Bulan: November 2022

IMG-20221124-WA0012

Semarak HUT Ke 77, PGRI Cabang Cibuaya Gelar Jalan Santai dan Bagikan Doorprize Menarik.

Foto dalam kegiatan jalan santai yang diikuti oleh ribuan peserta.

Jendela Jurnalis Karawang -
Puncak kegiatan dalam rangka menyambut HUT PGRI yang ke 77, ribuan peserta jalan santai dari tingkat Paud sampai dengan SMA ditambah dari instansi yang ada di wilayah Kecamatan Cibuaya, ikuti gerak jalan santai yang di gelar olah PGRI cabang Cibuaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat. Kamis (24/11).

Pantauan awak media di lapangan, ribuan peserta sangat antusias kegiatan jalan santai yang yang di gelar PGRI Cabang Cibuaya. Selain disiapkannya door prize, pemberian piala bagi para juara juga di sediakan hiburan organ tunggal yang membuat suasana tampak sangat meriah.

Acara gerak jalan santai di lepas oleh Camat Cibuaya, Agus Somantri yang start awal dari halaman depan kantor Korwilcam bidik persisnya di samping kantor Kecamatan Cibuaya menuju ke pasar Cibuaya dengan jarak tempuh sekitar 3 Km dan finish di Kantor Kecamatan Cibuaya.

Foto bersama diatas panggung yang dipenuhi doorprize.

Menurut Ketua PGRI Cabang Cibuaya H. Wawan Setiawan. S.Pd di dampingi oleh ketua panitia kegiatan Asep Somantri kepada jurnalis mengatakan, kegiatan gerak jalan santai ini merupakan rangkaian kegiatan HUT PGRI ke 77 yang di gelar oleh PGRI cabang Cibuaya.

Dimana sebelumnya telah dilaksanakan beberapa kegiatan perlombaan untuk siswa yaitu menggambar dan mewarnai kemudian untuk guru lomba dagongan, tarompah, sumpit yang diikuti oleh masing masing gugus, serta Volly ball di Kabupaten, kemudian lomba PBB untuk anak Paud, SD dan SMP.

"Puncaknya hari ini terakhir yaitu jalan santai yang diikuti oleh seluruh siswa dari Paud sampai SMA, Guru dan instansi yang ada di wilayah Kecamatan Cibuaya, Alhamdulillah, semua berjalan lancar berkat dukungan dari semua pengurus dan anggota juga dari muspika setempat," ujarnya.

Dia juga mengucapkan rasa terimakasihnya di sampaikan kepada seluruh kepala sekolah, baik dari tingkat Paud sampai SMA, juga Kepala Desa dan Muspika atas dukungannya.

"Semoga PGRI semakin maju, solid dan semakin terjalin konsolidasi antar pengurus," tandasnya.

Korwilcam bidik Cibuaya, H. Drs. Catong. MM saat di temui jurnalis mengungkapkan, dalam rangka HUT PGRI ke 77 ini ada inisiasi dari bawah, dari rekan rekan guru mengusulkan bermacam kegiatan.

"Alhamdulillah sudah dilaksanakan mulai dari hari Senin yang lalu dan hari ini acara puncaknya yaitu jalan santai, lomba yang banyak pesertanya ini dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, kembali ke mereka lagi karena ini hajat guru yang penting kita tetap semangat dengan setelah sekian tahun tidak adanya kegiatan karena adanya wabah Covid-19," ucap H. Catong.

"Dan sekarang ini baru bisa di laksanakan dan bisa di rasakan oleh semua siswa dan guru untuk berekspresi, salah satunya melaksanakan jalan santai mulai dari siswa Paud sampai SMA. Alhamdulillah semua antusias," pungkasnya.

Dia berharap tetap sesuai dengan tugas mereka duduk dimana secara profesional, artinya guru peran guru kepsek berperan kepsek sesuai dengan tupoksinya masing masing.

Ditempat terpisah Camat Cibuaya, Agus Somantri menyambut baik dan mendukung serta ikut memeriahkan dengan adanya kegiatan HUT PGRI ke 77 ini, dengan simbol guru yes solidaritas PGRI juga yes dan semua sinergi, artinya PGRI semakin maju khususnya di Kecamatan Cibuaya.

"Mudah mudahan menjadi pendidik yang profesional dan diterima oleh semua kalangan, termasuk orang tua, memberikan pelayanan pendidikan sebagai pendidik, tentunya yang bisa mencetak generasi anak anak bangsa yang lebih baik lagi," harap Camat. (red).

IMG-20221124-WA0008

Viral di Medsos, Sekelompok Massa Hadang Petugas Kepolisian…Waduh!

Jendela Jurnalis, Lamteng -
Beredar viral di Medsos, memperlihatkan sekelompok massa menghadang Petugas Kepolisian, saat sedang Pam lokasi pembakaran aset PT. Gunung Aji Jaya (GAJ).

Berdasarkan video tersebut, terlihat sekelompok massa melempari Petugas dengan batu dan kayu. Sementara Petugas Kepolisian terdengar beberapa kali mengeluarkan tembakan ke udara.

Kapolres Lampung Tengah (Lamteng), AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (21/11/22) saat Pasgabpam sedang melaksanakan patroli ke arah Pubian, kemudian dihadang oleh sekelompok massa.

Sekelompok massa yang diperkirakan 100 orang tersebut, berasal dari Kp. Gn. Aji, Gn. Raya, Negeri Ratu dan Negeri Kepayungan, Kec. Pubian, serta Kp. Kuripan, Kec. Padang Ratu.

"Sekelompok massa tersebut berteriak-teriak mengundang warga lainnya, sehingga memicu amarah dan menimbulkan kericuhan," katanya, Selasa (22/11/22).

Doffie menambahkan, Petugas berhasil mengamankan 8 orang pelaku, yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap mobil Petugas.

"Petugas juga berhasil menyita sejumlah Sajam, diantaranya Sajam jenis tombak, golok dan tiga Sajam jenis badik," jelasnya.

Selain itu, Petugas juga berhasil mengamankan 15 unit sepeda motor yang ditinggal lari pemiliknya, untuk menghindari kejaran Polisi.

"Saat ini para pelaku sedang dilakukan pemeriksaan di Polres Lamteng, untuk pengembangan lebih lanjut," terangnya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat, agar mendukung terciptanya Kamtibmas khususnya di Wilkum Polres Lamteng.

"Untuk semua pelaku, diharapkan menyerahkan diri secara persuasif," tegasnya. (HAP)

IMG-20221124-WA0007

Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Letkol Inf (Purn) H. Muhhammad Mubbin di PN Bale Bandung, Disinyalir Banyak Kejanggalan

Foto suasana sidang di PN Bale Bandung.

Jendela Jurnalis, Bandung -
Sidang perdana untuk Henry Hernando bin Ir. Sutikno alias Aseng, dengan No. Perkara: 893/Pid.b/2022/PN.BIb, yang digelar tepat pukul 10.00 WIB itu, menghasilkan kekecewaan di pihak keluarga korban. Pasalnya, entah atas dasar apa, pelaku tidak dihadirkan dan hanya ditampilkan di layar TV, layaknya masa Covid-19 kemarin.

Keluarga korban dan masyarakat yang peduli, serta beberapa organisasi yang empati dan hadir pun merasa kecewa, karena pelaku tidak dihadirkan. Bahkan ada sebagian pengunjung yang menyela.

"Kasus bintang dua saja dihadirkan, kenapa Aseng yang membunuh TNI Purn. malah nonton TV?" katanya.

Foto yang hadir dalam sidang.

Tetapi demi berjalannya sidang, hal itu diabaikan pula. Dan sesuai agenda di awal, pada sidang perdana ini adalah pembacaan dakwaan yang dibacakan oleh Tim JPU dari Kejaksaan Bale Bandung, yang diketuai oleh Romlah, SH, MH.

Dalam pembacaan dakwaan tersebut, dimana terdakwa melakukan pembunuhan, bahkan cenderung tidak berperikemanusiaan melakukan penusukan brutal lebih dari 10 kali dan menghasilkan luka yang mematikan dari awal. Akan tetapi, penerapan Pasal yang dibacakan yang menyebabkan kekecewaan di pihak keluarga korban dan rekan sejawat seperjuangan yang mereka anggap, bahwa penggunaan Pasal 351 tidak layak diterapkan oleh JPU, karena terlalu lemah dalam kasus pembunuhan sadis tersebut.

Melalui awak media, Kuasa Hukum dari keluarga korban, Muchtar Effendi, SH, & Partner, yang didampingi oleh Dr. Anton Minardi, SH mengatakan, "Saya sangat kecewa. Sidang ini adalah sidang perdana dari kasus pembunuhan Letkol Inf (Purn) H. Muhammad Mubbin, bahkan lebih tepat disebut sebagai pembantaian. Karena kalau pembunuhan hanya 1 atau 2 tusukan lantas mati, tidak berulang. Lah ini kalau dilihat dalam slow motion CCTV, bisa sampai 18 kali. Dan Pasal yang diterapkan adalah Pasal alternatif, yaitu Pasal 351-3 walau ada Pasal 338 subsider dan 340 primer. Dan saya sangat merasa kecewa sebagai Tim Kuasa Hukum. Karena dari awal saya bekerja, sudah meminta agar Pasal 351 ini dianulir dan lebih memperhatikan Pasal 340, karena ini adalah pembantaian, bukan lagi pembunuhan. Hal ini saya sampaikan ke Polda dan melalui rekan yang bekerjasama dengan pihak Kejaksaan dan disampaikan melalui Kejaksaaan, agar Pasal 351 dianulir. Akan tetapi faktanya, Pasal ini malah dibacakan. Jadi, dimana Kuasa Hukum memohon agar dihukum seberat-beratnya, menjadi tidak berfungsi dan terkesan landai," ujarnya heran.

"Atas dasar hal tersebut, saya akan komplain kepada pihak penyelenggara persidangan," imbuh Muchtar.

Demikian pun disampaikan rekan sejawat korban, Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat, SE, yang secara kebetulan adalah rekan satu angkatan korban, yang mengungkapkan, bahwa sidang perdana ini tidak memuaskan.

"Sekarang sudah saatnya, jangan sampai hukum ini berpihak kepada siapa yang bayar. Saya adalah sebagai Warga Negara yang mencari keadilan. Dan jika dilihat dari awal, rupanya ada upaya meringankan si pelaku. Makanya saya dan kawan-kawan, baik itu dari Purnawirawan maupun FKPPI beserta elemen masyarakat lain, merasa perlu adanya Penasehat Hukum dari pihak korban. Supaya hukum bisa ditegakkan berdasarkan kejujuran, kebenaran dan keadilan. Tapi pada faktanya, hari ini saya kecewa berat, seperti apa yang disampaikan JPU. Ini semua akan dipertanggungjawabkan di yaumul akhir," ucapnya.

Mumpung masih awal, kata Yayat Sudrajat, yuk kita sama-sama mengajak dan mengingatkan, agar para Gakkum yang merupakan wakil Tuhan di dunia, bahwa kalau mereka selaku pihak Gakkum tidak mau melakukan tugasnya dengan benar, kembali saya sangat kecewa dan mengucapkan innaalillaaHi dan saya yakin, ada balasan di yaumul akhir," tandasnya.

"Saya lihat, pada saat ini hukum berpihak kepada siapa yang bayar. Dan saya yakin, kalau tidak ditemani rekan-rekan semuanya, baik itu para Purnawirawan dan FKPPI dan elemen masyarakat lainnya, sepertinya persidangan ini akan aneh. Jadi, pelakunya itu ditangkap masuk penjara, masuk persidangan, atau masuk penjara sebentar, setelah itu bebas tanpa nilai hukuman yang sebanding," terusnya.

Jangan sampai ini terjadi, terutama pada permasalahan yang menindas kepada rakyat.

"Kita punya tujuan nasional, kita harus mengayomi dan mewakili masyarakat yang tertindas. Makanya kita percaya penuh terhadap sikap dari institusi yang bersinggungan dengan permasalahan pembantaian ini, untuk memproses dan bisa meyakinkan kepada Hakim, bahwa orang ini memang melakukan pembunuhan dengan sadis atau pembantaian," urai Yayat Sudrajat.

"Sekali lagi saya minta kepada pihak Gakkum, lakukan tugas dengan benar, dengan adil, karena ini masalah kemanusiaan. Tunjukkan kepada masyarakat, bahwa Gakkum kita masih bisa dipercaya oleh rakyat, walau pada faktanya, saat ini rakyat sudah tidak percaya kepada para Gakkum," lanjutnya.

"Saya ketuk sekali lagi, bekerjalah dengan benar dan seadil-adilnya, karena Tuhan menyaksikan," pungkas Yayat. (HAP)

IMG-20221124-WA0003

Kapolres Karawang Tinjau Langsung Sentra Pelayanan Kepolisian, Ada Apa Ya?

Kapolres Karawang saat meninjau pelayanan SPKT, SKCK dan pelayanan Satlantas.

Jendela Jurnalis, Karawang -
Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, SH, SIK, MH, meninjau langsung pelayanan SPKT, SKCK dan pelayanan pada Satlantas, Selasa (22/11/22). Hal ini dilakukan Kapolres, sebagai salah satu bentuk tugas dan tanggung jawab dalam melakukan pengawasan kepada Personil, yang bertugas dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Dalam Giat tersebut, Kapolres didampingi Kabag Ops, Kabag SDM, Kasat Lantas, Kasiwas dan Paur Humas. Kapolres meninjau setiap ruangan yang dipergunakan sebagai pelayanan pembuatan dan perpanjangan SIM, sekaligus ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelayanan SIM berjalan lancar dan maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres melakukan interaksi kepada pemohon SIM maupun SKCK, dengan humanis Kapolres menyapa salah satu pemohon SKCK, sekaligus menanyakan apakah ada kendala dalam proses pelayanan di Polres Karawang. Pelaksanaan pengawasan terhadap Sentra Pelayanan Kepolisian ini, sejalan dengan Instruksi Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh Personil Polri, untuk melaksanakan Program Quick Wins Presisi, dengan implementasi perbaikan interaksi Polisi dengan masyarakat, penerapan budaya integritas dan anti korupsi, dalam rangka menghilangkan budaya Pungli, gratifikasi, transaksional dalam pelayanan publik.

"Giat ini bertujuan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar dan sesuai prosedur, sehingga masyarakat yang datang hendak Membuat SIM, SKCK dan mengambil sidik jari, dapat dilayani dengan maksimal," ungkap Kapolres.

Dengan pengecekan ini juga, Kapolres dapat mengetahui secara langsung Sikon dan kesiapan Personil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan kepada para Personil, agar pelayanan kepada masyarakat selalu diutamakan, melayani masyarakat dengan 3S (Senyum, Sapa, Salam) untuk mewujudkan Polri yang humanis dan dekat dengan Masyarakat.

"Karena tugas pokok Polri adalah melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat dengan tulus dan ikhlas," tuturnya.

Dengan memastikan Pelayanan Kepolisian berjalan dengan baik kepada masyarakat, serta mengecek kelayakan fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk melayani masyarakat. Hal itu juga telah dituangkan dalam konsep transformasi menuju Polri yang Presisi, pada bidang transformasi pelayanan publik. (HAP)

IMG-20221124-WA0001

Bawaslu Kabupaten Karawang Ajak Jurnalis Dalam Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

Foto dalam kegiatan sosialisasi yang cukup interaktif.

Jendela Jurnalis Karawang -

Guna mensukseskan Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama Awak Media di Kabupaten Karawang.

Dalam hal itu, Bawaslu Karawang mengajak kalangan jurnalis untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu 2024 di Hotel Brits selama dua hari, Rabu-Kamis 23-24 November 2022.

Charles Silalahi salah satu pimpinan Bawaslu Karawang menjelaskan, pihaknya sangat berharap wartawan yang ada di Karawang bisa ikut terlibat dalam mensukseskan Pemilu 2024.

Sementara Suryana Hadi Wijaya, Ketua Non Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat, Hubungan Masyarakat, mengatakan, media punya peran penting mensukseskan hajat pemilu.

“Karena satu pelanggaran adalah kejahatan maka penting dilakukan pencegahan, barangkali ada rangka tiga teory, yang pertama semi teory, kedua sosial kontrol teory, teory penting disini sosial kontrol teory tanpa terjadi kejahatan, dimana kejahatan atau pelanggaran terjadi, kontrol masyarakat serta media ataupun pihak penyelenggara adalah Bawaslu itu lemah, maka akan terjadi kejahatan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya sebuah pengawasan terhadap pelaksanaan pemilu, mengingat selama ini masih banyak pelanggaran pemilu yang terjadi di lapangan.

“Kegiatan ini juga untuk membangun kebersamaan dengan memanfaatkan ruang publik yang ada di media massa sehingga tahapan dan pengawasan pemilu dapat tersosialisasikan kepada masyarakat umum,” terangnya.

Ditambahkan, Ketua Media Online Indonesia (MOI) DPC Karawang Latifudin Manaf, sangat mendukung kegiatan dari Bawaslu Kabupaten Karawang yang telah mengajak awak media mensukseskan pengawasan partisipatif. (red).

IMG-20221122-WA0006

Sedikit Mengobati Kedukaan Keluarga Sondegau, TNI dan Warga Sani Berikan Bantuan

TNI dengan Warga Sani naik truk bersama.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Melalui radio, Lettu Inf. Wira Wijaya alias Komandan Wira mengabarkan, bahwa Bapak Stevanus Sondegau, Kepsek YPK (Yayasan Pendidikan Katolik) Bilogai, yang juga merupakan Pendeta di Gereja Katholik, sedang kedukaan karena anaknya yang masih kuliah di Nabire meninggal dunia, Rabu (16/11/22).

Ternyata berita kedukaan keluarga Sondegau, juga sudah didengar oleh masyarakat Fam Sani. Osea Sani, Tokoh Pemuda Mamba, yang pada saat bersamaan sedang bersama Kapten Puji si Bos Mamba, Mayor Anjas, Kapten Suryo dan Lettu Jefri di Pos Satgas Elang, juga membahas tentang rencana masyarakat Mamba memberikan bantuan kedukaan ke Wandoga, Kampungnya Bapak Stevanus Sondegau.

Osea Sani meminta bantuan dukungan kendaraan, karena masyarakat Mamba telah mengumpulkan kayu bakar untuk dibawa ke rumah duka. Permohonan Osea Sani dipenuhi oleh Letkol Inf. Ardiansyah, si Raja Aibon Kogila. Rombongan Komandan Wira yang awalnya akan langsung menuju Wandoga, terlebih dahulu berangkat ke Mamba, menaikkan kayu bakar ke truk, selanjutnya bersama-sama masyarakat Mamba menuju Wandoga.

Foto kebersamaan TNI dengan Warga.

Warga Kp. Hengki Sani menunjukkan, bahwa mereka semakin percaya kepada Apkam, khususnya Ksatria Tengkorak dan Satgas Elang. Tak ada rasa ragu lagi bagi mereka, untuk duduk bersama di bak truk dengan Raja Aibon, Bos Mamba serta para Prajurit. Ketulusan yang dirasakan selama beberapa minggu terakhir ini, membuat warga Sani yakin, bahwa Apkam di Intan Jaya, di bawah Komando Raja Aibon Kogila, akan membantu mereka agar bisa lebih sejahtera. Apalagi Raja Aibon telah memberikan kesempatan kerja kepada para pemuda untuk mengumpulkan kayu bakar, selanjutnya akan dibayar oleh Raja Aibon, demi keperluan memasak di Posramil.

Perjalanan dari Mamba menuju Wandoga tidak terlalu lama, hanya beberapa menit saja. Sepanjang perjalanan, Raja Aibon dan Bos Mamba asyik bersenda gurau dengan warga. Osea Sani bersama beberapa rekannya mengikuti dengan sepeda motor, diasapi semburan asap truk. Sesampai di Wandoga, terlihat kembali kebersamaan rombongan Raja Aibon dengan warga Sani. Laki-laki, perempuan bahkan anak-anak mengambil bagian, memikul batang kayu menuju rumah duka. Sedikit beras dan anggur kupu, ditenteng oleh Prajurit.

"Di tas ada duit. Amplopin, tar kasiin ke Bapak Stevanus Sondegau. Lumayan buat tambahan. Soalnya bekal yang kita bawa cuman dikit. Liat tuh, masyarakat banyak banget," bisik Raja Aibon kepada Letnan Kevin.

Beberapa warga yang sudah hadir di lokasi kedukaan memandang dengan wajah keheranan, melihat Prajurit TNI memikul kayu bersama warga Sani, berjalan beriringan menuju rumah duka. Lebih dari 200 pasang mata memandang ke arah rombongan Raja Aibon. Terdengar suara sambutan khas dari beberapa warga menyambut kedatangan TNI bersama rombongan warga Sani.

"Hormat. Terima kasih banyak Bapak," begitulah yang diucapkan oleh warga sambil menyalami rombongan Raja Aibon.

Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila, didampingi Bos Mamba dan Komandan Wira, kemudian meminta ijin bertemu dengan Bapak Stevanus Sondegau. Sambil menunggu Bapak Stevanus, rombongan Raja Aibon mendengar banyak cerita dari Kepala Distrik Sugapa, yang juga merupakan adik dari Bapak Stevanus. Ternyata keluarga besar Sondegau ada juga yang menjadi Anggota TNI, saat ini berdinas di Wamena.

Panjang lebar Kepala Distrik bercerita, sambung menyambung dengan Gembala Yakob Sondegau. Ramainya suasana siang itu, karena mereka semua keluarga besar mendiang Oktavianus Sondegau, sang Kepala Suku Besar yang meninggal beberapa tahun lalu. Bapak Stevanus yang kemudian datang menemui rombongan Raja Aibon, juga ikut menimpali.

"Hormat. Terima kasih banyak Bapak. Ini kami keluarga besar. Makanya banyak sekali masyarakat. Nanti, besok juga masih banyak yang akan datang ke sini. Ada dari seberang, Bulapa, Galunggama, Mimitapa. Jadi, minta tolong Bapak, nanti kalau ada malam-malam yang lewat, itu semua keluarga. Hormat," ucap Bapak Stevanus Sondegau kepada Raja Aibon Kogila.

"Tidak apa-apa Bapak. Kami sudah mengerti. Saya sudah pelajari budaya di sini. Nanti teman-saya kasi tau semua. Tadi saya dapat kabar dari Osea, ada duka ini. Jadi kami sekalian ambil kayu dulu, karena Osea dan teman-teman Mamba di sana sudah tumpuk kayu. Kita ambil kayu dulu, baru sama-sama kita bawa ke sini. Kalo jalan dari Mamba kan jauh toh, makanya kita naik truk dulu, sekalian kita bawa sini sama-sama. Misalnya nanti kalo ada apa-apa, bilang saja, kita saling bantu semua,” jelas Raja Aibon Kogila, kepada Bapak Stevanus Sondegau.

Lama berbicara sambil bercerita dan menyampaikan rasa duka, tak terasa hujan turun rintik-rintik. Sesuai rencana Raja Aibon dan Kapten Puji si Bos Mamba, rombongan juga tidak akan berlama-lama di Wandoga, mengingat
keluarga besar mereka yang menjadi bagian dari KST, pastinya berada di sekitar rumah duka, atau tidak menutup kemungkinan saat itu bergabung bersama masyarakat. Raja Aibon dan rombongan kemudian pamit kembali. Osea Sani dan rombongan warga Sani menyampaikan, bahwa mereka akan tetap tinggal bersama keluarga duka.

Entah apa yang dibicarakan masyarakat Wandoga pasca ditinggal pergi oleh Raja Aibon dan rombongan. Tentunya mereka akan bertanya-tanya, siapa Raja Aibon? Apalagi selama dua bulan ini, para Prajurit TNI di bawah Pimpinan Raja Aibon Kogila, telah banyak membuat hal-hal yang mungkin selama ini tidak mereka rasakan. Yang pasti, para Ksatria Kostrad dari Karawang, akan selalu hadir menunjukkan Dharma Bhakti kepada Ibu Pertiwi, di tengah-tengah masyarakat Intan Jaya. (HAP)

IMG-20221122-WA0002

Panitia Pembangunan Masjid Darul Ulum Adakan Pawai Mahkota Memolo

Foto suasana pawai Mahkota Memolo.

Jendela Jurnalis, Cirebon -
Pawai Mahkota Memolo atau Kubah Masjid, merupakan salah satu bagian dari adat masyarakat. Tentu saja, nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya harus dilestarikan. Antara lain rasa kebersamaan, sosial, kerjasama, rasa syukur dan lainnya.

Semisal halnya pada hari Jum'at (18/11/22), dalam rangka perwujudan rasa syukur, pemasangan Kubah Masjid Darul Ulum, di Ds. Gebang Mekar, Kec. Gebang, Kab. Cirebon, Jabar, diwarnai dengan diadakannya Pawai tersebut.

Pawai Mahkota Memolo itu, dimeriahkan dengan Drumband MIN 9 Cirebon dari Blok Kaum, Ds. Gebang Udik, oleh santriwan-santriwati MI Smart Darul Ulum, yang pula didampingi para Tokoh Agama, elemen Banser dan masyarakat setempat.

Menurut Pengasuh PP. Darul Ulum, Kyai Machfud Shodiq, bahwa kegiatan Pawai Mahkota Memolo ini, sebagai bentuk rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada seluruh Donatur, Panitia, terutama do’a dari para Masayid, Mu'alimin, para guru, semua Pengajar Darul Ulum, Wali Murid, Santri dan masyarakat pada umumnya, yang turut mendukung atau membantu dalam pembangunan Masjid secara keseluruhan.

“Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung dan membantu, baik secara langsung atau pun tidak. Alhamdulillah, ternyata masyarakat betul-betul antusias,” ucap pria yang kerap disapa Kang Afud itu.

“Serta mohonan ma'af, jika dengan adanya kegiatan Pawai Mahkota Memolo ini, para pengguna jalan merasa tidak nyaman,” tambahnya.

Dikatakannya, insya Allah pemasangan Kubah dan Mahkota Memolo Masjid tersebut, akan dilaksanakan hari Sabtu-Minggu, 19-20 November 2022.

“Sengaja kami mengadakan kegiatan ini, untuk menghormati dan memuliakan para Masayid dan juga seluruh Donatur, serta Panitia, sehingga masyarakat mengetahui pembangunan berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (HAP)

IMG-20221121-WA0011

Kadep Humas DPP GMPI Berharap Polisi Serius Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan Wartawan di Rengasdengklok

Nurdin Syam (Mr. Kim) Kepala Departemen Humas DPP Ormas GMPI.

Jendela Jurnalis Karawang -
Kepala Departemen Humas DPP Ormas GMPI, Nurdin Syam turut mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal terhadap Abdul Rojak seorang wartawan media online Nuansa metro dan juga sebagai Ketua Korja GMPI Desa Gempol Karya Kecamatan Tirtajaya yang terjadi beberapa waktu lalu.

Mr. Kim sapaan akrab Nurdin Syam menegaskan, apapun permasalahannya dan apapun motifnya, tindakan kekerasan sekelompok orang tak dikenal dengan melakukan pengeroyokan yang membuat luka di bagian wajah dan tangan Rojak, merupakan tindakan premanisme dan tidak beretika.

"Negara ini negara hukum, kita harus menjunjung tinggi hukum, semua pelaku harus segera di proses hukum, kami menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum," ungkapnya, Senin (21/11/2022).

Mr. Kim berharap, pihak Kepolisian segera menangkap para pelaku pengeroyokan, dan motif pelaku melakukan pengeroyokan segera terungkap.

"Kami berharap, pihak kepolisian serius dalam menanggapi laporan dugaan penganiayaan yang dialami jurnalis Nuansa Metro yang juga sebagai Ketua Korja GMPI Desa Gempol Karya ini. Saya kira ini sebuah pertaruhan, pasca kejadian kasus dua korban wartawan Junot dan Zaenal, jangan sampai ada aksi demo wartawan seperti yang sudah-sudah," pungkasnya. (red).

IMG-20221121-WA0005

Pelaku yang Tusuk Tetangganya Sendiri Berhasil Diamankan Polres Karawang

Foto pelaku penusukan

Jendela Jurnalis Karawang -
Polres Karawang mengamankan pelaku tindak pidana pembunuhan tetangganya sendiri, dengan TKP di Dsn. Sindangkarya, RT. 25/06, Ds. Lemahabang, Kec. Lemahabang, Kab. Karawang, Jabar, Sabtu (19/11/22). Pelaku berinisial SJ (43), merupakan warga desa setempat yang berprofesi sebagai seorang petani.

Kejadian bermula ketika pelaku SJ mendatangi korban E (49) yang sedang berada di TKP, lalu pelaku langsung melakukan pemukulan terhadap korban yang mengenai rahangnya. Kejadian tersebut sempat dilerai oleh saksi 1 dan 2, serta menyuruh korban untuk berlari.

"Namun saksi 1 dan 2 tidak bisa menahan pelaku yang terus mengejar korban, hingga menusukkan pisau ke bagian dada sebanyak 3 kali dan di bawah ketiak sebelah kanan 1 kali, hingga korban kehilangan nyawanya," beber para saksi.

Adapun motif penusukan masih didalami oleh Penyidik Kepolisian. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHPidana.

BB yang berhasil diamankan antara lain: 1 (satu) buah Sajam pisau dengan gagang warna silver, 1 (satu) buah baju korban warna biru dan 1 (satu) buah celana warna putih. (HAP)

IMG-20221121-WA0003

Ketum PB Inspira Apresiasi Keberhasilan Polri Amankan KTT G20

Foto Kapolri beserta jajarannya dalam pengamanan KTT G20.

Jendela Jurnalis Jakarta -
Keberhasilan Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya dalam melakukan pengamanan sejak pra hingga pasca Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, pada 15-16 November 2022, mendapat apresiasi dari Ketum PB-Inspira (Inisiator Perjuangan Ide Rakyat), Rizqi Fathul Hakim, Jum'at (18/11/22). Penyelenggaraan forum kerjasama internasional itu, berjalan aman dan sukses.

"Kami acungi jempol seluruh jajaran Polri di bawah komando Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dalam kesuksesannya melakukan Pam Giat Presidensi G20 hingga dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses. Langkah-langkah progresif Polri patut kita apresiasi," ujar Rizqi.

Menurutnya, regulasi serta langkah-langkah yang dilakukan oleh Polri mulai dari persiapan pengamanan G20 hingga sampai suksesnya acara tersebut, dilakukan dengan menggunakan konsep matang, sehingga tidak ada hambatan yang terjadi.

Foto saat kapolri memberikan arahan kepada jajarannya.

"Kami melihat, pengamanan G20 ini dilaksanakan dengan sangat serius, terstruktur dan cermat," ucapnya.

Selama KTT G20, Polri menggelar Ops Giat, dengan tujuan menjaga keamanan berlapis tapi tetap humanis, dengan tetap menjaga interaksi dengan masyarakat. Rizqi melihat, seluruh lapisan Polri yang menjalankan tugas pengamanan ini, sukses dalam menampilkan sosok pengamanan yang humanis, ramah, namun tegas ketika berhadapan dengan seluruh masyarakat, sesuai dengan tagline Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan).

"Sehingga mampu sama-sama menjaga dan mempersempit terjadinya ancaman kecil maupun besar, yang kiranya dapat menghambat jalannya KTT 20. Bravo Polri," katanya.

Rizqi juga bangga dengan Presiden Jokowi, yang mampu menyatukan para Pemimpin Negara di dunia. G20 merupakan forum kerjasama multilateral yang terdiri dari 19 Negara Utama dan Uni Eropa (EU). G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global dan 80% PDB dunia.

"Kita turut bangga, karena Indonesia terpilih sebagai penyelenggara kegiatan internasional ini," tutupnya. (HAP)