admin

IMG-20241030-WA0087

DPMPTSP Kabupaten Aceh Barat Luncurkan Inovasi “Hiling” untuk Percepatan Perizinan

Mobil Hiling (Hadirkan Izin Layanan Keliling)

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Dalam upaya/ mempercepat proses perizinan usaha, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Aceh Barat meluncurkan inovasi terbaru bernama "Hiling" (Hadirkan Izin Layanan Keliling). Peresmian Mobil Hiling dilakukan pada Selasa, 29 Oktober 2024, di halaman kantor DPMPTSP Kabupaten Aceh Barat.

Penjabat Bupati Aceh Barat, Azwardi AP MSi, yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Barat, Erdian Mourny, SSTP, M.Ec.Dev., menyatakan kebanggaannya atas langkah DPMPTSP dalam menghadirkan inovasi untuk mempercepat layanan perizinan usaha.

Menurutnya, kehadiran Mobil Hiling tidak hanya mempermudah proses perizinan tetapi juga mendukung peningkatan realisasi investasi di Kabupaten Aceh Barat, ujar Erdian

Ia berharap mobil ini dapat membantu para pedagang eceran di kecamatan-kecamatan untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga memperlancar distribusi pangan dan mengendalikan inflasi.

Disisi lain, Kepala DPMPTSP, Edy Juanda, menjelaskan bahwa ide Mobil Hiling lahir dari kebutuhan para pelaku usaha, khususnya sektor perikanan, yang sering enggan datang langsung ke kantor untuk mengurus perizinan dan malah memanfaatkan jasa perantara.
"Berkat dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Mobil Hiling kini bisa menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, membantu mereka yang belum memiliki izin usaha, termasuk kelompok rentan" ujar Edy.

Dengan peluncuran Hiling ini, DPMPTSP Aceh Barat kini memiliki tiga inovasi andalan dalam tiga tahun terakhir, yaitu Klik n Kring, SiLOPer, dan Hiling. Kehadiran ketiga inovasi ini menunjukkan komitmen DPMPTSP Aceh Barat dalam memberikan kemudahan dan peningkatan pelayanan perizinan bagi masyarakat, pungkasnya. (Muhibbul)*

IMG-20241030-WA0001

Berdiri di Kaki Tanggul Citarum, Bangunan PAUD Cahaya Ilmu Jadi Polemik

Bangunan PAUD Cahaya Ilmu

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR – Bangunan PAUD Cahaya Ilmu yang beralamat di Dusun Kenangadua RT. 07/03, Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat menjadi sorotan publik. Pasalnya, meskipun dalam pembangunannya dibiayai oleh pemerintah, fasilitas Pendidikan Anak Dsia Dini (PAUD) tersebut berdiri di area Kaki Tanggul Citarum. Selasa (29/10/24).

Berdasarkan keterangan seorang Guru PAUD, pendirian gedung tersebut dilakukan atas persetujuan Kepala Dusun setempat. Ia juga menjelaskan, saat hendak mendirikan bangunan pihaknya kesulitan menemukan lahan lain yang tersedia.

“Kami sudah meminta izin kepada Kepala Dusun Pak, karena memang sudah tidak ada lahan lain di sekitar sini. Tanah itu adalah Tanah Negara, bukan hak milik kami atau atas nama PAUD,” ungkap Guru PAUD Cahaya Ilmu kepada media.

Diketahui, bangunan tersebut dibangun karena mendapatkan bantuan pendanaan dari pemerintah. Namun, yang justru menjadi polemik yang berkembang di kalangan masyarakat adalah terkait legalitas lahan yang digunakan.

Bahkan, beberapa elemen masyarakat turut mengkritisi pendirian bangunan tersebut yang memanfaatkan tanah tanpa status kepemilikan resmi atau yang jelas.

Sementara itu, terlepas dari polemik tersebut, sejumlah warga berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan dengan baik tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). di PAUD tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepala Dusun maupun pemerintah desa setempat terkait langkah yang akan diambil. (Tinggun)*

IMG-20241029-WA0071

Telan Anggaran 60 Juta, Warga Pertanyakan Realisasi Program Peningkatan Peternakan dari DD Tahap 3 TA 2023 di Desa Karyamakmur

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dugaan penyalahgunaan dana desa untuk peningkatan peternakan di Desa Karyamakmur yang nilainya cukup besar kisaran enam puluh juta rupiah (Rp,60.000.000) dari DD Tahap 3 TA 2023. tidak jelas kuburan nya.

Tentunya, hal tersebut memunculkan keprihatinan akan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi dan hukum yang berlaku dalam pengelolaan dana desa. Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat segera melakukan investigasi untuk mengungkap borok kepala desa Karyamakmur. Selasa (29/10/24).

Berdasarkan keterangan dari warga setempat yang namanya minta dirahasiakan, dirinya mengatakan bahwa anggaran puluhan juta untuk bangunan kandang ternak sampai saat ini tidak ada fisiknya.

"Dan ini saya katakan benar adanya, dan bukan rekayasa, dan bisa saya buktikan," cetusnya.

Menurutnya, anggaran yang mencapai puluhan juta rupiah yang seharusnya untuk membantu perekonomian masyarakat tersebut justru yang terjadi malah sebaliknya.

"Lagi-lagi, masyarakat selalu dijadikan kambing hitam alias dipake tambah lumayan. Saya katakan itu hanya bohong belaka," beber narasumber yang enggan namanya dipublikasikan.

Dirinya pun bertanya-tanya, "Apakah bangunan ternak sudah direalisasikan oleh pemerintah Desa Karyamakmur? Kalaupun iya, bangunan itu kemana? terus anggaran yang cukup besar dipergunakan untuk apa dan masuknya kemana? Sudah jelas dalam APBDesa Tahun 2023, untuk bangunan kandang ternak. Akan tetapi, tidak ada satupun bangunan di wilayah Desa Karyamakmur.

"Saya hanya ingin bertanya, Pemdes Karyamakmur harus jujur dan transparan, kemana mengalirnya anggarannya? Saya beserta warga lainya minta kejujurannya,” pungkasnya

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Karyamakmur masih sulit untuk ditemui dan dimintai konfirmasi. (Team)*

IMG-20241029-WA0062(1)

Miliki Modal Puluhan Juta, Anggaran BUMDes Telukjaya Diduga Digunakan Untuk Kepentingan Pribadi

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Beberapa warga Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengungkapkan kecurigaan terkait tidak adanya perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selasa (29/10/24).

Warga menduga, bahwa Dana Desa (DD) tahap pertama Tahun 2023 yang disertakan sebagai modal BUMDes tidak dikelola dengan baik. Bahkan, ditengarai anggarannya malah digunakan untuk kepentingan pribadi.

Padahal, penyertaan modal BUMDes tersebut semestinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan unit usaha, guna mendayagunakan potensi ekonomi lokal. Namun, hingga kini warga merasa belum melihat adanya perubahan signifikan atau manfaat nyata dari kegiatan BUMDes. tersebut.

Terkait hal tersebut, Saepudin selaku Sekretaris Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengakui bahwa DD Tahun 2023 yang dialokasikan untuk penyertaan modal belum digunakan secara optimal. Dari total 48 juta lebih, baru kurang dari 5 juta yang dimanfaatkan, sementara sisanya masih berada dan dikelola oleh bendahara.

“Sejauh ini, penggunaan dana tersebut hanya untuk penanaman bibit pohon mangga, dengan lokasi tak jauh dari rumah Kepala Desa. Sisanya masih dipegang bendahara,” ujar pria yang akrab disapa dengan panggilan Ending tersebut.

Sementara itu, Bendahara BUMDes yang saat ini diketahui memiliki usaha sebagai pedagang beras memegang sebagian besar dana tersebut. Hal ini memicu kecurigaan dari masyarakat bahwa dana tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

Menurut pengakuan Sekertaris BUMDes, terkait hal tersebut sudah diperiksa oleh Inspektorat Kabupaten Karawang. Namun, masyarakat Telukjaya berharap ada tindakan tegas dari pihak yang berwenang agar tidak terjadi penyalahgunaan Dana Desa.

“Sangat mengecewakan jika dana yang seharusnya untuk kesejahteraan warga tidak dimanfaatkan sesuai rencana. Kami meminta agar pihak terkait segera mengambil langkah hukum jika terbukti ada penyelewengan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Disisi lain, warga mendesak agar pengelolaan Dana Desa lebih transparan dan akuntabel, demi menghindari kecurigaan serta memastikan setiap rupiah benar-benar digunakan untuk pembangunan desa seutuhnya. (Pri)*

IMG-20241028-WA0077

Pj Bupati Aceh Barat dan Dandim 0105 Pantau Karhutla di Desa Deah, Pastikan Api Tak Merembet ke Pemukiman Warga

Pj Bupati Aceh Barat dengan Dandim 0105 saat melakukan pemantauan di Desa Deah

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - PJ Bupati Aceh Barat, Azwardi, AP, M.Si., bersama Dandim 0105 turun langsung memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Desa Deah, Kecamatan Samatiga, Senin (28/10-2024). Kehadiran mereka di lokasi menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan api tidak mengancam pemukiman warga dan menangani bencana secara maksimal.

"Tujuan kami di sini untuk memastikan bahwa api tidak menyebar, terutama ke arah pemukiman warga. Alhamdulillah, proses penyekatan sudah berjalan baik, dan api sudah padam," ujar Azwardi.

Meskipun begitu, ia mengingatkan bahwa kondisi lahan gambut bisa menyimpan bara di bagian bawah, sehingga pemantauan akan terus dilakukan, ujarnya.

Menurut nya, Kebakaran ini diperkirakan telah menghanguskan sekitar 8 hektar lahan gambut, yang memerlukan penanganan ekstra agar bara api tidak kembali muncul. Penanggulangan kebakaran melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri, yang bersinergi dalam memadamkan api demi menjaga keamanan warga setempat, ucap Azwardi.

Kehadiran dirinya bersama unsur TNI-Polri bukan hanya untuk meninjau, tetapi juga memberi motivasi kepada tim di lapangan. "Kita semua berkomitmen, kebakaran ini harus diatasi secepatnya dan sebisa mungkin tidak menimbulkan dampak yang lebih luas," terangnya.

Bencana karhutla di Desa Deah ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat, sekaligus menjadi peringatan agar warga selalu waspada terhadap ancaman kebakaran lahan, terutama di wilayah gambut, tandasnya. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20241028-WA0056

Luncurkan Tiga Program Unggulan, Dinas PUPR Karawang Implementasikan Terobosan Berbasis Kolaborasi dan Sistem Informasi

Kabid SDA PUPR Karawang (tengah) bersama staff Dinas PUPR Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan optimalisasi penyelenggaraan drainase berbasis kolaborasi dan sistem informasi. Senin (28/10/24).

Kegiatan tersebut adalah soft launching tiga progam unggulan, yaitu ASIH SALIRA (aksi bersih-bersih saluran air) SISDARA (sistem informasi sumber daya air Karawang) dan Tim Baru merupakan tim reaksi cepat yang di gagas oleh Sumber Daya Air untuk membersihkan saluran yang bersifat urgensi.

Peserta kegiatan soft launching 3 Program unggulan Bidang SDA Dinas PUPR Karawang

Dr. Aries Purwanto, ST., M Si., M.Sc., selaku Kepala Bidang Sumber Daya Air menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud peningkatan perkembangan masyarakat melalui sebuah terobosan berbasis pengelolaan informasi.

"Dalam mewujudkan peningkatan perkembangan masyarakat, perlu diadakan suatu terobosan yang peningkatan sinergitas pengelolaan informasi Sumber Daya alAir di Kabupaten Karawang," ucapnya.

"Melalui penyempurnaan sistem informasi yang terwakili oleh SISDARA (sistem informasi SDA Karawang) akan mampu meningkatkan partisipasi dalam ikut serta menyukseskan program pemerintah," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Karawang Rusman Kusnadi, ST., dalam hal ini sangat mendukung program yang dilaksanakan oleh Bidang SDA, yang merupakan aksi perubahan.

"Semoga program perubahan ini dapat membawa perbaikan pada sistem drainase irigasi yang ada di Kabupaten Karawang, dan akan mempermudah dalam melakukan pelayanan terhadap pengelolaan drainase dan irigasi yang ada di Kabupaten Karawang," pungkasnya. (Pri)*

IMG-20241028-WA0039

Sepakat Berdamai, Perseteruan Mandor dengan Salah Satu Wartawan Media Online Diakui Merupakan Sebuah Kesalahpahaman Belaka

Mandor Wahyu saat bersama GN (Wartawan Media Online)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Adanya voice note perselisihan yang beredar antara salah satu wartawan media online dengan seorang mandor yang belakangan ramai diperbincangkan, akhirnya keduanya bertemu dan sepakat menyatakan bahwa hal tersebut merupakan sebuah kesalahpahaman. Senin (28/10/24).

Dalam kesempatannya, Mandor Wahyu mengatakan bahwa itu adalah obrolan biasa, terlebih karena hubungan dirinya dengan wartawan tersebut bukan hanya sekedar dekat, tetapi masih ada hubungan kekerabatan.

"Ya maksud saya mah itu teh hanya sekedar obrolan biasa, apalagi saya sama beliau kan bukan hanya sekedar dekat, tapi masih ada hubungan kerabat," ungkapnya.

Sementara itu, GN (inisial) selaku wartawan media online yang dimaksud mengatakan bahwa awalnya memang merasa jengkel atas ucapan melalui voice note yang dikirimkan oleh Mandor Wahyu tersebut, dan mengira Mandor Wahyu melecehkan profesi wartawan. Akan tetapi, setelah keduanya bertemu, baru terungkap bahwa hal tersebut hanya candaan yang mengakibatkan kesalahpahaman.

GN juga membenarkan terkait adanya hubungan kekerabatan antara keduanya.

"Ya, emang bener Mandor Wahyu ini masih saudara saya. Saya juga memohon maaf atas terjadinya kesalahpahaman ini," ucapnya.

Dengan bertemunya kedua pihak tersebut, akhirnya kesalahpahaman yang berkembang menjadi clear dan keduanya sepakat untuk saling memaafkan. (Nunu)*

IMG-20241028-WA0029

Gegara Perihal Konfirmasi, Seorang Wartawan dan Mandor Beselisih Paham

Gambar Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang tengah merealisasikan pembangunan peningkatan jalan poros rabat beton yang dikerjakan oleh pihak penyedia jasa CV. Ananda Resa dengan Volume, panjang = 157,00 M” – Lebar = 3,00 M” yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Karawang Tahun 2024, sebesar Rp 189.075.406,00 dan masa kontrak waktu pengerjaan 60 hari kalender. Namun sayangnya proyek pengecoran tersebut, diduga dikerjakan “asal jadi” tidak sesuai dengan RAB dan spesifikasi teknis. Senin (28/10/24).

Atas dasar hal tersebut, GN (inisial) selaku wartawan dari salah satu media online berupaya menghubungi Wahyu selaku pelaksana dalam pekerjaan tersebut usai mendapati adanya keluhan dari warga masyarakat, dengan tujuan untuk mendapatkan konfirmasi terkait keluhan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Mandor Wahyu selaku pelaksana menimpali dengan voice note yang dianggap bernada seperti melecehkan profesi wartawan, sehingga hal tersebut menimbulkan perselisihan antara keduanya.

"Dimana kesalahannya, proyek itu sudah sesuai spec. Nih kalau hidup itu harus pandai usaha / pintar cari uang, jangan mau minta -minta saja,. sampai tua juga bahkan sampai mati pun tidak akan ada kemajuan, disitu mah mau nya minta – minta terus," timpalnya. Sabtu (26/10/24).

Mendengar adanya ungkapan yang dilontarkan Mandor Wahyu tersebut, GN mengaku tersinggung dan berencana akan melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.

Sementara itu, Hingga berita ini diterbitkan, Pengawas dari Dinas yang bertugas mengawasi keberlangsungan proyek pengecoran tersebut, belum berhasil dikonfirmasi. (Nunu)*

IMG-20241026-WA0046

Serap Anggaran Ratusan Juta, Program Ketahan Pangan Tahun 2024 di Desa Tanahbaru Diduga Fiktif

Kantor Desa Tanahbaru, Kecamatan Pakisjaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dana Desa (DD) adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan bagi desa dan ditransfer langsung ke kas desa, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mendorong pembangunan desa. Sabtu (26/10/24).

Salah satu program yang diprioritaskan dalam Dana Desa adalah program ketahanan pangan, dimana program ketahanan pangan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, guna untuk meningkatkan akses masyarakat desa terhadap pangan, dan meningkatkan konsumsi pangan yang sehat dan bergizi.

Seperti pada realisasi DD tahap pertama Tahun 2024 di Desa Tanahbaru, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang diperuntukkan bagi program ketahanan pangan melalui perkebunan blewah, dengan anggaran Rp 140.928.000. Akan tetapi, anggaran tersebut diduga fiktif dalam laporan pertanggung jawabannya (LPJ), hal tersebut jelas memicu kecurigaan dari masyarakat sekitar.

Masyarakat mencurigai, dalam pelaksanaannya, pengelolaan kebun blewah diduga tidak dikelola sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes).

Sejumlah warga yang minta dirahasiakan namanya, mengungkapkan bahwa mereka tidak melihat adanya kegiatan pengelolaan kebun blewah yang dilakukan oleh kelompok masyarakat Tanahbaru itu tidak ada sama sekali.

“Kami heran karena sampai sekarang tidak ada kegiatan yang terlihat sama sekali. seharusnya, program seperti ini melibatkan warga secara langsung. Tapi faktanya tidak ada aktivitas perkebunan blewah di wilayah Desa Tanahbaru khususnya,” ungkap salah satu warga Tanahbaru.

Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber juga menunjukkan bahwa anggaran untuk perkebunan blewah ini tergolong sangat besar. Namun, belum ada transparansi terkait penggunaannya. Masyarakat berharap, pemerintah desa segera memberikan klarifikasi dan laporan terkait realisasi dana tersebut.

“Kalau memang benar program ini sudah dijalankan dengan anggaran besar, kami butuh penjelasan. Jangan sampai Dana Desa disalahgunakan,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Tanahbaru masih sulit untuk ditemui untuk dimintai keterangannya. (Tinggun)*

IMG-20241026-WA0027

KWT Gampong Ladang Gelar Penanaman Perdana Bawang Merah

Proses penanaman Bawang Merah

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Kelompok Wanita Tani (KWT) Gampong Ladang, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat melakukan penanaman perdana 'Bawang Merah' pada Sabtu (26/10/24).

Kegiatan penanaman perdana tersebut disaksikam langsung oleh Pembina Bidang Pertanian dari Dosen Universitas Teuku Umar (UTU) Aceh Barat.

Dalam kesempatannya, Mariani selaku Ketua Kelompok KWT mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pembina pertanian.

"Kepada bapak binaan, saya sangat berterima kasih atas ajaran teknis menanami bawang merah yang kami buka lahan di Gampong Blang, Gampong Ladang, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, dan semoga bermanfaat," ucapnya.

Sementara itu, Chairul Musca selaku Keuchik (Kepala Desa) Gampong Ladang juga mengatakan terimakasihnya atas kepedulian kegiatan Kelompok KWT, dan semoga kegiatan tersebut berjalan lancar dan berkelanjutan

"Harapan kami kedepan terus berkelanjutan, dan berjalan dengan lancar," pungkasnya. (Muhibbul)*