admin

IMG-20241003-WA0009

Tewaskan Satu Orang, Pihak Kepolisian Gerak Cepat Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Kamal Muara

Proses evakuasi korban pengeroyokan oleh pihak kepolisian

Jendela Jurnalis JAKARTA - Aksi pengeroyokan tragis terjadi di wilayah Kamal Muara, tepatnya di Gang Bensin, Bundaran Kamal Muara, RT 07 RW 01, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu (2/10/2024). Peristiwa ini menyebabkan seorang pria bernama Robin Meykodi (41) tewas akibat luka parah di bagian perut.

Robin yang menderita luka serius, sempat merintih meminta tolong kepada warga sekitar sebelum akhirnya meninggal dunia. Insiden bermula ketika korban Andriansyah dan Andre, bersama dua rekan lainnya, berboncengan motor menuju Bundaran Kamal.

Setibanya di lokasi, Andriansyah disuruh turun dari motor oleh orang yang tidak dikenal, sementara Andre membawa motor tersebut. Setelah menunggu hingga pukul 19.00 WIB tanpa ada tanda-tanda motor kembali, Andriansyah menghubungi temannya untuk mencari Andre.

Beberapa saat kemudian, Andriansyah bersama rekannya mencari Andre ke pemukiman warga. Namun, upaya pencarian tersebut justru berujung nahas ketika mereka dihadang oleh sekelompok orang yang meneriaki mereka sebagai maling. Keempat pria tersebut kemudian menjadi sasaran pengeroyokan massa.

Mendapat laporan dari warga terkait aksi pengeroyokan, Aiptu Hijri, Kasubsektor Kamal Muara, bersama Aipda Akhmad Subekti bertindak cepat. Mereka segera mengevakuasi korban ke RSUD Cengkareng dan mengamankan salah satu pelaku, berinisial ANY (30), yang diduga melakukan pembacokan.

Pelaku kemudian dibawa oleh Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Metropolitan Penjaringan untuk penyelidikan lebih lanjut di Mapolsek Metropolitan Penjaringan. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, awalnya pelaku yang membacok kabur ke pemukiman, tapi akhirnya berhasil ditangkap oleh Pak Hijri dan Pak Subekti, serta dibantu oleh warga.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kompol Anak Agung Dwipayana, Kanit Reskrim Polsek Metropolitan Penjaringan, belum memberikan tanggapan resmi saat dihubungi melalui telepon. Seluruh korban pengeroyokan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. (red)*

IMG-20241001-WA0134

Pemkab Aceh Barat Luncurkan Program OPTIMIS Melalui Kolaborasi ASN dan Perusahaan Swasta

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Drs Mahdi Efendi, bersama Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Barat, Wistha Nowar, S.Pt., M.Si., meluncurkan Program Perlindungan Sosial untuk Pekerja Rentan yang diberi slogan OPTIMIS (Optimalisasi Perlindungan Sosial Antisipasi Kemiskinan).

Program ini diluncurkan melalui kolaborasi antara perusahaan swasta dan gerakan ASN bersedekah pada Selasa, 1 Oktober 2024.

Pj. Bupati Mahdi Efendi mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Aceh Barat untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap pekerja rentan, dengan memberikan sumbangan sukarela untuk iuran perlindungan sosial.

Ia juga menegaskan pentingnya komitmen perusahaan swasta dalam melanjutkan program perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan secara berkelanjutan.

“Melalui kerja sama yang baik antara ASN, perusahaan swasta, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu berdampak signifikan dalam mengurangi angka kemiskinan di Aceh Barat,” ujar Mahdi Efendi.

Di sisi lain, Kepala Bappeda Aceh Barat, Wistha Nowar, menambahkan, berbagai upaya pengentasan kemiskinan sudah dilakukan, seperti bantuan sosial, bantuan modal usaha, subsidi sembako, dan pelatihan kewirausahaan. Upaya tersebut berhasil menurunkan angka kemiskinan di Aceh Barat dari 17,93% pada 2022 menjadi 17,86% pada 2023, meskipun angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi dan nasional.

Menurut Wistha, program baru ini difokuskan untuk melindungi pekerja rentan melalui jaminan sosial. perlindungan tersebut bertujuan untuk mencegah peningkatan jumlah penduduk miskin akibat kecelakaan kerja yang menimpa tulang punggung keluarga. “Selain itu, program ini juga memberikan beasiswa kepada anak-anak pekerja rentan yang menjadi peserta jaminan sosial,” ujarnya.

Sebagai simbol dimulainya program, Pj. Bupati menyerahkan bantuan jaminan sosial kepada 1.454 pekerja rentan. “Bantuan ini berasal dari Gerakan ASN Bersedekah serta Dana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP), yang menjadi tonggak awal kolaborasi berbagai pihak dalam pengentasan kemiskinan melalui perlindungan sosial di Kabupaten Aceh Barat,” tutup Mahdi. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20241001-WA0081

Pemkab Aceh Barat Peringati Hari Kesaktian Pancasila, “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas”

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan tema "Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas" di halaman Kantor Bupati, Selasa (01/10/2024).

Upacara ini dipimpin oleh Pj Bupati Aceh Barat Drs Mahdi Efendi dan diikuti oleh unsur pimpinan daerah dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga kontrak di lingkungan Pemkab Aceh Barat.

Pj Bupati Mahdi Efendi mengatakan, kemajuan bangsa Indonesia tidak terlepas dari perjalanan sejarah panjang yang penuh warna. Bangsa Indonesia pernah melalui berbagai ujian, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang mengancam keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun, katanya, dengan semangat persatuan dan tekad untuk membangun, Indonesia berhasil melalui ujian-ujian tersebut, yang pada akhirnya menyelamatkan Pancasila sebagai dasar negara. "Kita harus tetap melanjutkan perjuangan dan pembangunan bangsa, meskipun bentuk kegiatannya harus disesuaikan dengan tantangan zaman.

Lebih lanjut, Ia menambakan, setiap masa memiliki model perjuangannya sendiri. Oleh karena itu, diperlukan adaptasi dan inovasi agar perjuangan dan pembangunan yang dilakukan tetap bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

Upacara ini menjadi momen untuk kembali mengingatkan pentingnya Pancasila sebagai pedoman dalam menjaga persatuan dan kemajuan Indonesia.

“Peringatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan di masa depan demi mewujudkan Indonesia Emas,” pungkasnya. (Muhibbul)*

IMG-20241001-WA0028

PWI Bersama Diskominsa dan RAPI Aceh Barat Gelar Nonton Bareng Peringatan G30S/PKI

MEULABOH, Jendela Jurnalis - Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominsa) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menggelar acara nonton bareng peringatan Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI). Acara tersebut dilaksanakan di Aula Kantor PWI Aceh Barat pada Senin malam (30/09/2024).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominsa, Edy Sofian, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan sejarah kelam bangsa, yakni peristiwa pembantaian para jenderal yang dikuburkan di Lubang Buaya pada masa pemberontakan G30S/PKI.

“Kita jadikan ini sebagai pembelajaran tentang bahaya laten PKI. Untuk mewaspadai kebangkitan paham komunis, kita harus meningkatkan pemahaman terhadap Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara,” ujar Edy Sofian.

Peringatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga ideologi negara dan waspada terhadap segala bentuk ancaman yang merongrong keutuhan NKRI, ungkap nya.

Disisi lain, Ketua PWI Aceh Barat, Sa'dul Bahri, S.Sos.I, menuturkan bahwa kegiatan nonton bareng film peringatan Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI) bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan sebagai bentuk aktualisasi kecintaan anak bangsa, terutama para wartawan, terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan kembali tentang pentingnya menjaga keutuhan dan ideologi negara. Ini adalah bentuk kecintaan kami kepada Indonesia, sekaligus mengukuhkan peran wartawan sebagai pilar demokrasi dan penyambung informasi yang benar kepada masyarakat," ujar Sa'dul Bahri.

Sedangkan Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Barat, Musfaruddin, juga menegaskan kesiapan pihaknya sebagai relawan kemanusiaan dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, RAPI selalu siap berada di garis depan untuk menghadapi ancaman terhadap ideologi negara.

"Sebagai relawan kemanusiaan, kami berkomitmen untuk menjaga NKRI dari segala bentuk rongrongan yang berpotensi merusak ideologi bangsa. Kami akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan kesatuan dan keamanan," kata Musfaruddin.

Acara nonton bareng ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara, serta mewaspadai segala bentuk paham yang mengancam keutuhan Indonesia. (Muhibbul)*

IMG-20240930-WA0043

Pj Bupati Aceh Barat Tinjau Fasilitas Pelayanan Kepegawaian di BKPSDM

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Penjabat (Pj.) Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi, melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas pelayanan kepegawaian di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Barat pada Senin, (30/09/2024).

Dalam kunjungannya, Mahdi menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Aceh Barat.

"BKPSDM harus memberikan layanan terbaik kepada ASN, karena pelayanan yang baik akan mendukung kinerja pemerintah daerah secara keseluruhan," tegas Mahdi.

Ia juga menginstruksikan agar penempatan ASN dilakukan secara profesional dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing dinas, sehingga efektivitas kerja di berbagai sektor pemerintahan dapat terus meningkat.

"Pastikan setiap ASN ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dinas dan potensi yang mereka miliki," ujarnya.

Mahdi berharap, dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan kepegawaian, para ASN dapat bekerja dengan lebih semangat dan profesional.

"Saya berharap semangat dan etos kerja ASN di Aceh Barat terus meningkat. Pelayanan publik yang baik hanya dapat terwujud dengan ASN yang memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya," kata Mahdi.

Disisi lain, Ia menekankan pentingnya peran ASN dalam mendukung kemajuan daerah dan mengharapkan agar setiap individu dapat bekerja secara maksimal sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

"ASN merupakan tulang punggung pemerintahan. Oleh karena itu, setiap ASN harus mampu menunjukkan dedikasi dan kinerja yang optimal untuk kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

"Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan serta mendukung reformasi birokrasi di Aceh Barat," pungkasnya. (Muhibbbul Jamil)*

IMG-20240929-WA0056

Hadapi Pilkada 2024, Ketua PWI Aceh Barat Ajak Wartawan Tetap Netral

Ketua PWI Aceh Barat, Sa'dul Bahri, S.Sos.I,

Jendela Jurnalis Meulaboh, Aceh Barat - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Barat mengajak semua wartawan, khususnya yang tergabung dalam PWI, untuk menjaga netralitas dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Seruan ini disampaikan oleh Ketua PWI Aceh Barat, Sa'dul Bahri, S.Sos.I, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan, Minggu (29/9/2024) di Meulaboh.

Sa'dul menegaskan pentingnya wartawan untuk bersikap objektif dalam pemberitaan dan tidak memihak kepada salah satu calon.

"Keseimbangan dalam pemberitaan sangat penting untuk memberikan informasi yang adil kepada masyarakat," ujarnya.

Ia berharap wartawan dapat menyampaikan berita yang berimbang sehingga tidak menimbulkan ketegangan di antara pendukung masing-masing calon.

Selain itu, Sa'dul juga mengingatkan para wartawan untuk aktif menangkal isu-isu hoax yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Mari kita jaga kondusivitas daerah dan dukung Pilkada yang damai dan berintegritas," imbuhnya.

Ia mengajak semua pihak untuk menciptakan suasana yang harmonis, dengan menghindari hujatan atau perendahan antarpendukung.

"Politik santun harus menjadi contoh bagi daerah lain," katanya.

Ia menekankan bahwa siapa pun yang terpilih sebagai bupati dan wakil bupati nantinya adalah pemimpin rakyat Aceh Barat yang harus didukung demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, PWI Aceh Barat berharap semua pihak dapat berkontribusi pada proses demokrasi yang sehat dan damai.(Muhibbul Jamil)*

IMG-20240928-WA0048

SDN Batujaya II Juara I LTUB Tingkat Kecamatan Batujaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) yang dilaksanakan di Halaman SDN Batujaya II. Acara tersebut diikuti oleh peserta dari 9 sekolah se Kecamatan Batujaya. setelah rangkaian segudang prestasi yang didapat pada tahun ini menyusul prestasi juara 1 Lomba tata upacara bendera yang di raih oleh SDN batujaya II.

Kepala sekolah SD Negeri Batujaya II. Usup, S.pd. mengatakan, Kami sangat bangga bisa ikut serta dalam lomba ini.

"Ini adalah merupakan kesempatan bagi siswa kami untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam tata upacara bendera," ucapnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa persiapan yang dilakukan sangat matang.

"Siswa kami yang di didik dan di latih oleh dewan guru SDN Batujaya II khususnya. intensif setiap hari untuk memastikan bahwa siswa-siswa kami siap dan tampil dengan baik, terangnya.

"Semua ini, hasil dari kerja keras dari dewan guru untuk melatih, mendidik dan mengajar, sehingga mereka membuahkan hasil yang membanggakan, dimana SDN Batujaya II berhasil meraih juara I lomba (LTUB) tingkat Kecamatan. Prestasi ini tentunya menunjukkan dedikasi dan kemampuan luar biasa dari para siswa serta dukungan penuh dari para dewan guru dan pelatih," ungkapnya.

Koorwilcambidik Kecamatan Batujaya
Anwar Fauzi, S.pd. mengapresiasi prestasi yang diraih para siswa SDN batujaya II.yangbtrlah berhasil mendapatkan juara I (LTUB) Alhamdulillah berhasil jadi juara. Ini membanggakan dan selamat atas segala dedikasi serta perjuangan dewan guru.

"Terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa, dan partisipasi dalam acara seperti LTUB ini merupakan bagian dari upaya tersebut," tutupnya. (Tinggun)*

IMG-20240925-WA0016

Wakili Aspirasi Perempuan, Volia Ajak Masyarakat Pilih Acep – Gina

Acep - Gina (insert: Volia)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Lagi, sejarah Pilkada Karawang 2024 kembali mencatat adanya pasangan calon yang bisa mewakili aspirasi kaum perempuan, yaitu paslon nomor urut 1 Drs. H. Acep Jamhuri M.Si - Hj. Gina Fadlia Swara SE, MM.

Srikandi Acep-Gina, yaitu Lia Aulia mengatakan, pasangan calon yang identik dengan kandidat perempuan memiliki kesan tersendiri di masyarakat, khususnya di kalangan kaum hawa.

Dan sejarah Pilkada Karawang mencatat, jika paslon yang memiliki kandidat perempuan selalu menang telak diangka 65% suara.

Pasalnya, paslon yang identik dengan kandidat perempuan dinilai bisa mewakili aspirasi kaum hawa dalam proses demokrasi dan pembangunan di Karawang.

Bayangkan saja, kata Teh Lia, dari 1,8 juta lebih Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pilkada Karawang 2024, tercatat ada 897.864 pemilih perempuan.

"Makanya melalui kesempatan ini saya mengajak masyarakat khsusunya kaum perempuan untuk memilih Acep-Gina. Karena pasangan ini mewakili aspirasi kaum perempuan," tutur Lia Aulia, Selasa (24/9/2024).

Kenapa harus memilih Acep-Gina?
Kader Partai Gerindra pemilik nama lengkap Voliawati Prihantari ini menambahkan, masyarakat harus memilih Acep-Gina bukan hanya karena alasan bisa mewakili aspirasi dan suara perempuan.

Melainkan juga melihat dari program-program pembangunan Acep-Gina yang sudah tertuang dalam visi misi. Yaitu 'Karawang Maju Bersama Menuju JAMUGA (Jaya, Mulya, Tohaga)'.

"Acep-Gina memiliki visi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan pembangunan SDM masyarakat yang mandiri dan berdaya saing. Itulah kenapa masyarakat harus memilih Acep-Gina," tutup Teh Lia. (red)*

IMG-20240924-WA0077

Selalu Menghindar Saat Dikonfirmasi, Kepsek MTs Nurul Falah Batujaya Diduga Alergi Terhadap Wartawan

Pintu Masuk MTs Nurul Falah Batujaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Profesi Jurnalis atau Wartawan dalam menjalankan tugasnya mengacu pada undang-undang No. 40 tahun 1999, dimana isi didalamnya menerangkan dan mengatur tentang keberadaan jurnalis dalam menjalankan tugasnya sebagai kontrol sosial.

Namun sayangnya, masih saja ada oknum yang seolah menyepelekan dan bahkan masih terkesan “alergi” dengan keberadaan Wartawan atau terhadap profesi tersebut. Selasa (24/9/24).

Seperti kita ketahui bersama, bahwa media merupakan salah satu sumber informasi di dalam suatu lembaga, baik itu lembaga pemerintah maupun lembaga pendidikan. Namun, sepertinya hal itu tidak berlaku dengan Oknum Kepala Sekolah MTs Nurul Falah Batujaya.

Hal tersebut karena telah beberapa kali ditemui untuk dikonfirmasi terkait transparansi Dana BOS dan terkait Honor Daerah (Honda), dirinya seolah terus menghindar. Bahkan, sudah 5 kali didatangi pun lebih banyaknya malah sulit untuk ditemui, dan sekalinya bisa bertemu pun Kepsek tersebut malah seolah menghindar dan meninggalkan wartawan dengan alasan sedang ada kesibukan.

Sementara itu, ketika dihubungi melalui pesan aplikasi Whats App, Nurlaela, S.Pd.I., selaku Kepala Sekolah MTs Nurul Falah, untuk ditanyakan mengapa dirinya seolah selalu menghindar, dirinya berdalih sedang sibuk untuk mendampingi operator disekolahnya.

"Waalaikumsalam, kemarin saya di lab Pak, dampingi operator karena kurikulum belum aktif, jadi saya harus dampingi operator mengerjakan pekerjaan yang haeua dirapihkan dan dilaporkan kepada pengawas," dalihnya.

Sangat disayangkan. Padahal, untuk keterbukaan informasi publik dari pihak sekolah seperti saat ini, seharusnya sudah tidak asing lagi dengan media. Yang dimana, media itu sendiri merupakan mitra untuk dapat mempublikasikan seputar kegiatan apapun disekolag. Selain itu, media melalui peranan Jurnalis (PERS) berfungsi juga sebagai kontrol sosial yang dilindungi oleh Undang-Undang saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Namun, justru yang terjadi malah sebaliknya, Kepala Sekolah malah terkesan selalu menghindar dan tidak mau dikonfirmasi terkait perkembangan program-program sekolah.

Selain itu, kedatangan seorang Jurnalis juga bukan serta merta tanpa alasan, karena sebelumnya mendengar informasi dan keluhan tentang Honor Daerah yang diduga kurang tepat sasaran. Namun, dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum Kepsek tersebut, hal itu merupakan tindakan yang tidak mencerminkan seorang pendidik. Dimana Kepala Sekolah seharusnya bisa menjadi cermininan dari profesi guru yang bisa bersikap profesional. (Tinggun)*

IMG-20240924-WA0052

Diduga Manfaatkan Pondasi Lama, Proyek Pemagaran Kecamatan Pakisjaya Kini Jadi Sorotan

Proyek Pemagaran di Kantor Kecamatan Pakisjaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pelaksanaan proyek di era keterbukaan sat ini akan jadi buah bibir masyarakat jika pada pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya). Selasa (24/9/24).

Salah satunya seperti pada proyek yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang yang menelan hingga Rp.189.229.000.00,- yang dikerjakan oleh CV. Putra Malaka untuk pembangunan pemagaran Kantor Kecamatan Pakisjaya yang menjadi perbincangan publik karena proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Diduga juga hal tersebut terjadi akibat minimnya pengawasan atau mungkin ada sebuah beban yang sulit untuk ditegakan, faktanya pembangunan pagar tersebut dibangun dan berdiri di atas bekas pondasi lama seolah lolos dari pengawasan.

Seperti yang dikatakan narasumber yang berinisial K, Ia mengungkapkan bahwa ada hal yang janggal antara yang tertera di papan informasi dengan fisik bangunan pagarnya.

"Kalau kita lihat dari papan informasi yang tertera, tentunya perlu dikaji, Karena apa? Karena anggaranya cukup fantastis. Dan ini patut dicurigai, apa sebab saya katakan patut di curigai? Karena proyek pemagaran yang saya liat itu tidak menggunakan pondasi baru, melaikan menggunakan pondasi lama. Saya yakin ini ada kongkalingkong alias masuk angin," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa pembangunan pemagaran tersebut menyimpan misteri, sehingga menjadi sorotan banyak pihak. Pasalnya, diduga keras sebagian pagar yang sudah berdiri kokoh tersebut berdiri di pondasi lama.

"Artinya, ada sebagian pagar yang tidak dari 0 persen alias tidak menggunakan pondasi yang baru," tegasnya.

Faktanya, pembangunan pagar yang sudah mencapai 70 % lebih tersebut tidak menggunakan pondasi baru, melainkan berdiri diatas pondasi yang lama.

Melihat biaya pemagaran yang hampir mencapai ratusan juta ini, terkesan buruknya sisi pengawasan dari Dinas terkait.

"Jika ketentuannya tidak sesuai dengan RAB, kenapa ada sebuah pembiaran pembuatan pagar berdiri diatas pondasi lama," ucap sumber dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diterbitkan, pelaksana maupun pengawas dari Dinas yang ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan tersebut belum berhasil dikonfirmasi. (Tinggun)*