admin

IMG-20221031-WA0004

Tutup Dikreg Sespim Polri, Kapolri: Pemimpin Polri Harus Miliki Kompentensi Teknis, Etika dan Leadership

Foto Kapolri saat memasangkan lencana.

Jendela Jurnalis, Jabar

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, menghadiri penutupan Pendidikan Sespimti Dikreg ke-31 dan Sespimmen Dikreg ke-62 Tahun 2022, di Lembang, Jabar, Selasa, 25 Oktober 2022. Dalam arahannya, Sigit menekankan kepada seluruh peserta didik yang telah lulus, untuk menyiapkan diri menjadi Pemimpin yang profesional dan mau turun langsung ke lapangan untuk mendengar keluhan, menyerap aspirasi dan melayani masyarakat.

"Tentunya saya selalu ingatkan, bahwa sebentar lagi rekan-rekan akan kembali bertugas. Apa yang kalian dapatkan di sini, tentunya menjadi bekal pada saat rekan-rekan kembali melaksanakan tugas di lapangan. Dan tentunya saat ini, tanggung jawab besar akan menjadi bagian yang rekan-rekan harus bisa jalani dengan baik," kata Sigit, mengawali arahannya.

Kepada seluruh lulusan, Sigit menekankan, bahwa segala ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan, harus bisa diimplementasikan untuk menjadi Pemimpin yang bisa merangkul anggota dan melayani masyarakat.

"Silahkan untuk kemudian rekan-rekan praktikkan, bagaimana kemudian rekan-rekan muncul mengaktualisasikan diri sebagai sosok-sosok Pimpinan yang betul-betul handal membawa dan memimpin masing-masing Satkernya, di wilayah, dimana rekan-rekan nanti ditugaskan. Jangan pernah takut dan ragu untuk terus melakukan hal yang terbaik untuk masyarakat," ujar Sigit.

Dengan menjadi Pemimpin yang bisa merangkul anggota serta melayani publik, kata Sigit, akan menunjukkan bahwa Polri dapat dipercaya oleh publik, sehingga mewujudkan sosok Personil Kepolisian yang didambakan dan dicintai oleh masyarakat.

"Terus bekerja mewujudkan Polri yang tegas, humanis, dekat dengan masyarakat dan dicintai masyarakat," ucap mantan Kabareskrim Polri itu.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan, para Calon Pemimpin Polri masa depan ini, harus memiliki tiga kompentensi, yakni teknis, etika dan leadership. Dengan menguasai hal itu, Sigit meyakini, para lulusan akan menjadi sosok yang bisa diteladani oleh anggota serta masyarakat.

Dengan terciptanya sosok Pemimpin yang diteladani, menurut Sigit, akan menghindari dari segala macam bentuk potensi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota, seperti Pungli, tidak profesional, perilaku buruk, kesewenang-wenangan, hingga perilaku kasar.

Apabila dapat dicegah potensi pelanggaran sejak dini, diharapkan hal itu dapat mengembalikan tingkat kepercayaan publik, yang sempat menempatkan Polri menjadi salah satu Lembaga Negara yang paling dipercaya oleh masyarakat.

"Jadi, ini adalah catatan-catatan yang kalau kita semua ingin berubah menjadi baik, maka catatan-catatan ini kemudian harus diperbaiki, harus dihilangkan. Sehingga potret rekan-rekan ke depan, akan menjadi lebih baik," tutur Sigit.

Sigit menambahkan, untuk meraih lagi kepercayaan publik, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan. Diantaranya adalah meningkatkan profesionalitas dalam menjalankan dan menuntaskan tugas. Kemudian, membangun SDM yang unggul, untuk menjawab tantangan zaman. Lalu, juga mampu memberangus segala bentuk kejahatan yang meresahkan, serta menjadi perhatian masyarakat.

Lebih dalam Sigit memaparkan, pentingnya meningkatkan hubungan Personil Kepolisian dengan masyarakat atau Proximity Policing. Setiap Personil harus mampu melakukan perbaikan instrumental, agar mampu menerapkan Prediktif Policing. Menurut Sigit, strategi lainnya yang tak kalah penting, adalah bagaimana menampilkan sosok yang betul-betul dicintai dan diharapkan oleh masyarakat atau Prosedural Justice.

"Jadi, bagaimana menekankan perlakuan rekan-rekan terhadap masyarakat secara patut dan adil. Tingkah laku kita, bagaimana kita betul-betul mau mendengarkan keluhan masyarakat, menunjukkan kesungguhan dalam memberikan pelayanan," jelas eks Kapolda Banten itu.

Strategi selanjutnya adalah, kata Sigit, seluruh jajaran Korps Bhayangkara harus lebih transparan, rasional dan memenuhi logika publik dalam menjalankan tugasnya melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

"Jadi, ini yang harus rekan-rekan lakukan, karena dari keempat strategi tersebut, maka yang berkorelasi paling kuat terhadap peningkatan kepercayaan publik adalah procedural justice," kata Sigit.

Di sisi lain, dalam kesempatan tersebut, Sigit juga kembali mengingatkan, soal pengarahan dari Presiden Jokowi, untuk segera difahami serta ditindaklanjuti dengan baik dalam penerapannya.

Lebih jauh, Sigit juga mengingatkan, para peserta lulusan Sespimti dan Sespimmen, untuk terus menyiapkan diri, guna menghadapi tantangan dan dinamika global yang penuh ketidakpastian. Mulai dari krisis global yang berdampak ke Indonesia, konflik antara Negara Rusia dan Ukraina, mengamankan Presidensi G-20, Pemilu 2024, hingga menindak tegas segala bentuk kejahatan-kejahatan konvensional yang dapat meresahkan masyarakat.

"Terhadap peristiwa yang ada saya selalu sampaikan, saat ini kita sedang terus diuji. Ibarat emas, saat ini kita sedang ditempa, dipanaskan, dimurnikan, diayak, untuk bisa menjadi emas 24 karat. Pilihannya, apakah rekan-rekan masuk menjadi bagian emas yang 24 karat atau rekan-rekan menjadi bagian yang lebur, karena ujian yang saat ini sedang terjadi. Jadi, saya kira kita semua sepakat, bahwa rekan-rekan akan masuk menjadi bagian kelompok yang menjadi emas 24 karat," tutup Sigit. (HAP)

IMG-20221031-WA0002

HUT kedua JSM, Riri Satria: Komunitas Sastra Harus Jadi Rumah Belajar untuk Kembangkan Potensi

Jendela Jurnalis, Jakarta

Komunitas Jagat Sastra Milenia atau yang dikenal dengan sebutan JSM, selenggarakan perayaan Ultah kedua, Minggu (16/10/22), bertempat di Lt. 4 Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Seharusnya tanggal HUT JSM adalah 10 Oktober, namun baru dirayakan tanggal 16 Oktober 2022.

Ketua Panitia, Nunung Noor El Niel menjelaskan, bahwa di usia yang baru dua tahun, JSM sudah berupaya untuk melakukan banyak kegiatan, untuk ikut serta membangun kesusastraan Indonesia dalam berbagai bentuk, antara penerbitan dan forum diskusi buku melalui JSM Press, workshop penulisan, perlombaan, mengelola Media Sastra Daring yaitu Sastramedia dan sebagainya.

Dalam sambutannya, Ketua JSM, Riri Satria mengatakan, bahwa JSM didirikan pada tanggal 10 Oktober 2020, dengan visi "Menjadi Rumah Belajar dan Berkarya Bersama dalam Upaya Memajukan Kesusastraan Indonesia".

Untuk mewujudkan visi tersebut, dilakukan dalam beberapa jalan yang menjadi misi JSM, yaitu:
(1) membuat program pengembangan kemampuan menulis sastra
(2) melakukan pembinaan khusus untuk penulis pemula
(3) menyelenggarakan forum diskusi
(4) penerbitan karya dalam bentuk buku dan lainnya
(5) memanfa'atkan kemajuan teknologi digital dan internet dalam aktivitasnya
(6) menjalin kerjasama dengan berbagai komunitas dan organisasi lainnya di Dalam dan Luar Negeri.

“Komunitas Sastra harus mampu menjadi rumah belajar, bukan hanya sekedar rumah ngumpul atau seremonial. Ada proses pengembangan kompetensi yang berjalan dalam komunitas, maka barulah komunitas tersebut memiliki makna bagi anggotanya dan pemangku kepentingan atau stakeholders lainnya,” demikian Riri Satria menegaskan.

Logo JSM terdiri dari tiga komponen, yaitu pena bulu ayam berwarna merah, buku, serta teknologi cloud di internet berwarna biru. Pena bulu ayam berwarna merah melambangkan aktivitas menulis yang lentur namun penuh keberanian. Sementara itu, buku melambangkan keabadian karya, ilmu pengetahuan dan pembelajaran. Sedangkan teknologi cloud di internet yang berwarna biru, melambangkan kemajuan teknologi digital yang menghubungkan pelosok dunia, yang saat ini juga sudah memasuki dunia sastra.

Dengan demikian, logo ini mengatakan, bahwa JSM itu merespon kondisi sosial masyarakat dan lingkungan hidup, dengan menyuarakannya melalui tulisan dengan penuh keberanian dan tanggung jawab, berdasarkan ilmu pengetahuan, terus menerus belajar dan mengabadikan pemikiran lewat karya, serta tidak takut menghadapi disrupsi teknologi, bahkan memanfa'atkan teknologi dalam aktivitas sastra.

Salah satu acara utama pada perayaan HUT JSM ke-2 ini, adalah peluncuran buku kumpulan puisi "Modus yang Tulus" karya Dhe Sundayana Perbangsa, serta kumpulan puisi "Stasiun Rupa Akasara" karya Erna Winarsih Wiyono. Buku puisi Sundayana akan dibahas oleh Doddi Ahmad Fauji, sedangkan buku puisi Erna akan dibahas oleh Ira Sumarah Hartati Kusumastuti. Ketua JSM, Riri Satria, ikut membahas dari sudut pandang yang lain. Sebagai pemandu diskusi adalah Pimred Sastra Media, Sofyan RH Zaid.

Pada perayaan HUT JSM tersebut, juga diumumkan Anugerah Sastramedia 2022 untuk tiga kategori, sebagai berikut: "Melawan dengan Kata" karya Hikmat Gumelar (kategori Esai); "Warisan Buah Kandung" karya Beri Hanna (kategori Cerpen); serta "Penyakit di Pagi Hari, Jam 6:30" karya Muhammad Riyadi (kategori puisi). Sedangkan 44 karya yang masuk ke dalam nominasi yang sudah diumumkan sebelumnya, dimuat dalam buku "Kata Terpilih Kita Menjadi: Jagat Puisi, Cerpen dan Esai Terbaik pilihan Sastramedia 2021-2022". Secara simbolik, buku ini diserahkan kepada tiga nominator yang kebetulan hadir dalam acara perayaan HUT JSM. Pengumuman disampaikan oleh Riri Satria, Ketua JSM selaku Pimpinan Umum Sastramedia, Sofyan RH Zaid selaku Pimred, serta Emi Suy selaku Sekretaris Redaksi.

Sastramedia adalah sebuah media Daring yang memuat tiga kategori tulisan, yaitu puisi, cerpen, serta esai terkait sastra. Secara organisasi, Sastramedia berada di bawah koordinasi JSM. Setiap tulisan yang masuk akan melewati tahap evaluasi oleh Redaksi sebelum dimuat. Sastra Media pun menyediakan honor untuk para penulis yang karyanya dimuat.

Acara lainnya adalah workshop singkat "Penciptaan Puisi" serta peluncuran buku "Kaidah Puisi dan Akidah Kepenyairan", karya Sofyan RH Zaid. Ketua JSM, Riri Satria, dalam sambutannya mengatakan, bahwa, “Saya memahami, bahwa Sofyan memiliki misi pribadi untuk dunia perpuisian, dimana dia ingin ikut serta menjaga marwah puisi di Indonesia. Ini dilakukan dengan memberikan masukan, kritik, diskusi dan sebagainya. Bahkan Sofyan juga menulis di Medsos terutama Fb, tentang bagaimana puisi yang baik. Semakin lama tulisan itu semakin bertambah dan inilah cikal-bakal kumpulan tulisan yang diterbitkan dalam buku ini. Saya membaca beberapa tulisan dalam buku ini sejak tahun 2017 di Fb. Berarti buku ini sudah dipersiapkan sejak lima tahun yang lalu.”

Riri menjelaskan lebih lanjut, “Pada bulan Januari 2021, saya meminta Sofyan untuk mengadakan pelatihan menulis puisi yang pertama untuk JSM dan berjalan dengan baik. Saat itulah saya mengetahui, bahwa ternyata Sofyan sudah memiliki sejumlah tulisan yang bisa diterbitkan menjadi buku, tentang bagaimana menulis puisi yang baik. Tetapi saat itu Sofyan masih ragu untuk menerbitkannya, karena masih banyak yang harus diperbaiki dan ditambahkan materinya. Saya mengatakan kepada Sofyan, bahwa jika buku itu terbit dan dibaca oleh banyak orang, maka misi Sofyan untuk ikut serta menjaga marwah puisi di Indonesia, dapat dilaksanakan dengan baik. Sofyan ikut memberikan pencerahan tentang puisi yang baik kepada masyarakat Indonesia yang membaca buku tersebut.”

Acara HUT JSM kedua ini juga dimeriahkan oleh parade baca puisi oleh Exan Zen (pemenang Pertama Lomba Baca Puisi Memperingat Seabad Chairil Anwar oleh JSM), Ical Vrigar, Piet Yuliakhansa, Jusiman Dessirua, Rinidiyanti Ayahbi, A. Slamet Widodo, Gambuh R. Basedo, Nunung Noor El Niel, Emi Suy, Rissa Churria, serta Erna Winarsih Wiyono. (HAP)

IMG-20221031-WA0000

Indahnya Kebersamaan! TNI-Polri Berbagi Kasih dan Berikan Yankes kepada Jema’at Gereja Imanuel Holomama

Foto kebersamaan antara Prajurit TNI bersama Masyarakat Hololama.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya

Indahnya kebersamaan. Itulah realita yang dipertontonkan oleh Prajurit Kostrad dan Brimob Damai Cartenz bersama masyarakat Kp. Holomama, Intan Jaya, Minggu (23/10/22). Di hari Minggu yang indah, nampak sekali senyum hangat yang tulus dari wajah warga Kp. Holomama, menerima Ksatria Tengkorak dan Brimob Damai Cartenz, untuk beribadah bersama di GKII (Gereja Kemah Injil Indonesia) Jema'at Imanuel, Holomama.

Suasana toleransi antar agama terlihat dengan jelas. Prajurit Kostrad dan Brimob yang beragama Islam, tidak hanya sekedar mengamankan rekan-rekannya yang beribadah. Namun, bersama dengan Kapten Suryo (Pasiops), Iptu Tri Arda (Brimob), Letnan Bima, Letnan Syaefulloh alian Bapa Pater dan Letnan Pane (Dokter), Kapten Anwar, si Bos Holomama menunggu selesainya ibadah bersama TNI, Polri dan masyarakat, untuk kemudian menghampiri Bapak Pendeta dan jema'atnya.

Sekitar 50 jema'at Gereja Imanuel Holomama, dipimpin oleh Pendeta Paulus Maiseni, bersama dengan 30 Personel TNI-Polri berdo'a kepada Tuhan, bersyukur dan berterima kasih serta memohon agar selalu diberikan berkat, perlindungan, kesehatan dan keselamatan. Tidak lupa, para jema'at mendo'akan, agar terwujudnya Intan Jaya yang aman dan damai, sehingga tercipta suasana PAPEDA (Papua Penuh Damai).

"Sudah lihat. Ibu-Ibu lihat muka. Ini kita punya Bapak. Jangan bilang ini orang lain. Jangan takut, ini kita punya Bapak," jelas Pendeta Paulus kepada jema'at, saat memperkenalkan Kapten Anwar.

Kapten Inf. Anwar, kemudian memperkenalkan dirinya dan para Prajurit Yonif PR 305/Tengkorak kepada para jema'at. Tidak lupa, Anwar juga menyampaikan bahwa bersama mereka, hadir Personil Brimob Damai Cartenz, yang akan bersama-sama menjaga Intan Jaya.

"Kami datang ke sini untuk memperkenalkan diri. Kami juga membawa Alkitab, bola voli dan netnya, serta beras yang telah disiapkan oleh rekan kami dari Brimob," kata Anwar, kepada para jema'at Gereja.

Setelah Giat di dalam Gereja selesai, Prajurit Kostrad, Brimob Damai Cartenz dan masyarakat, kemudian keluar menuju lokasi pemasangan baliho PAPEDA. Di sisi lain, Pater dengan asyiknya berbagi dan bermain dengan anak-anak dan Mama-mama. Dokter bersama timnya memberikan pelayanan kesehatan. Suasana yang terlihat begitu bahagia.

Menerima bantuan Alkitab, beras, bola dan net voli serta Yankes dari TNI dan Polri, kembali Pendeta Paulus didampingi Gembala Yulius Sani, mengungkapkan rasa syukurnya.

"Terima kepada Danpos Holomama dan Komandan Guest House. Mereka bawa bantuan untuk Pendeta dan Jema'at Gereja Imanuel Holomama. Alkitab dan beras, bola voli dan net," ucap Pendeta Paulus di hadapan warga.

Pendeta Paulus kemudian melanjutkan, "Tuhan memberkati Bapak-bapak. Kami tidak membalasnya apapun, Tuhan sendiri membalas Bapak-bapak. Terima kasih. Amakanie."

Warga kemudian memasang net dan bermain voli. Serasa bahagianya suasana Kp. Holomama, sejak kedatangan Prajurit Kostrad dan Brimob ke Kampungnya. Sebelum para Ksatria Tengkorak dan Brimob Damai Cartenz kembali ke Pos masing-masing, Pendeta Paulus mengundang untuk hadir pada saat perayaan Natal pada bulan Desember nanti.

Bahagia selalu saudaraku. Bahagia selalu semuanya. Kebersamaan TNI-Polri dengan masyarakat, akan mewujudkan PAPEDA. (HAP)

IMG-20221031-WA0001

Wadan Satgas Yonif PR 305, Pimpin Belasan Prajurit Tengkorak Menuju Yokatapa, Ada Apa Ya…?

Foto kegiatan pengobatan.

Jendela Jurnalis Intan Jaya -

Wadan Satgas Yonif PR 305/Tengkorak, Mayor Inf. Anjas Suryana Putra, memimpin pengobatan masyarakat di Pasar Yokatapa, Selasa (25/10/22). Giat tersebut merupakan sikap loyalitas yang ditunjukkan Ksatria Tengkorak kepada masyarakat Intan Jaya.

Prajurit Kostrad di Intan Jaya sepertinya "haus" akan pekerjaan. Ini dibuktikan dengan tidak henti-hentinya, para Ksatria Tengkorak memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Jika banyak orang yang tidak mau capek bekerja, berbeda halnya dengan Wadan Satgas Yonif PR 305/Tengkorak, Mayor Inf. Anjas Suryana Putra. Selasa pagi, bertepatan dengan Hari Pasar di Intan Jaya, Anjas meminta ijin kepada Dansatgas, untuk memimpin langsung Giat pengobatan gratis di Yokatapa.

"Saya ijin turun ke lapangan Komandan. Saya yang Pimpin Giat Binter hari ini," ucap Anjas kepada Dansatgas.

Anjas berangkat bersama dengan 14 Prajurit Kostrad. Tidak ketinggalan Bapak Pater, turut serta dalam rombongan, selain Dokter bersama Timkes.

Kehadiran para Prajurit Kostrad seolah-olah sudah ditunggu oleh masyarakat di Pasar Yokatapa. Beberapa orang yang mengalami permasalahan kesehatan, mendatangi Timkes yang sudah menyiapkan perlengkapannya.

Bapak Antonius Sani, yang tangannya terluka oleh kampak saat memotong kayu, dilayani dan diobati dengan ramah oleh Serda Luthfi, si Bapak Mantri. Beberapa orang lainnya juga dilayani dengan sabar.

"Amakanie Bapak. Hormat," begitulah ucap Antonius Sani, setelah mendapatkan pengobatan.

Anjas, Bapak Pater dan Serka Cecep yang datang bersama rombongan, tidak hanya diam menonton Giat Timkes. Dengan ramah, setiap orang yang ditemui, disapa dan diberikan salam. Tidak ketinggalan, anak-anak juga dihampiri dengan sopan.

Gula-gula yang dibawa, dibagikan kepada anak-anak, sambil sesekali ditanyakan tentang pelajaran menghitung. Ini dilakukan sebagai bentuk Komsos, sambil mengajari anak-anak cara berhitung.

Yosep Sondegou, siswa kelas 1 SD Inpres Yokatapa, sempat kesulitan ketika Anjas menanyakan penjumlahan.

"Tiga tambah lima berapa?" tanya Anjas kepada Yosep.

Sekitar dua jam para Prajurit Kostrad berinteraksi dengan masyarakat di Pasar Yokatapa. Masyarakat yang sebelumnya ragu atau mungkin takut berkomunikasi dengan para Ksatria Tengkorak, sekarang semakin akrab.

Semoga keakraban dan keharmonisan hubungan masyarakat Intan Jaya dengan para Ksatria Tengkorak, dapat terus terjalin. Dan, semoga Intan Jaya yang selama ini dianggap sebagai salah satu Kabupaten yang tingkat kerawanannya paling tinggi di Papua, semakin aman dan kondusif. Aamiin. (HAP)

IMG-20221030-WA0012

BHB Binter Satgas Yonif PR 305/Tengkorak Ternyata Bukan Program Sembarangan

Binter Satgas Yonif PR 305/Tengkorak memborong hasil bumi dari masyarakat.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya

Program BHB (Borong Hasil Bumi) merupakan salah satu program unggulan Binter Satgas Yonif PR 305/Tengkorak, yang secara terus-menerus dijalankan di Intan Jaya, Jum'at (21/10/22). Program tersebut bukan sekedar ilusi.

Mungkin tidak salah kalimat tersebut diucapkan. Betapa tidak, karena tidak sedikit anggaran yang harus dikeluarkan untuk menjalankan program ini. Namun demikian, apa yang diharapkan dari berjalannya program ini, sedikit demi sedikit terlihat hasilnya.

Dari Kota Sugapa sampai Hitadipa, masyarakat sudah menyadari, bahwa keberadaan para Ksatria Tengkorak di Intan Jaya, benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat. Bahkan Pendeta Paulus dari Holomama dan Bapak Mesak Sani dari Mamba, secara terang-terangan mengatakan, bahwa barang jualan Ibu-ibu, Ksatria Tengkorak-lah yang membelinya.

Pendeta Paulus mengatakan, "Ibu-ibu yang jualan di sini, saya lihat Bapak-bapak yang beli."

Begitu juga dengan Bapak Mesak Sani, "Masyarakat di sini punya hasil jualan, itu Pos J2, Pos Holomama dan Pos Mamba saja yang beli".

Mesak Sani bahkan dengan kesalnya mengungkapkan, bahwa Pegawai-pegawai yang memiliki uang di Intan Jaya, menghabiskan uangnya di Nabire, Jayapura dan Timika.

"Pegawai-pegawai yang punya uang itu, dong makan gaji buta. Dorang pakai di Nabire, pakai di Jayapura, pakai di Timika. Jadi, tidak kasi masyarakat sini," celetuk Mesak Sani.

Dalam pernyataannya, Ardy alias Raja Aibon, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan program yang berjalan lancar.

"Alhamdulillah semuanya senang. Mereka berterima kasih karena barangnya habis semua. Selanjutnya mereka pergi ke pasar, untuk membeli kebutuhan dapur mereka," ungkap Ardy.

Si Raja Aibon sangat berharap, agar Giat BHB masyarakat, dapat bermanfa'at terus dan kehadiran para Ksatria Tengkorak di Intan Jaya, bisa membantu masyarakat.

Budi Sondegou, Anggota Polres Intan Jaya yang juga putra asli, selalu hadir setiap Giat BHB dilaksanakan. Dalam pernyataannya Budi mengatakan, "Di sini Mama-mama ke pasar, mereka antar sayur-sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan. Bapa Raja Aibon ambil semua. Kecuali yang naik ojek, yang jalan kaki saja."

Program BHB yang cetus dan dijalankan oleh Satgas Yonif PR 305/Tengkorak, selain untuk membantu masyarakat secara langsung, juga dalam rangka menyebarkan pesan PAPEDA (Papua Penuh Damai).

Ardy mengatakan, "Dengan program ini, kami dapat bersosialisasi dan berkomunikasi dengan masyarakat, bukan hanya dari Mamba, bahkan sampai mereka yang tinggal di Hitadipa."

Ardy meyakini, bahwa niat dan perbuatan baik yang dikerjakan, akan sampai ke telinga kelompok yang berada di gunung (KST) yang belum tergugah hatinya, untuk bersama-sama membangun Papua.

Ardy berharap, mereka segera sadar dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. KOSTRAD!!! (HAP)

IMG-20221030-WA0010

Kapolri: Polisi Dilarang Tilang Manual

Kamera Tilang Elektronik (ETLE).

Jendela Jurnalis, Jakarta

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, menginstruksikan seluruh jajaran Korlantas Polri, untuk tidak menggelar operasi penindakan tilang pengendara secara manual. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Jokowi kepada jajaran Polri, pada 14 Oktober 2022 lalu.

Instruksi tersebut berdasarkan ST (Surat Telegram) No. ST/2264/X/HUM.3.4.5/2022 per tanggal 18 Oktober 2022, yang ditanda-tangani Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Firman Shantyabudi atas nama Kapolri. Dalam ST poin 5 menyebutkan:

"Penindakan pelanggaran lalu lintas tidak menggunakan tilang manual. Namun hanya dengan menggunakan ETLE baik statis maupun mobile dan dengan melaksanakan teguran kepada pelanggar lalu lintas."

Dilansir dari detikOto, ETLE (tilang elektronik) diterapkan menggunakan kamera statis maupun mobile, bahkan kini ETLE juga bisa dilakukan menggunakan drone. Penggunaan drone sebagai kamera ETLE sudah diterapkan di wilayah Semarang.

Saat dikonfirmasi awak media, Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryonugroho mengatakan, ada beberapa jenis pelanggaran lalu lintas yang menjadi sasaran kamera ETLE drone.

"Tidak memakai helm, melawan arus, TNKB mati atau TNKB palsu, nggak pakai sabuk pengaman, mengemudi sambil menggunakan hp," ungkapnya, Senin (10/10/22).

ETLE drone merupakan pengembangan dan pembaharuan dari ETLE mobile device, yaitu perangkat elektronik yang digunakan secara portable dan mobile. Sebelumnya kamera ETLE juga terpasang di mobil patroli.

Kamera ETLE mobile on board itu, dapat melakukan perekaman pelanggaran lalu lintas di titik awan yang tidak terjangkau ETLE statis. Selain itu, sudah dioperasikan juga ETLE Mobile Handheld. Petugas Kepolisian menggunakan smart gadget yang berfungsi sebagai alat capture pelanggaran lalin, serta langsung terintegrasi dengan data ETLE nasional.

Untuk mekanisme dan SOP dari penindakan ETLE mobile dengan drone ini, sama halnya dengan ETLE statis, yakni gambar pelanggaran yang telah diambil Petugas, nantinya akan dikirim ke back office yang ada di tingkat Polres maupun Polda, langsung diproses untuk kemudian diterbitkan SKT (Surat Konfirmasi Tilang).

Agus menambahkan, Polisi yang bertugas mengoperasikan ETLE drone, juga sudah dilatih oleh APDI (Asosiasi Pilot Drone Indonesia). Saat ini ETLE mobile dengan drone, baru dioperasikan di Kota Semarang.

"Kami sudah berkerjasama dengan APDI, jadi peng-capturean, pelanggaran menggunakan drone. Semoga dengan menggunakan teknologi ini, kami mengharapkan masyarakat Jateng tanpa harus ditindak, tanpa harus ada Polisi, tertib dan patuh berlalu lintas," pungkasnya. (HAP)

IMG-20221030-WA0008

Polres Karawang Respon Cepat SE Kemenkes dan BPOM RI Terkait Obat Sirup untuk Anak

Obat sirup dengan kandungan Paracetamol.

Jendela Jurnalis, Karawang

Polres Karawang merespon cepat terkait SE Kemenkes dan BPOM No. SR.01.05/III/3461/2022 yang ramai diberitakan media TV dan Medsos, terkait kasus meninggalnya anak-anak yang diduga menderita ginjal akut. Tindak lanjut yang dilakukan, memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat, terkait bahaya obat sirup untuk anak, Jum'at (21/10/22).

Selain itu, pemberitahuan akan dilakukan melalui Medsos secara massif dan mengaktifkan Bhabinkamtibmas, untuk melakukan pengecekan ke Apotek-apotek, Klinik dan RS, agar tidak menjual atau menggunakan obat sirup untuk anak.

Sementara itu, IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyarankan kepada masyarakat, agar menghindari pengunaan obat sirup untuk anak-anak, dikarenakan mengandung Dietilen Glikol (DL) maupun Etilen Glikol (EG) yang mengakibatkan gagal ginjal akut pada anak.

"Seluruh Apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan atau bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat, sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," demikian bunyi poin 8 dari SE tersebut.

Sampai tanggal 18 Oktober 2022, Kemenkes RI telah mencatat sebanyak 206 anak di 20 Provinsi, mengalami gagal ginjal akut dan sebanyak 99 anak meninggal dunia, yang diduga akibat menggunakan obat sirup.

Berikut daftar obat sirup merk Paracetamol yang sudah ditarik BPOM dari peredaran, antara lain:

  1. Termorex Sirup (obat demam), Produksi PT. Konimex, NIE: DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;
  2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), Produksi PT. Yarindo Farmatama, NIE: DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml;
  3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), Produksi PT. Universal Pharmaceutical Industries, NIE: DTL7226303037A1, kemasan dus, botol llastik @60 ml;
  4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), Produksi PT. Universal Pharmaceutical Industries, NIE: DBL8726301237A1, kemasan dus, botol @60 ml;
  5. Unibebi Demam Drops (obat demam), Produksi PT. Universal Pharmaceutical Industries, NIE: DBL1926303336A1, kemasan dus, botol @15 ml. (HAP)

IMG-20221030-WA0006

Tak Puas dengan Jawaban Dinas LH, ACB Akan Demo Pemkot Cilegon

Foto saat Audiensi antara ACB bersama LH Kota Cilegon.

Jendela Jurnalis, Cilegon

Tidak puas dengan jawaban Dinas LH Kota Cilegon saat acara audiensi, pada Jum'at (21/10/22) pagi. ACB (Aliansi Cilegon Bersih) rencananya akan menggelar aksi demonstrasi ke Pemkot Cilegon, untuk menolak kerjasama masuknya sampah dari Kab. Serang.

Menurut salah satu lembaga yang tergabung dalam ACB, Ketua DPD LSM Inakor (Independent Nasionalis Anti Korupsi) Kota Cilegon, Ali Misri, terdapat kejanggalan karena belum adanya MoU kerjasama yang ditanda-tangani Kepala Daerah.

"Kadis LH saat kita tanya soal kejelasan MoU, mengaku hanya ada SK (Surat Keterangan) saja, ini kan janggal. Berapa tarif retribusi yang berlaku?" tanya Ali.

"SK hanya untuk pembuangan sampah saja, terus untuk PAD-nya ada gak? Patut diduga, pembuangan sampah sekarang pembayarannya masuk ke kantong oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Adanya program pengelolaan sampah oleh Dinas LH Kota Cilegon yang ada di UPTD Bagendung, yakni BBJP (Bahan Bakar Jumputan Padat) dinilai yang dijadikan salah satu alasan menerima sampah dari Kab. Serang, hanya pencitraan saja. Bahkan Ketua LSM Gempita Kota Cilegon, Rahmatullah menilai, Anggaran Dinas untuk honor tim dan operasional di Plant BBJP terlalu besar dan dinilai tidak logis dengan hasil produksi.

"Amdal dan PBG juga belum ada, BBJP sudah beroperasi. BBJP ini sangat besar biayanya, pertahun Rp1,9 m. Kalau dengan biaya sebesar itu hasilnya rugi dari biaya operasional, berarti itu hanya untuk pencitraan. Bubarkan saja dan hentikan sampah dari Kab. Serang masuk ke Cilegon," tegasnya.

Ketua PJBN (Peguron Jalan Banten Nusantara) Kota Cilegon, Abel secara tegas menolak, karena menilai kerjasama sampah tersebut cacat hukum.

"Ini sudah jelas cacat hukum, terlalu dipaksakan, demi pencitraan ke RI-1. Masyarakat Cilegon yang menjadi korban keserakahan para Pemangku Jabatan. Maka dari itu, satu kata…lawan!" tandasnya.

Untuk menyatakan penolakannya, rencananya ACB akan melakukan aksi demonstrasi ke Pemkot Cilegon.

"Kita ACB sepakat, demo Pemkot Cilegon, agar membatalkan kerjasama sampah," ucap Ketua LSM Pasak Bumi, Ari Dumung.

Di pihak lain, Plt. Dinas LH Kota Cilegon, Aziz Setia Ade Putra, setelah menerima kunjungan ACB yang memberikan kritik terhadap pihaknya, mengapresiasi dan akan memprioritaskan kebersihan di Kota Cilegon.

"Terima kasih terhadap yang memberikan masukan ke kami, namun kami tetap memprioritaskan pelayanan kebersihan di Kota Cilegon," jelasnya.

Aziz juga menjelaskan, bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar, terkait adanya aktifitas tersebut.

"Sudah dilakukan sosialisasi ke masyarakat Bagendung dan tidak ada penolakan. Sampai dengan saat ini, aktivitas TPSA Bagendung tidak terganggu, dengan adanya sampah dari Kab. Serang dan masih dapat menampung," katanya.

"Kota Cilegon akan menggunakan teknologi pemrosesan sampah menjadi BBJP, sehingga sampah di TPSA akan habis diproses," bebernya. (HAP)

IMG-20221030-WA0004

Jelang Hari Sumpah Pemuda, Satgas Yonif PR 305/Tengkorak bersama Aparat Keamanan Lainnya Resmikan Cafe Amakanie

Foto saat Satgas Yonif PR 305/Tengkorak bersama warga.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya

Jelang peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2022, Satgas Yonif PR 305/Tengkorak kembali membuat gebrakan, Kamis (20/10/22). Kali ini, Kapten Inf. Anwar alias Bos Holomama bersama seluruh Aparat Keamanan di Intan Jaya, di hadapan Toga, Tomas dan Tokoh Pemuda, resmikan fasilitas hiburan dan Broadcast on Air.

Tidak ketinggalan hadir para sahabat dari Bulapa, Galunggama dan Wandoga, dalam acara tersebut.

"Fasilitas ini kami namakan Cafe Amakanie, sebagai bentuk penghormatan kami kepada masyarakat Intan Jaya," terang Anwar, kepada semua yang hadir.

Dalam sambutannya, Letkol Inf. Ardiansyah yang sudah mulai akrab dengan panggilan Raja Aibon, menyampaikan kepada Toga, Tomas dan Tokoh Pemuda yang hadir, bahwa pesan PAPEDA yang diusung oleh TNI-Polri tidak akan bisa terwujud, tanpa andil dari masyarakat.

"Kehadiran TNI-Polri di sini untuk membuat masyarakat nyaman, bisa membantu masyarakat, bukan sebaliknya," ucap Ardy.

Selanjutnya Ardy mengatakan, "Semua masyarakat boleh datang ke sini, putar-putar kopi, makan pinang sirih sambil bernyanyi. Saya juga berharap dan memohon kepada Bapak Pendeta, Tomas, untuk sesekali melalui pengeras suara ini menyampaikan pesan, agar bersama-sama mewujudkan PAPEDA, Papua Penuh Damai."

AKBP Christian, Dansatgas Damai Cartenz juga meminta, agar masyarakat menyampaikan kepada mereka yang di gunung-gunung, untuk tidak membuat kekacauan, karena justru akan merugikan masyarakat. Di luar prediksi, ternyata baru diresmikan, Cafe Amakanie sudah menarik perhatian masyarakat. Mama-Mama dan anak-anak yang melintas di depan Pos pun ikut berhenti, memperhatikan acara yang tengah berjalan.

"Ayo Mama, mampir sudah ada kopi, pinang sirih dan gula-gula untuk anak-anak," ajak Ksatria Tengkorak, kepada Mama-Mama yang berdiri di jalan.

Sejalan dengan pesan dari Raja Aibon, AKP Stevy, Kabagops Polres Intan Jaya, juga meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi di Intan Jaya, agar tetap aman dan kondusif.

Pada kesempatan berbicara, Pendeta Paulus dari Holomama dan Bapak Bertus dari Galunggama, mewakili para tokoh yang hadir, menyambut baik acara yang dilaksanakan dan berterima kasih kepada TNI-Polri, karena baik kepada masyarakat.

"Bapak TNI dan Polri, hidup dan mati bersama masyarakat, Amakanie," ucap Pendeta Paulus.

Sementara Bapak Bertus menyampaikan, "Kalau kita masyarakat biasa berjenggot, rambut panjang, itu biasa, tolong Bapa-Bapa jangan salah. Tapi, jika Bapa lihat itu bawa alat (senjata), tembak saja sudah, tidak apa-apa. Hormat."

Acara yang sedianya direncanakan hanya sampai pukul 12.00 WIT, molor hingga hampir pukul 14.00 WIT. Bapa-Bapa, Mama-Mama bahkan anak-anak, larut dalam obrolan disertai musik di Cafe Amakanie, bersama saudara mereka dari TNI dan Polri.

Gula kopi, teh, rokok, pinang sirih, gula-gula, bahkan semua menu Maksi habis tak tersisa. Semua bahagia, semua bergembira.

"Terima kasih Bapak-Bapak semuanya. Pokoknya, Intan Jaya harus aman dan damai, Hormat. Amakanie," pesan Raja Aibon kepada para Toga, Tomas dan Tokoh Pemuda, sesaat sebelum meninggalkan lokasi acara. (HAP)

IMG-20221030-WA0002

Terkait Stadion Kanjuruhan Malang, Komnas Ham: Tidak Ada Penghapusan Rekaman Berdurasi Tiga Jam

Anggota Komisioner Penyelidikan atau Pemantauan Komnas HAM, M. Choirul Anam.

Jendela Jurnalis, Jakarta.

Usai Lidik, langsung ke lokasi kamera CCTV di Stadion Kanjuruhan Malang, oleh Komnas HAM. Komisioner Komnas HAM menyebut, ada masalah teknis di kamera 16 yang mengarah ke tempat parkir.

Hal ini diungkap Anggota Komisioner Penyelidikan atau Pemantauan Komnas HAM, M. Choirul Anam, dalam video Youtube yang diunggah Humas Komnas HAM, Kamis, 20 Oktober 2022.

"Ya, ada blank rekamannya, hal tersebut karena kendala teknis yang terjadi lantaran ada pergantian kamera oleh teknisi pada Jum'at (30/10/22) atau sehari sebelum laga Arema FC melawan Persebaya," ujar Anam.

Dikatakan Anam, pergantian kamera itu menyebabkan rekaman CCTV menjadi tidak sempurna. Pasalnya, pengaturan kamera CCTV belum selesai hingga hari pertandingan Arema FC vs Persebaya.

"Pada saat pertandingan, CCTV masih dalam proses sinkronisasi IP dan sebagainya," terang Anam.

Selanjutnya Anam pun memastikan masalah CCTV Stadion Kanjuruhan tidak disebabkan faktor lain, termasuk soal dugaan penghapusan rekaman berdurasi tiga jam.

“Kami ditunjukkan jejak digital, perubahan IP address dan sebagainya, oleh tim teknisi Dispora dan itu bukan problem lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait dugaan pergantian, enggak ada. Yang ada Dispora bertanya, apakah bisa diganti setelah diambil untuk Sidik? (HAP)