admin

IMG-20221203-WA0003

Kapolri Dampingi Laksamana Yudo Margono Fit and Proper Test

Foto Kapolri bersama Kasal Laksamana Yudho Maryono

Jendela Jurnalis, Jakarta -
Kasal, Laksamana Yudo Margono, hari ini menjalani fit and proper test sebagai calon Panglima TNI di DPR-RI, Jum'at (2/12/22). Dalam proses fit and proper test ini, Yudo ditemani Kastaf lainnya dan Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri pun menyampaikan, bahwa kehadiran dirinya menemani Laksamana Yudo menjalani fit and proper test, adalah bentuk sinergitas dan soliditas TNI-Polri. Hal ini sesuai dengan pesan dan amanah Presiden Jokowi.

"Bapak Presiden sudah menyampaikan berulang-ulang, bahwa TNI-Polri harus selalu solid dan sinergi. Tentunya amanah dan pesan dari Pak Presiden tersebut, selalu kita jaga. Hari ini menjadi salah satu Giat bukti dari TNI-Polri solid dan bersama Kastaf yang lain, mengantar Bapak Kasal, Laksamana Yudo Margono, untuk mengikuti tes fit and proper," kata Sigit, di gedung DPR-RI.

Potret keakraban TNI dan Polri

Lebih lanjut Sigit menyampaikan, semua keluarga besar Polri di seluruh tanah air, mendo'akan agar seluruh perjalanan Laksamana Yudo, lancar sampai pelantikan sebagai Panglima TNI. Mantan Kabareskrim Polri ini menegaskan, sinergitas dan soliditas sangat penting, apalagi saat ini memasuki tahun politik, sehingga yang namanya stabilitas Kamtibmas, keamanan masyarakat, Keamanan Negara, Kedaulatan Negara, Kedaulatan Pemerintah, menjadi penting.

"Ini akan membawa dampak stabilitas politik terkendali dan ini menjadi modal bagi Indonesia, untuk menghadapi situasi global yang penuh dengan ketidakpastian. Dengan semangat soliditas dan sinergitas yang ada, kita harapkan Indonesia akan menjadi lebih baik," katanya.

Ia pun yakin, Laksamana Yudo, menjadi sosok yang pantas dan berkompeten menjadi Panglima TNI. Ia pun berharap ke depan, setelah Laksamana Yudo dilantik menjadi Panglima TNI, bisa meningkatkan sinergitas dan soliditas TNI-Polri.

"Setelah dilantik, beliau punya program-program. Tupoksi masing-masing sudah ada. Ada Giat bersama yang kita tingkatkan dan ini menjadi komitmen kita, untuk diperbaiki pada setiap event, dimana TNI-Polri dibutuhkan bersama. Dengan sinergitas TNI-Polri, ini ditunggu masyarakat dan kita tunjukkan, TNI-Polri menjaga dan mengawal masyarakat, Bangsa dan Negara," ucapnya. (AP)

IMG-20221202-WA0012

Peringati Harkesnas ke-58, Personel Polres Karawang Adakan Giat Donor Darah

Foto kegiatan donor darah

Jendela Jurnalis, Karawang -
Dalam rangka memperingati Harkesnas (Hari Kesehatan Nasional) ke-58, beberapa Personel Polres Karawang, menyumbangkan darah untuk kemanusiaan. Dalam Giat, dihadiri Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, SH, SIK, MH, bertempat di lapangan Karangpawitan, Kab. Karawang, Jabar, Jum'at (2/12/22).

Selain itu, turut pula dihadiri Bupati Karawang, dr. Cellica N, Muspida Karawang dan seluruh stakeholder dari Dinkes dan jajaran kesehatan RS yang ada di wilayah Kab. Karawang.

Momentum Harkesnas tersebut, merupakan kebangkitan masyarakat dari situasi buruk pandemi selama 3 tahun, sehingga peringatan Harkesnas kali ini, mendorong Kemenkes, untuk mengangkat tema “Bangkit lndonesiaku, Sehat Negeriku”. Tema ini dipilih, karena menggambarkan bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat, untuk saling bahu-membahu menyelesaikan pandemi Covid-19, demi terwujudnya Indonesia kembali bangkit dan kembali sehat.

Foto pemeriksaan kesehatan sebelum donor darah

Dalam kesempatan ini juga, Sat Samapta Polres Karawang, ikut berperan dalam Giat Baksos tersebut. Giat tersebut dipimpin Kasat Sabhara, AKP Hasanudin Bahar, beserta 10 Anggota Samapta, mengikuti donor darah untuk kemanusiaan.

Kepada Tribrata, Kapolres Karawang melalui Kasat Sabhara mengatakan, "Dengan mengikuti donor darah dalam peringatan Harkesnas tahun ini, menjadi momentum yang baik sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama, dimana kita dapat melakukan Giat kemanusiaan, pada peringatan Kesehatan Nasional yang ke-58 tahun." (AP)

IMG-20221202-WA0008

IPI: Kepercayaan Terhadap Kinerja Polri, Meningkat

Jendela Jurnalis, Karawang -
Tingkat kepercayaan publik terhadap kerja-kerja Kepolisian di bawah kepemimpinan Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit, berhasil menguat. Hal itu jadi temuan terbaru survei IPI (Indikator Politik Indonesia).

IPI merilis hasil survei terhadap Lembaga-lembaga Negara. Hasil survei menunjukkan, kepercayaan kepada Institusi Polri, kembali menguat dalam dua bulan terakhir.

Ada penguatan terkait tingkat kepercayaan atas kerja Polri, jika dibandingkan temuan sebelumnya.

"Kepercayaan terhadap Polri kembali menguat," demikian hasil survei IPI, Jum'at (2/12/22).

Adapun survei ini dilakukan pada 30 Oktober-5 November 2022, terhadap WNI yang berusia 17 tahun ke atas. Metode yang digunakan adalah multistage random, sampling terhadap sampel sebanyak 1.220 orang. Margin of error survei sekitar ± 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut tingkat kepercayaan publik terhadap Polri:

Februari 2022: 75,2 persen
April 2022: 77,3 persen
Juni 2022: 62,6 persen
Agustus 2022: 54,4 persen
November 2022: 60,5 persen

Sementara itu, berdasarkan tingkat kepercayaan kepada Lembaga Negara, TNI menjadi paling teratas. Sementara tingkat kepercayaan kepada Polri, naik ke angka 60,5 persen.

Berikut tingkat kepercayaan terhadap Lembaga Negara:

  • TNI 93,4 persen
  • Presiden 88 persen
  • Kejagung 77,4 persen
  • KPK 72,6 persen
  • DPD 68,7 persen
  • DPR 64,5 persen
  • Polri 60,5 persen
  • Parpol 54,7 persen

Para responden, mayoritas memberikan penilaian yang positif dan survei IPI menemukan penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi, mengalami peningkatan. Seperti dilihat di Republik Merdeka, Direktur Eksekutif IPI, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, ada penguatan terkait tingkat kepercayaan atas kerja Polri, jika dibandingkan temuan sebelumnya.

“Jika pada Agustus 2022 angkanya 54,4 persen, memasuki November menjadi 60,5 persen,” kata Burhanuddin, saat memaparkan hasil survei bertajuk Kinerja Lembaga Gakkum di Mata Publik dan Penanganan Kasus-kasus Besar Secara Virtual," tuturnya.

Penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi, tampak mengalami perbaikan dalam dua bulan terakhir. Yang menilai positif, cenderung meningkat dan sebaliknya, yang menilai negatif, cenderung menurun.

Kemungkinan besar, terutama karena ada kecenderungan peningkatan kepercayaan publik terhadap Lembaga Penegakkan Hukum, terutama kejaksaan dan Kepolisian. Terhadap Kepolisian, tingkat kepercayaannya mulai membaik, setelah menurun tajam pasca kasus besar yang menimpa Oknum Anggota Kepolisian.

Indikator menyebut, kepercayaan masyarakat terhadap Lembaga Kepolisian dan Jaksa, meningkat. Kepercayaan terhadap Kepolisian sebelumnya disebut menurun tajam, karena kasus besar Ferdy Sambo. (AP)

IMG-20221202-WA0005

Kasus Penganiayaan Dua Wartawan Karawang Kembali Digelar, LPSK RI Kawal Ketat Proses Hukumnya

Foto Wakil Ketua LPSK RI bersama keluarga korban di depan Mapolres Karawang

Jendela Jurnalis Karawang -
Babak baru kasus penganiayaan dua wartawan di Karawang kembali dimulai. Sejak, dikabulkannya permohonan terlapor oleh Hakim tunggal Praperadilan PN (Pengadilan Negeri) Karawang, Satreskrim Polres Karawang kembali melakukan penyelidikan ulang  setelah gelar perkara khusus di Polda Jawa Barat.

"Ya kami mulai lagi penyelidikan perkara itu. Semua mulai dari awal lagi," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Arief Bastomy diruangan kerjanya kepada jurnalis Nuansa Metro, Kamis (1/12) sore.

Meski Kasat Reskrim ini tidak berbicara banyak, namun berdasarkan pantauan sejak Kamis (1/12) pagi proses penyelidikan dan pemanggilan korban terus dilakukan secara marathon.

Termasuk, ikhwal prosedur visum yang menjadi dasar Hakim Praperadilan mengabulkan pemohon dengan menggugurkan semua proses penyidikan, juga menjadi perhatian Penyidik Polres Karawang.

Mereka melakukan konfrontir ke dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang yang melakukan visum pada saat pelaporan Tanggal 20 September 2022 lalu.

"Iya, kami (korban) dan penyidik tadi ke RSUD Karawang, kaitan persoalan visum," kata Zaenal Musthofa disela-sela jeda istirahat pemeriksaannya di Reskrim Polres Karawang.

Kasat Reskrim, AKP Arief Bastomy juga memastikan proses penyelidikan perkara yang sempat menghebohkan publik nasional ini akan ditangani lebih teliti lagi.

"Nanti akan saya sampaikan secara utuh prosesnya, jangan setengah-setengah. Percayakan kepada kami mengenai teknis penyelidikannya," tutup Arief.

Diwaktu yang sama, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia, Susilaningtias mendatangi Mapolres Karawang, Kamis (1/12).
Kedatangan unsur pimpinan LPSK ini kaitan dengan pendampingan hukum dua korban penganiayaan wartawan di Kabupaten Karawang dengan terlapor oknum pejabat di lingkungan Pemkab Karawang.

"Kami koordinasi dengan Polres Karawang kaitan perkara ini. Terutama untuk keberlanjutan proses hukumnya, setelah digugurkan oleh putusan praperadilan," kata Susilaningtias di depan gedung Satreskrim Polres Karawang.

Susi menyebut, perlindungan yang diberikan LPSK kepada dua korban yang berprofesi sebagai wartawan ini dan keluarganya secara intensif dilakukan. Terutama perlindungan terhadap keselamatan fisik dan lainnya.

Karena, menurutnya pontensi ancaman terhadap kedua korban dan keluarganya itu memang ada.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan Polres Karawang kaitan perkara ini," ujarnya.

Tidak hanya perlindungan keselamatan, LPSK juga melakukan pendampingan kepada korban saat memenuhi panggilan penyidik Polres Karawang untuk pemeriksaan. (Fan/red).

IMG-20221202-WA0003

Polri Sarang Mafia, AIPDA Aksan Bongkar Kebobrokan Institusinya

Jendela Jurnalis, Jakarta -
Dalam dua hari ini, publik dikejutkan lagi dengan video viral yang berisi pernyataan seorang Anggota Polri berpangkat AIPDA (Ajun Inspektur Polisi Dua) bernama Aksan. Polisi yang bertugas di Sat Binmas Polres Tanah Toraja, Sulsel (Sulawesi Selatan) ini dengan gagah berani menyampaikan, bahwa Polri sekarang banyak sekali mafia a.k.a. Polri menjadi sarang mafia. Untuk itu, sang Polisi Aksan yang mengaku ber-NRP. 81100061 ini meminta kepada Kapolri, untuk membersihkan Lembaga Gakkum (Penegak Hukum) tersebut dari para mafia.

Aksan juga mengatakan, bahwa Polri saat ini tidak karuan alias kacau-balau tidak teratur, tidak benar dan tidak sesuai dengan harapan publik, termasuk tidak becus dalam pengelolaan SDM di internal Polri. Anggota Polri ini dengan mimik prihatin, meminta perhatian Kapolri terkait pernyataannya itu.

Ada dua penyebab utama kondisi 'tidak karuan' tersebut bisa terjadi di institusi baju coklat ini. Pertama, kata Aksan, semua hal atau semua urusan harus bayar. Dari rekrutmen dan penerimaan Anggota Polri, harus bayar. Anggota Polri pindah tugas, harus bayar. Demikian juga untuk promosi ke jenjang Perwira, harus bayar.

Kedua, menurut Aksan lagi sebagaimana dapat disimak dalam videonya, budaya korupsi yang marak di Lembaga Polri. Aksan mengaku, bahwa dirinya dimutasi dari Polres Palopo ke Polres Tanah Toraja, akibat tindakannya membongkar perilaku korupsi Pimpinannya, Kapolres Palopo, atas nama AKBP Alfian Nurnas, SH, SIK.

OKNUM KABARESKRIM BACKING TAMBANG ILLEGAL

Video berisi pengakuan anggota Polri terkait kebobrokan institusinya ini, adalah yang kesekian kalinya. Sebelumnya, beberapa video serupa tapi tak sama, sudah sempat viral. Masih santer di dunia maya saat ini, tentang video berisi pengakuan Polisi Ismail Bolong. Polisi di Kaltim itu berteriak nyaring, terkait tambang illegal yang di-back-up oleh jaringan mafia di Polri. Tidak tanggung-tanggung, yang terlibat dalam konspirasi pencurian harta Negara berupa tambang itu, antara lain Kapolda dan Wakapolda Kaltim (Kalimantan Timur). Bahkan berdasarkan pengakuan Ismail Bolong, Kabareskrim Komjenpol Agus Andrianto, juga terlibat dalam kasus yang menghebohkan itu.

Banyak lagi video berisi jeritan hati para Anggota Polri, yang miris melihat 'rumahnya' tidak karuan. Apalagi jeritan hati rakyat, sudah mencapai ratusan ribu kasus. Warga dimana-mana terpaksa terlilit masalah, karena perilaku oknum gerombolan berseragam coklat yang menjerat mereka hanya karena uang, kekuasaan, perempuan dan prestise konyol yang mereka kejar.

Entah sampai kapan kondisi bobrok itu bisa dibenahi, agar lebih baik dan Polri dapat menjalankan fungsinya kembali dengan benar? Yang pasti, setiap Anggota Polri dari level tertinggi, Kapolri, hingga ke tingkat terendah, para Polisi berpangkat Bharada, mesti bergerak bersama membenahi lembaganya.

USUT OKNUM KAPOLRES LAMTIM

Pun, publik berharap, agar Kapolri melakukan langkah ekstrim dalam membenahi dan membersihkan jajarannya dari para Polisi kriminal yang bercokol di lembaga pengguna uang rakyat itu. Pembersihan Oknum-oknum Pimpinan Polri yang terindikasi tidak benar dalam bekerja, harus dilakukan. Lebih cepat lebih baik, sebelum borok Polri semakin membusuk dan harus disuntik mati.

Salah satu terduga Polisi kriminal, adalah Oknum Kapolres Lamtim (Lampung Timur) bernama Zaky Alkazar Nasution. Oknum Polisi ini secara nyata-nyata, telah melakukan kebohongan publik dan mengkriminalisasi warga, yakni Wartawan media online resolusitvnews.com, Muhammad Indra. Oknum Kapolres bersama jajarannya itu, dengan seenaknya menangkap Muhammad Indra, hanya berdasarkan atas laporan orang berduit, si Raja Mesum Lamtim, bernama Masrio.

Tanpa langkah kongkrit dan tegas, Polri Presisi hanyalah omong kosong Kapolri belaka. (AP)

Referensi:
https://youtu.be/snaJHQ-0PA8

IMG-20221202-WA0001

PPWI Babel Adakan Musyawarah, Bahas Berbagai Agenda Internal

Foto Ketua DPD PPWI Kep. Bangka Belitung bersama Anggota dan Pengurus

Jendela Jurnalis, Pangkal Pinang -
Ketua DPD-PPWI Prov. Kep. Babel (Bangka Belitung), Ali Rachmansyah, ajak Anggota dan Pengurus, agar tetap kompak, guna membangun kebersamaan secara internal maupun eksternal, serta meningkatkan semangat persatuan di tubuh PPWI, dalam melaksanakan amanat organisasi.

"Agar segenap Anggota dan Pengurus PPWI dapat meningkatkan kekompakan dan persatuan, serta melaksanakan amanat organisasi dengan baik," pinta Ali, saat memimpin musyawarah DPD-PPWI Babel, di Cafe Tungtau Semabung, Pangkalpinang, Rabu (30/11/22).

Kepala Perwakilan media Global Hukum Indonesia Babel ini berharap, setiap agenda kegiatan PPWI dapat didukung dan dilaksanakan oleh internal PPWI, sehingga berjalan dengan sukses dan lancar.

Dalam Giat pertemuan yang berlangsung sederhana itu dipaparkan agenda pembahasan, diantaranya persiapan pelantikan dan pengukuhan Pengurus DPD-PPWI Babel, usulan mandat pembentukan kepengurusan DPC Kabupaten/Kota se-Babel, hingga menyusun rencana Rakerda.

Sejumlah peserta menanggapi pemaparan agenda yang dibahas dalam konteks internal organisasi PPWI Babel. Diantaranya, Wakil Ketua, Agus Monica, memberikan penekanan terhadap pentingnya keberadaan Kantor Sekretariat, agar pertemuan-pertemuan tidak dilakukan di tempat-tempat terbuka.

"Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk penyegaran kepengurusan, mengingat banyak Pengurus yang tidak pernah hadir dalam setiap pertemuan yang diadakan oleh DPD-PPWI Babel," usul Agus Monica.

Sedangkan Bendahara, Maryadi, mengusulkan penguatan Operasional Organisasi, melalui iuran wajib anggota maupun pengadaan usaha Warkop, apabila sudah memiliki Kantor Sekretariat.

"Untuk modal usaha Warkop, akan dibantu donasi dari Bendahara secara pribadi," sebut Pengusaha muda asal Belinyu, Bangka ini.

Perwakilan Kab. Bangka Barat, Hendra Wijaya mengusulkan, agar para Jurnalis yang medianya bernaung di bawah PPWI, dapat segera bergabung dengan DPD-Babel, sehingga berdampak pada penambahan jumlah anggota, sekaligus mempercepat pembentukan kepengurusan di tingkat DPC maupun Simpul (Kecamatan).

Ia juga meminta diagendakan pertemuan dengan Pemda maupun Forkopimda, difasilitasi anggota di wilayah tersebut.

"Untuk membuktikan eksistensi PPWI di daerah, perlu sering diadakan kegiatan positif dan bermanfa'at, seperti Baksos dan sebagainya," ujar Hendra.

Sementara Koordinator DPD-PPWI Wilayah Bangka, Sumitro alias Jinggo, meminta dukungan para Pengurus, untuk pengadaan Kantor Sekretariat di Kota Pangkalpinang sebagai Ibukota Prov. Babel, guna memudahkan koordinasi.

Terkait persiapan pelantikan, terus dia, dirinya siap berkoordinasi dengan semua pihak, untuk mensukseskan rangkaian kegiatan tersebut.

"Prinsipnya, kita harus mensukseskan seluruh rangkaian agenda Ketum PPWI, Wilson Lalengke, di Babel," pungkas CEO bangkanews.id ini.

Setelah melalui diskusi dan pembahasan, akhirnya quorum memutuskan, menunjuk Tri Agus Wantoro sebagai Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Pengurus DPD-PPWI Babel, dibantu Sekretaris Jinggo dan Bendahara Herman. Sedangkan untuk Ketua Panitia Pengarah, dipercayakan kepada Sumitro (Jinggo) dan Agus Monica. Giat pelantikan direncanakan berlangsung sekitar bulan Maret 2023.

Musyawarah juga mengusulkan nama-nama pemegang mandat DPC Kabupaten/Kota, yaitu Tri Agus Wantoro (Kota Pangkalpinang), Hendra (Kab. Bangka Barat), Agus Wahyu Santoso dan Jenny Siscawati (Kab. Bangka), Samsul Bahri (Kab. Bangka Tengah), Faisal Efendi (Kab. Bangka Selatan). Sedangkan untuk Kab. Belitung dan Belitung Timur, akan dikondisikan lebih lanjut. (AP)

IMG-20221201-WA0003

Terendus Selewengkan Anggaran, PPWI Lamtim Surati Dinas Kominfo Setempat

Jendela Jurnalis, Lamtim -
Beberapa hari terakhir ini beredar rilis sanggahan atau hak jawab dari Sekretaris Kominfo Lamtim (Lampung Timur) berinisial HR, terkait dugaan Giat Konferensi Pers Fiktif TA 2021, yang dimuat oleh beberapa media online dan salah satu yang memuat berita tersebut adalah Media Online Jurnal Polisi Pos. Rilis tersebut diviralkan melalui beberapa media online dan pesan WA. Dalam salah satu point di dalam sanggahan tersebut, adalah Kerjasama Pemuatan Berita melalui media cetak sebesar Rp740.500.000,-

Atas dasar rilis sanggahan yang beredar itu, Ketua PPWI Lamtim, Bung Sopyan, melakukan wawancara investigasi terkait kebenaran penggunaan dana yang diduga fiktif itu. Dalam penelusurannya, Sopyan mendapatkan keterangan yang menjelaskan terkait Kerjasama Pemuatan Berita melalui media cetak.

Mantan PLT di bidang yang menangani Advetorial Media pada Dinas Kominfo Lamtim, sebut saja namanya Joko (nama samaran), dalam penjelasannya kepada awak media mengatakan, bahwa anggaran untuk Kerjasama Advetorial Media Cetak, seharusnya masuk dalam Anggaran Giat Kerjasama Advetorial Media Elektronik/TV, Advetorial Media Cetak, Advetorial Media Online dan Radio.

“Setiap anggaran yang akan direalisasikan, harus dilaksanakan sesuai dengan judul kegiatan, tidak bisa anggaran Giat Advetorial dilimpahkan dalam kegiatan lain, begitupun sebaliknya,” jelas Joko, Selasa (29/11/22).

Bila ada dana sisa, sambung Joko, atau dana tidak terpakai yang tercantum dalam RKA (Rencana Kerja dan Anggaran), maka dana tersebut dikembalikan ke Kas Negara.

"Anggaran tidak bisa dipakai dalam kegiatan yang tidak sesuai dengan judul kegiatan. Realisasi anggaran harus sesuai dengan judul RKA,” tegas Joko.

Mendapatkan penjelasan dari Joko tersebut, DPC-PPWI Lamtim selanjutnya bersurat kepada Kominfo Lamtim, yang bertujuan memohon agar Kominfo Lamtim dapat memberikan informasi Rincian Penggunaan Anggaran TA 2021. Surat tersebut ditujukan kepada Kadis Kominfo Lamtim dan ditembuskan ke beberapa pihak, pada Rabu, 30 November 2022. Selain ke DPN-PPWI di Jakarta, surat dari PPWI Lamtim itu juga dikirimkan ke ORI (Ombudsman RI) dan KIP (Komisi Infomrasi Publik) Pusat.

Dalam pernyataan Pers-nya, Sopyan menjelaskan kepada Jendral News, terkait isi Surat Permohonon Informasi DPC-PPWI Lamtim ke Kominfo dimaksud.

"Surat yang ber-No: 007/PPWI.LAM-TIM/Giat/XI/2022, pada intinya meminta informasi dan data tentang serapan Penggunaan Anggaran TA 2021, sesuai dengan LKPJ TA 2021," beber Sopyan, Rabu (30/11/22).

Secara rinci, dalam suratnya Sopyan meminta data tentang hal-hal sebagai berikut:

  1. Persentase Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik di Kab. Lamtim, yang dianggarkan sebesar Rp2.347.756.500,- dengan Realisasi Anggaran sebesar Rp2.267.333.800,-
  2. Persentase Kerjasama Advetorial Media Elektronik/TV, Advetorial Media Cetak, Advetorial Media Online dan Kerjasama Radio, yang anggarannya sebesar Rp1.060.311.100,- dan direaliasikan sebesar Rp1.039.292.700,-
  3. Pengelolaan Informasi Publik Medsos, dengan pagu anggaran Rp34.579.000,- dan realisasi anggaran Rp31.278.600,-
  4. Konferensi Pers dan Layanan Media, yang diangggarkan Rp1.074.189.300,- dengan realisasi Rp1.039.303.000,-
  5. Persentase Pengelolaan Aplikasi dan Informasi di Kab. Lamtim, yang dianggarkan sejumlah Rp1.779.935.932,- dan terealiasi sebesar Rp1.634.460.600,-

“Kami sangat berharap, agar Kominfo Lamtim dapat membalas atau merespon dengan baik atas Surat Permohonan yang kami kirimkan. Karena KIP diatur dalam UU dan surat inipun berdasarkan atas hak dan kewajiban masyarakat, untuk turut berperan mengawasi penyeleggaraan Pemeda,” tutup Bung Sopyan. (AP)

IMG-20221130-WA0000

Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Terhadap Jurnalis Nuansametro Berhasil Diringkus Polsek Rengasdengklok

Foto terduga pelaku yang berhasil diringkus Polsek Rengasdengklok

Jendela Jurnalis Karawang -
Team Reskrim Polsek Rengasdengklok berhasil meringkus K (24), seorang buruh harian lepas, terduga pelaku penganiayaan terhadap Abdul Rojak wartawan media online Nuansa Metro, yang terjadi beberapa waktu lalu.

K (24) diciduk jajaran Reskrim Polsek Rengasdengklok di kediamannya di daerah Tegal Asem, desa Rengasdengklok Utara hari Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 wib.

Kepada awak media, Panit Reskrim Polsek Rengasdengklok, Iptu Iwan Budijanto, SH. mengatakan setelah mendapat informasi keberadaan terduga pelaku, tim nya langsung bergerak menuju TKP yaitu di rumahnya sekitar pukul 03.00 Senin dini hari.

"Saat itu terduga pelaku sedang tidur, dan kami langsung mengamankan terduga pelaku penganiayaan ke Polsek Rengasdengklok," ungkapnya.

Iptu Iwan menuturkan, untuk sementara motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban yaitu kesalahpahaman ketika berada di lokasi hajatan.

"Saat ini kami terus melakukan pengembangan kemungkinan ada motif lain maupun ada tersangka lain," ujarnya, Selasa (29/11/2022).

Iptu Iwan mengungkapkan, atas perbuatan tersangka untuk sementara terduga pelaku di jerat pasal 170 atau pasal 351.

"Kami akan terus melakukan pengembangan dan akan memproses hukum siapapun yang terlibat," tandasnya. (red).

IMG-20221128-WA0009

Pantang Mundur! Pasukan dari Karawang Gelar Patroli serta Ajak Masyarakat Lawan Undius dan Daniel Aibon Kogoya untuk Jaga Intan Jaya

Foto Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon bersama Jajaran dan Masyarakat Intan Jaya

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Pasca beberapa kali kejadian penembakan oleh KST di Puncak, serta upaya OTK mendekati Pos Pasukan Kostrad tengah malam di Intan Jaya, Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila mengambil sikap. Ulah KST bukannya menciutkan nyali pasukan Tengkorak sehingga bersembunyi di kandang. Raja Aibon justru bergerak, berpatroli siang malam di Kota dan di hutan, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di Intan Jaya, demi melawan gerombolan yang akan mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat.

Gebrakan yang dilakukan oleh pasukan Kostrad dari Karawang semenjak menginjakkan kaki di Intan Jaya pertengahan September lalu, membuat masyarakat Intan Jaya jatuh hati kepada Raja Aibon dan pasukannya. Apalagi Satgas Elang Pimpinan Kapten Inf. Puji alias Bos Mamba, memberikan dukungan maksimal terhadap aksi-aksi pasukan Tengkorak. Perubahan di Intan Jaya terlihat cukup signifikan. Kesulitan masyarakat perlahan teratasi. Fasilitas pelayanan, hiburan dan rekreasi dibangun dan diperbaiki.

Bahkan, para Prajurit TNI-AD ini sedang bekerja keras, menyelesaikan pembangunan Gereja yang telah lama terbengkalai, agar dapat dimanfa'atkan pada saat perayaan Natal tahun ini. Dukungan dari Kasad, Pangkostrad dan Pangdivif 1 Kostrad serta para Perwira Akmil lulusan tahun 2004, ARUPADATU sangat membantu Raja Aibon dan pasukannya dalam menjalankan program-program, demi membantu mengatasi kesulitan masyarakat di Intan Jaya.

Foto kegiatan Patroli TNI

Bukannya mudah bekerja dalam situasi daerah dimana KST mengintip dari segala penjuru. Para gerombolan tanpa henti mencari kelengahan Prajurit untuk memenuhi nafsunya, mengganggu stabilitas keamanan di Intan Jaya. Walaupun Sabinus Waker dan kelompoknya yang bermarkas di Ugimba telah menyatakan dukungannya terhadap pembangunan di Intan Jaya, tidak demikian dengan kelompok Undius Kogoya dan Daniel 'Aibon' Kogoya. Dua kelompok ini justru tidak senang dengan adanya pembangunan.

Setiap ada pekerja, selalu dijadikan sasaran tembak, selain pasukan TNI-Polri yang dijadikan sebagai sasaran utama. Itulah kenapa, oleh Sabinus Waker yang dalam Organisasi KST menjabat sebagai Panglima Kodap di IntanJaya, menganggap kelompok Undius dan Daniel Kogoya sebagai kelompok teroris. Apalagi Undius dan Daniel bukan warga asli Intan Jaya. Dua Pimpinan Gerombolan ini adalah pendatang dari daerah lain di Papua, yang selalu membuat kekacauan di Intan Jaya.

"Kita jangan sampai ditakut-takuti oleh manusia kardus yang tak berpendidikan. Kita pasukan terlatih. Jauh-jauh kita datang dari Karawang ke sini, bukan untuk pindah makan tidur. Program yang sedang dan akan kita kerjakan harus terus berlanjut. Sebelum mereka mendekat dan membidik kita, lebih baik kita yang cari mereka. Yang penting jangan ada yang lengah. Semua harus disiplin. Apalagi masyarakat senang dengan apa yang kita perbuat. Bagi yang ketakutan, silahkan acung tangan, masuk barak tarik selimut. Atau sekalian saja pulang ke Kampung halaman," ucap Ardy si Raja Aibon Kogila, saat briefing bersama para unsur Pimpinan Satgas Yonif PR/305 Tengkorak.

Dimulai dini hari, Kamis, 18 Nopember 2022, para Ksatria Tengkorak aktif bergerak, mengintai, mengantisipasi rute-rute yang kemungkinan dilalui oleh para gerombolan. Hal ini dilakukan, karena berdasarkan informasi dari Satgas Intel, kelompok Undius dan Daniel sedang merencanakan penyerangan ke Pos-pos Apkam di Intan Jaya. Bahkan mereka juga berencana mengganggu para tukang ojek dan pemilik kios-kios.

Hal inilah yang membuat para Prajurit Kostrad berusaha menghambat, agar para KST tidak masuk Kota, demi tetap terselenggara dan lancarnya roda perekonomian di Intan Jaya. Bukan hanya dalam gelap dan di hutan-hutan, para Ksatria Tengkorak juga berpatroli di pagi, siang dan sore hari, di sepanjang jalan di Kota Sugapa, demi meyakinkan masyarakat, bahwa kehadiran Prajurit TNI benar-benar untuk memberikan rasa aman kepada mereka.

Yakob Sondegau, Gembala Gereja Bazemba yang saat ini sedang dibangun, menyampaikan kepada Lettu Inf. Wira alias Komandan Wira, bahwa masyarakat Intan Jaya sangat senang dengan Prajurit TNI Pimpinan Raja Aibon Kogila. Hal itu disampaikan ketika pada Jum'at pagi, Gembala Yakob mendatangi Posramil J2, menanyakan kepada Komandan Wira tentang tidak adanya Prajurit yang bekerja kemarin (Kamis, red) dan hari ini (Jum'at). Setelah Komandan Wira menyampaikan alasannya, terlihat Tokoh Agama keturunan Kepala Suku Besar mendiang Oktavianus Sondegau, kaget bercampur kesal. Kesal tentunya bukan kepada para Ksatria Tengkorak, namun kepada Undius dan kelompoknya.

"Bapak jangan ragu membangun Gereja. Kita sudah bicara kepada masyarakat, kalau Bapak-bapak TNI sekarang baik. Kita sudah sepakat untuk jaga Bapak-bapak. Bapak Camat juga sudah bicara, jika ada yang ganggu TNI bangun Gereja, maka harus kita bunuh, kita potong dia punya leher, kita serahkan ke keluarganya. Jangan TNI saja yang perang, kita juga berperang dengan panah. Nanti Bapak-bapak bekerja, masyarakat akan jaga di kali. Kalau mereka datang, masyarakat usir. Yokatapa, Bazemba, Wandoga, itu keluarga besar. Kita sudah sepakat, ini mau Natal, tidak boleh ada ganggu-ganggu" ucap Gembala Yakob Sondegau, di hadapan Komandan Wira.

Di tempat lain, tepatnya di Amakanie Kaffe depan Posramil Holomama, Raja Aibon yang selesai memimpin patroli pagi, sengaja meminta Bertus Sani dari Galunggama dan Osea Zani dari Mamba, untuk datang menemui. Dari kedua Tokoh Pemuda Fam Sani, Raja Aibon mendapatkan informasi yang sama, bahwa masyarakat merasakan perubahan suasana semenjak kehadiran pasukan Tengkorak. Upaya menghidupkan suasana di Intan Jaya juga telah mereka beritakan ke masyarakat, bahkan kepada Apeni Kobogau dan Apertinus Kobogau alias Apele, yang merupakan anak buah Undius Kogoya. Mereka menyatakan, bahwa Sabinus sangat mendukung pembangunan dan meminta, agar pembangunan sampai Ugimba. Dari kedua Tokoh Pemuda dari Kampung berbeda ini diketahui, bahwa masyarakat juga tidak menyukai Undius Kogoya dan Daniel 'Aibon' Kogoya serta kelompoknya.

"Undius itu bukan orang Intan Jaya. Dia hanya besar saja di Soanggama. Waktu di Bulapa, itu dia punya besi (senjata, red) mau disita oleh Guspi. Makanya dia lari ke Enarotali. Undius itu otak mati. Daniel juga sama. Dia tembak pekerja di Mamba waktu itu, kita marah. Kita satu minggu tunggu dan palang dia punya jalan. Tapi dia minta ma'af, ajak putar kopi. Tapi kalau Daniel ganggu lagi, kita tidak ada ma'af lagi," ucap Osea Sani kepada Raja Aibon Kogila.

Kepada Osea dan Bertus, Raja Aibon menyampaikan pesan, agar masyarakat tidak usah takut jika siang malam melihat pasukan Tengkorak berpatroli. Masyarakat juga diminta untuk bersama-sama menjaga Intan Jaya agar tetap aman dan kondusif, karena jika ada gangguan, justru masyarakat yang sengsara serta bisa jadi korban.

Sampai saat ini, para Ksatria Kostrad dari Karawang, aktif menjaga kondusifitas Intan Jaya di samping menjalankan tugas Binter. Bukan hanya jalan di Kota yang disusuri, namun hutan belantara juga dimasuki, demi menjaga agar Intan Jaya damai abadi. Di sisi lain, Prajurit di tiap-tiap Posramil terus bekerja, guna melanjutkan program yang sedang dijalankan. Ada yang merawat babi dan ikan, membuka lahan, merakit fasilitas permainan anak, membuat tiang gawang dan tiang volly, menyiapkan tiang lampu serta menghaluskan papan untuk dinding Gereja Bazemba dan banyak lagi yang lain.

Semoga segala upaya yang dilakukan oleh TNI di Intan Jaya, benar-benar dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat. Dan semoga Intan Jaya tetap aman dan damai, demi terwujudnya Papua Penuh Damai, PAPEDA. (HAP)

IMG-20221128-WA0005

PPWI Berduka, Beristrahatlah dalam Damai Bang Danny Siagian

Jendela Jurnalis, Jakarta -
Dari-Nya kembali kepada-Nya. Ketum PPWI menyampaikan rasa duka dan belasungkawa yang amat mendalam, atas wafatnya salah satu Pengurus Inti DPN-PPWI, yakni Bapak Danny PH Siagian. Beliau berpulang pada hari Sabtu, 26 November 2022, di RS. Karyadi, Semarang, Jateng.

“PPWI Nasional bersama segenap Anggota di seluruh Indonesia dan Luar Negeri, menyampaikan amat berduka-cita dan berbelasungkawa, atas berpulangnya Bang Danny PH Siagian, SE, MM (59), karena sakit di RS. Karyadi, Semarang, Jateng, pada hari Sabtu, 26 November 2022, pukul 00.39 WIB. Dalam duka-cita yang amat mendalam, mari kita do'akan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, kiranya Bang Danny yang kita sayangi dan telah bersama kita selama belasan tahun di PPWI, ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi-Nya,” ungkap Wilson Lalengke, melalui WA-nya ke jaringan media dan jejaring komunikasi sosial, Sabtu pagi, 26 November 2022.

Sejalan dengan peristiwa sedih tersebut, Ketum PPWI memberi dukungan moral dan penghiburan, kiranya keluarga duka Bang Danny, diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.

“Kita semua do'akan juga, agar keluarga yang tinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan, serta penghiburan dalam menghadapi suasana duka-cita ini,” tambah alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Untuk Bang Danny di alam sana, demikian tulis Wilson Lalengke, beristrahatlah dalam damai dan suka-cita, tugasmu di dunia ini sudah ditunaikan, sudah digenapkan dengan baik dan tuntas.

“Kami yang tinggal akan melanjutkan yang masih tersisa. PPWI secara khusus akan terus mengenang dan mencatatkan namamu dalam sejarah perjalanan belasan tahun organisasi ini. Dalam suka dan duka, dalam tawa dan kesedihan, dalam kemudahan dan kesulitan, semuanya telah dilewati bersama dalam kebersamaan dan kekompakan yang teguh,” tuturnya.

Ilmu, pengetahuan dan keterampilan jurnalistik, kata Wilson Lalengke lagi, yang telah diajarkan dan dilatihkan kepada PPWI selama ini, tentu akan menjadi bagian dari ingatan dan pedoman yang sangat penting untuk semua yang masih harus melanjutkan perjalanan hidup di dunia ini.

“Segala budi baik yang pernah diberikan kepada masing-masing PPWI dan kepada setiap orang selama hidup, kiranya jadi bekal dalam perjalanan ke keabadian Bang Danny. Aamiin…” tutupnya.

Rest In Peace Bang Danny. Selamat jalan Sahabat, Senior, Mentor dan Pelopor Jurnalisme Warga di Tanah Air.

  • Biodata Singkat:
    Nama: Danny PH Siagian, SE, MM.
  • Tempat/Tgl. Lahir: Pematang Siantar, 19-02-1963.
  • Tempat/Tgl. Wafat: Semarang, 26-11-2022.
  • Dikebumikan: Temanggung, Jateng.
  • Karir di PPWI: Anggota PPWI sejak 2010, Ketua II DPN-PPWI periode 2017-2022, Wakil Sekjen DPN-PPWI periode 2022-2027. (HAP)