Jendela Berita

IMG-20251203-WA0005

Sambangi Disdikpora dan Diskominfo,AMKI Karawang Perkenalkan Program Kerja Organisasi

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Karawang memulai rangkaian kunjungan silaturahmi ke sejumlah instansi pemerintah daerah dalam rangka memperkenalkan keberadaan dan program kerja organisasi.

Kunjungan perdana dilakukan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, H. Wawan Setiawan, dan dilanjutkan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karawang bertemu Kepala Dinas, Poltak S.ML. Toruan.

Ketua AMKI Karawang, Endang Nupo menyampaikan, bahwa silaturahmi ini menjadi langkah awal membangun hubungan kolaboratif dengan pemerintah daerah terkait peran media konvergensi dalam penyebaran informasi yang akurat dan edukatif.

"AMKI hadir sebagai wadah bagi media-media konvergensi di Karawang, dan kami ingin memastikan sinergi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam mendukung ekosistem informasi yang sehat di daerah. Hari ini kami memperkenalkan organisasi sekaligus menyampaikan komitmen untuk bermitra secara konstruktif," ujar Endang, Selasa (2/12/2025).

Rombongan AMKI dipimpin langsung oleh Endang Nupo bersama Sekretaris AMKI, Rd. Cholil Arief, Bendahara AMKI, Yanto Mulyana, serta sejumlah pengurus lainnya. Dalam pertemuan tersebut, AMKI juga memaparkan fokus kerja organisasi, termasuk penguatan kapasitas anggota, peningkatan standar profesionalisme media, serta kontribusi dalam publikasi kegiatan pemerintah daerah.

Kepala Disdikpora Karawang, H. Wawan Setiawan, menyambut baik kehadiran AMKI dan berharap kolaborasi dapat mendukung penyebarluasan informasi pendidikan, kepemudaan dan olahraga kepada masyarakat. Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Karawang, Poltak, mengapresiasi inisiatif AMKI yang dinilai selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan media yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Endang menegaskan bahwa AMKI akan terus melakukan kunjungan ke berbagai instansi, lembaga, serta komunitas untuk membangun jejaring kemitraan dan memperkuat peran media konvergensi di Karawang.

"Kami ingin memastikan AMKI dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi anggota maupun bagi masyarakat luas melalui pemberitaan yang profesional dan berimbang," ungkapnya.

Rangkaian silaturahmi ini menjadi bagian dari persiapan AMKI Karawang dalam memperluas kolaborasi dan memperkuat struktur organisasi menjelang agenda-agenda besar yang akan dijalankan pada tahun mendatang. (Red)

IMG-20251202-WA0009

Kapal Jaring Arad Masuk Pesisir, Nelayan Tradisional Muara Bungin Geram: “Apakah Mereka Tidak Sadar Mereka Sedang Merusak?”

Kapal yang Diduga Menggunakan Jaring Arad

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Suasana perairan kembali memanas. Hasil pantauan lapangan menunjukkan kapal-kapal jaring arad dengan bebasnya menyisir pinggir pantai, tepat di wilayah tangkap nelayan tradisional yang terletak di Muara Kampung Bungin, Belasi. Sebuah tindakan yang semakin hari semakin tak terkendali, meninggalkan luka bagi para nelayan kecil yang menggantungkan hidupnya pada laut yang sama.

‎Nelayan tradisional kembali mempertanyakan nurani para pengguna arad itu, “Apakah mereka tidak sadar kalau yang mereka lakukan itu merusak? Apakah mereka hidup hanya untuk hari ini, tanpa peduli masa depan anak cucu mereka sendiri?” ucap seorang nelayan dengan nada kecewa yang berubah menjadi amarah tertahan.

‎Jaring arad yang dioperasikan di perairan dangkal bukan hanya meratakan biota laut, tetapi juga merobek masa depan ekosistem. Nelayan tradisional setiap hari menyaksikan bagaimana kapal-kapal itu melaju bebas, seolah-olah tidak ada aturan, tidak ada pengawasan, dan tidak ada hati nurani.

‎“Kami ini bukan musuh. Kami mencari makan dengan cara yang benar. Tapi kalau dibiarkan seperti ini, yang hancur bukan hanya laut, tapi hidup kami.”

‎Keluhan demi keluhan sudah disampaikan, tetapi tindakan nyata seolah tidak pernah datang. Para nelayan merasa negara hadir hanya ketika ada seremoni, bukan ketika mereka benar-benar membutuhkan pertolongan.

‎Masyarakat pesisir menegaskan bahwa laut bukan warisan satu orang, tetapi milik bersama generasi ke generasi. Jika dirusak hari ini, maka yang hilang bukan hanya ikan dan terumbu dasar laut, tetapi masa depan seluruh komunitas pesisir.

‎“Apakah mereka hidup hanya sekarang? Apakah mereka tega meninggalkan laut yang rusak untuk anak cucu mereka?” kata seorang tokoh pesisir dengan suara bergetar menahan amarah.

‎Nelayan Muara Bungin menuntut penertiban nyata, bukan teori, bukan janji, bukan sekadar tatap muka. Karena bagi mereka, jika laut rusak, maka hidup mereka ikut terkubur di dalamnya. (RCF)*

IMG-20251202-WA0010

Nelayan Hilang di Muara Bendera, RTKB Kampung Bungin Lakukan Penyisiran dan Pencarian Korban

Foto saat pencarian korban

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Tim RTKB (Relawan Tangguh Kampung Bungin) hari ini bergerak cepat turun ke perairan Muara Bendera untuk melakukan pencarian terhadap nelayan yang hilang saat aktivitas melaut. Dengan menggunakan perahu tradisional dan perlengkapan seadanya, para relawan menyisir area demi area di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban.

‎RTKB terlihat bekerja tanpa henti, menghadapi panas terik dan gelombang naik-turun yang cukup menantang. Di bawah naungan terpal seadanya, para relawan tetap fokus memantau permukaan laut sambil mengoperasikan perahu untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban.

‎“Kami dari RTKB tidak menunggu. Begitu mendengar kabar, kami langsung turun ke laut. Ini panggilan kemanusiaan,” ujar salah satu anggota RTKB yang ikut dalam pencarian.

‎Meski keterbatasan peralatan menjadi kendala, semangat para relawan tidak surut. Mereka menyisir jalur yang menurut pengalaman para nelayan sering menjadi arus membawa benda atau orang yang jatuh ke laut. RTKB juga terus memperbarui titik koordinasi untuk memastikan area pencarian lebih terarah.

‎Aksi cepat ini menjadi bukti bahwa RTKB terus hadir di garda terdepan setiap kali terjadi keadaan darurat di wilayah pesisir Muara Gembong. Hingga berita ini diturunkan, tim RTKB masih berada di laut melanjutkan pencarian dengan penuh kehati-hatian dan harapan korban segera ditemukan. (RCF)*

IMG-20251202-WA0012

DKM Masjid Agung Karawang Dilantik, Ini Susunannya

‎Jendela Jurnalis Karawang JABAR Pelantikan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Agung Karawang, Periode 2005-2029 dilaksanakan di aula Husni Hamid komplek plaza Pemda Karawang, Selasa (2/12/2025).

‎Pengurus DKM Masjid Agung Dilantik oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Karawang.

‎KEPUTUSAN BUPATI KARAWANG
‎LAMPIRAN
‎NOMOR 100.3.3.2/Kep.383 Huk/2025
‎TANGGAL 1 Oktober 2025

‎SUSUNAN DAN PERSONALIA MASJID AGUNG KARAWANG
‎PERIODE TAHUN 2025-2029

‎A. Dewan Pembina
‎1. Bupati Karawang
‎2. Kapolres Karawang.
‎3. Dandim 0604 Karawang
‎4. Kepala Kejaksaan Negeri Karawang
‎5. Ketua DPRD Kabupaten Karawang
‎6. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
‎Karawang,
‎7. Ketua MUI Kabupaten Karawang

‎B. Dewan Penasihat
‎1. H. Asep Aang Rahmatullah, S.ST.P, MP.
‎2. Dr. H. A. Kosim, Lc, M. Pd.;
‎3. K.H. Asep Scafudin Hamidi.;
‎4. Drs. Wawan Setiawan;
‎5. H. Nurhasan;
‎6. H. Uyeh;
‎7. Drs. H. U. Subardi;

‎Dewan Pengawas
‎1. Drs. K.H. Asep Nazarudin, M.A.;
‎2. H. E. Kosasih;
‎3. H. Andi La Ode;
‎4. R.H. Andan Purnama;
‎5. H. Rush Jawana;
‎6. Bambang Pujiadi, S.T.;
‎7. Robby Satria Mulia;

‎Ketua
‎: H. Zeni Zaelani

‎E. Wakil Ketua
‎1. K.H. Aef Syaifullah Ahmad, S.S.;
‎2. H. Asep Kurniawan, S.H.;

‎F. Sekretaris
‎: Ifan R Fansuri;

‎G. Wakil Sekretaris
‎1. lif Fahmi, S. Sos.;
‎2. Ary Dwi Kurniawan, S.H., M.H.;

‎H. Bendahara
‎: Nurali, M.Pd.;

‎I. Wakil Bendahara
‎1. H. Iwan HS Nurhasanah;
‎2. Enjat Sudrajat, S.E.;

‎J. Bidang Idaroh
‎Ketua
‎: Drs. Jaa Maliki, M.H.;
‎Sekretaris
‎: Ahmad Nahrowi, S.H.I.;
‎Anggota
‎1. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda
‎Kabupaten Karawang,
‎2. H. TB Asyiri, SQ;
‎3. Syarif Hidayat, S.E.

‎Dalam sambutan pertamanya, Ketua DKM yang baru mengatakan bahwa DKM itu mengurus umat.

‎"Kalau nyebut DKM itu jangan cepat-cepat, kalau terlalu cepat jadinya MDK, yaitu Mengurus Duit Koropak," ungkapnya.(Red)

IMG-20251202-WA0001

Nelayan Hilang di Muara Bendera, RTKB Siap Lakukan Pencarian Hingga Tanjung Karawang

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Seorang nelayan bernama Muhamad Yatim (41) dilaporkan hilang saat mencari rajungan di perairan Muara Bendera, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, pada Minggu malam (30/11/2025). Korban terakhir terlihat sekitar pukul 21.10 WIB ketika sedang melakukan aktivitas melaut ngobor rajungan.

‎Menurut laporan yang dihimpun dari Pokmaswas Laut Jaya Bahari, gelombang laut pada saat kejadian cukup besar. Korban diduga terpeleset dan jatuh ke laut ketika mencoba mencaduk rajungan. Hingga malam hari, korban tidak kembali ke darat.

‎Saksi bernama Wandi (40), sesama nelayan setempat, menyebutkan bahwa korban sempat terlihat beberapa saat sebelum kejadian. Namun setelah gelombang meninggi, korban tidak lagi terlihat di sekitar lokasi.

‎Masyarakat nelayan bersama Pokmaswas telah melakukan pencarian awal secara mandiri, namun hingga Senin pagi korban belum ditemukan.

‎RTKB Turun Tangan, Siapkan Pencarian Besar di Hari Selanjutnya

‎Relawan Tanggap Kampung Bungin (RTKB) menyatakan telah menerima laporan resmi terkait hilangnya Muhamad Yatim. Setelah melakukan koordinasi bersama unsur masyarakat, RTKB menegaskan dirinya siap menurunkan tim penuh pada esok hari.

‎Ketua RTKB menyampaikan, “Kami menerima laporan lengkap dari Pokmaswas Laut Jaya Bahari. Mulai besok pagi, seluruh anggota RTKB akan bergerak melakukan pencarian menggunakan perahu masing-masing. Area pencarian akan difokuskan dari Kampung Bungin hingga Tanjung Karawang,” ucapnya.

‎Menurutnya, penyisiran akan dilakukan dari garis pantai hingga ke tengah perairan, mengikuti arah arus dan pola angin yang biasa terjadi di wilayah Muara Gembong.

‎Menunggu Operasi Basarnas Jakarta

‎Pokmaswas telah mengirim laporan resmi ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jakarta. Dalam laporan tersebut terlampir identitas korban, waktu kejadian, titik lokasi, serta keterangan saksi.

‎Sambil menunggu operasi resmi dari Basarnas, masyarakat nelayan setempat terus melakukan pemantauan di bibir pantai dan area sekitar lokasi korban terakhir terlihat.

‎RTKB mengajak semua pihak tetap waspada, tenang, serta tidak mengambil langkah yang membahayakan diri selama proses pencarian berlangsung.

‎Situasi Terakhir

‎Hingga berita ini diterbitkan, korban belum ditemukan. Tim gabungan diperkirakan mulai melakukan pencarian terpadu besok pagi dengan skala lebih luas. (RCF)*

IMG-20251201-WA0014

Tiang Listrik Hampir Ambruk di Muara Kampung Bungin, Tokoh Pemuda: “Kalau ini dibiarkan, berarti keselamatan kami tidak dianggap!”

Kondisi tiang listrik

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Satu tiang listrik di tepi sungai Muara Kampung Bungin kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan warga. Abrasi yang semakin parah membuat tanah penopang tiang terkikis habis, hingga tiang berdiri nyaris menggantung di atas air. Setiap hari warga hidup dalam ketakutan—bukan hanya takut listrik padam, tetapi takut tiang besi itu ambruk menimpa perahu nelayan yang melintas.

‎Kemarahan warga pun memuncak. Mereka menilai kondisi seperti ini tidak boleh lagi dibiarkan, apalagi sudah berlangsung lama tanpa tindakan nyata dari pihak terkait.

‎Tokoh pemuda Muara Kampung Bungin, ikut bersuara lantang.

‎“Kami ini manusia, bukan bayangan yang bisa diabaikan. Tiang itu sudah jelas-jelas mau jatuh. Jangan tunggu ada korban, baru kalian ribut datang! Kalau keselamatan warga muara bungin tidak dianggap, itu sama saja pemerintah menutup mata terhadap penderitaan kami di ujung negeri ini,” tegas dengan nada geram.

‎Tokoh pemuda mengatakan sudah terlalu banyak laporan, tetapi sedikit tindakan. Ia menekankan bahwa wilayah hilir seperti Muara Bungin sering kali hanya diingat saat ada proyek atau acara seremonial, namun diabaikan ketika masalah keselamatan warga muncul.

‎“Ini bukan sekadar tiang listrik, ini bukti bagaimana daerah kami diperlakukan. Kalau dalam waktu dekat tidak ada tim yang turun, saya sendiri yang akan datang ke kantor mereka.!" ujar Reydo, menegaskan sikap siap bergeraknya.

‎Warga menuntut agar PLN dan instansi terkait turun segera, melakukan pengecekan, dan memindahkan tiang tersebut sesegera mungkin sebelum terjadi bencana yang sebenarnya bisa dicegah.

‎Masyarakat Muara Kampung Bungin berharap suara keras ini akhirnya membuka mata pihak-pihak yang selama ini lamban merespons. Karena bagi mereka, keselamatan bukan permintaan, tapi hak hidup yang harus dijamin negara. (NN)*

IMG-20251201-WA0030

Cenderung Mengada-ada, Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tepis Issue Serobot Gedung Madrasah Pembangunan

Jendela Jurnalis Kota Tangerang Selatan Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH.,, meluruskan kabar yang menyebut Tim Integrasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang seolah-olah dianggap telah menyerobot/merampas gedung dan dianggap menggangu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan Pendidikan Madrasah Pembangunan (MP).

Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah menegaskan, bahwa berita informasi tersebut tidaklah benar, cenderung mengada-ada atau tidak sesuai dengan kondisi fakta di lapangan.

“Tidak benar jika Tim Integrasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dianggap merampas atau dianggap telah menyerobot gedung dan menggangu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan Madrasah Pembangunan (MP). akan tetapi sebenarnya Kami hanya melakukan koordinasi integrasi satuan pendidikan sesuai Surat Keputusan Menteri Agama No. 1543 Tahun 2025, atau upaya menindaklanjuti (merespon) terkait adanya temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atau menindaklanjuti hasil temuan Inspektorat Kementerian Agama tentang adanya potensi kerugian keuangan negara pada satuan pendidikan Madrasah Pembangunan (MP) dan masalah semrautnya tata kelola mulai dari kesejahteraan karyawan dan guru atau tenaga kependidikan pada Madrasah Pembangunan (MP) hibgga sampai adannya dugaan upaya pengaburan terhadap aset milik negara,” ujar Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., M.H., dalam keterangan tertulis, Kamis (27/11/2025) malam.

Pernyataan itu sekaligus membantah tudingan sesat yang sempat beredar di portal berita online dan media sosial bahwa seolah-olah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dianggap telah melakukan penyerobotan atau upaya pengambilalihan paksa/merampas gedung, menggangu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan Madrasah Pembangunan (MP) hingga sampai dituduh telah sepihak mematikan perangkat CCTV keamanan Madrasah Pembangunan (MP) pada Minggu (23/11/2025).

Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH menjelaskan, seluruh langkah UIN Syarif Hidayatullah Jakart telah merujuk pada Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1543 Tahun 2025 Tentang Pedoman Integrasi Satuan Pendidikan. Dimana isi dari Surat Keputusan tersebut telah menetapkan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk segera melakukan integrasi terhadap 3 (tiga) satuan pendidikan yakni Madrasah Pembangunan, TK Ketilang, dan SMA/SMK Triguna Utama, yg kesemuanya masuk ke dalam pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Integrasi ini, menurutnya, menyangkut 4 (empat) aspek mulai dari kelembagaan, keuangan, aset dan sumber daya manusia (SDM) atau menyangkut tata kelola yang termasuk diantaranya terhadap satuan pendidikan Madrasah Pembangunan (MP).

Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH., memaparkan bahwa rangkaian peristiwa bermula pada hari Jumat, tanggal 21 November 2025. Pada hari itu, sebagai upaya realisasi aspek kepegawaian maka kemudian dikirimkan Surat Undangan kepada para guru dan karyawan atau tenaga kependidikan pada Madrasah Pembangunan (MP) yang telah di data kemudian dimasukann untuk diangkat/ditetapkan sebagai pegawai pada BLU UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagaimana berdasarkan aturan SK Menteri Agama No. 1543 dan SK Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai bagian aturan teknis dari proses integrasi satuan pendidikan ke dalam pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) UIN Syarif Hidaytullah Jakarta.

“untuk menindaklanjuti surat undangan tersebut maka pada Keesokan harinya, Sabtu, Tanggal 22 November 2025, ternyata sebagin besar karyawan dan para guru atau tenaga kependidikan Madrasah Pembangunan (MP) menghadiri acara yg dimaksud secara sukarela atau organik di Auditorium Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tuturnya.

Dalam forum tersebut, para pegawai dan guru atau tenaga kependidikan Madrasah Pendidikan (MP) yg pada pokoknya telah menyampaikan berbagai keluhan dan masukan, mulai dari persoalan kesejahteraan, fasilitas pendidikan yang dinilai tidak memadai, dugaan terjadinya penghilangan atau dugaan pengkaburan aset negara dan menurunnya tingkat kualitas daya saing peserta didik pada Madrasah Pembangunan (MP) dan juga karyawan dan para guru atau tenaga kependidikan Madrasah Pembangunan (MP) bersedia mendukung secara sukrela terhadap aturan SK Menteri Agama No. 1543 Tahun 2025 dan juga terhadap SK Rektor UIN Syarif Hidayatullah terkait pelaksanaannya,

Menurut Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH, adanya dukungan dan juga adanya laporan dari para karyawan, guru atau tenaga kependidikan mengenai dugaan upaya pemindahan (pengaburan) atau penghilangan aset yang ada di MP membuat Tim Integrasi melakukan pengecekan dan pengamanan aset milik UIN Jakarta.

Setelah itu, atas pertimbangan dinamika yang ada maka pada hari minggu malam 23 November 2025 Tim Integrasi meninjau langsung kondisi Madrasah Pembangunan untuk meminta klarifikasi kepada para petugas keamanan terkait dugaan pemindahan atau dugaan pengkaburan aset.

Lalu, pada Senin, 24 November 2025, Tim Integrasi kembali mendatangi Madrasah Pembangunan (MP).

Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH menegaskan, kehadiran tim ketika itu dilakukan demi penyelamatan aset, dan demi kebaikan tata kelola, demi kesehahteraan guru dan karyawan yang telah mengambil SK Rektor maupun demi meningkatkan kwalitas pendidikan Madrasah Pembanguann (MP) yg selama beberapa tahun ini telah cenderung menurun.

Sebagian pegawai dan guru atay tenaga kependidikan Madrasah Pembangunan (MP) menurutnya, meskipun telah mendapatkan tekanan intimidasi dari oknum pihak yayasan yg lama namun mereka mereka tetap ingin memastikan proses integrasi berjalan sesuai aturan.

Kedatangan tim disambut baik. Sejumlah agenda dilakukan, antara lain:

  1. Sosialisasi Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 1543 Tahun 2025
  2. memfasilitasu pengambilan SK Rektor terkait pengangkatan karywan dan guru atau tenaga kependidikan yang ingin bergabung
  3. Dialog serta penyerapan masukan aspirasi dari guru, karyawan, dan komite sekolah

Melalui penjelasan ini, Tim Integrasi memastikan bahwa proses integrasi yg meliputi kelembagaan, aset, keuangam dan sumber daya manusia telah berjalan sesuai tahapan.

Dalam KMA 1543 Tahun 2025 ditegaskan bahwa Satuan Pendidikan Madrasah Pembangunan (Ibtidaiyah Tsanawiyah Aliyah, TK Ketilang, dan SMA/SMK Triguna Utama harus kembali berada dalam pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Meski begitu, ALWANIH, S.H., SH.I., MH mengakui bahwa masih ada sejumlah oknum pihak yang menolak langkah integrasi satuan pendidikan tersebut dan mengklaim lembaga pendidikan mereka itu sebagai milik yayasan swasta (privat) dan seolah-olah tidak terkait dengan aturan keuangan negara/ aset negara.

“UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus tegak lurus (istiqomah) berkomitmen menjalankan proses integrasi satuan pendidikan sebagaimana aturan hukum yang berlaku, sekaligus menjaga akan ketertiban dan menjaga keberlanjutan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)" kata Advokat/Pengacara ALWANIH, S.H., SH.I., MH (Red)

IMG-20251201-WA0023

Persiapkan Acara Mujahadah Nisfusannah, PW Wahidiyah Jabar Konsisten Gelar Agenda Rutin Tahunan

Jendela Jurnalis Karawang JABAR PW Wahidiyah Provinsi Jawa Barat akan menggelar Mujahadah Nisfusannah di Lapang Rumah Sakit Rosela, Jalan Interchange Karawang Barat, pada 6 Desember 2025. Kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri langsung Pengasuh Perjuangan Wahidiyah Pusat, Kanjeng Romo Kiai Abdul Majid Ali Fikri RA.

Mujahadah Nisfusannah merupakan agenda rutin tahunan dalam organisasi Perjuangan Wahidiyah. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengamalkan ajaran spiritual melalui Sholawat Wahidiyah yang pertama kali diamalkan oleh KH Abdoel Madjid Ma’roef.

Sholawat Wahidiyah dipandang sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya melalui doa dan zikir, dengan tujuan menjernihkan hati serta menenangkan jiwa.

Adapun gerakan Wahidiyah berawal dari amalan Sholawat Wahidiyah yang disusun KH Abdoel Madjid Ma’roef pada Tahun 1963 setelah melalui proses riyadhah dan permohonan petunjuk kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Perjuangan Wahidiyah berkembang melalui Yayasan dan Pondok Pesantren Kedunglo, Kediri, Jawa Timur, yang secara resmi didirikan pada 15 Juli 2011 dan disahkan Kemenkumham pada 30 Desember 2011. Yayasan ini menaungi seluruh aktivitas perjuangan Wahidiyah di berbagai daerah.

Ketua Panitia Pelaksana III Mujahadah Nisfusannah, Ade Rosadi mengatakan, jamaah yang akan hadir berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, serta dari DKI Jakarta, Banten, dan sejumlah provinsi lainnya, termasuk Jawa Timur.

“Rencana Mujahadah Nisfusannah ini sudah dimatangkan. Panitia lokal Karawang juga sudah melakukan persiapan, mulai dapur, tempat shalat berjamaah, tempat berwudhu, toilet, kamar mandi, dapur umum dan tenda-tenda penginapan sampai panggung dan tenda Mujahadah Nusfusannah,” ujar Ade Rosadi, Senin (1/12/2025).

Ia menambahkan bahwa kapasitas jamaah yang diproyeksikan hadir mencapai sekitar 10.000 orang. Karena itu, pihaknya berharap dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah daerah dan masyarakat Jawa Barat.

Ade Rosadi juga menyampaikan harapan agar kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Karawang ini berjalan baik dan lancar. Ia ikut mengajak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk berkenan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Sebagai orang nomor satu di Jawa Barat, tentu dielu-elukan kehadirannya oleh Jamaah Wahidiyah. Oleh karena itu kalangan jamaah Wahidiyah sangat berharap Gubernur Jabar memberikan support tersendiri melalui kehadirannya di tengah tengah jamaah,” pungkasnya.(Red)

IMG-20251130-WA0005

Suara Nelayan Muara Kampung Bungin Makin Pedas: “Kalau Persoalan Ini Tak Diselesaikan, Lalu Untuk Apa Ada Staf Ahli?”

Muara Kampung Bungin

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Gelombang kekecewaan kembali datang dari nelayan Muara Kampung Bungin. Tahun demi tahun mereka bertahan di tengah abrasi yang menggerus rumah, laut yang makin rusak, dan aktivitas jaring trawl serta penambangan pasir yang tak kunjung berhenti. Namun, yang terasa hanyalah janji—tanpa langkah nyata di lapangan.

‎Nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kini disorot tajam oleh masyarakat hilir. Bukan karena kebencian, tapi karena harapan yang belum terjawab.

‎“Kalau Pak Dedi Mulyadi tidak mampu menyelesaikan persoalan nelayan Muara Kampung Bungin, lalu apa gunanya seluruh jajaran ahli di sekelilingnya?” ucap salah satu tokoh pemuda dengan nada getir.

‎Sorotan juga mengarah pada Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, yang disebut-sebut menjadi staf ahli gubernur. Bagi warga, nama Susi bukan sekadar pejabat—dia simbol keberanian dalam membela nelayan kecil. Rekam jejaknya memerangi perusakan laut dan melindungi nelayan tradisional masih membekas kuat.

‎“Kita semua tahu siapa Ibu Susi. Kita tahu keberpihakannya pada nelayan kecil. Justru karena itu kami bertanya: kalau orang sepeduli beliau berada di lingkaran gubernur, kenapa persoalan kami masih dibiarkan menggantung?” lanjutnya.

‎Di Muara Kampung Bungin, bukan hanya pasir yang hilang digerus ombak—tapi juga harapan. Nelayan kehilangan tempat melaut, rumah mereka makin mundur, dan kehidupan semakin terjepit. Mereka sudah datang melapor, sudah berkali-kali bersuara, bahkan mendatangi posko pengaduan. Namun, langkah nyata belum juga terlihat.

‎Masyarakat hilir menegaskan:
‎Mereka tidak membutuhkan pidato—mereka butuh tindakan.
‎Mereka tidak menuntut keajaiban—mereka menuntut kehadiran.

‎“Ini soal perut, soal masa depan anak-anak kami. Kalau pemerintah provinsi benar-benar peduli, turunlah. Lihat sendiri bagaimana kami hidup di tepi laut yang semakin hilang,” tutup sang tokoh pemuda. (RCF)*

IMG-20251130-WA0036

Anniversary ke-5 Tahun, Media LabrakNews Terus Berkembang dan Menjadi Media yang Menumbuhkan Iklim Jurnalisme

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Perayaan Aniversary ke-5 Media LabrakNews berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di kantor redaksi LabrakNews pada Sabtu siang. Momen ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi para tokoh media, rekan-rekan jurnalis, hingga para CO dari berbagai media di Kabupaten Karawang yang turut hadir memberikan dukungan.

Sejak acara dimulai, suasana terlihat akrab dan cair. Para tamu undangan saling menyapa, berbincang mengenai perkembangan media lokal, hingga berbagi pengalaman seputar dunia jurnalistik yang terus berkembang. Kehadiran banyak insan media ini menunjukkan bahwa Labraknews memiliki tempat tersendiri di kalangan pekerja pers Karawang.

Dalam sambutannya, Bang Dacek, selaku Chief Officer (CO) LabrakNews, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya. Menurutnya, usia lima tahun bukan perjalanan yang singkat, apalagi bagi media yang terus berupaya menjaga konsistensi dan integritas di tengah dinamika pemberitaan saat ini.

“Alhamdulillah, kita bisa sampai di usia lima tahun ini. Terima kasih kepada seluruh rekan media, para tokoh, dan semua yang selalu mendukung. Sesuai slogan kami, Jelas Tandas Berintegritas, kami akan terus berusaha menghadirkan informasi yang benar, jelas, dan punya manfaat bagi masyarakat,” ujar Bang Dacek yang disambut tepuk tangan tamu undangan.

Acara ini juga menjadi wadah bertukar pikiran tentang peran media lokal, tantangan digitalisasi, hingga pentingnya kolaborasi antar redaksi. Beberapa CO media yang hadir turut menyampaikan harapan agar LabrakNews terus berkembang dan menjadi salah satu media yang menumbuhkan iklim jurnalisme yang sehat di Karawang.

Selain sambutan, acara diisi dengan ramah tamah, obrolan santai, serta sesi sharing mengenai pengalaman peliputan di lapangan. Momen pemotongan tumpeng menjadi simbol syukur dan doa agar LabrakNews semakin kuat, maju, dan tetap menjadi bagian dari perkembangan informasi di daerah.

Tak lupa, sesi foto bersama menutup acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini. Para tamu pulang dengan senyuman, membawa harapan agar kolaborasi antar media di Karawang dapat terus terjalin dengan baik.

Di usia lima tahun ini, LabrakNews menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi media yang dekat dengan masyarakat serta mengutamakan integritas dalam setiap pemberitaan. Dengan dukungan berbagai pihak, LabrakNews berharap dapat terus memberi warna di dunia jurnalistik Karawang dan tetap menjadi sumber informasi yang dipercaya publik.(Red)