertanian maupun sarana dan prasarana penunjangnya.

Seperti yang dilakukannya hari ini, dirinya bersama jajaran pemerintahan desa menggandeng anggota TNI dan Babinsa untuk melaksanakan Gorol (Gotong Royong Lingkungan) membersihkan saluran pengairan di Dusun Cigobang, tepatnya di lokasi Pintu Air Kalen Tengah Pulobudeg. Sabtu (27/4/24).

Dalam pelaksanaannya, Pemdes bersama petani bersatu padu membersihkan sampah-sampah dan rumput liar hingga eceng gondok yang menghambat jalannya air, bertujuan agar pasokan air untuk sarana pertanian dapat tercukupi dengan baik.

Potret kebersamaan Pemdes, Petani dan Babinsa Tegalurung

Kades Tegalurung mengungkapkan bahwa kegiatan gotong royong selalu dilakukan Pemdes Tegalurung secara konsisten, baik di lingkungan masyarakat maupun menyangkut sarana dan prasarana pertanian.

"Alhamdulilah, kita sering melakukan kegiatan gorol seperti ini, untuk menciptakan lingkungan yang bersih, dan untuk menjalin kebersamaan bersama warga maupun petani," ungkapnya kepada Jendela Jurnalis usai melakukan kegiatan gorol.

Lebih lanjut, dirinya berharap agar sektor pertanian yang menjadi komoditi utama penunjang perekonomian di Desa Tegalurung dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya, tentunya dengan tindakan yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan peran serta Pemdes kepada petani. (Nunu)*

IMG-20240427-WA0023

Konsisten Jalankan Program Desa, Pemdes Bayur Kidul Gelar Sekolah Lansia Dipadukan Pengajian Rutin Bulanan

H. Darsono, AMK., saat memberikan sambutan dihadapan ibu-ibu pengajian serta para lansia yang aktif mengikuti kegiatan sekolah lansia

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Setelah dilaunching pada awal Tahun 2024 lalu, Program Sekolah Lansia di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, kini telah berjalan secara progresif, berkembang dan berkelanjutan dalam rangka memberikan dampak positif kepada warga berusia lanjut yang berada di Desa Bayur Kidul.

Hal tersebut terlihat dari konsistensi Pemdes (Pemerintahan Desa) Bayur Kidul yang selalu memberikan ruang, serta selalu memfasilitasi setiap kegiatan yang diselenggarakan dalam program sekolah lansia tersebut.

Seperti pada kegiatan sekolah lansia yang hari ini diselenggarakan di Ruang Rapat Kantor Desa Bayur Kidul, dimana kegiatan tersebut digelar dengan penuh kebersamaan dipadukan dengan kegiatan pengajian rutin bulanan bersama Ibu-Ibu PKK Desa Bayur Kidul. Sabtu (26/4/24).

Dalam sambutannya, H. Darsono, AMK., selaku Kepala Desa Bayur Kidul menyampaikan bahwa dalam setiap program yang dijalankan, Pemdes berkomitmen untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dalam membangun desa melalui realisasi terhadap program-program desa.

"Alhamdulilah, dalam kesempatan ini, yaitu dalam rangka program Sekolah Lansia, juga dibarengi dengan pengajian rutin bulanan, kita bisa menjalankan silaturahmi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan melalui program-program yang bermanfaat," ucapnya.

Lebih lanjut, Kades muda lulusan ilmu keperawatan tersebut turut mensosialisasikan terkait adanya surat edaran Bupati Karawang tentang gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta program Desa CILUKBA (Cintai Lingkungan untuk Kesehatan Bayur Kidul).

Dirinya juga berpesan dan mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk selalu mendukung dan berperanserta dalam setiap program yang dijalankan oleh Pemdes Bayur Kidul, agar tercipta lingkungan yang damai dan rukun melalui adanya gotong-royong. (Nunu)*

IMG-20240426-WA0083

Sempat Jadi Polemik, Aktifitas Pertambangan yang Dilakukan PT. Pertamina EP di Cilamaya Kulon Ternyata Banyak Dikeluhkan Warga

Foto : Lokasi aktifitas pertambangan di Desa Langgensari, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Terkait adanya kegiatan yang diduga pengeboran oleh pihak PT Pertamina EP yang dikerjakan oleh PT. DDSi selaku pemenang tender untuk melalukan proses pengerjaan eksplorasi maupun eksploitasi minyak bumi di lokasi INF 02/CLU 05 atau lebih tepatnya di Desa Langgensari, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang kini menuai polemik.

Pasalnya, belakangan ramai diperbincangkan bahwa adanya aktifitas tersebut dikeluhkan masyarakat sekitar, lantaran adanya aktifitas pertambangan yang dirasa berisik dan mengganggu kenyamanan warga Dusun Pulo Putri, Desa Sukamulya yang berbatasan dengan Desa Langgensari. Dimana diketahui lokasinya memang tak jauh dari lingkungan pemukiman warga, hanya berjarak sekitar kurang lebih 50 Meter.

Selain itu, kabarnya warga juga meminta agar pihak PT. Pertamina EP bertanggungjawab memberikan perhatian khusus terhadap warga sekitar, mengingat bahwa lahan yang sebelumnya merupakan area pertanian tersebut kini beralih fungsi menjadi area pertambangan minyak.

Terkait hal tersebut, Jendela Jurnalis kemudian berupaya menggali informasi dengan mendatangi lokasi pertambangan tersebut. Namun, di lokasi pertambangan hanya bisa menemui pihak security yang bertugas berjaga saja, untuk selanjutnya kunjungan beberapa jurnalis hanya diminta untuk menunjukan kartu identitas untuk selanjutnya difoto dan dilakukan pendataan kunjungan saja.

Lebih lanjut, Jendela Jurnalis kemudian berupaya menggali informasi lebih dalam dari Kepala Desa Langgensari dan Kepala Desa Sukamulya, guna mengonfirmasikan terkait apa saja langkah yang sudah dilakukan pihak PT. Pertamina EP untuk mengatasi dan menanggapi adanya polemik yang muncul tersebut.

Dihadapan Camat Cilamaya Kulon, Ujang Udirna selaku Kepala Desa Langgensari membenarkan akan adanya kegiatan dari PT. Pertamina EP tersebut berada diwilayah desanya. Namun, dirinya mengungkapkan bahwa terkait dengan adanya kegiatan tersebut, pihaknya sudah meminta adanya kompensasi berupa 1 titik penyediaan sarana air bersih bagi 10 KK warga Langgensari yang berada disekitar lingkungan pertambangan dan terdampak, walaupun kenyataannya hingga saat ini belum kunjung direalisasikan.

"Terkait dari adanya aktifitas itu, kami dari Desa Langgensari sebenarnya sudah mengajukan kompensasi berupa penyediaan sarana air bersih bagi warga kami yang terdampak, karena kurang lebih ada sekitar 10 Kepala Keluarga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kegiatan pertambangan. Tapi ya itu juga belum ada realisasi," ungkapnya. Kamis (25/4/24).

Sementara itu, Ucup Subhan selaku Kepala Desa Sukamulya melalui Dudi Alexandrie, S.STP., selaku Camat Cilamaya Kulon menerangkan bahwa usai adanya polemik tersebut, sempat ada pihak dari PT. Pertamina EP yang mendatangi pihak Desa Sukamulya, dengan maksud untuk memberikan penawaran berupa santunan kepada 25 anak yatim yang berada di Desa Sukamulya. Namun, dengan tegas Kades Sukamulya menolak dan meminta agar pihak PT. Pertamina EP memberikan perhatian terhadap warga Desa Sukamulya yang terdampak, yang diketahui berjumlah sekitar kurang lebih 150 Kepala Keluarga.

Selain itu, Kepala Desa Sukamulya juga meminta pihak PT. Pertamina EP untuk memberikan sarana penyediaan air bersih sebanyak 4 titik di lingkungan warganya yang terdampak, serta 1 unit mobil ambulans yang nantinya akan dipergunakan untuk keperluan warga Sukamulya.

"Ini saya berbicara mewakili Kades Sukamulya, barusan saya sudah komunikasi dan diminta menyampaikan hal ini kepada teman-teman media, bahwa penawaran kemarin itu ditolak dengan tegas oleh Kades, jadi Kades maunya pihak PT. Pertamina EP memberikan perhatian kepada semua warganya yang terdampak, disekitar area pertambangan itu kurang lebih ada sekitar 150 KK. Selain itu Kades juga minta pengadaan sarana air bersih sebanyak 4 titik, dan 1 unit ambulans desa, begitu katanya," terang Camat Cilamaya Kulon kepada Jendela Jurnalis. Kamis (25/4/24).

Selain menyampaikan hal tersebut, Dudi juga berharap agar adanya polemik tersebut bisa dijadikan dasar pertimbangan bagi pihak terkait, kendati kegiatan tersebut dilakukan oleh BUMN, seyogyanya tidak menimbulkan adanya permasalahan sosial bagi warga disekitar, terlebih bagi warga yang merasakan dampak dari adanya aktifitas pertambangan.

"Apalagi bagi masyarakat awam, mereka pasti memiliki rasa kekhawatiran akan adanya kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi diluar kendali, terlebih dengan keberadaannya yang tak jauh dari pemukiman mereka. Maka dari itu, saya sangat mengharapkan adanya solusi terbaik untuk terpecahkannya permasalahan ini," harapnya.

"Selain itu, keberadaan aktifitas yang notabene dilaksanakan oleh Perusahaan BUMN tersebut juga sejatinya pasti akan mempertimbangkan dampak buruk maupun baiknya. Semoga dengan adanya pertambangan minyak di Wilayah Cilamaya Kulon juga dapat memberikan manfaat yang baik, seperti adanya peningkatan sarana, prasarana dan perbaikan infrastruktur yang lebih baik," tutupnya. (Nu/Pri/Yan)*