admin

IMG-20220703-WA0001

100 Tahun Pejuang Siliwangi Indonesia, Dede Mulyana Persembahkan Sebuah Karya Puisi.

Foto Dede Mulyana, S.Pd.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka memperingati 100 Tahun Pejuang Siliwangi Indonesia, Dede Mulyana, S.Pd. Salah satu Insan Silat di Kabupaten Karawang mempersembahkan sebuah Karya Puisi.

Kepada Awak Media, Pria yang akrab dengan sapaan Kang Beben ini mengatakan bahwa dirinya membuat puisi Tentang Pejuang di Tanah Pangkal Perjuangan. Dengan harapan ada sisi manfaat dibalik karya puisinya tersebut.

"Kendati demikian pembuatan Puisi ini saya dedikasikan untuk Karawang, semogalah ada manfaatnya." Harapnya.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan bahwa bait puisi yang ia tulis semata-mata atas kehendakNya, dan mungkin ia bisa apa jika tanpa ketentuan Tuhan Yang Maha Esa.

"Kata demi kata Puisi ini di tulis semata mata atas kuasaNya, dan Qodarullah tentunya saya bisa apa jika tanpa KetentuaNya." Ungkapnya.

Berikut Puisi Karya Dede Mulyana dengan judul

"Pancaran Sinar 45 Dari Karawang."

Ama Raden Oce Puradiredja
Nama yang takkan pernah hilang
Dalam ingatan orang Karawang

Meski tak secarik kertas sejarahpun namamu tertuang
Namunkisahmu kan terus terkenang dari lisan para pejuang…

Sungai citarum menjadi saksi perjalanan
Menuju tanah pangkal perjuangan.
Membawa pancaran sinar semangat perjuangan,
Membebaskan bangsa dari pedihnya penjajahan.

Kau latih pembela tanah air untuk berperang
Rela berkorban sampai titik darah penghabisan
Di Rengasdengklok kota pangkal perjuangan
Skema pengamanan Soekarno-Hatta kau persiapkan
Kau desak agar kemerdekaan segera di proklamirkan
Di gubuk pinggiran sawah sambo Soekarno kau yakinkan

17 roka’at shalat sebagai angka kemenangan
Bangsa ini bebas dari penjajahan
16 Agustus 45 di Rengasdengklok merah putih berkibar

Pekik teriakan merdeka tak tertahankan
Merdeka.. merdeka.. merdeka..

17 Agustus tahun 45 Proklamasi kemerdekaan
Ama Radden Oce Puradiredja

Banyak peperangan telah terlewati
penghadangan sekutu belanda di Pacing, Rawamerta hingga cakung Keranji

Kau himpun bergerak digaris depan Pasukan Partisan Siliwang gagah berani
Rela mati demi mempertahankan kemerdekaan bangsa ini

Kini hanya baju peninggalanmu yang terkoyak senjata perang
Dengan warnanya yang usang seakan menceritakan kisah pedihnya perjuangan
Yang ikhlas tanpa pamrih menolak balas jasa tahta dan harta

Bahkan tak secarik kertas dalam buku sejarahpun namamu kubaca
Ini bukti ikhlas perjuanganmu yang nyata
Dan kini kami hirup udara…
Kami injak Tanah Air Indonesia merdeka

Ku beranikan mengoreskan namamu diatas kertas puisi
Berharap pancaran sinar semangat perjuanganmu
meresap, diserap oleh kami generasi penerus dan pemimpin bangsa ini
Untuk mengisi kemerdekaan membangun negeri
Ikhlas tanpa pamrih

Ama Raden Oce Puradiredja
Pancaran sinar 45 semangt perjuangan ditanah pangkal perjuangan
Kaulah sesungguhnya pahlawan…

(ARS).

IMG-20220701-WA0001

KPH Perhutani Purwakarta Ambil Tindakan Tegas, Terkait Dugaan Adanya Galian Ilegal Di Ciampel.

Foto Kantor Perhutani BKPH Teluk Jambe - KPH Purwakarta, Divisi Regional Jabar & Banten.

Jendela Jurnalis Karawang. - Disinyalir ada aktivitas galian (cut and fill) tanah yang tidak berizin dan dilakukan di atas lahan klaim milik Perhutani oleh sekelompok orang di Desa Mulyasari Kecamatan Ciampel, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani Purwakarta ambil tindakan tegas dengan mengadukannya secara tertulis ke pihak Polres Karawang.

Aduan tersebut dibenarkan oleh administratur KPH Perhutani Purwakarta, Uum Maksum kepada Awak Media ketika ditemui di ruang kerjanya di Jalan Siliwangi, Nagri Kidul, Purwakarta, Kamis (30/6/2022).

“Ya kami telah mengadukannya, prosedurnya memang seperti itu dulu . Pihak Polres Karawang lakukan penyelidikan, nanti setelah dirasa cukup bukti dan saksi tahapannya dinaikan jadi penyidikan,” katanya.

Ia menegaskan, diadukannya peristiwa tersebut lantaran sebagai upaya untuk pencegahan dan pengendalian gangguan keamanan kawasan hutan.

“Mudah-mudahan pihak kepolisian bisa segera menetapkan siapa tersangkanya, sehingga bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ujarnya.

Senada dikatakan Danru Polhutmob KPH Perhutani Purwakarta, Deni. Menurutnya, pengaduan yang dilakukan pihaknya terkait dugaan galian ilegal ke pihak Polres Karawang terjadi sekitar bulan Februari 2022.

“Soal itu sudah diadukan ke Unit Tipiter Polres Karawang. Kami pun hingga saat ini masih menunggu perkembangan kasus tersebut,” ujarnya.

Namun, Deni belum membuka identitas siapa oknum yang diadukannya ke pihak Polres Karawang.
“Siapa yang diadukannya ke Polres Karawang bisa ditanyakan langsung ke Pak Fahmi (pengadu-red) atau bisa dicek ke Unit Tipiter Polres Karawang,” ucapnya.

Pihaknya mengadukan kasus itu lantaran berdasarkan peta kerja dan bukti-bukti yang dimilikinya bahwa lahan digali tersebut milik Perhutani masuk kawasan hutan.

“Itu kalau enggak salah masuk Petak 25 C atau 25 D kawasan hutan RPH Kutapohaci BKPH Telukjambe,” ungkapnya.

“Mau lanjut atau tidak, pihak Perhutani sudah mengadukannya karena hal ini sebagai bukti tidak ada pembiaran. Apakah itu nanti terbukti atau tidak, itu wewenang pihak kepolisian,” timpalnya.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Bustomi, memberikan keterangan berbeda dari pihak KPH Perhutani Purwakarta.

Bustomi mengaku pihaknya tidak menerima aduan tertulis dari KPH Perhutani Purwakarta terkait dugaan galian ilegal di Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel.

“Pihak Perhutani telepon kami memberitahu bahwa mereka sudah mengingatkan ke teradu (agar tidak lakukan galian), tetapi tidak diindahkan sehingga Perhutani meminta backup (bantuan) kami dan kami datang ke sana untuk mengamankan,” jelasnya.

Namun, pihaknya pun belum bisa menetapkan apakah lahan yang digali tersebut milik Perhutani atau warga setempat.

“Sampai saat ini masih kami mintai keterangan. Terkait nanti itu tanah milik siapa yang menjelaskannya pihak berwenang, dalam hal ini BPN,” tutupnya.
(Red)

IMG-20220624-WA0007

Terungkap, Ini Lah Sosok Yang Sebut Wartawan Tukang Minta-minta Dibalik Akun Facebook J P Wallpaper.

Foto screenshoot profil pemilik akun J P Wallpaper.

Jendela Jurnalis Karawang. – Akun Facebook J P Wallpaper yang telah menghina profesi wartawan dengan menyebut tukang minta-minta kini baru diketahui identitasnya.

Pemilik akun JP Wallpaper diduga bernama Jatma Permana, warga Kecamatan Banyusari, Kabupaten karawang, adalah seorang pengusaha Wallpaper dinding tembok bangunan rumah atau gedung kantoran, yang kini tinggal di Pusakanagara, Subang.

Akun yang dalam statusnya berprofesi sebagai pengusaha wallpaper dinding tersebut diketahui karena kerap memposting jasa penjualan dan pemasangannya dalam akun facebooknya, dimana pemasarannya meliputi Kabupaten Karawang, Subang, Purwakarta, Bekasi serta kabupaten lainnya.

Foto screenshoot dari komentar yang dilayangkan akun facebook bernama J P Wallpaper.

Usai melakukan penghinaan terhadap profesi wartawan, pemilik akun Facebook J P Wallpaper seakan tidak merasa bersalah, tanpa meminta maaf maupun klarifikasi, setelah komentar nya dibaca oleh warga net, dia menghapus komentar tersebut.

Menanggapi hal itu, Aktivis Hukum H.Nanang Komarudin,.SH,.MH yang juga seorang pengacara, ketika dimintai tanggapannya mengatakan, bahwa perbuatan pemilik akun J P Wallpaper sudah melawan hukum dengan menyebut wartawan tukang minta-minta.

"Yang diserang wartawan secara umum. Bisa tuh wartawan cilamaya laporkan dia," ucapnya secara singkat, Rabu (22/6/2022).
(Red.)

IMG-20220624-WA0003

Meriahkan HUT Bhayangkara ke-76, Kapolres Karawang Gelar Turnamen Tenis Meja “Kapolres Cup.”

Foto saat pembukaan Turnamen Tenis Meja "Kapolres Cup" di Mall Technomart.

Jendela Jurnalis Karawang -
Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono membuka turnamen tenis meja Kapolres Cup di Mall Technomart, Karawang, Jumat (24/6).

Turnamen yang digelar untuk umum ini menjadi rangkaian momentum HUT Bhayangkara ke-76.

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati Karawang, unsur Muspida (musyawarah pimpinan daerah), Denpom, Kodim 0604/Karawang, Lapas Karawang, KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) dan Satpol PP Karawang.

Dalam sambutannya, Kapolres menekankan, digelarnya turnamen kali ini guna mengapresiasi minat dan bakat para pelajar, pemuda dan masyarakat Karawang terhadap cabang olahraga tenis meja.

"Sebagaimana yang kita ketahui bahwa di Kabupaten Karawang ini, begitu banyak potensi dari para pelajar dan masyarakat di bidang tenis meja, dan mereka ternyata sangat butuh event kegiatan turnamen tenis meja seperti kapolres cup ini," ujarnya.

Dengan gelaran turnamen tenis meja ini diharapkan dapat mencetak bibit-bibit unggul yang nantinya bisa dikembangkan dan berlaga di level yang lebih tinggi.
 
“Tetap jaga sportifitas dan selamat bertanding,” ucapnya.

Ketua pelaksana turnamen, Rudi Setiawan menambahkan, kegiatan ini hasil kolaborasi antara Polres karawang dan Organisasi kewartawanan, seperti PWI, IJTI dan SMSI.

"Intinya ini merupakan bentuk moral dan tanggung jawab kami sebagai insan pers selaku mitra polres karawang untuk berpartisipasi di HUT Bhayangkara ke-76," katanya.

Secara khusus ia mengapresiasi jajaran Polres Karawang atas komitmen dan dukungannya hingga turnamen terlaksana.

"Kami ucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Karawang, dan terkhusus kepada Kapolres Karawang yang sudah memberikan support baik materi, ide serta gagasannya," tuturnya.

Senada dengan Kapolres, ia harapkan melalui ajang ini bisa melahirkan bibit-bibit potensial atlet tenis meja. Sehingga bisa berprestasi untuk Karawang di ajang yang lebih tinggi.

"Mudah-mudahan melalui ajang turnamen tenis meja Kapolres Cup, para peserta bisa lebih Berprestasi lagi," imbuhnya.

Seperti diketahui, Turnamen Tenis Meja diikuti beberapa katagori antara lain, pelajar tingkat SD, SMP dan SMA/ Sedrajat.

Instansi, mulai ASN Pemerintah Kabupaten Karawang, TNI, POLRI dan Wartawan. Sedangkan katagori tingkat umum diadakan mulai tingkat level A-B-C-D.

Jumlah peserta katagori pelajar SD 31 orang, SMP 35 dan SMA 30 orang. Sedangkan peserta dari Instansi ASN, POLRI, TNI, Wartawan sebanyak 80 orang dan peserta umum sebanyak 175 orang.

Seluruh masing-masing Katagori ini panitia hanya memilih peserta yang berhasil juara 1-2-3, juara bersama dan juara delapan besar.

"Seluruh pemenang selain mendapatkan uang pembinaan juga mendapatkan piala dan piagam penghargaaan dari Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono," katanya.
(Red/Kiki).

IMG-20220623-WA0003

3 Tahun Menanti Gaji, Eh Setelah Dibayar Malah Dipotong Oknum Berkedok Serikat Dan Lingkungan.

Foto ketika beberapa oknum melakukan pemotongan gaji.

Jendela Jurnalis Subang - Tim Kurator PT SJ Mode bersama SPN bagikan Pembayaran Gaji Karyawan. Setelah selama 3 Tahun menanti, akhirnya ratusan karyawan bisa menerima hak nya, namun sangat disayangkan pihak kurator dan SPN memotong gaji mereka sebesar 150 ribu rupiah dengan alasan untuk koordinasi lingkungan yang berlokasi di Dusun Kedung Jaya RT 03/01 Desa Batangsari, Kecamatan Sukasari, Subang. Rabu (22/06/22).

Berdasarkan data yang ditemukan dilapangan, jumlah karyawan yang menerima gaji 739 orang, dengan potongan untuk SPN 100.000 Rupiah sedangkan untuk lingkungan 50.000 Rupiah.

Salah satu karyawan beinisial IA warga Karang anyar mengatakan bahwa ada beberapa potongan yang harus ia keluarkan.

"Alhamdulillah akhir nya gaji aku di bayar juga oleh pihak Perusahaan, tapi hanya di bayarkan setengahnya itupun kami kena potongan seratus ribu untuk SPN, dan kami harus ngasih lagi lima puluh ribu rupiah tapi aku ga ngasih ngapain juga kan Pihak Kurator sudah motong 5% dari hasil penjualan 30 milyar, masa karyawan harus ngasih lagi 50 ribu." Ujarnya.

Lain halnya dengan RN, warga Sukamandi Jaya mantan karyawan bagian staff HRD. Ia mengeluhkan kinerja dari SPN dan pihak dari kurator (pengurus atau pengawas institusi).

"Awal nya aku ga di kasih pembayaran gaji, karna aku dari SPSI, tapi aku minta penjelasan dan aku minta bukti mereka tidak bisa memberikan bukti itu semua." Papar RN, Rabu, (22/06/22).

“Namun akhirnya mereka memberikan pembayaran gaji ku, aku hanya terima sebesar Rp 1.200.000,  menurut mereka pemotongan yang 100.000 itu untuk SPN dan yang 50.000 untuk koordinasi lingkungan dan Koordinasi aparat setempat." Ujarnya.

“Hampir dari 75% yang tergabung dalam SPSI di coret nama nya mereka tidak mendapatkan gaji dengan alasan mengundurkan diri, tapi ketika di pinta bukti pengunduran diri mereka tidak bisa menunjukan." Ungkap RN lebih lanjut.

Kapolsek Pamanukan, Kompol H. Undang Sudrajat, SH ketika di konfirmas terkait kegiatan ini, mengatakan bahwa tidak ada Informasi dan tembusan masuk ke Polsek, kemudian akhirnya pada saat itu juga Kapolsek memerintahkan anggotanya turun langsung kelokasi kegiatan.

Ketika di konfirmasi pihak kepolisian dengan di wakili oleh IPDA Agus K, PANIT 1 RESKRIM, terungkap bahwa ternyata Mereka belum mengantongi ijin dari Pemdes, Disnaker, Koramil maupun dari Pihak kepolisian.
(Red/NN)

IMG-20220623-WA0000

Jelang Perayaan Hari Jadi, Pemdes Bayur Kidul Gelar Pengobatan Gratis.

Foto kegiatan pengobatan gratis di Kantor Desa Bayur Kidul.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi warganya, khususnya agar tercipta lingkungan dan masyarakat yang sehat, Pemerintahan Desa (Pemdes) Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten karawang, Hari ini, Kamis (23/6/2022), tengah menggelar Program Pengobatan Gratis.

Program tersebut diselenggarakan di Aula Kantor Desa dengan diawali senam pagi yang diikuti oleh Pemdes bersama warganya, dan dipandu oleh Ibu-ibu PKK Bayur Kidul beserta Team dari PKM Bayur Lor.

Foto Kades Bayur Kidul ikuti senam pagi bersama warga.

Dalam kegiatan tersebut, Pemdes Bayur Kidul bekerjasama dengan PKM Bayur Lor dan Rumah Sakit Izza Cikampek untuk memberikan pengobatan gratis bagi warganya yang kurang mampu.

Tampak antusias Masyarakat Bayur Kidul mengikuti program pengobatan gratis tersebut, banyak warga berdatangan dengan berbagai keluhan penyakit yang diderita, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit berat lainnya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Jazuli selaku masyarakat Bayur Kidul yang menderita sakit pada bagian mata, dirinya merasa sangat terbantu dan berterimakasih kepada Pemdes atas adanya program pengobatan gratis bagi masyarakat.

"Ya saya sangat mendukung dan mengapresiasi program ini, terimakasih juga untuk Pemdes yang telah mengadakan pengobatan gratis ini, saya sangat mendukung langkah pemdes ini, artinya Pemdes sangat peduli terhadap kebutuhan masyarakatnya." Ungkapnya.

Ketika diwawancara, H. Darsono selaku Kepala Desa Bayur Kidul berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.

"Mudah-mudahan dengan adanya pengobatan gratis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Karena ini bentuk kepedulian saya sebagai Kepala Desa kepada masyarakat, dan masyarakat Bayur Kidul semuanya harus sehat." Harapnya.

Lebih lanjut, H. Darsono menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan menjelang pelaksanaan perayaan Hari Jadi Desa Bayur Kidul pada Juli mendatang.

"Selain ini, pada juli nanti juga kita akan mengadakan perayaan Hari Jadi Desa, dimana nanti kegiatannya di isi dengan berbagai kegiatan bertema sosial, selain pengobatan gratis juga ada sunatan massal, pemberdayaan UMKM, pagelaran wayang, acara religi yang di isi oleh penceramah, serta mengangkat budaya-budaya lokal dan sejarah tentang Bayur Kidul, tujuannya supaya generasi muda nantinya bisa tahu sejarah tentang Bayur Kidul dari awal berdiri hingga sekarang ini." Terangnya.
(NN).

IMG-20220620-WA0001

Verifikasi Dewan Pers Bukanlah Syarat Utama Kerjasama Media Dengan Pemerintah, Begini Penjelasannya.

Foto logo Dewan Pers.

Jendela Jurnalis Jakarta -
Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh
dengan tegas mengungkapkan, bahwa Dewan Pers tidak pernah meminta harus Verifikasi Media menjadi syarat kerjasama dengan Pemerintah Kota atau Daerah, institusi Polri – TNI selama positif bekerjasama sesuai tupoksinya.

Dewan Pers juga tidak pernah mengeluarkan surat bahkan tidak mempermasalahkan media yang belum terverifikasi / terfaktual, selama media tersebut telah berbadan hukum PT khusus Pers dan penanggung jawab serta alamat kantor jelas dan profesional.

“Dewan Pers tidak pernah melarang atau meminta Pemerintah Kota atau Daerah, institusi Polri – TNI untuk tidak bekerjasama dengan perusahaan media yang belum terfaktual oleh Dewan Pers, asal sudah berbadan hukum PT Khusus Pers silahkan, sesuai UU Pers no 40 tahun 1999,” tegas Muhammad Nuh.

Pernyataan Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh itu disampaikan kepada media dalam diskusi dengan beberapa Pimpinan Media Cetak, elektronik maupun Siber di Hotel Ratna Inn, Banjarmasin, M. Nuh menepis jika media melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kota atau Daerah, institusi Polri – TNI harus yang terverifikasi oleh Dewan Pers.

Disisi lain Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch menyampaikan hal yang sama, bahwa tidak menjadi masalah setiap media melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kota atau Daerah, institusi Polri – TNI meski media tersebut belum terverifikasi Dewan Pers selama media tersebut telah berbadan hukum.

Lebih lanjut Henry juga menegaskan, bahwa Dewan Pers tidak pernah mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa media yang boleh bermitra dengan pemerintah itu harus terverifikasi.

"Tidak ada surat itu. Terpenting bagi Dewan Pers, perusahaan media itu harus sudah berbadan hukum sesuai Undang-Undang Pers. Itu saja sebenarnya sudah cukup. Tidak perlu harus terverifikasi, semua bisa menyusul asal kinerja media tersebut profesional,” jelasnya.

Henry melanjutkan, menyaratkan bahwa kerjasama kemitraan menggunakan anggaran APBD hanya dilakukan dengan media yang sudah berstatus terverifikasi administrasi atau terverifikasi faktual dari Dewan Pers.

Tidak ada kata itu di UU Pers tapi jelas sekali dinyatakan di Pasal 15 ayat (2) butir g UU Pers, salah satu fungsi yang diemban Dewan Pers adalah mendata perusahaan pers. Dan sebagai turunan dari butir g tersebut, maka pada 2008 lahir Peraturan Dewan Pers No. 4/Peraturan-DP/III/2008 tentang Standar Perusahaan Pers yang kemudian diperbarui lagi dengan Peraturan Dewan Pers No. 3/Peraturan-DP/X/2019, 11 tahun berikutnya,

"Jadi dasar hukumnya jelas. Masyarakat pers diminta mengatur dirinya sendiri, apa yang dikenal sebagai prinsip swa regulasi, self regulation" jelasnya.

UU Pers adalah satu-satunya undang-undang yang tidak ada produk turunannya dari pemerintah akibat trauma di zaman Orde Baru, dimana Surat Keputusan Menteri Penerangan Harmoko lebih sakti dari UU yang berlaku (UU No.21 tahun 1982) untuk mengatur hidup mati sebuah media.

Peraturan Dewan Pers merupakan produk dari masyarakat pers sendiri karena mulai timbul usulan butir-butir masalah, pembahasan, perumusan, selalu melibatkan bahkan diinisiasi organisasi pers, dan ketika draft sudah mendekati final maka diadakan uji publik.

"Disini seluruh pemangku kepentingan di luar pers pun diajak untuk memberi masukan, mengoreksi, dan memberikan sudut pandang nonpers agar saat nanti sudah menjadi aturan, dia benar-benar mewakili semua pihak terkait,” pungkasnya.

Dikutip dari Antaranews. Terkait Ada Surat Edaran Larangan Kerjasama dari Dewan Pers Hoax di website Dewan Pers, Ia juga menambahkan agar masalah ini diketahui oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, baik tingkat Propinsi maupun Kabupaten Kota. Jangan lagi ada pertanyaan, apakah media tersebut telah terverifikasi atau tidak. Yang penting media tersebut Berbadan Hukum.

Namun demikian kerjasama dengan Pemerintah Kota atau Daerah, institusi Polri – TNI tidak membuat daya kritis media untuk menyampaikan berita yang kritis, profesional dan konstruktif, jangan melempem.

Sumber : Dewan Pers

IMG-20220619-WA0012

Ayo…! Mondok Sambil Sekolah di Ponpes Husnul Khotimah Telagasari.

Foto Santri dan pengasuh Ponpes Husnul Khotimah.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dunia pendidikan memang harus serba kreatif, baik formal maupun yang non formal, semua berlomba memberikan inovasi terbaiknya, baik dari segi pengajaran, program, maupun sarana dan prasarana, terlebih untuk memenuhi kebutuhan dalam memberikan kualitas pendidikan terhadap anak didiknya.

Di Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah misalnya, salah satu Ponpes yang kini tengah berusaha memberikan program pendidikan terbaiknya, walaupun terbilang masih baru, namun tak menyurutkan semangatnya untuk memberikan paket pendidikan terbaik bagi Santriwan dan Santriwatinya dengan mendirikan Sekolah Islam Terpadu, yaitu SMP IT dan SMK IT yang juga bisa memberikan pendidikan formal terbaik bagi area sekitar.

Ponpes Husnul Khotimah sendiri terletak di Dusun lll Citajaya, RT 014, RW 005, Desa Kalibuaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang. Berdiri melalui Yayasan Husnul Khotimah dengan Nomor AHU-0006027.AH.01.04.TAHUN 2022.

Foto bersama santri usai mengaji.

Dari pantauan Jendela Jurnalis di lokasi Ponpes, terlihat bahwa disana proses pembangunannya masih berlangsung. Namun, meskipun belum sepenuhnya rampung, tak menyurutkan semangat tenaga pengajar disana untuk membuka pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Tahun Ajaran 2022-2023, dan mengaku siap untuk menjalankan proses pembelajaran dengan fasilitas seadanya.

Foto fasilitas santri yang masih dalam tahap pembangunan.

Menurut KH. Tubagus Masduki, S.Pd.I selaku Ketua yayasan juga sekaligus Pengasuh Ponpes Husnul Khotimah, ia menuturkan bahwa didirikannya sekolah tersebut bertujuan untuk memberikan paket pendidikan lengkap bagi Santriwan dan Santriwatinya untuk tetap bisa mengenyang pendidikan formal sambil mondok.

"Dengan didirikannya SMP IT dan SMK IT ini, tujuannya untuk memberikan paket pendidikan lengkap bagi santri, biar sambil mondok juga bisa sambil sekolah, terutama bagi santri yang dari luar daerah, tentunya ini jadi solusi untuk mereka." Tuturnya.

Santri yang mondok di Ponpes Husnul Khotimah selain yang dari Karawang ternyata banyak juga yang dari luar daerah, ada yang dari Cianjur, Bogor, sampai yang dari Palembang pun ada, dengan jumlah total Santri sekitar 130, diantaranya adalah 100 Santriwan dan 30 Santriwati.

Untuk program pendidikannya, di SMK IT Husnul Khotimah menyediakan beberapa pilihan jurusan Kompetensi Keahlian, mulai dari Teknik Bisnis & Sepeda Motor (TBSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), dan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP). Juga 2 program unggulannya, yaitu Tahfidz Al-Qur'an dan Hafalan Kitab Alfiah Ibnu Malik.

Pamflet PPDB untuk SMP IT dan SMK IT Husnul Khotimah.

KH. Tubagus Masduki juga mengungkapkan bahwa dirinya berharap agar ada sedikit perhatian dari dermawan maupun Dinas terkait, karena tak dapat ia pungkiri jika yang namanya merintis di dunia pendidikan itu memang penuh perjuangan, karena selama ini untuk Ponpesnya sendiri sama sekali tidak memungut biaya mondok, namun untuk merintis penyediaan pendidikan formal dirinya mengaku agak kesulitan dalam mencari sumber dana.

"Kalau untuk mondok, disini kita tidak bebankan biaya, tapi kalo untuk pendidikan formal kita agak kesulitan dan penuh perjuangan dalam mencari sumber dana untuk membangun sarana dan prasarananya, saya sih berharap kedepannya ada perhatian dari dermawan maupun dari Dinas terkait, biar santri bisa tetap sekolah sekaligus mondok sesuai harapan kita." Harapnya. (NN).

IMG-20220619-WA0007

Garda BMI Karawang Bersama PKB Kembali Berhasil Bantu Pemulangan PMI, Kali Ini Giliran PMI Asal Kutawaluya.

Foto Ketua Garda BMI bersama PMI Ratnasari.

Jendela Jurnalis Karawang -
Gabungan Rakyat Daerah untuk Buruh Migran Indonesia (Garda BMI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Karawang kembali berhasil membantu proses dan pendampingan untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menemukan kesulitan diluar negeri tempatnya bekerja.

Setelah sebelumnya beberapa PMI asal Kabupaten Karawang berhasil dipulangkan, yang terakhir adalah PMI asal Tirtajaya, kini giliran Ratnasari Binti Enday, salah satu Warga Dusun Babakan Banten, RT 011, RW 003, Desa Kutajaya, Kecamatan Kutawaluya yang telah berhasil pulang ke tanah air melalui pendampingan yang dilakukan oleh Garda BMI Karawang.

Terkait hal tersebut, Hari ini, Minggu (19/6/2022) Jajaran pengurus Garda BMI Karawang berkoordinasi dengan PKB Karawang untuk mengadakan seremonial penyambutan di kantor sekretariatnya, yaitu di Perum Grand Permata Blok D/8 no 22, Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya, Rasmana selaku Ketua Garda BMI Karawang menerangkan bahwa seremonial ini diselenggarakan atas rasa syukur untuk setiap capaian Garda BMI, juga untuk memberikan penghargaan terhadap pejuang devisa negara yang mengalami nasib kurang baik diluar negeri sana dan berhasil dipulangkan dengan pendampingan dari Garda BMI.

"Seremonial penyambutan ini kita selenggarakan atas rasa syukur untuk setiap capaian Garda BMI Karawang, juga untuk memberikan penghargaan terhadap pejuang devisa negara yang bernasib kurang baik diluar negeri sana, dan alhamdulilah telah berhasil dibantu proses maupun pendampingannya oleh Garda BMI Karawang." Terangnya.

Rasmana juga menambahkan, untuk kasus PMI asal Kutawaluya ini berdasar laporan langsung yang disampaikan oleh Muhamad Kusyadi selaku suami dari Ratnasari pada Kamis (26/5/2022) lalu, dengan dasar bahwa Ratnasari di luar negeri sana mengalami sakit yang serius dengan pembuktian yang dilampirkan lalu menguasakan pendampingan pengurusannya kepada Garda BMI Karawang sesuai prosedur pendampinan yang dilakukan Garda BMI.

"Kasus ini berdasarkan laporan dari Muhamad Kusyadi selaku suami dari PMI atas nama Ratnasari pada bulan lalu, dengan dasar keterangan dalam pelaporannya katanya Ratnasari disana mengidap penyakit serius, dengan keterangan maupun bukti yang juga dilaporkan dalam berkas pelaporannya, kemudian menguasakan dalam pengurusannya kepada Garda BMI melalui surat kuasa resmi." Tambahnya.

Dalam penyambutan tersebut, Muhamad Kusyadi selaku suami dari PMI tersebut juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada semua pihak yang terlibat dalam membantu proses pendampingan hingga istrinya dapat dipulangkan.

"Alhamdulilah, saya bersama istri saya sangat berterimakasih kepada Garda BMI dan semua pihak yang telah membantu proses pendampingan hingga istri saya hari ini bisa dipulangkan." Ucapnya penuh syukur.
(NN).

IMG-20220619-WA0002

Karawang Tampil Memukau Dalam Pawai Ta’aruf MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat di Sumedang.

Foto Peserta dari Kontingen Kab. Karawang.

Jendela Jurnalis Sumedang -
Kontingen Kabupaten Karawang dalam Pawai Ta'aruf MTQ tingkat provinsi Jawa Barat di Kabupaten Sumedang tampil memukau menampilkan kesenian khas Karawangan yaitu Obrog dan egrang atau jajangkungan. Seluruh penonton disepanjang jalan menuju tribun kehormatan disambut dengan tepuk tangan dan aesekali Selfi dengan atraksi egrang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 19 Junin 2022 di Alun alun Kabupaten Sumedang.

Kontingen Karawang disambut oleh Bupati Kabupaten Sumedang Dony Ahmad Munir dan jajaran para Pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sumedang.

Foto peserta pawai ta'aruf dari kontingen Kab. Karawang.

Selain menampilkan atraksi kesenian khas Karawangan, kontingen Kabupaten Karawang juga memberikan cindera mata kepada Bupati Sumedang berupa kerajinan yang dibuat oleh masyarakat Karawang, yaitu dua buah boneka boba ukuran besar yang diberikan oleh Ketua Kontingan Yaitu Asda 1 H. Ahmad Hidayat yang didampingi oleh Kabag Kesra H.Rohmana Setiyansyah dan ratusan boneka ukuran kecil yang di lemparkan kepada penonton di sekitar tribun kehormatan yang di bawa oleh peserta pawai dari Kabupaten Karawang.

Kontingen Kabupaten Karawang dalam peserta Pawai Ta'aruf tersebut menghadirkan seluruh Pejabat Kabupaten Karawang yaitu Para Kepala OPD, pejabat eseleon III dan IV, para Camat, peserta MTQ serta jajaran Kementrian Agama di Kabupaten Karawang, seluruhnya berjumlah 215 yang merupakan jumlah terbanyak dari peserta kabupaten lain.
(wk.co)