Bulan: Januari 2024

IMG-20240119-WA0062

Klarifikasi Humas SMAN 1 Tirtajaya, Pihak Sekolah Tak Alergi dan Welcome Bagi Rekan Wartawan

SMAN 1 Tirtajaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Terkait dengan munculnya pemberitaan sebelumnya, tentang pihak SMAN 1 Tirtajaya yang diduga alergi wartawan, kini telah diklarifikasi oleh dan hasil dari klarifikasi oleh Deden selaku humas dari pihak SMAN 1 Tirtajaya.

Dalam klarifikasinya saat bertemu disekolah, Deden menyampaikan kepada awak Media jendralnews.co.id, bahwa dengan adanya pemberitaan dugaan pihak sekolah alergi wartawan itu tidak benar.

"Kami sebagai pihak sekolah SMAN 1 Tirtajaya sangat terbuka bagi semua rekan rekan media online yang akan berkunjung untuk membangun mitra kerjasama dengan pihak sekolah. Dengan jalinan kerjasama dan sinergitas yang dibangun justru kami akan merasa terbantu, sehingga apa yang menjadi kegiatan-kegiatan kami dalam pendidikan disekolah bisa terpublikasi," ungkapnya. Jum'at (19/24).

Deden menambahkan, justru pihaknya juga sangat membutuhkan kehadiran dari rekan media, contohnya disekolah tersebut banyak SARPRAS yang masih kekurangan dan belum terealisasi, seperti pagar sekolah yang belum terbangunkan, halaman sekolah yang masih beralas tanah, dan masih adanya ruangan yang kurang bagi kegiatan belajar mengajar.

"Kami ingin sekolah Tirtajaya ini sarana dan prasarana seperti SMAN yang lainnya, seperti Batujaya, Rengasdengklok, Pedes dan lainnya, disini masih banyak ketertinggalan dalam sarana prasarananya, ya maklum di ujung Karawang Utara mungkin,
dan rekan-rekan sendiri bisa melihat kenyataan dilapangan seperti ini adanya. Maka dari itu, dengan adanya rekan media ini apa yang menjadi kekurangan sekolah bisa dibantu diinformasikan kepada Dinas Pendidikan atau Pemerintah Daerah, baik Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, atau Pemerintah Provinsi dan pusat, tentang masih kurangnya sarana prasarana sekolah di SMAN 1 Tirtajaya ini. Jadi jika dugaan pihak sekolah SMAN 1 Tirtajaya alergi wartawan itu tidak benar adanya. Maka hal ini perlu di luruskan demi terciptanya informasi yang benar-benar jelas. Justru kehadiran dari rekan-rekan salah satu jalan bagi kami untuk bisa mempublikasikan adanya sekolah disini," bebernya.

Ditempat terpisah, saat dimintai keterangannya, Sekjen Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Karawang H. Epul menyampaikan bahwa setiap sekolah diharapkan dapat berkolaborasi atau bermitra dengan rekan media, agar sekolah bisa dan punya ruang untuk mempromosikan setiap program sekolah. Sehingga masyarakat tahu, baik masyarakat sekitar maupun masyarakat luas bahwa setiap program sekolah itu butuh dipublikasikan dan juga bisa menjadi promosi sekolah," ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa hal tersebut bertujuan agar nantinya masyarakat tidak harus mencari sekolah lagi, karena banyak dipublikasikan melalui para media, baik itu media online, maupun media cetak dan juga media sosial.

"Kami dari MKKS Kabupaten Karawang selalu menyampaikan kepada seluruh sekolah, siapapun yang hadir ke sekolah, baik itu media atau lembaga, siapapun harus dilayani, karena kehadiran mereka pasti sangat membantu untuk mempromosikan sekolah," pungkasnya. (Rey/HR)*

IMG-20240119-WA0032

Dikonfirmasi Terkait Dugaan Adanya Tumpang Tindih Anggaran Realisasi Fisik Dana Desa, Kades Banyuasih Malah Catut Nama Ketua PERADI Karawang

Papan informasi realisisasi pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Pekerjaan Pembangunan / Pengerasan Akses Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Banyuasih, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang yang didanai dari Dana Desa Tahun 2023 diduga terdapat tumpang tindih anggaran dengan pekerjaan serupa yang bersumber dana dari Aspirasi Anggota Dewan.

Pasalnya, terdapat kesamaan lokasi serta dugaan ketidaksesuaian yang menimbulkan kejanggalan dari hasil pekerjaan keduanya.

Diketahui, Pengerasan Jalan Usaha Tani yang diselenggarakan dan didanai dari Dana Desa Tahun 2023 dalam papan informasi tertulis 246 x 3.0 x 0.20 M, namun dalam pelaksanaannya informasi yang didapat oleh awak media, diduga hanya direalisasikan sepanjang 50 M saja, untuk kemudian realisasinya dilanjutkan dengan pengerasan dari bantuan Aspirasi Anggota Dewan.

Hal tersebut membuat Y (inisial) selaku warga Banyusari mencurigai adanya Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) pelaksanaan realisasi DD Tahun 2023 fiktif yang dibuat oleh Kades Banyuasih.

"Palingan itu 50 Meter saja realisasinya Pak, sisanya kan dari Aspirasi Dewan, saya curiga itu SPJ pelaksanaan realisasi DD nya fiktif," ungkap Y kepada Jendela Jurnalis.

Sementara itu, Jendela Jurnalis kemudian mengonfirmasikan adanya dugaan tersebut kepada RS (inisial) selaku Kepala Desa Banyuasih. Namun dalam keterangannya, RS menjelaskan bahwa dugaan tersebut tidak benar.

"Tidak Pak, itu salah duga, bahkan dilebihi Pak panjangnya. Senin aja ketemu saya, sekarang saya di Jawa,
nanti boleh cek bersama, saya tunggu hari Senin," timpalnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Aplikasi WhatsApp. Kamis (18/1/24).

Namun, ketika ditanyakan terkait adanya lanjutan pekerjaan yang didanai dari Aspirasi Dewan, dirinya tidak menampik hal tersebut, dan mengakui bahwa dirinya yang menyuruh untuk melanjutkannya setelah pekerjaan dari DD selesai.

Lebih lanjut, usai mendapatkan konfirmasi, Jendela Jurnalis mendapatkan pesan tambahan dari RS yang malah mencatut nama salah satu pengacara terkenal di Karawang.

"Iya siap terimakasih banyak Pak,
karena Bapak mah mungkin dari pelapor,
tadi sudah saya ser (share-red) juga ke Pak Askun, ada teman media yang baik, ada berita konfir dulu ke saya. Nuhun Bapak," tutupnya.

Hal tersebut sontak membuat Jendela Jurnalis yang sedari awal hanya sedang melakukan konfirmasi terkait dugaan adanya tumpang tindih anggaran merasa heran. Dengan mengirim pesan seperti itu, membuat Jendela Jurnalis melanjutkan pencarian informasi kepada nama yang disebutkan oleh Kades Banyuasih terkait apa korelasinya antara dirinya dengan salah satu pangacara yang ia sebutkan tersebut.

Namun anehnya, saat Jendela Jurnalis melakukan konfirmasi kepada Asep Agustian, SH.,MH., atau yang lebih akrab disapa Askun untuk mempertanyakan korelasi dirinya dengan Kades tersebut, Askun malah menjawab bahwa dirinya tidak mengenal Kades tersebut.

"Saya gak kenal kang," ucap Askun yang juga merupakan Ketua DPC dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kabupaten Karawang tersebut. (Pri)*

IMG-20240119-WA0027

Miris! Baru Hitungan Bulan, Bangunan Liar Sepanjang Area Sungai PJT Rengasdengklok Bertebaran Didepan Desa Pisang Sambo

Bangunan liar sepanjang area sungai

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR -
Program Normalisasi sungai yang di laksanakan oleh PJT Rengasdengklok dan pembongkaran bangunan liar di sepanjang area sungai telah di lakukan pada tahun 2023 kemarin di wilayah Karawang Utara khususnya wilayah kecamatan tirtajaya dengan berjalan sukses dan lancar.

Akan tetapi, belum juga sampai berbulan-bulan, bangun liar bermunculan di wilayah Desa Pisang Sambo, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang. Jumat (19/01/24).

Lebih mirisnya, berdasar hasil dari pantauan awak media jendralnews.co.id, bangunan liar terlihat di depan Desa Pisang Sambo yang notabene dekat dengan kantor pemerintahan desa.

Padahal, seharusnya pemerintah desa tersebut melakukan edukasi dan pemahaman kepada warga masyarakat yang akan membangun bangunan liar berbentuk warung, jika di sepanjang area sungai tersebut tidak boleh di bangun atau di buat warung-warung, tentunya akan tercipta keindahan dan kenyamanan area pengairan.

Sebelumnya, PJT dan pihak kecamatan akan memberikan sanksi bila mana ada warga masyarakat yang mendirikan bangunan liar atau warung di sepanjang area pinggiran sungai di wilayah sungai Tirtajaya. Artinya, dengan adanya bangunan tersebut diduga para muspika dan stakeholder terkait tidak melakukan dan melaksanakan edukasi kepada pemerintah desa yang ada di Tirtajaya, karena baru hitungan bulan lamanya, warung-warung liar sudah berdiri.

Dengan adanya hal tersebut, sebagai kontrol sosial berharap pihak-pihak terkait dalam hal ini PJT Rengasdengklok untuk bisa segera melakukan pengecekan ke lapangan dan melaksanakan pembongkaran pada warung yang saat ini berdiri di depan Kantor Desa Pisang Sambo.

Selain itu, untuk pihak kecamatan dalam hal ini Camat Tirtajaya, diharapkan melakunan penindakan tegas terhadap warga masyarakat dan pemerintah desa yang tidak memberikan informasi kepada warga masyarakat, bahwasanya di sepanjang area sungai tidak boleh mendirikan bangunan liar atau warung-warung dan pihak desa pun membiar kan warung-warung berdiri di depan Kantor Desa Pisang Sambo. (Red/Rey/NN)*

IMG-20240119-WA0026

Desa Kutakarya Butuhkan Perhatian Serius dari Program Pembangunan

Kondisi lingkungan di Desa Kutakarya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Program pembangunan untuk kemajuan desa adalah salah satu target dan tugas bersama sama, bukan hanya terpaku terhadap pemerintah desa semata. Tanpa adanya dukungan dan support dari Pemerintah Daerah tingkat Kabupaten, Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat, desa tidak akan pernah berkembang.

Terkait dengan hal tersebut, Heri Pramika yang biasa di sapa dengan panggilan Kang Heri Bamuswari dan termasuk salah satu tokoh pemuda wilayah dan aktif di beberapa keorganisasian, dimana salah satunya di Organisasi Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO I DPD KARAWANG) yang ada di Desa Kutakarya, Dusun Kedungmundu, RT 012/004, Kecamatan Kutawaluya, Karawang menyampaikan harapannya agar di Tahun Anggaran 2024 Desa Kutakarya bisa dibantu terkait dengan hotmix jalan yang ada di depan Desa Kutakarya sepanjang 160 meter dengan lebar 5 meter yang belum di hotmix.

"Saya berharap karena ini masuk di wilayah UPTD PUPR Telagasari, maka berharap pihak UPTD Telagasari bisa segara membantu realisasi perbaikan jalan di Kutakarya," ungkapnya.

Selain Hotmix jalan, Heri pun berharap adanya bantuan program pemasangan saluran air di samping jalan kurang lebih sepanjang 400 X 2 meter kiri dan kanan.

"Kenapa harus di pasang saluran air? karena saat musim penghujan akses jalan tersebut tergenang air dan air tidak mengalir dengan baik karena tidak adanya saluran air di samping jalan," jelasnya.

Terkait hal tersebut, dirinya meminta kepada pemerintahan tingkat kecamatan untuk bisa membantu dukungan kepada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten, Dinas PUPR agar di TA 2024 program pembangunan di Desa Kutakarya bisa terealisasi.

"Selain Dinas PUPR Karawang, kami juga berharap Pihak Kecamatan Kutawaluya membantu dan mendorong agar di Desa Kutakarya ini bisa di realisasikan pemasangan penerangan lampu PJU di sepanjang jalan Desa Kutakarya yang memang saat ini penerangan jalan sangat kurang di wilayah Desa Kutakarya," tambahnya.

Heri juga menerangkan bahwa sepanjang jalan tersebut cukup lumayan gelap, padahal disana ada gardu induk PLN. tapi pada nyatanya akses jalan sepanjang Desa Kutakarya masih banyak yang belum di pasangkan PJU.

"Maka dari itu, atas nama warga masyarakat setempat, kami berharap pihak Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten bisa lebih memprioritaskan Desa Kutakarya dalam program tersebut," harapnya. (Reynaldi)*

IMG-20240119-WA0012

SDN Kertajaya 1 Butuh Perhatian Pemerintah

Kondisi SDN Kertajaya 1

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukamenak yang terletak di Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, sangat membutuhkan perhatian pemerintah setempat. Pasalnya, beberapa ruangan kelas SD tersebut sudah rusak bila hujan turun bocor dan sudah tidak layak lagi pergunakan untuk belajar mengajar.

Sedangkan halaman SDN Kertajaya 1 tersebut juga belum di paping blok dan belum di pagar, sehingga bila hujan turun, halaman sekolah tersebut becek dan juga sering kemalingan demikian di diungkapkan oleh Para Guru SDN Kertajaya 1 kepada media.

"Kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah, karena bila komite yang membangun pasang paping blok dan pagar diperoleh dari iuran wali murid, sebagian wali murid keberatan untuk nyumbang, sehingga saat sekarang ini halaman sekolah belum pasang paping blok/di Cor dan juga belum dipagar," ungkapnya.

Kepala Sekolah SDN Kertajaya 1  Dadan Kadarusman, S.pd., mengatakan, "Dengan belum dibangunnya pagar dan halaman sekolah di paping blok proses belajar mengajarnya belum aman dan nyaman, kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten agar dapat memprioritaskan bantuan untuk membangun fasilitas itu," pungkasnya. (Rey)*

IMG-20240119-WA0013

Kepsek SMK Negeri Jayakerta Harapkan Pemerintah dan Anggota Dewan Serius Membantu Pembangunan Sarpras

Kondisi SMA Negeri Jayakerta

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sarana prasarana pendidikan adalah salah satu hal sangat diperlukan bagi sekolah dalam melaksanakan kegiatan. Dengan sarana prasarana yang bagus dan baik akan membuat rasa aman dan nyaman bagi para peserta pendidik atau siswa dan siswi yang sedang melaksanakan pendidikan di sekolah.

Terkait dengan masih kurang nya sarana dan prasarana sekolah, Kepsek Deni SMK Jayakerta saat di kunjungi oleh awak media di kantor sekolah menyampaikan kepada awak media segala harapan nya terkait sarana prasarana sekolah yang belum terbangun kan.

Deni berharap pemerintah daerah kabupaten Karawang bisa mendorong ke pemerintah provinsi Jawa Barat atau juga pemerintah pusat realisasi pembangunan implacemen/pengecoran halaman sekolah yang masih beralas tanah dan beralas kerikil batu kecil di SMK Negeri Jayakerta ini. "Paparnya.

Selain harapannya ada pengecoran halaman sekolah, Deni pun berharap sekolah SMK Negeri Jayakerta bisa terbangun pagar sekolah serta pintu gerbang sekolah. pagar yang sudah ada ini sudah ambruk dan perlu perbaikan. Sehingga dengan adanya pagar sekolah, sekolahan akan terlihat rapih. Maka dari itu kami atas nama Kepala Sekolah SMKN Jayakerta berharap, kepada semua stakeholder terkait bisa membantu realisasi pembangunan sarana prasarana pendidikan di SMKN Jayakerta.

Lanjut Deni, "Pembangunan area parkir buat kendaraan roda empat dan roda dua pun kami berharap ada bantuan. Selama ini sekolah SMKN Jayakerta belum mempunyai area parkir untuk berteduh unit kendaraan. Seperti nampak terlihat sekarang kendaraan para siswa dan siswi termasuk kendaraan kendaraan para guru disini ya seperti ini terparkir di lapangan. waktunya panas kepanasan waktu musim penghujan kehujanan. karena belum adanya tempat untuk berteduh kendaraan," harapnya.

Selain kepada pemerintah dan Dinas Pendidikan kami pun berharap bantuan kepada para anggota dewan. baik dari DPRD Kabupaten Karawang, DPRD Provinsi Jawa Barat atau anggota DPR RI bidang pendidikan. Para anggota dewan bisa segera membantu realisasi pembangunan di SMKN Jayakerta yang masih banyak kelemahan dan kekurangan dari sarana dan prasarana yang ada.

"Karena baiknya sarana dan prasarana pendidikan adalah tanggung jawab bersama demi mencerdaskan anak bangsa. Siswa dan siswi sekolah adalah generasi penerus bangsa ini maka dari itu sudah seharusnya sarana dan prasarana pendidikan lebih di tingkatkan lagi demi terciptanya rasa aman, rasa nyaman dalam kegiatan belajar dan mengajar," pungkasnya. (Heri Pramika/Reynaldi)*

IMG-20240118-WA0027

Silaturahmi dan Sosialisasi Ala Yusni Rinzani, Caleg Dapil II Karawang dari Partai Gerinda untuk Menangkan Hati Rakyat

Yusni Rinzani saat melakukan sosialisasi ditengah masyarakat

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Yusni Rinzani Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) II Karawang bertekad kembali menduduki kursi DPRD Karawang dan berniat untuk melanjutkan serta memperjuangan aspirasi masyarakat yang ada di dapilnya.

Hal ini dikatakan usai menggelar acara silaturahmi dan sosialisasi kertas suara pemilu 2024 bersama warga Dusun Bojong Karya 1, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang. (18/01/24).

Menurutnya, silaturahmi ini sekaligus sosialisasi, tujuannya yaitu untuk pengenalan surat suara warna hijau yang akan dipilih oleh masyarakat di tanggal 14 Februari 2024 nanti.

"Ini kesekian kalinya, kami mengedukasi tentang bentuk surat suara dan bagaimana cara mencoblos yang benar," ungkap Yusni.

Yusni mengaku keikutsertaan di pemilu untuk membantu lebih banyak masyarakat dengan kebermanfaatan, sehingga bisa lebih luas dan lebih konkret lagi apabila kita masuk ke ranah kebijakan.

Ditanya target, wanita yang pernah berkompiti sebagai calon Wakil Bupati tersebut mengaku sangat optimis menang dengan melakukan door to door kepada masyarakat dan dengan sosialisasi seperti ini. Menurutnya, warga bisa mengerti surat suara yang akan diberikan oleh panitia pemilihan umum nanti ketika akan memilih.

"Optimis dong menang, dan kampanye door to door ini untuk menyampaikan visi dan misi, memperkenalkan program unggulan kami seperti perbaikan rumah atau Rutilahu maupun program UMKM," tutup Yusni.

Sementara itu, salah satu warga menyampaikan doa terbaik serta dukungannya kepada Yusni Rinzani, agar setelah terpilih nanti dapat terus memperjuangkan aspirasi masyarakat.

"Semoga apa yang dicita-citakannya terkabul menjadi anggota legislatif yang senantiasa selalu dekat dengan rakyat," ucap warga. (Reynaldi)*

IMG-20240118-WA0014

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tirtajaya Diduga Alergi Terhadap Wartawan

Pintu masuk SMAN 1 Tirtajaya

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sesuai tugas dan fungsinya, profesi Jurnalis atau wartawan dalam menjalankan tugasnya mengacu pada undang-undang No. 40 tahun 1999, dimana isi didalamnya menerangkan dan mengatur tentang keberadaan jurnalis dalam menjalankan tugasnya.

Namun sayangnya, masih saja ada oknum yang seolah menyepelekan dan bahkan masih terkesan “alergi” dengan keberadaan wartawan atau terhadap profesi wartawan. Kamis (18/01/24).

Seperti yang dialami oleh salah satu awak media online Jendela Jurnalis / jendralnews.co.id yang bertugas di Kabupaten Karawang. Dimana saat hendak bersilahturahmi dan akan melakukan wawancara kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tirtajaya yang terletak di Desa Sumur Laban, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, dirinya malah mendapatkan perlakuan kurang bersahabat dari oknum di sekolah tersebut.

Bahkan, dalam perlakuannya pun terkesan menyepelekan tugas dan fungsi jurnalis dengan sikap oknum guru yang seolah acuh dan mengatakan bahwa Kepala Sekolah sedang tidak berada ditempat.

"Saya beberapa kali datang kesana untuk melakukan liputan seputar program dan kegiatan pembelajaran di sekolah itu, tapi beberapa kali juga upaya menemui kepseknya sangat sulit, selalu dibilang tidak ada sama oknum guru disana dengan sikap yang acuh dan tak bersahabat. Padahal kan tujuan saya positif dan sudah sesuai aturan dalam menjalankan tugas jurnalistik," ungkap Reynaldi yang merupakan salah satu Wartawan jendralnews.co.id.

Padahal, Reynaldi menegaskan bahwa tugas jurnalis merupakan pilar ke 4 (empat) dalam NKRI, yaitu sebagai penyalur sarana informasi publik bagi seluruh masyarakat Indonesia, dengan berlandaskan UU Pers No. 40 Tahun 1999, yang menjadi panduan awak media dalam menjalankan tugasnya.

Reynaldi yang tadinya berpikiran positif tentang kegiatan belajar mengajar di sekolah SMA NEGERI 1 Tirtajaya tersebut, namun setelah beberapa kali kedatangannya selalu tidak berhasil menemui Kepala Sekolahnya yang seolah keberadaannya ditutup-tutupi oleh Oknum disekolah tersebut.

"Saya kecewa, dan saya menjadi berpikiran negatif bahwa Kepala Sekolah sepertinya alergi dengan kedatangan Wartawan, malah seolah sedang menutupi sesuatu," tutupnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini dipublikasikan, Jendela Jurnalis masih belum berhasil mengonfirmasi Kepala Sekolah SMAN 1 Tirtajaya untuk diminta penjelasannya. (Nunu)*

IMG-20240116-WA0041

Dianggap Janggal, Gary Gagarin Ragukan Keterangan 5 Saksi yang Dihadirkan Jaksa

Gary Gagarin saat dalam persidangan

Jendela Jurnalis Karawang, JABAR - Sidang lanjutan kasus dugaan pemukulan dengan tersangka AAM dengan agenda Pemeriksaan Pokok Perkara yang kasus sebelumnya dipraperadilankan pengacara Gary Gagarin kembali digelar, Selasa (16/1/2024).

Kuasa Hukum AAM, Gary Gagarin mengungkapkan, agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi yang dihadirkan Jaksa. Saksi yang dihadirkan sebanyak 5 orang dan Klien membantah keterangan saksi-saksi lantaran banyak keterangan tidak sesua fakta-fakta.

"Kami akan menggali lebih banyak informasi, karena kita lihat dari keterangan saksi tidak ada satupun yang melihat kejadian secara langsung, artinya harus diuji kembali betul atau tidaknya ada kejadian pemukulan. Kami akan menghadirkan saksi meringankan untuk membantah," ujarnya, Selasa (16/1/2024).

Gary menambahkan, dalil-dalil dari jaksa lemah dan pihaknya menuntut Kliennya dibebaskan dari segala tuntutan karena banyak keterangan dari saksi-saksi yang yang dianggap janggal.

"Hakim sudah menegaskan, dari apa yang ditanyakan Hakim, keterangan saksi berubah tahu atau tidak, artinya saksi tidak terbuka sesuai fakta di lapangan," pungkasnya. (***)

IMG-20240115-WA0039

Gelar Rakor di Bandung, RAPIM Optimis Prabowo – Gibran Menang Satu Putaran

Relawan Pedagang Indonesia Maju (RAPIM) se Jawa Barat

Jendela Jurnalis Bandung, JABAR -
Relawan Pedagang Indonesia Maju (RAPIM) Provinsi Jawa Barat melaksanakan rapat kordinasi (Rakor) dengan para Ketua relawan di tingkat kabupaten/kota se Jawa Barat, Minggu (14/1/2024) di Bandung.

Rapat Kordinasi ini dihadiri ratusan relawan dari unsur RAPIM, unsur TKN dan unsur TKD provinsi Jawa Barat Arvi.
Agenda yang dibahas dalam Rakor ini di antaranya adalah bagaimana memenangkan Prabowo-Gibran di Jawa Barat dengan mendulang suara 65 persen.

Ketua TKD Jawa Barat yang diwakili Arvi memberikan arahan agar para relawan RAPIM terus untuk berjuang dengan mengambil simpati para pemilih dengan tidak menjelekan paslon lain.

“Lakukan dengan prestasi yang pemerintah hari ini sudah di laksanakan dan dirasakan oleh masyarakat, karena program yang sudah ada akan dilanjutkan dan akan ditingkatkan untuk Indonesia maju,” katanya.

Tempat yang sama, Ketua RAPIM Jawa Barat, Fadludin Damanhuri yang biasa dipanggil Kang Fadel menekankan kepada para Relawan Rapim di kabupaten/kota untuk terus berjejaring dan merawat konstituen jangan berhenti untuk terus bergerak, dengan tekad untuk Indonesia maju.

“Pada kesempatan Rakor Rapim ini juga para Relawan RAPIM kabupaten/kota se-Jabar diberikan APK untuk alat sosialisasi di masing-masing daerahnya. Kita yakin Prabowo-Gibranmenang satu putaran dan target suara 65 persen di Jawa Barat akan bisa tercapai,” ucapnya.

Fadel mengaku optimis pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 akan menang hanya dalam satu putaran.

“Pada berbagai survei, pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran kerap menang dan hampir menyentuh 50 persen, jadi kami optimis Prabowo-Gibran akan menang dalam satu putaran,” tutupnya. (Red)*