admin

IMG-20240203-WA0015

Tingkatkan Kualitas Akhlak dan Ibadah Kaum Milenial di Era Global, SMK TKM Tempuran Menggelar Peringatan Isra Mi’raj

Foto : Peringatan Isra Mi'raj di SMK TKM Tempuran.

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Seperti tahun-tahun sebelumnya, di penjuru dunia seluruh umat Islam memperingati peristiwa besar (Isra’ Mi’raj) 1445 Hijriah dengan berbagai caranya. Seperti halnya kegiatan yang kini digelar di SMK TKM (Taruna Karya Mandiri) yang terletak di Desa Purwajaya, Kecamatan Tempuran. Sabtu (3/2/24).

Dengan mengusung tema "Meningkatkan Kualitas Akhlak dan Ibadah Kaum Milenial di Era Global" acara peringatan isra’ mi’raj tersebut berlangsung dihalaman Kampus SMK TKM Tempuran dengan penuh khidmat, juga disertai antusiasme dari para Siswa-Siswi, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Dewan Guru tenaga Pendidik dan kependidikan Civitas Akademik SMK TKM Tempuran.

Acara diawali dengan pembukaan Apel Pagi, dilanjutkan dengan Sholawat Nabi yang dibawakan oleh anak-anak dari Ekstraulikuler Hadroh, lantunan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Ust. Ahmad Hanapi, Sambutan Anita Nuraeni, S.Pd.I., selaku Kepala Sekolah dan Cinta Lestari selaku Ketua Panitia Pelaksana dari Rohis SMK TKM Tempuran.

Acara kemudian berlanjut ke acara inti, yaitu siraman rohani yang dibawakan oleh Ust. Lutfie Zulfikar Farid (Da'i Sholawat Muda), hingga kemudian acara ditutup dengan do'a yang dipimpin oleh Ust. Ardi Ahmad Fauzi.

Foto : Siswa dan Siswi SMK TKM Tempuran dalam mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Isra Mi'raj.

Bagi Umat Islam, Isra’ Mi’raj itu sendiri merupakan peristiwa besar, yaitu peristiwa saat Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai pengalaman dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi dirinya, umatnya serta alam semesta.

Sementara itu, pengertian Isra’ merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW. dari Masjidil Haram ke Masjidil Al-Aqso, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan nabi Muhammad SAW dari Masjidil Al-Aqso menuju Sidrotul Muntaha (langit ke tujuh).

Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik dari peristiwa Isra Mi’raj tersebut. Dengan harapan agar siswa-siswi di SMK TKM Tempuran bisa menjadi generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga religius dalam menyebarkan kebaikan. Dan SMK TKM akan selalu konsisten dalam memfasilitasi seluruh kegiatan sekolah, guna untuk mencetak generasi muda (Milenial) yang berilmu dan berakhlakul karimah, khusunya bagi milenial yang kini hidup di era digitalisasi.

Dengan demikian, perkembangan zaman memang tidak bisa dipungkiri, namun penguatan Akhlak harus tetap ditanamkan terhadap generasi milenial, sebagai bentuk pembekalan diri bagi insan muda yang beriman dan bertaqwa. (Nunu)*

IMG-20240203-WA0014

Miris! Warga Kurang Mampu di Desa Gempol Mengeluh Tak Dapatkan Bansos dan Merasa Tak Diperhatikan Pemdes

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Perluasan program bantuan sosial yang terus ditingkatkan merupakan komitmen pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan di NKRI (Negara Kesatuan Republik ndonesia),
seperti melalui program penyaluran berbagai bantuan sosial seperti PIP (Program Indonesia Pintar), JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), kemudian KIS (Kartu Indonesia Sehat), PKH (Program Keluarga Harapan), BLT (Bantuan Langsung Tunai), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) hingga program bansos (bantuan sosial) lainnya.

Namun sayangnya, berbagai program bansosdari pemerintah baik Pusat, Provinsi dan Kabupaten ini, belum sepenuhnya dirasakan oleh keluarga kurang mampu / miskin di Desa Gempol, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Hal tersebut berdasarkan fakta yang diungkapkan oleh beberapa warga, yang merasa tidak pernah mendapatkan bansos dari program-program pemerintah tersebut hingga mengeluhkan dan berharap, agar pemerintah setempat dapat memasukan data dirinya sebagai KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dalam program - program bantuan sosial tersebut. Jum'at (2/2/24).

Seperti yang diungkapkan Inem (57) dan Edah (55), dimana keduanya merupakan seorang janda, warga Dusun Kalenraman Utara, RT. 01 RW. 05, kepada awak media, bahkan ungkapan tersebut dilontarkan dibarengi dengan isak tangis.

"Unggal aya bantuan nanaon ti pemerintah ge tara kabere, meni teungteuingeun pisan.
Geus sababaraha kali menta dipanguruskeun oge ka RT jeung pagawe desa sejena eweh nu mampuh, teu cara kadulurna kabeh mararenang bansos. Lamun ditanya pagawe desana ngan ngajawab majar nya kumaha ieu mah tidituna ceunah, emangna pamarentah pusat nyahoen ka masyarakat anu didesa hiji-hijina? meren kabeh oge hasil pendataan jeng pengajuan ti pagawe desa, buktina dulur namah anu tadina teu menang jadi mararenang," ungkapnya dengan bahasa Sunda.

Jika diartikan kedalam bahasa Indonesia :

"Setiap ada bantuan dari program - program bansos apapun dari pemerintah, tidak pernah kebagian sama sekali, sungguh keterlaluan banget. Sudah beberapa kali, meminta bantuan untuk diuruskan ke pak RT dan aparat desa lainnya tidak ada yang mampu. Tapi giliran saudaran-saudaranya semua mendapatkan bantuan sosial. Kalau saya bertanya pegawai desanya cuma menjawab ya gimana ini kan dari sananya katanya, Emangnya pemerintah pusat tahu semua masyarakat yang didesa satu persatu? tentunya kan hasil pendataan dan pengajuan dari aparat desa, buktinya saudaranya yang tadinya tidak dapat bansos sekarang dapet semuanya," ungkapnya.

Hal senada pun disampaikan beberapa warga desa lainnya, diantaranya dilontarkan oleh Nengsih (54), Warga Dusun Pasar Gempol Selatan, RT. 02 RW. 02, serta Niti dan Junaenah, warga Dusun Kalenraman Utara, RT. 01 RW. 05, Desa Gempol, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang.

Nengsih mengatakan, bahwa dirinya sewaktu masih Lurah Agus Subhan (Alm) menjabat, setiap kali ada bansos, dirinya selalu mendapatkannya.

"Aneh, waktu jamannya Lurah Agus Subhan (Alm), keluarga kami selalu mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah, tapi setelah Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) yang baru, kemudian terpilih Kades Eman Sulaeman (Ocan), malah hilang dan tidak mendapetkan apa-apa," keluhnya.

"Kami pun sudah memohon kepada aparat pemerintahan desa, agar kami diajukan lagi sebagai KPM dari program bansos tersebut, tapi jawaban dari pegawai desa ada-ada saja, katanya waktu dipoto rumahnya mental terus. Padahal, rumah kami lebih jelek kalau dibandingkan dengan rumah orang yang mendapatkan bantuan sosial lainnya, dan kalau dilihat, jelas-jelas mereka adalah keluarga lebih mampu. Mohon maaf, bukan berarti kami iri dengan orang lain, tapi setidaknya untuk menjadi bahan evaluasi, dan seharusnya Pemerintah Desa Gempol lebih memperhatikan kami keluarga yang kurang mampu dan sudah Lansia (Lanjut Usia)," tambahnya.

Lebih lanjut, ketika mereka ditanya oleh wartawan, tentang apa yang menjadi harapan mereka dengan mengeluhkan hal tersebut, mereka serempak menjawab bahwa berharap agar dapat lebih diperhatikan lagi oleh pemerintahan didesanya.

"Harapan kami, semoga apa yang kami keluhkan ini dapat diperhatikan oleh Pemerintah Desa Gempol, khususnya oleh Kades Eman Sulaeman (Ocan), dan PSM (Petugas Sosial Masyarakat) atau TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Banyusari), agar bisa membantu kami yang jelas-jelas keluarga kurang mampu (miskin), agar dicatat sebagai KPM dari program-program pemerintah terkait bantuan sosial seperti BLT-DD, BPNT, PKH dan lain-lainnya," harapnya.

Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa jika seandainya Pemerintah Desa atau petugas Kecamatan Banyusari yang berkaitan dengan Bansos tidak bisa membantu, mereka memohon kepada Wartawan agar menyampaikan berita ini kepada Kemensos atau bahkan ke Presiden agar kemudian bisa membantu rakyat miskin diwilayahnya. (red)*

Editor : Nunu Nugraha

IMG-20240202-WA0030

Seolah Bungkam, Saber Pungli Diduga Lakukan Pembiaran Terkait Adanya Dugaan Penjualan LKS di MTsN 2 Karawang

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Terkait pemberitaan yang beredar sebelumnya, tentang adanya dugaan praktik penjualan buku modul / Lembar Kerja Siswa (LKS) di MTsN 2 Karawang, hal tersebut selanjutnya mendapatkan respon dari Saber Pungli Karawang yang mengaku akan mendatangi sekolah untuk mencari tahu kebenarannya.

Hal tersebut diungkapkan AKP Joko Suwito selaku Tim Saber Pungli Karawang kepada Jendela Jurnalis melalui pesan singkat aplikasi WhastApp pada Selasa (29/1/24). Dirinya mengaku akan mendatangi sekolah tersebut untuk turun dan meminta klarifikasi dari pihak sekolah.

Lebih lanjut, saat Jendela Jurnalis kembali menggali informasi terkait perkembangannya, pihak Saber Pungli tak kunjung memberikan keterangan maupun penjelasan apapun. Bahkan, ketika kembali dikonfirmasi pun pohaknya malah terkesan bungkam seribu bahasa.

Tak berhenti, Jendela Jurnalis kemudian menghubungi Kepala Sekolah MTsN 2 Jatisari untuk menanyakan terkait ada atau tidaknya kedatangan pihak Saber Pungli ke sekolah tersebut.

Dalam keterangannya, Kepala Sekolah menjawab bahwa pihak Saber Pungli sudah ada yang datang ke sekolah.

"Sudah, mangga tanyakan langsung ke Pak Joko," timpalnya. Jum'at (2/2/24).

Seolah sudah direncanakan dan menjadi sebuah kejanggalan, dimana Kepala Sekolah tak memberikan keterangan lebih lanjut terkait perkembangan dari adanya temuan tersebut dengan menyuruh Jendela Jurnalis untuk menanyakan perkembangan dan kelanjutannya kepada AKP Joko Suwito selaku pihak Saber Pungli. Sementara itu, pihak Saber Pungli yang seharusnya bisa memberikan informasi, kini malah seolah acuh tanpa reaksi.

Dengan adanya hal tersebut, kuat dugaan bahwa ada "Kongkalikong" antara Pihak Sekolah dengan Oknum dari pihak Saber Pungli, sehingga kabar berita terkait adanya dugaan penjualan LKS tersebut terkesan ditutup-tutupi.

Hingga berita ini diterbitkan, Jendela Jurnalis masih belum mendapatkan keterangan terkait apa saja tindakan yang dilakukan oleh Saber Pungli terhadap sekolah MTsN 2 Karawang, apakah bukunya dikembalikan ke penerbit dan uang nya juga dikembalikan kepada murid, atau tindakan lain sesuai prosedur hukum. (Nunu)*

IMG-20240202-WA00271

Gelar Forum Konsultasi Publik Penyusunan RKPD 2025, Pemkab Karawang Harapkan Adanya Sinergitas Sejumlah Pihak

Foto pelaksanaan Forum Konsultasi Publik

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Pemkab Karawang melalui OPD Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) menggelar Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2025 di Hotel Mercure, Kamis (1/2/2024).

Dalam forum yang bertemakan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Insfrastruktur yang Berkualitas dan Berkelanjutan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Plt Kepala Dinas PUPR Karawang Rusman Kusnadi, Prod. Dr. Dedi Mulyadi selaku akademisi dan Rektor UBP Karawang dan Jajang dari Inspektorat Karawang.

Kepala Bappeda Karawang, Dindin Rachmady, mengatakan, forum ini dilaksanakan agar terjadi sinergitas sejumlah pihak di antaranya pemerintah daerah dan pemerintahan desa untuk menyusun rencana pembangunan daerah yang berkelanjutan.

"Misalkan pembangunan insfrastruktur yang sduah dibangun di periode sebelumnya harus diperhatikan keberlanjutannya di periode selanjutnya," ucapnya.

Menurutnya, merencanakan pembangunan daerah sama halnya merencanakan kinerja organisasi dan merencanakan kinerja organisasi sama halnya merencanakan kinerja pegawai serta merencanakan kinerja pegawai sama halnya juga merencanakan penghasilan pegawai.

Dalam pemaparannya, Dindin menjelaskan ada enam hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan RKPD tahun 2025, yakni internalisasi goalnya organisasi (sasaran strategis), penyusunan risk register pararel dengan proses perencanaan dan penganggaran, disusun berdasarkan cascoding dan crosscutting dari sasaran organisasi dengan mempertimbangkan peluang risiko, tahapan disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan dengan memperhatikan jadwal tahapan pemilu, diupayakan dinamika penetapan APBD sudah dimitigasi dalam RKPD.

"Terakhir, perhatikan keselarasan RKPD dengan RPJMD, serat renstra dengan renja," tandasnya.

Ditempat yang sama, Plt Kepala Dinas PUPR Karawang, Rusman Kusnadi, dalam pemaparannya menyampairkan empat prinsip rencana pembangunan daerah, di antaranya merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional dan provinsi, dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing, mengintegrasikan rencana tarta ruang dengan rencana pembangunan daerah.

"Serta dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah sesuai dengan dinamika, perkembangan daerah dan asional," ucapnya. (red)*

IMG-20240201-WA0026

Polsek Pedes Laksanakan Operasi Penegakan Perda No. 12 Tentang Penggunaan Knalpot Racing Atau Brong

Foto : Pelaksanaan operasi knalpot brong.

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Kapolsek Pedes polres Karawang polda Jawa barat kapolsek pedes Akp Marsad SH MH. Camat Pedes H. Aep Saepudin. Aipda Wasna, Brigadir Gumilar, dengan anggota Koramil pedes Sertu Jemmy, dan R.S Budi Staff Humas Polsek pedes, kegiatan sosialisasi tentang knalpot racing brong pada pengendara sepeda motor yang bertempat di depan Mako Polsek pedes.

Pada siang hari Rabu tanggal 31 Januari 2024 melaksanakan sosialisasi tentang kenalpot racing brong pada pengendara sepeda motor yang bertempat di depan Mako Polsek pedes. kegiatan ini semua ia itu sosialisasi tentang kenalpot racing brong pada pengendara sepeda motor yang bertempat di depan Mako Polsek pedes. Kabupaten Karawang, ini semua guna mencegah gukamtibmas diwilayah Hukum Polsek Pedes dan kecelakaan yang diakibatkan oleh kenalpot racing atau brong.

"Saya bersama anggota Polsek pedes dan unsur muspika kecamatan pedes di depan mako polsek pedes, untuk menciptakan keamanan lingkungan Masyarakat dan pengguna jalan, Kapolsek pedes Akp Marsad SH MH bersama camat pedes H. Aep Saepudin, untuk mewaspadai adanya tindakan kejahatan dan kecalakan. ini semua mengantisipasi terjadinya tindakan kejahtan, di lingkungan masyarakat agar selalu waspada, jika terjadi tindak Pidana segera melaporkan ke polsek pedes." Tutur Aipda Wasna.

"Ini semua atensi Bapak kapolres Karawang Akbp Wirdhanto hadicaksono, kepada semua jajaran, untuk menjaga keamanan masyarakat, dan meningkatkan terus mensosialisasikan tentang Penggunaan Kenalpot Racing Atau Brong" tambahnya Aipda wasna. (Rey)*

IMG-20240201-WA0025

Bhabinkamtibmas Polsek Pedes Laksankan Patroli Himbau Masyarakat Waspada Kejahatan

Foto : Sambang Masyarakat

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Anggota polsek Pedes polres karawang polda Jawa barat. Aipda Karjono, Bripka hendrike, Bripka Sandi, melaksanakan sambang dialogis ke masyarakat Dusun Karangjati, Desa Karangjaya Kecamatan Pedes himbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada akan adanya tindakan kejahtan dan perdagangan orang.

Pada Hari Rabu tanggal 31 Januari 2024. anggota Polsek Pedes polres Karawang melaksanakan sambang dialogis ke masyarakat, himbau tentang tindak pidana perdagangan orang. Melaksanakan sambang ke masyarakat Dusun Karangjati, Desa Karangjaya Kecamatan Pedes.

"Saya sebagai anggota polsek pedes Dusun Karangjati, Desa Karangjaya Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang, mengajak kepada masyarakat agar ikut aktif dalam Meningkatkan antisipasi pengawasan keamanan, dan menjaga ketertiban lingkungan sekitar. Pada siang hari ini, dikarenakan bapak kapolres Karawang Akbp Wirdhanto hadicaksono inginkan masyarakat wilayah karawang aman dari Kejahatan tindak Pidana Perdagangan Orang ia itu TPPO" Tutur Aipda Karjono.

"Ayo kita sama sama untuk menjaga keamanan lingkungan, mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang ataupun peredaran narkoba, untuk itu, masyarakat jangan sampai mengonsumsi atau meminum yang beralkohol, maupun Narkoba. Bila ada gangguan Kamtibmas agar segera melaporkan kejadian ke Bhabinkamtibmas, atau bisa langsung ke mako polsek pedes." Tambahnya Aipda Karjono kepada wartawan.

Bhabinkamtibmas polsek pedes terus menjaga keamanan masyarakat, di siang hari ini, dikarnakan hal ini atas perintah bapk Kapolres Karawang, Akbp. Wirdhanto hadicaksono. S.H., S.I.K., M.Si. Kepada kapolsek pedes Akp Bambang Sumitro. SH. MM. CHRA. dan jajaran, polres baik polsek harus menjaga membantu masyarakat dari segi apapun. (Rey)*

IMG-20240131-WA0061

Dinilai Belum Rampung, Proyek Rehabilitasi Gedung SDN Cigunungsari l Diduga Ditinggal Kabur Pelaksana

Kondisi bangunan beserta papan informasi pekerjaan.

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Demi meningkatkan infrastruktur gedung sekolah di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Karawang, melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), menggelontorkan anggaran yang cukup fantastis.

Anggaran fantastis tersebut, seyogianya harus tepat kualitas, agar fisik pembangunan infrastruktur tersebut bisa maksimal dirasakan oleh penerima manfaat, dalam hal ini yaitu dunia pendidikan.

Pekerjaan infrastruktur harus dilaksanakan dengan transparan sesuai spek yang telah ditentukan. Jangan sampai dikurangi kualitasnya, baik bahan material, volume, maupun kualitas fisiknya. Jika kualitas pekerjaan sesuai spek, maka, dugaan adanya korupsi bancakan tidak akan mencuat di mata publik.

Adalah pekerjaan Rehabilitasi Gedung Kelas SDN Cigunungsari I Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, Jawa Barat, patut diduga jadi ajang bancakan korupsi para oknum. Pasalnya, pekerjaan yang menelan anggaran sebesar  Rp199.840.700 tersebut patut diduga belum selesai.

Hal itu mencuat, ketika awak media melihat langsung kondisi bangunan SDN Cigunungsari I usai dilakukan pekerjaan rehabilitasi oleh CV Putra Nusantara Muda, yang beralamat di Kecamatan Batujaya Kabupaten Karawang, Jawa Barat, selaku pelaksana pekerjaan sebagaimana yang tertera di papan proyek dengan masa pekerjaan 90 (sembilan puluh) hari kerja terhitung sejak 12 Mei 2023 hingga 9 Agustus 2023 lalu.

“Lihat saja Pak, itu bangunan 4 kelas yang katanya sudah selesai direhabilitasi. Plafond belum difinishing, Dinding tembok dalam dan luar kelas pun belum difinishing hanya ditambal saja, dan belum lagi kayu kusen ventilasi udaranya tidak diganti, hanya ditambal oleh kayu bekas itu juga,” ungkap, Karda, S.Pd., selaku Kepsek SDN Cigunungsari I kepada media. Minggu (28/1/2024).

Karda pun tidak mengetahui kalau pekerjaan rehabilitasi itu dianggap sudah selesai oleh pelaksana. Karena, dirinya tidak pernah merasa menerima konfirmasi dari pihak CV. Putra Nusantara Muda.

“Saya tidak tahu kalau pekerjaan ini sudah selesai. Saya tidak mendapatkan informasi dari pihak pemborong. Apalagi tanda tangan berita acara serah terima, saya tidak merasa sama sekali. Saya juga bingung, ini pekerjaan sudah selesai apa belum? Karena, bentuk fisik bangunannya kok seperti ini,” bebernya.

Berdasarkan informasi, bahwa pekerjaan Rehabilitasi Gedung Kelas SDN Cigunungsari I tersebut, disubcontkan kepada Mustopa, yang diketahui sebagai Mantan Ketua PGRI Kecamatan Tegalwaru.

Mustopa, saat dikonfirmasi kebenaran kabar tersebut, dirinya malah menuding bahwa Kepsek SDN Cigunungsari I yang membuat masalah.

"Pak, sebenarnya tidak ada masalah sesuai RAB. Namun, Kepsek selalu bikin masalah," katanya, pada Rabu (30/1/2024) saat dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp.

Ketika dipertanyakan apakah dirinya sebagai Subcont dari CV Putra Nusantara Muda, Mustopa, malah mengarahkan agar menghungi nomor salah seorang wartawan yang diakui sebagai adiknya.

"Bapak hubungi aja adik saya, sama orang media, Yopa. Saya kirim nomornya. Itu adik saya," sebutnya.

Sementara, pihak CV Putra Nusantara Muda, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh media pada Minggu (28/1/2024), yang bersangkutan tidak memberikan penjelasan.

Di tempat terpisah, Yanto, selaku Kabid Disdik Kabupaten Karawang, ketika dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut, dirinya memilih BUNGKAM SERIBU BAHASA hingga berita ini dipublikasikan. (red)*

IMG-20240130-WA0056

Pj Bupati Aceh Barat Lantik 17 Pejabat Eselon 2

Foto saat prosesi pelantikan

Jendela Jurnalis Meulaboh, ACEH BARAT - Penjabat Bupati Aceh Barat Drs Mahdi Efendi, Senin (29/01/2024), melantik dan mengambil sumpah jabatan 17 orang ASN pada Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama atau eselon 2 di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat, di Aula Gedung C BKPSDM Aceh Barat.

Pelantikan itu memungkasi spekulasi panjang tentang rumors mutasi jabatan eselon 2 di Pemkab Aceh Barat.

Pelantikan itu juga telah mendapat Rekomendasi dari Ketua KASN, Pertimbangan Teknis dari Kepala BKN serta Persetujuan dari Mendagri.

Berdasar basil dari lampu hijau melalui tiga instansi regulator itulah dituangkan dalam bentuk SK Bupati Aceh Barat Nomor Peg 821.22/05/2024 tertanggal 26 Januari 2024.

"Kita melakukan semua ini dengan dasar rekomendasi, pertimbangan teknis dan persetujuan dari lembaga atasan, sebagai upaya untuk memaksimalkan kinerja pelayanan publik serta mendorong percepatan operasional Pemkab Aceh Barat," tutur Pj Bupati Aceh Barat, Mahdi Abdullah kepada awak media usai pelantikan.

Mahdi menjelaskan, prosesi pelantikan dan pengukuhan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menjadi momentum penting dalam mewujudkan peningkatan tata kelola birokrasi dan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Mahdi menuturkan bahwa proses pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan hasil uji kompetensi, sekaligus menjadi tindak lanjut dari peraturan pemerintah terkait manajemen Pegawai Negeri Sipil.

"Langkah ini, diharapkan dapat mempercepat pembangunan daerah dan mengoptimalkan kinerja Satuan Kerja Perangkat Kabupatn (SKPK) untuk mencapai target kinerja dan operasional organisasi yang telah ditetapkan," ujarnya.

Mahdi juga mengingatkan, pelantikan dan pengukuhan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan juga dasar untuk mendorong percepatan pembangunan daerah. Langkah ini juga didasarkan pada mekanisme sesuai ketentuan dan telah melalui proses seleksi yang ketat, serta regulasi lainnya.

Pengisian jabatan eselon 2 itu juga untuk menjawab kekosongan belasan posisi eselon 2 di Pemkab Aceh Barat, yang selama ini umumnya di isi dengan pejabat yang berstatus Plt.

Adapun data beberapa Pejabat yang dilantik tersebut adalah ;

1.Abdullah S, Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana
2.Eddy JUanda MSi, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
3.Bismi SPd, Asisten Perekonomian dan Pembangunan
4.Mulyadi SHut MSi, Kadis Kelautan dan Perikanan
5.Marwandi SE, Kadis Sosial
6.Bukhari ST, Kadis Lingkungan Hidup
7.Drs Husaini MPd, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan
8.Erniwanti SH MSi, Sekretaris DPRK
9.Khairuman SPd, Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Keistimewaan Aceh
10.Safrizal SP MSc, Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
11.Muhammad Isa SPd, Kadis Syariat Islam
12.Nyakna SE MEc Dev, Asisten Administrasi Umum
13.Zulyadi SE,Ak, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah
14.Drs Saijal Wahbi, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil
15.DR Kurdi ST MT, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
16.Drs Darwis MSi, Kadis Pertanahan
17.Syarifah Junaidah SKM MSi, Kadis Kesehatan.
(Muhibbul Jamil)*

Editor : Nunu Nugraha

IMG-20240130-WA0057

Kapolsek Pedes Bersama Muspika Kecamatan Cilebar Sambangi Rumah Warga yang Roboh Akibat Hujan Lebat

Kapolsek Pedes bersama Muspika Kecamatan Cilebar saat menyambangi Warga yang rumahnya roboh

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Polsek Pedes, Polres Karawang, Polda Jawa Barat melalui Kapolsek Pedes serta Anggota Polsek Pedes melaksanakan kegiatan bersama Muspika Kecamatan Cilebar untuk melihat dan memberikan bantuan berupa sembako kepada Ibu Uum binti Wastar. Selasa (30/1/24).

Uum merupakan salah satu warga Kampung Cilebar 2, RT 01/02, Desa Kertamuktiz Kecamatan Cilebar yang tertimpa reruntuhan rumah nya yang ambruk lantaran di guyur hujan yg deras, dan memang kebetulan rumahnya pun sudah keropos.

"Saya bersama Anggota melaksanakan sambang ke masyarakat yang tertimpa bencana dan dilanjutkan Patroli menggunakan kendaraan mobil Strada 3213 A," ucap Kapolsek.

Adapun dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Pedes dan Muspika menyampaikan beberapa arahan berikut.

Pertama, pihaknya menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada Ibu Uum atas musibah yang menimpanya.

Kedua, pihaknya berpesan kepada pihak keluarga untuk tabah menerima cobaan dari yang maha kuasa dalam menerima musibah tersebut.

Selain itu, Muspika yang turut datang bersama Kapolsek turut memberikan bantuan berupa sembako dan memberikan motivasi kepada Ibu Uum yang saat ini sudah dibawa ke Tumah Sakit Fikri untuk mendapatkan perawatan medis.

Muspika Kecamatan Cilebar juga turut berpesan agar di musim hujan ini masyarakat selalu waspada terhadap bencana alam yang bisa saja datang tak terduga.

"Kami, Keluarga Ibu Uum mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolsek Pedes, Pak Camat Cilebar, dan kami siap mendukung program CAKEP dari Bapak Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono, untuk melaksanakan kegiatan membantu masyarakat di wilayah hukum Polsek Pedes, dan melakukan patroli ke tempat-tempat yang dianggap rawan serta objek-objek vital," ucap salah satu keluarga Ibu Uum.

Dilain kesempatan, R.S Budi, A.Md., SH., selaku Staff Humas Polsek Pedes menambahkan, "Bapak Kapolsek Pedes AKP Marsad, S.H., M.H., melanjutkan Patroli Prekat berkeliling wilayah Kecamatan Cilebar, setelah menyambangi Ibu Uum korban bencana alam," terangnya. (Rey)*

Editor : Nunu Nugraha

IMG-20240130-WA0021

Saber Pungli Karawang Akan Turun dan Menindaklanjuti Terkait Adanya Dugaan Penjualan LKS di MTsN 2 Karawang

Ilustrasi

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Menyikapi terkait adanya pemberitaan sebelumnya, terkait adanya dugaan praktik penjualan buku modul atau Lembar Kerja Siswa (LKS) di MTsN 2 Karawang, kini mendapatkan reaksi dari pihak Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Karawang. Selasa (30/1/24).

Saat dimintai tanggapannya, AKP Joko Suwito selaku pihak Saber Pungli Karawang mengaku akan mendatangi sekolah MTsN 2 Karawang untuk menindaklanjuti.

"Baik Mas Brooo, thanks infonya," timpalnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp pada Selasa (30/1/24).

"Coba nanti Tim Saber turun untuk klarifikasi," tambahnya.

Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, Kepala MTsN 2 Karawang tidak menanggapi konfirmasi yang dilayangkan oleh Jendela Jurnalis alias bungkam. (Nunu)*