Jendela Pendidikan

IMG-20220823-WA0003

Selama Dua Hari, IOM Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Ekonomi Bagi Pelaku UMKM dari Keluarga dan Purna PMI di Desa Sumurgede.

Foto Rama (Pijar Indonesia), Ahmad Fanani S.PdI (KKBM) bersama Asan Permana (Kades Sumurgede) dalam kegiatan pelatihan.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka meningkatkan kapasitas ekonomi bagi Purna PMI (Pekerja Migran Indonesia) terdampak Covid-19 IOM (International Organization of Migration) menggandeng Kemenaker (Kementerian Ketenagakerjaan), BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) juga bekerjasama dengan beberapa kelembaga'an lainnya seperti Pijar Indonesia, KKBM melalui H. Ahmad Fanani (Instruktur), Semut Nusantara, SBMI dan Garda BMI menggelar pelatihan berbasis keterampilan dan UMKM bagi Masyarakat pedesa'an. Selasa (23/08/2022).

Dalam pelaksanaannya, pelatihan tersebut digelar di Aula Kantor Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Dengan melibatkan sekitar 50 Peserta pelaku UMKM dari Purna dan keluarga PMI yang ada disana. Acara tersebut digelar selama 2 hari, yaitu Pada 22 - 23 Agustus 2022.

Selama 2 hari, pelaku UMKM mendapatkan pelatihan dan pembekalan tentang bagaimana langkah dalam memulai sebuah usaha industri rumahan mulai dari pengurusan legalitas, produksi, pengemasan hingga pemasaran agar mudah dalam menjangkau konsumen maupun target pasar.

Foto rangkuman kegiatan pelatihan selama 2 hari di Desa Sumurgede.

Rama, salah satu instruktur dari Pijar Indonesia disela pelatihan menerangkan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai langkah pemulihan bagi para pelaku UMKM, khususnya yang terdampak Covid-19 kemarin.

"Kegiatan ini digelar untuk peningkatan kapasitas ekonomi bagi para Purna pekerja migran, khususnya bagi yang terdampak Covid-19 kemarin, sebagai langkah pemulihan ekonomi bagi para pelaku UMKM." Terangnya.

Lebih lanjut, Rama juga menambahkan bahwa kegiatan seperti itu tidak hanya digelar di Sumurgede saja, dan akan digelar di beberapa Desa lainnya di Cilamaya Kulon yang memiliki banyak Purna PMI.

"Selain disini juga di Cilamaya kulon kita sudah persiapkan untuk beberapa Desa, Insya Allah besok kita gelar di Desa Tegalurung dan Desa Lainnya yang banyak Purna maupun Keluarga PMI nya." Tambahnya.

Warya Andika, salah satu pengusaha muda pemilik rumah produksi simping dari Dusun 2 Sumurgede yang menjadi salah satu peserta pelatihan tersebut mengungkapkan, bahwa kegiatan tersebut sangat banyak manfaatnya. Ia juga mengucapkan terimakasihnya untuk semua pihak yang telah terlibat untuk terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Dengan adanya pelatihan ini, kita sebagai pelaku UMKM bisa mendapatkan banyak pelajaran seperti tentang pemasaran dan lainnya, banyak sekali manfaatnya. Saya pribadi mengucapkan terimakasih kepada Pijar Indonesia yang sudah bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Sumurgede, karena dengan ini, Masyarakat Sumurgede bisa belajar lebih banyak lagi mengenai upaya peningkatan di bidang UMKM " Ungkapnya.

Usai acara berlangsung, kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi dari Asan Permana selaku Kades Sumurgede, ia juga berharap agar Masyarakat Sumurgede yang berkesempatan mengikuti pelatihan tersebut dapat benar-benar menguasai materi, hingga dapat dipraktekan untuk meningkatkan produktifitas hingga daya jual untuk produk UMKM.

"Saya sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan pelatihan ini, dan saya juga berharap agar masyarakat Sumurgede yang berkesempatan mengikuti pelatihan ini dapat benar-benar menguasai materi, hingga kemudian dapat dipraktekan, guna meningkatkan produktifitas dan daya jual produk UMKM nya." Tuturnya.

Acara berjalan lancar dan sukses, terlihat dari antusiasme peserta yang tampak berperan aktif dalam mengikuti rangkaian pelatihan dari awal hingga akhir. (NN).

IMG-20220819-WA0009

Kwarran Kutawaluya Bangkitkan Kembali Jiiwa pramuka Dalam Jambore Ranting 2022.

Foto booth di area Jambore Ranting Kutawaluya.

Jendela Jurnalis Karawang -
Pramuka merupakan Organisasi gerakan kepanduan merupakan wadah proses pendidikan yang di laksanakan di indonesia. Gerakan Pramuka mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik.

Seperti yang dituturkan Kak Andri Yanto selaku Sekretaris dalam Kegiatan Jamran Kutawaluya, pada Jum'at (19/08/2022). Dirinya menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan, hanya saja dalam 2 tahun kebelakang tidak dapat terlaksana, lantaran terhalang masa Covid-19.

"Kegiatan ini merupakan Kegiatan Rutin Setiap tahunnya yg di selenggarakan di setiap Kwartir Ranting, kecuali 2 tahun Kemarin masa covid-19 kami tidak melaksanakan." Tuturnya.

Foto suasana dalam Jamran Kutawaluya.

Ia juga menambahkan bahwa di bulan Agustus sekarang merupakan hari bersejarah bagi Organisasi Pramuka yang terlahir sejak 61 tahun yang lalu.

Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan Supriatna Guna Wijaya, S.Pd selaku Ketua Pelaksana Jambore Ranting Kutawaluya, ia mengatakan bahwa tujuan dari diselenggarakannya Kegiatan Jamran tersebut tak lain dan tak lebih adalah untuk menjadi ajang dalam mempererat silaturahmi.

"Melalui Kegiatan Jambore Ranting 2022, tujuannya Menjadikan ajang Silaturahmi antar anggota Pramuka Se-Kutawaluya, selain itu dengan kegiatan Jambore ini anggota Pramuka yang ikut menjadi peserta sejumlah 1620 Peserta dari 54 Gugus Depan." Ungkapnya.

Begitupun dengan harapan yang disampaikan H. Roya Sunarya selaku Korwilcambidik Kutawaluya, ia berharap melalui Jamran semoga dapat membentuk watak, meningkatkan kemandirian dan keterampilan dengan memegang teguh Trisatya dan Dasadarma.

"Dengan Adanya Kegiatan ini, semoga dapat Membentuk watak, meningkatkan sikap kemandirian, keterampilan persatuan dan kesatuan karena Kami miliki komitmen terhadap penghayatn dan pengamalan kode kehormatan Pramuka yaitu Trisatya dan Dasadarma". Harapnya. (ARS).

IMG-20220819-WA0002

SMAN 1 Tempuran Rayakan HUT RI Ke-77 Dengan Meriah Melalui Berbagai Lomba Unik dan Persembahan Koreografi Bernuansa Kemerdekaan.

Foto suasana semarak kemerdekaan dilapangan sekolah SMAN 1 Tempuran.

Jendela Jurnalis Karawang -
Euforia dan semarak dalam momentum perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77 tengah digelar di beberapa kalangan masyarakat maupun institusi di seluruh Tanah Air, tak terkecuali di beberapa sekolah yang tengah menggelar berbagai perlombaan untuk memperingatinya dengan penuh sukacita.

Seperti kegiatan yang digelar oleh SMAN 1 Tempuran dihalaman sekolahnya hari ini, Jum'at (19/08/2022). Dimana disekolah tersebut digelar Senam Viral Bersama hingga berbagai perlombaan yang unik dan menarik yang tak kalah meriah seperti lomba estafet kardus, kursi goyang, estafet karet, sarung ular, joget balon dan lainnya.

Dalam moment tersebut, Siswa/i dan Guru terlihat sangat bersemangat dalam mengikuti rangkaian kegiatan dan lomba-lomba yang telah dipersiapkan oleh panitia, hingga tercipta suasana hangat penuh keakraban diantara mereka. Menggambarkan makna kemerdekaan yang sesungguhnya, namun pastinya dengan tetap menjaga norma, etika dan sopan santun antara siswa/i terhadap Para Gurunya.

Foto beberapa Siswa/i dalam kegiatan perlombaan.

Dibalik rangkaian kegiatan lomba, ternyata ada sebuah kejutan tak terduga yang disisipkan secara spesial oleh siswa/i dari "LA CURVA SMANTEKA", sebagai bentuk persembahan untuk Para Guru dan seluruh peserta lomba dalam mengexpresikan semangat kemerdekaan melalui koreografi merah putih bertabur asap smooke bomb berbagai warna yang dinyalakan oleh puluhan siswa/i dilapangan seraya menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" dengan mengusung tema "Just For You" yang turut menyemarakkan kegiatan tersebut.

Foto koreografi dari LA CURVA SMANTEKA.

Tak sampai disitu, acara semakin meriah pada moment perlomba'an yang melibatkan peserta dari seluruh Staff dan Guru di SMAN 1 Tempuran dalam lomba joged balon. Dimana dalam lomba joget tersebut tampak para Guru berpasangan dan saling membelakangi. Hal yang membuat unik dan mengundang gelak tawa adalah lantaran diantara pasangan tersebut diletakkan sebuah balon dengan aturan tidak boleh terlepas dari keduanya ketika berjoget.

Foto dalam lomba joget balon dengan peserta dari para Guru di SMAN 1 Tempuran.

Terkait kegiatan tersebut, Iis Siti selaku staff pengajar sekaligus Ketua Panitia acara perlombaan menuturkan kepada Jendela Jurnalis, bahwa acara perlombaan sebenarnya dipersiapkan secara mendadak.

"Acara perlombaan ini sebenarnya dipersiapkan secara mendadak, namun berkat kekompakan semua guru yang terlibat, anak-anak OSIS dan juga semua siswa/i. Alhamdulillah acara perlombaan ini bisa dibilang berjalan lancar." Tuturnya.

Ia juga berharap agar pada kegiatan-kegiatan selanjutnya bisa lebih kompak lagi dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan.

"Kami selaku panitia acara peringatan Hari kemerdekaan Republik Indonesia, berharap untuk kedepannya semua bisa lebih kompak dan bisa lebih meriah lagi. Semoga juga bisa menumbuhkan serta menanamkan rasa kekompakan untuk semua siswa/i SMAN 1 TEMPURAN ini". Harap Ibu Guru muda tersebut.

Usai rangkaian demi rangkaian acara berlangsung, acara kemudian ditutup dengan pembagian doorprize dan hadiah bagi beberapa peserta lomba dari perwakilan masing-masing kelas yang berhasil mendapatkan kemenangan melalui penilaian juri, diakhiri dengan pembaca'an do'a untuk kemudian mereka membubarkan diri dengan tertib. (DNK).

IMG-20220817-WA0000

Semangat Kemerdekaan Siswa SMK TKM Tempuran Rayakan HUT RI Ke-77 Dengan Semarak.

Foto saat Upacara pengibaran Bendera Merah Putih.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka merayakan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-77, SMK TKM (Taruna Karya Mandiri) Tempuran menggelar beberapa kegiatan di 2 lokasi berbeda, yaitu dengan membagi tugas kepada para siswanya, yaitu dengan mengarahkan sebagian siswanya untuk mengikuti Upacara pengibaran bendera yang diselenggarakan di Lapangan Desa Pagadungan, dan sebagian lagi dengan menggelar Upacara Pengibaran Bendera di halaman sekolah. Rabu (17/08/2022).

Kegiatan dilakukan dari sekitar Pukul 07:00 WIB dengan mempersiapkan dan mengarahkan siswa yang telah mengenakan kostum unik untuk parade berjalan kaki menuju lapangan Desa Pagadungan, dengan tujuan untuk mengikuti Upacara Bendera bersama Muspika dan seluruh peserta dari sekolah se Kecamatan Tempuran.

Masih dengan kostum uniknya juga, kemudian pada Pukul 08:00 WIB sebagian siswa yang tidak ikut parade dipersiapkan untuk menggelar Upacara pengibaran bendera Merah Putih di halaman sekolah dengan petugas Paskibra yang telah dilatih dan dipersiapkan sebelumnya.

Foto rangkaian kegiatan perayaan HUT RI di halaman sekolah SMK TKM Tempuran.

Dalam sambutannya, Udan Sujana S.Pd selaku Pembina Upacara mewakili Kepala Sekolah menyampaikan pesan kepada seluruh siswanya agar dapat memahami makna dari slogan "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat" seraya memberikan motivasi bagi seluruh siswanya.

"Dari makna yang kita teladani sekarang, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat, karena kemarin kita dilanda Covid, semua tatanan sosial hingga ekonomi hancur, dan mudah-mudahan kedepannya tidak ada lagi yang namanya Covid. Kemudian, kalian sebagai generasi penerus bangsa, untuk cita-cita kalian yang tertunda, waktunya kita raih sekarang dengan semangat Merdeka." Ucapnya.

Foto saat pemberangkatan siswa yang mengikuti karnaval.

Kemudian usai Upacara diselenggarakan, pada Pukul 10:00 WIB seluruh siswa bergabung kembali disekolah untuk mengikuti karnaval bersama dengan berkeliling sekitar Desa Purwajaya dan Desa Pagadungan, dengan masih mengenakan pakaian ala karnaval seperti pakaian adat sunda, pakaian ala pewayangan, pakaian bernuansa serba merah putih, hingga pakaian unik lainnya dari pakaian profesi hingga pakaian ala veteran. (NN).

IMG-20220811-WA0003

Antisipasi Penyalahgunaan Zat Kimia, Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Kelurahan Gunungpati Kenali Zat Aditif pada Makanan dan Minuman.

Foto Nayla Zahra Kamalia saat menerangkan materi edukasi untuk warga Gunungpati.

Jendela Jurnalis SEMARANG – Usai polemik kenaikan harga minyak goreng, memasuki awal bulan Juni harga bahan pokok seperti cabai dan bawang merah juga mengalami kenaikan di beberapa daerah. Kenaikan harga bahan pokok ini disebabkan karena kebutuhan akan bahan pangan yang terus meningkat setiap harinya dan dipengaruhi juga oleh situasi ekonomi global.

Hal tersebut dinilai dapat menyebabkan penurunan daya beli yang akan mengurangi kegiatan belanja masyarakat, dan dapat berdampak pula terhadap para pedagang, khususnya bagi pedagang olahan makanan maupun minuman. Juga akibat dari harga bahan pokok yang serba mahal, tetapi daya jual kemungkinan malah menurun, dikhawatirkan nantinya malah akan menjadi peluang bagi para pedagang nakal untuk menggunakan bahan-bahan kimia sebagai pengawet, penyedap maupun pewarna agar lebih menghemat biaya produksi dari produk mereka.

Dilatarbelakangi hal tersebut, Nayla Zahra Kamalia, Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Jurusan Kimia mengadakan sosialisasi dan edukasi mengenai zat-zat aditif yang ada pada makanan dan minuman kepada masyarakat RW 07, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Jumat (05/08/2022).

Foto suasana saat edukasi dan membagikan selebaran mengenai zat aditif kepada warga Gunungpati.

Kegiatan sosialisasi tersebut disambut baik dan dilaksanakan di salah satu rumah warga RW 07, terlihat mereka sangat antusias mengikuti edukasi dari materi yang diterangkan.

Terkait kegiatan tersebut, Nayla menerangkan bahwa sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk mengedukasi warga terkait apa itu bahan aditif dan juga untuk mengetahui macam-macam zat aditif, maupun tentang dampak dari zat aditif yang dikonsumsi melalui makanan.

"Sosialisasi ini dimaksudkan untuk mengedukasi warga mengenai apa itu bahan aditif, macam-macam zat aditif seperti pengawet, penyedap, pemanis contohnya aspartam dan pewarna dari bahan sintetis, dampak dari zat aditif bagi kesehatan, dan bahan kimia yang tidak boleh ditambahkan ke dalam makanan maupun minuman seperti formalin dan boraks." Terangnya.

Usai sosialisasi mengenai bahan aditif baik pada makanan dan minuman, Nayla juga menyampaikan harapannya, agar warga Gunungpati dapat lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan maupun minuman.

"Saya berharap agar warga Kelurahan Gunungpati khususnya RW 07 dapat lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan maupun minuman yang akan dikonsumsi untuk sehari-hari, dan lebih bijak lagi dalam hal menambahkan dan mengolah bahan aditif alami maupun sintetis ke dalam produk makanan dan minuman." Tutupnya. (NN).

IMG-20220810-WA0000

Mahasiswi KKN Undip Ubah Limbah Rumah Tangga Menjadi Produk Obat Nyamuk Semprot Alami Guna Cegah Penyakit DBD.

Foto Nayla Zahra Kamalia saat edukasi pembuatan obat nyamuk semprot alami bersama warga RW 07, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Semarang.

Jendela Jurnalis SEMARANG – Di samping meningkatnya kembali virus COVID-19, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang penyebab utamanya yaitu dari gigitan nyamuk Aedes aegypti juga mengalami peningkatan yang luar biasa akhir-akhir ini. Meningkatnya penyakit DBD ini dapat disebabkan karena peningkatan suhu akibat pemanasan global. Pasalnya, nyamuk akan lebih aktif menggigit pada suhu sekitar 26-35 derajat celsius.

Di tengah maraknya penyakit Demam Berdarah Dengue (BDB) ini, untuk meminimalisir penggunaan fogging, Nayla Zahra Kamalia, salah satu Mahasiswi Tim II KKN Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dari Jurusan Kimia, menciptakan sebuah produk obat nyamuk semprot menggunakan limbah kulit jeruk dan serai sebagai bahan utamanya.

Pembuatan produk obat nyamuk semprot tersebut, dikerjakan melalui edukasi oleh Nayla, dan diikuti secara antusias oleh Warga RW 07, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Jum'at (05/08/2022). Karena bagi warga disana, penyakit demam berdarah dirasa masih menjadi salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan.

Foto produk obat nyamuk semprot menggunakan bahan dasar limbah rumah tangga.

Umumnya, Pencegahan penyakit DBD sendiri banyak dilakukan melalui berbagai cara, seperti melalui penggunaan pemberantasan nyamuk menggunakan larvasida/pemberantas nyamuk berupa fogging maupun obat nyamuk semprot sintetis. Namun, perlu diketahui, penggunaan metode tersebut meskipun memberikan efek sekaligus kontribusi terbesar terhadap pencegahan penyakit DBD yang efektif menghindari gigitan nyamuk, bukan berarti metode tersebut aman dan dapat digunakan sebagai anti nyamuk untuk jangka waktu yang lama, karena biasanya mengandung bahan kimia seperti organoklorin, organofosfat, kabamat, piretroid, dan DEET.

Nayla menuturkan, produk obat nyamuk dari limbah rumah tangga tersebut berguna sebagai pengganti obat nyamuk sintetis dan lebih aman digunakan karena terbuat dari bahan alami.

"Produk obat nyamuk semprot dari limbah rumah tangga ini berguna sebagai pengganti obat nyamuk semprot sintetis, karena terbuat dari bahan alami sehingga lebih aman untuk digunakan dan tidak menimbulkan efek samping, serta bahan dasarnya mudah untuk didapatkan." Tuturnya kepada Jendela Jurnalis.

Kegiatan tersebut dimulai dengan pembagian poster pemaparan mengenai manfaat produk, seperti penjabaran dari kandungan utama kulit jeruk dan serai, yaitu limonene dan citronella yang dapat digunakan sebagai anti nyamuk, serta penjelasan bagaimana langkah-langkah membuat obat nyamuk semprot agar nantinya masyarakat dapat mempraktekannya sendiri.

Menurut Nayla, kegiatan tersebut tentunya sangat berguna untuk warga disana, dan ia juga berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya upaya pencegahan penyakit DBD, sehingga masyarakat dapat lebih bijak dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi sebuah produk bermanfaat.

"Kegiatan ini tentunya akan sangat berguna untuk warga RW 07 Kelurahan Gunungpati, dan saya berharap dengan adanya kegiatan ini, akan semakin banyak warga yang sadar, betapa pentingnya upaya pencegahan penyakit DBD, dan juga kedepannya agar masyarakat dapat lebih bijak dalam mengolah limbah rumah tangga, karena bisa menjadi produk yang lebih bermanfaat." Tambah Nayla mengungkapkan harapannya. (Red).

IMG-20220723-WA0010

Puncak Kegiatan MPLS, SMK TKM Tempuran Gelar Api Unggun Dan Dihibur Kepsek Dengan Suara Emasnya.

Rangkaian kegiatan api unggun di SMK TKM Tempuran.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Menengah Kejuruan Taruna Karya Mandiri Tempuran (SMK TKM Tempuran) menggelar beberapa rangkaian kegiatan yang dimulai sejak beberapa hari lalu, mulai dari materi penerapan disiplin dan pembiasa'an di Sekolah bagi peserta didik baru.

Pada puncak kegiatan MPLS berikut Masa Orientasi Pramuka (MOP), setelah siang harinya digelar sungkeman serentak yang dikomandoi langsung oleh Mulyana S.HI selaku Kepala Sekolah, kini pada Sabtu malam (23/07/2022), dihalaman sekolah digelar acara Api unggun.

Dalam kegiatan malam puncak Masa Orientasi Pramuka (MOP) tersebut, tampak para Guru pembimbing, Pembina dan Pramuka SMK TKM beserta Siswa-Siswi baru sudah terlihat akrab dengan suasana hangat yang diciptakan usai beberapa hari mereka disibukan dengan rangkaian kegiatan yang cukup menguras tenaga dan fikiran

Lili Rohili S.Pd dalam memandu acara api unggun.

Lili Rohili S.Pd selaku Pembina Pramuka SMK TKM menuturkan bahwa digelarnya agenda tersebut adalah bertujuan untuk menumbuhkan kedisiplinan dalam akhlak maupun perilaku bagi peserta didik baru.

"Kegiatan MOP ini, merupakan Program Pramuka Sistem Blok, selain untuk mengisi acara puncak pada MPLS yang dimulai dari beberapa hari yang lalu, juga untuk menerapkan kedisiplinan bagi peserta didik baru melalui ekstrakulikuler Pramuka", tuturnya.

Lili juga menambahkan, selain beberapa hal yang ia sampaikan juga bertujuan untuk menarik minat dan bakat peserta didik baru untuk mengikuti Ekstrakulikuler Pramuka.

"Selain beberapa hal tadi, kegiatan ini juga bertujuan untuk menarik minat dan bakat para peserta didik baru di Eskul Pramuka, karena melalui Pramuka nantinya mereka akan lebih intens diajarkan materi kepemimpinan, kedisiplinan dan etika yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan malam ini misalnya, Kakak kelas mereka yang sebelumnya mengikuti Ekskul Pramuka telah bisa menjadi kepanitia'an hingga terselenggaranya kegiatan ini", tambahnya.

Foto dokumentasi kebersama'an Kepsek dan peserta didik baru usai api unggun.

Semakin malam semakin asik, usai kegiatan api unggun berlangsung, peserta kegiatan berkumpul dan berbaur melepas lelah bersama Kepala Sekolah melalui serangkaian kegiatan hiburan dari mulai pentas seni siswa hingga dihibur melalui beberapa lagu yang dinyanyikan oleh Kepala Sekolah yang ternyata memiliki skill memainkan gitar dengan di iringi suara emasnya. (Dhank).

IMG-20220723-WA0001-1

MPLS SMK TKM Tempuran, Kepsek Dan Siswa Baru Gelar Sungkeman, Dihadiri Wakil Bupati Karawang.

Foto rangkuman kegiatan Sungkeman dalam MPLS di SMK TKM Tempuran.

Jendela Jurnalis Karawang -
Menjelang tahun ajaran baru, Siswa-siswi baru di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMK) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam minggu ini tentunya tengah disibukan dengan kegiatan awal sebelum memulai tahun ajaran 2022-2023, yaitu dengan menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Seperti yang hari ini digelar, Sabtu (23/07/2022) oleh SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) Tempuran. Dimana hari ini adalah acara menjelang puncak dalam agenda MPLS yang digelar sejak beberapa hari yang lalu. Namun ada yang berbeda, yaitu dengan menggelar prosesi sungkeman yang dilakukan oleh para siswa baru kepada orangtuanya masing-masing.

Menurut Sukatmo S.Pdi, menerangkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan akhlak mulia dan keta'atan terhadap orang tua, berkaitan dengan etika dan tatakrama.

"Point inti yang ingin kami sampaikan ialah untuk menanamkan akhlak mulia dan keta'atan terhadap orang tua, utamanya untuk etika dan tatakrama." Terangnya.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Perdana Karya Mandiri, Kepala Desa Pagadungan, Perwakilan Pemdes Purwajaya, Camat Tempuran bersama jajaran Muspika, dan dihadiri pula oleh H. Aep Saepulloh selaku Wakil Bupati Kabupaten Karawang.

Dalam kesempatannya, Wakil bupati menyampaikan harapannya, agar para pelajar dapat memupuk kesadaran dan kepatuhan terhadap peranserta Orangtua dan Guru, karena seyogyanya merekalah yang berperan untuk kesuksesan para siswa

"Saya berharap, Adik-adik semuanya dapat memupuk kesadaran dan kepatuhan terhadap peranserta Orangtua dan Guru, Karena seyogyanya merekalah yang kelak akan terasa sangat berperan dalam mengejar kesuksesan yang kalian capai" Harapnya.

Usai Wakil bupati memberikan arahannya, kemudian berinteraksi dengan para Siswa-Siswi beserta para Guru disekolah tersebut, hingga mengajukan pertanya'an berhadiah sejumlah uang untuk Siswa-Siswi dan Guru yang bisa menjawab pertanya'an yang dilontarkan.

Foto rangkuman kegiatan.

Dalam agenda sungkeman, tampak suasana haru mengiringi prosesi sakral tersebut, dan rupanya prosesi sungkeman tak hanya dilakukan oleh Siswa-Siswi kepada orangtuanya saja, Mulyana S.HI selaku Kepala Sekolah juga mengikuti prosesi sungkeman kepada Ibundanya.

Selain sungkeman ada juga prosesi serah terima siswa baru yang secara simbolis dilakukan oleh Ketua Komite kepada Kepala Sekolah sebelum acara sungkeman tersebut ditutup dan dilanjutkan persiapan untuk penutupan seluruh rangkaian kegiatan MPLS pada malam harinya.
(NN).

IMG-20220711-WA0004

SMK TKM Tempuran Potong 1 Ekor Sapi Kurban, Siswa-Siswi Tampak Antusias Berbagi Untuk Masyarakat.

Foto suasana saat pengemasan hasil pemotongan hewan kurban dihalaman sekolah SMK TKM Tempuran.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka memperingati moment Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah, SMK Taruna Karya Mandiri (TKM) Tempuran menyembelih hewan kurban, yaitu berupa 1 ekor sapi.

Tampak terlihat para Guru, siswa dan juga masyarakat disekitar lingkungan sekolah turut berpartisipasi dalam pemotongan hewan kurban yang dilakukan dihalaman sekolah SMK TKM Tempuran pada Senin pagi (11/07/2022), mulai dari prosesi penyembelihan hingga pengemasannya untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Menurut Sukatmo, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah, ia menerangkan bahwa potongan hewan kurban tersebut dalam pembagiannya juga melibatkan siswa-siswi, aparatur Desa setempat bersama Tokoh Masyarakat setempat.

"Alhamdulilah, moment Idul Adha tahun ini dari sekolah bisa berkurban 1 ekor sapi, setelah pemotongan selesai, nanti yang membagikannya para siswa, aparatur dan tokoh masyarakat disini, agar siswa bisa mendapatkan ilmu sosial yang bermanfaat dan bisa berbaur bersama bermasyarakat." Terangnya.

Dari pantauan Team Jendela Jurnalis, terlihat memang puluhan siswa maupun siswi dari SMK TKM berbaur membawa ratusan kantong kresek berisi daging hasil pemotongan hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Foto saat Siswa-Siswi SMK TKM Tempuran membagikan hasil pemotongan kurban kepada masyarakat sekitar.

Para siswa terlihat sangat antusias dan bahagia, karena dapat berpartisipasi dalam merayakan dan membantu pemotongan hingga pembagian hewan kurban yang diselenggarakan oleh sekolah tempat mereka menimba ilmu.

Seperti yang diungkapkan oleh Sahidil Khudri, salah satu siswa kelas XIl TMI 1 usai membagikan hewan kurban ke masyarakat, dirinya mengungkapkan bahwa ia sangat bangga dan bahagia bisa berpartisipasi dalam penyelenggara'an kegiatan tersebut, dan pelajaran untuk ilmu sosialpun ia didapatnya.

"Alhamdulilah, saya bangga dan bahagia bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini, bersyukur saya bersekolah disini tidak hanya diajarkan ilmu formal saja, kita juga diajarkan bagaimana caranya menjadi orang yang berjiwa sosial tinggi, dengan tetap mengedepankan etika dan tatakrama untuk keseharian dalam bermasyarakat." Ungkap Sukatmo.

Sementara itu, Saepudin Lubis, S.Pd selaku Ketua Panitia Penyelenggara pemotongan hewan kurban di SMK TKM juga menjelaskan bahwa penyelenggara'an penyembelihan hewan kurban berupa sapi ni merupakan yang perdana, karena sebelumnya biasanya hanya memotong beberapa ekor kambing.

"Karena memang ini yang perdana dan terhitung besar, ya maksimal kita upayakan bagikan ke masyarakat lingkungan sekitar, walaupun secara hasilnya gak terlalu banyak, yang penting semuanya dapat merasakan, bahwa dengan adanya sekolah dilingkungannya, masyarakat sekitar merasa semakin diperhatikan dan mendapatkan manfaat". Jelasnya.
(NN).

IMG-20220707-WA0005

MIM Karawang Bersama BUMPI Gelar Pelatihan Barista Kopi Kekinian Untuk Santri dan Alumni Pesantren.

Foto kegiatan pelaksana'an Pelatihan Barista Kopi Kekinian.

Jendela Jurnalis Karawang -
Dalam rangka membangun kemandirian Santri dalam bidang perekonomian, Masyarakat Indonesia Maju (MIM) Kabupaten Karawang menggelar pelatihan barista kopi kekinian untuk Santri dan Alumni Pesantren yang ada di Kabupaten Karawang.

Dalam pelaksanaannya, MIM Karawang mengundang beberapa perwakilan dari Pesantren, Pengurus Masjid dan Majlis Taklim se-Kabupaten Karawang untuk menghadiri Pelatihan di Aula PT Aswaja Multimedia Grup, Jl. Rangga Gede, Perumahan Gempol Permai, Tanjungpura, Karawang pada Kamis (7/7/2022).

Foto suasana beberapa peserta tampak fokus mendengarkan pemaparan dari pemateri pelatihan.

Acara pelatihan tersebut di isi oleh BUMPI center Karawang (Badan Usaha Milik Pesantren Indonesia), BPJS Ketenagakerjaan, dan Perisai.

Ayatullah SPdI. Sekjen MIM Karawang kepada Team Jendela Jurnalis menerangkan bahwa selain pelatihan barista kopi kekinian juga ada beberapa point yang dituangkan dalam pelatihan tersebut. Yaitu meliputi penawaran bisnis untuk BUM Pesantren, Masjid dan Majlis Taklim Karawang diantaranya berupa :

- Reseller kedai kopi dengan alat peracik kopi
sebagai pentaris kedai.

- Reseller ayam prozen paket komplit.

- Hibah 6 jenis bibit ikan dan 200 an bibit
pohon buah buahan.

- Kerjasama berkebun kelor.

- BUMPesantren menjadi Agen BPJS Perisai / BPJS non upah.

- Demplot bibit padi dan kerjasama
pengelolaan sawah.

Ayatullah juga menerangkan terkait program pelatihan barista kopi kekinian untuk santri dan alumni dan pesantren ini perdana digelar di Karawang, setelah sebelumnya menggelar pelatihan serupa di Cirebon.

"Program seperti ini sebelumnya sudah dilakukan di kabupaten Cirebon, hari ini perdana di Karawang, dan untuk di Karawang pelaksananya adalah MIM, dan pengisi materinya dari BUMPI". Terangnya.

Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan tujuan terkait penyelenggaraan pelatihan tersebut, menurutnya bahwa program ini digelar bertujuan untuk mendidik alumni dan santri dalam membangun kemandirian ekonomi.

"Tujuan disellenggarakan pelatihan ini adalah untuk mendidik pengusaha-pengusaha dari alumni dan santri pondok pesantren. Dan Tujuan akhirnya ya adalah untuk membangun Kemandirian ekonomi itu sendiri". Jelasnya
(AT).