admin

IMG-20241026-WA0012

Kisah Inspiratif, Seorang Wanita Tamatan SMA Mampu Hidupkan dan Majukan Kembali Rumah Sakit yang Hampir Bangkrut

Hj. Nani Jumiati

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Bagi sebagian besar orang, terkadang latar belakang pendidikan bukanlah hal yang paling mendasari dalam proses memajukan sebuah usaha maupun kelembagaan. Faktor lainnya adalah harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Kamis (24/10/24).

Contohnya seperti kisah dan perjuangan Hj. Nani Jumiati, seorang wanita kelahiran Plered Purwakarta yang telah membuktikan bahwa latar belakang pendidikan bukanlah jaminan untuk bisa sukses dan maju. Karena pada dasarnya, kegigihan dan kemauan pun turut memiliki peranan penting dibalik hal tersebut.

Berawal dari diangkatnya Hj. Nani menjadi Direktur Utama (Dirut) salah datu Rumah Sakit (RS) melalui proses RUPS oleh para pemegang saham di salah satu rumah sakit yang berada di wilayah Cikampek, Karawang.

Padahal, saat dirinya ditunjuk menjadi Dirut di Rumah Sakit tersebut, diketahui bahwa kondisi Rumah Sakit sedang terpuruk dan hampir mengalami kebangkrutan dengan sekelumit permasalahan yang menerpa. Mulai dari permasalahan keuangan, kekosongan obat-obatan, hutang ke perusahaan obat-obatan, hingga hampir dicabutnya kontrak kerjasama Rumah Sakit dengan pihak BPJS.

Namun, berkat kegigihan dan SDM yang dimilikinya, Hj. Nani akhirnya bisa membuktikan dan menunjukan kemampuan manajerialnya, sehingga Rumah Sakit bisa bangkit dan berjalan kembali dengan normal.

Hal tersebut pun mendapatkan apresiasi dari Prof. Dr. Hamidah yang merupakan seorang Guru Besar Ekonomi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) saat berhincang langsung dalam sebuah acara yang digelar di Purwakarta belum lama ini.

"Fenomenal sekali ya. Walaupun bukan sarjana, tapi mampu memanage sebuah rumah sakit besar yang hampir bangkrut, hingga sekarang kembali normal, bahkan lebih maju," ungkapnya.

Bahkan, Prof. Dr. Hamidah pun berencana akan menjadikan Hj. Nani sebagai narasumber di berbagai seminar inspirasi UMKM di Jakarta nanti.

Sementara itu, saat Jendela Jurnalis mewawancarai Hj. Nani, dirinya bercerita bahwa tugas yang dipikulnya saat itu memang sangat berat, dimana dirinya harus menyelesaikan sekelumit permasalahan yang menerpa Rumah Sakit yang berada dalam keadaan hampir pailit atau bangkrut.

"Sangat berat tugas yang saya pikul saat itu. Harus membereskan utang piutang, membenahi manajemen, menumbuhkan kembali kepercayaan kepada para vendor dan pihak pemerintah terkait supaya kerjasama BPJS tidak diputus, dan banyak permasalahan lainnya," tuturnya.

Namun, berkat kegigihannya, dirinya berhasil menyelesaikan masalah demi masalah, hingga akhirnya Rumah Sakit bisa bangkit dan lebih maju lagi.

"Alhamdulillah, semua teratasi, bahkan boleh dibilang kondisi keuangan rumah sakit sekarang surplus dan bisa membayar kewajiban deviden kepada para pemilik saham," ungkapnya.

"Yang terpenting adalah selalu melibatkan Allah SWT dalam setiap perbuatan dan penyelesaian masalah serta punya kejujuran. Karena hal ini merupakan kunci dari kesuksesan," pungkasnya

Untuk diketahui, Hj. Nani Jumiati merupakan salah satu dari sekian banyaknya putra- putri Almarhum H. Karya, yang lahir dari seorang ibu yang bernama Hj. Odah, dimana Hj. Odah merupakan salah satu dari beberapa istri H. Karya yang sekarang masih hidup dan menjadi saksi hidup carut marutnya kondisi Rumah Sakit yang dibangun oleh mendiang suaminya tersebut. (Nunu)*

IMG-20241019-WA0083

Pererat Tali Silaturahmi Antar Umat, KPJ Karawang Gelar Santunan dan Maulid Nabi

Kegiatan Santunan Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa memperoleh santunan dari Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ) Karawang H. Haris Mulya dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Shalallahualaihi Wa Salam (SAW) 1446 Hijriah. Sabtu (19/10/24).

Dengan tema Dengan Spirit Nabi Muhammad SAW : 'Menebar Empati Perkuat Silaturahmi,' acara ini diselenggarakan Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ) Karawang yang digelar di Taman Kota, Jalan Ade Irma Suryani Karawang juga dihadiri oleh tokoh masyarakat serta warga setempat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta menguatkan silaturahmi antar umat.

Kepada awak media Ketua KPJ Karawang Haris Mulya mengatakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ajang mempererat tali silaturahmi.

"Alhamdulillah saya merasa bahagia dan bangga karena dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Selain itu, terselenggaranya aktivitas keagamaan yang ada di tengah masyarakat sangat berguna untuk memperkuat keimanan dan mempererat rasa persaudaraan," ucapnya.

Haris Mulya menambahkan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa ini menjadi salah satu perwujudan perilaku kita dalam meneladani Rasulullah, karena Rasulullah pernah bersabda.

"Bahwa Barang siapa menjaga anak yatim diantara umat islam sampai menjaga makan dan minumnya, pasti Allah SWT akan memasukan orang tersebut kedalam Surga,” tambahnya.

Selain rangkaian santunan anak yatim piatu dan pemberian bantuan kepada kaum duafa, Maulid Nabi Muhammad yang digelar KPJ Karawang juga mengelar siraman rohani oleh Ustad Fariz Al Hapid dari Pondok Pesantren Nurul Salam Karawang, serta membaca sholawat Nabi bersama hadroh Majelis Dzikir Jamiatul Riadho Karawang yang dipadukan dengan hiburan dadi anggota KPJ Karawang. (red)*

IMG-20241019-WA0056

Gina Fadlia Swara Hadiri Acara Senam Sehat Riang Gembira bersama Warga Cibungur Indah

Gina Fadlia Swara (Calon Wakil Bupati Kabupaten Karawang Nomor Urut 1) bersama Warga Cibungur Indah

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Paguyuban warga Cibungur Indah menggelar 'Senam Sehat Riang Gembira' bersama Acep Jamruri dan Gina Fadlia Swara Calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang, bertempat di Lapangan Bulu Tangkis Cibungur Indah, RT. 03 RW. 14 Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur. Sabtu (19/10/24).

Acara senam sehat tersebut setidaknya dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang merupakan warga Cibungur Indah dan sekitarnya.

Gina Fadlia Swara selaku Calon Wakil Bupati Karawang menyampaikan kami dalam acara tersebut, dirinya diundang oleh warga Cibungur Indah.

"Acara senam sehat ini tentunya banyak sekali pendukung Acep- Gina, kami juga mensosialisasikan menjelang Pemilihan Bupati Karawang pada tanggal 27 November 2024," ucap Gina Fadlia Swara.

Gina berharap, semoga banyak masyarakat seluruh Kabupaten Karawang bisa memberikan dukungan sebanyak-banyaknya kepada Acep - Gina, untuk selanjutnya memilih di TPS masing-masing.

Gina juga menerangkan, dalam kunjungan tersebut dirinya mendapati keluhan dan aspirasi dari masyarakat Kp. Cibungur, yang dimana mereka ingin mempunyai infrastruktur yang baik, sarana kebersihan, perihal ketenagakerjaan dan pemberdayaan perempuan.

"Kami bersama Acep - Gina, tentunya ini akan menjadi masukan dalam program kami, dan saya juga akan memasukannya dalam program kerja serta visi misi kami," pungkasnya. (Red/NN)*

IMG-20241019-WA0050

TP PKK, Dekranasda, bersama Bunda PAUD Aceh Barat Gelar Rapat Koordinasi Penguatan Program Pengentasan Stunting dan Perlindungan Anak

Rapat Koordinasi Pengentasan Stunting dan Perlindungan Anak

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Dalam upaya memperkuat program pengentasan stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, TP PKK, Dekranasda, dan Bunda PAUD Aceh Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan fokus utama pada penguatan Gerakan Masyarakat Mewaspadai Gizi Buruk dan Stunting serta pelaksanaan 10 program pokok PKK (GAMMAWAR) dan program Bunda PAUD, yang dilaksanakan di pendopo bupati setempat, Sabtu (19/10/2024).

Pj. Ketua TP PKK dan Bunda PAUD Aceh Barat, Nurmaziah, SE, Ak, MSi, menyampaikan sejumlah kegiatan yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir. Salah satunya adalah kampanye kesadaran gizi untuk menurunkan angka stunting di Aceh Barat.

"Kami telah menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk sosialisasi mengenai pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita," jelasnya.

Nurmaziah mengapresiasi upaya seluruh anggota dan kader PKK yang telah bekerja keras dalam mendukung program-program tersebut.

"Dukungan semua pihak, terutama para kader PKK, sangat krusial dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Program GAMMAWAR menjadi ujung tombak kami dalam mengatasi stunting di Aceh Barat," tambahnya.

Selain membahas masalah stunting, Rakor ini juga menyoroti keberhasilan Dekranasda Aceh Barat dalam mematenkan motif khas daerah. Pencapaian ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional dan internasional.

Di sisi lain, Nurmaziah mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung upaya penguatan sosialisasi anti-bullying dan pencegahan kekerasan terhadap anak.

"Melalui program Bunda PAUD, kami tidak hanya fokus pada pendidikan anak usia dini, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan. Sosialisasi ini akan terus kita tingkatkan demi menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak," tegasnya.

"Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar lembaga dan organisasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Aceh Barat, khususnya dalam upaya pengentasan stunting, pengembangan ekonomi kreatif, dan perlindungan anak," pungkasnya. (Muhibbul)*

IMG-20241019-WA0048

Oknum Pelaksana CV. KARYA MANDIRI dan Pihak Dinas PUPR Karawang Kompak Memilih ‘Bungkam’ Saat Dikonfirmasi, Ketum LBH Maskar Memilih Lapor ke APH

Ketum LBH Maskar, H. Nanang Komarudin, S.H., M.H., (insert: papan informasi kegiatan)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pelaksana pekerjaan pelebaran jalan Ciranggon - Kutagandok, Kabupaten Karawang dengan anggaran 2.7 Miliar yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) diduga pihak pelaksana dari CV. KARYA MANDIRI tidak menyediakan direksi keet.

Pantauan jendralnews.co.id dilapangan, Jumat,18/10/2024 tidak ditemukan direksi keet. Bahkan, kontraktor pelaksana dan pengawas pun tidak ada di lokasi.

Untuk diketahui, bahwa keberadaan kantor lapangan atau yang di sebut direksi keet itu sifatnya mutlak harus ada. Bahkan, dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) itu ada, dan umumnya anggaran direksi keet dari anggaran yang tercantum di dalam kontrak.

Dengan nilai kontrak 2,7 Miliar, setidaknya bukan jumlah yang kecil dan bisa mencapai ratusan juta untuk anggaran direksi keet pada proyek pembangunan yang harus disediakan oleh kontraktor untuk proses berjalannya pekerjaan selama 85 hari kalender tersebut, dan tidak bisa mengerjakan pembangunan jika belum menyelesaikan pembuatan kantor direksi keet.

Saat ditemui dilokasi pekerjaan, salah satu pekerja dari proyek pelebaran jalan Ciranggon - Kutagandok saat dikonfirmasi terkait keberadaan direksi keet mengatakan bahwa dirinya mengaku tidak tahu apa - apa, dan mengarahkan untuk menanyakan hal tersebut kepada pihak pelaksana.

"Maaf pak, saya cuman pekerja, silahkan tanya saja ke pelaksana," timpalnya singkat. Jum'at (18/10/24).

Sementara itu, Pelaksana HRN (inisal) saat dikonfirmasi via WhatsApp terkait pekerjaan pelebaran Ciranggon - Kutagandok, dirinya hanya membuka pesan konfirmasi jendralnews co.id tanpa membalas apapun alias 'Bungkam'.

Lebih lanjut, saat hal tersebut dikonfirmasikan kepada pihak Pengawas, Kepala Bidang Jalan dan Bangunan hingga ke Kepala Dinas PUPR Karawang, mereka semua yang seharusnya dapat memberikan tanggapan terkait dugaan tersebut ternyata sebelas duabelas dengan pihak pelaksana dan lebih memilih bungkam juga tak memberikan tanggapan apapun.

Menanggapi hal tersebut, H. Nanang Komarudin, S.H., M.H., selaku Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Massa Keadilan Rakyat Indonesia (LBH MASKAR INDONESIA) pun menyayangkan bungkamnya pihak pelaksana dan pihak Dinas PUPR Karawang, dimana seharunya pihak dinas sebagai penyelenggara kegiatan pembangunan dan melakukan pengawasan dalam proses pengerjaan proyek yang dilaksanakan oleh pihak ketiga.

"Berdasarkan aturan, semua kan harus terbuka, ini kok malah pada bungkam waktu dikonfirmasi. Kalau mereka bersikap seperti itu kan akhirnya kita jadi makin curiga, ada apa dibalik bungkamnya mereka? Saya malah jadi curiga ada kongkalikong antara pihak pelaksana dan pihak dinas," ungkapnya. Sabtu (19/10/24).

H. Nanang juga membeberkan bahwa selain adanya dugaan korupsi anggaran untuk direksi keet, disinyalir juga ada material ataupun volume yang dikurangi. Apalagi, berdasarkan temuan dari rekan-rekan media yang menyebut bahwa proses pengarugan material beskos pada pekerjaan itu diduga dikurangi dan proses pemadatannya pun tak maksimal.

"Jika memang benar seperti itu adanya, jangan sampai pelaksanaan pekerjaan yang nilai anggarannya miliaran rupiah ini jadi bancakan oknum serakah, makanya saya akan kumpulkan bukti dan akan membawa berkasnya untuk dilaporkan ke APH. Mungkin nanti mereka gak akan bisa bungkam lagi dihadapan APH atau Kejari Karawang," pungkasnya. (Team)*

IMG-20241019-WA0029

Pj. Bupati Aceh Barat Lakukan Pemantauan ke Pasar Bina Usaha Meulaboh

Pj. Bupati Aceh Barat saat meninjau Pasar Bina Usaha Meulaboh

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Azwardi, AP, MSi, bersama Pj Ketua TP PKK Nurmaziah, SE, Ak, M.Si didampingi Sekda Marhaban dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) melakukan pemantauan ke Pasar Bina Usaha Meulaboh, dalam upaya mengendalikan laju inflasi serta menjaga kestabilan harga komoditas di Pasar Tradisional terbesar di Meulaboh, Sabtu (19/10/2024).

Dalam kunjungannya, Azwardi meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana pasar untuk memastikan fasilitas yang tersedia dapat mendukung kelancaran aktivitas perdagangan. Selain itu, ia juga berdiskusi dengan sejumlah pedagang untuk mendengarkan langsung permasalahan terkait distribusi dan harga barang.

"Kami berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang pokok di pasar agar inflasi bisa ditekan. Fasilitas pasar juga menjadi perhatian kami demi kenyamanan pedagang dan pembeli," ujar Azwardi.

"Kunjungan diharapkan dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi pedagang dan membantu mendorong kestabilan harga, terutama menjelang akhir tahun," ujar Azwardi.

Selain itu kata Azwardi, ia mengakui bahwa peringatan Maulid Nabi sering kali berdampak pada kenaikan harga barang di pasar. Namun, ia menilai seharusnya situasi ini bisa digunakan untuk menstabilkan harga karena meningkatnya permintaan barang.

"Benar, ada kenaikan harga di komoditas gula, dari harga 17.500 menjadi 18.000 per kilogram, cabe besar dari 25.000 menjadi 28.000 per kilogram nya, sementara komuditas lainnya masih stabil, kenaikan harga ini disebabkan oleh keadaan cuaca yang kurang baik, tapi Maulid seharusnya menjadi momen stabilnya harga barang. Dengan permintaan yang meningkat, stok barang yang mencukupi harusnya bisa mencegah kenaikan harga yang berlebihan," jelasnya.

Azwardi menegaskan, bahwa stok kebutuhan pokok di pasar-pasar Aceh Barat masih aman dan cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. "Pemerintah daerah juga akan terus memantau distribusi barang guna menghindari potensi penimbunan atau manipulasi harga yang merugikan masyarakat," tandas Azwardi.

"Dengan stok yang tersedia, kami optimis harga bisa dikendalikan, dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan lonjakan harga," pungkas Azwardi. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20241018-WA0054

Anggaran 2,7 Miliar, CV. KARYA MANDIRI Diduga Korupsi Anggaran Direksi Keet

Papan Informasi Pekerjaan Pelebaran Jalan Ciranggon - Kutagandok

JENDELA JURNALIS Karawang, JABAR - Pelaksana pekerjaan pelebaran jalan Ciranggon - Kutagandok, Kabupaten Karawang dengan anggaran Rp. 2.700.000.000 yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) diduga tidak menyediakan direksi keet.

Pantauan jendralnews.co.id dilapangan, Jumat,18/10/2024 tidak ditemukan direksi keet. Bahkan, kontraktor pelaksana dan pengawas pun tidak ada di lokasi.

Untuk diketahui, bahwa keberadaan kantor lapangan atau yang di sebut direksi keet itu sifatnya mutlak harus ada. Bahkan, dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) itu ada, dan umumnya anggaran direksi keet dari anggaran yang tercantum di dalam kontrak.

Dengan nilai kontrak 2,7 Miliar, setidaknya bukan jumlah yang kecil dan bisa mencapai ratusan juta untuk anggaran direksi keet pada proyek pembangunan yang harus disediakan oleh kontraktor untuk proses berjalannya pekerjaan selama 85 hari kalender tersebut, dan tidak bisa mengerjakan pembangunan jika belum menyelesaikan pembuatan kantor direksi keet.

Saat ditemui dilokasi pekerjaan, salah satu pekerja dari proyek pelebaran jalan Ciranggon - Kutagandok saat dikonfirmasi terkait keberadaan direksi keet mengatakan bahwa dirinya mengaku tidak tahu apa - apa, dan mengarahkan untuk menanyakan hal tersebut kepada pihak pelaksana.

"Maaf pak, saya cuman pekerja, silahkan tanya saja ke pelaksana," timpalnya singkat.

Sementara itu, Pelaksana HRN (inisal) saat dikonfirmasi via WhatsApp terkait pekerjaan pelebaran Ciranggon - Kutagandok, dirinya hanya membuka pesan konfirmasi jendralnews co.id tanpa membalas apapun alias 'Bungkam'.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengawas yang ditugaskan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang untuk mengawasi pekerjaan tersebut belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi. (P)*

IMG-20241016-WA0061

Selain Khawatir Terjadi Kerusakan Jalan, Warga Cilamaya Wetan Keluhkan Truk Trailer Muatan Alat Berat Pertamina Ganggu Lalu Lintas

Truk Trailer yang membawa alat berat saat melintasi jalur Cilamaya Wetan di Jl. Singaperbangsa

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Puluhan truk trailer yang mengangkut barang diduga milik Pertamina yang terletak di Desa Pasirukem, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, yang melintas di jalan Singaperbangsa dikeluhkan warga Cilamaya Wetan.

Pasalnya, hal ini membuat kondisi jalan menjadi rusak, tepatnya dijalan Kecepet - Sukatani dan beberapa titik lainnya di Jalan Singaperbangsa.

"Kenapa sekarang banyak truk trailer
besar yang melintas? Ini kan berbahaya dan bikin macet serta kerusakan di beberapa titik jalan. Apalagi di Pertigaan Kecepet," ujar Umi, salah satu pengendara yang melintas di Jalan Singaperbangsa. Rabu (16/10/24) malam.

Hal senada pun diungkapkan oleh Bang Yanto, aktivis Cilamaya yang sering berorasi di Pemda Karawang tersebut mengatakan bahwa sebagaimana diketahui bersama bahwa hampir seluruh ruas jalan yang ada di Jalan Singaperbangsa termasuk dalam kelas kecil, dimana sesuai spesifikasinya, kendaraan dengan panjang dan lebar tertentu yang diatur dalam regulasinya dan bermuatan lebih
dari 8 ton tentunya tidak diperbolehkan melintas di Jalan Singaperbangsa.

“Kami kecewa dengan Pertamina yang seolah tutup mata dengan kerusakan jalan yang sering dilewati kendaraan atau alat berat miliknya. Saya dan para warga disini berharap Humas Pertamina Pasirukem bisa turun untuk menemui warga Cilamaya Wetan, agar CSR maupun perbaikan jalan bisa direalisasikan dan jangan hanya angin surga saja,” ungkapnya.

Lebih Lanjut, dirinya dan warga yang lain mengaku akan turun ke jalan untuk membuka mata Pertamina Pasirukem, agar mereka lebih jeli dan aspiratif atas keluhan warga.

"Dan terkait truk trailer yang melintas di jalan sekecil ini, apakah hal tersebut dibenarkan secara aturan?" tegasnya. (Pri)*

IMG-20241016-WA0051

Tercemarnya Kali Cilamaya dan Berkurangnya Tangkapan Ikan, Nelayan Pesisir Cilamaya Mengeluh

Gabungan Nelayan Cilamaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Warga dari wilayah Pesisir Cilamaya yang berprofesi sebagai nelayan mengeluhkan terkait berkurangnya hasil tangkapan ikan di perairan sekitar wilayah yang berlokasi tak jauh dari lokasi PLTGU Cilamaya. Atas dasar hal tersebut, mereka berkumpul membahas perencanaan aksi lanjutan untuk menuntut hak-haknya yang merasa dirugikan oleh PT. JSP. Rabu (16/10/24).

Acara tersebut dihadiri kurang lebih 200 Nelayan, juga dihadiri oleh Direktur Eksekitif Walhi Jawa Barat beserta jajarannya, serta didampingi oleh Tim Advokasi Serikat Nelayan, H. Elyasa Budianto, S.H.

Selain warga yang berprofesi sebagai nelayan, acara tersebut juga dihadiri oleh warga dari sekitar jalan Cikalong - Cilamaya, yang turut merasa dirugikan oleh adanya mega proyek PLTGU tersebut.

Dalam kesempatannya, Elyasa menuturkan bahwa penderitaan masyarakat Cilamaya dan sekitarnya sangat sempurna, mulai dari menghitamnya Kali Cilamaya, hingga berdampak pada hasil tangkapan ikan dan pencemaran lingkungan.

"Sekarang ini, yang kita bahasa adalah tentang Kali Cilamaya yang menghitam dan adanya JSP yang keduanya sama-sama mengakibatkan berkurangnya hasil tangkapan ikan nelayan," tuturnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Sadeli selaku Ketua Serikat Nelayan Cilamaya, yang menyebutkan bahwa secara perlahan, pihaknya membangun kekuatan nelayan untuk berkumpul seperti sekarang ini. Tujuannya adalah untuk menyatukan persepsi, berbagi pengalaman dan keluhan.

"Karena, adanya pencemaran lingkungan pun terasa sangat berpengaruh. Contohnya, untuk tangkapan ikan pun biasanya kita dapet 15 - 30 kilo walaupun hanya di area pinggiran, sekarang paling banyak cuma 3 kilo saja," ungkapnya.

Sementara itu, pihak dari Walhi mengaku siap mendukung penuh langkah dari para nelayan, untuk memperjuangkan hak-haknya kepada pihak yang dituju. (Team)*

IMG-20241016-WA0021

Diduga Asal – Asalan dan Curangi Spesifikasi, Proyek Pekerjaan Peningkatan Jalan oleh CV. Jitu Karya Indonesia Terindikasi Lolos Pengawasan

Pekerjaan Peningkatan Jalan Telukbuyung - Telagajaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diketahui tengah gencar merealisasikan program peningkatan jalan, dengan tujuan agar anggaran dapat terserap secara merata melalui pembangunan yang merata ke setiap pelosok, guna menunjang perekonomian masyarakat melalui adanya infrastruktur yang memadai. Rabu (16/10/24).

Namun sayangnya, dalam pelaksanaan proyek kegiatan pembangunan yang diselenggarakan tersebut sering kali dijadikan kesempatan oleh oknum pelaksana nakal yang dengan seenaknya mencurangi spesifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan lebih, tanpa memikirkan dampak dari buruknya kualitas hasil pembangunan.

Seperti pada pekerjaan Peningkatan Jalan Telukbuyung - Telagajaya Kecamatan Pakisjaya yang memiliki volume Panjang: 185.00 M' Lebar: 3.80 M' dan Ruas: 4.00 M' ditambah Panjang: 15.00 M' dan Lebar 3.50 M' dengan nilai anggaran dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang TA 2024 sebesar Rp. 272.979.772,00,- (dua ratus tujuh puluh dua juta sembilan ratus tujuh puluh sembilan ribu tujuh ratus tujuh puluh dua rupiah) yang dikerjakan oleh CV. JITU KARYA INDONESIA melalui Nomor SPK : 027.2/675/10.2.01.0033.102/KPA-JLN/PUPR/2024 yang diduga proses pengerjaanya diduga tidak sesuai spesifikasi.

Hal tersebut berdasarkan temuan dari Jendela Jurnalis dari proses dasar menggunakan material beskos untuk jalan rabat beton yang diduga dilakukan dengan asal-asalan, dan juga diduga telah mengurangi volume sehingga hal tersebut menyebabkan ketidaksesuaian dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Dinas PUPR Bidang Jalan selaku penyelenggara kegiatan.

Guna mendapatkan informasi lebih lanjut, Jendela Jurnalis kemudian meminta keterangan dari salah satu pekerja yang berada di lokasi pekerjaan. Namun sayangnya, pekerja yang enggan menyebutkan namanya tersebut tidak dapat menjelaskan secara detail tentang spesifikasi teknis untuk menampik dugaan kecurangan spesifikasi dari volume maupun material.

Lebih lanjut, saat ditanyakan tentang siapa pelaksana maupun pemilik dari pekerjaan tersebut, dirinya menyebutkan bahwa berdasarkan pengetahuannya, nama bos nya berinisial YP.

"Setahu saya, kerjaan ini punya bos YP (inisial-red)," jawabnya singkat.

Sementara itu, Tri selaku Kabid Jalan dan Jembatan dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang, saat dikonfirmasi mengenai pekerjaan dari CV. JITU KARYA INDONESIA dan ditanyakan siapa pengawas yang ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan tersebut, dirinya lebih memilih bungkam tak menanggapi.

Padahal, peran serta pihak dinas selaku penyelenggara melalui pengawas merupakan implementasi dari bagian tugas pokok, agar setiap penyelenggaraan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan dan memiliki hasil kualitas pekerjaan yang baik. Namun, dalam berjalannya pekerjaan peningkatan jalan tersebut seolah lolos dari pengawasan.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum diketahui siapa pengawas yang ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan tersebut. (Tinggun)*