Jendela Daerah

IMG-20221211-WA0007

Stelly Sebut Nama Cellica Terima Sejumlah Uang dalam Persidangan, LSM Kompak Reformasi Lapor ke Kejaksaan Agung

Pancajihadi Al Panji (Sekjen LSM Kompak Reformasi)

Jendralnews Jakarta -
Munculnya nama Cellica Nurrachadiana diduga sebagai penerima uang sebesar 5 Miliar di persidangan dengan nomor perkara 912/Pid.b/2022/PN.Blb, dengan terdakwa Irfan Suryanegara, membuat masyarakat Karawang bertanya-tanya.

Diketahui, dalam persidangan itu Stelly Gandawidjaja sebagai saksi, korban dan pelapor mengakui telah memberikan sejumlah uang ke beberapa politisi termasuk Cellica Nurrachadiana.

Bahkan, Stelly Gandawidjaja tanpa menyebutkan inisial, malah dengan gamblang menyebutkan sejumlah uang yang diberikan kepada orang nomor satu di Karawang itu.

Menanggapi dan menyikapi isu tersebut dan untuk menghindari munculnya spekulasi asumsi, bahkan fitnah dan perlu adanya kejelasan dan kebenaran nyanyian Stelly Gandawidjaja tersebut. Pancajihadi Al Panji selaku Sekjen LSM Kompak Reformasi mendatangi gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk melaporkan hal tersebut.

"Pada intinya kedatangan kami ke Kejagung untuk mengantar surat permohonan, agar fakta-fakta di persidangan yang menyebutkan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dalam persidangan tersebut, Jaksa Agung atau Jampidsus dapat mengembangkan kasus tersebut atau bila perlu diadakan penyelidikan dan penyidikan baru yang muncul dalam persidangan tersebut," ungkap Panji dalam press releasenya yang dikirimkan ke Awak Media, Minggu (11/12/2022).

Dengan nomor surat 95/LSMKR-LP/XII/2022 tertanggal 9 Desember 2022, surat yang ditujukan kepada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. Panji juga meminta kepada Kejagung agar melidik dan menyidik fakta baru persidangan tersebut.

"Tepatnya kami berkirim surat ke Kejagung, karena kami menilai bahwa perkara tersebut merupakan limpahan dari Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Agung dan untuk selanjutnya dilimpahkan dari Kejagung ke Kejaksaan Negeri Cimahi," terangnya.

Namun, Panji menyayangkan sikap Bupati Karawang yang tidak menanggapi atau membantah, apalagi akan melakukan langkah hukum terkait namanya disebut menerima uang lima miliar dari Stelly Gandawidjaja.

"Mudah-mudahan saja kedatangan kami ke Kejagung mendapatkan respon dari Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus dan untuk selanjutnya diadakan penyelidikan dan penyidikan temuan fakta baru yang terungkap di persidangan Pengadilan Negeri Baleendah ini," tandasnya. (red).

IMG-20221209-WA0024-1

Satgas Desa Pasirukem Apresiasi Kegiatan Senam Sehat yang Digelar Camat Cilamaya Kulon

Foto Kasatgas (tengah) bersama Camat Cilamaya Kulon dan jajarannya

Jendralnews Karawang -
Bertujuan menjaga kesehatan dan menjalin silaturami antar Muspika dengan Pemdes, Dudi Alexandrie, S.Stp menggelar acara senam bersama dihalaman Kantor Kecamatan Cilamaya Kulon pada Jumat pagi (9/12/2022) bersama seluruh Muspika, Kades beserta jajarannya, BPD, TKSK, PSM, Ibu-Ibu Tim Penggerak PKK, UPTD Puskesmas, UPTD Pendidikan/Koorwilcambidik, Bhayangkari juga Persit se Cilamaya Kulon.

Tak terkecuali bagi Satgas Desa Pasirukem, yang secara antusias ikut serta bersama Kades dan seluruh jajaran Pemdes lainnya, berbaur turut serta mengikuti kegiatan senam sehat yang digelar oleh Camat tersebut.

Seperti yang diungkapkan Wasna selaku Kasatgas Desa Pasirukem kepada jendralnews.co.id, dirinya mengaku sangat mengapresiasi terkait adanya kegiatan tersebut, bahkan Ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari peserta senam sehat yang diselenggarakan dilingkup Kecamatan Cilamaya Kulon.

Foto dalam kegiatan senam sehat

Menurut Wasna, kegiatan tersebut sangat bagus dan Ia pun berharap agar kegiatan seperti senam sehat dapat terus digelar, atau bahkan bisa menjadi agenda bulanan, agar terus terjalin silaturahmi guna menumbuhkan kekompakan antar Satgas, Pemdes maupun Muspika.

"Saya acungkan jempol untuk Camat Cilamaya Kulon, atas terselenggaranya kegiatan yang bisa menumbuhkan silaturahmi serta kekompakan antar Muspika dan Aparatur Desa, pokoknya kegiatan ini sangat bagus, dan saya berharap supaya kegiatan seperti ini selalu digelar, kalo bisa mah jadi kegiatan bulanan," ungkapnya.

Hal tersebut sesuai dengan tujuan Dudi Alexandrie, S.STP selaku Camat Cilamaya Kulon, dirinya menerangkan bahwa kegiatan tersebut digelar selain untuk menjaga kesehatan juga bertujuan meningkatkan silaturahmi, sinergitas dan solidaritas antar unsur Muspika se Cilamaya Kulon.

"Kegiatan ini digelar, intinya selain untuk menjaga kesehatan juga bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi, sinergitas dan soliditas antar unsur Muspika se Cilamaya Kulon," terangnya.

Dudi juga menambahkan, dalam kegiatan tersebut, kekompakan dan antusiasme peserta sangat sesuai harapan, dan dirinya berharap agar moment tersebut benar-benar dapat menjadi ajang silaturahmi yang baik.

"Kekompakan dan antusiasme peserta sangat sesuai harapan, dan saya berharap agar moment ini benar-benar bisa menjadi ajang silaturahmi yang baik untuk seluruh jajaran Muspika beserta unsur pemerintahan lainnya yang ada di Cilamaya Kulon," harap Dudi. (NN).

IMG-20221209-WA0018

Jalin Silaturahmi, Camat Cilamaya Kulon Gelar Senam Bersama Pemdes dan Muspika

Foto bersama disela kegiatan senam sehat

Jendralnews Karawang -
Bertujuan menjaga kesehatan dan menjalin silaturami antar Muspika dengan Pemdes, Dudi Alexandrie, S.Stp menggelar acara senam bersama dihalaman Kantor Kecamatan Cilamaya Kulon pada Jumat pagi (9/12/2022).

Dalam kegiatan tersebut, diikuti oleh seluruh Muspika, Kades beserta jajarannya, BPD, TKSK, PSM, Ibu-Ibu Tim Penggerak PKK, UPTD Puskesmas, UPTD Pendidikan/Koorwilcambidik, Bhayangkari juga Persit se Cilamaya Kulon.

Seluruh peserta berbaur dan mengikuti senam bersama dengan riang gembira, dibarengi dengan suasana penuh keakraban yang menunjukan kehangatan seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Foto peserta kegiatan senam yang penuh keakraban

Ketika diwawancara oleh jendralnews.co.id Dudi Alexandrie, S.STP selaku Camat Cilamaya Kulon menerangkan bahwa kegiatan tersebut digelar selain untuk menjaga kesehatan juga bertujuan meningkatkan silaturahmi, sinergitas dan solidaritas antar unsur Muspika se Cilamaya Kulon.

"Kegiatan ini digelar, intinya selain untuk menjaga kesehatan juga bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi, sinergitas dan soliditas antar unsur Muspika se Cilamaya Kulon," terangnya.

Dudi juga menambahkan, dalam kegiatan tersebut, kekompakan dan antusiasme peserta sangat sesuai harapan, dan dirinya berharap agar moment tersebut benar-benar dapat menjadi ajang silaturahmi yang baik.

"Kekompakan dan antusiasme peserta sangat sesuai harapan, dan saya berharap agar moment ini benar-benar bisa menjadi ajang silaturahmi yang baik untuk seluruh jajaran Muspika beserta unsur pemerintahan lainnya yang ada di Cilamaya Kulon," harapnya.

Manfaat dari kegiatan tersebut diungkapkan oleh Inang Abdul Manan, salah satu RT dari Desa Sumurgede yang kebetulan berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut, dirinya mengungkapkan bahwa acara tersebut sangat bermanfaat, selain bisa menjallin silaturahmi juga menjadikan ajang refleksi bagi jajaran Pemdes yang selama ini bergelut langsung dilapangan dengan masyarakat, serta menjadi ujung tombak pemerintahan paling bawah.

"Selaku RT, dengan adanya kegiatan ini saya cukup merasakan manfaat, selain bisa menjaga kebugaran, disini juga kita bisa bersilaturahmi dengan rekan seprofesi, berbincang membahas suka maupun duka bekerja dilapangan, apalagi kita sebagai ujung tombak pemerintahan paling bawah, tentunya setiap hari kita berada dimasyarakat, dan dengan adanya kegiatan ini, itung-itung bisa sedikit menghibur diri dari rutinitas kita sehari-hari," ungkapnya.

Ia juga berharap, agar kegiatan serupa dapat selalu digelar oleh pihak Kecamatan kedepannya.

"Saya juga berharap, agar kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan lagi, atau bahkan menjadi kegiatan rutin bulanan, agar kekompakan Pemerintahan se Cilamaya Kulon terus terjalin," harapnya. (NN).

IMG-20221209-WA0014

Merasa Janggal, Setakar Kritik Penghargaan KIP yang Diraih Pemkab Karawang

Deden Sofyan, Ketua Serikat Tani Karawang (Setakar)

Jendralnews Karawang -
Ketua Serikat Tani Karawang (Setakar), Deden Sofyan, merasa janggal Pemkab Karawang mampu meraih penghargaan dalam penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate pada Kamis (8/12/2022).

Bukan tanpa alasan jika dirinya merasa janggal atas raihan penghargaan Pemkab Karawang di bidang KIP.

“Ada beberapa informasi yang sengaja disembuyikan atau sulit didapatkan publik oleh sejumlah OPD di Kabupaten Karawang,” kata Deden yang juga Ketua Litbang media, Jumat (9/12/2022).

Di antaranya, lanjut Deden, pihaknya pernah meminta untuk sounding kepada Diskominfo Karawang perihal adanya dugaan double anggaran di OPD tersebut.

“Namun beberapa kali kami meminta untuk sounding hingga saat ini diabaikan. Jadi dimana letak keterbukaan informasi publik? Diskominfo sebagai corong informasi Pemkab Karawang saja tertutup terkait penggunaan anggarannya,” tegasnya.

Deden menambahkan, belum lagi perihal keterbukaan dan transparansi penggunaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH-CHT) sebesar Rp105 miliar lebih oleh sejumlah OPD, di antaranya OPD Dinkop UMKM, Dinkes, Dinsos, Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian.

“Semuanya sumir, tidak jelas. Dengan melihat permasalahan tersebut apakah Pemkab Karawang layak mendapat penghargaan keterbukaan informasi publik?” herannya.

Oleh sebab itu, pihaknya akan mendatangi atau berkirim surat ke Pemprov Jabar untuk mempertanyakan kriteria Pemkab Karawang mendapat penghargaan tersebut.

“Kami akan tindaklanjuti secepatnya,” tutupnya. (red).

IMG-20221205-WA0011

Peringati HUT Kodam IM ke-66, Kodim 0117/Atam Gelar Baksos Pasar Murah

Foto dalam kegiatan Baksos Pasar Murah yang diselenggarakan Kodam IM

Jendela Jurnalis, Aceh Tamiang -
Dalam rangka memperingati HUT Kodam IM (Iskandar Muda) yang ke-66 tahun 2022, Kodim 0117/Atam (Aceh Tamiang) bekerjasama dengan Disperindagkop (Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi) Prov. Aceh, laksanakan Giat Baksos dengan menggelar 'Pasar Murah', Minggu (4/12/22), bertempat di halaman Koramil 09/Bdh, Ds. Matang Seping, Kec. Banda Mulia, Atam. Giat tersebut disambut dengan antusias, terlihat kurang lebih dua ratusan masyarakat yang hadir dalam bazar tersebut.

Dalam sambutannya, Dandim 0117/Atam, Letkol Inf. CZI Purnamasidi, SIP, M.Si, menyampaikan ucapan salam dan terima kasih kepada Pemda Atam, Muspika dan seluruh masyarakat yang hadir dalam acara Baksos Pasar Murah tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkab Aceh Tamiang, Muspika dan seluruh masyarakat yang hadir dalam acara Baksos ini. Pasar Murah ini kami laksanakan, bekerjasama dengan Disperindagkop Prov. Aceh, dalam rangka memperingati HUT Kodam IM ke-66 tahun 2022," ujar Dandim.

Dandim juga menyampaikan, bahwa Giat Baksos Pasar Murah ini, merupakan Giat yang sangat membantu masyarakat, dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, dengan harga beli yang terjangkau.

"Banyak manfa'at yang dapat diambil dalam Giat Pasar Murah ini, baik secara sosial maupun ekonomis, serta dapat menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan, terhadap yang membutuhkan," demikian disampaikan Dandim 0117/Atam.

Adapun harga bahan kebutuhan pokok yang disediakan dalam Giat Pasar Murah dan Ops Pasar tersebut, adalah sebagai berikut: beras Rp70.000,- per sak 10 kg, minyak goreng Rp9000,- per kg, telor ayam Rp40.000,- per papan.

Dalam Giat, turut pula dihadiri Bupati Atam, H. Mursil, SH, M.Kn; Kapolres Atam, AKBP Imam Asfali, SIK; Kadis Koperindag Atam, Ibnu Azis. S.Km, M.KM; Tokoh Agama dan Masyarakat Kec. Banda Mulia. (AP)

IMG-20221205-WA0007

Pengawas Dinas PUPR Karawang Harus Bertanggung Jawab atas Robohnya Turap yang Baru Selesai Dibangun dalam Hitungan Hari, dan CV. ESQ Wajib Kena Sanksi Diblacklist

Foto kontruksi turap yang roboh

Jendela Jurnalis Karawang -
Ambruknya turap sepanjang 15 meter dan menutupi setengah aliran sungai di kalen Bayur Desa Kutarahaja Kecamatan Banyusari kabupaten Karawang Provinsi Jawa barat.Menjadi perhatian warga setempat. Pasalnya infrastruktur itu diperkirakan baru dibangun hitungan hari.

Salah seorang warga U (Inisial) yang tinggal di bantaran sungai,mengaku turap itu udah mulai bergeser selama pembangunan (Retak).

Turap yang dibangun dari APBD Karawang Tahun anggaran 2022 lepas dari pondasi dan tidak lagi dalam posisi utuh.

"Iya itu ambruk turap nya. Ambruknya sih secara bersamaan sekitar 15 meteran. Nah sekarang udah ambruk dan menutupi sebagian sungai," kata U, saat ditemui di lokasi, tutupnya.

Kondisi terdampak juga dijelaskan warga setempat HW (Inisal). Menurutnya, bangunan turap ini terlalu runcing ke bawah,lihat saja pa,bekas galian nya cuman beberapa lebar bawah nya.Karena pondasi tidak bagus saat dibangun. Cetusnya.

Beberapa waktu kemarin terlihat tim pengukur sudah mendatangi lokasi turap ambruk.Dari informasi yang diterima oleh HW mereka akan segera melaporkan kejadian tersebut untuk ditindaklanjuti (4/12/2022) di lokasi.

Solihin tokoh pemuda Banyusari mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait ambruk nya turap di wilayah kami, kami akan segera terjun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi ambruk nya turap di desa Kutarahaja. Melihat infrastruktur yang tergolong baru, dia menduga terjadi kelalaian pembangunan.

“Ya segera kami turun, kami mau lihat langsung, kok bisa sampai seperti itu,” kata Solihin.

Karena itu,kami atas nama masyarakat Banyusari meminta Pemda Karawang melalui dinas terkait untuk memberikan penjelasan.Mulai dari awal perencanaan sampai ke pelaksana proyek akan kami telusuri. Kok bisa sampai ambruk seperti itu,” tegasnya.

Solihin pun meminta agar Pemda Karawang segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan ini. Sebab turap yang ambruk dan ke dalam sungai memperparah banjir, karena secara otomatis turap itu akan menghalangi arus air.

Pemda Karawang harus segera bertindak,bila perlu kami warga Banyusari akan melaporkan turap yang ambruk di wilayah kami ke APH,Ini kan duit rakyat, ya harus kita awasi bersama-sama. Jangan sampai pengerjaanya asal-asalan," katanya.

Ia menambahkan, bahwa dalam pembangunan turap tersebut diharapkan dapat berjalan baik dan sesuai rencana.Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pihak terkait untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan proyek pembangunan turap di dusun Kalen Bayur Desa Kutarahaja Kecamatan Banyusari.

Hal itu jelas menjadi tanggung jawab dari petugas pengawas yang di berikan tugas oleh dinas untuk mengawasi pekerjaan tersebut, patut di duga pengawas tersebut tidak melaksanakan tugas nya sebagai pengawas yang di tugaskan untuk mengawasi pekerjaan pembangunan turap di kalen Bayur desa Kutaraharja kecamatan Banyusari.

Pasalnya apabila orang yang di tugaskan untuk mengawasi pekerjaan tersebut melakukan tugas nya dengan baik dan bertanggung jawab,kejadian ambruk nya turap tidak akan pernah terjadi,karena dinas PUPR Karawang dalam melakukan perencanaan pasti sudah dengan perhitungan yang matang dan di buat oleh ahli dalam bidang perencanaan pembangunan,yang dalam rancangan tersebut jelas kualitas bangunan akan tahan puluhan tahun dan tidak akan roboh oleh hujan.

Dengan adanya kejadian turap yang baru sekali di bangun dan roboh itu telah menjadi presedent buruk untuk dinas PUPR Karawang dan di duga dalam pengerjaan nya rekanan bekerja semau gue,dengan tidak memperhatikan spesifikasi ataupun RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang telah di keluarkan oleh dinas PUPR Karawang, sedangkan CV.ESQ wajib mendapatkan sanksi blacklist dari Dinas PUPR Karawang karena dinilai tidak dapat bekerja dengan baik dan apabila kedepannya CV.ESQ masih mendapatkan pekerjaan dari Dinas PUPR Karawang patut diduga ada persekongkolan, pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan pihak pelaksana CV.ESQ belum bisa dikonfirmasi. (NN).

IMG-20221205-WA0003

Pasukan Kostrad Raja Aibon Hadiri Undangan Ibadah Perayaan Natal

Foto bersama di Gereja Kemah Injil Indonesia

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Matahari baru setinggi tombak. Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila, didampingi Kapten Inf. Poltak Siahaan alias Panglima Mamba dan Letda Inf. Kevin, bergerak dari Pos Mamba menuju Pos Koper (Kodim Persiapan), Minggu, 4 Desember 2022.

Sepanjang perjalanan, Raja Aibon dan Panglima Mamba, berdiskusi tentang percepatan pembangunan Gereja Bazemba dan Giat dalam rangka perayaan Natal. Sampai di Pos Koper, Raja Aibon Kogila dan Panglima Mamba, melihat perkembangan program Ketahanan Pangan, didampingi oleh Lettu Inf. Abdul Basyir alias Bos Koper.

"Alhamdulillah, semua udah mulai kelihatan hasilnya. Lele, dari 10.000 ekor, hanya 10 yang mati. Jagung dan kacang panjang udah bagus. Ayam, besok kita naikkan dari Timika. Tinggal babi saja yang perlu perhatian lebih," ucap Raja Aibon Kogila, saat evaluasi di singgasana Raja Aibon Kogila, bersama Panglima Mamba dan Bos Koper.

Potret Prajurit TNi bersama Pendeta

Tak berselang lama, datang Mayor Inf. Anjas si Perdana Menteri, didampingi Kapten Inf. Suryo sang Panglima Perang. Suryo menyampaikan, bahwa ada undangan ibadah bersama sore ini, dalam rangka Natal, di GKII (Gereja Kemah Injil Indonesia), jema'at Antiokia, Sugapa.

Tanpa menunggu lama, Raja Aibon kemudian memerintahkan kepada Poltak si Panglima Mamba, yang juga merupakan Gembala di Rumah Do'a Kalvari, Asrama Militer Satuan Yonif PR 305/Tengkorak, untuk menyiapkan Prajurit yang akan beribadah bersama. Suryo si Panglima Perang, ditugaskan menyiapkan Tim Pam, baik di sektor luar jauh, maupun di sekitar Gereja.

Sore hari, sebagian langit masih tertutup awan, karena sejak siang hari, Intan Jaya diguyur hujan yang cukup lebat. Panglima Mamba memimpin langsung Ksatria Tengkorak menuju GKII. Tak lupa, beberapa lembar Rupiah dari para Prajurit Kostrad, dibawa sebagai berkat, sumbangan untuk Gereja, bekal kehidupan nanti di akhirat. Drone matrice, mengawal pergerakan pasukan dari udara. Sementara Serda Hartanto dan pasukannya dari Pos J2, sudah siap di posisinya masing-masing. Sembari menjemput beberapa Prajurit di Pos J2, Panglima Mamba bersama para Ksatria, menyempatkan untuk melatihkan beberapa lagu rohani, dinyanyikan di Honei Rajawali, agar tidak ragu saat tampil di hadapan jema'at Gereja.

Sesampai di Gereja, nampak ratusan jema'at sudah hadir. Gembala Penehas Wandagau sebagai Ketua Panitia acara, mengatur agar jema'at tertib dan hikmat selama beribadah. Di bawah komando Panglima Mamba, para Ksatria Kostrad dari Karawang, kemudian membaur bersama warga. Tidak ada perbedaan antara warga asli dengan para pendatang yang memang sudah lama menetap di Intan Jaya, juga rekan-rekan Prajurit. Semua jadi satu, menunduk di hadapan Tuhan. Apalagi, salah satu Pendeta di GKII merupakan putra Batak, Bapak Musari Sinaga.

Tiba saatnya para jema'at menampilkan lagu-lagu pujian. Dimulai oleh kelompok anak-anak sekolah Minggu, perwakilan masyarakat dan ditutup oleh penampilan para Prajurit Kostrad. Poltak si Panglima Mamba, memimpin langsung anak-anak Raja Aibon Kogila, berdo'a di bawah mimbar Gereja, di hadapan para jema'at. Tak ada rasa canggung dari para Ksatria Tengkorak. Apalagi, selama di Karawang, seluruh Prajurit sangat rajin beribadah.

"Syalom. Bapak, Ibu, saudara semua, dengan nama Tuhan Yesus Kristus, selamat hari Minggu. Kami dari Satgas Yonif PR 305/Tengkorak, mewakili Raja Aibon Kogila, menyampaikan selamat hari Natal bagi kita semua. Terima kasih telah mengundang kami di Perayaan Natal di GKII ini. Kami dari Satgas Yonif PR 305/Tengkorak, pada kesempatan ini ingin berbagi berkat. Sedikit banyaknya, mudah-mudahan menjadi berkat bagi kita semua, menjadi berkat bagi perayaan Gereja dan menjadi berkat untuk seluruhnya jema'at Gereja ini," ucap Kapten Poltak si Panglima Mamba, sambil menyerahkan sedikit berkat kepada Gembala Penehas Wandagau.

Dipimpin oleh Pendeta Musari Sinaga dan Pendeta Henok Tipagau, para jema'at beribadah dengan hikmat. Semua terdiam, mendengar khutbah dari dua Pendeta yang berdiri gagah di atas mimbar.

"Yang menjadi pertanyaan bagi kita, sudahkah Tuhan Yesus, sudahkan Kristus yang adalah Raja Damai itu, sudah mendiami hati kita di dalam hidup kita sehari-hari," begitu sepenggal kalimat Pendeta Musari Sinaga saat berkhutbah, yang diulangi lagi oleh Pendeta Henok Tipagau, dalam Bahasa Moni.

Lagu Malam Kudus, menjadi penutup ibadah bersama perayaan Natal para Ksatria Tengkorak di GKII. Semua jema'at berdiri, mengucapkan pujian-pujian kepada Tuhan. Tak ada Giat lain dari para jema'at. Hanya kalimat-kalimat pujian diiringi musik yang terdengar.

Malam kudus sunyi senyap, kabar baik menggegap, bala surga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya, lahir Raja shalom, lahir Raja shalom…

Selesai semua rangkaian ibadah, para jema'at kemudian saling menyalami. Itulah tanda persaudaraan dan juga wujud kebahagiaan. Semuanya, tak terkecuali para Ksatria Kostrad. Sebelum meninggalkan Gereja bersama para Pendeta dan Gembala serta para Tokoh Masyarakat, Ksatria Tengkorak kemudian berfoto bersama.

Di Pos, Raja Aibon Kogila sebenarnya tidak begitu tenang, karena acara selesai menjelang hari gelap. Bukan tanpa alasan. Para gerombolan KST setiap saat mengintai. Mungkin mereka tidak berani mengganggu ketika ibadah sedang berlangsung. Tapi selepas acara, di saat semua berpisah, membubarkan diri kembali ke tempat masing-masing, tidak menutup kemungkinan para gerombolan yang memang terkenal biadab, membuat kekacauan. Kelegaan hati pun datang, setelah Panglima Mamba menjumpai Raja Aibon Kogila, melaporkan bahwa semua Ksatria Tengkorak sudah kembali ke Pos masing-masing dalam keadaan aman, lengkap dan sehat. (AP)

IMG-20221204-WA0008

Raja Aibon Kogila Emang Gila! Koq Bisa?

Potret Raja Aibon Kogila bersama warga

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Raja Aibon Kogila memang 'gila'. Di saat KST memamerkan bendera gerombolannya di beberapa daerah di Papua, Intan Jaya, justru dimerah-putihkan oleh Satgas TNI-Polri, Kamis (1/12/22) lalu.

Meskipun sejak Rabu sore hingga Kamis, 1 Desember 2022, terdengar total puluhan kali letusan Senpi dari gerombolan KST, namun Satgas TNI-Polri bersama para pemuda cerdas alumni STIN di Intan Jaya, tak ada satupun yang gentar. Apalagi para gerombolan itu hanya berani menembak dari jarak jauh, lebih dari 1 km dari Kota Sugapa. Beberapa gerombolan yang menjadikan masyarakat sebagai tameng, yang mencoba bergerak menuju Kota, akhirnya kembali menjauh karena ketakutan disergap pasukan Tengkorak Kostrad, yang sudah beberapa hari ini mengendap di berbagai lokasi.

Alhasil, hanya di gunung-gunung saja mereka berani memperlihatkan benderanya. Jauh dari jangkauan pasukan elite Kostrad, Kopassus, Kopaskha, Marinir, Kopasgat dan Brimob, yang setiap saat menjaga Intan Jaya. Bersama dengan para Ksatria Kostrad dan Brimob, Kapten Inf. Poltak Siahaan, menyiapkan segala keperluan acara. Lettu Jeffry, mengatur penjemputan warga Mamba, yang telah selesai melaksanakan ibadah di GKII (Gereja Kemah Injil Indonesia), di Kp. Bilogai.

Potret anak-anak bermain di Intan Jaya

Bolak-balik truk mengantar warga kembali ke Mamba, dikawal para Ksatria. Betapa antusiasnya semua warga. Keceriaan dan kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Anak-anak menikmati fasilitas bermain baru mereka. Semua berebut, semua bahagia. Apalagi Bapak Pater, tak pernah lupa dengan tugasnya, dengan senyum yang khas.

"Ijin melaporkan Raja, semua sudah siap. Bapak Gembala sudah hadir. Masyarakat sudah penuh menunggu. Ada tari-tarian disiapkan untuk menyambut kehadiran Raja Aibon," lapor Kapten Poltak si Panglima Mamba, melalui radio HT kepada Letkol Inf. Ardiansyah, Dansatgas Yonif PR/305 Tengkorak Kostrad.

Di kawal Kapten Suryo si Panglima Perang dan si Cerdas Okra Chandra serta beberapa Ksatria Tengkorak, Raja Aibon berangkat dari Pos Elang Mamba. Tak ketinggalan, Kapten Kav. Effendi, mengawal di belakang dengan sepeda motor. Letda Lase, rekan seangkatan Raja Aibon selama menempuh pendidikan Komando, juga ikut dan bersiaga, seolah tak rela perjalanan sahabatnya diganggu KST.

Tiga orang Mama-mama yang dijumpai di jalan, turut naik truk, karena mereka menuju ke tempat yang sama, Kp. Mamba. Dari kejauhan, terlihat masyarakat sudah membuat lorong, menyambut dari gerbang Kompleks Ceria Intan Jaya, yang spesial dibuat di Kp-nya Hengki Sani.

"Hormat Bapak. Hormat. Luar biasa. Terima kasih," ucap Raja Aibon Kogila ketika Mahkota Cenderawasih dipasang di kepalanya, oleh salah seorang Tetua masyarakat Sani.

Sepanjang jalan, dari gapura Kompleks Ceria hingga lokasi acara, 10 anak-anak Sani mengawal jalannya Raja Aibon, dengan tari-tarian. Bapak-bapak, Mama-mama, para pemuda hingga anak-anak, berbaris sepanjang jalan hingga ujung lapangan. Osea Sani, pemuda yang paling berpengaruh di masyarakat Sani, mendampingi Raja Aibon bersama Iptu Gada, Brimob militan lulusan Akpol 2018. Luar biasa ramahnya masyarakat Mamba. Begitu juga dengan kolaborasi TNI-Polri yang sangat luar biasa solid dan kompak, sudah sepantasnya menjadi teladan bagi Prajurit TNI dan Polri di seluruh pelosok tanah air.

"Terima kasih kepada Bapak-bapak. Begitu jema'at tidak mampu melakukan aktivitas pada hari ini. Begitu Bapak membantu kami dengan baik, sehingga di jema'at ini ada perubahan besar. Oleh karena itu, Tuhan Yesus akan memberkati Bapak-bapak. Mari kita tepuk tangan untuk Bapak-bapak. Jema'at tidak bisa memberi sesuatu atau imbalan apapun, berikan kepada keamanan (TNI-Polri). Kiranya Tuhan Yesus yang akan memberkati Bapak-bapak," ucap Gembala Nephinus Sani, dalam sambutannya.

Dalam kesempatan berbicara di hadapan semua warga, Raja Aibon Kogila mengatakan, "Saya tidak mau kita ada di sini, kita tidak ada berbuat. Jadi, kalo orang di Kota-kota sana bisa menikmati permainan-permainan seperti ini, anak-anak kita di sini juga harus bisa semua. Anak-anak kita jangan hanya menonton di TV, tapi tidak pernah merasakan permainan-permainan itu. Rasa adil itu, seperti itu. Tidak boleh orang yang di Kota saja yang merasakan enak. Mudah-mudahan bermanfa'at semua yang kita buat. Sekedar untuk Bapak-bapak, Mama-mama ketahui, sebenarnya kita ini dibantu dengan Bapak Kasad, Bapak Jenderal Dudung. Kemudian, lampu-lampu itu dari Bapak Panglima Kostrad yang di Jakarta. Semua untuk membantu kita di sini. Puji Tuhan semuanya."

Selanjutnya, Raja Aibon memberikan sedikit berkat untuk persiapan Natal di Gereja Mamba. Bola voli dan bola sepak diserahkan oleh Iptu Tri Arda kepada Osea Sani. Kapten Puji alias Bos Mamba, juga menyerahkan Alkitab kepada Gembala Nephinus Sani. Betapa senangnya Bapak Gembala dan semua masyarakat Mamba. Semua bertepuk tangan, semua bahagia. Apalagi semua pemuda, bahkan Mama-mama dibagikan rokok oleh Osea Sani. Bukan hanya satu bungkus, beberapa orang bahkan ada yang kebagian sampai tiga bungkus rokok. Semua untuk warga Sani.

"Terima kasih banyak, terima kasih banyak. Luar biasa," berulangkali Gembala Nephinus Sani berucap, sambil menyalami Raja Aibon.

Semua warga kemudian dipersilahkan menikmati hidangan ala kadarnya. Para Prajurit membagikan makan siang yang telah disiapkan oleh Serda Aris. Kopi, teh dan pinang sirih, juga dinikmati bersama. Di tengah lapangan, Dokter Pane dengan setia melayani, memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat. Indah sekali suasananya. Meskipun beberapa kali terdengar letusan senjata dari kejauhan, tak menyurutkan nyali semua yang sedang menikmati kebahagiaan. Apalagi para Prajurit telah disiagakan di tempat-tempat tersembunyi, demi mengamankan warga yang sedang bersama Raja Aibon dan pasukannya.

Kami berada di Mamba, melaksanakan Giat sosial, di Mamba Bawah, yang selama ini dinyatakan daerah hitam. Kami mencoba berbuat yang terbaik. Kami sengaja membuat acara ini, saat ini, untuk mengubah stigma masyarakat, bahwa hari 1 Desember itu bukan hari OPM. Tapi dengan segala resiko dan segala pengorbanan, kami lakukan demi menciptakan kepercayaan Pemerintah kepada kami, bahwa Intan Jaya ini aman dari gangguan separatis atau OPM. Di sini, kami bersama masyarakat, melaksanakan do'a bersama, makan bersama, melaksanakan pengobatan gratis. Ini kami lakukan demi nama AD. Kami dari Satgas Yonif PR/305, khususnya Pos Mamba, mengucapkan selamat Hari Natal dan Tahun Baru untuk kita semua. TENGKORAK!!!," ucap Panglima Mamba, di sela-sela aktivitas para Ksatria Satgas TNI-Polri bersama warga Mamba.

Saat semua larut dalam kebahagiaan dan kebersamaan, Oktovianus Sani yang oleh Raja Aibon ditanyakan tentang ketidakhadiran Joshua Meiseni (Wadan Ops Sorong-Samarai) mengatakan, bahwa Joshua tidak bisa hadir saat ini. Okto mengatakan, bahwa lain kali, Joshua akan mengatur waktu untuk bertemu dengan Raja Aibon Kogila. (AP)

IMG-20221203-WA0019

Gelar Diseminasi Percepatan Pemekaran Kota Cikampek, Rahmat Hidayat Djati Harapkan Peran Media dalam Percepatan Informasi

H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP (Ketua KPP DOB Pemekaran Kota Cikampek)

Jendela Jurnalis Karawang -
Perjuangan pemekaran Kota Cikampek tinggal satu langkah lagi, dukungan dari para Tokoh Masyarakat dan dari berbagai unsur element banyak berdatangan, baik yang tergabung dalam kepengurusan KPP DOB kota Cikampek, hingga yang berada di luar kepengurusan pun kini terlihat semakin kuat dan gencar.

Diseminasi percepatan pemekaran Kota Cikampek digelar di Dewi Restaurant yang berlokasi didaerah Kopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta pada Sabtu (03/12/2022).

Seperti diketahui, Kota Cikampek disebut masuk dalam usulan pemekaran daerah di Jawa Barat, dan panitia KPP DOB Kota Cikampek meminta agar usulannya di terima.

Apdesi, BPD serta tokoh Masyarakat menghadiri acara Diseminasi.

Pemekaran daerah atau pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) juga menjadi salah satu program Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil. Pada dasarnya, perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ditujukan untuk mendorong lebih terciptanya daya guna dan hasil guna penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dalam menyejahterakan Masyarakat, baik melalui peningkatan pelayanan publik, maupun melalui peningkatan daya saing Daerah.

Dalam acara Diseminasi Percepatan Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) tersebut, dihadiri langsung oleh H. Rahmat Hidayat Djati, M.IP selaku Ketua KPP DOB Kota Cikampek, dimana dirinya juga adalah Ketua Komisi ll DPRD Provinsi Jawa Barat. Dalam kesempatannya, Ia hadir bersama Anggota APDESI, BPD masing-masing Desa, serta Tokoh Masyarakat.

Selaku Ketua KPP DOB Kota Cikampek, Rahmat Hidayat Djati mengungkapkan bahwa persyaratan dan administrasi mengenai DOB sudah mencapai 90 %.

"Persyaratan dan administrasi tentang DOB ini sudah sampai 90 persen," ungkapnya Pria yang akrab dengan sebutan Kang Toleng tersebut.

Selain itu, Ia juga berharap agar Rekan Media bisa membantu dalam hal percepatan informasi mengenai pemekaran tersebut.

"Saya berharap, Rekan-rekan Media bisa membantu untuk percepatan informasi, percepatan pemekaran daerah otonomi baru ini,” harapnya.

Ia juga menambahkan, menurutnya pemekaran Kota Cikampek juga merupakan kebutuhan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Pemekaran Kota batu Cikampek ini adalah salah satu kebutuhan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Perlu diketahui, jika pemekaran terjadi, Kota Cikampek akan berdiri dengan 7 Kecamatan, yakni Kecamatan Cilamaya Wetan, Banyusari, Jatisari, Kota Baru, Cikampek, Tirtamulya dan Purwasari. Dan memiliki kurang lebih hampir sekitar 700 ribu penduduk.
(NN/Pri/red)

IMG-20221203-WA0007

Dandim 0605 Subang bersama Pasi Intel Ops Kodim Blusukan Langsung Tinjau Banjir di Ciasem

Foto Dandim beserta jajarannya yang tengah membantu dan menghimbau warga terdampak banjir

Jendela Jurnalis, Subang -
Dandim 0605/Sbg, Letkol Inf. Bambang Raditya, M.Han bersama PJS Pasi Intel Ops, Letda Inf. Odiyarto datangi lokasi yang tergenang air akibat meluapnya sungai Cijengkol, yang menyebabkan tanggul pinggir sungai jebol hingga air pun masuk ke dalam Komplek Perumahan, tepatnya di Perum Grand Texpia Permai, di Dsn. Wanajaya, Ds. Ciasem Tengah. Kec. Ciasem, Kab. Subang, Jabar, Sabtu, 3 Desember 2022, sekira pukul 01.10 WIB.

"Yang terkena dampak sebanyak 84 unit rumah atau 63 KK, dengan jumlah jiwa, 189. Sementara mereka semuanya mengungsi ke rumah penduduk dan saudara atau sanak family di sekitar Perum," terang Dandim Bambang.

Selain Dandim, terlihat Letda Inf. Odiyarto selaku PJS Pasi Intel Ops Kodim juga cukup aktif ditengah genangan air untuk membantu warga dan menghimbau mereka untuk mengungsi ketempat yang lebih aman.

Letda Inf. Odiyarto selaku PJS Pasi Intel Ops Kodim Subang ditengah genangan air

Nampak pula turut menghadiri Giat tersebut:

  1. Muspika Ciasem.
  2. BPBD Kab. Subang
  3. Dan Unit Intel Kodim 0605/Sbg, Letda Inf. Amin
  4. Babinsa AD, Serka Aep Hadi
  5. Babinkamtibmas Ciasem, Aiptu Gunawan.

"Setelah meninjau lokasi, kita berkoordinasi dengan Aparat dan stakeholder lainnya. Selain memberikan arahan kepada Petugas di lapangan, kita pun membantu warga masyarakat yang terdampak, kemudian menghimbau kepada warga, untuk lebih waspada guna mengantisipasi adanya banjir susulan yang lebih besar," ucap Tokoh Utama di Kodim 0605/Sbg itu.

Dari hasil pantauan terakhir, kondisi saat ini ketinggian air pada saat pukul 01.30 WIB, mencapai kedalaman ± 100 cm (tanah kosong). (AP/NN)