Jendela Daerah

IMG-20241016-WA0021

Diduga Asal – Asalan dan Curangi Spesifikasi, Proyek Pekerjaan Peningkatan Jalan oleh CV. Jitu Karya Indonesia Terindikasi Lolos Pengawasan

Pekerjaan Peningkatan Jalan Telukbuyung - Telagajaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diketahui tengah gencar merealisasikan program peningkatan jalan, dengan tujuan agar anggaran dapat terserap secara merata melalui pembangunan yang merata ke setiap pelosok, guna menunjang perekonomian masyarakat melalui adanya infrastruktur yang memadai. Rabu (16/10/24).

Namun sayangnya, dalam pelaksanaan proyek kegiatan pembangunan yang diselenggarakan tersebut sering kali dijadikan kesempatan oleh oknum pelaksana nakal yang dengan seenaknya mencurangi spesifikasi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan lebih, tanpa memikirkan dampak dari buruknya kualitas hasil pembangunan.

Seperti pada pekerjaan Peningkatan Jalan Telukbuyung - Telagajaya Kecamatan Pakisjaya yang memiliki volume Panjang: 185.00 M' Lebar: 3.80 M' dan Ruas: 4.00 M' ditambah Panjang: 15.00 M' dan Lebar 3.50 M' dengan nilai anggaran dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang TA 2024 sebesar Rp. 272.979.772,00,- (dua ratus tujuh puluh dua juta sembilan ratus tujuh puluh sembilan ribu tujuh ratus tujuh puluh dua rupiah) yang dikerjakan oleh CV. JITU KARYA INDONESIA melalui Nomor SPK : 027.2/675/10.2.01.0033.102/KPA-JLN/PUPR/2024 yang diduga proses pengerjaanya diduga tidak sesuai spesifikasi.

Hal tersebut berdasarkan temuan dari Jendela Jurnalis dari proses dasar menggunakan material beskos untuk jalan rabat beton yang diduga dilakukan dengan asal-asalan, dan juga diduga telah mengurangi volume sehingga hal tersebut menyebabkan ketidaksesuaian dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Dinas PUPR Bidang Jalan selaku penyelenggara kegiatan.

Guna mendapatkan informasi lebih lanjut, Jendela Jurnalis kemudian meminta keterangan dari salah satu pekerja yang berada di lokasi pekerjaan. Namun sayangnya, pekerja yang enggan menyebutkan namanya tersebut tidak dapat menjelaskan secara detail tentang spesifikasi teknis untuk menampik dugaan kecurangan spesifikasi dari volume maupun material.

Lebih lanjut, saat ditanyakan tentang siapa pelaksana maupun pemilik dari pekerjaan tersebut, dirinya menyebutkan bahwa berdasarkan pengetahuannya, nama bos nya berinisial YP.

"Setahu saya, kerjaan ini punya bos YP (inisial-red)," jawabnya singkat.

Sementara itu, Tri selaku Kabid Jalan dan Jembatan dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang, saat dikonfirmasi mengenai pekerjaan dari CV. JITU KARYA INDONESIA dan ditanyakan siapa pengawas yang ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan tersebut, dirinya lebih memilih bungkam tak menanggapi.

Padahal, peran serta pihak dinas selaku penyelenggara melalui pengawas merupakan implementasi dari bagian tugas pokok, agar setiap penyelenggaraan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan dan memiliki hasil kualitas pekerjaan yang baik. Namun, dalam berjalannya pekerjaan peningkatan jalan tersebut seolah lolos dari pengawasan.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum diketahui siapa pengawas yang ditugaskan untuk mengawasi pekerjaan tersebut. (Tinggun)*

IMG-20241014-WA0100

Pj Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Kunjungi Gampong Padang Seurahet Aceh Barat

Pj. Ketua TP PKK Aceh bersama TP PKK Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Safriati Safrizal, S.Si, M.Si, mengunjungi Gampong Padang Seurahet di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, pada Senin (14/10/2024).

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pembinaan dan penilaian terhadap pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di wilayah tersebut. Acara yang berlangsung di halaman kantor PKK setempat ini dihadiri oleh masyarakat yang antusias, dengan fokus meningkatkan kesejahteraan warga.

Safriati menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk membangun Gampong Padang Seurahet sebagai pilot project bagi Kabupaten Aceh Barat. "Program 10 Pokok PKK ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain," ujarnya.

Salah satu inisiatif utama dalam program ini adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk kegiatan pertanian dan peternakan. Masyarakat juga menyampaikan keinginan mereka untuk mendapatkan pelatihan dari dinas terkait, seperti pembuatan pakan ternak dan penyuluhan pertanian.

Safriati juga menekankan bahwa dinas-dinas terkait harus bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK untuk meningkatkan kinerja di berbagai sektor. “PKK diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, pentingnya sinergi antara Posyandu, PKK, dan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut.

Sedangkan Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Barat Nurmaziah, SE, Ak, MSi mengapresiasi kunjungan Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Safriati Safrizal, S.Si, M.Si, ke Gampong Padang Seurahet, Kunjungan ini dinilai sebagai langkah penting dalam mendukung pembinaan dan penilaian 10 Program Pokok PKK di wilayah tersebut.

Nurmaziah menyampaikan komitmennya untuk melakukan pembinaan berkelanjutan bagi PKK di Gampong Padang Seurahet. “Kami akan terus mendampingi dan memastikan program-program PKK berjalan dengan baik untuk kemajuan masyarakat,” ujarnya.

Diharapkan melalui dukungan dan sinergi ini, PKK Aceh Barat dapat semakin berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat, tandasnya. (Muhibbul)*

IMG-20241011-WA0046

BPD se-Cilamaya Kulon Ikuti Pelantikan PAW dan Penyerahan SK Camat

Foto bersama usai pelantikan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pemerintahan Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang menggelar acara Pelantikan PAW dan Penyerahan SK Camat kepada seluruh anggota BPD se-Kecamatan Cilamaya Kulon. Jum'at (11/10/24).

Bertempat di halaman Kantor Kecamatan Cilamaya Kulon, acara tersebut dihadiri oleh Muspika beserta seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Cilamaya Kulon.

Dalam pelaksanaannya, guna mengisi kekosongan jabatan di beberapa desa, kini pun sudah di isi oleh 16 Anggota BPD PAW dan resmi dilantik serta di SK kan berbarengan dengan seluruh BPD se-Kecamatan Cilamaya Kulon lainnya.

Dalam sambutannya, Dudie Alexandrie, S.STP., selaku Camat Cilamaya Kulon mengucapkan selamat kepada BPD PAW dan keseluruhan yang telah resmi di SK kan.

"Atas nama pribadi dan pemerintahan Kecamatab Cilamaya kulon, saya ucapkan selamat kepada 16 BPD PAW yang telah dilantik beserta seluruh BPD yang telah di SK kan," ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya berpesan agar kehadiran kepengurusan BPD tersebut dapat memegang peranan yang sangat strategis bagi kemajuan desanya masing-masing. Terutama dalam kapasitas sebagai mitra kerja dari pihak pemerintah desa, mitra kerja dari pihak pemerintah kecamatan dalam melaksanakan setiap program kegiatan yang ada.

"Karena BPD memiliki tugas dan fungsi sebagai Legislator dalam berjalannya roda pemerintahan desa," pungkasnya. (Nunu)*

IMG-20241010-WA0024

Dua Kali RDP dengan DPRD Karawang, Gema Cikamaya Hadirkan Kesaksian Penderitaan Masyarakat

H. Elyasa Budianto bersama Masyarakat Cilamaya yang tergabung dalam Gema Cikamaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Berawal dari kabar adanya pemasangan paving blok di Jl. Tuparev yang bersumber dari anggaran CSR PLTGU PT. JSP pada bulan Agustus lalu, Masyarakat Cilamaya yang tergabung dalam Gema Cikamaya (Gerakan Masyarakat Cikalong - Cilamaya) mengajukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan DPRD Karawang. Rabu (9/10/24).

Bahkan, RDP tersebut 2 kali digelar. Dimana RDP Pertama digelar pada Tanggal 12 September 2024 yang diterima Asep Ibe selaku Anggota DPRD Karawang, kemudian yang kedua kalinya pada Tanggal 9 Oktober 2024 yang diterima oleh H. Endang Sodikin selaku Ketua DPRD Karawang dan H. Ledeng bersama Anggota Dewan lainnya dari Komisi 3 dan 4.

H. Elyasa Budianto selaku Komandan Aksi Gema Cikamaya dalam RDP tersebut menerangkan bahwa pemicu dari adanya gerakan tersebut adalah kesakithatian masyarakat Cilamaya tentang langkah Bupati Karawang yang dinilai tidak adil.

"Maka, pada Tanggal 2 September 2024 Gema Cikamaya menyampaikan surat permohonan RDP kepada DPRD Karawang, sebab Bupati Aep pada pertengahan Agustus 2024 telah melakukan langkah yang membuat sakit hati masyarakat Cilamaya. Betapa tidak, sebab hal itu Bupati mengesampingkan dialog dengan masyaramar sekitar Cilamaya dari laut muara sebagai dapur pipa-pipa dari PT. JSP. Selain itu, jalan raya Cikalong - Cilamaya saat ini kondisinya juga parah miring-miring dan berlobang," terangnya.

Lebih lanjut, pria yang dikenal kritis dan aktif membela masyarakat tersebut juga dengan tegas menyebutkan bahwa Gema Cikamaya mampu menghadirkan realitas kesaksian langsung dari masyarakat yang mengalami penderitaan akan adanya kerusakan yang disebabkan oleh adanya PLTGU tersebut.

"Realitas yang dimaksud adalah bukan mengada ada, bisa dibuktikan dilapangan! Nah, ditengah kondisi seperti ini Bupati Aep pada pertengahan Agustus malah melakukan pemasangan paving blok, artinya tidak memiliki sensitifitas sebagai pemimpin terhadap lingkungan Cilamaya dan tidak punya sikap sense of crisis," pungkasnya. (Nunu)*

IMG-20241009-WA0083

Sekretaris DPRK Aceh Barat Tandatangani MoU dengan PWI Aceh Barat

PWI bersama DPRK Aceh Barat

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Erni Wanti SH, M.Si,< bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Barat, Sa'dul Bahri, S.Sos.I, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penyediaan kanal, sosialisasi program, dan penyebarluasan berita serta informasi terkait kegiatan DPRK Aceh Barat.

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Sekretariat PWI Aceh Barat di Jalan Purnama Meulaboh disaksikan oleh staf Sekretariat DPRK, dan Sekretaris PWI, Puadi Safria (Dimas), serta anggota PWI, Arif Rijalul.

Balee Beurakah, yang menjadi pusat informasi terkait semua kegiatan_ dan program kerja DPRK Aceh Barat, akan berperan penting dalam menyebarluaskan informasi kepada publik. Informasi tersebut akan disampaikan secara terbuka melalui Humas Sekretariat DPRK dan stakeholder pemerintah maupun swasta.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DPRK (Sekwan) Aceh Barat, Erni Wanti, menyampaikan bahwa kerjasama dengan PWI merupakan komitmen Sekretariat DPRK Aceh Barat dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas informasi kepada masyarakat.

"Kami berupaya untuk menyampaikan informasi secara terbuka dan transparan kepada publik," ungkap Erni.

Sementara itu, Ketua PWI Aceh Barat, Sa'dul Bahri, menyambut positif kerjasama ini dan_ menegaskan pentingnya penyampaian informasi yang jelas dan terbuka untuk meningkatkan partisipasi publik.

Dengan adanya MoU ini, diharapkan hubungan antara DPRK Aceh Barat dan PWI semakin erat, serta informasi yang disampaikan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. (Muhibbul)*

IMG-20240904-WA0108

Berdasarkan Sejarah, Pengamat Politik Sebut Figur Perempuan Jadi Kunci Kemenangan di Pilkada Karawang

Nana Kustara, Pengamat Politik Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, KARAWANG - Pilkada Karawang 2024 diperkirakan akan menjadi ajang kontestasi politik yang penuh dinamika, dengan jumlah pemilih mencapai 1.801.870 jiwa, menurut data terbaru dari KPU. Di antara angka tersebut, terdapat 909.006 pemilih laki-laki dan 897.864 pemilih perempuan.

Menariknya, komposisi gender ini diprediksi akan memberikan pengaruh signifikan pada hasil pemilihan.

Menurut Pengamat Politik, Sosial dan Budaya, Nana Kustara, dalam pengamatannya yang didasarkan survei di masyarakat pada pola sejarah dan dinamika sosial politik, pasangan calon Acep Jamhuri dan Gina Fadila Swara diperkirakan akan memperoleh 66,7% suara, sementara pasangan nomor urut 2 diprediksi hanya mengamankan 33,4% suara.

"Salah satu faktor kunci yang diyakini mendongkrak perolehan suara Acep-Gina adalah dominasi suara perempuan. Gina, yang merupakan calon wakil bupati, dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi pemilih perempuan yang merasa lebih terwakili oleh figur pemimpin wanita," ungkap Nana Kustara dalam rillisnya yang dikirimkan ke redaksi Nuansa Metro, Rabu 9 Oktober 2024.

Nana mengatakan, sejarah Pilkada di Karawang juga menunjukkan kecenderungan bahwa pasangan calon dengan komposisi “sempurna”, yakni laki-laki dan perempuan, cenderung lebih disukai dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

"Ini terlihat dari perjalanan Pilkada sebelumnya," tuturnya.

Perjalanan Pilkada Karawang sebelumnya :

  1. Dadang S. Muchtar dan Elly Amalia
  2. Ade Swara dan Cellica Nurrachadiana
  3. Cellica Nurrachadiana dan **Ahmad Jimmy
  4. Cellica Nurrachadiana dan Aep Syaepuloh

"Tren ini terus berlanjut di Pilkada 2024 dengan pasangan Acep Jamhuri dan Gina Fadila Swara, yang sekali lagi menampilkan kolaborasi antara calon laki-laki dan perempuan. Kombinasi ini tampaknya semakin diperkuat dengan profil Gina sebagai sosok perempuan yang dapat menarik simpati pemilih perempuan," terang Nana.

Sebaliknya kata Nana, pasangan nomor urut 2 yang tidak mengusung calon perempuan sebagai wakil dinilai memiliki kelemahan dari segi strategi politik gender. Meski belum dapat dipastikan hasil akhirnya, analisis ini mengindikasikan bahwa pemilih perempuan di Karawang memiliki peran besar dalam menentukan kemenangan, terutama di tengah tren pemilihan yang lebih condong ke arah pasangan calon yang seimbang dalam representasi gender.

"Sejarah membuktikan, dan Pilkada 2024 kemungkinan akan mengukuhkan kembali, bahwa representasi pasangan calon yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tidak hanya menjadi simbol keberagaman, tetapi juga strategi pemenangan yang ampuh di mata para pemilih," pungkasnya. (red)*

IMG-20241008-WA0043

Tak Hanya Mau Gerudug, Laskar NKRI Ancam Demo dan Kepung KPU – Bawaslu Karawang

Sekjen DPP Laskar NKRI, Drs. H. Nana Taruna S M.M

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pasca beberapa hari menyambangi kantor KPU dan Bawaslu untuk melakukan audiensi, terkait banyaknya indikasi pelanggaran Pilkada yang melibatkan oknum penyelenggara, ASN dan Lurah/Kades, DPP LSM Laskar NKRI mengancam akan melakukan aksi demonstrasi ke kantor KPU dan Bawaslu Karawang.

Sekjen DPP Laskar NKRI, Drs. H. Nana Taruna S M.M mengatakan, sebenarnya kasus foto viral Ketua KPU makan bersama dengan calon petahana hanya bagian kecil dari indikasi adanya keterlibatan penyelenggara dalam mendukung salah satu pasangan calon.

Dan publik pun tidak akan mengetahui persoalan ini, jika letupan awalnya tidak muncul lewat status medsos (facebook) Anggota Dewan PKS, Mumun Maemunah yang mem-posting foto tersebut dengan narasi kampanye Pilkada.

Sehingga ditegaskan Nana, setelah kejadian foto viral ini fokus Laskar NKRI tidak hanya pada mendesak KPU untuk mensomasi Dewan Mumun. Melainkan tetap pada konsentrasi memantau dan melakukan pengawasan informal terkait indikasi-indikasi keterlibatan penyelenggara dalam mendukung salah satu paslon.

"Mau disomasi atau tidak Dewan Mumun, fokus kita tetap akan memantau keterlibatan penyelenggara (KPU dan Bawaslu) dalam mendukung salah satu paslon. Karena penyelenggara harus netral, tidak boleh memihak kepada paslon manapun," tutur Nana Taruna, kepada wartawan, Senin (7/10/2024).

"Terbukti penyelenggara memihak kepada salah satu paslon, maka kami tidak hanya akan sekedar gerudug dan audiensi. Tapi ribuan pasukan Laskar NKRI akan demo kepung kantor KPU dan Bawaslu. Kami tidak akan main-main kalau sudah bergerak," timpalnya.

Sambung Nana, Laskar NKRI juga mendesak Bawaslu untuk gerak cepat dan fokus menangani setiap laporan indikasi keterlibatan ASN dan Lurah/Kades dalam kampanye Pilkada. Karena semakin hari mereka semakin berani melakukan kampanye terbuka.

"Mereka (ASN dan Kades) semakin berani melakukan kampanye terbuka, mereka seperti gak ada takut-takutnya. Ya, faktornya mungkin karena terjadi pembiaran. Makanya di sini perlu peran ketegasan dari Bawaslu," kata Nana.

Terkait indikasi keterlibatan penyelenggara, ASN dan Lurah/Kades dalam kampanye pilkada, sambung Nana, mungkin sudah banyak laporan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang dilakukan oleh beberapa lembaga pemantau pemilu. Dan laporan yang sama juga akan dilakukan Laskar NKRI.

"Kita sama-sama jaga marwah demokrasi di Pilkada 2024. Mari kita ciptakan pilkada yang bukan hanya sekedar riang gembira. Tapi juga jujur, adil dan berintegritas,"

"Khususnya penyelenggara (KPU dan Bawaslu), kami minta mereka benar-benar netral. Terbukti memihak, kami Laskar NKRI akan lanngsung demo kepung kantor KPU dan Bawaslu," tandasnya. (red)*

IMG-20241008-WA0011

Adanya Kekosongan Jabatan ASN di Pemda Kuningan, Pemuda Muhammadiyah Angkat Bicara

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kuningan, Mohamad Agung Tri Sutrisno, SH

Jendela Jurnalis Kuningan, JABAR – Pemuda Muhammadiyah Kuningan menyampaikan keprihatinannya atas kekosongan sejumlah jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kuningan yang dinilai telah mengganggu jalannya roda pemerintahan dan pelayanan publik. Kondisi ini dianggap sebagai masalah serius yang berpotensi merusak efektivitas pemerintahan di berbagai sektor. Senin (7/10/24).

Menurut Ketua Pemuda Muhammadiyah Kuningan, Mohamad Agung Tri Sutrisno, SH, kekosongan jabatan ASN tersebut telah dimanfaatkan oleh sejumlah oknum dari tim pemenangan bupati untuk kepentingan politik. "Praktik ini mencederai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan mengganggu integritas birokrasi. ASN harus bebas dari intervensi politik dan kepentingan pribadi," ujarnya.

Dalam rangka menjaga profesionalitas dan kualitas birokrasi, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kuningan mendesak agar segera dilaksanakan proses open bidding yang transparan dan profesional untuk mengisi jabatan-jabatan ASN yang kosong. Proses ini, menurut mereka, harus diprioritaskan agar posisi strategis diisi oleh orang-orang yang kompeten, berintegritas, dan sesuai dengan prinsip meritokrasi.

Pemuda Muhammadiyah Kuningan juga menyatakan dukungan penuh kepada Penjabat (Pj) Bupati Kuningan untuk segera mengambil langkah konkret dalam melaksanakan open bidding tersebut. “Langkah ini sangat penting untuk menjaga pelayanan publik tetap berjalan optimal dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” tambah Agung.

Pemuda Muhammadiyah Kuningan juga mengajak semua pihak, terutama yang terlibat dalam politik lokal, untuk mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan golongan atau pribadi. "ASN bukan alat politik, melainkan pilar utama yang harus mendukung fungsi pemerintahan," tutupnya.

Pemuda Muhammadiyah Kuningan berkomitmen untuk terus mengawal proses ini dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga integritas birokrasi di Kabupaten Kuningan. (Iwan)*

IMG-20241007-WA0012

Terkait Isu KORPRI, Askun Sebut Adanya Upaya Pembunuhan Karakter

Asep Agustian, S.H., M.H., Pengacara Kondang Karawang

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pengacara kondang Asep Agustian, SH., MH., yang akrab disapa Askun, menanggapi tajam isu yang menyudutkan Acep Jamhuri. Menurutnya, tuduhan-tuduhan yang dilontarkan tidak memiliki dasar dan hanya bertujuan menggiring opini publik secara tidak bertanggung jawab. Askun menegaskan bahwa orang yang melontarkan tuduhan itu tidak memahami organisasi, terutama Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).

"KORPRI itu adalah organisasi mandiri dengan struktur yang jelas, terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, anggota dan yang lainnya. Kebetulan, Acep Jamhuri menjadi ketua, namun karena akan mencalonkan diri sebagai Bupati, ia telah mengundurkan diri Atas Permintaan Sendiri (APS)," ujar Askun pada Minggu (6/10/2024).

Menurut Askun isu yang menuding Acep Jamhuri menggelapkan dana KORPRI adalah untuk membunuh karakter Acep Jamhuri.

"Isu ini sengaja dilontarkan untuk membunuh karakter Acep Jamhuri karena takut jagoannya kalah," ujarnya.

Askun meminta pihak yang melontarkan tuduhan tersebut untuk belajar memahami lebih dulu bagaimana organisasi KORPRI bekerja, terutama peran Sekretaris dan Bendahara yang juga bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan.

"Mereka yang berbicara sembarangan ini jelas tidak paham bagaimana mekanisme dalam KORPRI. Keuangan dikelola oleh Bendahara, bukan hanya Ketua. Jadi, silakan tanya langsung kepada Sekretaris dan Bendahara KORPRI jika ada kecurigaan, jangan asal bicara tanpa dasar," tegasnya.

Askun juga mengingatkan pentingnya menjaga asas praduga tak bersalah, dan menantang pihak yang menuduh untuk melapor jika memiliki bukti konkret, bukan hanya menggiring opini publik.

"Kalau memang ada bukti, laporkan saja. Jangan hanya bicara di luar tanpa dasar, itu hanya menunjukkan ketidakpahaman dan keinginan untuk menjatuhkan," tutur Askun.

Askun menyarankan kepada yang melontarkan isu tersebut untuk belajar dan bertanya terlebih dahulu kepada yang faham terkait Organisasi KORPRI.

"Makanya tanya dulu kepada orang yang tahu biar ngerti dan sebelum bicara itu sebaiknya ngaca dulu, apakah pantas ngomong seperti itu. Ngomong yang tidak ada isinya kalau kata orang sunda itu ngahambur bacot," pungkasnya.

Askun juga berpesan agar masyarakat bijak dalam menerima informasi agar tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu yang tak jelas kebenarannya. (red)*

IMG-20241005-WA0089

Peduli Warisan Budaya Leluhur, Gina Fadlia Swara Kunjungi Galeri Pusaka Dawuh Gendana

Gina Fadlia Swara saat berada di Situs Budaya Bersejarah Galeri Pusaka Dawuh Gendana

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dalam rangkaian kunjungannya pada Jumat (4/10/2024), Calon Wakil Bupati Karawang nomor urut 1, Hj. Gina Fadlia Ade Swara, mengunjungi salah satu situs budaya bersejarah, Galeri Pusaka Dawuh Gendana. Galeri ini terletak di Saung Dalem Cipta Rasa, Dusun Krajan, Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

Galeri Pusaka Dawuh Gendana menyimpan peninggalan berharga dari leluhur pendiri Kabupaten Karawang, Raden Aria Wirasaba atau Raden Soerenggono. Warisan ini hingga kini dirawat dengan penuh kehati-hatian oleh Raden Sugiri, cicit keturunan langsung sang tokoh. Dalam kesehariannya, Sugiri juga aktif dalam kegiatan sosial di organisasi Karang Taruna Desa.

Hj. Gina Fadlia Ade Swara menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan galeri ini, yang menjadi saksi sejarah perjalanan Karawang. Menurutnya, pusaka yang tersimpan di galeri tersebut bukan hanya menunjukkan kekayaan budaya, tetapi juga menjaga kesakralan leluhur yang masih terasa hingga kini.

"Pusaka leluhur yang asli hingga saat ini masih terjaga dan sangat kental dengan rasa kesakralannya. Saya yakin masih banyak peninggalan kuno lainnya yang belum tergali di Kabupaten Karawang ini," ungkap Hj. Gina.

Selain galeri, Makam Raden Aria Wirasaba atau Raden Soerenggono yang berada di Dusun Kompa, Desa Cimahi, Kecamatan Klari juga menjadi situs cagar budaya yang sering dikunjungi oleh peziarah dan budayawan. Keberadaan situs ini semakin memperkuat peran penting Karawang dalam sejarah peradaban Jawa.

Kunjungan Hj. Gina ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur agar terus diwariskan kepada generasi mendatang. (red)*