Jendela Berita

IMG-20240829-WA0145

Dapatkan Bantuan Amphibious, Kades Ciparagejaya Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Karawang dan Dinas PUPR

Penurunan alat berat (insert : Kades Ciparagejaya)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dinas PUPR Kabupaten Karawang saat ini tengah melakukan upgrading untuk peralatan yang dimiliki, salah satunya ialah untuk penyediaan alat berat berupa Excavator Amphibious yang diperlukan untuk pengerukan di wilayah muara pantai dan pesisir.

Atas hal tersebut, Kepala Dinas PUPR bersama Bupati Karawang melakukan peninjauan uji coba penurunan atau pengoperasian untuk pertama kalinya alat yang baru dibeli tersebut dipergunakan. Kamis (29/8/24).

Dalam kunjungannya, Bupati Karawang menyempatkan untuk berbincang bersama staff bidang di Dinas PUPR Karawang seperti Bidang SDA dan Bagian Workshoop.

Bupati menjelaskan, pengadaan alat tersebut merupakan upaya pemerintah, agar kebutuhan dalam setiap pengerjaan pengerukan saluran maupun yang lainnya dapat terpenuhi dengan baik, khususnya dengan memiliki alat yang memadai untuk di medan sulit seperti di wilayah muara laut.

Sementara itu, H. Rusman selaku Kepala Dinas PUPR saat dimintai keterangannya menjelaskan bahwa alat tersebut merupakan pembelian baru. Bahkan, alat tersebut didatangkan langsung oleh pihak penjual lengkap dengan teknisinya.

"Itu beli baru, barangnya langsung dibawa ke sini dalam rangka uji coba perdana," ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa alat baru yang akan di uji coba tersebut diharapkan nantinya akan bermanfaat untuk keberlangsungan dan kelancaran aktifitas nelayan.

Langkah tersebut pun mendapatkan apresiasi dari Kabun, S.Pd.I., selaku Kepala Desa Ciparagejaya. Ketika diwawancarai Jendela Jurnalis, Ia mengaku sangat bersyukur atas apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah, khususnya oleh Bupati dan Dinas PUPR yang telah menghibahkan alat berat tersebut untuk ditempatkan di Ciparagejaya.

"Saya ucapkan terimakasih banyak, atas upaya pemerintah yang sudah memperhatikan dan merealisasikan apa yang selama ini menjadi harapan nelayan, terlebih atas permasalahan yang selama ini terjadi," ucapnya.

"Insya Allah, kami sebagai penerima manfaat dan penerima amanah, akan menjaga dengan sebaik-baiknya," tambahnya.

Kabun menerangkan, beberapa tahun ini aktifitas nelayan kerap kalo terganggu atas sering terjadinya pendangkalan di wilayah muara sungai Cibulan - Bulan, sehingga pengerukan sedimen harus lebih sering dilakukan. Dengan adanya alat yang akan selalu standby diwilayah tersebut, Ia berharap hal tersebut akan menjadi solusi terbaik untuk permasalahan pendangkalan. (Nunu)*

IMG-20240829-WA0068

Banjir Dukungan, Deklarasi untuk Pasangan Acep- Gina di Karangpawitan Dihadiri Ribuan Kader dan Relawan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pasanga bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Golkar dan PAN serta Partai Non Parlemen dipastikan akan mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawanghari ini Kamis, 29 Agustus 2024 .

Kehadiran mereka di KPU diperkirakan akan menarik perhatian besar, karena akan dikawal oleh 3 mantan Bupati Karawang serta seluruh pengurus, simpatisan, dan para relawan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Karawang.

Sejak diumumkan sebagai pasangan calon, Ajam dan Gina telah mendapatkan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Dukungan ini terlihat dari antusiasme para pendukung yang akan ikut mengiringi pendaftaran mereka.

Para pengurus partai, simpatisan, dan relawan telah berkoordinasi untuk mempersiapkan iring-iringan yang akan bergerak bersama-sama dari titik kumpul di Lapangan Karangpawitan Karawang

Iring-iringan ini tidak hanya menjadi simbol dukungan, tetapi juga wujud harapan besar dari masyarakat Karawang yang menginginkan keberlanjutan pembangunan dan perubahan positif di kabupaten Karawang.

Ajam dan Gina yang dikenal dengan visi dan program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat, bertekad untuk melanjutkan pengabdian mereka dengan semangat dan komitmen yang lebih kuat.

Proses pendaftaran di KPU Karawang ini menjadi momen penting bagi pasangan Ajam dan Gina dalam langkah awal mereka menuju kontestasi Pilkada 2024. Semua mata kini tertuju pada pasangan ini, yang diharapkan dapat membawa Kabupaten Karawang ke arah yang lebih baik di masa depan. (red)*

IMG-20240827-WA0087

Dukung Paslon Ajam – Gina, Tiga Mantan Bupati Karawang Turun Gunung

Kompilasi Foto 3 Mantan Bupati Karawang bersama Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Kontestasi Pilkada Karawang 2024 diprediksi bakal menarik dan membetot perhatian publik Karawang.
Pasalnya, selain terindikasi kuat hanya ada dua pasangan calon (paslon) yang head to head, yakni paslon H. Aep Syaepuloh-Maslani dan paslon Acep Jamhuri (Ajam)-Gina Fadlia Swara, ada sejumlah tokoh besar yang akan turun gunung untuk memenangkan paslon Ajam-Gina.

Tokoh besar yang dimaksud adalah tiga mantan Bupati Karawang yakni Dadang S Muchtar yang menjabat Bupati selama dua periode, 1996-2000 dan 2005-2010, H. Ade Swara menjabat Bupati periode 2010-2014 dan terakhir ada Cellica Nurrachadiana menjabat Bupati dua periode 2015-2020 dan 2020-2023.

Kehadiran dan support tiga mantan bupati tersebut disambut riang oleh anggota Badan Penyelidik dan Upaya Penyatuan Pemimpin Karawang (BPUPPK) Dadan Suhendarsyah.

“Tiga mantan Bupati Karawang yang kebetulan punya afiliasi kepada partai pengusung ataupun kedekatan personal dengan paslon Ajam-Gina tentu tak bisa dibantahkan bahwa mereka adalah sosok yang memiliki basis loyalis militan saat mereka bertanding dan bertandang di Pilkada sebelumnya,” ucap Dadan kepada media, Selasa (27/8/2024) siang.

Terlepas bahwa setiap pemimpin pasti ada sisi kekurangannya, kata Dadan, namun mereka tercatat meraih kemenangan dalam kontestasi politik. Jadi, pemilih saat ini pun bisa digarap dari berbagai segmen, sementara kekurangannya saling tutupi, sedangkan kelebihannya saling menyempurnakan dan melengkapi.

Dadan pun mengaku sangat optimis dengan adanya dukungan tiga mantan bupati maka paslon Ajam-Gina bisa menangkan kontestasi Pilkada Karawang 2024.

“Figur paslonnya laku di hati pemilih dan disempurnakan dengan kehadiran para mantan Bupati yang basis loyalisnya tak perlu diragukan lagi, mereka sudah terbukti dan teruji bukan sekedar klaim tanpa isi,” tutupnya. (red)*

IMG-20240825-WA0099

Resmi Diusung Partai Demokrat, Pasangan Acep Jamhuri – Gina Fadlia Swara Mantap Melaju di Pilkada Karawang 2024

Foto saat penyerahan surat dukungan dari DPP Partai Demokrat kepada Pasangan Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara sebagai kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang

Jendela Jurnalis JAKARTA - Partai Demokrat secara resmi memberikan dukungan kepada pasangan Drs. Acep Jamhuri, M.Si dan Gina Fadlia Swara sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang dalam Pilkada 2024. Penyerahan rekomendasi ini dilakukan pada Minggu, 25 Agustus 2024, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jl. Proklamasi No. 41, Pegangsaan, Jakarta Pusat.

Acara ini dihadiri langsung oleh Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara yang didampingi oleh mantan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, serta Ketua DPC Partai Demokrat Karawang, Pendi Anwar. Selain itu, sejumlah kader Partai Demokrat juga turut hadir untuk memberikan dukungan moral bagi pasangan calon yang diusung.

Dalam kesempatan tersebut, Partai Demokrat menegaskan komitmennya untuk mendukung Acep-Gina dalam upaya meraih kemenangan pada Pilkada Karawang yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.

Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat Kabupaten Karawang untuk memilih pasangan tersebut sebagai pemimpin mereka di masa depan.

Ketua DPC Partai Demokrat Karawang, Pendi Anwar, menyampaikan bahwa pasangan Acep-Gina memiliki rekam jejak yang mumpuni dan visi yang jelas untuk memajukan Karawang.

"Kami yakin pasangan ini mampu membawa perubahan positif dan menjawab tantangan pembangunan di Karawang," ujarnya.

Dengan dukungan resmi dari Partai Demokrat, Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara kini semakin siap untuk berkampanye dan menyampaikan program-program unggulan mereka kepada masyarakat Karawang.

Pasangan ini bertekad untuk membawa Karawang ke arah yang lebih baik dengan fokus pada pembangunan yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (red)*

IMG-20240819-WA0040

Kunjungi Desa Tegalurung, BP3MI Jabar bersama Kawan PMI Karawang Fasilitasi Purna PMI di Cilamaya Kulon untuk Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

Petugas BP3MI dan Ketua Kawan PMI Karawang bersama Kepala Desa Tegalurung

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangka melakukan pembinaan terhadap Purna PMI (Pekerja Migran Indonesia), BP3MI (Balai Pelaksana Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Provinsi Jawa Barat bersama Kawan PMI (Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia) Kabupaten Karawang kini tengah mempersiapkan program pelatihan kewirausahaan. Senin (19/8/24).

Hal tersebut sebagaimana yang dilakunan oleh Ferdy Ramadhan, S.M., dan Bella Suci Pertiwi, S.E., selaku Petugas dari BP3MI Jawa Barat bersama Kawan PMI Karawang. Yang dimana hari ini mereka tengah melakukan kunjungan ke Kantor Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

Dalam kunjungannya, puluhan Purna PMI asal Kecamatan Cilamaya Kulon dikumpulkan di Aula atau Gedung Serba Guna Desa Tegalurung, untuk dilakukan validasi dan seleksi, guna dapat mengikuti kegiatan pelatihan kewirausahaan yang akan diselenggarakan pada September mendatang.

Adapun untuk pelatihannya, Bella Suci Pertiwi, S.E., menerangkan bahwa untuk mengikuti pelatihan, nantinya akan diseleksi, karena kuota peserta untuk peserta pelatihan hanya untuk 20 orang saja. Maka dari itu, dilakukanlah seleksi sesuai kriteria yang dimaksud.

"Untuk pelatihannya nanti kita akan laksanakan Bulan September, dan akan berjalan selama 4 hari," terangnya.

Pengurus Kawan PMI Karawang saat memberikan sosialisasi kepada calon peserta kewirausahaan

Sementara itu, H. Ahmad Fanani, S.Pd., dalam kesempatannya mengungkapkan bahwa atas digelarnya program pelatihan tersebut, semoga bisa memberikan dampak dan manfaat yang positif untuk para Purna PMI.

"Semoga dengan adanya pelatihan kewirausahaan ini, bisa memberikan dampat dan manfaat yang positif untuk Ibu dan Bapak sebagai Purna PMI," ungkapnya.

Selain itu, Ia juga mengucapkan rasa terimakasihnya terhadap Pemerintahan Desa Tegalurung yang telah bersedia memberikan fasilitas gedung serba guna yang belum lama ini selesai dibangun tersebut dipergunakan untuk tempat seleksi maupun tempat penyelenggaraan pelatihan nantinya.

"Saya ucapkan banyak terimakasih juga untuk Pemdes khususnya Kades Tegalurung yang telah memfasilitasi seleksi ini, dengan mengizinkan gedung serba guna ini untuk berjalannya kegiatan kami," tambahnya.

Menanggapi adanya program pelatihan tersebut, Toto Nur Anwari selaku Kepala Desa Tegalurung mengaku sangat mengapresiasi langkah BP3MI dengan Kawan PMI Karawang tersebut. Menurutnya, Purna PMI memang harus dibekali dengan keterampilan, agar mereka dapat mandiri dengan berwirausaha.

Lebih lanjut, atas dipergunakannya gedung serba guna yang belum lama selesai dibangun tersebut, Ia mengaku sangan bersyukur, karena meskipun gedung tersebut belum 100 % rampung, akan tetapi sudah memiliki nilai manfaat untuk warga sekitar, khususnya untuk warga di Kecamatan Cilamaya Kulon.

Adapun dalam penggunaanny, Ia mengatakan bahwa dengan adanya gedung tersebut, pihaknya akan selalu terbuka untuk memfasilitasi kegiatan apapun yang memiliki nilai positif dari intansi-intansi, baik dari luar daerah maupun dari tingkat provinsi, kabupaten dan kecamatan, sehingga asas manfaat dari adanya gedung tersebut pun terpenuhi sesuai ketentuannya.

"Mungkin kedepannya fasilitas gedung serba guna akan lebih dimantapkan lagi," pungkasnya. (Nunu)*

IMG-20240816-WA0032

Ratusan Pelajar SD dan TK Meriahkan Karnaval HUT RI Ke-79 di Aceh Barat

Perayaan Karnaval HUT RI ke-79 di Halaman Kantor Bupati Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) turut memeriahkan karnaval dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-79 di Aceh Barat. Acara karnaval yang penuh warna dan semangat nasionalisme ini dilepas langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Drs. Mahdi Efendi, di halaman Kantor Bupati setempat pada pagi hari ini. Jumat (16/08/2024).

Karnaval ini menjadi ajang bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas mereka dalam beragam kostum bertemakan kemerdekaan, mulai dari pakaian adat nusantara hingga kostum pahlawan nasional. Antusiasme para peserta dan masyarakat yang menyaksikan terlihat sangat tinggi, menjadikan suasana semakin meriah.

Pj Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta dan pihak sekolah yang telah berpartisipasi dalam acara ini. Beliau juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai patriotisme dan kebangsaan kepada generasi muda sejak dini.

“Karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak kita untuk mengenal lebih dalam sejarah perjuangan bangsa. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan setiap tahunnya,” ujar Mahdi Efendi.

Acara karnaval ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-79. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda dan seluruh masyarakat, pungkas Mahdi. (Muhibbul)*

IMG-20240816-WA0031

Ketuai ICK, H. Acep Kusnadi Siapkan Program Inovatif untuk Lima Tahun Kedepan

Foto jajaran pengurus ICK bersama Bupati Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pengurus Islamic Center Karawang (ICK) periode 2024-2029 resmi dikukuhkan oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh di Aula Husni Hamid, Kamis (15/8/2024). Tampak sejumlah pimpinan OPD Karawang hadiri pengukuhan tersebut.

ICK kini dikomandoi oleh H. Acep Kusnadi, sedangkan H. Rafiudin Firdaus yang sebelumnya jadi ketua kini menjabat sebagai sekretaris, H. Asep Irawan Syafei duduk sebagai wakil sekretaris dan Andri Andriansyah diamanahi jabat bendahara.

H. Acep dalam perbincangannya dengan Wartawan di Sekretariat ICK pada Jumat (16/8/2024), menyampaikan, dalam lima tahun kedepan ada banyak PR yang mesti dibereskan olehnya bersama pengurus lainnya, baik dalam hal fisik bangunan (sarana prasarana) dan program syiar Islam.

“Tempo lima tahun kedepan, selain akan membenahi manajerial, kami akan urusi hal yang sederhana, yakni soal kebersihan lingkungan ICK,” ucapnya.

Ia memaparkan, lingkungan area ICK harus bersih dari sampah-sampah sehingga ICK tampak asri enak dipandang oleh publik. Begitu juga dalam hal keamanan dan kenyamanan.

“Masjid Al-Jihad harus ditata lebih rapi juga, sebentar lagi datang musim hujan para jamaah masjid tidak boleh terganggu dengan hal itu,” ucapnya.

Ia juga menyoroti persoalan area ICK yang masih terlihat genangan air ketika datang musim hujan.

“Kami akan perbaiki drainase. Apakah akan dibiarkan seperti dahulu kan tidak mungkin, perbaikan dan peningkatan drainase supaya tidak terjadi banjir ketika hujan, terjadinya genangan air di area ICK itu kan disebabkan aliran drainase tersendat oleh sampah,” ungkapnya.

Pihaknya pun akan lakukan penataan parkir di area ICK. Lokasi untuk motor atau kendaraan roda dua (R2) tentunya dibedakan tripnya dan dipisahkan dengan kendaraan mobil.

"Nanti ada petunjuk tidak disatukan parkir motor dan mobil. Kami tidak akan memungut uang parkir. Parkir free hanya saja ada kotak infak," ujarnya.

“Tiga hal itu saja dahulu yang diprioritaskan, sementara bidang-bidang lain sedang diformulasikan oleh pengurus lainnya, mereka diberikan keluasaan untuk improvisasi dan inovasi membuat program demi kemajuan ICK,” timpal pensiunan Kementerian Agama ini.

Mengawali tuganya sebagai Ketua ICK, H. Acep mengutip filosofi pernyataan mantan Presiden AS Bill Clinton dan Wapres Algore ‘Let’s work together and star with little success’.

“Marilah kita bekerja bersama-sama dan mulailah dengan kesuksesan yang kecil. Kesuksesan yang besar apapun bentuknya harus dimulai dengan hal-hal yang kecil dahulu supaya ada tahapan seperti Pak Harto pimpin negeri dengan konsep Repelita menjadi Pelita,” ujarnya.

H. Acep optimis dengan SDM-SDM yang menjadi pengurus ICK mumpuni untuk membangun peradaban Islam, khususnya masjid di Islamic Center menjadi pilot project bagi masjid lainnya.

Untuk menjadi pusat peradaban Islam di Karawang, pihaknya akan berkolaborasi dengan MUI dalam hal labelisasi makanan (produk) halal agar masyarakat bisa bedakan mana halal dan haram.

“Seperti halnya di Chulalongkorn University di Thailand, semua produk halal haram di Thailand ditayangkan disana dan mereka bekerjasama dengan MUI, saya pernah ke sana dan itu akan dicoba Kerjasama dengan MUI dan pihak lainya,” tandasnya.

Dalam hal penentuan 1 Ramadhan, 1 Syawal ddan 1 Muharram, ICK akan bekerjasama dengan Badan Hisab Rukyat (BHR) Karawang.

“Diharapkan ICK jadi tempat persatuan umat Islam, karena pengurus ICK ada perwakilan dari pelbagai ormas Islam, ada yang dari NU, Muhammadiyah, Persis ada, juga Mathlaul Anwar juga ada,” tuturnya.

Ia berharap juga impiannya ada hotel atau penginapan syariah berkapasitas 500 di area ICK bisa terwujud.

“Sehingga ketika musim haji tiba, para jamaah haji bisa istirahat dengan aman dan nyaman di situ. Kami sudah diberikan kebebasan oleh Bupati H. Aep Syaepuloh untuk jalankan program pada waktu pelantikan kemarin,” tutupnya. (red)*

IMG-20240814-WA0040

Merasa Kecewa Lantaran Sering Kebanjiran, Warga dan Kepsek SDN Batujaya lll Sebut Kades Batujaya Tak Penuhi Janji

Foto halaman SDN Batujaya lll (insert kondisi saat banjir)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Gedung sekolah SDN Batujaya lll (3) yang beralamat di Blok Kampung Mede RT 06/02, Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang Jawa Barat, kini kondisinya sudah terlihat memprihatinkan. Rabu (14/8/24).

Pasalnya, halaman dan gedung sekolah tersebut selalu mengalami kebanjiran walau bukan dalam musim penghujan, apalagi jika musim penghujan tiba, genangan air bisa menggenangi area tersebut dalam kurun waktu yang lama, bisa sekitar 5 hingga 6 bulan lamanya.

Hal tersebut dikatakan oleh warga Kampung Blok Mede, Dusun Batujaya, RT 06/02, yang namanya enggan untuk dipublikasikan. Dirinya mengatakan bahwa selain area sekolah, banjir juga menggenangi lingkungan penduduk disekitar area tersebut.

"Benar Pak, disini setiap tahunnya selalu mengalami banjir, dan kalau sudah kebanjiran itu memakan waktu cukup lama, bisa 5 bulan bahkan sampai 6 bulan, termasuk semua rumah warga disini juga ikut kebanjiran. Tapi kalau sekarang mah sudah ga lagi, itu saya bicara di saat banjir," ujar salah seorang warga tersebut seraya menunjukan foto saat lingkungan tersebut tergenang air.

Foto kondisi saat banjir (sumber: warga)

Terpisah, Jendela Jurnalis berupaya untuk meminta keterangan dari Suhendi, S.Pd., selaku Kepala Sekolah. Saat ditemui langsung dikantornya dan ditanyakan mengenai hal tersebut, Ia pun membenarkan apa yang dikatakan masyarakat sekitar tersebut.

"Apa yang dikatakan warga yang rumahnya tidak jauh dari sekolah ini itu benar dan apa adanya, ini bukan rekayasa, ini fakta," timpalnya.

Ia menjelaskan, bahwa sebelumnya pernah ada orang dari pihak desa datang ke sekolah membawa kabar gembira, dimana kedatangannya itu untuk memberitahukan bahwa akan dilakukan pengajuan untuk pengecoran halaman sekolah.

Saat itu, Kepala Sekolah diminta untuk membuat surat izin dari pihak Korwilcambidik setempat, dan hal tersebut sudah ditempuh, hingga akhirnya ada Bu Kades yang datang kerumahnya, dengan tujuan untuk membahas kaitan sekolah. Namun, hingga saat ini tidak ada realisasi, hingga pihak sekolah dan masyarakat sekitar merasa dibohongi.

"Nah, setelah itu sampe sekarang saya dan dewan guru merasa dibohongi, dan disini yang dibohongi itu bukan hanya pihak sekolah aja, tapi masyarakatnya pun dibohongi," sesalnya.

"Memang benar, Kepala Desa adalah sebagai pengguna anggaran, kalau memang ada perubahan kah harusnya bilang, masa seorang Kepala Desa gak faham? ini kan ga masuk akal," tambahnya.

Suhendi juga meyinggung bahwa seharusnya Kepala Desa jangan menjanjikan dan jangan mendatangi rumahnya jika hanya untuk memberikan angin segar saja. Karena hal tersebut yang kini menjadi persoalan, karena waktu mendatangi rumahanya, Kepala Desa datang bersama 3 orang staff desanya.

"Ini yang menjadi persoalan. Padahal, yang datang padat saat itu ke rumah saya Bu Kadesnya langsung dikawal 3 perangkat Desa. Maksudnya apa? Kalau begini saya merasa dibohongi," tutup Suhendi, S.Pd., dengan nada kecewa. (Team JJ)*

IMG-20240811-WA0086

Disambut Baik LASQN, Pelantikan PWI Laskar Sabilillah Kabupaten Karawang Diselengarakan di Situs Budaya Makam Syekh Quro

Foto KH. Abbas Billy Yachsy, Ketum PWI Laskar Sabilillah saat memberikan sambutan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Organisasi Perjuangan Wali Songo Indonesia (PWI) Laskar Sabilillah, merupakan organisasi umat Islam di Indonesia yang salah satu tugasnya mengawal para Trah Wali Songo atau Kiai Nusantara, termasuk saat menyampaikan argumentasi di muka umum atau berceramah.

PWI Laskar Sabilillah sendiri mempunyai ketua umum yaitu KH. Abbas Billy Yachsy, sekaligus sebagai pimpinan pondok pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat.

Sebagai salah satu bukti berkembangnya organisasi PWI Laskar Sabilillah di Nusantara, kini organisasi PWI Laskar Sabilillah telah dibentuk kepengurusan baru di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang diketuai oleh Gus Jati, untuk masa jabatan 2024-2029.

Hal itu dibuktikan dengan digelarnya acara pelantikan pengurus daerah organisasi PWI Laskar Sabilillah Kabupaten Karawang, bertempat di Situs Budaya Makam Syekh Quro, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Minggu (12/8/2024) malam.

Ahmad Tosin, selaku ketua panitia pelaksana pelantikan pengurus daerah organisasi PWI Laskar Sabilillah Kabupaten Karawang, mengungkapkan bahwa dipilihnya Situs Budaya Makam Syekh Quro, menjadi tempat gelaran acara karena cikal bakal peradaban Islam di Nusantara yaitu dimulai oleh Syekh Quro.

"PWI hadir untuk menyatukan tekad dan menyatukan visi untuk meluruskan sejarah dan perjuangan Wali Songo, dan peradaban Islam di Nusantara berawal dari Syekh Quro yang Makamnya ada di Desa Pulokalapa ini," ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya mengucapkan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan memberikan dukungan atas terselenggaranya acara pelantikan tersebut.

"Kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini. Mohon maaf sebesar besarnya jika jamuan yang kami suguhkan dirasa kurang memuaskan," ucapnya.

Foto jajaran kepanitiaan saat memberikan sambutan dan laporan kegiatan

Sementara itu, Entis Sutisna selaku ketua organisasi Laskar Agung Syekh Quro Nusantara (LASQN), dimana organisasi tersebut merupakan pendukung utama gelaran acara, dalam sambutannya menegaskan bahwa Makam Syekh Quro, benar adanya di Pulobata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang.

“Kami atas nama LASQN mempersilahkan siapapun yang akan melakukan ziarah ke Makam Syekh Quro. Di sinilah awal perkembangan ajaran Islam yang dibawa oleh Syekh Quro. Kami tidak ridho jika ada pihak yang menyatakan bahwa Makam Syekh Quro selain di sini. Di Pulobata inilah Makam Syekh Quro berada. Kami LASQN siap berjuang dan mempertanggungjawabkan bahwa benar Makam Syekh Quro ada di Pulobata Desa Pulokalapa," tegasnya.

Diketahui, acara pelantikan pengurus daerah organisasi PWI Laskar Sabilillah Kabupaten Karawang, dihadiri oleh KH. Abbas Billy Yachsy, KH. Junaedi Albaghdadi (Romo) dan juga menghadirkan penceramah KH. Imaduddin. Acara dikawal ketat oleh pihak Kepolisian dan TNI, agar acara tersebut berjalan tetap kondusif.

Foto saat LASQN membawa Bendera Merah Putih sepanjang 50 meter dengan lebar 4 meter

Selain itu, sebelum dilaksanakan prosesi pelantikan pengurus daerah PWI dan Laskar Sabilillah Kabupaten Karawang, turut dimeriahkan dengan pengibaran bendera Merah Putih Raksasa dengan ukuran panjang 50 meter dan lebar 4 meter yang dipersembahkan oleh LASQN selaku tuan rumah. (HNW/NN)*

IMG-20240804-WA0059

Pertahankan Tradisi, Pemkab Aceh Barat Gelar Lomba Perahu Dayung Tradisional Meriahkan HUT RI ke-79

Panitia Lomba Dayung

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT – Dalam rangka menyemarakkan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-79, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan menggelar lomba perahu dayung tradisional dan perahu kuno tingkat kabupaten.

Acara yang dihelat pada 17 Agustus 2024 ini akan berlangsung di Tugu Kupiah Meukutop Batu Putih, Kawasan Sungai Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh.

Ketua Harian Pelaksana Lomba Dayung Aceh Barat, Musparuddin, Minggu (4/8/2024), mengungkapkan bahwa lomba dayung merupakan salah satu acara inti dalam rangkaian perayaan HUT RI kali ini.

“Lomba dayung ini adalah kegiatan utama tingkat kabupaten. Kami mengundang peserta dari seluruh perwakilan kecamatan, instansi pemerintah, panglima laot lhok, dan ormas,” ujarnya.

Event ini tidak hanya menawarkan kompetisi yang seru, tetapi juga akan menyediakan hadiah uang tunai serta tropi bagi pemenang. Selain itu, panitia juga menyiapkan piala bergilir yang akan diperebutkan setiap tahun sebagai bentuk upaya untuk membudayakan tradisi dan melestarikan budaya lokal.

Kegiatan lomba perahu dayung ini bertujuan untuk memelihara dan menjaga tradisi masyarakat pesisir yang merupakan bagian penting dari budaya lokal.

“Kami berharap melalui lomba ini, tradisi masyarakat pesisir dapat terus dilestarikan dan semakin baik ke depannya,” tambah Musparuddin.

Tak hanya lomba perahu dayung, rangkaian acara HUT RI di Aceh Barat akan diisi dengan berbagai kegiatan hiburan rakyat di setiap kecamatan dan desa. Ini diharapkan dapat menambah kemeriahan perayaan dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta dan masyarakat.

Panitia saat ini tengah mempersiapkan acara dengan cermat untuk memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai rencana. Musparuddin berharap semua persiapan dan pelaksanaan acara dapat berlangsung dengan sukses dan lancar. “Kami berharap lomba perahu dayung ini dapat berlangsung dengan sukses dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi semua pihak,” tutup Musparuddin.

Dengan antusiasme yang tinggi dari berbagai kalangan, lomba perahu dayung ini diharapkan menjadi salah satu highlight dalam perayaan HUT RI ke-79 di Aceh Barat dan turut memperkuat rasa kebersamaan serta cinta terhadap budaya lokal. (Muhibbul Jamil)*