Jendela Pendidikan

IMG-20240130-WA0021

Saber Pungli Karawang Akan Turun dan Menindaklanjuti Terkait Adanya Dugaan Penjualan LKS di MTsN 2 Karawang

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Menyikapi terkait adanya pemberitaan sebelumnya, terkait adanya dugaan praktik penjualan buku modul atau Lembar Kerja Siswa (LKS) di MTsN 2 Karawang, kini mendapatkan reaksi dari pihak Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Karawang. Selasa (30/1/24).

Saat dimintai tanggapannya, AKP Joko Suwito selaku pihak Saber Pungli Karawang mengaku akan mendatangi sekolah MTsN 2 Karawang untuk menindaklanjuti.

"Baik Mas Brooo, thanks infonya," timpalnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp pada Selasa (30/1/24).

"Coba nanti Tim Saber turun untuk klarifikasi," tambahnya.

Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, Kepala MTsN 2 Karawang tidak menanggapi konfirmasi yang dilayangkan oleh Jendela Jurnalis alias bungkam. (Nunu)*

IMG-20240130-WA0021

Diduga Masih Terjadi Praktik Penjualan Buku LKS di MTsN 2 Karawang

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Adanya praktik penjualan buku modul atau Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh pihak sekolah kepada siswa, belakangan ini diduga masih sering terjadi dan sudah menjadi rahasia umum. Padahal, aturan tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud Nomor) 8 Tahun 2016.

Selain itu, diperkuat juga melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2020 Tentang Komite Sekolah dalam Pasal 12a. Dimana dalam pasal tersebut tertulis bahwa Komite Sekolah, baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di sekolah.

Namun pada faktanya, berdasarkan temuan dari Team Investigasi media online Jendela Jurnalis / jendralnews.co.id bahwa masih ditemukan adanya praktik penjualan buku LKS di MTs Negeri 2 Karawang yang terletak di Kecamatan Jatisari.

Hal tersebut berdasarkan hasil wawancara terhadap salah satu orang tua siswa / wali murid, dimana dalam keterangannya membetulkan adanya penjualan LKS terhadap siswa disekolah tersebut.

"Pembelian LKS itu memang ada Pak, kalo gak salah sekitar 185 ribu untuk 15 buku per semester," ucap seorang wali murid yang enggan menyebutkan namanya saat diajak berbincang tak jauh dari area sekolah usai mengantarkan anaknya ke sekolah. Selasa (23/1/24).

Berbekal dari informasi tersebut, di hari yang sama, Jendela Jurnalis kemudian berupaya mengonfirmasikan hal tersebut kepada HS (inisial) selaku Kepala Sekolah. Namun, diketahui bahwa dirinya sedang tidak berada ditempat.

Lebih lanjut, Jendela Jurnalis kemudian melanjutkan upaya konfirmasi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp. Namun sayangnya, pesan yang dikirimkan kepada Kepala Sekolah tersebut tak direspon dan tak kunjung dibalas, sehingga belum ada jawaban pasti terkait permasalahan tersebut.

Perlu diketahui, di Wilayah Jawa Barat sendiri, Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan surat edaran pada tanggal 30 Maret 2023, dimana dalam surat edaran tersebut berisi tentang Transparansi Layanan Lembaga Madrasah yang mencakup didalamnya menegaskan tentang larangan penjualan LKS, Seragam dan lainnya yang dikelola oleh Madrasah. (Nunu)*

IMG-20240129-WA0028

Korwilcambidik Jayakerta Resmikan Gedung Sekolah di SDN Kemiri V

Bangunan di SDN Kemiri V

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Koordinator Wilayah Kecamatan Pendidikan (Korwilcambidik) Kecamatan Jayakerta Drs H. Sudirja, M.Pd., meresmikan gedung Sekolah di SDN Kemiri V Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Senin (29/1/24).

Peresmian dipimpin oleh Kepala Sekolah SDN Kemiri V dan ditandai dengan gunting pita oleh Korwilcambidik Kecamatan Jayakerta H. Sudirja, M.Pd.

Hadir juga dalam acara peresmian tersebut Kepala Sekolah SDN se-Kecamatan Jayakerta, Ketua PGRI Kecamatan Jayakerta dan Ketua K3S berserta jajaranya.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Kemiri V H. Jatmo berharap semoga gedung Sekolah Kecamatan Jayakerta menjadi gedung sekolah percontohan yang sudah standar nasional dan harus dijaga dan dipelihara, terkait kebersihannya pun tetap dijaga. Senin (29/01/24).

Selanjutnya, dalam sambutanya, Korwilcambidik Kecamatan Jayakerta H. Sudirja, M.Pd., menjelaskan bahwa bangunannya sudah bagus berstandar nasional dan cukup megah.

Selain itu, H. Sudirja, M.Pd., juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Karawang, dan berharap agar hal tersebut dapat menjadi suatu percontohan untuk sekolah lainnya.

Sementara itu, Napin selaku Ketua PGRI ketika dikonfirmasi awak media mengucapkan rasa syukurnya atas pembangunan yang sudah merata hampir ke setiap pelosok.

"Ini semoga menjadi percontohan buat sekolah lain, sudah standar nasional, dan saya berpesan kepada para dewan guru dan masyarakat sekitarnya bisa menjaganya agar terpelihara secara maksimal," tuturnya. (Rey)*

Editor : Nunu Nugraha

IMG-20240125-WA0020

SDN se-Kecamatan Tirtajaya Ikuti Lomba Calistung

Korwilcambidik Tirtajaya bersama Muspika Tirtajaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Seluruh murid kelas 1 hingga kelas 3, Sekolah Dasar Negeri (SDN) se-Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang mengikuti kegiatan lomba baca, tulis, hitung (Calistung) tingkat Kecamatan yang bertempat di SDN Sumur Laban 1.

Menurut Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Tirtajaya Drs. H. Sofyan Hidayat, M.Pd., lomba Calistung ini merupakan agenda rutin tahunan yang biasa digelar di lingkup Korwil Pendidikan Kecamatan dan diikuti oleh peserta didik mulai dari kelas 1, 2 dan 3 untuk lomba Calistung IPA dan Matematika.

“Alhamdulillah, baru tahun sekarang bisa dilaksanakan secara normal, disamping itu, bisa membangkitkan semangat anak-anak kelas 1 sampai kelas 3. Lomba calistung ini sekaligus dalam rangka meningkatkan kualitas mutu anak," ungkapnya. Kamis (25/1/24)

Lebih lanjut, H. Sofyan menjelaskan, selain untuk meningkatkan kualitas mutu anak sekaligus mencari bibit-bibit anak dari kelas 1 sampai kelas 3, terutama Calistung untuk bisa mengikuti di tingkat Kabupaten, karena sebelum di tingkat Kabupaten itu disaring dulu di tingkat Kecamatan.

Dari hasil lomba tersebut akan diambil dari juara 1,2,3 hingga juara harapan 3. Dari juara tersebut, nanti akan dibina, terutama untuk juara 1,2 dan 3 dibina di tingkat kecamatan, Setelah dibina diambil satu untuk mewakili di tingkat kabupaten. Sekarang sedang mempersiapkan untuk tingkat kabupaten dan mudah-mudahan lomba ini bukan hanya di tahun sekarang tetapi untuk ke depannya juga.

"Insya Allah, kalau sekarang bisa mencapai prestasi yang baik, untuk tahun depan bisa mempertahankan dan bahkan bukan hanya mempertahankan tetapi kami ingin meningkatkan lagi," ujarnya.

H. Sofyan menambahkan, dengan bisa membaca, menghitung dan menulis ini sebagai dasar untuk ke depannya khusunya untuk anak kelas 1 hingga kelas 3, sehingga dengan adanya Calistung ini anak-anak itu bisa terlatih terutama membacanya.

Sementara itu, Sa'in selaku Ketua Panitia mengaku sudah meminta kepada semua guru di sekolah, terutama carilah bibit-bibit yang terbaik. Sebelum diikutkan lomba di sekolah sudah diberikan pembinaan untuk di tingkat Kecamatan, dirinya berharap agar anak-anak disamping menulisnya bagus, membaca pun harus bagus.

"Karena membaca ini di tingkat kabupaten sangat disoroti sehingga saya tekankan kepada guru-guru untuk bisa terutama membaca karena sangat penting, tanpa bisa membaca anak itu tidak akan bisa melakukan apa-apa,” jelasnya mengakhiri. (Rey)*

IMG-20240124-WA00541

Dihadiri Korwilcambidik, SDN Srikamulyan 1 Menggelar Peringatan Isra Mi’raj sekaligus Syukuran dan Peresmian Bangunan Baru

Kepala Sekolah SDN Srikamulyan 1 saat memberikan sambutan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Dalam rangka memperingati Isra Mi'raj
Nabi Muhammad SAW 1445 H, SDN Srikamulyan 1 menggelar kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (24/1/24).

Selain peringatan Isra Mi'raj, sekaligus juga digelar gunting pita yang menandakan syukuran peresmian atas selesainya perehaban salah satu bangunan kelas, selesainya pembangunan toilet dan diterimanya 40 set kursi sekolah yang didapatkan dari bantuan pemerintah.

Acara tersebut dihadiri oleh Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya bersama Pengawas, Kades, serta para siswa dan orang tua siswa disekolah tersebut.

Dalam sambutannya, Yuni Nilawati, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN Srikamulyan 1 mengucapkan rasa terimakasihnya, karena disamping peringatan isra mi'raj, sekaligus juga digelar seremonial gunting pita atas selesainya realisasi bangunan baru, WC dan bantuan alat penunjang belajar mengajar.

Begitupun dengan sambutan dari Drs. H. Sofyan Hidayat, M.Pd., selaku Korwilcambidik Kecamatan Tirtajaya, dirinya merasa sangat bersyukur atas realisasi beberapa program pembangunan yang telah rampung dilaksanakan pada 2023 lalu. Diantaranya ialah dengan telah dibangunnya toilet, rehab kelas serta adanya bantuan berupa 40 set bangku.

Lebih lanjut, H. Sofyan juga berpesan agar sarana dan prasarana yang sudah ada tersebut dapat memberikan manfaat dan bisa dirawat dengan baik.

"Alhamdulilah, realisasi pembangunan telah rampung dilaksanakan, dan jangan lupa dirawat dengan baik ya," ucapnya yang selanjutnya disambut dengan riuh tepuk tangan dari seluruh siswa dan wali murid.

Hal tersebut senada dengan ungkapan Halim selaku Kepala Desa Srikamulyan dalam sambutannya, yang turut serta bersyukur sekaligus memberikan selamat atas kemajuan yang berhasil diraih oleh SDN Srikamulyan 1, serta berharap agar bantuan yang telah didapatkan tersebut dirawat dengan baik.

"Pada intinya, dalam kesempatan ini saya menyampaikan bahwa sangat bersyukur, dan titip untuk dijaga dan dipelihara dengan baik," ucapnya.

Usai beberapa sambutan, seremonial gunting pita pun dilakukan untuk kemudian dilanjutkan dengan acara yang dibawakan oleh Kak Jastin dari yayasan Badan Wawaf Al-Qur'an (BWA) yang memberikan edukasi religi kepada siswa disekolah tersebut tentang peningkatkan kualitas disiplin Sholat dan Akhlak sebagaimana tema yang diusung dalam peringatan Isra Mi'raj tersebut. (Nunu)*

IMG-20240119-WA0062

Klarifikasi Humas SMAN 1 Tirtajaya, Pihak Sekolah Tak Alergi dan Welcome Bagi Rekan Wartawan

SMAN 1 Tirtajaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Terkait dengan munculnya pemberitaan sebelumnya, tentang pihak SMAN 1 Tirtajaya yang diduga alergi wartawan, kini telah diklarifikasi oleh dan hasil dari klarifikasi oleh Deden selaku humas dari pihak SMAN 1 Tirtajaya.

Dalam klarifikasinya saat bertemu disekolah, Deden menyampaikan kepada awak Media jendralnews.co.id, bahwa dengan adanya pemberitaan dugaan pihak sekolah alergi wartawan itu tidak benar.

"Kami sebagai pihak sekolah SMAN 1 Tirtajaya sangat terbuka bagi semua rekan rekan media online yang akan berkunjung untuk membangun mitra kerjasama dengan pihak sekolah. Dengan jalinan kerjasama dan sinergitas yang dibangun justru kami akan merasa terbantu, sehingga apa yang menjadi kegiatan-kegiatan kami dalam pendidikan disekolah bisa terpublikasi," ungkapnya. Jum'at (19/24).

Deden menambahkan, justru pihaknya juga sangat membutuhkan kehadiran dari rekan media, contohnya disekolah tersebut banyak SARPRAS yang masih kekurangan dan belum terealisasi, seperti pagar sekolah yang belum terbangunkan, halaman sekolah yang masih beralas tanah, dan masih adanya ruangan yang kurang bagi kegiatan belajar mengajar.

"Kami ingin sekolah Tirtajaya ini sarana dan prasarana seperti SMAN yang lainnya, seperti Batujaya, Rengasdengklok, Pedes dan lainnya, disini masih banyak ketertinggalan dalam sarana prasarananya, ya maklum di ujung Karawang Utara mungkin,
dan rekan-rekan sendiri bisa melihat kenyataan dilapangan seperti ini adanya. Maka dari itu, dengan adanya rekan media ini apa yang menjadi kekurangan sekolah bisa dibantu diinformasikan kepada Dinas Pendidikan atau Pemerintah Daerah, baik Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, atau Pemerintah Provinsi dan pusat, tentang masih kurangnya sarana prasarana sekolah di SMAN 1 Tirtajaya ini. Jadi jika dugaan pihak sekolah SMAN 1 Tirtajaya alergi wartawan itu tidak benar adanya. Maka hal ini perlu di luruskan demi terciptanya informasi yang benar-benar jelas. Justru kehadiran dari rekan-rekan salah satu jalan bagi kami untuk bisa mempublikasikan adanya sekolah disini," bebernya.

Ditempat terpisah, saat dimintai keterangannya, Sekjen Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Karawang H. Epul menyampaikan bahwa setiap sekolah diharapkan dapat berkolaborasi atau bermitra dengan rekan media, agar sekolah bisa dan punya ruang untuk mempromosikan setiap program sekolah. Sehingga masyarakat tahu, baik masyarakat sekitar maupun masyarakat luas bahwa setiap program sekolah itu butuh dipublikasikan dan juga bisa menjadi promosi sekolah," ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa hal tersebut bertujuan agar nantinya masyarakat tidak harus mencari sekolah lagi, karena banyak dipublikasikan melalui para media, baik itu media online, maupun media cetak dan juga media sosial.

"Kami dari MKKS Kabupaten Karawang selalu menyampaikan kepada seluruh sekolah, siapapun yang hadir ke sekolah, baik itu media atau lembaga, siapapun harus dilayani, karena kehadiran mereka pasti sangat membantu untuk mempromosikan sekolah," pungkasnya. (Rey/HR)*

IMG-20240119-WA0012

SDN Kertajaya 1 Butuh Perhatian Pemerintah

Kondisi SDN Kertajaya 1

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukamenak yang terletak di Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, sangat membutuhkan perhatian pemerintah setempat. Pasalnya, beberapa ruangan kelas SD tersebut sudah rusak bila hujan turun bocor dan sudah tidak layak lagi pergunakan untuk belajar mengajar.

Sedangkan halaman SDN Kertajaya 1 tersebut juga belum di paping blok dan belum di pagar, sehingga bila hujan turun, halaman sekolah tersebut becek dan juga sering kemalingan demikian di diungkapkan oleh Para Guru SDN Kertajaya 1 kepada media.

"Kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah, karena bila komite yang membangun pasang paping blok dan pagar diperoleh dari iuran wali murid, sebagian wali murid keberatan untuk nyumbang, sehingga saat sekarang ini halaman sekolah belum pasang paping blok/di Cor dan juga belum dipagar," ungkapnya.

Kepala Sekolah SDN Kertajaya 1  Dadan Kadarusman, S.pd., mengatakan, "Dengan belum dibangunnya pagar dan halaman sekolah di paping blok proses belajar mengajarnya belum aman dan nyaman, kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten agar dapat memprioritaskan bantuan untuk membangun fasilitas itu," pungkasnya. (Rey)*

IMG-20240119-WA0013

Kepsek SMK Negeri Jayakerta Harapkan Pemerintah dan Anggota Dewan Serius Membantu Pembangunan Sarpras

Kondisi SMA Negeri Jayakerta

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sarana prasarana pendidikan adalah salah satu hal sangat diperlukan bagi sekolah dalam melaksanakan kegiatan. Dengan sarana prasarana yang bagus dan baik akan membuat rasa aman dan nyaman bagi para peserta pendidik atau siswa dan siswi yang sedang melaksanakan pendidikan di sekolah.

Terkait dengan masih kurang nya sarana dan prasarana sekolah, Kepsek Deni SMK Jayakerta saat di kunjungi oleh awak media di kantor sekolah menyampaikan kepada awak media segala harapan nya terkait sarana prasarana sekolah yang belum terbangun kan.

Deni berharap pemerintah daerah kabupaten Karawang bisa mendorong ke pemerintah provinsi Jawa Barat atau juga pemerintah pusat realisasi pembangunan implacemen/pengecoran halaman sekolah yang masih beralas tanah dan beralas kerikil batu kecil di SMK Negeri Jayakerta ini. "Paparnya.

Selain harapannya ada pengecoran halaman sekolah, Deni pun berharap sekolah SMK Negeri Jayakerta bisa terbangun pagar sekolah serta pintu gerbang sekolah. pagar yang sudah ada ini sudah ambruk dan perlu perbaikan. Sehingga dengan adanya pagar sekolah, sekolahan akan terlihat rapih. Maka dari itu kami atas nama Kepala Sekolah SMKN Jayakerta berharap, kepada semua stakeholder terkait bisa membantu realisasi pembangunan sarana prasarana pendidikan di SMKN Jayakerta.

Lanjut Deni, "Pembangunan area parkir buat kendaraan roda empat dan roda dua pun kami berharap ada bantuan. Selama ini sekolah SMKN Jayakerta belum mempunyai area parkir untuk berteduh unit kendaraan. Seperti nampak terlihat sekarang kendaraan para siswa dan siswi termasuk kendaraan kendaraan para guru disini ya seperti ini terparkir di lapangan. waktunya panas kepanasan waktu musim penghujan kehujanan. karena belum adanya tempat untuk berteduh kendaraan," harapnya.

Selain kepada pemerintah dan Dinas Pendidikan kami pun berharap bantuan kepada para anggota dewan. baik dari DPRD Kabupaten Karawang, DPRD Provinsi Jawa Barat atau anggota DPR RI bidang pendidikan. Para anggota dewan bisa segera membantu realisasi pembangunan di SMKN Jayakerta yang masih banyak kelemahan dan kekurangan dari sarana dan prasarana yang ada.

"Karena baiknya sarana dan prasarana pendidikan adalah tanggung jawab bersama demi mencerdaskan anak bangsa. Siswa dan siswi sekolah adalah generasi penerus bangsa ini maka dari itu sudah seharusnya sarana dan prasarana pendidikan lebih di tingkatkan lagi demi terciptanya rasa aman, rasa nyaman dalam kegiatan belajar dan mengajar," pungkasnya. (Heri Pramika/Reynaldi)*

IMG-20240118-WA0014

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tirtajaya Diduga Alergi Terhadap Wartawan

Pintu masuk SMAN 1 Tirtajaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sesuai tugas dan fungsinya, profesi Jurnalis atau wartawan dalam menjalankan tugasnya mengacu pada undang-undang No. 40 tahun 1999, dimana isi didalamnya menerangkan dan mengatur tentang keberadaan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

Namun sayangnya, masih saja ada oknum yang seolah menyepelekan dan bahkan masih terkesan “alergi” dengan keberadaan wartawan atau terhadap profesi wartawan. Kamis (18/01/24).

Seperti yang dialami oleh salah satu awak media online Jendela Jurnalis / jendralnews.co.id yang bertugas di Kabupaten Karawang. Dimana saat hendak bersilahturahmi dan akan melakukan wawancara kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tirtajaya yang terletak di Desa Sumur Laban, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, dirinya malah mendapatkan perlakuan kurang bersahabat dari oknum di sekolah tersebut.

Bahkan, dalam perlakuannya pun terkesan menyepelekan tugas dan fungsi jurnalis dengan sikap oknum guru yang seolah acuh dan mengatakan bahwa Kepala Sekolah sedang tidak berada ditempat.

"Saya beberapa kali datang kesana untuk melakukan liputan seputar program dan kegiatan pembelajaran di sekolah itu, tapi beberapa kali juga upaya menemui kepseknya sangat sulit, selalu dibilang tidak ada sama oknum guru disana dengan sikap yang acuh dan tak bersahabat. Padahal kan tujuan saya positif dan sudah sesuai aturan dalam menjalankan tugas jurnalistik," ungkap Reynaldi yang merupakan salah satu Wartawan jendralnews.co.id.

Padahal, Reynaldi menegaskan bahwa tugas jurnalis merupakan pilar ke 4 (empat) dalam NKRI, yaitu sebagai penyalur sarana informasi publik bagi seluruh masyarakat Indonesia, dengan berlandaskan UU Pers No. 40 Tahun 1999, yang menjadi panduan awak media dalam menjalankan tugasnya.

Reynaldi yang tadinya berpikiran positif tentang kegiatan belajar mengajar di sekolah SMA NEGERI 1 Tirtajaya tersebut, namun setelah beberapa kali kedatangannya selalu tidak berhasil menemui Kepala Sekolahnya yang seolah keberadaannya ditutup-tutupi oleh Oknum disekolah tersebut.

"Saya kecewa, dan saya menjadi berpikiran negatif bahwa Kepala Sekolah sepertinya alergi dengan kedatangan Wartawan, malah seolah sedang menutupi sesuatu," tutupnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini dipublikasikan, Jendela Jurnalis masih belum berhasil mengonfirmasi Kepala Sekolah SMAN 1 Tirtajaya untuk diminta penjelasannya. (Nunu)*

IMG-20240113-WA0006

Senam Kesegaran Jasmani, Jadi Kegiatan Rutin Sabtu Pagi di SDN Kertasari 1

Kegiatan Senam SKJ di SDN Kertasari 1

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
SDN Kertasari 1 menggelar kegiatan yang rutin diadakan setiap hari Sabtu, yaitu senam pagi di Halaman Sekolah, dimana kegiatan tersebut merupakan salah satu komponen yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, diantaranya adalah faktor kesehatan warga sekolah (Peserta Didik, Kepala Sekolah, Guru, dan Penjaga sekolah). Sabtu (13/01/24).

Hal tersebut bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran yang sehat dan memberikan penyegaran pada seluruh komponen serta untuk mengembangkan bakat dan melatih siswa dalam berolahraga, SDN Kertasari 1 rutin melatih siswa untuk senam pagi.

Dalam pelaksanaan program ini, Sahro selaku guru Penjaskes dengan semangat memberikan dan membimbing peserta didik untuk melakukan senam pagi, hal ini selain membiasakan berolahraga juga mendidik peserta lebih disiplin dalam pembelajaran.

Secara bertahap, kegiatan ini akan melibatkan seluruh komponen sekolah, sehingga peserta didik, guru dan pimpinan sekolah terlibat aktif dalam kegiatan dan tentu saja memperoleh manfaat badan sehat.

Sementara itu, Karyadi selaku Kepala Sekolah SDN Kertasari 1 mengatakan bahwa senam rutin itu memang wajib diikuti seluruh siswa di madrasah. Menurutnya, selain melatih siswa agar menyukai olahraga senam, juga sebagai kegiatan positif yang bisa menyehatkan badan.

Ia juga menambahkan, bahwa olahraga senam memang terus dikembangkan agar semua anak mulai dari kelas 1- 6 harus mampu mengikuti gerakan Senam SKJ 2014.

"Mereka senang dengan olahraga ini, ya terkadang siswa melakukan senamnya sambil bercanda itu masih wajar namanya juga anak-anak," ungkapnya.

"Senam itu olahraga yang menyenangkan, semua siswa di sini seluruhnya wajib ikut senam seminggu satu kali," tambahnya.

Adapun senam yang biasa dipakai adalah Senam SKJ 2023, dan senam pagi biasanya diikuti oleh seluruh siswa dan guru sebelum dimulainya jam pelajaran. (Rey)*