Jendela Sosial

IMG-20221207-WA0009

Wilson Lalengke: Menjelang Natal dan Akhir Tahun, Kewaspadaan Perlu Ditingkatkan

Ilustrasi kewaspadaan

Jendral News, Jakarta -
Momentum perayaan hari besar keagamaan, biasanya dimanfa'atkan oleh pihak-pihak tertentu, untuk membuat kegaduhan. Bahkan lebih dari itu, segelintir orang memanfa'atkan moment perayaan hari besar tersebut, untuk mengganggu kedamain dan keharmonisan dalam masyarakat. Natal dan Tahun Baru misalnya, dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, selalu menjadi incaran pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, untuk melakukan aksi teror di tempat-tempat tertentu.

Hal itu disampaikan Ketum Persatuan PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, ketika dimintai pendapatnya terkait kejadian bom bunuh diri. Sebagaimana diketahui, telah terjadi bom bunuh diri hari ini, Rabu, 7 Desember 2022, di Kantor Polsek Astana Anyar, Bandung, Jabar.

Menyikapi peristiwa naas itu, dirinya menghimbau kepada seluruh warga, terutama rekan-rekan Wartawan dan Pewarta, untuk meningkatkan kewaspadaan. Semua orang perlu saling membantu, mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang mungkin terjadi di komunitas masing-masing.

"Pertama-tama, kita sungguh prihatin dengan peristiwa yang memilukan hati semua orang. Bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, hari ini, sangat keji. PPWI mengutuk keras terhadap tindakan konyol semacam itu, yang mengorbankan diri sendiri dan orang lain. Sebagai manusia beradab, kita tentunya harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Yang oleh karena itu, setiap orang wajib menghindari perilaku yang membahayakan diri dan orang lain. Kepada keluarga korban, kita sampaikan duka-cita mendalam dan turut berbelasungkawa," jelas Wilson Lalengke kepada Jendral News, mengawali pernyataannya, Rabu, 7 Desember 2022.

NILAI KEMANUSIAAN

Sebagai orang yang beragama, tambahnya, kita memiliki nilai-nilai moral yang bersumber dari ajaran agama. Salah satunya adalah saling mengasihi dan menyayangi satu dengan lainnya, tanpa membeda-bedakan keyakinan dan latar belakang lainnya. Nilai-nilai moral semacam itu, harus menjadi dasar utama dalam memperlakukan orang lain.

"Melakukan perbuatan yang berakibat menghilangkan nyawa orang lain, termasuk diri sendiri, bertentangan dengan nilai-nilai moral yang diajarkan setiap agama yang ada di Negeri ini. Jadi, setiap orang wajib menghindarkan diri dari pemikiran, sikap dan perbuatan yang berpotensi membahayakan jiwa orang lain, seperti bom bunuh diri itu," tegas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Namun, hampir mustahil kita menegasikan pemikiran radikal yang mengarah kepada kecenderungan untuk melakukan hal-hal di luar akal sehat. Berbagai kondisi tertentu, terutama tekanan sosial dan ekonomi, menjadikan orang berfikiran yang tidak masuk akal manusia waras. Sepanjang sejarah peradaban manusia, terorisme dengan berbagai bentuk dan terminologinya, tumbuh bersama berdampingan dengan perkembangan zaman.

ELING LAN WASPODO

Oleh sebab itu, masyarakat harus selalu waspada dan peduli dengan lingkungannya. Menurutnya, dalam konteks yang luas, prinsip eling lan waspodo (senantiasa ingat/sadar dan waspada) harus menjadi bahagian dari keseharian setiap warga masyarakat.

"Apalagi di waktu-waktu tertentu, seperti menjelang Natal dan Tahun Baru begini. Kewaspadaan warga harus dipertinggi. Kesiap-siagaan Aparat harus ditingkatkan. Kepada para Wartawan dan Pewarta Warga, pelancong, dan pekerja sosial, tanamkan prinsip eling lan waspodo dalam diri Anda, dimanapun berada," tuturnya menghimbau.

Dalam hal penyebaran informasi terkait terorisme, Wilson Lalengke menyampaikan, agar Wartawan dapat memberitakan peristiwa dengan berpedoman kepada kaidah-kaidah jurnalisme serta KEJ (Kode Etik Jurnalistik. Kepada masyarakat, diharapkan juga, agar ojo dumeh (tidak kagetan) dalam menerima informasi. Karena kagetan sering berakibat kurang baik. Bisa menimbulkan ketakutan berlebihan, traumatik dan atau terprovokasi melakukan tindakan yang kontra-produktif.

"Karena kagetan dan dibarengi rasa ketakutan, warga biasanya serta-merta meneruskan informasi dan/atau berita heboh ke semua penjuru, ke semua orang. Tanpa terlebih dahulu menganalisa kebenaran, keakuratan dan kemanfa'atan, sebuah berita langsung diviralkan. Saya sarankan, agar dalam menyebarkan berita, gunakan filter 3B, yakni informasinya benar, baik dan bermanfa'at," tutup Wilson Lalengke. (AP)

IMG-20221205-WA0011

Peringati HUT Kodam IM ke-66, Kodim 0117/Atam Gelar Baksos Pasar Murah

Foto dalam kegiatan Baksos Pasar Murah yang diselenggarakan Kodam IM

Jendela Jurnalis, Aceh Tamiang -
Dalam rangka memperingati HUT Kodam IM (Iskandar Muda) yang ke-66 tahun 2022, Kodim 0117/Atam (Aceh Tamiang) bekerjasama dengan Disperindagkop (Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi) Prov. Aceh, laksanakan Giat Baksos dengan menggelar 'Pasar Murah', Minggu (4/12/22), bertempat di halaman Koramil 09/Bdh, Ds. Matang Seping, Kec. Banda Mulia, Atam. Giat tersebut disambut dengan antusias, terlihat kurang lebih dua ratusan masyarakat yang hadir dalam bazar tersebut.

Dalam sambutannya, Dandim 0117/Atam, Letkol Inf. CZI Purnamasidi, SIP, M.Si, menyampaikan ucapan salam dan terima kasih kepada Pemda Atam, Muspika dan seluruh masyarakat yang hadir dalam acara Baksos Pasar Murah tersebut.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkab Aceh Tamiang, Muspika dan seluruh masyarakat yang hadir dalam acara Baksos ini. Pasar Murah ini kami laksanakan, bekerjasama dengan Disperindagkop Prov. Aceh, dalam rangka memperingati HUT Kodam IM ke-66 tahun 2022," ujar Dandim.

Dandim juga menyampaikan, bahwa Giat Baksos Pasar Murah ini, merupakan Giat yang sangat membantu masyarakat, dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, dengan harga beli yang terjangkau.

"Banyak manfa'at yang dapat diambil dalam Giat Pasar Murah ini, baik secara sosial maupun ekonomis, serta dapat menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan, terhadap yang membutuhkan," demikian disampaikan Dandim 0117/Atam.

Adapun harga bahan kebutuhan pokok yang disediakan dalam Giat Pasar Murah dan Ops Pasar tersebut, adalah sebagai berikut: beras Rp70.000,- per sak 10 kg, minyak goreng Rp9000,- per kg, telor ayam Rp40.000,- per papan.

Dalam Giat, turut pula dihadiri Bupati Atam, H. Mursil, SH, M.Kn; Kapolres Atam, AKBP Imam Asfali, SIK; Kadis Koperindag Atam, Ibnu Azis. S.Km, M.KM; Tokoh Agama dan Masyarakat Kec. Banda Mulia. (AP)

IMG-20221205-WA0003

Pasukan Kostrad Raja Aibon Hadiri Undangan Ibadah Perayaan Natal

Foto bersama di Gereja Kemah Injil Indonesia

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Matahari baru setinggi tombak. Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila, didampingi Kapten Inf. Poltak Siahaan alias Panglima Mamba dan Letda Inf. Kevin, bergerak dari Pos Mamba menuju Pos Koper (Kodim Persiapan), Minggu, 4 Desember 2022.

Sepanjang perjalanan, Raja Aibon dan Panglima Mamba, berdiskusi tentang percepatan pembangunan Gereja Bazemba dan Giat dalam rangka perayaan Natal. Sampai di Pos Koper, Raja Aibon Kogila dan Panglima Mamba, melihat perkembangan program Ketahanan Pangan, didampingi oleh Lettu Inf. Abdul Basyir alias Bos Koper.

"Alhamdulillah, semua udah mulai kelihatan hasilnya. Lele, dari 10.000 ekor, hanya 10 yang mati. Jagung dan kacang panjang udah bagus. Ayam, besok kita naikkan dari Timika. Tinggal babi saja yang perlu perhatian lebih," ucap Raja Aibon Kogila, saat evaluasi di singgasana Raja Aibon Kogila, bersama Panglima Mamba dan Bos Koper.

Potret Prajurit TNi bersama Pendeta

Tak berselang lama, datang Mayor Inf. Anjas si Perdana Menteri, didampingi Kapten Inf. Suryo sang Panglima Perang. Suryo menyampaikan, bahwa ada undangan ibadah bersama sore ini, dalam rangka Natal, di GKII (Gereja Kemah Injil Indonesia), jema'at Antiokia, Sugapa.

Tanpa menunggu lama, Raja Aibon kemudian memerintahkan kepada Poltak si Panglima Mamba, yang juga merupakan Gembala di Rumah Do'a Kalvari, Asrama Militer Satuan Yonif PR 305/Tengkorak, untuk menyiapkan Prajurit yang akan beribadah bersama. Suryo si Panglima Perang, ditugaskan menyiapkan Tim Pam, baik di sektor luar jauh, maupun di sekitar Gereja.

Sore hari, sebagian langit masih tertutup awan, karena sejak siang hari, Intan Jaya diguyur hujan yang cukup lebat. Panglima Mamba memimpin langsung Ksatria Tengkorak menuju GKII. Tak lupa, beberapa lembar Rupiah dari para Prajurit Kostrad, dibawa sebagai berkat, sumbangan untuk Gereja, bekal kehidupan nanti di akhirat. Drone matrice, mengawal pergerakan pasukan dari udara. Sementara Serda Hartanto dan pasukannya dari Pos J2, sudah siap di posisinya masing-masing. Sembari menjemput beberapa Prajurit di Pos J2, Panglima Mamba bersama para Ksatria, menyempatkan untuk melatihkan beberapa lagu rohani, dinyanyikan di Honei Rajawali, agar tidak ragu saat tampil di hadapan jema'at Gereja.

Sesampai di Gereja, nampak ratusan jema'at sudah hadir. Gembala Penehas Wandagau sebagai Ketua Panitia acara, mengatur agar jema'at tertib dan hikmat selama beribadah. Di bawah komando Panglima Mamba, para Ksatria Kostrad dari Karawang, kemudian membaur bersama warga. Tidak ada perbedaan antara warga asli dengan para pendatang yang memang sudah lama menetap di Intan Jaya, juga rekan-rekan Prajurit. Semua jadi satu, menunduk di hadapan Tuhan. Apalagi, salah satu Pendeta di GKII merupakan putra Batak, Bapak Musari Sinaga.

Tiba saatnya para jema'at menampilkan lagu-lagu pujian. Dimulai oleh kelompok anak-anak sekolah Minggu, perwakilan masyarakat dan ditutup oleh penampilan para Prajurit Kostrad. Poltak si Panglima Mamba, memimpin langsung anak-anak Raja Aibon Kogila, berdo'a di bawah mimbar Gereja, di hadapan para jema'at. Tak ada rasa canggung dari para Ksatria Tengkorak. Apalagi, selama di Karawang, seluruh Prajurit sangat rajin beribadah.

"Syalom. Bapak, Ibu, saudara semua, dengan nama Tuhan Yesus Kristus, selamat hari Minggu. Kami dari Satgas Yonif PR 305/Tengkorak, mewakili Raja Aibon Kogila, menyampaikan selamat hari Natal bagi kita semua. Terima kasih telah mengundang kami di Perayaan Natal di GKII ini. Kami dari Satgas Yonif PR 305/Tengkorak, pada kesempatan ini ingin berbagi berkat. Sedikit banyaknya, mudah-mudahan menjadi berkat bagi kita semua, menjadi berkat bagi perayaan Gereja dan menjadi berkat untuk seluruhnya jema'at Gereja ini," ucap Kapten Poltak si Panglima Mamba, sambil menyerahkan sedikit berkat kepada Gembala Penehas Wandagau.

Dipimpin oleh Pendeta Musari Sinaga dan Pendeta Henok Tipagau, para jema'at beribadah dengan hikmat. Semua terdiam, mendengar khutbah dari dua Pendeta yang berdiri gagah di atas mimbar.

"Yang menjadi pertanyaan bagi kita, sudahkah Tuhan Yesus, sudahkan Kristus yang adalah Raja Damai itu, sudah mendiami hati kita di dalam hidup kita sehari-hari," begitu sepenggal kalimat Pendeta Musari Sinaga saat berkhutbah, yang diulangi lagi oleh Pendeta Henok Tipagau, dalam Bahasa Moni.

Lagu Malam Kudus, menjadi penutup ibadah bersama perayaan Natal para Ksatria Tengkorak di GKII. Semua jema'at berdiri, mengucapkan pujian-pujian kepada Tuhan. Tak ada Giat lain dari para jema'at. Hanya kalimat-kalimat pujian diiringi musik yang terdengar.

Malam kudus sunyi senyap, kabar baik menggegap, bala surga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya, lahir Raja shalom, lahir Raja shalom…

Selesai semua rangkaian ibadah, para jema'at kemudian saling menyalami. Itulah tanda persaudaraan dan juga wujud kebahagiaan. Semuanya, tak terkecuali para Ksatria Kostrad. Sebelum meninggalkan Gereja bersama para Pendeta dan Gembala serta para Tokoh Masyarakat, Ksatria Tengkorak kemudian berfoto bersama.

Di Pos, Raja Aibon Kogila sebenarnya tidak begitu tenang, karena acara selesai menjelang hari gelap. Bukan tanpa alasan. Para gerombolan KST setiap saat mengintai. Mungkin mereka tidak berani mengganggu ketika ibadah sedang berlangsung. Tapi selepas acara, di saat semua berpisah, membubarkan diri kembali ke tempat masing-masing, tidak menutup kemungkinan para gerombolan yang memang terkenal biadab, membuat kekacauan. Kelegaan hati pun datang, setelah Panglima Mamba menjumpai Raja Aibon Kogila, melaporkan bahwa semua Ksatria Tengkorak sudah kembali ke Pos masing-masing dalam keadaan aman, lengkap dan sehat. (AP)

IMG-20221204-WA0009-1

Aksi Kesetiakawanan Sosial, Karang Taruna Karawang Kirim Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa Cianjur

Jendela Jurnalis Karawang -
Bentuk kesetiakawan sosial, Karang Taruna Sa- Karawang mengirimkan bantuan kemanusiaan dengan membawa logistik makanan bahan pokok, air mineral, alat kesehatan, alat perlengkapan anak dan bayi dan keperluan masyarakat Cianjur yang terkena dampak.

Ketua Karang Taruna Asep Sepulloh mengatakan, hampir 50 an perwakilan dari Garda Sakti Sekata dan perwakilan Karang Taruna kecamatan mengirimkan sejumlah barang bantuan untuk disalurkan pada korban bencana gempabumi di Cianjur.

“Alhamdulillah hari ini kita ke Cianjur bersama Perwakilan Karang Taruna mengirimkan bantuan logistik bantuan bagi yang terkena dampak, disana kita kumpul di sekretariat karang taruna Cianjur bersama Karang Taruna se- Jawa Barat ,” kata Asep dalam pesan tertulisnya, Sabtu (03/11/2022).

Sambung Asep, pemberian bantuan dari Karang Taruna Karawang untuk warga di Cianjur bentuk kesetiakawanan sosial, pihaknya juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada elemen masyarakat yang terlibat dalam aksi sosial ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur-donatur yang ada di Karawang, mudah-mudahaan bisa ikut meringankan beban saudara kita di Cianjur, sekaligus menambah pahala bagi kita semua,” ujarnya.

Ia berharap, dengan disalurkannya bantuan tersebut, bisa sedikit meringankan beban korban bencana gempabumi di Cianjur.

“Meski tidak seberapa, kita tahu bahwa masyarakat Cianjur saudara kita tengah ditimpa musibah. Semoga dengan adanya bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka, dan masyarakat diberikan ketabahan dan segera pulih,” pungkasnya.

Seperti diketahui, gempa 5,6 skala ritcher telah mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, tanah longsor serta menimbulkan korban jiwa. (Red)

IMG-20221203-WA0007

Dandim 0605 Subang bersama Pasi Intel Ops Kodim Blusukan Langsung Tinjau Banjir di Ciasem

Foto Dandim beserta jajarannya yang tengah membantu dan menghimbau warga terdampak banjir

Jendela Jurnalis, Subang -
Dandim 0605/Sbg, Letkol Inf. Bambang Raditya, M.Han bersama PJS Pasi Intel Ops, Letda Inf. Odiyarto datangi lokasi yang tergenang air akibat meluapnya sungai Cijengkol, yang menyebabkan tanggul pinggir sungai jebol hingga air pun masuk ke dalam Komplek Perumahan, tepatnya di Perum Grand Texpia Permai, di Dsn. Wanajaya, Ds. Ciasem Tengah. Kec. Ciasem, Kab. Subang, Jabar, Sabtu, 3 Desember 2022, sekira pukul 01.10 WIB.

"Yang terkena dampak sebanyak 84 unit rumah atau 63 KK, dengan jumlah jiwa, 189. Sementara mereka semuanya mengungsi ke rumah penduduk dan saudara atau sanak family di sekitar Perum," terang Dandim Bambang.

Selain Dandim, terlihat Letda Inf. Odiyarto selaku PJS Pasi Intel Ops Kodim juga cukup aktif ditengah genangan air untuk membantu warga dan menghimbau mereka untuk mengungsi ketempat yang lebih aman.

Letda Inf. Odiyarto selaku PJS Pasi Intel Ops Kodim Subang ditengah genangan air

Nampak pula turut menghadiri Giat tersebut:

  1. Muspika Ciasem.
  2. BPBD Kab. Subang
  3. Dan Unit Intel Kodim 0605/Sbg, Letda Inf. Amin
  4. Babinsa AD, Serka Aep Hadi
  5. Babinkamtibmas Ciasem, Aiptu Gunawan.

"Setelah meninjau lokasi, kita berkoordinasi dengan Aparat dan stakeholder lainnya. Selain memberikan arahan kepada Petugas di lapangan, kita pun membantu warga masyarakat yang terdampak, kemudian menghimbau kepada warga, untuk lebih waspada guna mengantisipasi adanya banjir susulan yang lebih besar," ucap Tokoh Utama di Kodim 0605/Sbg itu.

Dari hasil pantauan terakhir, kondisi saat ini ketinggian air pada saat pukul 01.30 WIB, mencapai kedalaman ± 100 cm (tanah kosong). (AP/NN)

IMG-20221202-WA0012

Peringati Harkesnas ke-58, Personel Polres Karawang Adakan Giat Donor Darah

Foto kegiatan donor darah

Jendela Jurnalis, Karawang -
Dalam rangka memperingati Harkesnas (Hari Kesehatan Nasional) ke-58, beberapa Personel Polres Karawang, menyumbangkan darah untuk kemanusiaan. Dalam Giat, dihadiri Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, SH, SIK, MH, bertempat di lapangan Karangpawitan, Kab. Karawang, Jabar, Jum'at (2/12/22).

Selain itu, turut pula dihadiri Bupati Karawang, dr. Cellica N, Muspida Karawang dan seluruh stakeholder dari Dinkes dan jajaran kesehatan RS yang ada di wilayah Kab. Karawang.

Momentum Harkesnas tersebut, merupakan kebangkitan masyarakat dari situasi buruk pandemi selama 3 tahun, sehingga peringatan Harkesnas kali ini, mendorong Kemenkes, untuk mengangkat tema “Bangkit lndonesiaku, Sehat Negeriku”. Tema ini dipilih, karena menggambarkan bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat, untuk saling bahu-membahu menyelesaikan pandemi Covid-19, demi terwujudnya Indonesia kembali bangkit dan kembali sehat.

Foto pemeriksaan kesehatan sebelum donor darah

Dalam kesempatan ini juga, Sat Samapta Polres Karawang, ikut berperan dalam Giat Baksos tersebut. Giat tersebut dipimpin Kasat Sabhara, AKP Hasanudin Bahar, beserta 10 Anggota Samapta, mengikuti donor darah untuk kemanusiaan.

Kepada Tribrata, Kapolres Karawang melalui Kasat Sabhara mengatakan, "Dengan mengikuti donor darah dalam peringatan Harkesnas tahun ini, menjadi momentum yang baik sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama, dimana kita dapat melakukan Giat kemanusiaan, pada peringatan Kesehatan Nasional yang ke-58 tahun." (AP)

IMG-20221122-WA0006

Sedikit Mengobati Kedukaan Keluarga Sondegau, TNI dan Warga Sani Berikan Bantuan

TNI dengan Warga Sani naik truk bersama.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Melalui radio, Lettu Inf. Wira Wijaya alias Komandan Wira mengabarkan, bahwa Bapak Stevanus Sondegau, Kepsek YPK (Yayasan Pendidikan Katolik) Bilogai, yang juga merupakan Pendeta di Gereja Katholik, sedang kedukaan karena anaknya yang masih kuliah di Nabire meninggal dunia, Rabu (16/11/22).

Ternyata berita kedukaan keluarga Sondegau, juga sudah didengar oleh masyarakat Fam Sani. Osea Sani, Tokoh Pemuda Mamba, yang pada saat bersamaan sedang bersama Kapten Puji si Bos Mamba, Mayor Anjas, Kapten Suryo dan Lettu Jefri di Pos Satgas Elang, juga membahas tentang rencana masyarakat Mamba memberikan bantuan kedukaan ke Wandoga, Kampungnya Bapak Stevanus Sondegau.

Osea Sani meminta bantuan dukungan kendaraan, karena masyarakat Mamba telah mengumpulkan kayu bakar untuk dibawa ke rumah duka. Permohonan Osea Sani dipenuhi oleh Letkol Inf. Ardiansyah, si Raja Aibon Kogila. Rombongan Komandan Wira yang awalnya akan langsung menuju Wandoga, terlebih dahulu berangkat ke Mamba, menaikkan kayu bakar ke truk, selanjutnya bersama-sama masyarakat Mamba menuju Wandoga.

Foto kebersamaan TNI dengan Warga.

Warga Kp. Hengki Sani menunjukkan, bahwa mereka semakin percaya kepada Apkam, khususnya Ksatria Tengkorak dan Satgas Elang. Tak ada rasa ragu lagi bagi mereka, untuk duduk bersama di bak truk dengan Raja Aibon, Bos Mamba serta para Prajurit. Ketulusan yang dirasakan selama beberapa minggu terakhir ini, membuat warga Sani yakin, bahwa Apkam di Intan Jaya, di bawah Komando Raja Aibon Kogila, akan membantu mereka agar bisa lebih sejahtera. Apalagi Raja Aibon telah memberikan kesempatan kerja kepada para pemuda untuk mengumpulkan kayu bakar, selanjutnya akan dibayar oleh Raja Aibon, demi keperluan memasak di Posramil.

Perjalanan dari Mamba menuju Wandoga tidak terlalu lama, hanya beberapa menit saja. Sepanjang perjalanan, Raja Aibon dan Bos Mamba asyik bersenda gurau dengan warga. Osea Sani bersama beberapa rekannya mengikuti dengan sepeda motor, diasapi semburan asap truk. Sesampai di Wandoga, terlihat kembali kebersamaan rombongan Raja Aibon dengan warga Sani. Laki-laki, perempuan bahkan anak-anak mengambil bagian, memikul batang kayu menuju rumah duka. Sedikit beras dan anggur kupu, ditenteng oleh Prajurit.

"Di tas ada duit. Amplopin, tar kasiin ke Bapak Stevanus Sondegau. Lumayan buat tambahan. Soalnya bekal yang kita bawa cuman dikit. Liat tuh, masyarakat banyak banget," bisik Raja Aibon kepada Letnan Kevin.

Beberapa warga yang sudah hadir di lokasi kedukaan memandang dengan wajah keheranan, melihat Prajurit TNI memikul kayu bersama warga Sani, berjalan beriringan menuju rumah duka. Lebih dari 200 pasang mata memandang ke arah rombongan Raja Aibon. Terdengar suara sambutan khas dari beberapa warga menyambut kedatangan TNI bersama rombongan warga Sani.

"Hormat. Terima kasih banyak Bapak," begitulah yang diucapkan oleh warga sambil menyalami rombongan Raja Aibon.

Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila, didampingi Bos Mamba dan Komandan Wira, kemudian meminta ijin bertemu dengan Bapak Stevanus Sondegau. Sambil menunggu Bapak Stevanus, rombongan Raja Aibon mendengar banyak cerita dari Kepala Distrik Sugapa, yang juga merupakan adik dari Bapak Stevanus. Ternyata keluarga besar Sondegau ada juga yang menjadi Anggota TNI, saat ini berdinas di Wamena.

Panjang lebar Kepala Distrik bercerita, sambung menyambung dengan Gembala Yakob Sondegau. Ramainya suasana siang itu, karena mereka semua keluarga besar mendiang Oktavianus Sondegau, sang Kepala Suku Besar yang meninggal beberapa tahun lalu. Bapak Stevanus yang kemudian datang menemui rombongan Raja Aibon, juga ikut menimpali.

"Hormat. Terima kasih banyak Bapak. Ini kami keluarga besar. Makanya banyak sekali masyarakat. Nanti, besok juga masih banyak yang akan datang ke sini. Ada dari seberang, Bulapa, Galunggama, Mimitapa. Jadi, minta tolong Bapak, nanti kalau ada malam-malam yang lewat, itu semua keluarga. Hormat," ucap Bapak Stevanus Sondegau kepada Raja Aibon Kogila.

"Tidak apa-apa Bapak. Kami sudah mengerti. Saya sudah pelajari budaya di sini. Nanti teman-saya kasi tau semua. Tadi saya dapat kabar dari Osea, ada duka ini. Jadi kami sekalian ambil kayu dulu, karena Osea dan teman-teman Mamba di sana sudah tumpuk kayu. Kita ambil kayu dulu, baru sama-sama kita bawa ke sini. Kalo jalan dari Mamba kan jauh toh, makanya kita naik truk dulu, sekalian kita bawa sini sama-sama. Misalnya nanti kalo ada apa-apa, bilang saja, kita saling bantu semua,” jelas Raja Aibon Kogila, kepada Bapak Stevanus Sondegau.

Lama berbicara sambil bercerita dan menyampaikan rasa duka, tak terasa hujan turun rintik-rintik. Sesuai rencana Raja Aibon dan Kapten Puji si Bos Mamba, rombongan juga tidak akan berlama-lama di Wandoga, mengingat
keluarga besar mereka yang menjadi bagian dari KST, pastinya berada di sekitar rumah duka, atau tidak menutup kemungkinan saat itu bergabung bersama masyarakat. Raja Aibon dan rombongan kemudian pamit kembali. Osea Sani dan rombongan warga Sani menyampaikan, bahwa mereka akan tetap tinggal bersama keluarga duka.

Entah apa yang dibicarakan masyarakat Wandoga pasca ditinggal pergi oleh Raja Aibon dan rombongan. Tentunya mereka akan bertanya-tanya, siapa Raja Aibon? Apalagi selama dua bulan ini, para Prajurit TNI di bawah Pimpinan Raja Aibon Kogila, telah banyak membuat hal-hal yang mungkin selama ini tidak mereka rasakan. Yang pasti, para Ksatria Kostrad dari Karawang, akan selalu hadir menunjukkan Dharma Bhakti kepada Ibu Pertiwi, di tengah-tengah masyarakat Intan Jaya. (HAP)

IMG-20221120-WA0004

Gelar Santunan Yatim Piatu, Anniversary ke-7 Media Online Indoshinju.com juga Dibanjiri Ucapan Selamat

Foto bersama jajaran Redaksi Indoshinju.com bersama Anak-Anak Yatim Piatu.

Peringatan hari ulang tahun ke-7 Media Online Indoshinju.com yang jatuh pada hari ini minggu,22/11, mendapatkan banjir ucapan. Mulai dari pejabat pemerintah, perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas, organisasi masyarakat dan lain-lain.

Sejumlah harapan disematkan agar Indoshinju terus semangat berkarya dalam menyajikan berita-berita paling aktual dan terpercaya agar menjadi refrensi informasi yang inspiratif untuk masyarakat.

Dalam acara Anniversary media online Indoshinju yang dirangkai dalam acara tasyakuran dan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu, diusia ke-7 tahun ini, Indoshinju memanfaatkan hari istimewa ini untuk terus mematangkan diri, meskipun pasang surut dialami Indoshinju, namun tetap bertahan dan muncul dalam multi platform menjawab tantangan zaman.

Foto pemberian santunan oleh Priyatna selaku Korlip Jawa Barat Media Online Indoshinju.com.

Meskipun baru 7 tahun, Indoshinju senantiasa hadir menemani masyarakat untuk menjadi kawan dari pembaca setia, menghadapi berbagai perubahan dalam beberapa aspek terus berinovasi dan berkreasi.

Masyarakat membutuhkan jurnalis membantu publikasi, sebagai kontrol sosial, pemandu pengambilan keputusan dan jurnalis juga membutuhkan teman setia untuk membaca tulisan-tulisan dengan masukan, saran dan kritikan.Kendati di rayakan dengan sederhana Hari ulang tahun Indoshinju yang ke-7 tahun, namun tidak mengurangi kehidmatannya.

Acara ulang tahun ini, di fokuskan di kantor Kabiro Karawang tepatnya di jln Gempol-Johar kampung Jungklang Desa Pamekaran Kecamatan Banyusari kabupaten Karawang Provinsi Jawabarat.

Priyatna koordinator liputan wilayah Jawa barat media Indoshinju mengucapkan rasa syukur, atas perjalanan Media Indoshinju di dunia Jurnalistik,selama kurun waktu tujuh tahun, menurutnya saat ini peran media online telah menjadi salah satu primadona dan menjadi konsumsi publik dalam hal informasi pemberitaan.

Lanjutnya “Alhamdulillah selama Tujuh tahun ini, kami hadir di dunia jurnalistik sebagai wadah dalam memberikan informasi pemberitaan baik daerah maupun provinsi Jawa barat.” Mudah-mudahan kehadiran kami bisa memberikan warna tersendiri dalam dunia jurnalistik di provinsi Jawa barat,khususnya di Karawang,"tuturnya.

Lebih lanjut menyampaikan pesannya, agar semua crew Indoshinju yang berada di provinsi Jawa barat, dia menyampaikan, dalam menjalankan tugas Jurnalistiknya senantiasa berpedoman pada Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999 dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menyuguhkan sebuah berita yang berimbang. Selain itu digelarnya acara kegiatan ulang tahun ini sebagai ajang dalam mempererat tali silaturahmi antar sesama crew media Indoshinju dan rekan-rekan media yang hadir di acara kami”, pungkasnya.

Dalam acara ulang tahun Indoshinju yang ke-7 tahun ini, di hadiri seluruh crew media Indoshinju, ketua PWRI DKI Jakarta, Pimpinan Redaksi Harian Kriminal, Pimpinan Redaksi Berita Ekspos, rekan-rekan media online atau cetak, LBH Maskar Indonesia, Organisasi masyarakat dan LSM, sebagai pelengkap di akhir acara menggelar makan bersama. (red).

IMG-20221119-WA0002

Istri Jadi Korban Pemberangkatan Unprosedural ke Arab Saudi, Apip Mengadu ke Garda BMI Karawang.

Foto Apip usai menandatangani surat kuasa yang diserahkan kepada Garda BMI Karawang.

Jendela Jurnalis Karawang -
Sejak Tahun 2015, Moratorium menjadi acuan bagi PMI (Pekerja Migran Indonesia) untuk memikirkan kembali niatnya jika ingin bekerja ke Luar Negeri, pasalnya, ada beberapa Negara tujuan penempatan yang tidak diperbolehkan untuk dituju oleh PMI. Arab Saudi, menjadi salah satu Negara yang masuk dalam daftar tujuan yang dilarang bagi PMI untuk bekerja disana, khususnya untuk sektor Pekerja Rumah Tangga.

Beberapa waktu lalu, BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) berhasil menggerebek dan menyelamatkan 161 Calon PMI ilegal di salah satu penampungan perusahaan penyalur tenaga kerja yang ada didaerah Bekasi, pasalnya, Perusahaan tersebut meskipun berdiri secara resmi, namun proses yang dilakukannya adalah ilegal, karena perusahaan tersebut memberangkatkan PMI dengan Negara tujuan Arab Saudi sebagai Asisten Rumah Tangga.

Diduga akibat minimnya sosialisasi, fakta dilapangan ternyata masih banyak PMI yang diberangkatkan ke Arab Saudi melalui janji manis yang dilontarkan oleh para Sponsor Lapangan yang bertugas merekrut CPMI dengan iming-iming uang fee yang menggiurkan.

ilustrasi Human Traficking.

Seperti yang terjadi di Karawang, Garda BMI (Garda Buruh Migran Indonesia) mendapatkan laporan pengaduan dari Apip Saepuloh (36), warga Kp. Pulogadung, Desa Pulosari, Kecamatan Telagasari, mengadukan bahwa istrinya Ratna (29) diberangkatkan ke Arab Saudi oleh Sponsor bernama Hj. Ida, lalu kemudian diproses dan diberangkatkan melalui PT. ASR pada Juni 2022 lalu.

Setelah keberangkatannya, Ratna hingga saat ini tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan, dia pun hanya tinggal ditempat penampungan. Nasib malang masih berlanjut, belakangan ini Ratna malah sering sakit-sakitan, tanpa diobati oleh pihak penampungan, bahkan untuk bisa berobat katanya harus pakai uang sendiri. Juga untuk berkomunikasi dengan keluarga pun sulit, karena alat komunikasi yang ia bawa disita oleh pihak penampungan.

Seperti yang dituturkan Ratna dalam bukti voice mail Whatsapp melalui alat komunikasi yang ia pinjam secara sembunyi dari teman di penampungan, untuk dapat menghubungi suami demi memberikan kabar keadaannya disana bahwa dirinya mengaku ingin segera dipulangkan.

"Disini lagi sakit, mau berobat harus pake uang sendiri, gak diobatin sama yang disini, Aa ngomong ke sponsornya untuk minta tanggungjawab, temen neng mah udah pada dipulangin sama sponsornya, paspor sama tiketnya udah diurusin da disini oge gak kerja," tutur Ratna dalam voice maill Whatsapp kepada suaminya.

Sementara itu, Apip mengaku sudah mendatangi pihak sponsor hingga PT, namun ada pengakuan mengejutkan, dirinya mengaku malah dimintai uang sebesar 35 juta oleh pihak pemroses tersebut.

"Saya udah samperin ke sponsor, bahkan sampe ke PT, malah saya dimintain uang 35 juta katanya buat ngurus kepulangannya, uang segitu besar darimana coba? saya juga baru tau kalo ternyata istri saya itu proses pemberangkatannya ilegal," terangnya.

Berharap istrinya dapat segera dipulangkan, kini Apip menguasakan dan menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini diurus dan mendapatkan pendampingan advokasi dari Garda BMI Kabupaten Karawang.

Nunu Nugraha (Kadivkominfo Garda BMI Karawang).

Nunu Nugraha selaku Kadivkominfo Garda BMI membenarkan bahwa Apip telah melapor dan menguasakan permasalahannya ke Garda BMI Karawang melalui salah satu anggotanya.

"Ya, Saudara Apip telah melapor dan menguasakan sepenuhnya, baik itu pendampingan maupun pengadvokasiannya kepada Garda BMI Karawang secara tertulis dalam formulir Surat Kuasa resmi bermaterai. Langkah selanjutnya kita akan berkoordinasi dan memediasi terkait permasalahannya, kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak PT, dan pihak PT mengaku akan memberikan keterangan pada Senin besok, kita tunggu saja hasilnya, kalau gak ada itikad baik ya kita akan lanjutkan prosesnya melalui jalur hukum," terangya kepada awak media pada Sabtu (19/11/2022). (DNK).

IMG-20221118-WA0004

Apresiasi Kinerja Humas Polres Karawang, Ketum PPWI Berikan Penghargaan

Foto penyerahan Piagam Penghargaan dari Ketum PPWI kepada Kasie Humas Polres Karawang.

Jendela Jurnalis Karawang -
Ketum PPWI Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, mengapresiasi kinerja Polres Karawang khususnya Kasie Humas, Ipda Richie Suharyadi, SH, Kamis (17/11/22). Hal tersebut dikarenakan hubungan yang terjalin antara Humas Polres Karawang dengan DPC-PPWI Karawang sangat baik.

Bertindak selaku pengayom dan pelayan masyarakat, Ipda Richie siap menerima keluhan masyarakat dan merespon cepat apa yang dilaporkan masyarakat.

"Saya akan berusaha maksimal membantu dan melayani masyarakat yang sedang mengalami masalah, sesuai kemampuan yang saya miliki. Begitu pula dengan jajaran Polres Karawang lainnya," ujar Richie, saat membesuk Ketua DPC-PPWI Karawang, Dede Nurcahya, yang sedang dirawat di RS Hermina Karawang.

Foto bersama saat membesuk Ketua DPC PPWI Karawang di RS Hermina Karawang.

Lanjutnya, apalagi di bawah kepemimpinan Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, SH, SIK, MH, yang meluncurkan program 'Lapor Pak Kapolres' dan 'Ngawangkong Sareng Kapolres Karawang' serta beberapa program lainnya.

"Setiap keluhan dan laporan masyarakat terkait Kamtibmas, maka akan segera diproses dan ditindaklanjuti," ungkapnya.

Sementara itu, Ketum PPWI Wilson Lalengke yang juga membesuk Ketua DPC-PPWI Karawang dan bertemu Humas Polres Karawang di RS Hermina, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang terjalin baik selama ini. Ia sangat menghargai Polisi Baik seperti Ipda Richie.

"Kami sangat menghargai Polisi Baik yang berakhlak mulia seperti Ipda Richie Suharyadi, selaku Humas Polres Karawang. Masyarakat tidak meminta diberi uang atau materi, rakyat bahkan memberi uang untuk biaya hidup para Polisinya. Mereka hanya butuh pelayanan terbaik, minimal dalam bentuk perhatian, simpati-empati, waktu dan kepedulian di saat-saat tertentu. Terima kasih kepada Polisi IPDA Richie, kami sangat apresiasi dan menghargai segala budi baik dan pengabdiannya bagi masyarakat Karawang. Sehat dan sukses selalu," tutur Tokoh Pers Nasional tersebut, sambil menyerahkan Sertifikat penghargaan ucapan terima kasih kepada Humas Polres Karawang.

Sedangkan Neneng JK, istri dari Ketua DPC-PPWI Karawang, menceritakan kebaikan yang dilakukan oleh Ipda Richie. Saat itu, ketika kondisi suaminya sedang sakit dan keadaan darurat, ia membawa suaminya ke salah satu RS inisial LM ke IGD, namun penanganan terhadap pasien yang sedang gawat darurat sangat lambat. Pasien yang sudah kesakitan luar biasa, hanya dibiarkan menunggu di luar IGD selama hampir satu jam dan harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

Sedangkan antrian di loket pendaftaran lumanyan banyak. Iapun merasa khawatir akan kondisi suaminya. Lalu ia berinisiatif meminta bantuan Humas Polres Karawang, untuk menelpon Humas RS LM. Lalu setelah itu, baru ada respon dari RS LM, sehingga suaminya itu langsung dimasukkan ke IGD dan ditangani dokter.

Pada saat diperiksa itulah, baru diketahui diagnosa penyakitnya. Tapi satu hal yang sangat mengecewakan, pihak RS LM menolak untuk melakukan tindakan operasi, karena tidak ada ruangan. Lalu dokter hanya menyarankan untuk mencari IGD RS terdekat.

Neneng langsung membawa suaminya ke IGD RS Hermina. Setiba di IGD, dokter langsung memeriksa kondisi suaminya dan diagnosa sama dengan RS LM. Melihat kondisi Dede N semakin memburuk, pihak RS Hermina segera mengambil tindakan operasi pada Kamis (10/11/22) lalu.

"Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Terima kasih banyak saya ucapkan kepada RS Hermina, yang telah sigap menangani pasien khusus kepada dr. Erick, yang sangat telaten mengurus suami saya dan saat masih dalam perawatan intensif di RS Hermina," tutupnya. (HAP)