admin

IMG-20231109-WA0025

Sagoe Partai Aceh Meurebo Pusatkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meuligoe Tgk. Ubiet Daod

Panitia peringatan Maulid Nabi

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
Tradisi di Aceh dalam memuliakan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW hal yang harus dilakukan secara mandiri dan kelompok, hal ini juga dilakukan oleh pimpinan komisi A DPRK Aceh Barat T. Muhammad Arfan bersama warga dengan kegiatan malam harinya melalui ceramah Agama yang digelar di Meuligoe Teuku Ubiet Daud Gampong Pacok Reduep Meulaboh, Rabu (08/11/2023).

"Alhamdulillah sebagai rasa syukur serta tanda hormat kami kepada Rasulullah maka kegiatan ini kita buat agar anak cucu terus berakhlak kharimah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," ucap Ketua Dewan Pimpinan Sagoe Meureubo, T Muhammad Arfan kepada Jendela Jurnalis.

Selain itu, momentum peringatan Maulid Nabi juga bertujuan sebagai ajang silahturahmi dan peningkatan ukhuwah islamiah serta adanya edukasi keagamaan untuk peningkatan keimanan kepada Allah SWT, agar terciptanya rasa bersyukur atas nikmat yang diberikan saat ini.

"Kita bersyukur terlahir dalam islam, serta budaya kita juga kental dengan keislaman maka ini terus kita galakkan dan kita rawat agar dalam kehidupan kita selalu mengandung keberkahan dan perlindungan Allah SWT," tuturnya.

Pada Maulid tersebut, Tgk H. Mulyadi M. Jamil selaku pimpinan Dayah Sirajul Muna Kota Lhokseumawe Aceh menjadi pengisi acara ceramah isalami

Dalam dakwahnya, Ia mengisahkan tentang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW dan penguatan keimanan umat Islam untuk terus melakukan ibadah dalam meningkatkan ketaatan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Walaupuj sempat diguyur hujan, namun acara tetap berjalan dengan tertib dan jamaah tetap hadir dan tetap khidmat menyimak ceramah yang di sampaikan oleh Da'i dari kota Lhokseumawe tersebut. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20231108-WA0035

Terkait Dugaan Mark Up Anggaran Pembelian Mobil Ambulan di Desa Sindangsari, Ketua LSM Lidik Desak Kejaksaan Lakukan Pemeriksaan

Suhanta Perdana, Ketua LSM Lidik Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Ketua LSM Lidik Karawang, Suhanta meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang melakukan pemeriksaan Kepala Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, terkait anggaran DD tahap 2 tahun 2023 pembelian mobil ambulan.

Pemeriksaan terhadap Kepala Desa Sindangsari tersebut lantaran diketahui bahwa dalam pembelanjaan desa terkait pembelian ambulance diduga keras adanya Mark Up anggaran.

"Soal belanja desa Ambulance yang terindikasi adanya penggelembungan harga yang tidak sesuai dengan harga pasaran, maka kami minta Kejaksaan Karawang, melakukan pemeriksaan RAPBdesanya," tutur Suhanta. Rabu (8/11/2023).

Dijelaskan Suhanta, dugaan adanya Mark up itu diketahui setelah dirinya melihat Dokumen Dana Desa Sindangdari TA 2023 bahwa pagu pengadaan mobil ambulance type Wuling sebesar Rp 280 juta.

"Setelah saya melihat Dokumen Dana Desa tahap 2 Ta 2023 pengadaan mobil ambulance type Wuling desa Sindangsari, saya sangat terkejut dengan pagu anggaran Rp 280 juta," ujar Suhanta.

Menurut Ketua LSM Lidik, Suhanta. Pihaknya akan membuat laporan, sebelumnya itu bertujuan agar penggunaan atau pun alokasi dana desa di Kabupaten Karawang ini tidak main–main.

"Agar alokasi dana tidak asal digunakan saja sehingga banyak sekali penyelewengan seperti banyaknya pemberitaan media. Dan agar menjadi perhatian Bupati, DPMPD, Inspektorat, bukan sekedar menggugurkan kewajiban pekerjaan saja," tutupnya. (red)*

IMG-20231108-WA0028(1)

Amblasnya Pekerjaan Jembatan di Kecamatan Cibuaya Diduga Terjadi Akibat Struktur Tanah Dasar Sungai Yang Labil dan Adanya Palung Yang Tak Terdeteksi

Kondisi pekerjaan sebelum amblas (insert: foto pelaksana)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Baru-baru ini, masyarakat di Dusun Neglasari RT/RW 02/04, Desa Sadari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang dihebohkan dengan adanya pekerjaan pembangunan jembatan yang ambruk sebelum pekerjaan tersebut selesai. Senin (6/11/2023).

Berdasar keterangan Hendra selaku pihak pelaksana dari CV. Jaya Alfa Rizky, dirinya menyebutkan bahwa hal tersebut terjadi diluar kendali dan bersifat "force majeure" dikarenakan kemungkinan adanya palung yang cukup dalam dan diduga tidak terdeteksi yang secara kebetulan berada tepat di posisi tiang, hingga menyebabkan amblasnya tiang penyangga jembatan secara tidak terduga. Selain itu, diduga juga terjadi akibat kondisi struktur tanah yang labil dipermukaan dasar sungai.

Selain itu, ketika disinggung terkait mekanisme dalam pengerjaannya, Hendra menerangkan bahwa dirinya sudah mengikuti RAB yang dikeluarkan oleh pihak Dinas dan selalu berkoordinasi dengan pihak bagian pengawasan selama berjalannya pekerjaan tersebut.

"Kalo dalam teknis pekerjaan, selama ini kita sudah ikuti sesuai dengan RAB dan selalu intens berkomunikasi dengan pihak pengawas selama proses pengerjaannya. Tapi, yang namanya musibah kan kita gak ada yang tahu. Untung saja ini masih tahap pengerjaan, kalo ambruknya setelah digunakan masyarakat kan kasihan, takut malah membahayakan masyarakat nantinya," terangnya kepada Jendela Jurnalis. Selasa (7/11/2023).

Lebih lanjut, dirinya mengaku bahwa ambruknya pekerjaan jembatan tersebut sepenuhnya telah menjadi tanggungjawab pihak pelaksana. Terlebih, selama ini belum ada pembayaran yang ia terima dengan ketentuan bahwa dalam hal tersebut tidak ada kerugian negara.

Sementara itu, pihak pengawas Dinas PUPR yang berinisial S saat dimintai keterangan seputar adanya kejadian tersebut, dirinya menjelaskan bahwa semua pihak terkait pembangunan jembatan tersebut sudah bekerja sesuai dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

"Semua sudah berbuat semaksimal mungkin dan bertugas sesuai fungsinya masing-masing. Ini musibah, tapi alhamdulillah pihak pelaksana siap bertanggungjawab untuk menyelesaikan jembatan yg diinginkan oleh masyarakat sekitar tersebut," jelasnya saat dikonfirmasi Jendela Jurnalis melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp. Rabu (8/11/2023).

Atas kejadian tersebut, S juga berharap agar dengan adanya kejadian tersebut dapat segera tertangani dengan baik dan dijadikan bahan evaluasi agar kedepannya tidak terulang lagi kejadian serupa. (NN)*

IMG-20231106-WA00231

Cegah Kemacetan Aktifitas Pagi Hari, Satlantas Aceh Barat Berlakukan Strong Point

Personel Satlantas Polres Aceh Barat saat melakukan pengaturan lalulintas

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
Sat Lantas Polres Polres Aceh Barat laksanakan pengaturan arus lalulintas untuk mencegah kemacetan dan lakalantas dipagi hari, Senin, (06/11/2024) pukul 07.00 Wib.

Kegiatan Pengaturan Pagi ini dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Aceh Barat Iptu Mardiyansyah dan Personil Sat Lantas Polres Aceh Barat.

Kapolres Polres Aceh Barat AKBP Andi Kirana S.I.K., M.H, melalui Kasat Lantas Polres Polres Aceh Barat saat dikonfirmasi mengatakan, “Untuk membuat masyarakat kota Meulaboh agar nyaman dan aman saat berkendara.

"Padatnya arus lalulintas kendaraan saat dipagi hari Sat Lantas Polres Aceh Barat hadir ditengah masyarakat kota Meulaboh untuk kelancaran perjalanan warga.

Lanjut Kasat, “Giat ini juga termasuk upaya Sat lantas Polres Aceh Barat menghindari lakalantas agar terciptanya situasi Kamseltibcarlantas.

Adapun sasaran lokasi giat penggal Jalan dan persimpangan yang ada di kota meulaboh meliputi  jalan Nasional, Jalan Manekroo, Jalan Gajah Mada, serta jalan lainnya yang ada di kota meulaboh yang memiliki potensi kemacetan . “tambah kasat.

Kegiatan ini untuk terciptanya situasi Kamseltibcarlantas yang kondusif, menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas diwilayah hukum Polres Aceh Barat. Tutupnya.
(Muhibbul Jamil)*

IMG-20231105-WA0045

Miris! Kondisi Alun-Alun Karawang Sudah Kumuh dan Acak-Acakan, Padahal Baru Diresmikan Dua Hari Lalu

Kondisi terkini Alun-Alun yang tampak kumuh

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Alun-Alun Karawang yang terletak berdampingan dengan Masjid Agung baru saja diresmikan oleh Pemprov Jawa Barat pada Jumat (3/11/2023), tetapi baru diresmikan dua hari kini kondisinya sudah tampak kumuh dan acak-acakan.

Berdasarkan pantauan media, tampak halaman atas dekat kolam kecil alun-alun terlihat kotor dengan bercakan tanah melumpuri lantai sehingga merusak pemandangan.

Kolam kecil yang paska peresmian dipakai renang oleh pengunjung, pun kini masih terlihat sejumlah pengunjung turun ke kolam tersebut meski sekedar cuci kaki.

Acak-acakan alun-alun tersebut makin terlihat ketika sejumlah pengunjung melakukan aksi perosotan di atas rumput sintetis sehingga rumput sintetis pun rusak terkelupas.

Rumput sintetis yang terlihat berantakan dan terkelupas

Melihat kondisi acak-acakan Alun-Alun Karawang yang telah menelan anggaran hampir Rp17 miliar itu, bikin prihatin sejumlah pengunjung.

Di antaranya disampaikan pengunjung dari Kelurahan Mekarjati Kecamatan Karawang Barat, Farida. Ia mengaku miris saat melihat kondisi Alun-Alun Karawang yang semrawut dan tampak kumuh.

“Saya kira tadinya Alun-Alun Karawang kondisinya bagus sehingga enak buat refreshing bersama keluarga, tapi lihat kondisi seperti ini ya enggak jadi refreshingnya. Kita enggak nyaman lihat kondisi seperti ini, sayangnya tidak ada pengawasan dari pemerintah setempat,” ujarnya.

Ia meminta kepada pemerintah setempat agar melakuan pengawasan Alun-Alun Karawang biar selalu terlihat rapi dan enak dipandang sehingga cocok buat lokasi refreshing bagi keluarga.

“Coba kasih marka atau arahan, misalkan ada tulisan dilarang turun ke kolam, dilarang main perosotan di atas rumput sintetis, biar masyarakat tahu dan ngerti,” tutupnya. (red)*

IMG-20231105-WA0035

Dukung Palestina Lawan Agresi Israel, KSPK Lakukan Penggalangan Satu Juta Tanda Tangan

Foto aksi penggalangan tanda tangan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Sejumlah puluhan masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Solidaritas Palestina Karawang (KSPK) melakukan aksi satu juta tanda tangan peduli mendukung Palestina melawan agresi (penjajahan) Israel di bunderan Galuhmas Karawang, Minggu (5/11/2023).

Dalam momen bertepatan dengan adara Car Free Day itu, mereka menyapa dengan ramah kepada setiap warga yang melintasinya untuk turut serta partisipasi membubuhkan tanda tangan di atas kain putih.

“Kalau kita tidak bisa bantu Palestina dalam bentuk tenaga dan materi, setidaknya kita dukung Palestina dengan dukungan moril melalui tanda tangan sebagai bentuk solidaritas atas nama kemanusiaan,” kata Ketua KSPK, Junaedi.

Tempat yang sama, Korlap Aksi Arif Budiman, mengatakan, untuk peduli Palestina seseorang tidak perlu menjadi muslim, bahkan tak perlu menjadi apapun, cukup menjadi manusia Indonesia seutuhnya pastilah akan terpanggil untuk mendukung kemerdekaan Palestina atas penjajahan Israel.

“Sekecil apapun dukungan kita, insyaAllah tidak akan sia-sia. Kenap cukup jadi manusia Indonesia, karena dalam Pembukaan UUD1945 secara tegas dinyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan. Gerakan kecil ini dimaksudkan dalam kerangka itu,” ujarnya.

Ia menegaskan, aksi ini merupakan bentuk penentangan keras penjajahan Israel atas Palestina dan mengecam keras politik apartheid, genosida dan holocaust serta terorisme yang terus dilakukan Israel.

“Hal ini adalah demi kemanusiaan perdamaian dan keadilan seutuhnya. Semoga Palestina segera mendapat haknya atas bangsa dan negara yang berdaulat seutuhnya,” tutupnya. (red)*

IMG-20230529-WA0078

Ketua Peradi Kecam Aksi Premanisme Depan PN Karawang dan Desak Tangkap Pelaku

Asep Agustian, S.H., M.H., (Ketua DPC Peradi Karawang)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Dewan Pimpinan Cabang Perhimbunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Kabupaten Karawang mengecam tindakan aksi premanisme terhadap anggotanya di depan Pengadilan Negeri Karawang pada Kamis (2/11/2023).

Diketahui, aksi pengeroyokan ini dilakukan oleh belasan oknum anggota LSM terhadap Sekretaris PERADI Karawang, Ruddy Budhi Gunawan S.H., M.H., dan Wakil Sekretarisnya, Hamid Ditya Samairja S.H., M.H.

Meskipun jalannya persidangan dikawal ketat aparat kepolisian, tetapi kericuhan tidak bisa terelakan. Imbasnya kendaraan milik Ruddy BG dan kendaraan milik rekan seprofesinya mengalami kerusakan akibat dipukul dan ditendang para oknum anggota LSM tersebut.

Bahkan saat kejadian berlangsung, salah seorang oknum anggota LSM juga sempat melakukan intimidasi dengan cara mengeluarkan 'kata-kata kasar kebun binatang' di hadapan aparat kepolisian yang menjaga ketat jalannya persidangan.

Atas kejadian ini, Ruddy BG dan rekannya sudah membuat Laporan Polisi (LP) ke Polres Karawang dengan Nomor : STTLP/B/1666/XI/2023/SPTK/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT tanggal 2 November 2023 pukul 16.22 WIB.

Yaitu dengan laporan dugaan tindak pidana pengrusakan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP.

Ketua DPC PERADI Karawang, Asep Agustian S.H. M.H., mengaku kecewa dengan insiden pengeroyokan yang menimpa dua anggotanya. Bahkan ia mengecam keras kejadian yang diduga dilakukan oleh belasan oknum anggota LSM tersebut.

Ditegaskan Askun (sapaan akrab), insiden ini seharusnya tidak perlu terjadi, jika pihak yang diduga melakukan pengeroyokan mau menyelesaikan persoalannya dengan kepala dingin.

“Terlepas dari materi perkara perdata di persidangannya seperti apa, saya tidak memiliki kepentingan itu. Saya hanya ingin menyikapi masalah sekretaris saya yang dikeroyok di depan pengadilan,” kata Askun, saat konferensi pers di Zenith Cafe Jalan Kertabumi - Karawang, Sabtu (4/11/2023).

Askun menegaskan, gugatan di persidangan itu adu data, bukan adu otot atau fisik. Kalaupun salah satu pihak ada yang kalah, masih ada upaya hukum lain. Mereka bisa melakukan upaya banding, banding kalah masih bisa kasasi, setelah kasasi masih ada upaya PK (Peninjauan kembali).

“Jadi kenapa harus ribu-ribut (di luar persidangan di depan PN Karawang). Kenapa harus ada pengrusakan kendaraan segala. Untuk apa?,” kata Askun geram.

Atas perkara ini, Askun juga memastikan tidak akan ada anggota PERADI yang akan mendampingi terlapor, jika laporan dan perkaranya di Polres Karawang naik ke tingkat persidangan.

“Inget ya Bung!, anda hari ini sudah dilaporkan, anda pasti butuh pengacara. Saya Ketua PERADI kalau toh menyatakan tidak untuk didampingi, anda mau bicara apa,” tegas Askun.

“Saya banyak kenal ornamen Ormas dan LSM di Karawang, mereka santun-santun kok. Tapi kenapa sekarang seperti ini, brutal. Menyerang terhadap fisik atau kendaraan. Kalau saja sekretaris dan wakil sekretaris saya terluka, bagaimana anda ketika duduk di posisi seperti saya sebagai ketua,” timpal Askun.

Karena kejadian ini sudah dilaporkan ke Polres Karawang, Askun mendesak Kapolres segera melakukan tindakan untuk menindaklanjuti laporannya dengan cepat. Sehingga jangan sampai kejadian ini berdampak negatif terhadap keberadaan LSM maupun Ormas lainnya.

“Saya yakin tidak lama lagi pihak kepolisian akan menyelesaikan semua perkara ini. Karena ini sudah gak baik bagi Kabupaten Karawang kalau ceritanya seperti ini (aksi premanisme di depan pengadilan),” katanya.

Ditegaskan Askun, hukum dan jalannya persidangan di pengadilan tidak bisa diintervensi apalagi diintimidasi. Karena yang memiliki kewenangan memutuskan perkara adalah majelis hakim.

“Dalam kejadian ini pasti ada otak intelektualnya. Maka saya minta kepada Kapolres, tangkap dan periksa mereka. Terbukti bersalah, penjarakan!. Kita butikan nanti di pengadilan apa mereka butuh pengacara atau tidak,” pungkasnya. (red)*

IMG-20231103-WA0016

Mobil Operasional Relawan Partai Berlambang Mercy, Diduga Digunakan Oknum Relawan Untuk Kencani Istri Orang

Mobil yang ditinggalkan oleh Oknum relawan yang diduga mengencani istri orang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR-
Caleg (Calon Legsilatif) yang akan berkontestasi dalam pemilu 2024 mendatang, terus mematangkan strategi demi meraih hati rakyat. Salah satunya yaitu dengan menyediakan mobil operasional dengan dalih demi kepentingan masyarakat.

Namun, aktual fungsinya tidak seindah dan sebaik yang dipikirkan. Pasalnya, salah satu mobil operasional hibah dari Caleg DPR RI, patut diduga telah disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, bernama Ujang alias Detol.

Ujang alias Detol, warga Desa Purwajaya Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tersebut, diduga menggunakan mobil operasional tersebut untuk perbuatan yang sangat tidak terpuji. Yaitu, diduga kuat untuk memenuhi nafsu bejatnya dengan mengencani seorang perempuan (sebut saja Melati) yang diketahui merupakan masih istri syah dari Encep.

Melati, teman kencan Ujang alias Detol, diketahui berdomisili di Dusun Banir Desa Purwajaya Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dalam hal ini, antara, Melati dan Ujang alias Detol, sama-sama masih berdomisili satu Desa, namun berbeda Dusun.

Hal itu terungkap, ketika, Encep, yang merupakan suami sah dari Melati, menceritakan kejadian yang sangat memukul perasaannya tersebut kepada awak media pada Kamis (2/11), saat berada di tempat kejadian. Yakni dikediaman Melati dan Encep.

"Tadi malam (Rabu, 1/11) sekira pukul 23.30 WIB, saya memergoki, Ujang alias Detol, duduk berduaan dengan istri saya di depan rumah, jaraknya berdekatan sekali. Ujang alias Detol, hanya mengenakan kaos dalam saja. Anehnya, pas saya samperin, Ujang alias Detol, itu langsung lari kencang banget, sampai tidak bisa terkejar oleh temen saya. Kalau memang, Ujang alias Detol, tidak merasa bersalah dan tidak ada hubungan apa-apa dengan istri saya, kenapa dia harus lari ketakutan?," ungkapnya.

Encep, menyebutkan bahwa beberapa waktu yang lalu, kejadian serupa tersebut pernah terjadi sebelumnya. Ujang alias Detol, diduga mengencani Melati.

"Ini kejadian yang kedua kali. Kalau tidak salah kejadiannya itu setelah Lebaran. Dulu sempat saya maafkan itu si Ujang alias Detol dan istri saya. Karena, saya melihat masa depan anak-anak saya, jika saya harus sampai bercerai. Walaupun hati saya sakit dengan kelakuan istri saya dan Ujang alias Detol, namun saya bertahan demi buah hati saya," urainya.

Hal Senada di ucapkan Kuswita, dan Catim, yang merupakan kerabat dari Encep, yang sekaligus ikut memergoki, Ujang alias Detol, sedang duduk berduaan dengan Melati. Kuswita dan Catim, menceritakan awal kecurigaan adanya dugaan perbuatan tidak senonoh yang telah dilakukan oleh Ujang alias Detol dengan Melati.

"Awalnya, Ujang alias Detol, masuk ke dalam rumah, Melati, sekitar habis Isya. Setelah itu lampunya dimatiin. Kan, jadi gelap. Entah apa yang mereka berdua lakukan di dalam rumah? Namun, saya curiga, mereka diduga melakukan hubungan suami istri. Karena, menurut pengakuan anak Melati, bahwa anaknya itu disuruh tidur duluan," ungkapnya.

"Setelah itu, Ujang alias Detol, bersama, Melati, keluar dari dalam rumah dan lampunya dinyalain lagi. Mereka berdua duduk di bangku teras rumah, jaraknya berdekatan sekali. Ujang alias Detol, hanya memakai kaos dalam saja dan kelihatan seperti orang kegerahan sambil ngipasin badannya dengan bajunya. Pas saya datang dengan Encep, Ujang alias Detol, langsung lari ketakutan. Saya mengejarnya, namun tidak terkejar oleh saya. Sedangkan mobil Relawan JIBAS yang awalnya dibawa oleh dia, ditinggal begitu saja," bebernya.

Sementara itu, Tata, yang merupakan ketua pengurus Partai Demokrat Kecamatan Tempuran, sangat menyesalkan atas adanya kejadian tersebut.

"Si Ujang, ngakunya ke saya pinjam mobil itu mau bawa warga yang sakit. Eh, ternyata kelakuan si Ujang, sangat kurang ajar. Pinjam mobil operasional Relawan JIBAS untuk mengencani istri orang. Coba nanti saya tegur itu si Ujang. Si Ujang, harus bertanggung jawab atas perbuatannya yang telah merugikan suami Melati, dan nama baik keluarga Melati," ucap Tata. (Pri)*

IMG-20231102-WA0007

Kades Terpilih Se-Kabupaten Aceh Barat Resmi Dilantik di Makam Teuku Umar

Suasana dalam pelantikan

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
Pelantikan Keuchik (Kepala Desa) terpilih hasil pemilihan Keuchik serentak gelombang dua, Tahun 2023 digelar pada hari ini, bertempat di Komplek Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar Gampong Mugo Cut, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat. Kamis (02/11/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Aceh Barat, Camat se-Kabupaten Aceh Barat, Para Keuchik se-Kabupaten Aceh Barat, Para Keuchik Terpilih Tahap II se-Kabupaten Aceh Barat, Warga Masyarakat, Awak Media Pers beserta Tamu Undangan sekitar kurang lebih 500 orang.

Dalam pengambilan sumpah yang dipimpin secara langsung oleh PJ. Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi tersebut, sebanyak 31 Keuchik terpilih dari 12 Kecamatan resmi dilantik.

Dalam sambutannya, PJ. Bupati Aceh Barat mengatakan bahwa dirinya mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi terhadap Polres Aceh Barat, Kodim 0105/Aceh Barat dan perangkat Desa serta elemen Masyarakat.

"Serta seluruh pihak yang telah mengawal mendukung dan turut berpartisipasi dalam terselenggaranya Pilchiksung serentak yang Aman dan lancar," ungkapnya. Kamis (2/11/2023).

Lebih lanjut, kepada seluruh Keucik yang baru dilantik tersebut dirinya berharap agar mereka dapat menjalankan tugas dan amanah dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan sumpah atau janji yang telah di Ikrarkan.

"Untuk menata dan memajukan Gampong, serta membangun kemitraan dengan seluruh komponen yang ada di Gampong, sehingga kesejahteraan Masyarakat dapat meningkat ke arah yang lebih baik lagi," harapnya.

Sementara itu, Kapolres Aceh Barat yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Iswahyudi S.H., CPHR Mengucapkan selamat kepada para Keuchik terpilih yang telah dilantik.

"Selamat mengemban tugas kepada Keuchik terpilih semoga bisa melaksanakan tugas dan kewajiban untuk menjalankan pemerintahan pemberdayaan pembangunan dan pembinaan Masyarakat Gampong agar semakin maju mandiri dan sejahtera," ungkapnya.

"Serta mari kita bersama-sama bersinergi, dalam mejaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Aceh Barat ini, agar tetap aman dan kondusif," tutup Wakapolres. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20231101-WA0056

Menggemparkan! Belasan Pemuda di Subang Tewas Usai Menenggak Miras Oplosan

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Subang, JABAR -
Warga Kabupaten Subang digemparkan dengan kejadian tewasnya belasan pemuda yang diduga terjadi usai mereka menenggak minuman keras (miras) jenis oplosan dalam sebuah acara pesta pernikahan di Kampung Cipulus, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, pada Minggu (29/10/2023) lalu.

Berdasar informasi yang berhasil dihimpun Jendela Jurnalis dari beberapa narasumber, diketahui bahwa korban tewas berjumlah 14 orang, dan 4 orang lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Sagalaherang dan di RSUD Subang. Rabu (1/11/2023).

Selain itu, belasan korban lainnya yang berhasil selamat kini telah menjalani pemeriksaan guna proses pendalaman dalam pengembangan kasus yang ditangani langsung oleh Satreskrim Polres Subang.

Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Kepala Satuan Resere Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Subang, Iptu Herman Saputra sehari sebelumnya.

"Total korban miras oplosan hingga Selasa (31/10/2023) telah mencapai 18 orang," tuturnya, Selasa (31/10/2023).

"Sebanyak 14 orang di antaranya meninggal dunia dan 4 orang masih menjalani perawatan dan dalam keadaan kritis," imbuhnya.
(dikutip dari kompas.tv)

Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Subang juga sudah menggelar konferensi pers atas tertangkapnya 2 orang pasangan suami istri (pasutri) berinisial NN (59) dan RR (49) yang merupakan tersangka sekaligus pemilik warung penjualan miras jenis oplosan yang berlokasi di Jalan Cagak. Senin (30/10/2023).

Dalam kesempatannya, Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu didampingi Waka Polres dan Kasatreskrim Iptu Herman Saputra juga menjelaskan bahwa sebelumnya kedua pelaku sempat melarikan diri karena ketakutan usai mengetahui bahwa ada korban tewas akibat dari meminum miras oplosan yang mereka jual.

Dalam konferensi pers tersebut juga diperlihatkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, mulai dari alat pengoplos, kemasan hingga sisa miras oplosan yang belum terjual. Selain itu, terdapat juga kendaraan yang dipergunakan oleh kedua tersangka untuk melarikan diri, hingga akhirnya mereka tertangkap dalam waktu kurang dari 24 jam.

Sementara itu, adanya kejadian tersebut menimbulkan gelombang kemarahan warga di sekitar, hingga akhirnya warung tempat penjualan miras jenis oplosan tersebut di obrak-abrik warga yang mengaku geram dan selama ini memang sudah mulai resah atas keberadaan warung tersebut. (red)*