Jendela Sosial

IMG-20220811-WA0003

Antisipasi Penyalahgunaan Zat Kimia, Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Kelurahan Gunungpati Kenali Zat Aditif pada Makanan dan Minuman.

Foto Nayla Zahra Kamalia saat menerangkan materi edukasi untuk warga Gunungpati.

Jendela Jurnalis SEMARANG – Usai polemik kenaikan harga minyak goreng, memasuki awal bulan Juni harga bahan pokok seperti cabai dan bawang merah juga mengalami kenaikan di beberapa daerah. Kenaikan harga bahan pokok ini disebabkan karena kebutuhan akan bahan pangan yang terus meningkat setiap harinya dan dipengaruhi juga oleh situasi ekonomi global.

Hal tersebut dinilai dapat menyebabkan penurunan daya beli yang akan mengurangi kegiatan belanja masyarakat, dan dapat berdampak pula terhadap para pedagang, khususnya bagi pedagang olahan makanan maupun minuman. Juga akibat dari harga bahan pokok yang serba mahal, tetapi daya jual kemungkinan malah menurun, dikhawatirkan nantinya malah akan menjadi peluang bagi para pedagang nakal untuk menggunakan bahan-bahan kimia sebagai pengawet, penyedap maupun pewarna agar lebih menghemat biaya produksi dari produk mereka.

Dilatarbelakangi hal tersebut, Nayla Zahra Kamalia, Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Jurusan Kimia mengadakan sosialisasi dan edukasi mengenai zat-zat aditif yang ada pada makanan dan minuman kepada masyarakat RW 07, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Jumat (05/08/2022).

Foto suasana saat edukasi dan membagikan selebaran mengenai zat aditif kepada warga Gunungpati.

Kegiatan sosialisasi tersebut disambut baik dan dilaksanakan di salah satu rumah warga RW 07, terlihat mereka sangat antusias mengikuti edukasi dari materi yang diterangkan.

Terkait kegiatan tersebut, Nayla menerangkan bahwa sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk mengedukasi warga terkait apa itu bahan aditif dan juga untuk mengetahui macam-macam zat aditif, maupun tentang dampak dari zat aditif yang dikonsumsi melalui makanan.

"Sosialisasi ini dimaksudkan untuk mengedukasi warga mengenai apa itu bahan aditif, macam-macam zat aditif seperti pengawet, penyedap, pemanis contohnya aspartam dan pewarna dari bahan sintetis, dampak dari zat aditif bagi kesehatan, dan bahan kimia yang tidak boleh ditambahkan ke dalam makanan maupun minuman seperti formalin dan boraks." Terangnya.

Usai sosialisasi mengenai bahan aditif baik pada makanan dan minuman, Nayla juga menyampaikan harapannya, agar warga Gunungpati dapat lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan maupun minuman.

"Saya berharap agar warga Kelurahan Gunungpati khususnya RW 07 dapat lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan maupun minuman yang akan dikonsumsi untuk sehari-hari, dan lebih bijak lagi dalam hal menambahkan dan mengolah bahan aditif alami maupun sintetis ke dalam produk makanan dan minuman." Tutupnya. (NN).

IMG-20220810-WA0000

Mahasiswi KKN Undip Ubah Limbah Rumah Tangga Menjadi Produk Obat Nyamuk Semprot Alami Guna Cegah Penyakit DBD.

Foto Nayla Zahra Kamalia saat edukasi pembuatan obat nyamuk semprot alami bersama warga RW 07, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Semarang.

Jendela Jurnalis SEMARANG – Di samping meningkatnya kembali virus COVID-19, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang penyebab utamanya yaitu dari gigitan nyamuk Aedes aegypti juga mengalami peningkatan yang luar biasa akhir-akhir ini. Meningkatnya penyakit DBD ini dapat disebabkan karena peningkatan suhu akibat pemanasan global. Pasalnya, nyamuk akan lebih aktif menggigit pada suhu sekitar 26-35 derajat celsius.

Di tengah maraknya penyakit Demam Berdarah Dengue (BDB) ini, untuk meminimalisir penggunaan fogging, Nayla Zahra Kamalia, salah satu Mahasiswi Tim II KKN Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dari Jurusan Kimia, menciptakan sebuah produk obat nyamuk semprot menggunakan limbah kulit jeruk dan serai sebagai bahan utamanya.

Pembuatan produk obat nyamuk semprot tersebut, dikerjakan melalui edukasi oleh Nayla, dan diikuti secara antusias oleh Warga RW 07, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Jum'at (05/08/2022). Karena bagi warga disana, penyakit demam berdarah dirasa masih menjadi salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan.

Foto produk obat nyamuk semprot menggunakan bahan dasar limbah rumah tangga.

Umumnya, Pencegahan penyakit DBD sendiri banyak dilakukan melalui berbagai cara, seperti melalui penggunaan pemberantasan nyamuk menggunakan larvasida/pemberantas nyamuk berupa fogging maupun obat nyamuk semprot sintetis. Namun, perlu diketahui, penggunaan metode tersebut meskipun memberikan efek sekaligus kontribusi terbesar terhadap pencegahan penyakit DBD yang efektif menghindari gigitan nyamuk, bukan berarti metode tersebut aman dan dapat digunakan sebagai anti nyamuk untuk jangka waktu yang lama, karena biasanya mengandung bahan kimia seperti organoklorin, organofosfat, kabamat, piretroid, dan DEET.

Nayla menuturkan, produk obat nyamuk dari limbah rumah tangga tersebut berguna sebagai pengganti obat nyamuk sintetis dan lebih aman digunakan karena terbuat dari bahan alami.

"Produk obat nyamuk semprot dari limbah rumah tangga ini berguna sebagai pengganti obat nyamuk semprot sintetis, karena terbuat dari bahan alami sehingga lebih aman untuk digunakan dan tidak menimbulkan efek samping, serta bahan dasarnya mudah untuk didapatkan." Tuturnya kepada Jendela Jurnalis.

Kegiatan tersebut dimulai dengan pembagian poster pemaparan mengenai manfaat produk, seperti penjabaran dari kandungan utama kulit jeruk dan serai, yaitu limonene dan citronella yang dapat digunakan sebagai anti nyamuk, serta penjelasan bagaimana langkah-langkah membuat obat nyamuk semprot agar nantinya masyarakat dapat mempraktekannya sendiri.

Menurut Nayla, kegiatan tersebut tentunya sangat berguna untuk warga disana, dan ia juga berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya upaya pencegahan penyakit DBD, sehingga masyarakat dapat lebih bijak dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi sebuah produk bermanfaat.

"Kegiatan ini tentunya akan sangat berguna untuk warga RW 07 Kelurahan Gunungpati, dan saya berharap dengan adanya kegiatan ini, akan semakin banyak warga yang sadar, betapa pentingnya upaya pencegahan penyakit DBD, dan juga kedepannya agar masyarakat dapat lebih bijak dalam mengolah limbah rumah tangga, karena bisa menjadi produk yang lebih bermanfaat." Tambah Nayla mengungkapkan harapannya. (Red).

IMG-20220808-WA0006

Anniversary 11 Tahun Copaska, Berbagi Kebahagiaan Untuk 200 Anak Yatim.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka anniversary 11 Tahun Comunitas Pecinta Scooter Karawang (Copaska) pada 10 Muharam, yang juga bertepatan dan biasa dirayakan oleh Masyarakat Muslim Indonesia sebagai Lebaran Anak Yatim, Hari ini menggelar santunan untuk 200 anak yatim. Senin (08/08/2022).

Acara tersebut digelar di halaman rumah Kang Boma selaku Ketua Copaska, yang berlokasi di Dusun I, Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Dewan Pembina Copaska, Dewan Penasehat Copaska, perwakilan dari beberapa Komunitas Vespa lainnya, DKM Masjid Jamie Baeturrohman Sumurgede beserta Tokoh Pemuda setempat, ada juga Perwakilan dari SMK Taruna Karya Mandiri Tempuran, kemudian Pemuda Hijrah juga hadir dan turut memeriahkan acara melalui suguhan Akustik Sholawatan yang dibawakan oleh Gus Busaeri untuk menghibur peserta maupun anak yatim penerima santunan.

Usai disuguhkan Akustik Sholawat, sebelum acara inti yang merupakan acara santunan untuk anak yatim, terlebih dahulu panitia menggelar acara interaktif, dimana panitia mempersipkan pertanya'an seputar keagama'an, meliputi dari pengetahuan Agama Islam bagi para peserta dan tamu undangan, dan yang bisa menjawab pertanya'an dengan benar akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai maupun T-Shirt exclusive edisi Anniversari 11 Tahun Copaska.

Terkait acara tersebut, Boma selaku Ketua Copaska dalam sambutannya menuturkan bahwa acara santunan untuk anak yatim tersebut biasa digelar setiap tahun untuk memperingati Anniversary Copaska yang bertepatan pada Tanggal 10 Muharam.

"Untuk kegiatan seperti ini, Alhamdulilah rutin kita gelar setiap Anniversary, untuk waktunya biasanya digelar pada 10 Muharam. Karena memang Copaska didirikan mengikuti Tanggal di Tahun Islam." Tuturnya.

Ia juga menambahkan, untuk kegiatan tersebut pada tahun ini dirinya bersyukur karena dapat berbagi kebahagiaan untuk sekitar 200 anak yatim yang ada di 9 Kampung, meliputi dari 3 Kecamatan disekitar. Ia juga berterimakasih untuk para Dermawan yang sudah berkontribusi hingga terselenggaranya acara santunan tersebut.

"Hari ini Alhamdulilah kita bisa berbagi kebahagia'an kepada sekitar 200 anak yatim yang berada di 9 Kampung, meliputi dari 3 Kecamatan disekitar. Dan Insya Allah, semoga di Tahun berikutnya angka tersebut bisa bertambah. Terimakasih juga untuk para Dermawan yang sudah berkontribusi, sehingga acara santunan ini dapat kita selenggarakan." Tambahnya.

Suasana haru tampak menyelimuti acara puncak, yaitu acara santunan untuk 200 anak yatim yang diawali dengan simbolis diberikan oleh beberapa perwakilan Komunitas dan tamu undangan yang menghadiri acara tersebut.

Dan tak bisa dipungkiri, dari penampilan mereka yang secara kasat mata badannya terlihat penuh tatto, ternyata Ketaqwa'an, Keimanan dan jiwa kepedulian mereka dinilai lebih tinggi, terlihat dengan apa yang mereka lakukan dari sejak berdirinya Copaska, Hari ini hingga dalam perayaan Anniversary Tahun berikutnya yang akan berupaya untuk selalu menggelar acara Santunan bagi Anak Yatim dengan tetap mengusung Tema "Copaska Peduli". (NN).

IMG-20220605-WA0001

PKB Karawang Bersama Garda BMI Berhasil Pulangkan PMI Asal Tirtajaya Korban Nonprosedural.

Foto ramah tamah penyambutan PMI di Kantor Sekretariat DPC PKB Karawang.

Jendela Jurnalis Karawang -
Kasus pilu kembali menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Kabupaten Karawang, kasus tersebut menimpa Rohati Bin Warta asal Kampung Ciwaru, RT 06/03, Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya.

Kisahnya berawal dari keberangkatan Rohati pada sekitar 3 Tahun lalu. dalam masa kerja 2 Tahun disana Rohati tak menemukan kendala, namun disaat menginjak akhir masa kontraknya, oleh majikannya Rohati malah diantarkan ke Kantor Polisi disana, dengan dalih bahwa PMI tersebut tak mempunyai Surat Izin Tinggal dan waktu keberangkatannya ke Arab Saudi dinyatakan ilegal, yang mengakibatkan dirinnya dipenjara hingga hampir satu tahun lamanya.

Hal tersebutlah yang mendasari Manan sebagai Suami dari Rohati untuk berinisiatif membuat laporan kepada Garda BMI Karawang, lalu menguasakan sepenuhnya terhadap Garda BMI terkait upaya yang dilakukan, agar istrinya dapat terlepas dari jeratan hukum dan dapat segera dipulangkan.

Kemudian Garda BMI berkoordinasi dan berupaya bersama Dinas terkait untuk menindaklanjuti laporan tersebut, hingga akhirnya membuahkan hasil, Rohati akhirnya dibebaskan dari jeratan hukum dan dapat dipulangkan ke Indonesia pada Minggu (5/6/2022).

Untuk proses penjemputannya sendiri, Garda BMI kemudian berkoordinasi dengan BP2MI Pusat, juga berkoordinasi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPC Kabupaten Karawang, Hingga kemudian PKB pun membantu memfasilitasi, bahkan mengadakan acara penyambutan dikantor Sekertariat DPC sebagai bentuk syukur dan simpatinya terhadap Rohati sebagai Pejuang Devisa negara yang telah mengalami proses panjang penderitaannya diluar Negeri sana.

Pada acara penyambutan yang digelar oleh DPC PKB Karawang, dihadiri beberapa Pengurus Garda BMI Karawang, bahkan turut hadir juga Ali Nurdin Abdurrahman Ketua DPW Garda BMI Jawa Barat.

Foto suasana penjemputan kedatangan Rohati dikantor sekretariat DPC PKB Karawang.

Mulyana S.HI mewakili Ketua DPC PKB Karawang, yang juga sekaligus sebagai Dewan Pembina DPC Garda BMI Karawang, yang memimpin langsung acara penyambutan untuk Rohati tersebut, tak hanya itu, ia juga memberikan cinderamata hingga menjamu Rohati dikantor DPC PKB Karawang.

Foto pemberian cinderamata dari PKB Karawang ke Rohati.

Ketika diwawancara, Mulyana menuturkan bahwa hal tersebut adalah moment yang luar biasa bagi DPC PKB Kabupaten Karawang.

"Ini moment yang luar biasa bagi kami DPC PKB Kabupaten Karawang, atas upaya yang dilakukan teman-teman dari DPC Garda BMI yang berhasil memulangkan saudara kita yaitu Bu Rohati, setelah sekian lama mengalami tindakan ketidak adilan. Alhamdulilah hari ini kami sangat bangga, sangat senang sekali bisa menerima kepulangan dari Bu Rohati ini sebagai Pahlawan Devisa, Pejuang Keluarga." Tuturnya.

Mulyana juga berharap agar kedepannya tidak akan terjadi lagi kasus seperti ini, dimanapun selalu dalam keadaan sehat wal afiat, bisa bekerja dengan baik dan bisa memberikan penghidupan bagi keluarga yang ditinggal di Indonesia, sehingga bisa sejahtera.

"Mudah-mudahan agar kedepannya tidak akan terjadi lagi kasus seperti ini, Saudara-saudari kita PMI dimanapun selalu dalam keadaan sehat wal afiat, bisa bekerja dengan baik dan bisa memberikan penghidupan bagi keluarga yang ditinggal di Indonesia, sehingga bisa sejahtera." Tambahnya.

Begitupula dengan Manan selaku Suami dari Rohati, ketika diwawancara dirinya sampai berulang kali mengucapkan terimakasihnya terhadap semua pihak yang telah membantu permasalahan hingga proses pemulangan istrinya tersebut, sehingga hari ini istrinya dapat kembali ke kampung halamannya dan berkumpul kembali dengan keluarganya.

"Terimakasih untuk Garda BMI Karawang, PKB Karawang dan semua pihak yang telah membantu permasalahan sampai pemulangan istri saya, sampai akhirnya kami sekarang bisa berkumpul kembali. Sekali lagi saya ucapkan Terimakasih yang sebesar-besarnya." Ucapnya.

Usai acara penyambutan berlangsung, kemudian Rohati diantarkan ke Tirtajaya, dan disana ternyata Kepala Desa Srikamulyan pun turut menyambut kedatangan salah satu warganya yang sudah berhasil dipulangkan oleh Garda BMI, dan ia pun mengucapkan rasa terimakasihnya atas segala perhatian dan bantuan dari pihak terkait.

"Saya selaku Kades Srikamulyan, sangat berterimakasih atas bantuan yang telah dilakukan Garda BMI, PKB maupun semua pihak terkait yang terlibat untuk membantu proses pemulangan Rohati." Ucapnya.

Usai mengantarkan Rohati, Rasmana selaku Ketua Garda BMI Karawang juga menyampaikan bahwa terkait pemulangan tersebut tidak serta merta kasusnya telah selesai, dirinya mengaku akan mengambil langkah lebih lanjut terkait pertanggungjawaban dari pihak penempatan PMI yang terlibat didalamnya.

"Terkait pemulangan PMI ini, tidak serta merta kasusnya telah selesai ya, kami akan mengambil langkah lebih lanjut terkait pertanggungjawaban dari pihak penempatan PMI yang terlibat didalamnya." Tutupnya.
(NN).

IMG-20220420-WA0000

Giat Ramadhan, DPC MOI Karawang Berbagi Berkah Takjil

Foto pembagian takjil di bunderan Mall Ramayana.

Jendela Jurnalis KARAWANG - Para pengurus dan anggota DPC Media Online Indonesia (MOI) Kabupaten Karawang menyelenggarakan aksi sosial berbagi takjil kepada para pengguna jalan, Rabu (20/4/2022).

Ada dua titik pembagian 100 nasi kotak, yakni bunderan Mal Ramayana atau Ciplaz dan perempatan lampu merah Pasar Johar.

Foto pembagian takjil di perempatan lampu merah johar oleh beberapa Anggota DPC MOI Karawang.

Menurut Ketua DPC MOI Kabupaten Karawang, Latifudin Manaf, pembagian takjil yang dilakukan pihaknya bukan didasari latah atau ikut-ikutan pihak lain, tetapi karena memang pihaknya ingin berbagi berbaikan semata.

“Dengan disponsori Ayyubi Store, alhamdulillah acara ini bisa berjalan dengan baik. Semoga kegiatan ini bisa rutin kami lakukan di setiap bulan Ramadhan berikutnya,” ucapnya.

Setelah pembagian takjil selesai, acara ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota DPC MOI Kabupaten Karawang untuk membangun silaturahmi dan kebersamaan. (red).

IMG-20220415-WA0001-1

Goweser Berbagi Takjil, “Ngabuburide Bareng Komunitas GIR Cilamaya Kulon”

Foto beberapa goweser disela acara berlangsung.

Jendela Jurnalis Karawang - Dibulan Ramadhan yang penuh berkah ini, semua umat yang beragama islam tengah fokus dalam ibadahnya, bahkan banyak pula yang berlomba dalam hal kebaikan untuk mendapatkan pahala dalam melengkapi ibadahnya.

Berbagai kegiatan bertema religius pun banyak diselenggarakan setiap orang, pejabat politik maupun komunitas disetiap sudut daerah, dengan beragam tema seperti sahur on the road maupun buka bersama.

Seperti hal nya yang hari ini tengah digelar oleh Komunitas Goweser GIR Cilamaya Kulon (Gowes Iring-iringan Raramean), yang menggelar bakti sosial bagi-bagi takjil gratis menjelang berbuka puasa pada sore tadi disekitar jembatan Tempuran. tepatnya di Desa Tempuran, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Jum'at (15/04/2022).

Foto kegiatan berbagi takjil gratis.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar kurang lebih 30 orang anggota komunitas goweser GIR berjejer disepanjang jembatan, untuk membagikan takjil secara gratis kepada pengguna jalan yang melintas. Dengan mengenakan seragam khas ala goweser GIR, serta dengan memasang spanduk yang bertulisakan "Ngabuburide Bareng Duduluran, Bagi-bagi Takjil Bareng Goweser GIR" yang turut melengkapi berjalannya kegiatan tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Ido, salah satu pentolan dari Komunitas GIR tersebut menuturkan, bahwa ia berharap agar kegiatan tersebut dapat bermanfaat untuk masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.

"Semoga dalam acara berbagi takjil dari komunitas sepeda kami, bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan ini." Tuturnya.
(NN)

IMG-20220402-WA0001

GMC Volunteers Karawang Implementasikan Program Al-ma’un Charity Card di Rengasdengklok

Foto Relawan GMC Volunteers bersama masyarakat penerima manfa'at

Jendela Jurnalis Karawang - Global Moeslim Charity (GMC) Volunteers Karawang tengah mengimplementasika sebuah program yang dinamakan Al-ma'un Charity Card (ACC), yaitu sebuah kartu untuk penerima manfaat pangan dengan sasaran warga jompo yang masuk dalam kategori prasejahtera.

Kegiatan tersebut digelar di salah satu warung milik Ibu Yuni yang berlokasi di Dusun Krajan A RT 03, Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, pada Sabtu siang tadi. (02/04/2022). Dengan sasaran penerima manfaatnya adalah warga prasejahtera dari Dusun Krajan B RT 08, RW 04, Desa Kertasari.

Dalam kegiatan tersebut, tampak sekitar 4 orang Relawan yang mengenakan seragam GMC Volunteer tengah sibuk memberikan sosialisasi dan pelayanan untuk warga prasejahtera tersebut, yang mana metode pengambilannya adalah dengan menggunakan kartu yang dibagikan oleh Tim GMC untuk ditukarkan dengan 3 liter beras, 0.5 Kg telur dan 0.5 Kg minyak sayur.

Foto kegiatan pengambilan sembako

Ayu Riadiningsih, salah satu Relawan GMC Volunteers Karawang mengucapkan rasa syukurnya atas antusias masyarakat menyambut program dari GMC tersebut.

"Alhamdulillah, hari ini implementasi bantuan program Al-Ma'un Charity Card di salah satu warung sembako kecil milik ibu Yuni di Dusun Krajan A , RT 03 Desa Kertasari, yang mana masyarakat sangat antusias sekali ketika Tim GMC volunteers mengunjungi warung untuk membagikan paket Sembako dengan menggunakan Kartu dalam program Al-Ma'un Charity Card untuk membantu warga jompo prasejahtera mendapatkan sembako dimasa yang serba sulit ini, apalagi sekarang harga sembako kian hari semakin naik ." Ucapnya.

Siti Nurhasanah dan Nuraindi Antika juga menambahkan, antusiasme masyarakat sangat luar biasa, namun ia juga menyampaikan kekhawatirannya, karena lokasi warung yang berada dipinggir jalan.

"Dari antusiasme para warga penerima manfaat, terlihat mereka senang sekali dengan adanya program ini, meskipun terkendala jalan, panas, dan tertatih menuju warung, belum lagi kondisi warung yg benar-benar dipinggir jalan, sehingga jalanan macet dan khawatir ada penerima manfaat yang tersenggol kendaraan dll. Tapi Alhamdulilah kegiatannya berjalan dengan baik" Tambahnya.

(NN)

IMG-20220327-WA0001

Rayakan Anniversary Ke 1, Media Delik Santuni Puluhan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Foto kegiatan santunan CEO Media delik.co.id

Jendela Jurnalis KARAWANG - Media online delik.co.id menggelar rangkaian kegiatan hari ulang tahunnya (HUT) ke-1. Sabtu (26/3/2022) berlokasi di Cipaga Stone Park Tegalwaru, puluhan anak yatim piatu mendapat santunan sekaligus wisata ke kolam renang.
Kemudian pada Minggu (27/3/2022) berlokasi di Pondok Pesantren Sirojul Mubtadiin, Kelurahan Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, giliran 50 kaum dhuafa yang mendapat santunan sembako.

“Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT acara berlangsung dengan lancar dan menyenangkan,” kata CEO media online delik.co.id, Latifudin Manaf Minggu (27/3/2022).

Latifudin menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan 50 amplop untuk anak yatim piatu, dengan masing-masing anak mendapat Rp200 ribu. Namun kemudian kuota anak yatim piatu membengkak menjadi 63.

“Sementara untuk santunan sembako kaum dhuafa kami menyediakan masing-msaing penerima 5 kg beras premium, 1 kaleng sarden, gula 1 kg, 20 bungkus mi instan dan uang Rp50 ribu,” ujarnya yang juga Ketua DPC Media Online Indonesia (MOI) Kabupaten Karawang ini.

Latifudin mengucapkan terimakasih kepada semua donatur dan dermawan yang telah berpartisipasi kegiatan santunan delik.co.id.

“Semoga mereka panjang umur dan diberikan keberkahan rezekinya, amin ya rabbal alamin” doanya.
Latifudin berharap dengan usia yang masih sangat muda ini, media delik.co.id terus tetap berkarya dan makin jaya di masa depan.
“Perjalanan masih jauh, tapi setidaknya msaih bisa bertahan dalam kondisi apapun,” tutupnya.

Pengasuh Paguyuban Uwais Alqorni, Ustaz Heri, mengaku bersyukur anak yatim piatu asuhannya disantuni sekaligus diajak wisata oleh media online delik.co.id.

“Terus terang, baru ini anak asuh kami mendapat santunan sekaligus wisata. Mereka anak-anak senang sekali ketika dapat kabar mau dapat santunan sekligus diajak wisata,” ucapnya.
Emak Ati, penerima santunan sembako, mengaku sangat senang mendapat bantuan sembako dan sejumlah uang dari media delik.co.id. Apalagi saat ini momennya menjelang bulan Ramadhan.
“Terimakasih, semoga sembako ini bisa dimanfaatkan jelang awal Ramadhan,” tutupnya. (Red)

IMG-20220317-WA0000

Kepedulian Garda BMI Karawang, Terus Bergerak Bantu Pekerja Migran

Foto Sekretaris Garda BMI Karawang bersama keluarga AL

Jendela Jurnalis Karawang - Berdasarkan fakta yang sering terjadi, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja diluar negri selalu menyisakan banyak cerita, seperti tak ada hentinya.

Seperti kisah yang dialami seorang ibu asal Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang sebut saja AL (55), yang beberapa hari lalu informasinya masuk ke Garda Buruh Migran Indonesia (Garda BMI). Menurut informasi yang di dapat, AL sudah bekerja di Saudi Arabia selama kurang lebih 16 tahun, tepatnya dari sekitar Bulan Oktober 2006.

Dalam kurun waktu tersebut, AL dapat berkomunikasi dengan keluarganya hanya sekitar 1 tahun pertama saja, kala itu ia masih bisa mengirimi sejumlah uang untuk keluarganya, setelah itu AL tidak ada kabar beritanya lagi, kemudian pihak keluarga baru mendapatkan kabar dari AL lagi pada sekitar tahun 2009, kala itu AL berkabar bahwa katanya sedang diajak Umroh oleh majikannya, dan kata majikannya setelah Umroh AL akan diberikan izin pulang. Namun, lagi-lagi AL hilang kontak dengan keluarganya.

Kemudian, beberapa hari lalu AL menemukan cara untuk meminta bantuan ke Garda BMI Jeddah, Saudi Arabia, dan pihak Garda BMI Jeddah langsung berkomunikasi dengan Ali Nurdin selaku Ketua DPW Garda BMI Jawa Barat, untuk dapat menemukan keberada'an keluarga AL dengan berbekal alamat yang diberikan oleh AL.

Tak perlu waktu lama, usai mendapat informasi dari DPW Garda BMI Jawa Barat, melalui Toto Priyono, selaku Sekretaris DPC Garda BMI karawang langsung menemukan keberada'an keluarga dari AL, karena alamat yang diberikan AL itu berada di Wilayah Kabupaten Karawang, bahkan pada sa'at itu Toto Priyono bercerita dengan disambut tangis haru dari keluarga AL yang baru mendapatkan kabar berita setelah belasan tahun lamanya AL tak ada kabar beritanya. Rabu (16/03/2022).

Seperti yang dikatakan MS, salah satu adik kandung dari AL, ia mengaku dan sangat bahagia bisa mendengar kabar mengenai kakaknya.

"Alhamdulilah kakak saya sekarang ada kabar, keluarga udah bingung dan pasrah tadinya, karena nomor telepon majikannya yang waktu itu gak bisa dihubungi, minta tolong juga supaya AL bisa segera pulang dan bisa kumpul lagi sama keluarga" tuturnya.

Kemudian Toto Priyono ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa ia akan mengupayakan untuk memulangkannya, juga memastikan bahwa hak-hak AL selama bekerja disana harus terpenuhi.

"Mengenai proses pemulangannya Garda BMI akan mengupayakannya, tapi selain itu juga ada hal-hal yang harus di urus, mengenai dokumen dan lainnya, terlebih mengenai hak dan kewajibannya, ketika AL ini bisa dipulangkan nanti juga agar hak-hak dan lainnya harus sudah benar-benar beres, jadi nanti kita mau komunikasikan dulu dengan perwakilan Garda BMI disana." Ungkapnya.

(NN)

IMG-20220314-WA0002

Demi Rasa Kemanusiaan, DPC Garda BMI Karawang Bersama DPW Garda BMI Jabar Serius Tangani Permasalahan Pekerja Migran

Foto Sekjen Garda BMI Karawang bersama Ketua DpW Garda BMI Jawa Barat di kediaman salah satu keluarga PMI yang nasibnya memprihatinkan.

Jendela Jurnalis Karawang - Berbicara tentang Buruh Migran, selalu menyisakan banyak kisah, ada kisah bahagia karena kesuksesannya, ada pula beberapa kisah pilu yang di alami para pejuang devisa di luar negeri sana.

Seperti Kisah Ibu MY (30), salah satu Warga Dusun Bendasari 2, RT 12, RW 05, Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, yang diketahui sudah berada di Abha, Saudi Arabia selama kurang lebih 17 tahun. Namun, dengan kondisi yang terbilang memprihatinkan, yaitu bekerja dengan majikan yang katanya jahat dan tidak diperbolehkan pulang, seperti yang terlampir dalam postingan salah satu akun facebook yang bernama Rian Tantika, yang juga melampirkan video keada'an MY disana beberapa tahun lalu.

Diketahui bahwa postingan serupa juga pernah di upload sekitar tahun 2018 lalu, dan baru-baru ini pihak keluarga mempostingnya kembali dengan harapan agar dibantu KBRI/KJRI maupun lembaga lainnya yang berwenang.

Kasus tersebut sebenarnya sedang ditangani oleh Garda BMI Karawang, dan sudah dikuasakan oleh pihak Keluarga MY yaitu Dedi (39) sebagai suami MY ke Garda BMI Karawang sekitar tahun 2021 lalu, beberapa upaya pun sudah dilakukan oleh Garda BMI, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait, namun upaya tersebut nampaknya belum mendapat respon yang serius, dan belum mendapatkan hasil.

Foto dokumentasi Garda BMI pada Januari 2021 saat mendatangi keluarga MY.

Demi sebuah tanggung jawab dan rasa kemanusia'an, malam ini, Minggu (13/03/2022), DPC Garda BMI Karawang melalui Toto Priyono selaku Sekretaris, bahkan didampingi langsung oleh Ali Nurdin Abdurahman selaku Ketua DPW Garda BMI Jawa Barat, kembali bersilaturahmi ke kediaman Keluarga MY untuk kembali menindaklanjuti kasus tersebut, dengan didampingi pula oleh Sata Wijaya sebagai Kepala Dusun setempat.

Dalam Kunjungannya, Ali Nurdin Abdurahman menuturkan bahwa kunjungannya adalah untuk memastikan terkait kabar terakhir kepada keluarganya, dan ia juga berjanji akan membantu semaksimal mungkin dalam mengupayakan kepulangan MY tersebut.

"Kehadiran saya ke rumah keluarga MY itu bertujuan untuk ingin memastikan, barangkali ada kabar atau perkembangan terakhir melalui keluarganya, dan saya juga berjanji akan semaksimal mungkin untuk membantu kepulangan Ibu MY. Dan kita akan mempertegas lagi untuk penanganannya ke pihak terkait" tuturnya.

Kemudian Ali Nurdin juga menambahkan bahwa sebenarnya ia sangat berharap juga untuk bisa bertemu dengan Sponsor yang memberangkatkan MY waktu itu.

"Tadinya saya datang kesini pengennya bisa ketemu dengan Sponsornya, mau menanyakan terkait tanggungjawab dan keseriusannya dalam memberikan perlindungan terhadap MY, tapi saya coba telpon lewat Whatsapp tidak di angkat, saya juga denger katanya Sponsornya malah menyayangkan kemunculan berita tentang MY di media. Padahal, saya berharap bisa ada kerjasama, untuk kita bersama memecahkan dan menyelesaikan persoalan ini" tambahnya.

Sa'at dikonfirmasi, Dedi selaku suami dari MY mengungkapkan harapannya, agar istrinya dapat segera dibantu untuk dipulangkan dan diselesaikan permasalahannya, karena ia juga tak tega mendengar kabar tentang keprihatinan istrinya disana.

"Saya mah pengennya istri saya segera bisa pulang dan dibantu diselesaikan permasalahannya, gak tega sama istri, dan saya juga bingung mau berbuat apa." Ungkap Dedi penuh harap.

(NN)