Jendela Peristiwa

IMG-20241003-WA0009

Tewaskan Satu Orang, Pihak Kepolisian Gerak Cepat Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Kamal Muara

Proses evakuasi korban pengeroyokan oleh pihak kepolisian

Jendela Jurnalis JAKARTA - Aksi pengeroyokan tragis terjadi di wilayah Kamal Muara, tepatnya di Gang Bensin, Bundaran Kamal Muara, RT 07 RW 01, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Rabu (2/10/2024). Peristiwa ini menyebabkan seorang pria bernama Robin Meykodi (41) tewas akibat luka parah di bagian perut.

Robin yang menderita luka serius, sempat merintih meminta tolong kepada warga sekitar sebelum akhirnya meninggal dunia. Insiden bermula ketika korban Andriansyah dan Andre, bersama dua rekan lainnya, berboncengan motor menuju Bundaran Kamal.

Setibanya di lokasi, Andriansyah disuruh turun dari motor oleh orang yang tidak dikenal, sementara Andre membawa motor tersebut. Setelah menunggu hingga pukul 19.00 WIB tanpa ada tanda-tanda motor kembali, Andriansyah menghubungi temannya untuk mencari Andre.

Beberapa saat kemudian, Andriansyah bersama rekannya mencari Andre ke pemukiman warga. Namun, upaya pencarian tersebut justru berujung nahas ketika mereka dihadang oleh sekelompok orang yang meneriaki mereka sebagai maling. Keempat pria tersebut kemudian menjadi sasaran pengeroyokan massa.

Mendapat laporan dari warga terkait aksi pengeroyokan, Aiptu Hijri, Kasubsektor Kamal Muara, bersama Aipda Akhmad Subekti bertindak cepat. Mereka segera mengevakuasi korban ke RSUD Cengkareng dan mengamankan salah satu pelaku, berinisial ANY (30), yang diduga melakukan pembacokan.

Pelaku kemudian dibawa oleh Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Metropolitan Penjaringan untuk penyelidikan lebih lanjut di Mapolsek Metropolitan Penjaringan. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, awalnya pelaku yang membacok kabur ke pemukiman, tapi akhirnya berhasil ditangkap oleh Pak Hijri dan Pak Subekti, serta dibantu oleh warga.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kompol Anak Agung Dwipayana, Kanit Reskrim Polsek Metropolitan Penjaringan, belum memberikan tanggapan resmi saat dihubungi melalui telepon. Seluruh korban pengeroyokan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. (red)*

IMG-20240919-WA0022

Tak Teraliri Air, Ratusan Petani di Desa Pasirjaya Cilamaya Kulon Geruduk Juru Pengairan di Pintu Air Peundeuy

Petani saat menyampaikan keluhannya kepada Juru Pengairan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sektor pertanian, merupakan sektor vital yang berfungsi untuk keseimbangan pangan di Indonesia. Khususnya di Kabupaten Kawang, dimana diketahui berdasarkan data memiliki sebanyak 53 % yang artinya bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten Karawang merupakan lahan pertanian. Kamis (19/9/24).

Namun dalam prosesnya, pertanian seringkali mengalami kendala seperti kurangnya pasokan air yang akhirnya menyebabkan terhambatnya proses tanam.

Hal tersebut sebagaimana yang dialami oleh ratusan petani di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon. Dimana mereka dilanda keresahan akibat dari area pertanian diwilayahnya yang sama sekali tidak terpasok air, sehingga mereka terancam gagal tanam.

Dipicu hal tersebut, akhirnya ratusan petani membawa keresahan dan berusaha meluapkan kekecewaannya dengan menggeruduk juru pengairan yang berada di Pintu Air Peundeuy yang terletak di wilayah Kecamatan Lemahabang. Karena menurutnya, Juru Pengairan tersebut yang memiliki tugas dan kewajiban untuk mengatur debit air yang dialirkan ke wilayah nya.

Warna, salah satu petani di Desa Pasirjaya menyebut bahwa Juru Pengairan beserta jajarannya tidak becus mengurusi permasalahan pasokan air.

"Gimana ini? Petani di Pasirjaya gak kebagian air, juru pengairannya kayak gak becus kerja," cetusnya yang diiringi gemuruh riuh bernada kekecewaan dari para petani lainnya saat berhadapan dengan juru pengairan. Kamis (19/9/24).

Selain itu, petani juga mendesak pihak pengairan agar bisa intens dalam melakukan pengawasan, seingga jalannya aliran air tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan menutup atau mengurangi debit aliran air di pintu air lanjutan setelah pintu air Peundeuy. Mengingat bahwa lokasi pertanian di wilayah Pasirjaya berada di paling ujung.

Oleh karena hal tersebut, para petani mendesak juru pengairan untuk bisa menambah debit air, agar pasokam air di Desa Pasirjaya dapat tercukupi dan petani dapat terhindar dari resiko gagal tanam.

Sementara itu, Musa selaku juru pengairan berdalih bahwa kapasitas aliran air sudah sesuai standar, dirinya juga menunjukan bahwa pintu air ke arah wilayah tersebut sudah dibuka dengan maksimal. (Nunu)*

IMG-20240918-WA0067

Cuaca Ekstrem Landa Aceh Barat, BPBD Siaga Penuh

Tim BPBD Aceh Barat saat bersiaga di lokasi bencana banjir

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Aceh Barat dalam beberapa hari terakhir, dengan intensitas hujan tinggi dan angin kencang, telah menyebabkan banjir dan pohon tumbang di beberapa lokasi. Kejadian ini bahkan sempat merusak rumah warga, memicu kekhawatiran akan dampak lebih lanjut jika cuaca buruk terus berlanjut.

Pj Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi, menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, mengingat bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan puting beliung dapat terjadi kapan saja, terutama dengan kondisi cuaca yang tak menentu seperti ini," ujar Mahdi kepada media, Rabu (18/09/2024) pagi.

Mahdi menjelaskan, Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang dipengaruhi oleh siklus air, curah hujan, serta kaitannya dengan iklim dan cuaca. Bencana ini dapat berupa banjir, kekeringan, angin kencang, puting beliung, serta berbagai fenomena alam lainnya yang terkait dengan air dan cuaca.

Sebut mahdi, Pemkab Aceh Barat juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan tindakan preventif dan mempersiapkan evakuasi apabila kondisi memburuk. Warga diminta untuk segera melaporkan kejadian yang berpotensi membahayakan, seperti pohon tumbang atau tanah longsor, guna mencegah dampak yang lebih besar, ujarnya.

Disisi lain, Mahdi kuga telah mengeluarkan instruksi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta instansi terkait lainnya untuk terus memantau kondisi di wilayah yang rawan bencana. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipatif mengingat cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir, dengan potensi hujan lebat, angin kencang, serta bencana hidrometeorologi lainnya.

"Seluruh tim dari BPBD dan instansi terkait harus siaga penuh, terutama di daerah yang sudah dikenal rawan bencana. Pemantauan secara intensif perlu dilakukan untuk mengurangi risiko serta mempersiapkan langkah-langkah mitigasi lebih dini," tegasnya.

Sedangkan Plt.Kalaksa BPBD Aceh Barat T Ronald mengatakan akan menindaklanjuti intruksi bupati untuk melakukan pemantauan di daerah yang berpotensi dan rawan bencana.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus koordinasi dengan pihak lainnya, termasuk relawan, dan masyarakat untuk memastikan langkah tanggap darurat dapat berjalan lancar dan Ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari petugas terkait apabila kondisi cuaca memburuk atau terjadi potensi bencana.

Sementara ini kata Ronald, daerah yang sudah terdampak banjir di woyla barat, desa Napai dan blang luah, sedangkan di kecamatan Arongan Lambalek di desa Teupin Peuraho dan di kecamatan Johan Pahlawan terjadi banjir di desa Pasi Masjid dan leuhan, Walaupun kondisi banjir masih dibawah 30 Cm, namun harus dilakukan antisipasi yang baik, ucapnya.

Dengan cuaca yang tidak menentu, Ronald berharap upaya pencegahan dan mitigasi bencana dapat meminimalisir dampak yang lebih besar.

"Terutama di wilayah yang berisiko tinggi seperti daerah dataran rendah dan wilayah pegunungan yang rawan longsor," tutupnya. (Muhibbul)*

IMG-20240909-WA0057

Baliho Acep – Gina Dirusak, Kader Gerinda Desak Bawaslu dan APH Usut Tuntas Pelaku

Foto baliho Acep - Gina yang dirusak orang tak dikenal, (insert: Pontas Hutahaen, S.H)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dugaan adanya sabotase dan pengrusakan Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan Calon Bupati Acep Jamhuri - Gina Fadlia Swara kembali terjadi di jalan Interchange Karawang Barat, Senin, 9 September 2024.

Sejumlah baliho Acep - Gina yang sengaja dipasang tim pemenangan disepanjang jalan Interchange Karawang Barat pada hari Minggu, 8 September 2024 malam, ditemukan sudah tergeletak keesokan harinya dan dalam kondisi tercabut.

Praktisi hukum sekaligus kader Gerindra, Pontas Hutahaen, S.H., mengecam keras tindakan tersebut yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Pontas, perbuatan sabotase merusak alat peraga kampanye (APK) salah satu pasangan calon merupakan tindakan yang telah mengotori proses demokrasi di Kabupaten Karawang.

"Kami akan melaporkan pengerusakan dan dugaan sabotase tersebut ke Bawaslu dan aparat penegak hukum, kami meminta kepada Bawaslu kabupaten Karawang untuk segera mengusut tuntas perbuatan tersebut karena telah merusak dan mencoreng proses demokrasi di Kabupaten Karawang," ucapnya.

Dikatakan Pontas, menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum menjadi Undang-Undang dalam pasal 280 mengatur bahwa pelaksana, peserta dan tim kampanye dilarang merusak dan/atau menghilangkan alat peraga kampanye peserta pemilu.

"Sanksinya dalam pasal 521, setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye Pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280, dapat dikenakan pidana pemilu penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah)," tegasnya.

Lanjut Pontas, melalui kejadian ini, tim pemenangan Acep-Gina akan lebih waspada dan lebih berhati-hati terhadap upaya sabotase dan pengrusakan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan mencoreng proses demokrasi di Karawang.

"Kami berharap, semua badan penyelenggara Pemilukada di Karawang baik Bawaslu maupun KPU untuk segera mengusut dan menindaklajuti kejadian pengerusakan puluhan baliho pasangan Calon Acep-Gina agar terciptanya Pilkada yang damai dan demokratis di Karawang," pungkasnya. (Red)*

IMG-20240827-WA0086

Bertindak Arogan Kepada Wartawan, Oknum Staff Sekolah SMPN 1 Batujaya Terancam Dilaporkan ke APH

Background foto area SMPN 1 Batujaya (insert ilustrasi & Ketum LBH Maskar Indonesia)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Arogansi kewenangan dalam dunia pendidikan adalah sikap atau tindakan otoritas yang menunjukkan kesombongan, ketidak-pedulian, atau pengabaian terhadap kebutuhan, pandangan, dan aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan dalam pendidikan, kebijakan yang dibuat tanpa sebuah pertimbangan matang sehingga keputusan yang diambil tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang, atau sikap penolakan terhadap kritik dan masukan dari pihak lain.

Arogansi semacam ini tentunya akan berdampak pada kerusakan adab dalam dunia pendidikan, dan yang tentunya dapat menurunkan moral dan motivasi, serta menghambat perkembangan dan inovasi dalam dunia pendidikan.

Sangat disayangkan, hal tersebut telah terjadi dan dilakukan oleh salah satu oknum staff di sekolah SMPN 1 Batujaya kepada wartawan jendralnews.co.id. Selasa (27/8/24).

Kejadian tersebut bermula saat wartawan jendralnews.co.id berinisial TGN berkunjung ke sekolah SMPN I Batujaya yang terletak di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan maksud untuk memonitoring kegiatan rehab gedung di sekolah tersebut.

TGN menjelaskan, saat sudah memasuki area sekolah dan sudah mendapatkan izin dari satpam sekolah untuk masuk, bahkan diantarkan ke ruangan Kepala Sekolah oleh satpam tersebut, Wartawan jendralnews.co.id justru malah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari salah satu oknum staff disekolah tersebut.

"Sebelum kami ke lokasi pembangunan, kami memohon ijin kepada satpam yang ada di sekolah itu, lalu satpam tersebut mempersilahkan dan langsung mengantarkan kami ke ruangan Kepsek. Tapi, sesampainya di depan pintu ruangan Kepsek, ada salah satu staff menarik baju saya dengan sambil menutup pintu ruangan Kepsek dan dengan lontaran perkataan seolah melarang saya untuk masuk," jelasnya.

"Mau ngapain? Kepsek lagi ada tamu," ucap TGN menirukan ucapan salah satu oknum staff yang dianggap arogan tersebut.

Pedahal, sebelumnya TGN melihat dengan jelas bahwa sebelum pintu itu ditutup, diruangan itu hanya ada Kepsek dan 1 orang guru.

"Pada saat baju saya ditarik itu Kepseknya ada A, tapi dia cuek," tambahnya.

Menyikapi sikap arogan yang ditunjukkan oknum staff di Sekolah SMPN 1 Batujaya kepada wartawan jendralnews.co.id tersebut kini terus menuai kecaman dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari H. Nanang Komarudin, S.H., M.H., selaku Ketua Umum LBH Massa Keadilan Rakyat Indonesia (LBH Maskar Indonesia). Menurutnya, tindakan tidak terpuji tersebut tentunya sangat berbanding terbalik dengan gambaran dunia pendidikan.

"Tindakan seperti itu jelas sudah mencoreng citra dunia penididikan, karena itu terjadi di sekolah yang notabene sebagai lembaga pendidik, namun malah mencerminkan perbuatan tak berpendidikan sepertu perilaku oknum staff tersebut," tuturnya.

Lebih lanjut, H. Nanang menegaskan bahwa dirinya akan mendampingi TGN untuk membuat aduan dan laporan kepada pihak Dinas Pendidikan dan kepada APH (Aparatur Penegak Hukum) agar adanya tindakan tersebut dapat ditindaklanjuti.

"Atas tindakan tersebut, kami dari LBH Maskar Indonesia akan mendampingi TGN untuk mengajukan pelaporan kepada pihak Dinas Pendidikan yang berwenang berkaitan dengan kedisiplinan, dan kemudian akan melaporkan kejadian ini kepada APH atas adanya tindakan tidak terpuji tersebut," tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepsek SMPN I Batujaya belum berhasil dikonfirmasi. Bahkan, atas adanya kejadian tersebut, TGN selaku korban mengatakan bahwa Kepsek sama sekali bersikap cuek seolah tindakan tersebut dibenarkan olehnya. (Nunu)*

IMG-20240819-WA0041

Akibat Tabrak Excavator yang Terparkir Dibahu Jalan, Pemotor Asal Pakisjaya Alami Patah Tulang

Foto excavator yang terparkir (insert korban kecelakaan yang alami luka dan patah tulang serius)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Memarkirkan kendaraan di bahu jalan sering kali dianggap sepele, bahkan rambu larangan parkir di tepi jalan pun sering diabaikan. Hingga akhirnya, hal tersebut dapat memicu terjadinya kecelakaan.

Seperti kejadian yang baru-baru ini terjadi, dimana sebuah sepeda motor mengalami kecelakaan lantaran menabrak sebuah Excavator atau alat berat beko yang sedang terpakir di bahu jalan raya, tepatnya di Jalur Kenanga Dua, Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Minggu malam (18/8/24).

Kejadian tersebut menimpa Johari (76), yang merupakan seorang Warga Dusun Baru II, RT 01/004, Desa Telukjaya, Kecamatan Pakisjaya selaku pengendara sepeda motor berjenis Honda Supra X 125, dimana Ia mengalami kecelakaan tunggal akibat dari menabrak excavator tersebut.

Akibat kecelakaan tersebut, Johari menderita patah tulang kaki kiri yang cukup parah. Begitupun dengan kondisi sepeda motornya yang dalam kondisi ringsek dan patah menjadi 3 bagian.

Adapun kecelakaan tersebut terjadi diduga akibat minimnya lampu penerangan jalan, sehingga korban tidak dapat melihat dengan jelas adanya alat berat yang terparkir tersebut.

Diketahui, Johari kini tengah menjalani perawatan intensif dirumahnya, dan harus menjalani perawatan lebih lanjut untuk proses penyembuhan patah tulang yang dialaminya. (Tinggun)*

IMG-20240719-WA0026

Viral Video Pengendara Mobil SUV di Karawang Kabur Tak Mau Bertanggungjawab Usai Tabrak Pengendara Sepeda Motor

Foto Mobil SUV yang diduga menabrak pengendara sepeda motor di Kolong Flyover Lamaran Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Jagat maya dihebohkan dengan adanya sebuah video yang menampilkan peristiwa dugaan tabrak lari di bawah jalan layang (flyover) Lamaran, Kelurahan Palumonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, menjadi viral di media sosial. Kejadian ini melibatkan sebuah sepeda motor dan mobil jenis SUV, Kamis (18/7).

Dalam video berdurasi 5 detik yang diterima pada Kamis siang, terlihat pengemudi mobil SUV putih tersebut tidak mau bertanggung jawab setelah diduga menabrak sepeda motor Honda hijau milik CC (30).

"Nggak mau tanggung nih orang, nggak mau tanggung jawab nih orang. Motor saya lecet," teriak korban CC dengan nada emosi dalam video tersebut.

Menurut keterangan CC, kejadian bermula saat dirinya dalam perjalanan pulang dari arah Johar menuju Palumbonsari usai bekerja. Tepat di bawah flyover Lamaran, sebuah SUV putih yang datang dari arah Lamaran berbelok ke arah Jalan Lingkar Tanjung Pura - Klari dan menabrak motornya.

Kejadian tersebut menarik perhatian sejumlah warga yang berlarian ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Namun, saat ditegur oleh warga dan CC, pengemudi SUV itu tidak mau bertanggung jawab dan malah berujar, "Ini musibah," sambil tancap gas meninggalkan lokasi kejadian. Upaya beberapa warga untuk mengejar mobil tersebut pun gagal.

CC berharap pengemudi yang menabrak kendaraannya mau bertanggung jawab atas insiden tersebut. CC sendiri mengalami luka ringan dan saat ini menjalani perawatan jalan.

"Kemarin sudah diperiksa ke ahli patah tulang dan kaki yang sempat sakit tertabrak mobil itu sudah diperbaiki," ungkapnya, Jum'at (19/7).

Selain sepeda motor yang mengalami kerusakan, CC juga mengalami kaki terkilir akibat kejadian tersebut.

"Bukan hanya sepeda motor saya saja yang rusak, namun kaki saya juga hingga terkilir," pungkas CC dengan penuh harap agar pelaku yang menabrak sepeda motornya segera bertanggung jawab. (red)*

IMG-20240130-WA0057

Kapolsek Pedes Bersama Muspika Kecamatan Cilebar Sambangi Rumah Warga yang Roboh Akibat Hujan Lebat

Kapolsek Pedes bersama Muspika Kecamatan Cilebar saat menyambangi Warga yang rumahnya roboh

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Polsek Pedes, Polres Karawang, Polda Jawa Barat melalui Kapolsek Pedes serta Anggota Polsek Pedes melaksanakan kegiatan bersama Muspika Kecamatan Cilebar untuk melihat dan memberikan bantuan berupa sembako kepada Ibu Uum binti Wastar. Selasa (30/1/24).

Uum merupakan salah satu warga Kampung Cilebar 2, RT 01/02, Desa Kertamuktiz Kecamatan Cilebar yang tertimpa reruntuhan rumah nya yang ambruk lantaran di guyur hujan yg deras, dan memang kebetulan rumahnya pun sudah keropos.

"Saya bersama Anggota melaksanakan sambang ke masyarakat yang tertimpa bencana dan dilanjutkan Patroli menggunakan kendaraan mobil Strada 3213 A," ucap Kapolsek.

Adapun dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Pedes dan Muspika menyampaikan beberapa arahan berikut.

Pertama, pihaknya menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada Ibu Uum atas musibah yang menimpanya.

Kedua, pihaknya berpesan kepada pihak keluarga untuk tabah menerima cobaan dari yang maha kuasa dalam menerima musibah tersebut.

Selain itu, Muspika yang turut datang bersama Kapolsek turut memberikan bantuan berupa sembako dan memberikan motivasi kepada Ibu Uum yang saat ini sudah dibawa ke Tumah Sakit Fikri untuk mendapatkan perawatan medis.

Muspika Kecamatan Cilebar juga turut berpesan agar di musim hujan ini masyarakat selalu waspada terhadap bencana alam yang bisa saja datang tak terduga.

"Kami, Keluarga Ibu Uum mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolsek Pedes, Pak Camat Cilebar, dan kami siap mendukung program CAKEP dari Bapak Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono, untuk melaksanakan kegiatan membantu masyarakat di wilayah hukum Polsek Pedes, dan melakukan patroli ke tempat-tempat yang dianggap rawan serta objek-objek vital," ucap salah satu keluarga Ibu Uum.

Dilain kesempatan, R.S Budi, A.Md., SH., selaku Staff Humas Polsek Pedes menambahkan, "Bapak Kapolsek Pedes AKP Marsad, S.H., M.H., melanjutkan Patroli Prekat berkeliling wilayah Kecamatan Cilebar, setelah menyambangi Ibu Uum korban bencana alam," terangnya. (Rey)*

Editor : Nunu Nugraha

IMG-20240129-WA0027

Diduga Akibat Tak Adanya Saluran Air, Sebabkan Puskesmas Jayakerta Terendam Banjir

Kondisi ruangan Puskesmas yang tergenang air

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Puskesmas Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Karawang baru-baru ini.

Ade selaku masyarakat sekitar mengatakan bahwa setiap hujan deras Puskesmas selalu dilanda banjir. Air masuk ke dalam puskesmas hingga ketinggian hampir mencapai 1 meter.

"Sudah 4 kali kena banjir sampai hari ini," ujar ade. Senin (29/1/24).

Menurutnya, banjir disebabkan akibat tidak adanya saluran air di area depan Puskesmas dan tertutupnya saluran air yang ada di depan Puskesmas, sehingga air mengalir hingga masuk semuanya ke dalam Ruangan Puskesmas.

"Banjir menyebabkan beberapa Kursi pelayanan terendam, bahkan sampai tidak bisa digunakan lagi. Meja dan kursi juga ada yang terendam, kondisi menjadi kotor dan basah," ungkapnya.

Ade juga menuturkan, bahwa banjir bukan hanya kali ini saja melanda Puskesmas Jayakerta, namun setiap musim hujan, banjir kerap melanda, sehingga pelayanan di Puskesmas menjadi terhambat.
(Red)*

Editor : Nunu Nugraha

IMG-20240123-WA0076

Heboh! Ratusan Warga Karawang Mengeluhkan Jadi Korban Platform Investasi Bodong

RIOT Platform yang disebutkan bodong

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sejumlah Warga di Kabupaten Karawang mengeluhkan dan mengaku terjebak hingga merasa dirugikan oleh salah satu platform investasi yang diduga bodong. Senin (22/1/24).

Hal tersebut pun kini ramai diperbincangkan di salah satu grup whatsaap, bahkan mereka membuat grup khusus korban investasi bodong untuk saling berbagi pengalaman mengenai beragam keluhan,antaran mereka merasa dirugikan akibat tidak bisa menarik keuntungan dari modal investasi yang dimasukkan di platform RIOT yang mereka sebut "Bodong" itu.

Endang Jamaludin, salah satu orang yang mengaku turut menjadi korban investasi bodong tersebut menerangkan bahwa dirinya awalnya tergiur oleh rayuan manis temannya, hingga akhirnya dirinya terjebak dan ikut menjadi member dalam investasi tersebut.

"Awalnya saya diajak temen saya, terus saya tergiur dengan keuntungan yang besar, tau-tau sekarang sistemnya malah makin rumit, narik saldo aja gak bisa. Banyak juga temen saya yang berprofesi wartawan, sekarang kita hanya bisa meratapi nasib karena gak bisa melakukan penarikan saldo," terangnya. Senin (22/1/24).

Selain itu, ada beberapa kisah lucu lainnya, dimana hal tersebut diungkapkan dalam percakapan di grup whatsapp yang sama, dimana salah satu member RIOT mengaku bahwa modal yang diinvestasikan merupakan uang hasil pinjaman.

Sistem yang mereka tawarkan memang terbilang menggiurkan, membuat setiap orang bisa saja gelap mata untuk melakukan investasi dengan keuntungan hingga berkali-kali lipat hanya dengan hitungan bulan. Bahkan, ada produk mereka yang ditawarkan secara khusus dan bisa menghasilkan 3 kali lipat modal hanya dalam waktu 1 minggu.

Namun nahasnya, ketika mereka ingin mencairkan saldo dari modal berikut keuntungannya malah kebingungan dengan sistem yang seolah dipersulit sebagai tipu muslihat agar tidak bisa dicairkan, bahkan jika ada yang protes saja di ancam dengan pembekuan akun dan hangusnya seluruh saldo modal maupun keuntungan.

Para korban menjelaskan, bahwa jenis transaksi yang dilakukan adala membeli sistem mesin pertambangan secara online, dengan cara mentransferkan deposit sejumlah uang ke rekening atas nama PT. Dompet Harapan Bangsa. (Nunu)