Jendela Daerah

IMG-20240426-WA00261

Sesuai Arahan Bupati Karawang, Pemdes Bayur Kidul Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk Dipadukan dengan Program CILUKBA

Kades, Jajaran Pemdes dan Ibu-Ibu PKK Desa Bayur Kidul

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Terkait meningkatnya kasus penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Karawang, Bupati Karawang baru-baru ini telah membuat surat edaran (SE) tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), guna meminimalisir agar jumlah warga penderita DBD tidak semakin banyak.

Salah satu langkahnya seperti yang dilakukan Pemerintahan Desa (Pemdes) Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan masyarakat sekitar wilayah Desa Bayur Kidul. Jum'at (26/4/24).

Dalam pelaksanaannya, H. Darsono, AMK., selaku Kepala Desa Bayur Kidul saat diwawancarai Jendela Jurnalis mengaku bahwa dilakukannya kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Surat Edaran Bupati Karawang yang mengintruksikan untuk melakukan pembersihan sarang nyamuk di wilayahnya masing-masing.

"Berdasar surat edaran Bupati tentang pemberantasan sarang nyamuk, alhamdulilah kita hari ini sedang menggelar kegiatan bersih-bersih dilingkungan kantor desa dan dilingkungan masyarakat," ungkapnya.

H. Darsono menambahkan, bahwa selain melakukan kegiatan bersih-bersih sarang nyamuk, kegiatan tersebut juga dipadukan dengan program kerja yang selama ini dijalankan, yaitu program Cintai Lingkungan untuk Kesehatan Bayur Kidul (Cilukba).

"Selain berdasar intruksi Bupati, memang selama ini kita juga sudah punya program Cilukba (Cintai Lingkungan untuk Kesehatan Bayur Kidul," tambahnya.

Kegiatan bersih-bersih lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk

Lebih lanjut, melalui kegiatan tersebut serta untuk program berkelanjutan, Kades muda yang lulusan di bidang keperawatan tersebut berharap agar masyarakat Bayur Kidul selalu berupaya menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, agar terhindar dari bibit penyakit.

"Saya berharap dan berpesan kepada masyarakat Bayur Kidul khususnya, agar dapat selalu menjaga kebersihan lingkungan, hal tersebut tentunya untuk menciptakan dan mencerminkan kualitas kehidupan masyarakat yang bersih dan sehat. Maka dari itu, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan," harapnya.

Dalam pelaksanaannya, terlihat Kades muda tersebut berbaur bersama jajaran Pemdes dan Masyarakat melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan desa hingga berkeliling ke lingkungan Masyarakat. Bahkan, ibu-ibu PKK pun tak kalah aktif membantu melakukan kegiatan bersih-bersih secara bergotong royong. (Nunu)*

IMG-20240422-WA0033

PT. Mifa Kembali Terima Penghargaan CSR Terbaik dari Pemerintah Aceh

Foto saat Penyerahan Penghargaan

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH - PT Mifa Bersaudara selaku anak perusahaan Media Djaya Bersama Grup kembali menerima anugerah penghargaan sebagai perusahaan yang melaksanakan program TJSLP/CSR Terbaik Se-Aceh yang diserahkan langsung oleh Kepala Bappeda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, Senin, 22 April 2024 di Banda Aceh.

Kepala Bappeda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, dalam konfirmasinya menyebutkan pada tahun pihaknya focus menilai komitmen perusahaan dalam merelisasikan program yang sudah disusun selama tahun 2023 lalu.

"Selain itu, kita juga menilai program dalam pemberdayaan ekonomi dan partisipasi perusahaan dalam Masyarakat," sebutnya.

Ia berharap, kedepan PT Mifa Bersaudara lebih fokus dalam meningkatkan program pengentasan kemiskinan, stunting dan pelestarian lingkungan hidup khususnya di area wilayah ijin usaha pertambangan batubara, Aceh Barat dan Aceh tentunya

"Kita sangat berharap PT Mifa terus terus melahirkan program – program inovatif untuk masyarakat. Sehingga saat aktivtas pertambangan selesai masyarakat sekitar tambang tetap Sejahtera kehidupannya dan lingkungan tetap seimbang," harapnya.

General Manager Support MDB Group, Finza Yugistura DAS menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah bentuk komitmen dan keseriusan perusahaan dalam mengambil bagian mendukung program pemerintah untuk melaksanakan pembangunan melalui program CSR.

"Kami terus melaksanakan berbagai program dengan berbagai inovasi, dedikasi dan diharapkan dapat menjadi pusat studi kasus bagi program pengembangan masyarakat serta pembangunan Aceh ke depan," ujarnya.

Pihaknya juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemerintah Aceh yang selalu menjadi mitra dan memberikan amanah besar kepada PT Mifa Bersaudara untuk terus mengembangkan kreativitas dan berinovasi, dalam menjalankan program-program pengembangan masyarakat di Aceh.

"Terimakasih untuk penghargaan CSR yang kesekian kalinya kami terima dari pemerintah Aceh, semoga amanah ini bisa terus kami pertahankan dan terus bisa bersinergi dalam membangun Aceh kedepannya," tutupnya. (Muhibbul Jamil)*

IMG-20240420-WA00151-1

Kujrun Blang Samatiga Merespon Positif Pola Tanam Setahun Dua Kali

T. Adian, Ketua KTNA Kecamatan Samatiga

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Kujrun Blang, sekaligus ketua KTNA Kecamatan Samatiga Kabupaten Aceh Barat T. Adian menyambut baik terkait gerakan turun kesawah dan tanam padi secara serentak dua tahun empat kali seperti halnya di inisiasi oleh beberapa orang perwakilan geuchik di wilayah sekitar dua hari yang lalu.

Mantan Imum Mukim Lhok Bubon sekaligus salah seorang sosok sangat peduli terhadap pembangunan Samatiga secara komprehensif tersebut sangat setuju dengan wacana pola tanam seperti pernah disuarakan sebelumnya oleh sejumlah petinggi gampong di wilayah kerjanya.

Menurut T. Adian wacana beberapa orang geuchik terkait pola turun kesawah secara serentak merupakan suatu analisis bermuara pada pengalaman pola tanam akhir-akhir ini.

Lebih lanjut T. Adian pada kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa InshaAllah dia akan melakukan koordinasi lintas sektoral baik dengan seluruh ketua kelompok tani di kecamatan Samatiga maupun pihak berkompeten lainnya di Aceh Barat.

Untuk memperoleh hasil maksimal dalam usaha pertanian tentunya semua petani di kecamatan Samatiga terdiri dari 32 gampong dituntut wajib menyamakan visi dan persepsi di bidang pertanian dengan mengandalkan pola tanam padi secara serentak tetap mengedepankan azas musyawarah dan mufakat.

Tidak ada salahnya pola tanam padi sekitar 40 tahun yang lalu diadopsi kembali, mulai dari "Kenduri Blang", penyemaian benih waktu turun kesawah seluruhnya terorganisir secara sistematis tutupnya. (Muhibbul jamil)*

IMG-20240416-WA0044

Kerjakan Pembangunan MCK di Kecamatan Lemahabang, CV. Cakra Buana Utama Diduga Gunakan Material Tak Sesuai Spesifikasi

Foto pekerjaan pembangunan MCK (insert : Papan Informasi Kegiatan)

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Demi meningkatkan pembangunan infrastruktur, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinas PRKP) Kabupaten Karawang belakangan ini menyelenggarakan beberapa kegiatan pembangunan.

Seperti salah satu pekerjaan pembangunan MCK Lapangan Sepakbola Dusun Krajan l RT. 010 RW. 005, Desa Lemahmukti, Kecamatan Lemahabang, dengan judul kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah Domestik dalam Daerah Kabupaten / Kota yang terpantau tengah dalam proses pengerjaan oleh CV. Cakra Buana Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp. 156.940.000,- yang bersumber dari APBD TA 2024.

Namun dalam pelaksanaannya, ketika Jendela Jurnalis mendatangi lokasi pekerjaan, terlihat besi yang dipakai menggunakan ukuran 10 mm, dan diduga pemakaian besi tersebut tidak sesuai RAB.

Lebih lanjut, ketika hal tersebut dikonfirmasikan kepada salah satu pekerja yang ada dilokasi, dengan bahasa sunda, dirinya mengungkapkan bahwa terkait pembesian tidak mengetahui harus menggunakan besi ukuran berapa, dan besi yang digunakan adalah besi yang dikirim oleh kontraktor.

"Nya make besi mah teu apal kang ukuran baraha-barahana, da make besi nu dikirim ku kontraktorna langsung," timpalnya dalam bahasa sunda. Senin (15/4/24).

Sementara itu, ADN (inisial) selaku pelaksana pekerjaan, saat dikinformasi mengenai pembesian melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp menyatakan bahwa memang menggunakan besi ukuran 10 mm, dan menggunakan besi ukuran 12 mm untuk kolom utama.

"Emang besi 10 pa bos, Besi 12 mah kolom utama doang," timpalnya. Selasa (16/4/24).

Sementara, di lokasi pekerjaan, awak media tidak melihat adanya penggunaan besi 12 yang sudah digunakan ataupun sisa potongan, karena kebanyakan dari sisa potongan yang terlihat pun, semuanya besi berukuran 10 mm.

Lebih lanjut, saat ditanyakan terkait siapa pengawas yang ditugaskan oleh Dinas PRKP dalam mengawasi pekerjaan tersebut, ADN lebih memilih bungkam tak menanggapi.

Demi mendapatkan informasi yang lebih dalam, Jendela Jurnalis mencoba mengonfirmasi SGO (inisial) selaku bagian Subkoordinator Bidang Sanitasi pada Dinas PRKP Kabupaten Karawang terkait adanya kejanggalan pada penggunaan pembesian dalam pekerjaan tersebut, namun SGO seolah kebingungan dan malah bertanya balik

"Kenapa dengan MCK nya?," timpalnya. (16/4/24).

Lebih lanjut, ketika ditanyakan secara detail tentang pembesian yang menggunakan besi berukuran 10 mm, dirinya menjawab dengan nada kurang meyakinkan.

"Mungkin iya 10," tutupnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak pengawas yang ditugaskan oleh Dinas PUPR Kabupaten Karawang dalam pekerjaan tersebut, maupun dari Kepala Bidang Sanitasi, belum ada yang bisa dikonfirmasi. (Nu/Pri/Yan)*

IMG-20240414-WA0069

Galang Donasi, IPMS Meulaboh dan Banda Aceh Bantu Seorang Nenek Korban Kebakaran

Serah terima donasi dari IPMS kepada Nek Aishah

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH -
IPMS (Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Samatiga) Cabang Meulaboh maupun Cabang Banda Aceh dalam beberapa hari ini telah melakukan aksi pengabdian dan kepedulian sosial terhadap korban kebakaran rumah yang menimpa Nenek Aishah, salah seorang warga Gampong Suak Geudubang, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat yang terjadi pada malam takbiran hari raya idul Fitri kemarin.

Musibah yang melanda rumah seorang nenek usia lanjut tersebut setidaknya mengundang keprihatinan berbagai pihak termasuk Mahasiswa. Kepedulian mereka ditunjukan dengan berkolaborasi melakukan penggalangan dana untuk selanjutnya didonasikan kepada Nenek Aishah.

Adapun dalam pelaksanaannya, penggalangan donasi tersebut dilakukan dan diawali melalui group WhatsApp dengan melibatkan FORBANGSA IKASA dan Mahasiswa. Selain itu, Pengurus mahasiswa sendiri sangat proaktif dalam upaya penggalangan dana melalui cara-cara tertentu.

Dalam momentum serah terima donasi tersebut, Mahfudz Syukur selaku Ketua IPMS Cabang Meulaboh didampingi Pengurus IPMS Cabang Banda Aceh berharap agar sedikit donasi sebagai wujud keprihatinan tersebut dapat bermanfaat untuk upaya perbaikan dan merehab kembali apapun yang diperlukan.

"Alhamdulillah wasyukrulillah, berkat kegigihan dan usaha keras mahasiswa, donasi terkumpul secara keseluruhan sampai saat ini mencapai Rp. 7.155.000,- (Tujuh Juta Seratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah)," ungkapnya. Minggu (14/4/24).

"Alhamdulillah juga, donasi tersebut telah diserahkan langsung oleh pengurus mahasiswa Samatiga kepada Nek Aishah, disaksikan sejumlah Tokoh Samatiga yang berdomisili di Gampong tersebut," sambungnya.

Sementara itu, Yusuf selaku Geuchik Suak Geudubang menyampaikan rasa terimakasihnya kepada berbagai pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam proses renovasi kembali rumah warganya yang mengalami musibah dan mendoakan agar Allah memberikan pahala setimpal bagi mereka.

Dalam penyerahan donasi tersebut, dihadiri juga oleh beberapa Tokoh Masyarakat Samatiga diantaranya Marhaban, Maw ardi, Bung Yan, Geuchik Sudirman serta beberapa Pengurus Teras Mahasiswa dari kedua cabang tersebut.

Laporan : Muhibbul Jamil
Editor : Nunu Nugraha

IMG-20240413-WA0022

Sempit dan Mengkhawatirkan, Kondisi Jalan Penghubung Gampong Blang Dikeluhkan Masyarakat

Kondisi jalan yang nyaris terlihat seperti jalan setapak

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Jalan sepanjang 300 meter yang menghubungkan Gampong Blang dan Gampong Ladang, Kecamatan Sama Tiga, Kabupaten Aceh Barat kini diketahui dalam kondisi masih sempit. Bahkan, hal tersebut pun menyulitkan para pengangkut sawit dengan transportasi jenis becang barang terpaksa harus berhati-hati, lantaran takut terbalik atau terjungkal ke rawa disepanjang area tersebut.

Adi, salah seorang warga Gampong Ladang yang mengeluhkan kondisi tersebut, Ia mengatakan bahwa pembangunan talut jalan penghubung antara Gampong Blang tersebut sudah pernah dibangun sepanjang 35 meter, tepatnya pada sekitar Tahun 2020 lalu dengan menelan anggaran sebesar Rp. 20.922.000,- yang bersumber dari Anggaran APBG DDS.

"Tahun 2020 dulu nya telah dibangun sepanjang 35 meter dengan menelan Biaya sebesar Rp 20.922000.Anggaran APBG DDS Tahun 2020 yang lalu," ungkapnya kepada Wartawan. Sabtu (13/4/24).

Sebelumnya, Keuchik Gampong Ladang belum lama ini pernah mengatakan bahwa lanjutan pembangunan jalan tersebut akan dilaksanakan pada tahun ini, namun dengan tahapan musyawarah terlebih dahulu dengan masyarakat.

"Sambungan pembangunan talut jalan hubungan Gampong akan dilaksanakan kembali pada Tahun 2024 ini. Namun, terkait waktu waktu pelaksanaannya harus melalui adanya musyawarah dahulu bersama seluruh Masyarakat," tuturnya.

Berdasarkan pantauan Jendela Jurnalis di lokasi jalan penghubung tersebut, diketahui bahwa kondisi jalan penghubung Gampong Blang terlihat masih sempit, sehingga para penguna becak dan mobil pickup pengangkut kelapa merasa khawatir kendaraannya akan terjungkal atau terbalik.

Bahkan, para kurir pengantar paket pesanan online ke rumah warga di Gampong Blang pun harus berkendara dengan penuh kehati-hatian dengan berjalan sangat pelan melintasi jalanan yang sempit tersebut.

Sementara itu, salah satu masyarakat di sekitar yang enggan menyebutkan namanya berharap dan meminta agar jalan penghubung Gampong tersebut bisa diperluas.

"Mohon diperluas, demi lebih lancar hubungan tiap saat," harapnya. (Muhibbul)*

IMG-20240405-WA0012

Peduli Korban Kebakaran di Desa Ujong Drien, PEMA UTU Salurkan Bantuan Sembako

Foto PEMA UTU bersama warga Desa Ujong Drien yang mengalami musibah kebakaran

Jendela Jurnalis Aceh Barat, ACEH - Pemerintahan Mahasiswa Universitas Teuku Umar (PEMA UTU) Masa Bakti 2024/2025, menyalurkan bantuan kepada korban musibah kebakaran yang terjadi di Desa Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (4/4/24).

Bantuan yang didistribusikan berupa sembako tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Mahasiswa UTU Anwar Efendi Kepada Fajar Ferdian selaku sekretaris desa ujong drien guna untuk diserahkan langsung nantinya kepada masing-masing korban.

Sementara itu Anwar mengatakan, musibah kebakaran yang melanda tiga unit rumah warga di Gampong Ujong Drien yang terjadi dua malam yg lalu telah menyebabkan kerugian besar bagi korban.

Dalam upaya membantu dan meringankan beban korban, bantuan tersebut disalurkan dengan cepat oleh pihak pemerintahan mahasiswa universitas teuku umar, ujar Anwar.

Presiden Mahasiswa UTU, Anwar Efendi mengatakan, pihaknya merasa sangat prihatin atas musibah yang melanda rumah warga desa ujong drien.

Anwar mengharapkan bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan meringankan beban para korban.

Fajar Ferdian selaku sekretaris desa ujong drien menyampaikan rasa terima kasih kepada PEMA UTU atas respon cepatnya turun langsung ke lokasi kejadian untuk menyerahkan bantuan kepada para korban kebakaran dan melihat kondisi para warga yang terdampak musibah kebakaran.

Fajar menghimbau dan mengajak masyarakat agar lebih waspada terhadap bencana, apa lagi di bulan ramadhan ini.

“Semoga kita semua mendapat perlindungan dari Allah dan di jauhkan dari bahaya dan bencana,” tutup Fajar.(Muhibbul)*

IMG-20240403-WA0084(1)

Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Pemkab Karawang Tahun 2023

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
LPPD adalah laporan atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah selama 1 (satu) Tahun Anggaran berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah yang disampaikan oleh Kepala Daerah kepada Pemerintah Pusat.

Pemerintah Kabupaten Karawang telah merampungkan dan mempublikasikan Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun Anggaran 2023.

Berikut isi dalam Ringkasan LPPD yang dikeluarkan oleh Pemkab Karawang ;

IMG-20240330-WA0052

Tanggapi Statement Gary, Camat Klari Malah Minta Segera Dicopot

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pernyataan advokat Gary Gagarin Akbar yang meminta Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, untuk mencopot Camat Klari Panji Santoso dari jabatannya ditanggapi arogan oleh Panji.

Bahkan Panji seakan menantang (Bupati) agar SK pencopotannya dikeluarkan segera.

"Ditunggu SK pencopotan camatnya. Kalau bisa besok ya (keluar SK pencopotannya)," ketus Panji dalam bahasa Sunda kepada wartawan, Jumat (29/3/24).

Menanggapi arogansi Camat Klari, akademisi yang juga advokat Ridwan Alamsyah angkat bicara

Ridwan sangat menyayangkan buruknya tata bahasa seorang Camat yang notabenenya seorang pejabat.

"Jangan mentang-mentang punya kedekatan dengan Bupati bersikap arogan," ujarnya.

Sebagai kepanjangan tangan dari Bupati, lanjut Ridwan, seorang camat sudah seyogyanya membina dan mengarahkan para kades yang ada dalam teritorial kewenangannya.

"Ketika ada kades dilaporkan ke APH mestinya camat segera koordinasi dan komunikasi dengan kades bersangkutan kenapa yang bersangkutan bisa dilaporkan, bukan nyinyir menganggap salah tindakan pelaporan seorang advokat," tegasnya.

Kata Ridwan, semua birokrat di Kabupaten Karawang ini harus paham aturan hukum, terlebih terkait Tipikor.

"Jelas dan tegas tertuang di Pasal 12 E UU Tipikor," bebernya.

Dalam hal ini, ucap Ridwan, seorang Bupati harus miliki ketegasan membina Camat Klari, bukan malah bungkam dan melehoy atas tindakan camat tersebut.

"Sepakat dengan Pak Gary, Bupati harus tegas karena camat juga merupakan wajah pemerintahan Kabupaten Karawang, sikap Camat bisa mencoreng wajah Bupati," tutupnya. (red)*

IMG-20240329-WA0007

Kantor Pos Pelayanan Kepolisian Cilamaya Kulon Diresmikan Bupati Karawang

Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono saat memberikan sambutan dalam acara peresmian Pos Pelayanan Kepolisian Cilamaya Kulon

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh meresmikan Kantor Pos Pelayanan Kepolisian Cilamaya Kulon Polsek Cilamaya Polres Karawang pada Kamis (28/3/24).

Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono menyampaikan bahwa Kantor Pos pelayanan kepolisian Cilamaya kulon ini berada di wilayah hukum polsek Cilamaya dan hanya menyediakan pelayanan administrasi saja dengan empat anggota yang akan piket perharinya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa pembangunan Kantor Pos pelayanan kepolisian tersebut salah satu dari tindaklanjut masyarakat setempat yang mengeluh karena jauhnya fasilitas pelayanan kepolisian.

"Ini merupakan inisiasi dari Pak Aep atas aspirasi masyarakat Cilamaya Kulon. Semoga dapat memberikan manfaat dan keamanan untuk masyarakat Cilamaya Kulon," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh berharap dengan adanya Kantor Pos Pelayanan Kepolisian tersebut mampu bermanfaat untuk masyarakat Cilamaya Kulon dan tidak perlu jauh untuk mendapatkan pelayanan administrasi kepolisian.

"Saat itu bilang kalau disini ada kejadian mereka harus melapor jauh, jadi menginginkan pos pelayanan kepolisian yang dekat sehingga tindaklanjutnya kami bangun kantor pos pelayanan ini. Mudah-mudahan bangunan ini berkah dan bermanfaat bagi masyarakat setempat," ujarnya.

Foto saat kegiatan peresmian

Sementara itu, Dudi Alexandrie, S.STP selaku Camat Cilamaya Kulon mengungkapkan rasa syukurnya atas diresmikannya Pos Pelayanan Kepolisian di Kecamatan Cilamaya Kulon.

Selain itu, Ia pun berharap agar dengan adanya Pos Pelayanan tersebut, pelayanan terhadap masyarakat di Cilamaya Kulon menjadi semakin lengkap dan lebih mudah.

"Alhamdulilah, dengan diresmikannya Pos Pelayanan ini, tentunya bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih lengkap dan lebih baik bagi masyarakat di Cilamaya Kulon," ucapnya. (Pri/NN)*