Jendela Daerah

IMG-20251127-WA0022

Kasus Dugaan Pelanggaran Pembelian BBM untuk Alat Berat, Ketum LBH Maskar Indonesia Sebut Keterangan Kabid SDA PUPR Karawang Seolah Cari Pembenaran

Ketum LBH Maskar Indonesia (kanan) dan Kabid SDA PUPR Karawang (kiri) dengan background mobil plat merah saat melakukan pembelian BMM menggunakan jerigen.

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Dugaan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi untuk alat berat jenis excavator di Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang kabupaten Karawang semakin meruncing.

‎Diketahui, pembelian solar untuk BBM di Dinas PUPR Karawang ini dikelola Bidang Sumber Daya Air (SDA). Yaitu dimana setiap pembeliannya di SPBU tertentu mencapai 600 liter perhari.

‎Aries Purwanto, S.T., M.Si., selaku Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa dirinya telah bekerja sama dengan beberapa SPBU.

‎"Kami telah bekerjasama dengan beberapa SPBU untuk memasok BBM sesuai dengan kebutuhan dan jarak yang terdekat dari lokasi yang sedang dilaksanakan normalisasi," ungkapnya. Kamis (27/11/25).

‎Adapun menurutnya, apa yang sudah dikerjakan itu sesuai dengan regulasi, yang dimana bahan bakar excavator harus memakai bahan bakar nonsubsidi.

‎"Jadi yang dipergunakan bahan bakar jenis Dexlite," ujarnya.

‎Padahal, dalam regulasi yang tertulis dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang minyak gas dan bumi menjadi landasan utama yang mengatur kegiatan usaha migas di Indonesia, termasuk pengangkutan, penyimpanan, dan niaga BBM. Dimana tata cara pembelian solar industri dalam jumlah besar biasanya dilakukan melalui agen bunker atau badan usaha niaga BBM resmi (seperti PT Pertamina atau swasta lain yang berizin) dengan mekanisme kontrak atau kesepakatan bisnis, bukan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) biasa yang melayani eceran atau BBM bersubsidi.

‎Dari keterangan Kabid tersebut, jelas pihaknya telah melanggar regulasi yang sudah dibuat oleh pemerintah melalui UU Jasa Kontruksi yang didalamnya disebutkan proyek pemerintah yang menggunakan alat excavator wajib menggunakan BBM nonsubsidi (solar industri) dengan modus untuk mencari keuntungan dari selisih harga pembelian antara solar industri dengan bahan bakar jenis Dexlite.

‎Karena, jika kita hitung, apabila di ukur dari harga Dexlite dan solar khusus industri itu sangat jauh berbeda, dimana harga Dexlite terpaut lebih murah dengan selisih sekitar Rp. 8000,-. Secara otomatis apabila dipaksakan memakai Dexlite, pemerintah akan mengalami kerugian kurang lebih sekitar Rp. 8000,- perliter, karena dari yang seharusnya belanja Rp. 21.400 menjadi Rp. 13.900, dimana keuntungan dari selisih harga tersebut disinyalir masuk ke kantong oknum Bidang SDA dengan kalkulasi hitungan selisih dari 600 liter per hari.

‎Menyikapi hal tersebut, H. Nanang Komarudin, S.H., M.H., selaku Ketua Umum LBH Maskar Indonesia menyebut bahwa dalam hal tersebut Kabid SDA seolah sedang mencari pembenaran, padahal faktanya memang telah melakukan kesalahan.

‎"Kita ketahui bersama, kalau di SPBU itu dilarang melakukan pembelian menggunakan jerigen, karena memang SPBU dikhususkan melayani pembelian kendaraan bermotor sejenis mobil dan sepeda motor. Kalau untuk alat berat sejenis excavator kan seharusnya melakukan pembelian sesuai prosedur dalam skala industri," paparnya.

‎Lebih lanjut, H. Nanang meminta agar BPH Migar maupun Hiswana Migas selaku pihak yang menaungi dan mengatur peredaran minyak dan gas dalam hal ini melakukan tindakan tegas, yaitu untuk menutup semua SPBU yang disinyalir telah melanggar peraturan. (Pri)*

IMG-20251127-WA0002

Pembelian BBM Alat Berat di Dinas PUPR Karawang Disorot

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta untuk segera mengaudit pembelian BBM atau solar diduga subsidi yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang.

Diketahui, pembelian solar untuk bahan bakar alat berat Dinas PUPR Karawang ini dikelola Bidang Sumber Daya Air (SDA). Yaitu dimana setiap pembeliannya di SPBU tertentu mencapai 600 liter.

Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH, MH, mempertanyakan, apakah pembelian BBM ini sudah ada MoU antara Dinas PUPR dengan pihak SPBU terkait. Kalau pun ada, maka hal tersebut tidak dibenarkan.

Karena ditegaskan, seharusnya Dinas PUPR Karawang melakukan MoU langsung dengan pihak Pertamian terkait kebutuhan BBM atau solar untuk operasi alat berat.

"Ini karena mereka membeli langsung dari SPBU tertentu dengan menggunakan mobil plat merah bak terbuka, akhirnya menjadi pertanyaaan publik. Jangan-jangan mereka membeli BBM atau solat subsidi," tutur Asep Agustian, Rabu (26/11/2025).

Askun (sapaan akrab) mempertanyakan berapa liter sebenarnya kebutuhan BBM atau solar Dinas PUPR setiap harinya untuk mengoperasikan alat berat. Karena dalam satu titik SPBU saja bisa mencapai 600 liter.

Sementara berdasarkan informasi yang ia dapat, dalam satu hari Dinas PUPR Karawang membeli BBM atau solar di tiga titik SPBU yang berbeda.

"Ya itu kelemahannya, karena mereka sepertinya tidak ada MoU langsung dengan Pertamina. Coba kalau ada MoU, mereka tidak perlu repot-repot belanja di SPBU setiap hari, karena nanti diantar langsung Pertamina ke Dinas PUPR," katanya.

"Dan kalau ada MoU langsung dengan Pertamina, maka akan lebih jelas pertanggungjawabannya. Tidak memunculkan kecurigaan publik seperti saat ini (membeli BBM subsidi)," timpal Askun.

Atas persoalan ini, Askun meminta inspektorat dan BPK untuk segera mengaudit pembelian BBM di Bidang SDA Dinas PUPR Karawang. Dengan harapan setiap proses pembelian BBM ini lebih tertib administrasi dan untuk meminimalisir tindak pidana mark up atau korupsi.

"Saya minta Inspektorat dan BPK untuk mengaudit, supaya kita tahu yang dibeli BBM subsidi atau non subsidi dan benar gak peruntukannya," tandasnya.

Sementara saat dikonfirmasi wartawan lewat pesan WhatsApp (WA), Samsul - Kepala UPTD Dinas Wilayah V PUPR Karawang menegaskan, bahwa pembelian BBM yang dilakukan adalah non subsidi berupa BBM Pertamina dex. Karena menurutnya yang tidak diperbolehkan adalah pembelian bio solar, bahkan dirinya menegaskan bahwa mobil yang mengangkut BBM tersebut tugasnya hanya melakukan pengambilan karena yang melaksanakan transaksi itu langsung bidang SDA.

Namun sampai berita ini masuk meja redaksi, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai berapa sebenarnya kebutuhan BBM Dinas PUPR setiap harinya?. Dan kenapa Dinas PUPR tidak melakukan MoU dengan Pertamina dalam setiap pembelian BBM-nya.agar tidak terjadi adanya indikasi penyalahgunaan karena untuk alat berat dalam aturan nya sudah jelas harus menggunakan BBM industri bukan BBM dari SPBU.(Red)

IMG-20251125-WA0036

Fantastis, Pemeliharaan Gedung Pemda Karawang dengan Anggaran Rp.3,2 Miliar Disorot Publik

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Proyek pemeliharaan gedung di lingkungan Kantor Bagian Umum Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang tengah menjadi sorotan publik. Dengan nilai anggaran mencapai Rp3,2 miliar, realisasi pengerjaan dan transparansi pelaksanaannya kini dipertanyakan banyak pihak.

Proyek tersebut diketahui mencakup pemeliharaan bangunan gedung kantor, halaman kantor, gedung bertingkat, serta gedung tidak bertingkat yang berlokasi di Jl. A. Yani No. 1 Karawang.

Namun, kondisi fisik sejumlah bangunan yang masih tampak kurang terawat memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran dan hasil di lapangan.

Di beberapa foto yang beredar, tampak sejumlah bagian gedung mengalami kerusakan. Kondisi inilah yang menimbulkan kekhawatiran publik mengenai efektivitas penggunaan anggaran pemeliharaan.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bagian Umum Pemkab Karawang, Furqon, menjelaskan bahwa perbaikan gedung telah diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Hal ini dilakukan karena nilai perbaikan melebihi batas kewenangan Bagian Umum.

"Sudah diajukan ke PUPR karena nilainya lebih dari Rp500 juta," ujarnya.

Furqon juga menegaskan bahwa realisasi anggaran pemeliharaan telah digunakan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas.

"Realisasi anggaran dapat dilihat dari perbaikan gedung Asda 1, 2, 3, gedung tengah, aula, galeri, RDB, RDWB, klinik, parkir, dan TPS," jelasnya.

Meski demikian, masyarakat masih menunggu penjelasan lebih detail mengenai rincian penggunaan dana, progres pengerjaan, serta laporan tanggung jawab atas proyek tersebut.

Transparansi dinilai menjadi hal krusial agar tidak muncul dugaan penyimpangan penggunaan anggaran daerah.

Publik berharap Pemerintah Kabupaten Karawang segera memberikan klarifikasi lengkap, memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai aturan, dan menjamin pengelolaan anggaran dilakukan secara terbuka serta akuntabel.

Hingga berita ini terbit, Dani selaku Kabid Bangunan Dinas PUPR Karawang sulit dikonfirmasi oleh Jendela Jurnalis.(Red)

IMG-20251125-WA0005

H.Bukhori Dewan Fraksi Nasdem Kabupaten Karawang Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2025

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Anggota DPRD Kabupaten Karawang, H.Bukhori, S.Pd.I , menyampaikan ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2025.

Ia berharap momentum peringatan ini semakin meningkatkan kesejahteraan para guru sehingga pelayanan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.

H.Bukhori,menjabat sebagai wakil ketua DPD Nasdem Karawang bidang OK dan juga anggota komisi II DPRD Kabupaten Karawang,menegaskan bahwa dedikasi dan pengabdian guru tidak ternilai.

“Guru adalah pilar utama pendidikan yang tanpa lelah membimbing, menginspirasi, dan memberikan ilmu kepada generasi muda,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen terus memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan para guru. H.Bukhori mengakui bahwa pencapaian yang diraihnya hari ini tidak lepas dari peran besar para guru dalam perjalanan hidupnya.

“Kami sangat bersyukur memiliki guru-guru yang tulus dan penuh dedikasi. Setiap nasihat, ilmu, dan perhatian yang diberikan sangat berarti bagi kami. Bagi kami, guru bukan hanya pengajar, tetapi teladan dan inspirasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H.Bukhori menyebut bahwa jasa guru tidak akan pernah terlupakan.

“Baktimu abadi dalam ingatan kami. Selamat Hari Guru! Terima kasih atas semua yang telah Bapak dan Ibu berikan,” tuturnya.

Ia pun berharap para guru senantiasa diberikan kesehatan, kesabaran, dan semangat dalam menjalankan tugas mulia.

“Teruslah menjadi cahaya dalam kegelapan dan lentera ilmu yang tak pernah padam,” pungkasnya.(Red)

IMG-20251123-WA0029

Acara Selesai dan Sukses: Rangkaian Kegiatan Kemanusiaan & Lingkungan di Pantai Bakti Berakhir Lancar‎

Foto bersama saat penutupan kegiatan

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Rangkaian kegiatan sosial kemanusiaan dan peduli lingkungan di Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, resmi berakhir dengan sukses setelah tiga hari pelaksanaan yang melibatkan sinergi kuat antar lembaga, relawan, dan masyarakat setempat.

‎Pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada sunatan massal bagi anak-anak warga Pantai Bakti. Kegiatan berlangsung aman dan tertib, disambut antusias oleh para orang tua dan peserta, serta mendapatkan dukungan penuh dari tim medis dan relawan kesehatan yang bertugas.

‎Ketua RTKB dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah terlibat.
‎“Kami berterima kasih atas kepedulian dan kerja sama semua unsur yang telah hadir dan bekerja nyata untuk masyarakat pesisir. Semoga kegiatan kolaboratif seperti ini terus berlanjut untuk keberlangsungan Pantai Bakti,” ujarnya.

‎Lembaga dan unsur yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain:

‎- BNPB

‎- BPBD Kota Bekasi

‎- BPBD Kabupaten Bekasi

‎- BPBD Karawang

‎- BPBD Purwakarta

‎- BAZNAS

‎- Relawan kemanusiaan & komunitas peduli lingkungan

‎- Tokoh masyarakat dan warga Pantai Bakti

‎Rangkaian kegiatan selama tiga hari meliputi:

‎- Pemasangan pemecah ombak & penanaman cemara laut

‎- Edukasi kesehatan masyarakat

‎- Edukasi lingkungan untuk anak-anak SDN 02 Pantai Bakti

‎- Kegiatan bersih-bersih pantai

‎- Sunatan massal sebagai bentuk pengabdian sosial

‎Penutupan rangkaian agenda ini ditandai dengan apel evaluasi singkat yang diikuti seluruh relawan dan peserta sebagai ungkapan syukur atas selesainya kegiatan tanpa kendala besar.

‎Selesai dan sukses, penyelenggara kegiatan pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi untuk Pantai Bakti.

‎Pantai Bakti Kuat - Indonesia Tangguh. (NN)*

IMG-20251123-WA0006

Hari Ketiga Relawan RTKB Gelar Sunatan Massal di Pantai Bakti

Kegiatan Sunatan Massal yang digelar oleh RTKB

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) memasuki hari ketiga dengan agenda Sunatan Massal bagi anak-anak warga Desa Pantai Bakti dan sekitarnya. Program ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat serta dukungan berbagai pihak yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan sosial tersebut. Minggu (23/11/25).

‎Sunatan massal berlangsung di salah satu fasilitas umum di wilayah Pantai Bakti dengan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tim medis profesional serta dukungan tekhnis para relawan di lapangan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat dari sisi kesehatan, namun juga sebagai wujud kepedulian sosial terhadap keluarga yang membutuhkan bantuan layanan medis secara gratis.

‎Pernyataan Ketua RTKB

‎Dalam wawancara dengan wartawan, Ketua RTKB,  menyampaikan, “Sunatan massal ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, semoga membawa keberkahan dan keceriaan bagi anak-anak dan keluarga mereka."

‎Antusiasme Warga

‎Kehadiran orang tua dan warga sekitar yang mendampingi membuat suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta juga mendapatkan bingkisan serta dukungan moral dari para relawan, sehingga tercipta suasana nyaman dan mengurangi rasa takut pada anak-anak.

‎Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan RTKB yang masih terus berlanjut dalam rangka meningkatkan kepedulian dan memperkuat solidaritas bersama di wilayah pesisir yang terdampak abrasi. Untuk hidup yang lebih sehat, kuat, dan penuh kepedulian bersama. (NN)*

IMG-20251123-WA0001

Hari Kedua Kegiatan Relawan RTKB di Pantai Bakti Berjalan Lancar dan Produktif

Kegiatan RTKB Hari ke 2

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kegiatan relawan yang digagas Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) di wilayah pesisir Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, memasuki hari kedua dengan rangkaian aktivitas yang berfokus pada mitigasi bencana dan edukasi masyarakat di Pantai Bakti, Muara Gembong. Sabtu (22/11/25).

‎Pada pelaksanaan hari kedua, relawan bersama warga setempat berhasil menjalankan beberapa kegiatan utama, yakni:

‎1. Pemasangan pemecah ombak (breakwater) sebagai langkah mitigasi abrasi yang terus menggerus garis pantai dan mengancam permukiman warga.

‎2. Kegiatan bersih pantai, melibatkan relawan dan masyarakat secara bersama-sama untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

‎3. Edukasi kesehatan masyarakat, mencakup pemahaman tentang pentingnya kebersihan lingkungan, sanitasi dan pencegahan penyakit pasca banjir rob.

‎4. Edukasi dan motivasi untuk pelajar SDN 02 Pantai Bakti.

‎Pernyataan Ketua RTKB

‎Dalam wawancara bersama wartawan, Ketua RTKB, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat setempat dan seluruh relawan.

‎“Kami berterima kasih atas dukungan warga dan seluruh relawan. Kegiatan mitigasi abrasi ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk menyelamatkan wilayah Pantai Bakti. Harapannya, aksi ini membawa manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

‎Apel Konsolidasi Dipimpin Deputi Pencegahan BNPB

‎Sebagai rangkaian penutup pada hari kedua, dilakukan apel konsolidasi relawan dan masyarakat, dipimpin oleh Pangraso Suryotomo, Deputi Pencegahan BNPB. Apel tersebut digelar sebagai sarana evaluasi dan penyamaan langkah setelah kegiatan sepanjang hari.

‎Apel ini bukan merupakan penutupan kegiatan, namun bagian dari koordinasi untuk melanjutkan program penanganan abrasi dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir.

‎Kegiatan akan terus berlanjut dengan tujuan menciptakan perlindungan lingkungan jangka panjang, menumbuhkan kesadaran masyarakat dan memperkuat sistem mitigasi bencana di kawasan Pantai Bakti. (NN)*

IMG-20251122-WA0001

International Volunteer Day 2025 – Kampung Bungin, Pantai Bakti

Kegiatan Volunteer Day 2025 di Kampung Bungin

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kegiatan International Volunteer Day 2025 di Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, memasuki hari kedua dengan rangkaian aktivitas yang berjalan lancar dan penuh antusias. Para relawan dari berbagai organisasi bersama masyarakat setempat berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan lingkungan yang dipusatkan di kawasan pesisir Kampung Bungin. Sabtu (22/11/25).

‎Pada hari kedua ini, kegiatan difokuskan pada:

‎Agenda yang Telah Dilaksanakan Hari Ini

‎- Pemasangan pemecah ombak sebagai upaya melindungi wilayah kampung dari abrasi pantai yang setiap tahun semakin meningkat.
‎- Edukasi kesehatan yang diberikan kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih, pencegahan penyakit kulit, penanganan pertama pada luka, serta kesehatan lingkungan.
‎- Aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan relawan dan masyarakat untuk menjaga keindahan serta kelestarian lingkungan pesisir.

‎Masyarakat terlihat sangat antusias dan terlibat aktif dalam seluruh kegiatan, terutama dalam upaya menjaga lingkungan serta fasilitas pantai yang menjadi identitas Kampung Bungin.

‎Kutipan Tanggapan Ketua RTKB

‎Ketua Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan hari ini.

‎“Kami sangat bersyukur kegiatan hari kedua berjalan dengan baik. Pemasangan pemecah ombak, edukasi kesehatan, edukasi anak dan aksi bersih pantai adalah langkah penting untuk melindungi Kampung Bungin dari abrasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan.”

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua relawan dan masyarakat yang telah bekerja keras hari ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus menguat dan membawa perubahan positif bagi kampung dan lingkungan kita.”


‎Agenda Besok (Hari Ketiga)

‎📌 Sunatan massal
‎📌 Water & Fire Rescue Training
‎📌 Cek kesehatan gratis
‎📌 Penanaman mangrove dalam jumlah besar
‎📌 Pemantapan dan penutupan kegiatan

‎Kegiatan akan berlanjut hingga besok sebagai puncak acara International Volunteer Day 2025 di Kampung Bungin. (NN)*

IMG-20251121-WA0007(1)

Pembukaan International Volunteer Day 2025 di Kampung Bungin‎Pembina RTKB Sulistiono Serahkan Kaos Relawan sebagai Simbol Soliditas dan Kesiapsiagaan

Foto saat penyerahan kaos

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kegiatan International Volunteer Day (IVD) 2025 di Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, resmi dibuka pada Jumat (21/11).

‎Pembukaan ditandai dengan penyerahan kaos Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) oleh Sulistiono selaku Pembina RTKB kepada Ketua Relawan Tangguh Kampung Bungin.

‎Acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme, menjadi simbol penguatan identitas, soliditas, serta kesiapsiagaan relawan pesisir dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan kebencanaan.

‎Dalam sambutannya, Sulistiono menyampaikan, “Ini adalah momentum bagi kita untuk mempertegas peran relawan dalam menjaga pesisir. Kita bergerak bersama, kita kuat bersama. Jaya Relawan Tangguh Kampung Bungin.”

‎Rangkaian Kegiatan IVD 2025

‎International Volunteer Day 2025 mengangkat tema “Solidaritas Melalui Kesukarelawanan”, dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada 21–23 November 2025, meliputi:

‎- Pemeriksaan kesehatan gratis

‎- Edukasi kesehatan dan kebencanaan

‎- Water rescue & fire rescue

‎- Pemanfaatan air hujan

‎- Sunatan massal

‎- Penanaman 2.000 mangrove

‎- Aksi bersih-bersih pantai

‎- Pemasangan pemecah ombak

‎- Kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya

‎Program ini bertujuan memperkuat kapasitas warga pesisir dalam mitigasi bencana sekaligus meningkatkan kepedulian lingkungan.

‎Kutipan Ketua Relawan Tangguh Kampung Bungin

‎Ketua RTKB menyampaikan apresiasi dan semangatnya dalam menjalankan kegiatan kesukarelawanan tahun ini:

‎“Kami para relawan di Kampung Bungin siap memberikan tenaga dan waktu untuk merawat lingkungan pesisir. Penanaman mangrove dan aksi bersih pantai bukan hanya kegiatan seremonial, tapi komitmen kami untuk masa depan wilayah ini. Terima kasih kepada pembina, masyarakat, dan seluruh pihak yang mendukung. Bersama kita jadikan Kampung Bungin lebih tangguh.”

‎Tentang RTKB – Relawan Tangguh Kampung Bungin

‎Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) adalah komunitas relawan yang kita bentuk sendiri dari semangat warga Kampung Bungin untuk menjaga lingkungan pesisir, memperkuat ketahanan bencana, dan membangun kemandirian masyarakat.

‎RTKB berjalan dengan prinsip:

‎- Gotong royong

‎- Kepedulian sosial

‎- Kesiapsiagaan terhadap bencana

‎- Pelestarian lingkungan, terutama mangrove

‎- Solidaritas berbasis komunitas

‎Dengan semangat swadaya, RTKB berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem pesisir dan meningkatkan ketangguhan Kampung Bungin.

‎Informasi Kontak Media

‎📞 0813 9150 0914 (Subur Rojinawi)
‎📞 0813 8594 6934 (Bait)
‎📍 Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17730 (NN)*

IMG-20251120-WA0040

Ketua Umum AMKI Tundra Meliala Tekankan Integritas di Tengah Arus Digitalisasi

Jendela Jurnalis Subang JABAR Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat, Tundra Meliala menegaskan, pentingnya memperkuat integritas, kolaborasi, serta inovasi di industri media nasional pada era digital yang bergerak cepat. Hal itu disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus AMKI Jawa Barat periode 2025-2030 yang digelar di Sari Ater Hot Spring Ciater, Kamis (20/11/2025).

Pelantikan tersebut mengukuhkan Catur Aziyanto sebagai Ketua AMKI Jawa Barat, Eko Juniarto sebagai Sekretaris, serta H. Ersan Syamsudin sebagai Bendahara. Ketiga pengurus inti ini dilantik bersama seluruh Kepala Bidang lainnya, yang akan memimpin sektor-sektor strategis seperti organisasi, hukum, humas, digitalisasi, pendidikan dan kemitraan.

Acara tersebut dihadiri perwakilan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, perwakilan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, Jajaran Kodam III Siliwangi, perwakilan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Achmad Nur Hidayat, perwakilan Kepala Dinas PUPR Jawa Barat, Agung Wahyudi, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, dr. Purwanto, serta tokoh daerah, akademisi dan praktisi media.

Dalam sambutannya, Tundra Meliala mengawali refleksi mengenai cepatnya perubahan pola konsumsi informasi publik. Ia menyebut satu unggahan di media sosial kini mampu membentuk persepsi masyarakat dalam hitungan jam.

"Kita hidup di dunia yang berubah lebih cepat dari yang kita bayangkan. Berita bergerak dalam detik, viral dalam sekejap. Pertanyaannya, apakah industri media kita siap memimpin atau justru tertinggal?" ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Tundra menjelaskan, bahwa AMKI hadir sebagai respons terhadap kegelisahan industri media yang kian terpecah dan bekerja sendiri-sendiri di tengah gelombang digitalisasi. Dengan lebih dari 221 juta pengguna internet di Indonesia, mayoritas akses berita saat ini terjadi melalui platform digital seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

"AMKI harus menjadi rumah bersama. Tempat media cetak, elektronik, digital, TV, radio, YouTuber hingga konten kreator duduk bersama, belajar bersama, dan melangkah bersama," katanya.

Ia menekankan, bahwa amanah yang diemban pengurus AMKI Jawa Barat bukan sekadar jabatan seremonial, melainkan komitmen untuk menjaga relevansi media sekaligus mendorong kolaborasi strategis yang membangun kepercayaan publik.

"Jangan biarkan AMKI hanya menjadi papan nama. Jadikan AMKI gerakan perubahan, gerakan kolaborasi, dan gerakan yang mengembalikan kepercayaan publik kepada media," tegasnya.

Selain tantangan derasnya informasi tidak terverifikasi, Tundra menyoroti tekanan ekonomi media, kompetisi platform global, serta menurunnya literasi publik terhadap sumber informasi yang kredibel. Ia meminta seluruh pengurus, mulai dari ketua hingga kepala bidang, untuk bekerja dengan integritas dan inovasi.

Pada bagian akhir pidatonya, Tundra menegaskan, bahwa AMKI harus menjadi jembatan antara media, pemerintah dan masyarakat.

"Ini bukan penutup, ini awal dari langkah panjang. Amanah ini adalah komitmen sejarah. Kepada seluruh pengurus AMKI Jawa Barat, saya ucapkan selamat bertugas dan selamat membuat sejarah," pungkasnya. (Red)