admin

IMG-20230104-WA0001

Mantan Kadispenda Karawang Ungkap Bahwa Pertamina Memang Tak Transparan Soal DBH Migas Dari Dahulu

Saleh Efendi

Jendela Jurnalis Karawang -
Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Karawang periode 2006-2007, Saleh Efendi, menuding Pertamina dari dahulu tidak transparansi soal DBH Migas yang diterima Kabupaten Karawang.

“Itu yang saya alami ketika menjabat Kadispenda pada 2006-2007,” katanya kepada awak media, Rabu (4/12/2022), di kediamannya di Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat.

Ia menjelaskan, saat menjabat Kadispenda Karawang dirinya dan sejumlah pejabat lainnya pernah diundang oleh Dirjen Migas. Dalam forum tersebut dirinya mempertanyakan dari mana rumusan munculnya angka Rp88 miliar DBH Migas yang dierima Kabupaten Karawang setiap tahunnya. Namun pihak Pertamina tidak mau memberikan penjelasan berapa sebenarnya jumlah total besaran lifting migas yang dihasilkan bumi Karawang setiap tahunnya.

“Pada forum itu saya mendesak Pertamina agar membuka data besaran lifting migas yang dihasilkan dari setiap daerah penghasil migas, tapi Pertamina tidak mau membuka,” ungkapnya.

“Pada waktu itu juga saya mendapat informasi dari Bappenas kalau harga minyak bumi 70 dolar Amerika per barrel, lalu kenapa pihak Dirjen Migas bilangnya hanya 50 dolar Amerika per barrel. Pihak Dirjen Migas alasannya 20 dolar Amerika dipakai operasional. Saya waktu itu langsung protes, kami maunya terima DBH itu dari bruto bukan netto. Protes saya didukung oleh daerah lain, tapi tetap pihak Pertamina tidak mau membuka data bruto lifting yang diterima setiap daerahnya,” jelasnya.

Ia menyarankan kepada pihak eksekutif dan legislatif Kabupaten Karawang untuk membuka jalur komunikasi kepada pihak Pertamina dengan duduk bersama.

“Protes yang disampaikan Bupati Meranti itu benar, hanya saja saya tidak setuju dengan bahasanya. Kalau Bupati Cellica ngerti soal migas dan berani bicara mungkin nama Cellica makin terkenal,” pungkasnya. (Red)

IMG-20230102-WA0016

Muhasabah Akhir Tahun, PPWI Peduli di Pondok Qur’an At-Tawwabin Arifin

Pengurus Yayasan Generasi Belajar Berbagi dan Amal Soleh Waqaf Umat serta Tim PPWI Peduli

Jendela Jurnalis, Depok -
Maraknya kegiatan penutupan tahun 2022, beragam aktifitas warga diadakan, mulai dari Pesta Rakyat hingga Do'a Bersama. Tim PPWI Peduli yang diinisiasi oleh Agung Sedayu Widi, menggelar kegiatan berupa Pengajian, Sholat Tasbih, Muhasabah, Do'a Bersama dan Tausiah, untuk kebersamaan program PPWI Peduli bersama Generasi Belajar Berbagi, Amal Soleh Waqaf Umat Foundation, Gayatri Foundation, ASW Foundation dan UMKM Indonesia Bangkit, yang berlokasi di Pondok Qur'an At-Tawwabin Arifin, Komunitas Mu'allaf Indonesia, Ratu Jaya Cipayung, Depok.

"Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan kita, untuk saling menguatkan dan memotivasi tim, agar bisa berbuat lebih maksimal dengan warga yang berada di seluruh wilayah Indonesia," papar Agung Sedayu, selaku Inisiator sekaligus Ketua program.

Acara yang digelar mulai pukul 20.30 WIB, berakhir jelang penutupan tahun, pukul 23.30 WIB. Sholat Tasbih dan Pengajian, dipimpin oleh Al-Mukarrom, Bahauddin Lubis, selaku Penasehat ASW Foundation. Tausiah oleh Agung Sedayu, selaku Ketua Program Generasi Belajar Berbagi dan do'a oleh Ust. Muh Faiz, selaku perwakilan dari Yayasan Amal Soleh Waqaf Umat, yang dihadiri Pengurus Yayasan Generasi Belajar Berbagi dan Amal Soleh Waqaf Umat, serta Tim PPWI Peduli.

Keterangan kegiatan

"Dengan kegiatan yang sederhana dan khusyuk ini kami berharap, rangkaian kegiatan perdana ini sebagai penanda bagi resminya Homebase PPWI Peduli dan mitra pendukung," tukas Bu Ana, selaku Bendahara Amal Soleh Waqaf Umat.

Sekretariat bersama yang terletak di Bilangan, Jl. Gandaria 3, No. 39 RT. 4/6, Ratujaya, Cipayung, Kota Depok, Jabar ini, sebagai wadah penampung aspirasi warga dan pusat layanan sosial, kemasyarakatan dan pembinaan UMKM.

"Kami menyambut baik kegiatan ini dan tolong bantu do'akan kedua orang tua, agar istiqomah di jalannya," pinta Bu Evri, selaku Bendahara Generasi Belajar Berbagi, sekaligus Trainer UMKM.

"Program yang kita rancang, mulai dengan yang sanggup kita lakukan bersama, agar bisa jadi barometer kebaikan ke depannya,"tukas Widi, selaku Inisiator PPWI Peduli.

"Memang bukan kerja mudah untuk melayani warga, apalagi kita bergerak untuk meraih ridlo Allah swt," lanjutnya.

"Momentum pergantian tahun ini harus diperhatikan, bahwa tahun 2023 merupakan tahun penuh tantangan yang harus kita lalui, dengan sinergi bersama," ucap Bahauddin Lubis, selaku Penasehat Pondok Qur'an.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, antara lain Muhammad Yusuf Nakhrudin (Trainer IT Pondok Qur'an, Sulsel), Al-Mukarrom Bahauddin Lubis, Ust. Muhammad Faiz (Perwakilan Amal Soleh Waqaf Umat Foundation), Bunda Ana (Bendahara ASW Foundation), Dhya Faiha (IT Desain Multi Media) dan Bang Widi (PPWI Peduli).

Beragam musibah terjadi di seluruh belahan dunia, tidak menjadi hambatan bagi kita semua untuk menebar kebaikan.

"Saat ini sasaran kami di layanan kesehatan, khitan massal, ketahanan pangan, pelatihan Koki, pendidikan berbasis Pondok Pesantren dan pembinaan UMKM, yang kami tawarkan mulai tingkat RT hingga Kementerian," papar Agung Sedayu, selaku Ketua UMKM Indonesia Bangkit.

Ayo kita galang sinergi bersama dan dukung kegiatan PPWI Peduli melalui pemberdayaan zakat, infaq, sedekah, waqaf dan hibah serta program barang bekas bermanfa'at.

Minat untuk berkontribusi di kegiatan PPWI Peduli, silahkan hubungi +62 895 1745 4212.

"Jadikan tiap hari penuh kebaikan, baik melalui tenaga, barang ataupun dana yang kita miliki, untuk meraih berkah dan ridlo Allah swt," pungkasnya kepada rekan media. Semoga. (Red/AP)

IMG-20230102-WA0007

Dampak Banjir, KAI Memohon Ma’af atas Adanya Gangguan Perjalanan

Foto area stasiun yang tergenang

Jendela Jurnalis, Semarang -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan ma'af atas gangguan perjalanan KA yang terjadi sejak 31 Desember 2022 hingga pagi ini, yang diakibatkan oleh banjir di wilayah Semarang dan sekitarnya. Curah hujan yang sangat tinggi sejak Sabtu dini hari, menyebabkan terjadinya banjir yang menggenangi beberapa titik jalur KA dan aktivitas di Stasiun Semarang Tawang.

Pantauan pagi ini, hujan masih terjadi dan air masih menggenangi Stasiun Semarang Tawang, setinggi 20 cm. Kemudian pada jalur KA diantara Stasiun Semarang Tawang - Alastua, di km 2+2 - 4+6 jalur hilir, ketinggian air mencapai 28 cm, sedangkan di km 2+4 - 4+4 jalur hulu, ketinggian air yaitu 26 cm.

Akibatnya, pelayanan penumpang di Stasiun Semarang Tawang sampai dengan saat ini, dialihkan ke Stasiun Semarang Poncol. Adapun perjalanan KA yang akan melintasi wilayah tersebut, akan dilakukan rekayasa operasi seperti pengalihan perjalanan, memutar melewati jalur Selatan, yaitu Stasiun Solo Balapan dan upaya menggunakan lokomotif khusus, untuk melewati jalur yang tergenang.

Foto saat perbaikan jalur

VP-PR KAI, Joni Martinus mengatakan, KAI menyampaikan permohonan ma'af yang sebesar-besarnya, atas gangguan perjalanan KA yang diakibatkan oleh bencana alam ini. KAI bersama seluruh stakeholder, terus berupaya sebaik mungkin, untuk dapat segera menormalkan jalur KA dan operasional KA.

"Kami berkomitmen, untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan KA. KAI terus berupaya untuk mengurangi kelambatan yang terjadi, sehingga perjalanan KA dapat kembali normal," terang Joni.

Untuk perjalanan KA dengan tujuan akhir Stasiun Surabaya Pasar Turi, akan tetap kami upayakan melewati jalur utara. Sedangkan untuk perjalanan KA selain tujuan akhir Stasiun Surabaya Pasar Turi, akan dialihkan via jalur Selatan, melalui Stasiun Solo Balapan dan Cirebon.

Berikut adalah daftar KA yang direncanakan akan memutar melalui jalur Selatan:

  1. KA Matarmaja 281/282 Malang - Pasar Senen, PP.
  2. KA Brantas tambahan 7033a/7034a Blitar - Pasar Senen, PP.
  3. KA Brantas reguler 109a/110a Blitar - Pasar Senen, PP.
  4. KA Majapahit 251/252a Malang - Pasar Senen, PP
  5. KA Brawijaya 73a/74a Malang - Gambir, PP.

Sampai dengan saat ini, sejumlah perjalanan KA masih mengalami keterlambatan akibat banjir tersebut. KAI telah memberikan Service Recovery bagi pelanggan yang terdampak, sesuai aturan yang berlaku. KAI juga memberikan kompensasi berupa pengembalian tiket hingga 100 % di luar bea pesan, dengan masa pembatalan maksimal 7 hari sejak jadwal keberangkatan KA. Khusus untuk pelanggan yang akan naik KA dari Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol namun terhambat perjalanannya akibat banjir, juga berhak mendapatkan pengembalian tiket 100 %.

Untuk info lebih lanjut terkait info pembatalan tiket dan update kondisi perjalanan KA, masyarakat dapat menghubungi CS di Stasiun, contact center KAI melalui telepon di 121, WA KAI 121 di +62 8111 2111 121, Email cs@kai.id, atau Medsos KAI 121.

“Bagi para pelanggan yang sedang dalam perjalanan, dapat langsung berkomunikasi dengan Kondektur yang bertugas melalui No. Hp yang tertera disetiap dinding Kereta. Pelanggan dapat menanyakan informasi terbaru terkait kondisi perjalanan KA, yang saat ini sedang digunakan,” beber Joni.

Saat ini, KAI tengah melakukan berbagai upaya untuk normalisasi jalur, sehingga dapat dilalui kembali oleh perjalanan KA. KAI menerjunkan Petugas jalan rel dan jembatan, untuk memperbaiki jalur yang terendam, mengerahkan sarana penolong untuk mempercepat proses penanganan dan mengoperasikan pompa-pompa air untuk mengurangi debit air yang ada di Stasiun.

“Kami atas nama manajemen KAI, mengucapkan permohonan ma'af yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan, karena terganggunya perjalanan dan pelayanannya akibat banjir yang terjadi. Seluruh Petugas sedang berupaya semaksimal mungkin, agar dapat mengurangi keterlambatan perjalanan dan menormalisasi kembali perjalanan KA.” tutup Joni. (Red/AP)

IMG-20230102-WA0004

Sinterklaas Ksatria Tengkorak Bagikan Kado Natal Spesial dari Kasad dan Pangkostrad

Foto bersama dalam moment Natal di Intanjaya

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Kegilaan para Prajurit Kostrad yang sedang bertugas di Intan Jaya, Papua, membuat masyarakat Intan Jaya semakin bahagia dan tersenyum lebar. Kolaborasi dengan pasukan Kopassus dari Satgas Mandala, membuat masyarakat semakin nyaman, serta menikmati suasana damai yang telah lama mereka idamkan, Minggu (25/12/22).

Setelah sukses membangun Gereja idaman anak cucu keturunan Mendiang Oktavianus Sondegau, sang Kepala Suku Besar yang belum tergantikan sampai saat ini, kali ini Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila, Komandan Pasukan Tengkorak Kostrad, menjalankan program 'Sinterklaas Berbagi Kado Natal'. Jika di film-film sering ditampilkan Sinterklaas datang ke rumah-rumah, membagi hadiah dalam bentuk kado yang dihias, kali ini Prajurit TNI-AD yang sedang menjalankan tugas Negara di Intan Jaya, melakukan hal yang berbeda. Maklum, selain merupakan titipan dari Keluarga Besar Yonif PR 305 Tengkorak, sebagian besar hadiah tersebut merupakan kado dari Kasad, Panglima Kostrad dan Kasatgas Elang, para Perwira Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII, SEJATI serta Prajurit Kopassus.

Oleh Raja Aibon Kogila, selaku Komandan Pasukan Tengkorak, amanah dari Kasad dan Pangkostrad, dibelikan beberapa ekor babi, yang diantar oleh Sinterklaas ke Gereja-gereja. Lima karung beras dan 50 kardus mie instan dari Brigjen TNI I Gusti Agung Winata, yang merupakan Alumni SMU Negeri 1 Mataram, juga diserahkan kepada masyarakat, digabungkan dengan babi, beras dan mie instan dari Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII SEJATI, Keluarga Besar Tengkorak dan Prajurit Kopassus yang tergabung dalam Satgas Mandala. Semuanya demi membahagiakan masyarakat Intan Jaya, dalam perayaan Natal tahun ini. Hal ini, mengingat setiap tahun dirangkaikan perayaan Natal, masyarakat Papua, khususnya di Intan Jaya, menggelar tradisi Bakar Batu. Suatu tradisi yang telah mendarah daging dan turun temurun dijalankan oleh masyarakat Papua.

Foto saat memberikan sembako

"Total ada 10 ekor babi besar-besar, 10 karung beras dan 70 kardus mie instan yang kami siapkan dalam program Sinterklaas berbagi, serta beberapa paket gula, kopi, rokok dan permen. Empat ekor babi dari Kasad, kami serahkan ke jema'at Gereja Bazemba, GKII Antiokia, Mamba dan Wandoga. Dua ekor babi, kado dari Panglima Kostrad, kami berikan kepada jema'at Gereja Sambili dan Tanah Putih. Titipan dari Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII SEJATI, kami serahkan kepada jema'at Gereja Holomama. Sedangkan tiga ekor babi dari Keluarga Besar Tengkorak, kami hadiahkan untuk jema'at Gereja Galunggama, serta para Ksatria Tengkorak yang merayakan Natal di Intan Jaya," ucap Ardy si Raja Aibon Kogila.

Jemaat Gereja Bazemba yang merupakan Gereja baru, hadiah Kasad di Intan Jaya, menjadi yang pertama kali mendapat kado Natal. Kapten Inf. Poltak Siahaan alias Gembala Poltak, berubah menjadi Sinterklaas di sore hari itu. Di bawah guyuran air hujan, Gembala Poltak mendatangi masyarakat yang telah ramai menyiapkan acara Bakar Batu di halaman Gereja. Lettu Inf. Abdul Basyir, Lettu CHK Julet dan para Ksatria Tengkorak yang sedang menyelesaikan tahap akhir pembangunan Gereja, sekaligus menghias Gereja menjadi saksi, ketika Gembala Yakob Sondegau dan para Tokoh Masyarakat menjadi perwakilan dalam menerima kado dari Kasad.

Keesokan harinya, di Posramil Holomama, didampingi oleh Mayor Inf. Anjas, Wadansatgas Yonif PR 305 Tengkorak, para Perwira Staf, tiga Sinterklaas dipimpin oleh Kapten Inf. Anwar si Bos Holomama, menyerahkan kado yang sama. Babi dari Alumni Dikreg 57 SEJATI, diserahkan untuk jema'at Gereja Holomama. Sementara dari Keluarga Besar Tengkorak, untuk jema'at Gereja Galunggama. Beras dan beberapa kardus mie instan, sebagai kado dari Kasatgas Elang, juga diterima oleh Gembala Paulus Meiseni dari Holomama dan Bertus Sani dari Galunggama, disaksikan oleh sejumlah warga yang ikut datang ke Posramil.

Tak sampai disitu. Setelah selesai menyerahkan kado di Pos Holomama, Anjas dan Poltak, didampingi Suryo dan beberapa Ksatria Tengkorak, berangkat menuju Kp. Sambili, Kampungnya Hengki Sani. Di Gereja Sambili, rombongan Anjas si Perdana Menteri, sudah ditunggu kehadirannya oleh Yusuf Sani, salah satu Tokoh Masyarakat di Kp. Sambili bersama sejumlah warga, jema'at Gereja Sambili. Betapa senangnya masyarakat menerima kado Natal dari Pangkostrad, karena belum pernah dirasakan di tahun-tahun sebelumnya. Apalagi kado berupa babi, hewan yang cukup mahal harganya di Intan Jaya, menjadi keharusan bagi masyarakat untuk dimasak dalam tradisi Bakar Batu.

Dalam perayaan Natal di Intan Jaya, jema'at Protestan melaksanakan tradisi Bakar Batu sebelum tanggal 25 Desember. Sementara bagi jema'at Katholik, acara Bakar Batu diselenggarakan setelah tanggal 25. Itulah kenapa, 10 ekor babi dan bahan makanan yang telah disiapkan oleh Raja Aibon, titipan dari para Pimpinan TNI-AD, diantar oleh para Sinterklaas di hari yang berbeda-beda, baik sebelum maupun sesudah tanggal 25 Desember.

Pada tanggal 23 Desember, dengan truk yang sudah dihias, diiringi alunan lagu-lagu Natal, rombongan Sinterklaas dipimpin Raja Aibon Kogila, mendatangi GKII Antiokia, untuk menyerahkan kado Natal dari KASAD dan para Ksatria Kostrad. Pendeta Timotius Miagonis, menyambut Raja Aibon di gapura GKII, dengan sangat senang. Kado dari Kasad dan Kasatgas Elang, diterima dengan penuh suka cita oleh jema'at Gereja.

“Hormat. Terima kasih. Luar biasa, terima kasih Komandan. Tuhan memberkati. Semoga Bapak bersama Anggota selalu diberkati terus. Amakanie,” ucap Pendeta Timotius Miagonis, yang juga merupakan Ketua Kelasis se-Kab. Intan Jaya.

Pada tanggal 27, di pagi hari, Sinterklaas Tengkorak menyiapkan diri untuk membawa kado Natal untuk jema'at Gereja Katolik di Wandoga, Mamba dan Tanah Putih. Bersama dengan para Prajurit Kopassus, Ksatria Kostrad dari Karawang ini, membuat masyarakat tak kuasa menitikkan air mata. Apalagi sehari sebelumnya, Lettu CZI Lase, Prajurit Komando seangkatan Raja Aibon Kogila, telah menyampaikan kepada para Tokoh Agama dan masyarakat di tiga Gereja tersebut, tentang rencana kedatangan Pasukan Kostrad dan Kopassus, untuk berbagi berkat Natal. Berkat sebagai kado istimewa dari Kasad, Pangkostrad, Kasatgas Elang, Keluarga Besar Tengkorak Kostrad, serta Prajurit Kopassus yang tergabung dalam Satgas Mandala.

Bersama Bapak Bernadus Kobogau, SE, putra suku Moni yang saat ini menjabat sebagai Kadispar Kab. Intan Jaya, sekaligus Plt. Staf Ahli Bid. Pemerintahan, Hukum dan Politik, Setda Prov. Papua Tengah, Raja Aibon Kogila dan rombongan berangkat dari Posramil Mamba menuju Kp. Wandoga. Letda Lase bersama Pasukan Kostrad dan Kopassus, sudah di halaman Gereja Wandoga, bersama masyarakat menyambut Raja Aibon Kogila, Bernadus Kobogau dan rombongan. Gembala Yakob Sondegau dari Bazemba turut serta, menyaksikan kebahagiaan jema'at Gereja Wandoga, menerima kado Natal dari Kasad dan para Prajurit TNI-AD.

"Saya mewakili Pimpinan kami di TNI, Bapak Jenderal Dudung, kemudian di Kostrad, Bapak Jenderal Maruli, mengucapkan selamat Nataru. Kami datang ke sini selama tiga bulan, kami banyak bercerita dengan teman-teman semua. Apa yang ada di depan, yang bisa kami berikan kepada Bapak-bapak, Mamak-mamak semuanya, ini bukan dari kami, tapi dari Tuhan. Semua ini dari Tuhan. Kita semua manusia hanya jalan saja, Tuhan semua yang kasih. Tuhan memberikan kami hati, berjalan sampai ke Intan Jaya ini untuk ketemu Bapak-bapak semua, Mamak-mamak semua, Anak-anak semua, itu sudah Tuhan yang punya rencana. Hidup kita, mati kita itu dari Tuhan semua, rejeki dari Tuhan. Sekali lagi, terima kasih telah menerima kami disini. Tidak mungkin kami bisa hadir disini kalo Bapak-bapak semua tidak terima kami disini. Semua karena kita semua bersaudara. Kemudian, saya punya Kakak satu (Bernadus Kobogau), beliau orang Moni juga. Titip sampaikan nanti ke Pejabat yang ada di atas, kita bangun Intan Jaya ini lebih bagus, agar masyarakat bisa disini lebih tenang. Terima kasih sudah menjadikan kami sebagai saudara. Syalom, Amakanie," ucap Raja Aibon Kogila di hadapan masyarakat Wandoga.

Terharu masyarakat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Raja Aibon Kogila. Tak terkecuali Bernadus Kobogau, karena selain merupakan warga asli suku Moni, juga merupakan Pejabat penting di Pemkab Intan Jaya. Mulai dari Tokoh Gereja, Bernadus Kobogau sebagai Perwakilan Pemerintah, hingga salah seorang Mamak yang mewakili suara hati masyarakat, turut berbicara di hadapan Raja Aibon Kogila.

"Saya kemarin mendapat laporan dari beliau-beliau, setelah mereka tiba (Satgas Yonif PR 305) banyak yang mereka membantu di Gereja, kemudian pelayanan. Kemarin saya tanggal 22, saya ketemu distribusi babi dari sini ke Galunggama, kemudian ke Holomama, juga Mamba. Sebenarnya saya merasa malu, karena saya dengan kapasitas saya sebagai Perwakilan Pemerintah, sesungguhnya itu yang harus dilakukan adalah Pemerintah. Tetapi semua fungsi ini diambil oleh teman-teman TNI dan Polri, lebih khusus lagi dari 305. Jadi, kami minta ma'af sebanyak-banyaknya di hadapan masyarakat. Saya juga sudah memberikan permohonan ma'af sama dua Gereja di bawah kemarin, Holomama dan Galunggama. Sesungguhnya di akhir-akhir ini, apalagi di Bulan Desember, sebenarnya kita punya Pemerintah sebagai fungsi pelayan, itu harus dilakukan. Memberikan sesuatu yang terbaik bagi rakyat, tetapi hal itu gagal semua, hal itu disebabkan oleh banyak faktor. Jadi, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada TNI di sini, karena fungsi ganda yang dilakukan TNI," ucap Bernadus Kobogau, SE, putra suku Moni yang saat ini menjabat sebagai Kadisparbud Kab. Intan Jaya, sekaligus Plt. Staf Ahli Bid. Pemerintahan, Hukum dan Politik, Setda Prov. Papua Tengah.

"Selama kami di sini, sampai dengan saat ini, memang walaupun ada Pejabat Intan Jaya, tapi tidak pernah tetap di tempat dan tidak pernah perhatikan. Tetapi, dari sejak dulu di sini sampai sekarang, kami dibantu oleh Bapak-bapak TNI sampai sekarang. Sehingga, kami mengucapkan banyak terima kasih atas nama Tokoh Wanita," ucap salah satu Tokoh Wanita dalam bahasa Moni, yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Rombongan Raja Aibon kemudian berangkat dari Wandoga ke Gereja Tanah Putih, tempat beribadah warga Amaesiga. Raja Aibon memutuskan, untuk menyerahkan kado Natal untuk jema'at Gereja Mamba di halaman Gereja Tanah Putih, bersamaan dengan jema'at Gereja Tanah Putih. Hal ini dilakukan, karena pada saat rombongan masih berada di Wandoga, beberapa kali letusan tembakan terdengar oleh para Ksatria Tengkorak yang sedang berpatroli di sekitar Kp. Mamba dan Sambili. Meskipun jaraknya cukup jauh, sekitar 800 m dari Posramil Mamba, namun tidak menutup kemungkinan para gerombolan KST datang mendekat, menggangu masyarakat yang akan menerima kado Natal dari para Pimpinan TNI-AD.

"Terima kasih Bapak TNI. Terima kasih Bapak Kasad, Bapak Pangkostrad. Komandan Raja Aibon Kogila luar biasa. Hormat, Amakanie. Kami tidak bisa membalas suatu apapun. Tuhan yang membalas kebaikan Bapak-bapak," ucap kedua Gembala dari Gereja Mamba dan Tanah Putih, yang bersama para jema'atnya menerima kado Natal dari Kasad, Pangkostrad, serta Prajurit Kostrad dan Kopassus di halaman Gereja Tanah Putih.

Besar harapan masyarakat Intan Jaya, untuk senantiasa berkumpul dengan para Prajurit TNI-AD, seperti Pasukan yang hadir di tengah-tengah mereka saat ini. Meskipun tidak semua sanggup mengutarakan karena keterbatasan bahasa, namun dari pandangan mereka, seolah ingin mengucapkan hal yang sama.

Selamat Natal buat saudara kami. Bahagia selalu masyarakat Intan Jaya. Para Ksatria Tengkorak Kostrad hanyalah utusan, yang mewakili ratusan ribu Prajurit TNI-AD Pimpinan Jenderal TNI, Dr. Dudung Abdurachman, SE, MM, yang hadir di tengah-tengah masyarakat, demi mengatasi segala kesulitan masyarakat. (Red/AP)

IMG-20230101-WA0012

Antisipasi Potensi Gangguan Kamtib, Rutan Kelas 1 Salemba Gelar Apel Bersama

Dokumentasi dalam giat apel

Jendela Jurnalis, Jakarta -
Giat Apel bersama yang digelar pada Sabtu (31/12/22) pukul 19.00 WIB, di halaman Kantor Rutan kelas 1 Salemba, dalam rangka melaksanakan sistem Pam lebih optimal, tingkatkan kewaspadaan guna mencegah lebih awal segala kemungkinan yang terjadi, dengan tidak memberi celah yang menimbulkan potensi gangguan Kamtib di lingkungan Rutan.

"Kontrol keliling setiap blok dan sel hunian para Warga Binaan, khususnya pada titik-titik yang rawan bila terjadi gesekan diantara mereka," jelas Fauzy Harahap.

Himbauan ini juga disampaikan Kakannwil DKI Kemenkumham RI, Ibnu Chaldun, bersama Plt. Kadivpas, saat Kunker pada malam pergantian tahun di Rutan kelas 1 Salemba, yang langsung melakukan pengecekan di areal pintu masuk, layanan kesehatan dan tinjau langsung setiap sel hunian WBP.

Foto saat pengarahan

Menyongsong pergantian tahun, Ibnu Chaldun menghimbau kepada seluruh Pejabat Adm dan Pengawas, untuk melakukan optimalisasi lagi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan hunian WBP, dengan meningkatkan kewaspadaan di malam pergantian tahun ini.

"Masing-masing UPT saling bersinergi dan bekerjasama dalam melakukan pengamanan, sehingga kondusifitas dapat tercapai," demikian arahannya kepada Karutan Salemba dan jajaran Sat Opspatnalpas.

"Giat intelijen sebagai upaya kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kejadian atau aksi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan kenyamanan, serta melakukan pengawasan pada malam tutup tahun ini, untuk menyambut Tahun Baru 2023. Pencegahan lebih optimal lagi, serta perilaku Warga Binaan dapat terdeteksi dini, serta pengawasan terhadap orang yang tidak dikenal, perlu dilakukan dengan seksama bagi seluruh Petugas di lingkungan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta," lanjut Ibnu Chaldun.

Turut hadir dalam gelar Apel Siaga Pengamanan malam tutup tahun tersebut, Kalapas Salemba, Yosafat Rizanto; Kapolsek dan Koramil 0501/Cempaka Putih, JP.

Apel Siaga di malam pergantian tahun ini digelar, untuk memperkuat pelapisan Unit Pelaksana Teknis (UPT) menghadapi berbagai kemungkinan, baik ancaman maupun bahaya. (Red/AP)

IMG-20230101-WA0008

Jelang Awal Tahun 2023, wilayah Johar Baru Aman Terkendali

Jendela Jurnalis, Jakarta -
Terlihat di beberapa titik adanya pengamanan oleh TNI-Polri dan elemen terkait di wilayah Kec. Johar Baru.

Giat aktivitas beberapa Gereja yang berlangsung sejak sore tadi dengan gelaran ucapan syukur, seperti Gereja GPIB Bethesda Kramat Jaya Ps. Johar, Gereja Methodis Kramat Jaya Baru dan Gereja Maranatha Tanah Tinggi.

Di samping itu, sepanjang pemantauan Pewarta, ada beberapa Gereja yang jema'atnya tidak begitu banyak, semisal Gereja Pommadi Kawi-kawi Bawah, yang juga adakan acara yang sama.

Dari penelurusan awak media yang tersebar di DKI Jakarta, dari perkembangan informasi terkini menjelang tutup tahun yang hanya tersisa beberapa saat lagi, beberapa ruas jalan seperti di Jl. Jend. Sudirman, MH. Thamrin, Hotel Plaza Indonesia dan Monas Jl. Merdeka Timur dan Selatan, diberlakukan Car Free Night.

Sementara di wilayah Johar Baru, Jakpus, dimana kondisinya cukup ramai dan padat, namun aman terkendali. Namun demikian, ada pula sebagian warga yang lebih memilih untuk tidak keluar atau berada di pusat keramaian.

Dengan adanya pusat permainan bagi anak-anak di GOR Johar Baru, menambah sukacita tersendiri bagi warga masyarakat sekitar, bahkan ada pula dari dari wilayah lain, yang turut meramaikan suasana.

Hingga article ini dilayangkan ke meja Redaksi, situasi aman terkendali. (Red/AP)

IMG-20230101-WA0003

Polsek Johar Baru Adakan Giat Jum’at Curhat bersama Warga Masyarakat Kampung Rawa

Suasana interaktif dalam kegiatan Jum'at Curhat

Jendela Jurnalis, Jakarta -
Program yang merupakan prioritas Kapolri, Presisi Mabes Polri "Jum'at Curhat" dalam membangun kepercayaan warga masyarakat terhadap kinerja Polri dengan membangun komunikasi, sehingga dapat menurunkan angka kriminalitas yang terjadi di masyarakat. Program ini dilaksanakan di 740 titik Wilkum Polda Metro Jaya, serta secara serentak di seluruh Indonesia, di tingkat Polda Metro Jaya, Kapolres dan jajaran Polsek se-Indonesia.

Pada Jum'at, 30 Desember 2022, dari pukul 16.00-17.30 WIB, di Kantor RW 04 Kel. Kampung Rawa, Kec. Johar Baru, Jakpus, Program "Jum'at Curhat" ini pun mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat yang mengikuti, mendengar, mencatat dan memberi solusi.

Berlangsung Giat program Jum'at Curhat dari Polda Metro Jaya, yang diwakili oleh Kapolsek Johar Baru, AKP Rudi Wiransyah Setiono dan jajarannya: Kanit Reskrim, Kanit Intelkam, Kanit Binmas, Bhabinkamtibnas se-Kec. Johar Baru; Danramil 0501/JB, Pjs. Mayor Arh. Jon Pollangi, terkait keluhan dan permasalahan warga Johar Baru. Dihadiri sekitar 50 orang, Pokdar JB, Ketua RW se-Kampung Rawa Johar Baru, Satpol PP dan FKDM se-Kec. Johar Baru.

Foto dalam kegiatan Jum'at Curhat

Kapolsek Johar Baru, AKP Rudi, dalam keterangan Persnya menjelaskan, "Masalah yang menonjol di warga Johar Baru, adalah gesekan antara warga atau tawuran antar warga. Tidak hanya dari kulit luarnya saja, tetapi pihak kami dan elemen masyarakat, bekerjasama mencari akar permasalahannya. Untuk meningkatkan Keamanan yang nyata di masyarakat, ini perlu adanya kerjasama, saling memberikan informasi dari warrga serta elemen masyarkat kepada pihak kami."

Dalam sambutannya juga, Sekcam Johar Baru, Andre Ravnic yang mewakili Camat Johar Baru, menuturkan, "Terima kasih kepada Bapak Kapolsek dan Danramil Johar Baru beserta jajaran, untuk bertemu langsung dengan warga masyarakat Kampung Rawa, dalam rangka untuk mendengar secara langsung keluhan serta permasalahan di lingkungan warga masyarakat, agar disampaikan secara langsung dalam tatap muka ini kepada Kapolsek dan Danramil, terkait kegiatan atau aksi tawuran yang beberapa hari terakhir ini sering terjadi di wilayah Johar baru."

"Melalui duduk bersama di hari ini, agar permasalahan yang terjadi segara mendapatkan solusi yang baik, guna adanya pencegahan," lanjut Andre.

Demikian juga apa yang disampaikan
Pjs. Danramil 0501/JB, Mayor Arhanud, Jon Pollangi, "juga, agar warga masyarakat untuk duduk bersama, ketika permasalahan terjadi. Sehingga dapat mencegah sedini mungkin dan masalah dapat terpecahkan dengan baik." (Red/AP)

IMG-20221230-WA0003

Balai Pustaka Terbitkan Novel “Rumah di Tengah Sawah” Karya Penulis Padang Panjang

Muhammad Subhan

Jendela Jurnalis, Padang Panjang -
Penerbit legendaris Balai Pustaka yang saat ini berusia 105 tahun, menerbitkan novel “Rumah di Tengah Sawah” karya penulis Padang Panjang, Muhammad Subhan. Novel yang pernah terbit secara indie kemudian lolos di perhelatan sastra Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2017 itu, direkomendasikan menjadi bacaan literasi siswa, khususnya untuk kalangan SD, SMP dan SMA sederajat.

“Saya bersyukur novel ini diterbitkan Balai Pustaka, penerbit buku-buku sastra berkualitas yang sejak SMP, buku-buku itu sudah saya baca di perpustakaan sekolah,” ucap Muhammad Subhan, yang juga founder Kelas Menulis Daring (KMD) Elipsis kepada awak media, Kamis (29/12/22).

Novel “Rumah di Tengah Sawah” berkisah tentang petualangan tiga sahabat Agam, Bondan dan Anton, yang tinggal di pemukiman rumah di tengah sawah, dengan segala suka duka mereka.

Kematangan sikap hidup bersahabat, membuat ketiga anak yang berlatar keluarga kurang mampu itu, membuat mereka bahu-membahu membantu orang tua Agam dan Anton, yang terhimpit masalah.

Kehidupan di tengah sawah, juga mengharuskan anak-anak rumah di tengah sawah, berakrab-akrab dengan alam, seperti siap bertemu ular, lintah, kelelawar dan hewan sawah lainnya.

Beberapa permainan tradisional yang dimainkan anak-anak rumah di tengah sawah, seperti adu layangan, patok lele, kelereng dan lainnya, mengingatkan keasyikan pembaca pada kehidupan generasi era ’80 dan ’90-an.

Kebahagiaan anak-anak rumah di tengah sawah bersama keluarga mereka, akhirnya tercederai oleh peristiwa penggusuran, yang mengharuskan mereka mengubur mimpi dan meninggalkan kenangan masa kecil di lahan rumah di tengah sawah.

Redaksi Balai Pustaka memberikan catatannya pada pembukaan novel ini, bahwa kegembiraan datang silih berganti dengan kesedihan, seolah saling bertukar tempat, seperti halnya situasi serius dan tegang yang saling berselang-seling dengan canda maupun senda gurau, yang mengendurkan urat-urat syaraf.

“Melalui novel ini, kiranya para pembaca dapat melihat betapa semua hal di dalam kehidupan bergerak dinamis dan tidak satu pun yang diam. Semua hal bergerak menuju kondisi seimbang,” tulis Balai Pustaka.

Selain sebagai penulis, Muhammad Subhan juga dikenal sebagai motivator kepenulisan, content creator dan pegiat literasi Padang Panjang, Sumbar. Ia menggeluti dunia jurnalistik sepanjang tahun 2000—2010 dan dipercaya penyair Taufiq Ismail, mengurus Rumah Puisi sekaligus menjadi Instruktur Sanggar Sastra Siswa Rumah Puisi pada 2009—2012.

Sejak tahun 2000 hingga sekarang, ia menulis Cerpen, puisi, novel, esai dan artikel di sejumlah media massa lokal dan nasional. Ia penulis undangan UWRF 2017. Puisinya terpilih tiga terbaik Banjarbaru Rainy Day Literary Festival 2019. Esainya terpilih sebagai tiga terbaik Festival Sastra Bengkulu 2019. Ia juga penerima Anugerah Literasi dari Pemprov Sumbar (2017) dan Penerima Pin Emas sebagai Pegiat Literasi dari Walikota Padang Panjang (2018). Pada November 2022, ia diundang Perpusnas RI sebagai pembicara pada Perpusnas Writers Festival (PWF) di Perpusnas RI, Jakarta.

Selain itu, ia juga sering diundang menjadi juri dalam lomba-lomba kepenulisan tingkat lokal dan nasional, serta tampil sebagai pembicara di berbagai forum dan pelatihan/seminar tentang kepenulisan/jurnalistik/sastra/literasi di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia. Ia melakukan perjalanan jurnalistik/sastra/literasi di sejumlah Kota di Indonesia, Kualalumpur, Melaka, Seremban (Malaysia) dan Singapura.

Saat ini, ia berdomisili di pinggir Kota Padang Panjang, Sumbar, mengelola KMD Elipsis dan mengembangkan majalah digital Elipsis sebagai media alternatif, yang mewadahi karya pegiat-pegiat literasi dan penulis-penulis muda Indonesia. Kegiatan sastra dan literasi yang digelutinya, dapat dilihat di IG @muhammadsubhan2. (Red/AP)

IMG-20221230-WA0002

Kapolres Karawang Gelar Pers Release Laporan Giat Tahunan 2022

Foto dalam agenda laporan kegiatan

Jendela Jurnalis, Karawang -
Di penghujung akhir tahun 2022, Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, SH, SIK, MH, mengadakan Pers Release laporan Giat yang dilakukan sepanjang tahun 2022, Kamis (29/12/22), bertempat di Lobby Mako Polres Karawang. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mengucapkan "Selamat Hari Nataru 2023".

Berikut beberapa laporan Giat yang telah dilakukan sepanjang tahun 2022, antara lain:

Giat Prehensif

  1. Satbinmas Polres Karawang laksanakan sambang Bhabinkamtibmas sebanyak 262800 Giat.
  2. Penyuluhan Binmas 'go to school' or campus sebanyak 9000 Giat.
  3. Duduk bersama masyarakat sebanyak 10500 Giat.
  4. Jum'at Curhat, 72 Giat.
  5. Satlantas, Persiapan anak 48 Giat, 'Police go to school' 50 Giat, 'Safety Riding' 12 Giat, Forum Lalin 41 Giat, kampanye keselamatan 160 Giat, 'traffic management' 43 Giat, kawasan Tiblantas 8 Giat, Sekolah Mengemudi 7 Giat, masyarakat terorganisir 112 Giat, serta masyarakat tidak terorganisir 285 kali.
  6. Sat Intelkam melaksanakan pengawalan Unras sebanyak 59 kali.
  7. Satreskrim melakukan penyuluhan perlindungan anak 51 kali, penyuluhan kekerasan pada perempuan 40 kali.

Kegiatan Preventif

  1. Samapta, patroli presisi meningkat, di tahun 2021 sebanyak 1050 kali, namun di tahun 2022 dilakukan sebanyak 1440 kali atau naik 37% dari tahun sebelumnya.
  2. Satlantas, menggelar patroli simpatik di tahun 2021 sebanyak 1020, sedangkan di tahun 2022 sebanyak 1610 atau meningkat 57% dari tahun sebelumnya.
  3. Satkoba, menggelar Police go to school sebanyak 15 kali.
  4. Reskrim dan Krimreserse sebanyak 10 kali.

Kegiatan Refresif

  1. Reskrim menerima laporan 1629 kasus. Jumlah penyelesaian sebanyak 1753 atau 108 % tingkat penyelesaian, 296 kekerasan terhadap perempuan dan anak.
  2. Untuk Kasus korupsi, Polres Karawang menyelesaikan 3 kasus.
  3. Jumlah tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 275 tersangka dan RJ sebanyak 319 kasus.

Kasus yang Menonjol

  1. Kapolsek Karawang berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan gas elpiji dan mengamankan 4 orang tersangka yang merugikan Negara Rp1,2 m lebih, saat ini masuki tahap 2.
  2. Pengungkapan kasus pupuk subsidi, telah diamankan 1 tersangka dengan kerugian Negara Rp45 juta, masih dalam Sidik.
  3. Kasus menghilangkan nyawa orang lain, terhadap anak di bawah umur, dengan tersangka 1 orang, sudah masuki tahap 2.
  4. Kasus Curanmor kendaraan R4, berhasil diamankan 4 tersangka, dimana para pelakunya melakukan aksinya di 16 TKP. 5 unit kendaraan yang berhasil diamankan, sudah dikembalikan kepada korban.
  5. Kasus wedding organizer, pelaku 1 orang, sudah tahap 2.
  6. Kasus arisan online, telah diamankan 3 tersangka dan sudah melaksanakan tahap 2.
  7. Kasus pembunuhan di Tirta Jaya, menetapkan 2 orang tersangka dan sudah tahap 2.

"Secara keseluruhan, kasus Curanmor yang berhasil diamankan sebanyak 63 tersangka, dengan total kendaraan yang diamankan 67 unit. Untuk kasus Tipikor, hasil recovery yang berhasil diungkap sebesar Rp1,137, 511,180, dengan 1 tersangka," jelas Kapolres.

Sementara untuk Giat Baksos, Polres Karawang telah menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat sebanyak 50.000 kg; minyak sayur 10 rb botol; sembako 11 rb pack; perbaikan rumah ibadah 20 unit; Rutilahu 3 unit; Jum'at berkah 1156 Giat dan Giat lainnya sebanyak 1521 Giat.

Untuk inovasi Polres Karawang, Lapor Pak Kapolres semenjak dilaunching 14 September 2021 hingga akhir 2022, sudah masuk 3875 laporan.

"Surat Cinta Kapolres telah didistribusikan sebanyak 106942 surat di wilayah Karawang," paparnya.

Kapolres menambahkan, Satkoba berhasil mengamankan 80 ribu butir obat keras tertentu, seperti Tramadol, eximer dan lain-lain. Kapolres berkomitmen akan mencegah peredaran obat tersebut, yang saat ini sudah sampai ke pelosok Desa.

"Penggunaan obat-obatan tersebut sangat berbahaya dan melanggar UU. Jadi, mari sama-sama berani menekan dan mencegah peredaran obat tersebut, agar generasi muda kita tidak menjadi korban," pungkasnya. (Red/AP)

IMG-20221229-WA0009

PBNU Terbitkan SK, Jaenal Aripin Sah Ditetapkan Jadi Ketua Tanfidziyah PCNU Karawang Periode 2022-2027

Foto Deden Pemana (Sekretaris) didampingi Mirsad (Bendahara)

Jendela Jurnalis Karawang -
Usai terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Karawang dalam Konfercab PCNU Karawang ke-XXI di Ponpes Ashidiqiyah pada Sabtu (12/11/2022), H. Jaenal Aripin akhirnya sah ditetapkan oleh PBNU sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Karawang.

Ketetapan tersebut sah setelah dikeluarkannya SK PBNU bernomor 157/PB.01/A.II.01.45/99/12/2022 tentang Pengesahan PCNU Kabupaten Karawang masa khidmat 2022-2027.

Ketua KADIN Karawang Fadhludin Damanhuri, Ketua GP Anshor Karawang, dan aktivis lingkungan Muslim Hafidz dampingi Jaenal Arifin sebagai wakil ketua.

Sementara posisi Sekretaris PCNU Kabupaten Karawang dipegang oleh Deden Permana yang juga sebagai Ketua Gapensi Karawang. Khoerudin, Jajang Sulaeman dan Dona Romdona dampingi Deden Permana sebagai wakil sekretaris.

Sedangkan posisi Bendahara diduduki oleh Mirsad. Kades Jatimulya Pedes, H. Ato Furtoni duduk sebagai wakil bendahara.

Pengasuh Ponpes Ashidiqiyah K.H. Hasan Nuri Hidayatullah, Pengasuh Ponpes Nihayatul Amal K.H. Tatang Syihabudin, Pengasuh Ponpes Al-Ikhlas K.H. Nasehudin duduk dalam jajaran mustasyar.

Ketua Syuriah PCNU Kabupaten Karawang dipegang oleh K.H. Zubair Wasith. Beliau didampingi oleh H. Nunu Ahmad Faridz, K.H. Dudung Al-Misbah, K.H. Muhib Balya dan kiai sepuh lainnya.

Sementara Katib Syuriah dipegang oleh K.H. Juhyar. Kiai Asep Yakub Baihaki dan H. Ahmad Gozali duduk sebagai wakil katib. (Red).