admin

IMG-20230404-WA0001

Pardi Akui Berangkatkan Warga Sukamulya ke Timur Tengah melalui Hj. Yesi

Ilustrasi Human Trafficking

Jendela Jurnalis Karawang -
Sponsor tenaga kerja Indonesia, TKI atau TKW, bernama Pardi mengaku telah memberangkatkan Yuyun Marfiah asal Prako Desa Sukamulya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat ketimur tengah tujuan Arab Saudi Melalui Hj.Yesi Kalenbuntu, Desa Banyuasih, Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang.

Pengakuan itu Pardi sampaikan lewat pesan WhatsApp nya pada saat dikonfirmasi awak media.

"Ia Yuyun Marfiah berangkat ke Saudi oleh saya melalui Hj.Yesi orang kalenbuntu, Desa Banyuasih. Kalau nama PT nya saya tidak tahu. Emang ada masalah apa pak," terang Pardi penuh tanya, Rabu (5/4/2023).

Padahal diketahui, pemerintah Indonesia telah melakukan penutupan calon tenaga kerja Indonesia ke Timur Tengah termasuk Arab Saudi. Jadi disimpulkan, pemberangkatan TKW ke Arab Saudi adalah Unprosedural alias Ilegal, dan melanggar hukum. Selain melanggar hukum, juga membahayakan keselamatan jiwa TKI/TKW itu sendiri.

Dimana Yuyun Marfiah sebelumnya tinggal di Kampung Kecemek kemudian menikah dengan Tato alias Ato alias Ocay warga dusun Prako Desa Sukamulya Kecamatan Cilamaya Kulon, lalu menetap diprako.

Untuk memastikan kebenaran kabar tersebut awak media ini coba menghubungi Hj.Yessi melalui kepercayaannya Mahmud namun yang bersangkutan tidak ada dilokasi.

"Mohon maaf, ibu Yesi nya sedang ke Karawang kedinas, sedang ada urusan. Nanti saya sampaikan yahh," ungkap nya.

Sementara Kades Sukamulya Ucup Subhan, mengatakan, bahwa Yuyun Marfiah adalah warga desa Sukamulya.

"Saya tidak tahu kalau Yuyun berangkat ke Saudi. Dari pihak sponsor tidak ada yang datang ke desa sekedar untuk minta tandatangan," ungkap Kades Sukamulya ketika ditemui dikantornya.

Lanjut Ucup, ke Arab Saudi itu dilarang oleh pemerintah Indonesia, sehingga prosesnya tersrbut adalah ilegal.

"Ini harus ditindak dengan tegas. Agar ada efek jera," tegasnya. (red)

IMG-20230406-WA0008

Hadapi Arus Mudik Lebaran, Teknisi Traffic Light Dinas Perhubungan Pemalang Standby 24 Jam

Foto saat teknisi memperbaiki instalasi yang terhubung ke lampu merah

Jendela Jurnalis Pemalang, Jateng -
Guna antisipasi trouble pada lampu pengatur Lalulintas jalan raya atau lampu merah, Jajaran Dinas Perhubungan kabupaten Pemalang, Jawa tengah menyiagakan Teknisi Traffic Light 24 Jam di sejumlah lokasi rawan kerusakan lampu merah yang ada di Pemalang.

Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang Tarno, Ketika di temui dilokasi simpang 4 Sirandu Pemalang, Kamis (6/4/2023 ) pada saat melaksanakan pengecekan mengatatakan bahwa kemungkinan errornya traffic light bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

"Traffic Light adalah alat listrik dan elektronik sehingga bisa terjadi eror sewaktu-waktu, hambatannya banyak dari mulai aliran listrik, kerusakan komponen dan tersambar petir, semua sebenarnya sudah kita antisipasi dengan pemeliharaan rutin dan pemasangan penangkal petir," jelasnya.

Suasana lalulintas pada salah satu ruas jalan di Pemalang

Masih Menurutnya, terkait dengan padamnya Lampu Pengatur Lalulintas di simpang 4 Sirandu Pemalang Kota, dirinya menerangkan bahwa kendalanya diakibatkan oleh KWH yang turun.

"Teknisi sudah laporan jika trouble di Sirandu karena KWH listrik turun. Sekarang Traffic Light sudah normal kembali," pungkasnya. (Ragil74)*

IMG-20230406-WA0003

DPC POSPERA Purwakarta Pertanyakan Carut Marut Manajemen Penyaluran BPNT di Kabupaten Purwakarta

Foto saat Pospera DPC Purwakarta bertemu dengan pihak Dinsos untuk mempertanyakan terkait manajemen penyaluran BPNT

Jendela Jurnalis Purwakarta -
Dewan Pimpinan Cabang Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Purwakarta melakukan audiensi kepada Dinas Sosial perihal Surat Edaran Menteri Sosial tentang pencairan BPNT di wilayah Kabupaten Purwakarta Tahun 2023. Selasa (4/4/2023).

Seperti dalam Surat Edaran di sebutkan Kementrian Sosial akan melaksanakan penyaluran Bantuan Sosial Program Sembako Tahun Anggaran 2023 dengan tidak melalui Eme-warung, dan KPM akan menerima bantuan sosial program sembako dengan melakukan penarikan uang tunai langsung dari rekening KPM.

Kedatangan Pospera di terima oleh Sekdis, Kabid, dan beberapa staf. Karena Kadis sedang berhalangan ada kegiatan di Inspektorat. Pospera menyampaikan pelaksanaan di lapangan ada sebagian wilayah melakukan pengkondisian pencairan, motif nya bermacam-macam, ada yang mengkordinir ATM penerima KPM, ada juga yang memusatkan pencairan di satu tempat, ujung nya KPM malah membawa pulang sembako yang sudah di siapkan dan bukan berupa uang. Terkait hal tersebut, DPC Pospera Purwakarta mempertanyakan tentang sejauh mana fungsi pengawasan dari Dinas Sosial terhadap kejadian tersebut.

Surat Edaran Pospera Purwakarta yang untuk kemudian akan ditindaklanjuti dengan melaporkan terhadap APH

Di terang kan oleh Eka selaku Kabid Limjamsos bahwa Dinsos memang sering menerima aduan tentang penyelewengan bantuan BPNT ataupun PKH, tapi dinas hanya bisa melakukan aduan terhadap kemensos dan bukan terhadap APH.

Lebih lanjut, Kabid menjelaskan lagi bahwa Dinas pernah mendapat aduan di beberapa Desa di Kecamatan Sukatani dan Pasawahan, kemudian setelah tim nya turun ke lapangan, Dinas selanjutnya hanya bisa sebatas melayangkan surat pengaduan terhadap Kementerian terkait.

Dalam audiens tersebut, Ketua DPC Pospera Purwakarta Sutisna Sonjaya meminta untuk difasilitasi oleh Dinas agar bisa bertemu dengan 17 TKSK dari seluruh Kecamatan yang ada di Purwakarta.

Berkaitan dengan TKSK, Ketua Pospera DPC Purwakarta menerangkan kepada Jendela Jurnalis bahwa dalam Audiens tersebut, Sekdis juga mengakui bahwa sebelumnya pun sudah ada aduan tentang Oknum TKSK yang ikut bermain dalam program BPNT.

"Beliau menyebutkan bahwa ada beberapa Kecamatan yang di sinyalir TKSK nya ikut bermain, tapi laporan nya hanya baru sebatas lisan, dan belum di lengkapi dengan data yang valid," tuturnya.

"Audiens ini bisa menjadi dasar kami untuk diskusi dengan APH agar melakukan penyelidikan terhadap KPM, agar masalah penyelewengan Program BPNT ini lebih terbuka. Dan rencananya kami juga akan menyurati Kementerian terkait," Pungkas Sutisna Sonjaya Ketua Pospera Purwakarta. (DD)*

IMG-20230404-WA0011

Diserbu Warga, Produk dalam Gebyar Bazar Ramadhan di Kecamatan Cilamaya Kulon Ludes Terjual

Suasana dalam Gebyar Bazar Ramadhan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Cilamaya Kulon

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka antisipasi inflasi guna pemenuhan kebutuhan sembako masyarakat di bulan Ramadhan, Pemkab Karawang menggelar Bazar Ramadhan mulai dari Tanggal 27 Maret hingga 11 April 2023 di beberapa Kecamatan diantaranya yaitu di Kecamatan Tirtajaya, Cibuaya, Rengasdengklok, Tempuran, Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, Cilamaya Kulon, Purwasari, Klari dan Kota Baru.

Hari ini, giliran penyelenggaraan Gebyar Bazar Ramadhan di Kecamatan Cilamaya Kulon, tepatnya dihalaman Kantor Kecamatan Cilamaya Kulon yang terletak di wilayah Desa Sukamulya. Selasa (4/4/2023).

Dalam Bazar tersebut, terlihat Masyarakat cukup antusias dan banyak yang berbondong-bondong kelokasi tersebut, dengan tujuan untuk membeli produk yang tersedia dalam Bazar dengan harga murah.

Foto saat masyarakat membeli salah satu produk UMKM dari salah satu Desa di Kecamatan Cilamaya Kulon

Tak butuh waktu lama, komoditas beras dan minyak goreng menjadi produk terlaris dan habis lebih dulu, mengingat bahwa komoditas tersebut adalah kebutuhan pokok bagi banyak orang, disusul produk lainnya dan produk UMKM olahan khas masing-masing Desa se-Kecamatan Cilamaya Kulon semuanya habis terjual pada Pukul 17.00 WIB.

Dudi Alexandrie S.STP selaku Camat Cilamaya Kulon saat diwawancara Jendela Jurnalis menerangkan bahwa Bazar tersebut digelar dibawah naungan TPID Kabupaten Karawang serta bekerjasama dengan Dinas, kelembagaan dan beberapa perusahaan serta UMKM se-Kecamatan Cilamaya Kulon.

"Kegiatan Gebyar Pasar Ramadhan dilaksanakan dibawah naungan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karawang, dengan Leading Sector yaitu Staff Ahli Bupati Karawang dan OPD terkait, juga bekerjasama dengan Perum Bulog Sub Divre Karawang, Pupuk Indonesia Pangan (PIP), Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Kabupaten Karawang,
Indomarco, PT. Djempol, UMKM se-Kecamatan Cilamaya Kulon, serta Dinas/Instansi/Lembaga
terkait," terangnya.

Lebih lanjut, Dudi mengaku bahagia bisa menggelar Bazar dengan sukses, dan dirinya berharap agar bazar tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat Cilamaya Kulon.

"Alhamdulilah Bazar berjalan lancar, saya bahagia bisa menggelar Bazar dengan sukses, bahkan produknya hingga habis terjual. Semoga melalui Bazar ini, Masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya, juga bisa benar-benar menjadi bentuk antisipasi inflasi yang nyata," pungkasnya.

IMG-20230404-WA0001

Dikonfirmasi Terkait Kasus Dede Asiah, Pihak PTSP Disnakertrans Karawang Malah Terkesan Saling Lempar

Gambar ilustrasi Human Trafficking

Jendela Jurnalis Karawang -
Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Karawang kembali terulang. Baru-baru ini, seorang Ibu rumah tangga yang viral di media sosial diduga menjadi korban "Human trafficking" ke Negara Timur Tengah oleh Oknum Sponsor asal Subang, Provinsi Jawa barat.

Salah satu staff Disnaker Kabupaten Karawang inisial H.IM saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (3/4/2023) mengatakan bahwa bagian penanganan dalam kasus PMI tersebut oleh PTSPTKI Disnakertrans Karawang berinisaial AK.

"A punteun abdi nuju sakit, kuabdi dipasih info LKS no pa AK (Inisial-red) nya pa. Bagian penanganan kasus PMI asal karawang, PTSPTKI DISNAKERTRANS KARAWANG," jawabnya dengan melampirkan nomor telepon PTSPTKI.

Awak media kemudian mengikuti arahan dari salah satu staf Disnaker kabupaten Karawang Inisal H.IM tersebut untuk mengkonfirmasi ke PTSPTKI. dan Inisal AK saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan bahwa dirinya sedang berada diluar Kota, dan menyarankan agar awak media konfirmasi ke Kasie ataupun Kabid.

"Siap kang, punten abdi nuju tes P3K dibandung dulu, Ya kang coba konfirmasi ke kasi atau kabid, abdi nuju ujian cpns d bandung," jawabnya.

Awak media kemudian menjawab, Ko saling lempar ya,ada apa? Barusan saya sudah konfirmasi sama kasi dan saya di suruh konfirmasi ke bapa,
Kenapa bisa seperti ini ya? Namun awak media malah diarahkan ke Kabid Pentakerja dan Kasie.

"Mangga kang konfirmasi ke Kabid Pentakerja, Pimpinan abdi dan pak kasi," timpal AK.

Tak menyerah, Awak Media masih terus berusaha menggali informasi dengan menghubungi kembali H.IM, hingga akhirnya dirinya menjawab bahwa mau menanyakan ke atas nama Aulifah selaku pengantar kerja.

"Oh pa AK nuju ujian p3k muhun, Abdi ti Jumat acan masuk a, janteun teu apal kronologisnya, cobi abdi Bade naros ka Bu aulifah pengantar kerja na," balas H.IM.

Usai mendapatkan jawaban dari pengantar kerja, H.IM kemudian baru memberikan keterangan kepada Awak Media menerangkan terkait laporan kasus tersebut.

"Menurut Ket. Dari Bu aulifah pengantar kerja DISNAKERTRANS KARAWANG, Dinas membantu kepulangan Dede Asiah berkordinasi/melayangkan surat ke kemlu untuk minta bantuan pemulangan.
Untuk pemulangan menurut informasi dari Bu aulifah sponsor siap untuk memulangkan.Ini info dari Bu aulifah," terangnya.

Lebih lanjut, H.IM kemudian menjelaskan kepada awak media bahwa dari Dinas memang tidak ada biaya pemulangan.

"Untuk anggaran biaya pemulangan tidak ada, dinas hanya bisa menganggarkan bila mana PMI bermasalah asal karawang meninggal dunia, itu sudah disiapkan anggaran santunan dari PEMDA KARAWANG melalui PTSPTKI DISNAKERTRANS KARAWANG. Dia (Aulifah-red) yang mendampingi kemarin waktu hari Jumat ke kediaman Dede asiah.

"Untuk didinas seperti itu a, apa yg dikatakan Bu aulifah" tutupnya. (Pri)*

IMG-20230404-WA0000

Kabar Gembira, BPJS bagi Seniman di Kabupaten Karawang Kini Telah Aktif

Foto saat digelar rapat antara Pemkab Karawang dengan pihak BPJS

Jendela Jurnalis Karawang -
Para seniman di Kabupaten Karawang sedikit lega dengan di covernya BPJS gratis dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Ini terbukti dengan adanya data base seniman yang ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang.

Dari data base yang sudah ada kemudian di data ulang lagi oleh Disparbud, karena form yang ada di BPJS harus ditambah dengan adanya nomor KK dan nomor KTP.

Berita sudah aktifnya BPJS seniman Kabupaten Karawang adalah setalah diadakannya rapat antara pihak Pemerintah Kabupaten Karawang dengan pihak BPJS, pada Jum'at 31 Maret 2023 di Ruang rapat Asda 1 Setda Kabupaten Karwang.

Rapat tersebut di pimpin oleh Kabag Kesra Setda Kabupaten Karawang. Dalam rapat tersebut, hadir beberapa perwakilan yang terkait dengan BPJS diantaranya Perwakilan Disparbud, Dinkes, Disdukcapil, DPPKAD dan Dinsos.

Alur dari BPJS Seniman yaitu pertama data base dari Disparbud kemudian di olah di Dinkes setelah dari Dinkes ke Disdukcapil untuk pencocokan data nomor KK dan nomor KTP kemudian langsung ke pihak BPJS dan di inventarisir oleh Dinsos, DPPKAD juru bayar.

Dalam sambutannya Kabag Kesra H.Rohmana, S.So,MM. Mengatakan bahwa rapat kali ini yang kedua kalinya setelah kita mengadakan rapat awal, dan kali ini kita akan kroscek sejauh mana data yang sudah masuk ke BPJS, dan sudah berapa orang seniman yang bisa menikmati BPJS Kesehatan untuk seniman. Dikatakan Rohmana bahwa pemerintah Kabupaten Karwang terus mensuport kepada para seniman sebanyak seniman yang ada di kabupaten Karwang tentunya melalui pendataan yang akurat yang dilakukan oleh Disparbud Karwang.

Sementara dari pihak BPJS memberikan keterangan data yang baru masuk pertanggal 25 Maret 2023 adalah sebanyak 3.149 orang. Dari data tersebut yang sudah berhasil aktif adalah sebanyak 2.655 orang. Sementara yang belum berhasil aktif sebanyak 494 orang. Kendala yang belum berhasil aktif diantaranya adalah 2 orang Domisili luar Kabupaten Karawang, 18 orang tidak sesuai dengan pks PBI terdaftar, 8 orang NIK sudah di migrasikan, 145 orang NIK sudah terdaftar di master file, 302 NIK tidak valid, 6 orang BBPU kelas 2 aktif, 1 Orang PBPU kelas 1 aktif.
(wk.co)

IMG-20230403-WA0011

Ketum KOI: Olahraga adalah Media Pemersatu Bangsa, Harus Bebas dari Kepentingan Politik

Ketum KOI, Raja Sapta Oktohari saat memberikan keterangan kepada Awak Media

Jendela Jurnalis, Jakarta -
Ketua Umum Komite Olahraga Indonesia (Ketum KOI), Raja Sapta Oktohari menegaskan, bahwa olahraga merupakan media yang amat strategis dalam mempersatukan suatu bangsa. Oleh karena itu, semestinya olahraga harus benar-benar terlepas dari politik dan kepentingan pihak tertentu.

Hal tersebut disampaikan Tokoh Olahraga Nasional yang akrab disapa RSO itu, dalam acara buka puasa bersama, dengan para Pengurus Organisasi dari berbagai Cabang Olahraga (Cabor) dari seluruh Indonesia.

"Olahraga dapat mempersatukan bangsa, sebab olahraga tidak membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang apapun, tidak membedakan orang dari warna kulit, agama dan lain-lain. Olahraga adalah media pemersatu suatu bangsa," ujar RSO, dalam pidatonya di depan lebih dari 500-an undangan yang memenuhi Ballroom Hotel Ritz Carlton, Jakpus, Jum'at, 9 Ramadhan 1444 H (31 Maret 2023).

Hadir dalam acara tersebut, disamping Pengurus KOI dan cabang-cabang olahraga se-tanah air, juga terlihat undangan khusus dari kalangan Olahragawan beberapa Negara. Selain itu, hadir juga puluhan perwakilan Kedubes Negara sahabat yang ada di Indonesia. Dari kalangan media, hadir Ketum PPWI, Wilson Lalengke dan puluhan media nasional dan internasional.

Dalam pemaparannya yang dibantu dengan menampilan secara audio-visual berbagai tayangan kegiatan pertandingan olahraga tingkat internasional yang berhasil dilaksanakan KOI itu, RSO mengatakan, bahwa kegiatan olahraga menghasilkan multiplier effect.

"Melalui event-event olahraga, banyak dampak positif yang dihasilkan, seperti di bidang pariwisata, memajukan UMKM, pemasukan Devisa Negara dan peningkatan prestasi olahraga nasional itu sendiri," jelas Ketum HIPMI periode 2011-2014 itu.

Mencermati kondisi olahraga di tanah air yang sering ditunggangi kepentingan politik praktis selama ini, RSO menyatakan prihatin dan menyerukan, agar olahraga semestinya terbebas dari urusan politik dan kepentingan pihak-pihak tertentu.

"Kita sebenarnya sangat bangga dengan kerja keras Presiden Jokowi, yang begitu gigih memperjuangkan olahraga melalui event-event internasional di bidang olahraga dilaksanakan di tanah air. Kita juga sangat mendukung pernyataan Bapak Presiden Jokowi yang menegaskan, bahwa olahraga harus bebas dari politik," beber putra Ketum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, itu.

Di bagian akhir pidatonya, RSO menyerukan, agar seluruh rakyat Indonesia bersatu padu dan bergandengan tangan, bekerja bersama-sama memperjuangkan kemajuan olahraga Indonesia.

"Mohon sampaikan kepada seluruh rakyat di daerah masing-masing, agar kita bersatu padu bergandengan tangan, memperjuangkan kemajuan olahraga Indonesia," pesan RSO, kepada ratusan Pengurus Cabor yang hadir di acara yang dimulai sejak pukul 17.30 WIB ini.

Ketum PPWI, Wilson Lalengke, yang hadir bersama istri dalam acara itu, menyampaikan sangat mendukung usaha KOI bersama seluruh stakeholdernya, dalam memajukan olahraga Indonesia, terutama melalui penyelenggaraan event-event olahraga bertaraf internasional.

"Kita dari PPWI, berkomitmen untuk mendukung setiap usaha anak bangsa dalam memajukan Negeri ini, termasuk upaya KOI menggelar berbagai event olahraga bertaraf internasional di Indonesia," tutur alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Acara Bukber KOI ini diakhiri dengan makan malam dan foto bersama. Di sela-sela acara foto bersama itu, Ketum PPWI Wilson Lalengke berkesempatan beraudiensi dengan Wakil Dubes Rusia untuk Indonesia, HE. Madam Veronika Novoseltseva dan Wakil Dubes Denmark, HE. Mr. Per Brixen, serta beberapa Olahragawan dari Kamboja. (Red/AP)*

Video terkait dapat dilihat di sini: https://youtu.be/Zm8H8MgAZ

IMG-20230403-WA0009

Program Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani di Desa Barubug Kecamatan Jatisari Diduga Tak Efektif dan Tak Jelas Keberadaannya

Gambaran konsep program Ketahanan Pangan dan Hewani

Jendela Jurnalis Karawang -
Program Ketahanan Pangan dan Hewani pada Tahun 2022 di Desa Barugbug, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa barat, disinyalir tidak efektif dan sebagian tidak jelas keberadaan realisasinya.

Salah satu prioritas penggunaan Dana Desa adalah untuk ketahanan pangan dengan besaran minimal 20 % dari total pagu yang diterima Desa. Melalui kebijakan ini, diharapkan Pemerintah Desa dapat melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan potensi Desanya. Adapun terkait bagaimana dana Desa dipergunakan untuk kegiatan tergantung pada hasil musyawarah Desa.

Program ketahanan pangan adalah merupakan program Nasional Pemerintah Pusat yang sumber pembiayaannya dari 20 % Dana Desa disetiap Kampung yang bertujuan untuk pemulihan ekonomi Nasional serta mengantisipasi krisis global pasca pandemi covid-19. Oleh karenanya, sifatnya pun yang dapat segera menghasilkan dan atau langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.

Sebagai panduan Desa, diterbitkan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 7 tahun 2021 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2022, Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 8 tahun 2022 tentang prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2023, serta Keputusan Menteri Desa nomor 82 Tahun 2022 tentang Pedoman Ketahanan Pangan di Desa.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh awak media, Eman Sulaeman selaku Kepala Desa Barubug, Kecamatan Jatisari, terkait program ketahanan pangan dan hewani didesanya mengatakan bahwa anggarannya dipergunakan untuk pembelian mesin pompa air dan domba.

"Ketahanan pangan 2022 untuk pembelian mesin pompa air untuk petani dan domba," jawabnya. Selasa (28/3/2023).

Saat ditanya lebih mendalam tentang dimana keberadaan mesin pompa dan juga siapa Petani penerima manfaat nya, Kepala Desa malah menjelaskan teknis dalam pemakaiannya dan menerangkan bahwa fisik pompa airnya ada di Desa.

"Pompa itu teknis di lapangan, dr Desa sudah d belikan sekarang fisik masih d Desa klw musim sawah sekarang pompa blm terlalu terpakai karena masih musim hujan itu kata petani klw pun d pasang d pinggir sungai dan belum d pakai takut hilang itu kata petani, untuk bangunan saung udah siap d Pulogebang dan Barugbug," terangnya.

Lebih lanjut, awak media kemudian menanyakan terkait berapa domba dan siapa penerima manfaat nya, Kades tersebut malah tak menjawab (Bungkam).

Awak media tak berhenti dan terus mencari informasi dan konfirmasi kembali ke Kepala Desa Barubug, pada Kamis (30/3/2023). dirinya masih tak menjawab (Bungkam) dan membalas beberapa hari setelahnya, yaitu Jumat (31/3/2023).

"Waalaikumsallam… Kaya nya kita blm ketemu langsung ya Pak, lewat WA kurang enak konfirmasi berita jg kurang pas, nanti klw ada waktu d Desa boleh sambil ngobrol ketemuan, sambil liat mesin yg ada d Desa,. Sekarang2 selain urusan Desa saya jg lagi anter2 Ibu berobat terus (sambil mengirimkan foto),"

Lebih lanjut awak media menjawab dan menanyakan terkait kapan untuk bisa betemu dan klarifikasi nya, dirinya malah kembali tak membalas (Bungkam).

Awak media terus klarifikasi kembali ke Kepala Desa Barubug pada Senin (3/4/2023) namun dirinya kembali tak ada dikantor Desanya, ketika dihubungi kembali melalui pesan WhatsApp, dirinya menjawab sedang berada di Cicendo.

"Waalaikumsallam… Abdi nuju jajap Ibu ka Cicendo," katanya.

Merasa tidak mendapatkan jawaban yang pasti, awak media melanjutkan penggalian informasi, guna mendapatkan keterangan dan penjelasan terkait kebenaran yang terjadi pada program ketahanan panan tersebut kepada warga Desa Barugbug.

Salah satu warga yang tidak mau namanya ditulis, kepada wartawan menyatakan bahwa hal tersebut sangat merugikan masyarakat Desa Barugbug, dikarenakan mesin pompa itu ada didesa, bukan ditempat yang seharusnya dibutuhkan, yaitu di petani, ujarnya. Senin (3/4/2023).

"Untuk hewani saya tidak tau keberadaan nya pa, silahkan cari informasi nya ke warga lain, siapa tau warga lain tahu keberadaan nya," pungkasnya. (Pri)*

IMG-20230403-WA0006

Awas Oknum Calo! Puluhan Pencaker Diduga Jadi Korban Penipuan Loker

Para korban penipuan berkedok lowongan kerja

Jendela Jurnalis, Tangerang -
Diduga, puluhan orang yang mencari pekerjaan, menjadi korban penipuan Lowongan Kerja (Loker) oleh Oknum Calo, dengan modus dijanjikan dan diiming-imingi bekerja di sebuah Perusahaan ternama di daerah Pasar Kemis, Kab. Tangerang. Para Pencari Kerja (Pencaker) tersebut diharuskan membayar sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah kepada Oknum Calo tersebut, yang berinisial DW alias BA.

Kejadian tersebut sudah terjadi selama satu tahun, para korban belum juga menerima panggilan kerja, dengan dalih kondisi Perusahaan sedang tidak stabil atau sudah tutup untuk penerimaan karyawan baru. Dari informasi yang didapat dari para korban lainnya, selain AN, RN, BS, NR dan AD, Selasa (28/3/23), diduga ada puluhan calon tenaga kerja yang dijanjikan dan diiming-imingi pekerjaan oleh Oknum Calo yang akan ditempatkan bekerja di Perusahaan ternama di PT. Victory Chingluh Indonesia (VCI) di wilayah Pasar Kemis itu dan mereka rata-rata sudah menyetorkan uang sebesar Rp5.000.000,- (lima juta rupiah) kepada DW Oknum Calo pemberi tenaga kerja.

AN salah satu korban menuturkan, bahwa dirinya dimintai uang sebesar Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dan dirinya mengaku sudah memberikan uang sebesar Rp5.000.000,- (lima juta rupiah) sebagai _down payment_ (DP) atau uang muka. Sudah lebih dari satu tahun, dirinya belum ada panggilan kerja dari Perusahaan yang bergerak di bidang sepatu itu.

Selain dimintai uang Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) untuk bisa masuk kerja di Perusahaan itu, juga ada biaya-biaya lainnya seperti biaya pendaftaran Rp300.000,- (tiga ratus ribu rupiah), biaya kursus jahit sebesar Rp200.000,- (dua ratus ribu rupiah) selama dua jam atau dua kali pertemuan, bagi yang non pengalaman. Dan setelah itu, AN diharuskan menebus Sertifikat Kelulusan Menjahit atau paklaring senilai Rp150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) kepada DW yang diduga Oknum Calo pemberi tenaga kerja.

Hal tersebut diceritakan oleh AN kepada awak media Jendral News, Minggu (19/3/23).

"Saya berharap uang kami segera dikembalikan, kan sesuai perjanjian yang sudah ditandatangani di atas materai. Bahwa bilamana tidak masuk kerja, uang akan kembali. Namun sampai saat ini, sudah hampir 1 tahun belum juga ditepati. Uang kami itu kan dapat pinjam ke orang lain dan terpaksa bila tidak segera dikembalikan uang kami, kami akan melaporkan kepada APH," tegas AN kepada Pewarta, dengan nada kesalnya.

Kemudian korban lainnya RN, NR dan BS, juga menyampaikan hal yang serupa dengan AN, karena kesal dan kecewa, tidak adanya kepastian, kapan mereka bisa bekerja di Perusahaan yang dijanjikan untuk bisa membantu perekonomian keluarga. Mereka sudah memberikan sejumlah uang kepada DW, namun tidak ada panggilan kerja hingga saat ini dan mereka menegaskan, bilamana tidak segera mengembalikan uangnya, maka para korban akan melaporkan ke pihak Kepolisian.

Lalu mereka pun menguasakan hal tersebut kepada salah satu lembaga di Tangerang, untuk meminta uang mereka kembali. Adapun upaya yang dilakukan dari perwakilan LSM itu, yaitu sudah dua kali mendatangi kediaman DW, namun belum juga menemukan hasil. Pasalnya, Oknum Calo itu menyampaikan, bahwa dirinya hendak menjual aset sebidang tanah miliknya, untuk mengembalikan uang tersebut kepada para korban calon tenaga kerja.

Saat dikonfirmasi Kuli Tinta ke Oknum Calo tersebut di kediamannya dan bertemu dengan suaminya, mengatakan hal senada disampaikan, "Iya bang, kami kooperatif kok dan bertanggung jawab. Siapapun yang datang ke sini, kami temui dan jelaskan. Bahwa kami sedang berupaya menjual aset tanah, untuk mengembalikan uang yang sudah kami terima dari para calon tenaga kerja tersebut," dalih suami Oknum Calo DW.

Lanjutnya, "Kami hanya membantu mereka yang kesulitan untuk bekerja di Perusahaan tersebut, toh mereka pun datang ke sini atas kemauan sendiri. Karena kondisi saat ini Perusahaan sedang tidak menerima karyawan, jadi harus sabar, kami pun tetap bertanggung jawab dan akan segera mengembalikan uang tersebut.
Padahal kami sudah mengatakan kepada para calon tenaga kerja, jangan sampai uang yang kami terima ini hasil pinjam ke orang, apa lagi melibatkan rentenir," tutupnya.

Hal tersebut disampaikan saat dikonfirmasi Wartawan, yang didampingi oleh perwakilan para korban calon tenaga kerja dari lembaga itu, Senin (20/3/23).

Keterangan resmi dari pihak PT yang menerangkan bahwa penerimaan calon Karyawan tidak dipungut biaya

Seperti yang kita ketahui, bahwa Perusahaan tersebut PT. VCI, selalu menggembar-gemborkan melalui Medsosnya ig@victory chingluh, bahwa tidak ada biaya saat rekruitmen, apalagi bekerjasama melalui Balai latihan kerja (BLK) kursus menjahit. (Red/AP)*

IMG-20230401-WA0009

SMK TKM Tempuran Selenggarakan Tes PPDB Gelombang Kedua

Antrian peserta test saat mengikuti tes fisik

Jendela Jurnalis Pendidikan, Karawang -
Dalam rangka periode Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2023/2024, SMK TKM Tempuran tengah diselenggarakan Tes PPDB Gelombang ke 2.

Sebelumnya, sebanyak 167 Siswa telah mengikuti dan dinyatakan lulus tes pada PPDB Gelombang ke 1. Kemudian pada tes PPDB Gelombang ke 2 terhitung sebanyak 133 Calon siswa tengah menjalani serangkaian tes yang diselenggarakan Hari ini di Kampus SMK TKM Tempuran. Sabtu (1/4/2023).

Jumlah pendaftar memang ternyata sungguh antusias, karena dalam 2 tahap saja, sudah bisa diprediksi bahwa ada sekitar 300 Siswa yang sudah terdaftar, belum lagi nanti peserta yang akan masuk di PPDB Gelombang 3.

Tes interaktif antara calon siswa, siswa (OSIS-red) dan tenaga pendidik

Mulyana, S.Hi selaku Kepala Sekolah SMK TKM Tempuran menuturkan harapannya kepada Jendela Jurnalis bahwa pencapaian jumlah pendaftar tersebut sudah hampir memenuhi target, apalagi jika nanti masih banyak pendaftar dalam PPDB Gelombang 3.

"Jumlah Siswa yang mendaftar sekarang ini sudah mencapai sekitar 300 Siswa. Dan target kita yaitu 10 Kelas berarti kurang lebih sekitar 360 Siswa, semoga nanti di Gelombang 3 targetnya sudah terpenuhi," harapnya.

Sementara itu, salah satu peserta test yang malu-malu dan tak mau menyebutkan namanya ketika diwawancara Jendela Jurnalis tentang mengapa memilih SMK TKM untuk melanjutkan sekolah, dirinya mengungkapkan bahwa alasannya memilih SMK TKM Tempuran adalah karena nama TKM cukup populer untuk kalangan siswa sekolah menengah.

"Alasan saya daftar disini karena ingin sekolah di TKM, karena temen-temen saya banyak yang sekolah disini, banyak yang ngomongin katanya TKM sekolahnya bagus," ungkap salah satu siswa usai keluar dari ruangan test. (NN)*