Jendela Berita

IMG-20251204-WA0016

Banjir ROB Tak Menghalangi,Warga Tetap Ngoprek Jaring Seperti Lagi di “KOLAM RENANG” Pribadi

Foto Istimewa Warga Muara Gembong

Jendela Jurnalis Muara Gembong Meski banjir rob kembali mampir tanpa izin, warga setempat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa bahkan dengan gaya yang bikin senyum.

Dalam sebuah momen unik, terlihat seorang warga duduk santai di halaman rumah yang sudah berubah fungsi jadi “kolam renang musiman”, sambil serius memperbaiki jaring ikan. Tanpa alas, tanpa panggung, hanya air rob yang tenang dan kesabaran tingkat dewa.

“Santai aja, yang penting jaring beres. Air mah bonus,” ujar warga yang seolah menikmati spa air asin gratis ini.

Sementara sebagian orang mungkin akan panik kalau rumahnya kebanjiran, masyarakat pesisir justru tampak sudah menyatu dengan kondisi. Ada yang tetap nyuci, ada yang tetap masak, dan ada juga yang memperbaiki jaring sambil seperti menikmati pemandangan air yang mengalir pelan kaya suasana vila tepi danau versi rob.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa warga pesisir bukan hanya tangguh, tapi juga punya selera humor alami menghadapi keadaan. Karena kalau banjir datang tiap hari, mau marah capek sendiri mending dibawa santai sambil kerja.

Banjir rob boleh datang, tapi semangat hidup warga tetap mengapung. Bahkan kadang, lebih mengapung daripada barang-barang di halaman rumah mereka.(Red)

IMG-20251204-WA0008

Pasca Dilaporkan ke KPK oleh Presidium KAMI Karawang,Ketua Tim Jabar Istimewa Siap Bela KDM

Foto Istimewa Askun (Asep Kuncir)

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Asep Agustian SH. MH - Koordinator atau Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa (Jabis) - Kabupaten Karawang memastikan akan membela Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) habis-habisan, pasca dilaporkan ke KPK.

Sebelumnya diberitakan, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Karawang, H. Elyasa Budianto SH. MH telah melaporkan KDM ke KPK atas tuduhan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek normalisasi dan dugaan Abuse of Power atas pembongkaran bangunan liar (bangli) di Karawang Barat.

Asep Agustian mengakui, jika sebenarnya Elyasa Budianto merupakan salah seorang advokat senior di Karawang yang selama ini ia hormati. Namun demikian, hal tersebut tidak akan mempengaruhi Jabis Karawang di dalam perkara membela KDM yang telah dilaporkan ke KPK.

"Pak Elyasa lapor ke KPK, ya silahkan itu haknya. Tetapi Tim Jabis Karawang tidak akan tinggal diam. Saya pastikan Jabis Karawang akan bela habis-habisan KDM. Kita akan dampingi sampai titik darah penghabisan," tutur Asep Agustian, saat ditemui di kantornya, Rabu (3/12/2025) siang.

"Perangkat Jabis Karawang akan terus jalan. Tidak akan mengenal lelah dan waktu, seperti KDM yang siang malam keliling di masyarakat," timpal praktisi hukum 'nyentrik' yang kerap akrab disapa Askun (Asep Kuncir) ini.

Siapa saja Anggota Tim Hukum Jabis Karawang?

Sesuai dengan SK Tim Hukum Jabar Istimewa Nomor : 012/YTHJI/KPTS/V/2025, Askun mengungkapkan jika advokat yang tergabung dalam Jabis Karawang ada 12 orang yang dibagi menjadi empat tim.

Dan yang sering muncul dipublik khususnya mendampingi KDM di lapangan, yaitu Syarifudin SH. MH sebagai Koordinator Lapangan, serta anggotanya Ujang Suhana SH, Pontas Hutahaen SH dan Iwan Kurniawan SH. MH.

"Sengaja saya bagi menjadi empat tim, supaya fokus dalam penanganan perkaranya. Karena kan perkara hukum yang ditangani Jabis Karawang ini tidak hanya satu-dua perkara. Dan semuanya merupakan anggota PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) Karawang yang saya pimpin sendiri," terang Askun.

Alasan Askun Jarang Tampil di Publik

Askun juga mengungkapkan alasan dirinya jarang tampil di publik, khususnya saat mengawal langsung KDM di lapangan.

Askun menyatakan bahwa ia ingin memberikan kesempatan kepada advokat lain yang sudah ia percaya untuk berbuat di masyarakat.

"Saya sama sekali belum pernah bertemu dengan KDM, apalagi deket. Biarkan temen-temen yang lain saja yang berkontribusi terhadap pembangunan melalui program dan kebijakan KDM. Biarkan temen-teman yang lain tampil dalam membela perkara hukum masyarakat kecil," katanya.

"Dan saya cukup mem-back up dari belakang, sambil mendorong program dan kebijakan pembangunan lain dari kaca mata hukum PERADI. Yang penting kan koordinasi dengan Ketua Tim Jabis Jawa Barat berjalan," timpal Askun.

Askun Yakin KPK akan Objektif

Kembali terkait laporan KAMI ke KPK, Askun meyakini jika KPK akan bersifat objektif di dalam menerima dan menyelidiki atas laporan KAMI.

"Namanya juga baru laporan, ya pasti diterima kan!. Tapi kan nanti KPK juga akan mengkaji dulu laporannya seperti apa. Apakah benar status tanah yang dipersoalkan adalah tanah hak milik atau tanah negara," katanya.

"Terus soal Abuse of Power, apakah benar KDM 'one men show'. Karena yang kita tahui langkah KDM di Karawang Barat itu sudah ada MoU dengan PJT II, Jasa Marga dan BBWS," timpal Askun.

"Kami menilai apa yang dilakukan KDM di Karawang Barat itu sudah sangat luar biasa. Harusnya kita mendukung dan berterima kasih kepada KDM," timpal Askun lagi.

Jabis Karawang Pastikan Lapor Balik

Adapun perkara laporan Elyasa Budianto ke Polres Karawang yang melaporkan Kades Wadas, H. Junaedi yang dituduh melakukan dugaan penyerobotan lahan hak milik warga dalam proyek normalisasi Pemprov Jabar, Askun juga menegaskan jika Jabis Karawang telah menyiapkan 20 pengacara.

Dan ia memastikan bahwa Jabis Karawang akan melaporkan balik Elyasa Budianto,"Akhirnya sama-sama saling melaporkan. Ya, tinggal nanti diuji oleh Aparat Penegak Hukum (APH) mengenai siapa yang salah dan siapa yang keliru," tandas Askun.(Red)

IMG-20251204-WA0007

Rob Telan Kampung Bungin, Pemerintah Masih Sibuk Menutup Mata: Warga Sudah Lelah Menunggu Kepedulian yang Tak Pernah Datang

Kondisi Banjir Rob di Kampung Bungin

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Di atas sebilah bambu basah, seorang warga pesisir hanya bisa duduk memandangi kampungnya yang kembali terendam. Air rob mengalir pelan namun pasti, sementara harapan masyarakat tenggelam jauh lebih cepat daripada rumah-rumah mereka yang kini semakin rusak.

‎Pemandangan ini bukan lagi bencana, tapi bukti kegagalan bertahun-tahun.
‎Gagal melindungi, gagal hadir, gagal peduli.

‎Warga pesisir tidak menuntut kemewahan—mereka hanya ingin bisa tinggal di kampung mereka tanpa harus bertarung melawan air laut setiap hari. Tetapi pemerintah yang seharusnya berdiri di barisan depan justru paling dulu menghilang.

‎“Kami bukan minta istana, kami cuma minta jangan dibiarkan tenggelam,” ujar salah satu warga dengan suara bergetar, menahan kecewa yang sudah terlalu lama dipendam.

‎Rob terus naik. Abrasi semakin menggigit daratan.
‎Namun pemerintah masih asik dengan alasan lama yang terus diulang seperti kaset rusak: menunggu anggaran, menunggu program, menunggu laporan, menunggu persetujuan…
‎Sementara warga tak tahu lagi apa yang harus ditunggu selain kampung ini benar-benar habis digerogoti laut.

‎Dari dulu pemerintah datang kalau ada kamera, pergi kalau warga butuh.
‎Datang kalau mau pencitraan, menghilang ketika masyarakat meminta keadilan.
‎Pesisir seperti hanya menjadi tempat untuk dikunjungi — bukan untuk diselamatkan.

‎Kampung yang terendam ini seolah berkata keras:
‎“Bukan laut yang paling kejam, tapi ketidakpedulian.”

‎Setiap hari warga dihantam kenyataan pahit:

‎Rumah retak dan terendam

‎Jalan berubah jadi sungai asin

‎Aktivitas lumpuh

‎Nelayan kesulitan berangkat melaut

‎Anak-anak tumbuh di lingkungan yang semakin berbahaya


‎Dan pemerintah?
‎Masih sibuk rapat.
‎Masih sibuk janji.
‎Masih sibuk diam.

‎Sementara itu warga pesisir hanya bisa menyaksikan kampung mereka perlahan lenyap, bukan karena mereka tidak berjuang—tetapi karena perjuangan mereka tidak pernah didengar.

‎Jika keadaan ini terus dibiarkan, nanti sejarah akan mencatat, yang pertama kali merusak pesisir bukanlah gelombang besar, tetapi pengabaian yang dibiarkan menjadi kebiasaan.

‎Dan ketika kampung ini benar-benar hilang, pertanyaan yang paling pedas akan tetap menggantung, “Di mana pemerintah ketika kami masih punya kesempatan untuk diselamatkan?” pungkasnya. (RCF)*

IMG-20251204-WA0008

Bakal Calon Kepala Desa Pantai Bakti dari Kampung Bungin Siap Perjuangkan Penyelesaian Penderitaan Warga Pesisir

Tokoh Masyarakat Kampung Bungin

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Masyarakat Kampung Bungin kembali menaruh harapan besar pada salah satu putra daerah yang kini maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa Pantai Bakti. Sosok yang lahir dan besar di lingkungan pesisir itu menyatakan tekadnya untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini membelit kehidupan warga, khususnya di Kampung Bungin.

‎Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa penderitaan warga tidak boleh lagi dibiarkan berlarut-larut. Mulai dari abrasi yang mengikis daratan, banjir rob yang terus merendam rumah-rumah penduduk, persoalan infrastruktur yang tak kunjung tuntas, hingga lemahnya perhatian terhadap nelayan tradisional, semua menjadi fokus utama yang ingin ia benahi bila diberi amanah memimpin.

‎“Saya besar di Bungin, dan saya melihat sendiri bagaimana masyarakat menderita setiap hari. Sudah saatnya ada perubahan nyata, bukan janji. Kita tidak bisa lagi menunggu, kita harus bergerak untuk menyelamatkan Kampung Bungin dan pesisir Pantai Bakti,” ujarnya.

‎Warga menilai kehadiran bakal calon dari Kampung Bungin ini membawa angin segar. Banyak yang berharap sosok tersebut menjadi pemimpin yang benar-benar mengerti kondisi lapangan dan mau turun tangan dalam menyelesaikan masalah yang selama ini terkesan diabaikan.

‎“Sudah terlalu lama kami menghadapi abrasi, banjir rob, dan ketidakpastian. Kami butuh pemimpin yang hatinya ada untuk masyarakat pesisir,” ujar salah satu tokoh warga.

‎Dengan mengusung semangat perubahan dan keberpihakan kepada rakyat, bakal calon ini menegaskan bahwa fokus utamanya adalah pemulihan wilayah pesisir, penanganan bencana, penguatan ekonomi nelayan, serta peningkatan pelayanan desa agar masyarakat Muara Gembong bisa hidup lebih layak dan aman.

‎Pencalonan ini mendapat respons positif di berbagai kalangan, terutama karena latar belakangnya yang berasal langsung dari kampung yang paling terdampak bencana. Warga Bungin menyebut bahwa inilah saatnya suara pesisir benar-benar didengar dan diperjuangkan.

‎Pemilihan Kepala Desa Pantai Bakti diprediksi akan berlangsung ketat, namun harapan masyarakat jelas: mereka ingin pemimpin yang berani, jujur, dan memahami penderitaan kampung pesisir secara nyata. (RCF)*

IMG-20251203-WA0032

Presidium KAMI Karawang Bereaksi Keras atas Statement Salah Satu Tim Jabar Istimewa

Foto istimewa H.Elyasa Budianto Presidium KAMI

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Presidium Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) Kabupaten Karawang, H. Elyasa Budianto, SH.MH, bereaksi keras terkait adanya statement dari salah satu tim pengacara Jabar Istimewa, Ujang Suhana yang menyatakan proyek normalisasi sudah tepat untuk kepentingan masyarakat dalam mencegah banjir tahunan.

Menurut Elyasa, sebelum menyampaikan pendapatnya, seharusnya beliau turun ke lokasi normalisasi, bedah lokasi darimana di mulainya normalisasi tersebut dan bermuara dimana aliran air nya, harus di kaji terlebih dahulu dari hulu ke hilir.

"Dimana logikanya normalisasi tersebut untuk mencegah banjir di masyarakat, KAMI berpijak pada lahan milik ahli waris Data bin Adon yang dimana lokasi tersebut hanya ada aliran air tersier yang memiliki lebar hanya 50-60 CM lalu tiba tiba membesar, di lokasi tersebut tidak ada potensi air besar di aliran tersebut, malah normalisasi tersebut dapat berpotensi menimbulkan banjir lebih besar di wilayah Sumedangan desa Purwadana dimana menjadi titik pertemuan aliran sungai Citarum dan sungai Cibeet," ungkapnya, Rabu (3/12/2025)

Di kesempatan ini, Elyasa menanggapi adanya wacana pihaknya akan dilaporkan balik ke Polda Jawa Barat oleh tim pengacara Jabar Istimewa atas dugaan pencairan baik dan tuduhan tidak mendasar.

Elyasa mengatakan, sah sah saja pelaporan tersebut, saya tidak berdiri di atas hak imunitas saya sebagai Lawyer, saya berpedoman pada Undang-Undang KPK tentang perlindungan saksi dan pelapor, silahkan saja laporkan, nanti pihak Polda Jawa Barat akan menilai dimana awal titik persoalan ini.

"KAMI tetap berpedoman pada kebenaran, apa pun halang rintangnya, biar pun kami di bully di caci maki oleh Buzzer di media sosial, KAMI akan tetap fight di jalur hukum, agar permasalahan normalisasi ini dapat menemui titik terang," tandasnya.(Red)

IMG-20251203-WA0026

Gelar Silaturahmi, AMKI dan Dishub Karawang Bahas Informasi Transportasi Daerah

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Karawang melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang dalam rangka memperkuat komunikasi serta membangun kolaborasi penyebaran informasi publik, Rabu (3/12/2025).

Silaturahmi tersebut dibuka oleh Sekretaris AMKI Karawang, Rd. Cholil Arief. Ia menyampaikan bahwa AMKI dan Dishub memiliki peran yang saling melengkapi dalam pelayanan publik, khususnya terkait penyampaian informasi transportasi di daerah.

"Jika Dishub mengatur arus kendaraan, maka AMKI mengatur arus pemberitaan di internal organisasi dan dalam ruang informasi publik. Karena itu, kolaborasi keduanya menjadi penting agar pesan yang disampaikan ke masyarakat dapat berjalan lancar, tertib dan jelas," ujar Cholil.

Lebih lanjut Ketua AMKI Karawang, Endang Nupo, dalam kesempatan tersebut turut memperkenalkan AMKI sebagai organisasi media berbasis konvergensi yang menaungi berbagai platform digital.

"AMKI Karawang hadir sebagai wadah media profesional yang siap bersinergi dengan pemerintah daerah. Kami ingin berperan dalam mendukung program-program pembangunan melalui penyampaian informasi yang akurat, konstruktif dan mengedepankan edukasi," katanya.

Kunjungan AMKI Karawang diterima oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Karawang, Ade Safrudin, yang menyambut baik inisiatif silaturahmi tersebut.

"Kami mengapresiasi kedatangan AMKI. Informasi transportasi, keselamatan berkendara dan edukasi publik sangat memerlukan dukungan media. Dishub tentu terbuka untuk bekerjasama agar informasi yang kami sampaikan dapat diterima masyarakat secara luas," ungkap Ade.

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan ditutup dengan pembahasan rencana kerjasama publikasi serta dukungan informasi terkait program Dishub dalam peningkatan ketertiban dan keselamatan lalu lintas di Kabupaten Karawang. (Red)

IMG-20251203-WA0010

In House Training Pancawaluya di SMAN 5 Karawang Resmi Dibuka

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Sinar mentari pagi seolah turut menyemangati para guru SMAN 5 Karawang (Smanli) yang berkumpul untuk mengikuti In House Training (IHT) Pancawaluya. Aula sekolah menjadi saksi bisu semangat baru yang terpancar dari wajah-wajah pendidik yang siap menimba ilmu.

Selama dua hari, mulai Selasa, 2 Desember, hingga Rabu, 3/12/2025, para guru mengikuti pelatihan intensif yang merupakan bagian dari program prioritas Jawa Barat. Program yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ini bertujuan membentuk karakter yang kokoh dan humanis bagi seluruh insan pendidikan.

Kepala SMAN 5 Karawang, Dr. Epul Saepul, S.Pd.I, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan ini. Untuk memastikan materi tersampaikan dengan optimal, Smanli menghadirkan dua narasumber yang kompeten dan inspiratif: Dr. Anggy Giri Prawiyogi, M.Pd., M.Sn. (praktisi/dosen), dan Eja Suteja, M.Pd. (pengawas pendamping).

Para guru tampak antusias mengikuti setiap sesi, menunjukkan komitmen mereka untuk menyerap ilmu dan nilai-nilai luhur yang akan mereka implementasikan di ruang kelas.

Dalam sambutan pembukaannya, Dr. Epul Saepul menyampaikan visi besarnya bagi seluruh warga Smanli. Ia menekankan bahwa Pancawaluya bukan sekadar program, melainkan filosofi hidup yang harus diinternalisasi.

"Dengan IHT Pancawaluya, mudah-mudahan warga Smanli, baik siswa, guru, maupun tata usaha, menjadi warga yang memiliki karakter Pancawaluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer)," ujar Dr. Epul dengan penuh harap.

Karakter Pancawaluya mencakup lima pilar utama: Cageur (Sehat/Bugar), Bageur (Baik hati), Bener (Jujur dan Benar), Pinter (Cerdas), dan Singer (Terampil/Mampu).

SMAN 5 Karawang bertekad mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan fisik yang kuat. IHT ini menjadi langkah awal yang inspiratif untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, berbudi luhur, berilmu, dan berdaya saing di Karawang.(Red)

IMG-20251203-WA0005

Sambangi Disdikpora dan Diskominfo,AMKI Karawang Perkenalkan Program Kerja Organisasi

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Karawang memulai rangkaian kunjungan silaturahmi ke sejumlah instansi pemerintah daerah dalam rangka memperkenalkan keberadaan dan program kerja organisasi.

Kunjungan perdana dilakukan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, H. Wawan Setiawan, dan dilanjutkan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karawang bertemu Kepala Dinas, Poltak S.ML. Toruan.

Ketua AMKI Karawang, Endang Nupo menyampaikan, bahwa silaturahmi ini menjadi langkah awal membangun hubungan kolaboratif dengan pemerintah daerah terkait peran media konvergensi dalam penyebaran informasi yang akurat dan edukatif.

"AMKI hadir sebagai wadah bagi media-media konvergensi di Karawang, dan kami ingin memastikan sinergi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam mendukung ekosistem informasi yang sehat di daerah. Hari ini kami memperkenalkan organisasi sekaligus menyampaikan komitmen untuk bermitra secara konstruktif," ujar Endang, Selasa (2/12/2025).

Rombongan AMKI dipimpin langsung oleh Endang Nupo bersama Sekretaris AMKI, Rd. Cholil Arief, Bendahara AMKI, Yanto Mulyana, serta sejumlah pengurus lainnya. Dalam pertemuan tersebut, AMKI juga memaparkan fokus kerja organisasi, termasuk penguatan kapasitas anggota, peningkatan standar profesionalisme media, serta kontribusi dalam publikasi kegiatan pemerintah daerah.

Kepala Disdikpora Karawang, H. Wawan Setiawan, menyambut baik kehadiran AMKI dan berharap kolaborasi dapat mendukung penyebarluasan informasi pendidikan, kepemudaan dan olahraga kepada masyarakat. Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Karawang, Poltak, mengapresiasi inisiatif AMKI yang dinilai selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan media yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Endang menegaskan bahwa AMKI akan terus melakukan kunjungan ke berbagai instansi, lembaga, serta komunitas untuk membangun jejaring kemitraan dan memperkuat peran media konvergensi di Karawang.

"Kami ingin memastikan AMKI dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi anggota maupun bagi masyarakat luas melalui pemberitaan yang profesional dan berimbang," ungkapnya.

Rangkaian silaturahmi ini menjadi bagian dari persiapan AMKI Karawang dalam memperluas kolaborasi dan memperkuat struktur organisasi menjelang agenda-agenda besar yang akan dijalankan pada tahun mendatang. (Red)

IMG-20251202-WA0009

Kapal Jaring Arad Masuk Pesisir, Nelayan Tradisional Muara Bungin Geram: “Apakah Mereka Tidak Sadar Mereka Sedang Merusak?”

Kapal yang Diduga Menggunakan Jaring Arad

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Suasana perairan kembali memanas. Hasil pantauan lapangan menunjukkan kapal-kapal jaring arad dengan bebasnya menyisir pinggir pantai, tepat di wilayah tangkap nelayan tradisional yang terletak di Muara Kampung Bungin, Belasi. Sebuah tindakan yang semakin hari semakin tak terkendali, meninggalkan luka bagi para nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya pada laut yang sama.

‎Nelayan tradisional kembali mempertanyakan nurani para pengguna arad itu, “Apakah mereka tidak sadar kalau yang mereka lakukan itu merusak? Apakah mereka hidup hanya untuk hari ini, tanpa peduli masa depan anak cucu mereka sendiri?” ucap seorang nelayan dengan nada kecewa yang berubah menjadi amarah tertahan.

‎Jaring arad yang dioperasikan di perairan dangkal bukan hanya meratakan biota laut, tetapi juga merobek masa depan ekosistem. Nelayan tradisional setiap hari menyaksikan bagaimana kapal-kapal itu melaju bebas, seolah-olah tidak ada aturan, tidak ada pengawasan, dan tidak ada hati nurani.

‎“Kami ini bukan musuh. Kami mencari makan dengan cara yang benar. Tapi kalau dibiarkan seperti ini, yang hancur bukan hanya laut, tapi hidup kami.”

‎Keluhan demi keluhan sudah disampaikan, tetapi tindakan nyata seolah tidak pernah datang. Para nelayan merasa negara hadir hanya ketika ada seremoni, bukan ketika mereka benar-benar membutuhkan pertolongan.

‎Masyarakat pesisir menegaskan bahwa laut bukan warisan satu orang, tetapi milik bersama generasi ke generasi. Jika dirusak hari ini, maka yang hilang bukan hanya ikan dan terumbu dasar laut, tetapi masa depan seluruh komunitas pesisir.

‎“Apakah mereka hidup hanya sekarang? Apakah mereka tega meninggalkan laut yang rusak untuk anak cucu mereka?” kata seorang tokoh pesisir dengan suara bergetar menahan amarah.

‎Nelayan Muara Bungin menuntut penertiban nyata, bukan teori, bukan janji, bukan sekadar tatap muka. Karena bagi mereka, jika laut rusak, maka hidup mereka ikut terkubur di dalamnya. (RCF)*

IMG-20251202-WA0010

Nelayan Hilang di Muara Bendera, RTKB Kampung Bungin Lakukan Penyisiran dan Pencarian Korban

Foto saat pencarian korban

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Tim RTKB (Relawan Tangguh Kampung Bungin) hari ini bergerak cepat turun ke perairan Muara Bendera untuk melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang saat aktivitas melaut. Dengan menggunakan perahu tradisional dan perlengkapan seadanya, para relawan menyisir area demi area di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.

‎RTKB terlihat bekerja tanpa henti, menghadapi panas terik dan gelombang naik-turun yang cukup menantang. Di bawah naungan terpal seadanya, para relawan tetap fokus memantau permukaan laut sambil mengoperasikan perahu untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban.

‎“Kami dari RTKB tidak menunggu. Begitu mendengar kabar, kami langsung turun ke laut. Ini panggilan kemanusiaan,” ujar salah satu anggota RTKB yang ikut dalam pencarian.

‎Meski keterbatasan peralatan menjadi kendala, semangat para relawan tidak surut. Mereka menyisir jalur yang menurut pengalaman para nelayan sering menjadi arus membawa benda atau orang yang jatuh ke laut. RTKB juga terus memperbarui titik koordinasi untuk memastikan area pencarian lebih terarah.

‎Aksi cepat ini menjadi bukti bahwa RTKB terus hadir di garda terdepan setiap kali terjadi keadaan darurat di wilayah pesisir Muara Gembong. Hingga berita ini diturunkan, tim RTKB masih berada di laut melanjutkan pencarian dengan penuh kehati-hatian dan harapan korban segera ditemukan. (RCF)*