Jendela Budaya

IMG-20230404-WA0000

Kabar Gembira, BPJS bagi Seniman di Kabupaten Karawang Kini Telah Aktif

Foto saat digelar rapat antara Pemkab Karawang dengan pihak BPJS

Jendela Jurnalis Karawang -
Para seniman di Kabupaten Karawang sedikit lega dengan di covernya BPJS gratis dari Pemerintah Kabupaten Karawang. Ini terbukti dengan adanya data base seniman yang ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karawang.

Dari data base yang sudah ada kemudian di data ulang lagi oleh Disparbud, karena form yang ada di BPJS harus ditambah dengan adanya nomor KK dan nomor KTP.

Berita sudah aktifnya BPJS seniman Kabupaten Karawang adalah setalah diadakannya rapat antara pihak Pemerintah Kabupaten Karawang dengan pihak BPJS, pada Jum'at 31 Maret 2023 di Ruang rapat Asda 1 Setda Kabupaten Karwang.

Rapat tersebut di pimpin oleh Kabag Kesra Setda Kabupaten Karawang. Dalam rapat tersebut, hadir beberapa perwakilan yang terkait dengan BPJS diantaranya Perwakilan Disparbud, Dinkes, Disdukcapil, DPPKAD dan Dinsos.

Alur dari BPJS Seniman yaitu pertama data base dari Disparbud kemudian di olah di Dinkes setelah dari Dinkes ke Disdukcapil untuk pencocokan data nomor KK dan nomor KTP kemudian langsung ke pihak BPJS dan di inventarisir oleh Dinsos, DPPKAD juru bayar.

Dalam sambutannya Kabag Kesra H.Rohmana, S.So,MM. Mengatakan bahwa rapat kali ini yang kedua kalinya setelah kita mengadakan rapat awal, dan kali ini kita akan kroscek sejauh mana data yang sudah masuk ke BPJS, dan sudah berapa orang seniman yang bisa menikmati BPJS Kesehatan untuk seniman. Dikatakan Rohmana bahwa pemerintah Kabupaten Karwang terus mensuport kepada para seniman sebanyak seniman yang ada di kabupaten Karwang tentunya melalui pendataan yang akurat yang dilakukan oleh Disparbud Karwang.

Sementara dari pihak BPJS memberikan keterangan data yang baru masuk pertanggal 25 Maret 2023 adalah sebanyak 3.149 orang. Dari data tersebut yang sudah berhasil aktif adalah sebanyak 2.655 orang. Sementara yang belum berhasil aktif sebanyak 494 orang. Kendala yang belum berhasil aktif diantaranya adalah 2 orang Domisili luar Kabupaten Karawang, 18 orang tidak sesuai dengan pks PBI terdaftar, 8 orang NIK sudah di migrasikan, 145 orang NIK sudah terdaftar di master file, 302 NIK tidak valid, 6 orang BBPU kelas 2 aktif, 1 Orang PBPU kelas 1 aktif.
(wk.co)

IMG-20230318-WA0002

Pengurus Walet Basura Karawang Hadiri Munas di Sumedang dan Tandatangani Deklarasi Pemanah Tradisional Nusantara

Ketua Walet Basura Karawang saat akan menandatangani deklarasi Pemanah Tradisional Nusantaa

Jendela Jurnalis Sumedang -
Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kepengurusan, Walet Basura Nusantara menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke 1 di Srimanganti, Karaton Sumedang Larang, Sumedang, Jawa Barat pada 17 s/d 19 Maret 2023.

Dalam kegiatan Walet Basura Nusantara yang diketuai oleh Bunda Ully Sigar tersebut, yang juga tak lain adalah Kakak dari Artis terkenal Paramitha Rusady pun mendapatkan antusiasme dari Jajaran Pengurus Walet Basura Karawang yang turut serta dan aktif dalam rangkaian Munas yang digelar selama 3 Hari tersebut.

Bahkan, H. Oo Nurrohman selaku Ketua Walet Basura Karawang bersama delegasi diseluruh Nusantara turut menandatangani nota kesepahaman serta Deklarasi Pemanah Tradisional Nusantara menggelar rapat pembentukan aturan kompetisi panah tradisional Sumedangan serta Jamparingan.

Artis Cantik Paramitha Rusady yang menjadi Icon Walet Basura saat berfoto bersama Srikandi Walet Basura Nusantara

Tak hanya itu, Jajaran Pengurus Walet Basura Karawang pun ikut dalam agenda program pelestarian alam dan lingkungan hidup di lokasi lainnya selain di titik lokasi Munas.

Kepada Jendela Jurnalis, Oo Nurrohman menuturkan bahwa segala aspek yang jadi point dalam agenda munas tersebut sangatlah penting dalam mendorong pelestarian alam maupun kesenian tradisional.

"Dalam agenda Munas ini, segala aspek yang jadi point dalam agenda munas ini sangatlah penting, salah satunya dalam mendorong pelestarian alam maupun kesenian tradisional, memperkuat silaturahmi, serta mempersiapkan program kerja kedepannya," tutur Pria yang akrab disapa Jio tersebut.

Oo Nurrohman juga berharap agar kedepannya program-program dari hasil Munas dapat diterapkan di Karawang, serta dapat bekerjasama dan didukung oleh Dinas terkait.

"Semoga hasil dari Munas ini kedepannya bisa kita terapkan juga di Karawang secara khusus, salah satu programnya yaitu menerapkan atau mengadakan pelatihan panah tradisional di tingkat sekolah, saya berharap agar kedepannya juga Dinas terkait dapat mendukung upaya kita dalam melestarikan kebudayaan," harapnya.

Foto bersama usai penandatanganan Deklarasi Pemanah Tradisional Nusantara

Lebih lanjut, Nunu Nugraha selaku Sekretaris Jendral Walet Basura Karawang menerangkan bahwa dalam program jangka panjang Walet Basura, semuanya adalah implementasi dari kecintaan manusia terhadap alam, serta warisan kebudayaan yang ada di Nusantara.

"Sepanjang kegiatan dalam munas ini, banyak membahas serta merancang program jangka panjang, dan semuanya adalah implementasi dari kecintaan kami terhadap pelestarian alam, juga warisan budaya yang ada diseluruh penjuru Nusantara," terangnya.

Dalam rangkaian Munasnya, Walet Basura juga membentuk Divisi dalam merancang aturan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan untuk Kompetisi Olahraga Tradisional berupa Panahan.

Sekitar ratusan peserta dari berbagai pelosok turut mewarnai agenda Munas tersebut, diantaranya ada dari Provinsi Bangka Belitung, Banten, dan beberapa delegasi lainnya yang tergabung dalam Walet Basura Nusantara. Bahkan acara menjadi lebih akrab dan meriah dengan kehadiran Paramitha Rusady yang memang didaulat menjadi Icon Walet Basura Nusantara. (Pimred).

IMG-20230317-WA0005

Keren!!! PEPADI Karawang Siapkan Gelar Karya Dalang Nonoman Tahun 2023, Salah Satu Pesertanya adalah Wanita

Waya Karmila, S.Pd, Ketua PEPADI Karawang

Jendela Jurnalias Karawang - Dalam rangka melestarikan kesenian Wayang Golek agar digemari kalangan masyarakat di Kabupaten Karawang, PEPADI Karawang mengadakan helatan Gelar Karya Dalang Nonoman Karawang tahun 2023.

Acara yang rencananya akan di gelar di Padepokan Cinta Komara III Kampung Kosambi Jaya Kelurahan Mekarjati Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang pada hari Minggu 19 Maret 2023.

7 Orang Dalang Muda yang akan tampil mempersembahkan Karya Terbaik mereka dalam Gelar Karya Dalang Nonoman ini.

Dalam famplet Gelar Karya Nonoman terdapat 1 peserta Dalang wanita

Menurut Kasie Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang dan juga Ketua PEPADI Kabupaten Karawang, Waya Karmila mengatakan, Gelar Karya Nonoman ini dilaksanakan guna meningkatkan kemampuan para Dalang muda yang ada di Kabupaten Karawang.

“Tujuh orang dalang yang akan tampil dalam gelar Karya Dalang Nonoman, salah satunya adalah Dalang Wanita ” ujarnya. Jumat (17/03/23)

Dalam kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh Ketua PEPADI Provinsi, Ketua PEPADI Kabupaten/Kota di Jawa Barat, serta para sesepuh dalang di Kabupaten Karawang.

“Untuk para Juri yang akan menilai penampilan para peserta, Kami telah meminta Dalang Wawan Dede Amung dan Dalang Apep Hudaya dari Bandung” tambah Waya.

Kreteria penilaian bukan juara melainkan berdasarkan Kategori. Adapun Kategori yang akan dijadikan dasar penilaian diantaranya Kategori Sabet, Antawacana, Dramatisasi, Amardawa Lagu, Favorite dan Mumpuni. (Red)

IMG-20230315-WA0008

PSHT Resmi Dibuka di STIM Sukma Medan

Yan Djuna, Staf Ahli Nonton Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma

Jendela Jurnalis, Medan -
Bukan rahasia lagi, bahwa Silat adalah warisan leluhur nenek moyang yang adi luhur, yang keberadaannya harus diteruskan dari generasi ke generasi. Entah tahun persisnya silat di tanah air yang beragam jenis dan gerakan ada dan menjadi bagian dari tradisi di tanah air. Namun yang pasti, Silat ada sejak peradaban manusia pertama lahir di bumi pertiwi, sebagai bentuk perlindungan dan pertahanan diri.

Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) sendiri, menurut sejarah panjangnya, didirikan pada tahun 1922 oleh Ki Hadjar Hardjo Oetama, di Kota Madiun. Semula bernama Setia Hati Pencak Sport Club (SH PSC), namun tahun 1948 berganti nama menjadi PSHT, salah satu dari sepuluh Perguruan Silat yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), yang dibentuk pada Kongres Pencak Silat tanggal 28 Mei 1948 di Surakarta.

Karena alasan ini-lah, yang akhirnya membuat Yan Djuna, Staf Ahli Nonton Akademik Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma, terpikirkan untuk menghadirkan PSHT di Kampus, yang beralamat di Jl. Sakti Lubis, No. 80, Simpang Limun, Medan, dengan tagline Kampus Calon Manajer dan Profesional Muda yang Berbakat dan Berprestasi Tidak Hanya di Bidang Akademik Saja.

"Pastinya Silat dan PSHT sangat membanggakan. Bicara prestasi, PSHT tentunya tidak diragukan lagi, banyak menghasilkan olahragawan dengan banyak prestasi, mewakili Indonesia di kancah internasional seperti Sea Games dan Olimpiade. Silat juga oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2019, sehingga dengan ada PSHT di STIM Sukma, menjadi selling point dan memiliki nilai lebih buat Kampus, dalam menarik minat siswa/i yang ingin kuliah, apalagi sekarang ini Kampus sedang dalam penerimaan mahasiswa baru," ungkap pria yang juga pemerhati pariwisata dan UMKM itu.

"Dan ini sebagai upaya menjaga warisan, meneruskan tradisi leluhur oleh Kampus dan jujur, ini juga perdana di Kampus STIM Sukma Medan yang berbasis STIFIn. Kebetulan beberapa mahasiswa/i sudah menjadi Anggota PSHT dan kenapa tidak dibuka di Kampus dengan mereka sharing ilmu, yang akhirnya alhamdulillah, pada Sabtu (11/3/23) lalu, dibuka oleh Wakil Ketua Sukma Medan, Edi Winata, S.E, M.M mewakli Ketua SUKMA, Dr. Wardayani, S.E, M.Si resmi dibuka. Pembukaan dihadiri Mas Supriyandi, perwakilan PSHT Pusat, Komisariat Percut Sei Tuan, Deli Serdang dan Riandani Rezki Prana, S.Ei, M.Si perwakilan Dosen," sambungnya.

Hari Sabtu, mulai pukul 03.00 sore, dipilih menjadi jadwal latihan PSHT di STIM Sukma Medan dan ini berlaku tidak hanya untuk mahasiswa/i dan Dosen saja, tapi juga untuk masyarakat umum yang ingin memperoleh manfa'at kesehatan dan kebugaran dengan ikut Silat PSHT. Informasi lebih dan pendaftaran, bisa menghubungi Kampus STIM Sukma Medan, dengan No. hotline +62812 6466 637. Saat ini komisariat PSHT sudah menyebar di seluruh tanah air dan juga di mancanegara, di Benua Eropa dan Benua Amerika. (AP)

Narasumber:
Member of PPWI Chapter Sumut, Yan Djuna

IMG-20230314-WA0012

Dishub Pemalang Persiapkan Kandidat Duta Pelajar Pelopor Keselamatan Berlalulintas untuk Lomba Tingkat Provinsi

Foto Dishub Kabupaten Pemalang bersama peserta lomba

Jendela Jurnalis Pemalang, Jateng -
Sebagai upaya persiapan pemilihan pelajar pelopor keselamatan Lalulintas - Angkutan Jalan di tingkat Provinsi Jawa tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang adakan kegiatan pemilihan pelajar pelopor tingkat Kabupaten. Selasa (14/3/2023 ) .

Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 Hari dari Tanggal 14 dan 15 Maret 2023, bertempat di aula lantai dua Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang.

Giat pemilihan pelajar pelopor ini berdasarkan adanya surat perintah dari dinas perhubungan provinsi Jawa tengah, tentang persiapan pemilihan pelajar pelopor keselamatan Lalulintas angkutan jalan,tingkat jawa tengah tahun 2023.

Foto siswi yang mengikuti perlombaan ketika tengah mempraktekkan menjadi Pelajar Pelopor Keselamatan Berlalulintas

Kegiatan pemilihan tersebut menjaring 3 peserta pelajar pelopor siswa, mulai dari kelas X, XI dan XII dari masing-masing sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Pemalang.

Ada 4 kriteria juara nantinya yang akan di ambil, tiga terbaik dari juara 1, 2 dan 3, yang akan di persiapkan untuk mengikuti perlombaan pelajar pelopor tingkat Provinsi Jawa tengah .

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pemalang Mukminun, melalui Kabid Lalulintas Tarno menuturkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk karakter siswa.

"Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa, yang mana mereka adalah generasi muda yang nantinya bisa memberi contoh bagi para pengguna jalan lainnya. Mereka kita harapkan menjadi duta dalam berlalulintas dan angkutan jalan," tutur Tarno.

Masih menurutnya, disamping materi dan praktek tentang ke lalulintasan, mereka para pelajar juga harus menguasai materi tentang angkutan jalan, juga untuk mengikis stigma di masyarakat bahwa pelajar juga bisa menjadi contoh bagi pengendara lalulintas dan angkutan jalan, pelajar tidak di kenal hanya karena ulah sekelompok yang sering kebut-kebutan balap liar ataupun ulah oknum pelajar dengan Gank motornya.

Bagus (17) salah seorang siswa peserta pemilihan pelajar pelopor mengatatakan, dirinya merasa bangga bisa mewakili sekolahnya dalam ajang pemilihan pelajar pelopor keselamatan berlalulintas dan angkutan jalan, dan berharap dirinya bisa lolos sampai seleksi tingkat Provinsi.

"Saya merasa bangga bisa mewakili sekolah dalam ajang pemilihan pelajar pelopor keselamatan berlalulintas, dan semoga bisa lolos sampai seleksi ke tingkat Provinsi" harap Bagus. (Ragil Surono)*

IMG-20230305-WA0001

Penyelenggaraan Muskab IPSI Karawang Resmi Ditunda

Andri Yanto, S.Pd, Ketua Panitia Muskab IPSI Karawang

Jendela Jurnalis Karawang -
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pengurus Kabupaten Karawang akan menggelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke XIV Tahun 2023, tahapan demi tahapan pun sudah dilaksanakan. Namun pelaksanaan pemilihannya kini dikabarkan ditunda. Minggu (5/3/2023).

Terkait agenda tersebut, Ketua Panitia Muskab IPSI Karawang, Andri Yanto, S.pd mengatakan, mengacu pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi setiap 4 tahun sekali digelar Muskab untuk menetapkan seorang Ketua Pada Musyawarah Nanti.

Oleh karena itu, pengurus Pengkab IPSI membentuk panitia dengan No surat Keputusan skep 073 tahun 2023 untuk melaksanakan Muskab IPSI Karawang.

Perlu Dicatat Oleh Semua, bahwa Panitia Membuat sebuah tahapan tidak sendirian, bahkan dalam penentuan tanggal Pendaftaran sampai penutupan pun di tentukan perguruan pada 15 Januari 2023 di al-ghammar bersama 37 perguruan yang hadir. Dan itu memenuhi quorum musyawarah hingga menghasilkan kemufakatan seperti Persyaratan calon, tanggal pendaftaran, pemungutan surat dukungan baik secara offline maupun online.

Semuanya mengetahui, bahkan yang hadir pun dipersilahkan untuk mendaftar dengan catatan tidak melewati batas waktu yang telah disepakati bersama.

"Muskab ini adalah MUSYAWARAH untuk mencapai Mufakat, inilah Cara Pencak Silat. Saya berdoa mudah mudahan siapapun yang Memimpin IPSI Karawang Itulah Yang terbaik," tutur Andri.

"Acara Muskab Ini mengangkat tema Bersatu membangun Pencak Silat Karawang yang Berprestasi. Menjadi harapan kita semua pada ketua terpilih nantinya," tambahnya.

Andri menjelaskan, tahapan Muskab IPSI Karawang mulai dari pembentukan panitia, penyebaran undangan pra Muskab, pemberitahuan secara online, pertemuan ketua perguruan Silat dan pengurus IPSI Karawang pra Muskab 2023, penerimaan surat dukungan, pendaftaran calon ketua IPSI Karawang periode 2023-2027.

"Kita melakukan verifikasi surat dukungan paguron yang masuk tertanggal 16-31 Januari kepada panitia. Ada 64 perguruan silat, sedangkan yang aktif kegiatan atau event kita catat sekitar 35 sampai 40 perguruan silat. Sebab itu, panitia melakukan verifikasi turun langsung ke sekretariat perguruan silat," jelasnya.

Lanjut Andri, kemudian penyebaran surat undangan persiapan Muskab IPSI Karawang, pertemuan ketua perguruan Silat dan pengurus IPSI Karawang. Panitia juga melakukan konsultasi dan laporan kegiatan pelaksanaan ke Pengprov IPSI Jawa Barat, penyebaran undangan Muskab IPSI Karawang dan rapat panitia finalisasi Muskab.

Namun tertanggal 1 Maret 2023 kami panitia mendapatkan surat dari ketua umum IPSI Karawang yang isinya tentang pengakomodiran calon yang harus masuk dalam kontestasi Muskab sehingga kami menjawab dan meneruskan surat tersebut kepada Pengprop IPSI Jawabarat.

Alhasil demi menjaga musyawarah ini tetap Kondusif maka atas saran dan pendapat pengprop IPSI Jawabarat yaitu di tunda sampai batas waktu yang memang benar-benar siap di langsungkan musyawarah atau muskab ini.

Selanjutnya Kami panitia di tanggal 2 Maret 2023 melaksanakan musyawarah di internal Panitia menimbang sebuah keputusan penting itu dan akhirnya semua panitia yg hadir malam itu sepakat dan patuh secara aturan saran dan pendapat.

Dan Putusannya adalah Muskab Di Tunda sampai batas waktu yang tidak bisa di tentukan. Tak sampai disana di tanggal 3 Maret 2023 Panitiapun Bergerak Cepat untuk mengirimkan Surat Penundaan Tersebut Kepada Seluruh Perguruan Pencak silat se Kabupaten Karawang berikut Intansi yang sudah terundang melalui surat elektonik (whatsapp).

Andri berharap bisa sukses Menetapkan Ketua Umum IPSI Karawang melalui Muskab Nanti karena fokus Kita di IPSI Karawang adalah pembinaan atlet untuk meraih prestasi di tingkat Nasional, bahkan Internasional

"Tetap Jaga Silaturahmi," tutup Andri. (ARS).

IMG-20230301-WA0012

Pemprov Jabar Tetapkan 54 Karya Budaya sebagai WBTB Tahun 2023

Simbolis penyerahan sertifikat WBTB (Sumber : Laman Disparbud Provinsi Jawa Barat)

Jendela Jurnalis Bandung, Jabar -
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan 54 karya budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Tahun 2023. Penetapan ini diumumkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar bersama Tim WBTB Jawa Barat, Selasa 28 Februari 2023.

Penetapan dilakukan setelah melalui beberapa tahapan yaitu pengusulan karya budaya oleh dinas-dinas yang membidangi kebudayaan di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, pengkajian usulan karya budaya oleh tim ahli, serta sidang penetapan WBTB Jawa Barat tahun 2023 yang telah dilaksanakan pada 7-8 Desember 2022 lalu.

"Alhamdulillah kita bisa menetapkan WBTB Jawa Barat sebanyak 54 yang sudah ditetapkan dan tentunya penetapan ini menjadi salah satu bagian  terpenting bagi kita untuk menjaga dan melestarikan karya budaya," ucap Benny Bachtiar.

Menurutnya, budaya menjadi kekuatan untuk memajukan sektor pariwisata serta industri kreatif. Ia berharap, ke depannya 54 karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB bisa dioptimalkan menjadi atraksi untuk menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara berkunjung ke Jawa Barat.

"Dengan ditetapkannya WBTB ini, kami berharap di kabupaten/kota terus menerus mengupayakan agar dijadikan salah satu bagian dari atraksi dan menjadi daya tarik pariwisata di Jawa Barat," ujarnya.

"Apabila kita melihat dari hasil WBTB yang telah ditetapkan pada tahun 2023, alhamdulillah ini kelihatannya lebih banyak dari Cirebon Raya dan Priangan. Ini merupakan salah satu ruang dan peluang bagi bapak ibu untuk ditawarkan kepada para wisatawan. Apalagi di tahun ini Bandara Kertajati sudah diaktifkan untuk penerbangan komersial. Artinya ada peluang besar untuk dimanfaatkan," tambahnya.

Pada kegiatan ini turut hadir Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Jabar Febiyani, serta Ketua Tim WBTB Jabar Bucky Wibawa Karya Guna bersama para anggotanya yaitu Dinda Satya Upaja Budi, M. Zaini Alif, Laina Rafianti, Hikmat Nashrullah Latief, serta Irvan Setiawan. Febiyani melaporkan bahwa penetapan WBTB peringkat provinsi ini merupakan inovasi akseleratif yang dilakukan Jabar sejak 2020 dan telah membuahkan hasil positif. Karena pada tahun lalu, Jabar tercatat sebagai provinsi dengan penetapan terbanyak kedua di tingkat nasional.

Tahun ini  54 karya budaya yang ditetapkan terdiri dari 31 karya budaya hasil sidang penetapan WBTB Jabar dan 23 karya budaya lainnya dari pencatatan WBTB Jabar Indonesia. Rekomendasi penetapan yang disampaikan kepada Kadisparbud Jabar ini menjadi dasar bagi pengusulan untuk menjadi WBTB Indonesia Tahun 2023.

Berikut daftar WBTB Jawa Barat 2023:
Hasil sidang penetapan WBTB Jawa Barat pada 7-8 Desember 2022 (31 karya budaya):
1. Ajeng Kasumedangan (Kabupaten Sumedang)
2. Benjang Batok (Kabupaten Pangandaran Seni Pertunjukan
3. Brai (Kabupaten Cirebon)
4. Carulung (Kabupaten Purwakarta)
5. Gacle (Kabupaten Sukabumi Tradisi)
6. Galah Bandung (Kota Bandung)
7. Gekbreng (Kabupaten Sukabumi)
8. Gombyang Dermayu (Kabupaten Indramayu)
9. Gula Cikeris (Kabupaten Purwakarta)
10. Krupuk Mlarat (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon)
11. Kurupuk Bangreng (Kabupaten Sumedang)
12. Mendong (Kota Tasikmalaya)
13. Mipit Pare Kasepuhan Banten Kidul (Kabupaten Sukabumi)
14. Nadran Cirebon (Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon)
15. Ngawuwuh (Kabupaten Garut)
16. Nyimur Kasepuhan Banten Kidul (Kabupaten Sukabumi)
17. Nyiram Gamelan Sekaten Cirebon (Kota Cirebon)
18. Patipung – Tipung Balung (Kota Bandung)
19. Pengobatan Tradisional Raksa Jasad (Kabupaten Sumedang)
20. Peupeusingan (Kota Bandung, Kabupaten Bandung)
21. Rebut Dangdang Kota Depok Seni Pertunjukan
22. Ronggeng Ketuk (Kabupaten Indramayu)
23. Ronggeng Slerek (Kabupaten Indramayu)
24. Sega Bogana (Kota Cirebon)
25. Seren Taun Nampa Taun Mapag Taun Kasepuhan Girijaya (Kabupaten Sukabumi)
26. Silat Godot (Kabupaten Karawang)
27. Tadisi Bekaseman Ikan Keraton Cirebon (Kota Cirebon)
28. Tampaling (Kabupaten Pangandaran)
29. Tradisi Ngapem Keraton Cirebon (Kota Cirebon)
30. Tradisi Tawurji Keraton Cirebon (Kota Cirebon)
31. Ulin Barong Sekeloa (Kota Bandung)

Karya budaya dari pencatatan WBTB Indonesia dari Provinsi Jawa Barat (23 karya budaya):
1. Arumba (Jawa Barat)
2. Burayot (Kabupaten Garut)
3. Colenak Bandung (Kota Bandung, Kabupaten Bandung)
4. Docang (Kota Cirebon)
5. Dodol Garut (Kabupaten Garut)
6. Geco (Kabupaten Cianjur)
7. Gogolekan (Kota Bandung)
8. Hahayaman (Kota Bandung)
9. Hajat Wawar (Kabupaten Subang)
10. Hong-hongan (Kota Bandung)
11. Maenpo Cikalong (Kabupaten Cianjur)
12. Marak Lauk (Jawa Barat Wilayah Budaya Priangan)
13. Paciwit-ciwit Lutung (Kota Bandung)
14. Pakaleng-kaleng Agung (Kota Bandung)
15. Papanggalan (Jawa Barat Wilayah Budaya Priangan)
16. Perepet Jengkol ((Jawa Barat Wilayah Budaya Priangan)
17. Sampyong (Kabupaten Majalengka)
18. Sega Jamblang (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon)
19. Tari Buyung (Kabupaten Kuningan)
20. Upacara Munjung Majalengka (Kabupaten Majalengka)
21. Wajit Cililin (Kabupaten Bandung Barat)
22. Wayang Cepak Dermayu (Kabupaten Indramayu)
23. Wuku Taun Kampung Cikondang (Kabupaten Bandung)

Penulis: Dini Nurdiani Rahman/BhagustiraEvan Pratama

IMG-20230121-WA0015

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng H. Sukirman Ungkapkan Sangat Mendukung Penuh Pelestarian Kesenian Tradisional Daerah

H. Sukirman SS saat ikut menari bersama para seniman tradisional

Jendela Jurnalis Pemalang -
Hari ini, dalam rangka menyambut rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Pemalang bertajuk "Pusere Jawa Tengah" sedang digelar, bahkan pagelaran kesenian yang berlangsung tersebut dinilai sangat memantik para warga untuk berbondong-bondong menyaksikan berbagai pagelaran kesenian yang di sajikan di Alun-alun Kota Pemalang. Sabtu (21/01/2023).

Ada beberapa atraksi kesenian asli Kabupaten pesisir Utara Pulau Jawa yang disajikan, diantarnya adalah Sintren dan Jaran Ebeg (kuda lumping), dimana untuk kesenian kuda lumping tersebut digelar dengan diikuti oleh ratusan pemain kuda lumping profesional, dari berbagai group kuda lumping disekitar.

Dari pantauan pantauan awak media, ada seorang penonton yang terlihat sangat antusias menyaksikan permainan sintren dan jaran ebeg, bahkan, sesekali terlihat tangan dan kakinya ikut melenggang mengikuti irama rampak gamelan pengiring para penari (pemain) yang terdiri dari pria dan wanita yang rata-rata masih berusia muda.

H. Sukirman SS saat menyaksikan pagelaran kesenian

Ternyata orang tersebut adalah H. Sukirman SS (45) Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa tengah dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Kemudian Team Jendela Jurnalis mendekati dan mencoba berbincang, dan dirinya mengungkapkan bahwa memang sangat menggemari kesenian tersebut.

"Saya sangat suka dengan kesenian tradisional sintren dan kuda lumping," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sukirman juga menuturkan bahwa dirinya sudah berdialog dengan Plt Bupati Pemalang dan juga Dewan Kesenian Pemalang untuk mengusulkan agar agenda-agenda pementasan kesenian tradisional bisa digelar secara rutin.

"Dari dialog dengan Plt Bupati Pemalang dan ketua Dewan kesenian Pemalang, kita usulkan untuk kesenian tradisional asli Pemalang ini bisa di agendakan secara rutin dalam acara-acara resmi, jangan sampai mahakarya Anak Bangsa ini tersingkirkan dengan budaya-budaya dari luar. Lebih penting lagi, jangan sampai kesenian sintren dan kuda lumping ini di klaim menjadi milik bangsa lain, ini sangat memprihatinkan," tutur Wakil Ketua DPRD tersebut dengan nada yang berapi-api.

Usai berbincang dengan Ketua DPRD, Team Jendela Jurnalis kemudian mencoba mewawancarai Intan (18), salah satu penari kuda lumping yang terbilang masih berusia muda, dirinya pun berharap agar Pemkab Pemalang lebih memperhatikan terhadap kesenian, khususnya kuda lumping dan sintren.

"Kami berharap, dengan semangat kami ikut memainkan seni kuda lumping, agar Pemerintah Kabupaten Pemalang bisa lebih memperhatikan lagi keberadaan seni kuda lumping dan sintren," pungkasnya. (Ragil74)

IMG-20230105-WA0014

Tak Mau Bermewah-Mewah, Beginilah Cara Keluarga Besar Ksatria Tengkorak Karawang Sambut Tahun Baru 2023

Foto bersama dalam perayaan tahun baru

Jendela Jurnalis, Karawang -
Hampir semua tempat di pelosok Nusantara, menyambut perayaan Tahun Baru dengan kegiatan yang meriah dan serba glamour. Namun, Keluarga Besar Tengkorak yang bermarkas di Karawang, tidak mau bermewah-mewah. Apalagi saat ini, sebagian besar Ksatria Tengkorak sedang berjuang di Intan Jaya, Papua, demi tetap tegaknya kedaulatan NKRI (1/1/23).

Meskipun sederhana, di bawah kepemimpinan Kapten Inf. Refan alias Pangeran Tengkorak dan Ny. Fitri Wulandari, SH, MH selaku Ketua Persit Ranting 4 Yonif PR 305/Tengkorak bersama seluruh Keluarga Besar Tengkorak, memeriahkan pergantian tahun dengan cara yang unik. Hal ini sesuai dengan perintah langsung dari Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila. Dari daerah penugasan, Raja Aibon Kogila meminta, agar acara pergantian tahun di markas Tengkorak, dibuat unik.

"Acaranya bukan sekedar merayakan pergantian tahun. Tapi, tujuan utamanya untuk menghibur keluarga di sana. Komunikasi dan koordinasi dengan bini gue, biar ada lomba-lomba Ibu Persit, selain lomba Bapak-bapaknya. Siapin hadiah, biar enggak jenuh. Sudah cukup lama Ibu-ibu Persit ditinggal oleh suaminya, kasihan mereka," ucap Raja Aibon Kogila, dalam sambungan telepon beberapa hari sebelumnya, kepada sang Pangeran Tengkorak.

Foto kegiatan lomba memasak

Ketika hari mulai gelap, seluruh Keluarga Ksatria Tengkorak sudah terlihat berbondong-bondong, bergerak menuju ke tempat ibadah masing-masing, baik Masjid maupun Kalvari. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YMK atas segala nikmat yang diberikan, Keluarga Besar Tengkorak mengawali acara pergantian tahun, dengan do'a bersama. Di tempat ibadah, baik Prajurit, Persit maupun anak-anak, beribadah, berdo'a dengan begitu khidmat.

“Menjelang pergantian tahun, alangkah baiknya semuanya kita awali dengan berdo'a bersama. Kita syukuri nikmat yang kita dapatkan, khususnya sepanjang tahun 2022, sekaligus memohon, agar Tuhan menambah nikmat kepada kita di tahun-tahun berikutnya. Lebih khusus lagi, karena rekan-rekan kita saat ini sedang berjuang di tanah Papua, kita do'akan, agar mereka kembali utuh dan sehat, serta membawa kemenangan, kesuksesan dan keberhasilan,” ucap Refan si Pangeran Tengkorak.

Dari masing-masing tempat ibadah, seluruh Keluarga Besar Tengkorak kemudian menuju ke garasi. Ternyata, garasi Timur Asrama Yonif PR 305/Tengkorak, telah banyak perlengkapan yang tergelar, di samping hiasan-hiasan sederhana, demi membuat anak-anak Tengkorak semakin bahagia. Mobil odong-odong yang khusus dibeli sebelum Pasukan berangkat ke Papua, dimanfa'atkan untuk menjemput anak-anak dari berbagai penjuru Asrama.

Setelah semua berkumpul, Lettu Inf. Purwanto mengambil microphone, untuk membuka acara. Ternyata, guna mengisi waktu sampai tibanya tanggal 1 Januari 2023, diselenggarakan beberapa lomba, baik untuk Prajurit maupun Persit.

Di luar dugaan, Ny. Fitri telah memberitahukan kepada para Ketua Persit Anak Ranting, untuk menyiapkan perwakilan untuk lomba fashion show, di samping juga lomba memasak. Bukannya cemberut karena harus sibuk menyiapkan diri, Ibu-ibu Persit dari tiap-tiap Kompi menyiapkan diri, dengan sangat luar biasa. Semua berkeinginan untuk menang. Tidak ada yang mau kalah.

"Ibu-ibu, lomba ini dari kita untuk kita. Yang penting, semua senang dan bahagia. Anggap saja sedang tampil di depan suami. Saat masak, juga dirasakan sedang masak untuk suami. Nanti, saya yang beri penilaian, dibantu Om-omnya," ucap Fitri, istri Raja Aibon Kogila.

Saat Ibu-ibu Persit mulai memasak, para Ksatria penjaga markas Tengkorak, juga sibuk berlomba. Lomba Catur dan Ludo, diselenggarakan di tempat yang sama. Di kolam pancing Asrama, para Ksatria yang hobi memancing, telah memulai lomba beberapa saat, setelah ibadah bersama dilaksanakan.

Menjelang masuknya tahun 2023, acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, yakni pengumuman pemenang lomba. Satu per satu nama dipanggil, untuk menerima hadiah, karena dinyatakan sebagai pemenang lomba. Diiringi sorakan dan tepuk tangan, Ny. Fitri bersama Lettu Purwanto, membagikan hadiah. Riuh sekali suasana saat itu. Semua senang, semua bahagia.

Di sela rangkaian acara yang diiringi lantunan musik, para Ksatria Tengkorak beserta seluruh Keluarga Ksatria Tengkorak, menikmati hidangan makan malam yang telah disediakan oleh Serka Zulkarnain. Persis di depan lokasi acara, anak-anak asyik bermain. Maklum, sebelum berangkat ke Papua, Raja Aibon telah membuat beberapa lokasi taman bermain untuk anak-anak. Mobil odong-odong juga tak henti melayani para Tengkorak junior, berputar mengelilingi lapangan Sadelor, disupiri oleh Serka Adhit dan Praka Eko, secara bergantian. Sungguh indah pemandangan malam itu. Menikmati indahnya suasana di Markas Tengkorak, menjelang pergantian tahun.

Menjelang detik-detik pergantian tahun, seluruh Keluarga Besar Tengkorak, kembali melaksanakan do'a bersama. Doa, dengan harapan di tahun 2023, kebahagiaan dan keberkahan akan semakin melimpah diberikan oleh Tuhan YMK, kepada seluruh Ksatria Tengkorak, beserta keluarga.

Letusan kembang api kemudian, menjadi penanda berakhirnya tahun 2022, sekaligus tibanya tahun 2023. Langit-langit di atas lapangan Sadelor saat itu, mendadak berubah menjadi sangat indah, dihiasi oleh kembang api yang begitu banyak. Sorak sorai terdengar menyambut datangnya Tahun Baru 2023. Anak-anak begitu kegirangan, melihat pemandangan di Markas Tengkorak, yang sangat meriah.

Dengan tibanya Tahun Baru, semoga seluruh Keluarga Besar Ksatria Tengkorak, senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan, serta dapat memberikan karya terbaiknya untuk Negeri. Selamat Tahun Baru 2023. Jayalah Ksatria Tengkorak. (Red/AP)

IMG-20230102-WA0004

Sinterklaas Ksatria Tengkorak Bagikan Kado Natal Spesial dari Kasad dan Pangkostrad

Foto bersama dalam moment Natal di Intanjaya

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Kegilaan para Prajurit Kostrad yang sedang bertugas di Intan Jaya, Papua, membuat masyarakat Intan Jaya semakin bahagia dan tersenyum lebar. Kolaborasi dengan pasukan Kopassus dari Satgas Mandala, membuat masyarakat semakin nyaman, serta menikmati suasana damai yang telah lama mereka idamkan, Minggu (25/12/22).

Setelah sukses membangun Gereja idaman anak cucu keturunan Mendiang Oktavianus Sondegau, sang Kepala Suku Besar yang belum tergantikan sampai saat ini, kali ini Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila, Komandan Pasukan Tengkorak Kostrad, menjalankan program 'Sinterklaas Berbagi Kado Natal'. Jika di film-film sering ditampilkan Sinterklaas datang ke rumah-rumah, membagi hadiah dalam bentuk kado yang dihias, kali ini Prajurit TNI-AD yang sedang menjalankan tugas Negara di Intan Jaya, melakukan hal yang berbeda. Maklum, selain merupakan titipan dari Keluarga Besar Yonif PR 305 Tengkorak, sebagian besar hadiah tersebut merupakan kado dari Kasad, Panglima Kostrad dan Kasatgas Elang, para Perwira Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII, SEJATI serta Prajurit Kopassus.

Oleh Raja Aibon Kogila, selaku Komandan Pasukan Tengkorak, amanah dari Kasad dan Pangkostrad, dibelikan beberapa ekor babi, yang diantar oleh Sinterklaas ke Gereja-gereja. Lima karung beras dan 50 kardus mie instan dari Brigjen TNI I Gusti Agung Winata, yang merupakan Alumni SMU Negeri 1 Mataram, juga diserahkan kepada masyarakat, digabungkan dengan babi, beras dan mie instan dari Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII SEJATI, Keluarga Besar Tengkorak dan Prajurit Kopassus yang tergabung dalam Satgas Mandala. Semuanya demi membahagiakan masyarakat Intan Jaya, dalam perayaan Natal tahun ini. Hal ini, mengingat setiap tahun dirangkaikan perayaan Natal, masyarakat Papua, khususnya di Intan Jaya, menggelar tradisi Bakar Batu. Suatu tradisi yang telah mendarah daging dan turun temurun dijalankan oleh masyarakat Papua.

Foto saat memberikan sembako

"Total ada 10 ekor babi besar-besar, 10 karung beras dan 70 kardus mie instan yang kami siapkan dalam program Sinterklaas berbagi, serta beberapa paket gula, kopi, rokok dan permen. Empat ekor babi dari Kasad, kami serahkan ke jema'at Gereja Bazemba, GKII Antiokia, Mamba dan Wandoga. Dua ekor babi, kado dari Panglima Kostrad, kami berikan kepada jema'at Gereja Sambili dan Tanah Putih. Titipan dari Alumni Dikreg Seskoad Angkatan XLVII SEJATI, kami serahkan kepada jema'at Gereja Holomama. Sedangkan tiga ekor babi dari Keluarga Besar Tengkorak, kami hadiahkan untuk jema'at Gereja Galunggama, serta para Ksatria Tengkorak yang merayakan Natal di Intan Jaya," ucap Ardy si Raja Aibon Kogila.

Jemaat Gereja Bazemba yang merupakan Gereja baru, hadiah Kasad di Intan Jaya, menjadi yang pertama kali mendapat kado Natal. Kapten Inf. Poltak Siahaan alias Gembala Poltak, berubah menjadi Sinterklaas di sore hari itu. Di bawah guyuran air hujan, Gembala Poltak mendatangi masyarakat yang telah ramai menyiapkan acara Bakar Batu di halaman Gereja. Lettu Inf. Abdul Basyir, Lettu CHK Julet dan para Ksatria Tengkorak yang sedang menyelesaikan tahap akhir pembangunan Gereja, sekaligus menghias Gereja menjadi saksi, ketika Gembala Yakob Sondegau dan para Tokoh Masyarakat menjadi perwakilan dalam menerima kado dari Kasad.

Keesokan harinya, di Posramil Holomama, didampingi oleh Mayor Inf. Anjas, Wadansatgas Yonif PR 305 Tengkorak, para Perwira Staf, tiga Sinterklaas dipimpin oleh Kapten Inf. Anwar si Bos Holomama, menyerahkan kado yang sama. Babi dari Alumni Dikreg 57 SEJATI, diserahkan untuk jema'at Gereja Holomama. Sementara dari Keluarga Besar Tengkorak, untuk jema'at Gereja Galunggama. Beras dan beberapa kardus mie instan, sebagai kado dari Kasatgas Elang, juga diterima oleh Gembala Paulus Meiseni dari Holomama dan Bertus Sani dari Galunggama, disaksikan oleh sejumlah warga yang ikut datang ke Posramil.

Tak sampai disitu. Setelah selesai menyerahkan kado di Pos Holomama, Anjas dan Poltak, didampingi Suryo dan beberapa Ksatria Tengkorak, berangkat menuju Kp. Sambili, Kampungnya Hengki Sani. Di Gereja Sambili, rombongan Anjas si Perdana Menteri, sudah ditunggu kehadirannya oleh Yusuf Sani, salah satu Tokoh Masyarakat di Kp. Sambili bersama sejumlah warga, jema'at Gereja Sambili. Betapa senangnya masyarakat menerima kado Natal dari Pangkostrad, karena belum pernah dirasakan di tahun-tahun sebelumnya. Apalagi kado berupa babi, hewan yang cukup mahal harganya di Intan Jaya, menjadi keharusan bagi masyarakat untuk dimasak dalam tradisi Bakar Batu.

Dalam perayaan Natal di Intan Jaya, jema'at Protestan melaksanakan tradisi Bakar Batu sebelum tanggal 25 Desember. Sementara bagi jema'at Katholik, acara Bakar Batu diselenggarakan setelah tanggal 25. Itulah kenapa, 10 ekor babi dan bahan makanan yang telah disiapkan oleh Raja Aibon, titipan dari para Pimpinan TNI-AD, diantar oleh para Sinterklaas di hari yang berbeda-beda, baik sebelum maupun sesudah tanggal 25 Desember.

Pada tanggal 23 Desember, dengan truk yang sudah dihias, diiringi alunan lagu-lagu Natal, rombongan Sinterklaas dipimpin Raja Aibon Kogila, mendatangi GKII Antiokia, untuk menyerahkan kado Natal dari KASAD dan para Ksatria Kostrad. Pendeta Timotius Miagonis, menyambut Raja Aibon di gapura GKII, dengan sangat senang. Kado dari Kasad dan Kasatgas Elang, diterima dengan penuh suka cita oleh jema'at Gereja.

“Hormat. Terima kasih. Luar biasa, terima kasih Komandan. Tuhan memberkati. Semoga Bapak bersama Anggota selalu diberkati terus. Amakanie,” ucap Pendeta Timotius Miagonis, yang juga merupakan Ketua Kelasis se-Kab. Intan Jaya.

Pada tanggal 27, di pagi hari, Sinterklaas Tengkorak menyiapkan diri untuk membawa kado Natal untuk jema'at Gereja Katolik di Wandoga, Mamba dan Tanah Putih. Bersama dengan para Prajurit Kopassus, Ksatria Kostrad dari Karawang ini, membuat masyarakat tak kuasa menitikkan air mata. Apalagi sehari sebelumnya, Lettu CZI Lase, Prajurit Komando seangkatan Raja Aibon Kogila, telah menyampaikan kepada para Tokoh Agama dan masyarakat di tiga Gereja tersebut, tentang rencana kedatangan Pasukan Kostrad dan Kopassus, untuk berbagi berkat Natal. Berkat sebagai kado istimewa dari Kasad, Pangkostrad, Kasatgas Elang, Keluarga Besar Tengkorak Kostrad, serta Prajurit Kopassus yang tergabung dalam Satgas Mandala.

Bersama Bapak Bernadus Kobogau, SE, putra suku Moni yang saat ini menjabat sebagai Kadispar Kab. Intan Jaya, sekaligus Plt. Staf Ahli Bid. Pemerintahan, Hukum dan Politik, Setda Prov. Papua Tengah, Raja Aibon Kogila dan rombongan berangkat dari Posramil Mamba menuju Kp. Wandoga. Letda Lase bersama Pasukan Kostrad dan Kopassus, sudah di halaman Gereja Wandoga, bersama masyarakat menyambut Raja Aibon Kogila, Bernadus Kobogau dan rombongan. Gembala Yakob Sondegau dari Bazemba turut serta, menyaksikan kebahagiaan jema'at Gereja Wandoga, menerima kado Natal dari Kasad dan para Prajurit TNI-AD.

"Saya mewakili Pimpinan kami di TNI, Bapak Jenderal Dudung, kemudian di Kostrad, Bapak Jenderal Maruli, mengucapkan selamat Nataru. Kami datang ke sini selama tiga bulan, kami banyak bercerita dengan teman-teman semua. Apa yang ada di depan, yang bisa kami berikan kepada Bapak-bapak, Mamak-mamak semuanya, ini bukan dari kami, tapi dari Tuhan. Semua ini dari Tuhan. Kita semua manusia hanya jalan saja, Tuhan semua yang kasih. Tuhan memberikan kami hati, berjalan sampai ke Intan Jaya ini untuk ketemu Bapak-bapak semua, Mamak-mamak semua, Anak-anak semua, itu sudah Tuhan yang punya rencana. Hidup kita, mati kita itu dari Tuhan semua, rejeki dari Tuhan. Sekali lagi, terima kasih telah menerima kami disini. Tidak mungkin kami bisa hadir disini kalo Bapak-bapak semua tidak terima kami disini. Semua karena kita semua bersaudara. Kemudian, saya punya Kakak satu (Bernadus Kobogau), beliau orang Moni juga. Titip sampaikan nanti ke Pejabat yang ada di atas, kita bangun Intan Jaya ini lebih bagus, agar masyarakat bisa disini lebih tenang. Terima kasih sudah menjadikan kami sebagai saudara. Syalom, Amakanie," ucap Raja Aibon Kogila di hadapan masyarakat Wandoga.

Terharu masyarakat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Raja Aibon Kogila. Tak terkecuali Bernadus Kobogau, karena selain merupakan warga asli suku Moni, juga merupakan Pejabat penting di Pemkab Intan Jaya. Mulai dari Tokoh Gereja, Bernadus Kobogau sebagai Perwakilan Pemerintah, hingga salah seorang Mamak yang mewakili suara hati masyarakat, turut berbicara di hadapan Raja Aibon Kogila.

"Saya kemarin mendapat laporan dari beliau-beliau, setelah mereka tiba (Satgas Yonif PR 305) banyak yang mereka membantu di Gereja, kemudian pelayanan. Kemarin saya tanggal 22, saya ketemu distribusi babi dari sini ke Galunggama, kemudian ke Holomama, juga Mamba. Sebenarnya saya merasa malu, karena saya dengan kapasitas saya sebagai Perwakilan Pemerintah, sesungguhnya itu yang harus dilakukan adalah Pemerintah. Tetapi semua fungsi ini diambil oleh teman-teman TNI dan Polri, lebih khusus lagi dari 305. Jadi, kami minta ma'af sebanyak-banyaknya di hadapan masyarakat. Saya juga sudah memberikan permohonan ma'af sama dua Gereja di bawah kemarin, Holomama dan Galunggama. Sesungguhnya di akhir-akhir ini, apalagi di Bulan Desember, sebenarnya kita punya Pemerintah sebagai fungsi pelayan, itu harus dilakukan. Memberikan sesuatu yang terbaik bagi rakyat, tetapi hal itu gagal semua, hal itu disebabkan oleh banyak faktor. Jadi, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada TNI di sini, karena fungsi ganda yang dilakukan TNI," ucap Bernadus Kobogau, SE, putra suku Moni yang saat ini menjabat sebagai Kadisparbud Kab. Intan Jaya, sekaligus Plt. Staf Ahli Bid. Pemerintahan, Hukum dan Politik, Setda Prov. Papua Tengah.

"Selama kami di sini, sampai dengan saat ini, memang walaupun ada Pejabat Intan Jaya, tapi tidak pernah tetap di tempat dan tidak pernah perhatikan. Tetapi, dari sejak dulu di sini sampai sekarang, kami dibantu oleh Bapak-bapak TNI sampai sekarang. Sehingga, kami mengucapkan banyak terima kasih atas nama Tokoh Wanita," ucap salah satu Tokoh Wanita dalam bahasa Moni, yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Rombongan Raja Aibon kemudian berangkat dari Wandoga ke Gereja Tanah Putih, tempat beribadah warga Amaesiga. Raja Aibon memutuskan, untuk menyerahkan kado Natal untuk jema'at Gereja Mamba di halaman Gereja Tanah Putih, bersamaan dengan jema'at Gereja Tanah Putih. Hal ini dilakukan, karena pada saat rombongan masih berada di Wandoga, beberapa kali letusan tembakan terdengar oleh para Ksatria Tengkorak yang sedang berpatroli di sekitar Kp. Mamba dan Sambili. Meskipun jaraknya cukup jauh, sekitar 800 m dari Posramil Mamba, namun tidak menutup kemungkinan para gerombolan KST datang mendekat, menggangu masyarakat yang akan menerima kado Natal dari para Pimpinan TNI-AD.

"Terima kasih Bapak TNI. Terima kasih Bapak Kasad, Bapak Pangkostrad. Komandan Raja Aibon Kogila luar biasa. Hormat, Amakanie. Kami tidak bisa membalas suatu apapun. Tuhan yang membalas kebaikan Bapak-bapak," ucap kedua Gembala dari Gereja Mamba dan Tanah Putih, yang bersama para jema'atnya menerima kado Natal dari Kasad, Pangkostrad, serta Prajurit Kostrad dan Kopassus di halaman Gereja Tanah Putih.

Besar harapan masyarakat Intan Jaya, untuk senantiasa berkumpul dengan para Prajurit TNI-AD, seperti Pasukan yang hadir di tengah-tengah mereka saat ini. Meskipun tidak semua sanggup mengutarakan karena keterbatasan bahasa, namun dari pandangan mereka, seolah ingin mengucapkan hal yang sama.

Selamat Natal buat saudara kami. Bahagia selalu masyarakat Intan Jaya. Para Ksatria Tengkorak Kostrad hanyalah utusan, yang mewakili ratusan ribu Prajurit TNI-AD Pimpinan Jenderal TNI, Dr. Dudung Abdurachman, SE, MM, yang hadir di tengah-tengah masyarakat, demi mengatasi segala kesulitan masyarakat. (Red/AP)