Jendela Daerah

IMG-20221101-WA0004

Kp. Mamba Bawah Mencekamkah? Ini Faktanya…

Potret keceriaan Warga Kp. Mamba bersama Prajurit TNI.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Bersama Kita Kuat, Bersama Kita Bisa, Bersama Kita Senang, Bersama Kita Menang. Inilah slogan yang dijadikan pegangan oleh Prajurit TNI dan Polri di Intan Jaya, Papua.

Kebersamaan TNI-Polri di Intan Jaya, semakin menunjukkan efek positif terhadap suasana kehidupan masyarakat. Betapa tidak, Kp. Mamba (Mamba Bawah), yang selama ini selalu diceritakan sebagai Kampungnya KST, bahaya jika didatangi dan berbagai macam cerita lainnya, ternyata tidak demikian faktanya.

Disaat Ardy alias Raja Aibon Kogila, sedang mengikuti kegiatan Focus Grup Discussion (FGD), Mayor Inf. Anjas berinisiatif untuk mengunjungi Kp. Mamba, yang biasa disebut Mamba Bawah.

"Jangan lupa berdo'a. Yakinkan Timpam sudah di kedudukan, baru kalian berangkat," ucap Ardy kepada Anjas, Wadansatgas Yonif PR 305/Tengkorak.

Anjas berangkat bersama Kapten Puji, Kapten Inf. Anwar, Lettu Jeffry, Lettu Imbalo dan para Prajurit Kostrad, serta Brimob Damai Cartenz. Dengan berbekal perlengkapan olahraga, beras, mie dan gula-gula sebagai buah tangan, rombongan TNI-Polri berjalan kaki dari Ksatriaan Raja Aibon Kogila. Dari kejauhan, terlihat beberapa masyarakat melakukan aktifitas di sekitar Kampung. Namun ketika Anjas dan rombongan mendekati akan masuk Kampung, terlihat seorang laki-laki berbaju merah berlari terbirit-birit, menunjukkan ketakutannya melihat rombongan TNI-Polri mendatangi Kampungnya.

Suasana berubah menjadi mencekam, karena Kampung mendadak sepi. Pemandangan Kampung sebelumnya dimana terlihat adanya aktifitas masyarakat, berubah menjadi sunyi senyap. Namun rombongan terus maju tanpa rasa takut sedikitpun. Satu persatu honai didatangi oleh Anjas dan rombongan. Setelah melewati beberapa rumah dan honai, Anjas dan rombongan bertemu dengan salah satu warga. Jemmy Sani, saat itu sedang bersama dengan ketiga anak laki-lakinya di halaman honai.

"Selamat pagi Bapak," sapa Anjas, diikuti dengan uluran tangan untuk menjabat tangan Jemmy Sani.

Sambil menyerahkan bahan makanan yang dibawa, Anjas, Puji dan rombongan kemudian menyampaikan, bahwa kedatangan mereka ke Kampung, untuk bersilaturahmi sekaligus membawa bola volly, karena mendengar bahwa para pemuda Kampung sedang membuat lapangan volly.

Istri Jemmy Sani yang menerima buah tangan dari TNI-Polri, mengucapkan terima kasih berulang-ulang.

"Terima kasih, terima kasih," ucap istri Jemmy Sani, kemudian menyalami kembali Anjas dan Puji.

Setelah beberapa saat berkomunikasi, Jemmy Sani kemudian berteriak dengan bahasa Moni. Tak lama setelah itu, warga mulai keluar dari honainya masing-masing, termasuk anak-anak. Dengan bahasanya, Jemmy Sani menjelaskan kepada warga, maksud kedatangan rombongan TNI-Polri ke Kampungnya. Suasana Kampung yang sebelumnya sepi senyap dan mencekam, berubah menjadi bergairah. Para Prajurit TNI dan Polri kemudian membagikan gula-gula kepada anak-anak. Timkes yang selalu turut serta, memberikan pengobatan kepada warga yang sakit.

Pertemuan pertama diakhiri dengan foto ceria bersama, antara warga Mamba Bawah dengan rombongan TNI-Polri. Josefat Sani, salah satu Tokoh Pemuda Mamba Bawah, yang menerima bantuan bola dan net volly, mengucapkan terima kasih atas kehadiran TNI-Polri di Kampungnya.

"Besok-besok, Bapak-bapak main saja ke sini. Kita main volly, main bola sama-sama," ucap Josefat Sani.

Sekitar dua jam lebih, rombongan TNI-Polri berada di Mamba Bawah, berkomunikasi dan berinteraksi dengan warga Kampung. Siang harinya, rombongan kembali ke Ksatriaan Raja Aibon Kogila. Ternyata, Mamba Bawah tidak se-mencekam cerita orang. (HAP)

IMG-20221101-WA0000

Sukses Program Lapor Pak Kapolres, Polres Karawang Luncurkan Program Jum’at Curhat

Pamflet pengaduan Jum'at Curhat.

Jendela Jurnalis, Karawang -
Polres Karawang mendapatkan apresiasi dalam hal peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam hal pengaduan. Polres Karawang meraih banyak respon positif dari masyarakat. Hal tersebut tidak terlepas dari responsif masyarakat terhadap aplikasi 'Lapor Pak Kapolres' sejak awal diluncurkan Polres Karawang.

Aplikasi 'Lapor Pak Kapolres' diinisiasi Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, SH, SIK, MH, sebagai bentuk implementasi Polri Presisi dalam hal meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya demi mempermudah masyarakat dalam melakukan pengaduan maupun laporan kepada Polres Karawang.

Menurut keterangannya, Kapolres Karawang mengungkapkan, 'Lapor Pak Kapolres' yang sudah berjalan selama ini, banyak memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan laporan terhadap permasalahan yang terjadi di wilayah, terkait Kamtibmas. Tidak hanya untuk melakukan pengaduan, melalui 'Lapor Pak Kapolres' masyarakat lebih bebas mengungkapkan permasalahan langsung melalui WA, karena menurut beberapa sumber mengatakan, melalui platform Medsos WA dan IG dengan langsung melalui 'Lapor Pak Kapolres' sangat mudah mereka lakukan tanpa beban, apalagi pengaduan mereka langsung direspon cepat oleh Kapolres.

'Lapor Pak Kapolres' ini bisa diakses masyarakat dengan cara yang lebih cepat dan sederhana, masyarakat tinggal WA di No. +62 812-1127-2003, keluhan apapun bisa dilayani. Bahkan ada juga yang melapor melalui direct message IG dan itu akan langsung direspon oleh Polres Karawang.

Dan hal tersebut tidak jauh berbeda dengan program Posko Quick Win Presisi saat ini, dimana Polres Karawang sebelumnya sudah dari jauh hari memberikan ruang dan sarana, guna menampung curhatan masyarakat melalui 'Lapor Pak Kapolres'. Hal tersebut juga sejalan dengan program Jum'at Curhat yang diperintahkan oleh Kapolri, dalam rapat virtual, Jum'at (28/10/22).

"Ini juga merupakan salah satu bentuk mengimplementasikan program Jum'at Curhat, yang merupakan bagian dari Posko Quick Win Presisi. Kita akan lebih gencarkan kembali dalam hal melayani dan menampung curhatan masyarakat," tandas Kapolres.

"Kini tidak hanya 'Lapor Pak Kapolres' yang menjadi sarana masyarakat Karawang melakukan pengaduan, namun secara khusus lagi, melalui Jum'at Curhat, akan lebih mengoptimalkan Polri dalam hal meningkatkan pelayanan Kepolisian terhadap masyarakat," ujarnya.

Program 'Lapor Pak Kapolres' dimanfa'atkan masyarakat dalam hal melakukan pengaduan maupun laporan mengenai gangguan Kamtibmas, bahkan banyak juga masyarakat yang curhat mengenai keluh kesah pribadinya melalui program 'Lapor Pak Kapolres'.

Kapolres mengungkapkan berbagai permasalahan yang sudah ditangani dan tentu saja menjadi warna tersendiri. Banyaknya permasalahan yang dialami masyarakat, bahkan tidak hanya gangguan keamanan, namun hal lainnya yang bukan domain Kepolisian, namun tetap dilayani dengan respon yang cepat dari Personil Bhabinkamtibmas atau Anggota Polsek di tiap wilayah.

Diceritakan Kapolres, bahwa sampai ada Bumil berusia muda, sempat viral ihwal mengidam ingin naik mobil Polisi.

"Hingga kami mengabulkan keinginan seorang Bumil tersebut, untuk dapat naik mobil patroli dari Personil kami. Hal tersebut disampaikan ibu tersebut melalui IG," beber Kapolres.

Tidak hanya itu, selain 'Lapor Pak Kapolres' yang menjadi program andalan Polres Karawang yang menjadi salah satu wadah curhat masyarakat, namun ada lagi program Ngawangkong Sat Kamling Presisi, yang juga memiliki tujuan serupa. Dimana bisa menjadi sarana curhat masyarakat. Dalam program ini, Kapolres juga menempatkan jajarannya untuk berada di tengah-tengah masyarakat yang melakukan ronda, demi menjaga kondusifitas lingkungan.

Dan untuk diketahui oleh masyarakat, bahwa program Jumat Curhat ini, akan dilakukan oleh Kapolres Karawang di setiap minggunya di hari Jum'at, di tempat yang berbeda. Sehingga dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat bertukar informasi, menyampaikan permasalahan yang terjadi, sehingga didapatkan solusi demi terwujudnya kondusifitas di Wilkum Polres Karawang. (HAP)

IMG-20221031-WA0018

Inilah Isi Gugatan RR dan AAR dalam Sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Karawang

Foto suasana dalam sidang gugatan praperadilan RR dan AAR.

Jendela Jurnalis Karawang -
Pengadilan Negeri Karawang menggelar sidang Praperadilan antara RR dan AAR sebagai pemohon melawan Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono dan Kasat Reskrim Karawang, AKP Arif Bastomy sebagai termohon dalam perkara dugaan penganiayaan wartawan Karawang, Senin (31/10/2022).

Sidang Praperadilan di pimpin Hakim tunggal yang telah di tunjuk oleh Kepala PN Karawang yaitu Hendra Kusuma Wardana, sedangkan pemohon dan termohon di wakili oleh kuasa hukumnya masing masing.

Agenda sidang perdana Praperadilan, yaitu mendengarkan laporan gugatan yang di bacakan secara bergantian oleh tim kuasa hukum pemohon.

Secara garis besar Laporan gugatan yang di bacakan tim kuasa hukum dan seperti yang tertuang di SIPP PN Karawang, dengan kesimpulan sebagai berikut :

  • Mengabulkan permohonan Praperadilan Pemohon untuk seluruhnya.
  • Menyatakan penetapan Tersangka atas nama: Asep Aang Rahmatullah Bin H. Hapudin Ashari, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1749/IX/2022/SPKT/Polres Karawang/Polda Jawa Barat, tertanggal 20 September 2022 yang diduga melakukan Tindak Pidana Pasal 170 KUHP Jo 351 KUHP adalah tidak sah dan tidak berlaku menurut hukum.
  • Menyatakan penangkapan Pemohon berdasarkan surat Perintah Penangkapan Nomor: SP. Kap /252/X/2022/ Reskrim tanggal 7 Oktober 2022 dan surat Wajib Lapor Nomor: Swl/252/X/2022/Reskrim adalah prematur, cacat prosedur, tidak sah dan batal demi Hukum oleh karenanya surat penangkapan dan surat wajib lapor tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.
  • Menyatakan penyidikan Perkara dalam surat perintah penyidikan dengan Nomor SP.Sidik/929/IX/2022/Reskrim tanggal 20 September 2022, Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan dengan Nomor : B/258/IX/2022/Reskrim tertanggal 27 September 2022, Surat Pemberitahuan Penetapan tersangka Nomor: B/258.a/IX/2022/Reskrim tertanggal 27 September 2022, dan Surat Pemberitahuan penetapan tersangka atas diri Pemohon Nomor: B/258.b/IX/2022/Reskrim tanggal 06 Oktober 2022 adalah Prematur, Batal, Cacat, Melanggar Hukum, Tidak Sah menurut KUHAP, serta tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.
  • Menyatakan hasil penyidikan yang didasari pada surat perintah penyidikan nomor: SP.Sidik/929/IX/2022/Reskrim, tanggal 20 September 2022, dan surat perihal pemberitahuan dimulainya Penyidikan dengan No : B/258/IX/2022/Reskrim tanggal 27 September 2022, Surat Perihal Pemberitahuan Penetapan Tersangka dengan Nomor: B/258.a/IX/2022/Reskrim tertanggal 27 September 2022, dan Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka atas diri pemohon Nomor: B/258.b/X/2022/Reskrim tertanggal 06 Oktober 2022 adalah batal dan Tidak Sah menurut menurut Hukum , serta tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.
  • Menyatakan Tidak Sah segala keputusan Atau penetapan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh termohon yang berkaitan dengan penetapan tersangka pemohon oleh termohon.

Hakim Hendra Kusuma mengatakan sidang Praperadilan ini di rencanakan selesai dalam satu minggu.

"Kami telah menetapkan tanggal 8 November 2022 untuk sidang keputusan Praperadilan ini, dan untuk agenda sidang besok yaitu mendengarkan jawaban dari tim kuasa hukum termohon atas laporan gugatan yang tadi telah di sampaikan oleh kuasa hukum pemohon," tandasnya. (Irfan S/Red).

IMG-20221031-WA0016

Galakan Ketahanan Pangan, Prajurit Kostrad Resmikan Pos Koper

Foto saat peresmian Pos Koper (Kodim Persiapan) sebagai Pos Pangkal Ketahanan Pangan.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, para Prajurit Kostrad bersama-sama seluruh Aparat Keamanan di Intan Jaya, meresmikan Pos Koper (Kodim Persiapan) sebagai Pos Pangkal Ketahanan Pangan, Jum'at (28/10/22). Sebulan sudah penyiapan lahan, kerambah dan kandang untuk budidaya ayam, dilaksanakan oleh Lettu Inf. Abdul Basyir, Danpos Koper bersama dengan para Ksatria Tengkorak.

Setiap hari, Basyir dan rekan-rekan bahu-membahu menggali, mencangkul tanpa kenal lelah. Hujan angin dan dinginnya Intan Jaya, tidak pernah dianggap penghalang, bahkan dijadikan teman.

"Target dari Komandan harus kami penuhi. Apalagi semua didukung, kami tinggal bekerja. Biar nanti kalau sudah kelihatan hasilnya, masyarakat akan lebih percaya. Peresmiannya sekaligus penaburan lele dan penanaman jagung juga bagus waktunya, bareng dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda," ungkap Basyir, sehari sebelum acara peresmian.

Kehadiran masyarakat Intan Jaya pada tanggal 28 Oktober di luar dugaan, karena lebih banyak dari yang diperkirakan. Tidak tahu kenapa, mereka yang berasal dari Kampung-kampung jauh, menyempatkan diri untuk datang. Entah karena hari Sumpah Pemuda, atau memang karena penasaran, pengen melihat sekaligus bisa menyampaikan keinginan mereka. Jika saat peresmian Amakanie Cafe, orang paling jauh datang dari Kp. Bulapa, kali ini ada yang datang dari Pesiga, Jalai, bahkan Puyagiya.

Dalam sambutannya, Letkol Inf. Ardiansyah, Dansatgas Yonif PR 305/Tengkorak, mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepercayaan masyarakat kepada Aparat TNI-Polri di Intan Jaya. Ardy atau biasa dipanggil Raja Aibon Kogila, juga menyampaikan terima kasihnya kepada Pangkostrad, Pangdiv, Pangdam, Kapolda, Dankorp Brimob serta teman-teman seangkatannya, atas support yang diberikan.

"Terima kasih kami ucapkan kepada Panglima Kostrad, Panglima Divisi, Panglima Kodam, Kapolda dan Dankorp Brimob, atas support yang diberikan kepada kami. Kami bisa membuat kegiatan seperti ini, karena kebersamaan kami seluruh Prajurit TNI dan Polri, di Intan Jaya," ucap Raja Aibon Kogila, di hadapan aparat dan masyarakat yang hadir.

Ardy melanjutkan, "Terima kasih juga buat teman-teman seangkatan saya, Arupadatu, karena selesainya penyiapan program ini, sebagian atas dukungan dari mereka. Spesial kepada Lettu Basyir, Bos Koper bersama seluruh Ksatria Tengkorak, sudah memberikan semuanya untuk menjalankan program ini."

Program Ketahanan Pangan yang dijalankan oleh Prajurit Kostrad dari Karawang ini, merupakan salah satu dari beberapa program Binter Unggulan periode 1, (Oktober-Desember) yang telah direncanakan oleh Satgas Yonif PR 305/Tengkorak. Program ini dimaksudkan untuk memberi contoh, sekaligus mengajak masyarakat Intan Jaya, untuk menggalakkan Ketahanan Pangan.

Ardy mengatakan, "Tujuan dari program ini adalah agar masyarakat menjadi lebih terampil, modern dan dengan sumber daya yang ada saat ini, akan mendapatkan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian, masyarakat akan jadi lebih sejahtera. Di sisi lain, kehadiran TNI dan Polri sebagai ujung tombak Negara di Intan Jaya, harus bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta dapat menerapkan 8 Wajib TNI secara nyata."

Peresmian Pos Pangkal Ketahanan Pangan, sekaligus memperlihatkan kepada masyarakat bagaimana memelihara ikan di kerambah. Di kesempatan yang sama, 8000 ekor lele di lepas dalam 10 kerambah. Lahan tidur yang sudah disiapkan, juga sekalian ditanami jagung. Harapannya, 3 bulan mendatang, masyarakat dapat melihat perkembangan dan hasilnya, sekaligus bersama-sama memetik hasilnya, untuk kemudian dinikmati bersama-sama masyarakat.

"Apa yang Bapak-Bapak lihat ini, kerambah, kebun, kandang, semua biar Bapak-Bapak percaya, kalau TNI-Polri di sini hadir untuk masyarakat. Ini kita buat hanya sebagai contoh saja. Nanti, di Kampung Bapak-Bapak, jika ada lahan atau tempat, kita buka sama-sama, kita kerja sama-sama. Nanti butuhnya apa, ikan, bibit jagung, kol atau apa saja, tinggal kita siapkan. Kita buat seperti ini di lahan masyarakat. Hasilnya untuk Bapak-Bapak semua, bukan untuk kami. Kami hanya bantu masyarakat saja," ucap Raja Aibon Kogila, kepada masyarakat yang hadir.

Setelah prosesi pengucapan Sumpah Pemuda, Raja Aibon Kogila didampingi Bos Koper dan semua unsur TNI dan Polri, mempersilahkan masyarakat untuk melepas ikan lele ke kerambah. Bersama dengan Kabagops Polres Intan Jaya, AKP. Stevy, masyarakat kemudian bersama-sama menanam jagung. Anak-anak dan Ibu-ibu terlihat sangat senang, baik saat melepas ikan maupun menanam jagung. Selanjutnya, Bos Koper kemudian menjelaskan kepada masyarakat, tentang kelengkapan pendukung pertanian, agar tanah dan juga tanaman yang ditanam, tetap subur dan hasilnya maksimal.

Acara diakhiri dengan Maksi bersama. Tidak ketinggalan suguhan gula kopi, pinang sirih serta rokok. Anak-anak sekolah, selain menerima bingkisan berupa alat tulis, gula-gula dan cokelat dari Bapak Pater, juga dibagikan uang jajan untuk bekal di sekolah. Tak ketinggalan, tiga orang pemuda dari Yokatapa dan Mamba, menyatakan keinginannya untuk menjadi TNI dan meminta bantuan dari Raja Aibon, untuk membantu mereka agar bisa jadi Tentara.

Bahagia selalu saudaraku, bahagialah kita semua. Dan, semoga cita-cita ketiga pemuda Intan Jaya untuk menjadi Anggota TNI dapat terwujud, demi Intan Jaya yang aman dan damai, dalam bingkai NKRI. (HAP)

IMG-20221031-WA0013

Wow! Gelegar Suara Suku Moni, Meriahkan Semarak Sumpah Pemuda di Intan Jaya

Foto Masyarakat Suku Moni dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya

Lain dulu-lain sekarang. Hadirnya Prajurit Kostrad dari Karawang, di Intan Jaya, telah menghapus label Intan Jaya sebagai sarang KST, Jum'at (28/10/22). Kemeriahan Semarak Sumpah Pemuda di Intan Jaya, yang dipusatkan di Pos Kodim Persiapan (Koper) Satgas Yonif PR 305/Tengkorak, di luar perkiraan kebanyakan orang.

Seluruh Aparat TNI-Polri yang dikomandoi oleh Letkol Inf. Ardiansyah, si Raja Aibon Kogila, melebur dengan masyarakat Intan Jaya, meneriakkan tiga butir Sumpah Pemuda. Orang tua, pemuda, guru, Togama, Tomas dan anak-anak sekolah, memenuhi area percontohan program Ketahanan Pangan yang disiapkan oleh para Ksatria Tengkorak.

Bukan hanya orang di sekitar Pos Koper yang hadir, namun hampir semua perwakilan Kampung di Intan Jaya, datang memeriahkan acara peringatan Hari Sumpah Pemuda.

"Ini di luar perkiraan kami. Mereka datang dari Kp. Pesiga, Puyagiya, Bilogai, Wandoga, Jalai, Bulapa, Galunggama, Mimitapa, Yokatapa, Holomama dan Mamba," terang Raja Aibon Kogila.

Raja Aibon melanjutkan, "Saat lihat tenda penuh, kursi di luar tenda juga penuh, kami malah takut makanan nggak cukup. Soalnya kami hanya menyediakan makan siang untuk 250 orang."

Serda Nursalim memandu acara, didampingi oleh Ham Sondegau sebagai transfer dari bahasa Indonesia ke bahasa Moni. Ham Sondegau, pemuda Kp. Wandoga, siswa kelas 3 SMU Sugapa, menerjemahkan setiap ucapan Nursalim maupun Raja Aibon Kogila ke bahasa Moni, agar semua yang disampaikan dimengerti.

Semua yang hadir mengikuti acara dengan tertib. Sesekali setelah Ham Sondegau mengulangi ucapan Raja Aibon, semua yang duduk di tenda dan luar tenda bertepuk tangan. Terpancar dari wajah warga Intan Jaya, rasa tenang dan nyaman saat berada bersama-sama Prajurit TNI dan Polri.

"Hari ini kita semuanya muda. Dari anak-anak sampai dengan orang tua, hari ini semuanya berumur 20 tahun, karena hari ini adalah harinya pemuda," teriak Raja Aibon, diikuti oleh tepuk tangan dan tawa semua yang hadir.

Ketika Ham Sondegau mengulangi lagi kalimat Raja Aibon dengan bahasa Moni, kembali semuanya tertawa riuh.

"Kami semua, TNI-Polri datang ke sini, Intan Jaya, untuk membantu masyarakat. Agar Intan Jaya damai, aman, tidak ada kacau-kacau. Ini saya Raja Aibon Kogila. Kalau ada yang mau buat kacau-kacau, lapor Raja Aibon. Dari ujung Titigi sampai Bilogai, semua harus aman. Biar Bapak-bapak bisa tenang, bisa berkebun, bercocok tanam, Mama-mama bisa berjualan, anak-anak bisa bersekolah. Setuju…?" teriak Raja Aibon, disambut teriakan "Setujuuu" oleh semua orang.

Sebelum pengucapan Sumpah Pemuda yang dipimpin oleh Ham Sondegau, semua yang berada di tenda diminta untuk keluar tenda, berdiri di sekitar tambak dan di lahan kebun yang akan ditanami jagung.

"Saya tidak hafal Bapak," bisik Ham Sondegau kepada Raja Aibon.

"Itu kan anak tinggal baca toh. Itu tulisan besar-besar di depan. Anak baca teriak, nanti semua ikut teriak. Jangan lupa berhenti sebentar di koma-koma," kata Raja Aibon kepada Ham Sondegau.

Pengucapan Sumpah Pemuda oleh masyarakat Intan Jaya bersama dengan TNI dan Polri berlangsung hikmat, meriah dan menggelegar. Semua yang hadir berteriak keras-keras, mengikuti setiap ucapan Ham Sondegau.

"Tepuk tangan semua," perintah Ham Sondegau, setelah ketiga butir Sumpah Pemuda selesai diucapkan.

"Luar biasa Bang. Kalau seperti ini terus, bisa-bisa makin ramai Intan Jaya. Sekarang, semenjak Abang di sini, kelihatan banget perubahannya," kata AKBP Christian Kadang, Dansatgas Brimob Damai Cartenz kepada Raja Aibon, saat berbincang bersama Wakapolres, Kabagops dan beberapa Perwira TNI-Polri lainnya.

Acara kemudian diakhiri dengan Maksi, putar kopi, makan pinang sirih dan bakar rokok. Sebelumnya, Dansatgas Yonif PR 305/Tengkorak menyampaikan, bahwa jika ada anak-anak Intan Jaya yang sekolah SMA dan mau jadi Tentara Polisi, dipersilahkan untuk datang ke Pos-pos.

"Nanti, di Pos kita latihan sama-sama, diperiksa oleh dokter, dilatih oleh Bapak-Bapak biar siap nanti tesnya," terang Letkol Inf. Ardiansyah kepada masyarakat, yang kemudian disampaikan kembali dengan bahasa Moni oleh Ham Sondegau.

Semua gembira. Semua bahagia. Intan Jaya sekarang bukan yang dulu lagi. Semuanya bersatu, bertekad bersama menjaga keutuhan NKRI. (HAP)

IMG-20221031-WA0010

Hanya Dalam 6 Minggu, Pasukan Kostrad dari Karawang Mampu Ciptakan Wajah dan Suasana Baru di Intan Jaya

Potret suasana taman bermain di Kp. Bilogai

Jendela Jurnalis, Intan Jaya

Baru enam minggu kebersamaan Prajurit Kujang dari Karawang dengan masyarakat Papua, suasana di Kab. Intan Jaya berubah secara signifikan. Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif PR 305/Tengkorak, Letkol Inf. Ardiansyah, Rabu (26/10/22).

Menjalankan tugas di tempat yang baru, suasana baru, jauh meninggalkan keluarga, adalah suatu kehormatan bagi setiap Prajurit TNI. Tugas adalah Kehormatan, menjadi pegangan yang pasti untuk setiap Prajurit Ksatria Tengkorak, sebagai salah satu pasukan PR di jajaran Kostrad, memanfa'atkan moment bertugas di sarang KSTP, untuk menunjukkan dedikasi dan loyalitas sebagai "Pasukan Petarung yang Humanis".

"Jangan menjadikan nama Satuan kita yang sudah besar ini sebagai tameng kita untuk sekedar gagah-gagahan, sombong dan tinggi hati di hadapan orang lain, padahal kita tidak pernah berbuat apa-apa," pesan keras yang selalu diingatkan oleh Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila kepada semua Prajuritnya.

Lanjutnya, "Keberadaan kita di daerah penugasan, jangan sekedar pindah makan tidur, cari aman, cari selamat. Hidup mati kita sudah pasti waktu dan tempatnya. Yang penting kita selalu siaga waspada, jangan takabur."

Kebersamaan yang terjalin dari Pimpinan sampai Prajurit terendah diantara seluruh Ksatria Tengkorak, menjadi kekuatan dasar dalam bekerja. Setiap bagian berkompetisi untuk menunjukkan yang terbaik, tidak mau kalah satu dengan yang lainnya. Namun kompetisi yang terjadi, adalah kompetisi positif yang justru memunculkan banyak ide kreatif, untuk mengubah wajah dan suasana di Intan Jaya.

Keceriaan sore hari di Kp. Bilogai, hanya salah satu penampakan dari perubahan positif buah karya Ksatria Tengkorak. Taman bermain yang sejatinya belum selesai dikerjakan, telah menjadi salah satu pusat keramaian baru bagi masyarakat. Bukan hanya untuk anak-anak, bahkan pemuda-pemudi, orang tua, sampai guru sekolah pun hadir, memanfa'atkan fasilitas bermain bersama-sama, sekaligus sebagai tempat berinteraksi dengan para Prajurit Kostrad.

Lettu Inf. Wira Wijaya, Danposramil Japugau Janambani (J2) bersama rekan-rekannya, dengan tekun mengolah tempat dan bahan yang ada menjadi menarik, elegan dan lebih bermanfa'at.

"Semenjak lapangan kita rapikan, setiap sore sampai maghrib selalu seperti ini Komandan," lapor Wira kepada Raja Aibon.

Wira menjelaskan, bahwa datang setiap sorenya, bukan hanya dari Kp. Bilogai, namun juga dari Yokatapa. Bahkan ada yang siang hari sudah datang karena takut tidak kebagian bermain, ketika orang-orang yang lebih tua dari mereka sudah meramaikan lapangan.

Ardy, si Raja Aibon bersama beberapa Prajurit J2, menyempatkan diri bermain volly, juga sepak bola bersama pemuda dan anak-anak. Suasana riang, gembira dan ceria terlihat, alami tanpa rekayasa. Semua yang hadir bermain tanpa melihat perbedaan satu dengan yang lainnya. Tidak terlihat perbedaan antara Prajurit Kostrad, guru, pemuda dan anak-anak dalam suasana sore itu. Semua larut dalam keceriaan.

Saat bola sepak keluar jauh dari pagar, Sertu Hartanto, Bintara Pelatih Posramil J2, memberikan 2 bungkus gula-gula kepada pak guru, untuk dibagikan kepada yang bermain sepak bola dan 1 bungkus untuk kelompok volly.

Arahan dari Pak Guru dan Prajurit yang mengatur anak-anak kolompok sepak bola, agar berbaris rapi, mengantri, seolah tak terdengar oleh mereka. Semua asyik berebut sambil berteriak dan tertawa. Berbeda halnya dengan kelompok volly, mereka tertib mengantri. Padahal yang mengatur pembagiannya, hanyalah seorang perempuan muda.

Mama Agustina, yang hadir untuk sekedar menonton keramaian berkata kepada Raja Aibon, "Ramai, Hormat."

Bahagia selalu saudaraku, karena Kitong Semua Basodara. PAPEDA, Papua Penuh Damai! (HAP)

IMG-20221031-WA0000

Indahnya Kebersamaan! TNI-Polri Berbagi Kasih dan Berikan Yankes kepada Jema’at Gereja Imanuel Holomama

Foto kebersamaan antara Prajurit TNI bersama Masyarakat Hololama.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya

Indahnya kebersamaan. Itulah realita yang dipertontonkan oleh Prajurit Kostrad dan Brimob Damai Cartenz bersama masyarakat Kp. Holomama, Intan Jaya, Minggu (23/10/22). Di hari Minggu yang indah, nampak sekali senyum hangat yang tulus dari wajah warga Kp. Holomama, menerima Ksatria Tengkorak dan Brimob Damai Cartenz, untuk beribadah bersama di GKII (Gereja Kemah Injil Indonesia) Jema'at Imanuel, Holomama.

Suasana toleransi antar agama terlihat dengan jelas. Prajurit Kostrad dan Brimob yang beragama Islam, tidak hanya sekedar mengamankan rekan-rekannya yang beribadah. Namun, bersama dengan Kapten Suryo (Pasiops), Iptu Tri Arda (Brimob), Letnan Bima, Letnan Syaefulloh alian Bapa Pater dan Letnan Pane (Dokter), Kapten Anwar, si Bos Holomama menunggu selesainya ibadah bersama TNI, Polri dan masyarakat, untuk kemudian menghampiri Bapak Pendeta dan jema'atnya.

Sekitar 50 jema'at Gereja Imanuel Holomama, dipimpin oleh Pendeta Paulus Maiseni, bersama dengan 30 Personel TNI-Polri berdo'a kepada Tuhan, bersyukur dan berterima kasih serta memohon agar selalu diberikan berkat, perlindungan, kesehatan dan keselamatan. Tidak lupa, para jema'at mendo'akan, agar terwujudnya Intan Jaya yang aman dan damai, sehingga tercipta suasana PAPEDA (Papua Penuh Damai).

"Sudah lihat. Ibu-Ibu lihat muka. Ini kita punya Bapak. Jangan bilang ini orang lain. Jangan takut, ini kita punya Bapak," jelas Pendeta Paulus kepada jema'at, saat memperkenalkan Kapten Anwar.

Kapten Inf. Anwar, kemudian memperkenalkan dirinya dan para Prajurit Yonif PR 305/Tengkorak kepada para jema'at. Tidak lupa, Anwar juga menyampaikan bahwa bersama mereka, hadir Personil Brimob Damai Cartenz, yang akan bersama-sama menjaga Intan Jaya.

"Kami datang ke sini untuk memperkenalkan diri. Kami juga membawa Alkitab, bola voli dan netnya, serta beras yang telah disiapkan oleh rekan kami dari Brimob," kata Anwar, kepada para jema'at Gereja.

Setelah Giat di dalam Gereja selesai, Prajurit Kostrad, Brimob Damai Cartenz dan masyarakat, kemudian keluar menuju lokasi pemasangan baliho PAPEDA. Di sisi lain, Pater dengan asyiknya berbagi dan bermain dengan anak-anak dan Mama-mama. Dokter bersama timnya memberikan pelayanan kesehatan. Suasana yang terlihat begitu bahagia.

Menerima bantuan Alkitab, beras, bola dan net voli serta Yankes dari TNI dan Polri, kembali Pendeta Paulus didampingi Gembala Yulius Sani, mengungkapkan rasa syukurnya.

"Terima kepada Danpos Holomama dan Komandan Guest House. Mereka bawa bantuan untuk Pendeta dan Jema'at Gereja Imanuel Holomama. Alkitab dan beras, bola voli dan net," ucap Pendeta Paulus di hadapan warga.

Pendeta Paulus kemudian melanjutkan, "Tuhan memberkati Bapak-bapak. Kami tidak membalasnya apapun, Tuhan sendiri membalas Bapak-bapak. Terima kasih. Amakanie."

Warga kemudian memasang net dan bermain voli. Serasa bahagianya suasana Kp. Holomama, sejak kedatangan Prajurit Kostrad dan Brimob ke Kampungnya. Sebelum para Ksatria Tengkorak dan Brimob Damai Cartenz kembali ke Pos masing-masing, Pendeta Paulus mengundang untuk hadir pada saat perayaan Natal pada bulan Desember nanti.

Bahagia selalu saudaraku. Bahagia selalu semuanya. Kebersamaan TNI-Polri dengan masyarakat, akan mewujudkan PAPEDA. (HAP)

IMG-20221031-WA0001

Wadan Satgas Yonif PR 305, Pimpin Belasan Prajurit Tengkorak Menuju Yokatapa, Ada Apa Ya…?

Foto kegiatan pengobatan.

Jendela Jurnalis Intan Jaya -

Wadan Satgas Yonif PR 305/Tengkorak, Mayor Inf. Anjas Suryana Putra, memimpin pengobatan masyarakat di Pasar Yokatapa, Selasa (25/10/22). Giat tersebut merupakan sikap loyalitas yang ditunjukkan Ksatria Tengkorak kepada masyarakat Intan Jaya.

Prajurit Kostrad di Intan Jaya sepertinya "haus" akan pekerjaan. Ini dibuktikan dengan tidak henti-hentinya, para Ksatria Tengkorak memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Jika banyak orang yang tidak mau capek bekerja, berbeda halnya dengan Wadan Satgas Yonif PR 305/Tengkorak, Mayor Inf. Anjas Suryana Putra. Selasa pagi, bertepatan dengan Hari Pasar di Intan Jaya, Anjas meminta ijin kepada Dansatgas, untuk memimpin langsung Giat pengobatan gratis di Yokatapa.

"Saya ijin turun ke lapangan Komandan. Saya yang Pimpin Giat Binter hari ini," ucap Anjas kepada Dansatgas.

Anjas berangkat bersama dengan 14 Prajurit Kostrad. Tidak ketinggalan Bapak Pater, turut serta dalam rombongan, selain Dokter bersama Timkes.

Kehadiran para Prajurit Kostrad seolah-olah sudah ditunggu oleh masyarakat di Pasar Yokatapa. Beberapa orang yang mengalami permasalahan kesehatan, mendatangi Timkes yang sudah menyiapkan perlengkapannya.

Bapak Antonius Sani, yang tangannya terluka oleh kampak saat memotong kayu, dilayani dan diobati dengan ramah oleh Serda Luthfi, si Bapak Mantri. Beberapa orang lainnya juga dilayani dengan sabar.

"Amakanie Bapak. Hormat," begitulah ucap Antonius Sani, setelah mendapatkan pengobatan.

Anjas, Bapak Pater dan Serka Cecep yang datang bersama rombongan, tidak hanya diam menonton Giat Timkes. Dengan ramah, setiap orang yang ditemui, disapa dan diberikan salam. Tidak ketinggalan, anak-anak juga dihampiri dengan sopan.

Gula-gula yang dibawa, dibagikan kepada anak-anak, sambil sesekali ditanyakan tentang pelajaran menghitung. Ini dilakukan sebagai bentuk Komsos, sambil mengajari anak-anak cara berhitung.

Yosep Sondegou, siswa kelas 1 SD Inpres Yokatapa, sempat kesulitan ketika Anjas menanyakan penjumlahan.

"Tiga tambah lima berapa?" tanya Anjas kepada Yosep.

Sekitar dua jam para Prajurit Kostrad berinteraksi dengan masyarakat di Pasar Yokatapa. Masyarakat yang sebelumnya ragu atau mungkin takut berkomunikasi dengan para Ksatria Tengkorak, sekarang semakin akrab.

Semoga keakraban dan keharmonisan hubungan masyarakat Intan Jaya dengan para Ksatria Tengkorak, dapat terus terjalin. Dan, semoga Intan Jaya yang selama ini dianggap sebagai salah satu Kabupaten yang tingkat kerawanannya paling tinggi di Papua, semakin aman dan kondusif. Aamiin. (HAP)

IMG-20221030-WA0004

Jelang Hari Sumpah Pemuda, Satgas Yonif PR 305/Tengkorak bersama Aparat Keamanan Lainnya Resmikan Cafe Amakanie

Foto saat Satgas Yonif PR 305/Tengkorak bersama warga.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya

Jelang peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2022, Satgas Yonif PR 305/Tengkorak kembali membuat gebrakan, Kamis (20/10/22). Kali ini, Kapten Inf. Anwar alias Bos Holomama bersama seluruh Aparat Keamanan di Intan Jaya, di hadapan Toga, Tomas dan Tokoh Pemuda, resmikan fasilitas hiburan dan Broadcast on Air.

Tidak ketinggalan hadir para sahabat dari Bulapa, Galunggama dan Wandoga, dalam acara tersebut.

"Fasilitas ini kami namakan Cafe Amakanie, sebagai bentuk penghormatan kami kepada masyarakat Intan Jaya," terang Anwar, kepada semua yang hadir.

Dalam sambutannya, Letkol Inf. Ardiansyah yang sudah mulai akrab dengan panggilan Raja Aibon, menyampaikan kepada Toga, Tomas dan Tokoh Pemuda yang hadir, bahwa pesan PAPEDA yang diusung oleh TNI-Polri tidak akan bisa terwujud, tanpa andil dari masyarakat.

"Kehadiran TNI-Polri di sini untuk membuat masyarakat nyaman, bisa membantu masyarakat, bukan sebaliknya," ucap Ardy.

Selanjutnya Ardy mengatakan, "Semua masyarakat boleh datang ke sini, putar-putar kopi, makan pinang sirih sambil bernyanyi. Saya juga berharap dan memohon kepada Bapak Pendeta, Tomas, untuk sesekali melalui pengeras suara ini menyampaikan pesan, agar bersama-sama mewujudkan PAPEDA, Papua Penuh Damai."

AKBP Christian, Dansatgas Damai Cartenz juga meminta, agar masyarakat menyampaikan kepada mereka yang di gunung-gunung, untuk tidak membuat kekacauan, karena justru akan merugikan masyarakat. Di luar prediksi, ternyata baru diresmikan, Cafe Amakanie sudah menarik perhatian masyarakat. Mama-Mama dan anak-anak yang melintas di depan Pos pun ikut berhenti, memperhatikan acara yang tengah berjalan.

"Ayo Mama, mampir sudah ada kopi, pinang sirih dan gula-gula untuk anak-anak," ajak Ksatria Tengkorak, kepada Mama-Mama yang berdiri di jalan.

Sejalan dengan pesan dari Raja Aibon, AKP Stevy, Kabagops Polres Intan Jaya, juga meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi di Intan Jaya, agar tetap aman dan kondusif.

Pada kesempatan berbicara, Pendeta Paulus dari Holomama dan Bapak Bertus dari Galunggama, mewakili para tokoh yang hadir, menyambut baik acara yang dilaksanakan dan berterima kasih kepada TNI-Polri, karena baik kepada masyarakat.

"Bapak TNI dan Polri, hidup dan mati bersama masyarakat, Amakanie," ucap Pendeta Paulus.

Sementara Bapak Bertus menyampaikan, "Kalau kita masyarakat biasa berjenggot, rambut panjang, itu biasa, tolong Bapa-Bapa jangan salah. Tapi, jika Bapa lihat itu bawa alat (senjata), tembak saja sudah, tidak apa-apa. Hormat."

Acara yang sedianya direncanakan hanya sampai pukul 12.00 WIT, molor hingga hampir pukul 14.00 WIT. Bapa-Bapa, Mama-Mama bahkan anak-anak, larut dalam obrolan disertai musik di Cafe Amakanie, bersama saudara mereka dari TNI dan Polri.

Gula kopi, teh, rokok, pinang sirih, gula-gula, bahkan semua menu Maksi habis tak tersisa. Semua bahagia, semua bergembira.

"Terima kasih Bapak-Bapak semuanya. Pokoknya, Intan Jaya harus aman dan damai, Hormat. Amakanie," pesan Raja Aibon kepada para Toga, Tomas dan Tokoh Pemuda, sesaat sebelum meninggalkan lokasi acara. (HAP)

IMG-20221027-WA0010

BPK Temukan Kekurangan Volume, Pembangunan IGD RSUD Karawang Diduga Rugikan Negara Hingga Ratusan Juta.

Foto pembangunan IGD di RSUD Karawang.

Jendela Jurnalis Karawang -
Diduga rugikan negara, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menemukan kekurangan volume pada pekerjaan pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Perawatan Krisis Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Karawang tahun anggaran 2021 kekurangan volume pada pembangunan proyek tersebut mencapai hingga ratusan juta rupiah.

Tahap I paket pekerjaan konstruksi tersebut dikerjakan oleh PT. DS dengan nilai sekitar Rp. 21 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) I Provinsi Jawa Barat.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pekerjaan fisik pada RSUD Kabupaten Karawang, Marwati kepada wartawan, Rabu (26/10/2022) mengatakan, rekanan pelaksana proyek pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Perawatan Krisis Terpadu lima lantai tersebut, telah berniat baik menyelesaikan seluruh rekomendasi BPK tentang pengembalian kelebihan bayar akibat adanya temuan kekurangan volume pekerjaan.

“Temuan BPK tentang kekurangan volume itu, kelebihan bayarnya pihak rekanan telah beritikad baik akan menyelesaikannya, saat ini meski dengan cara dicicil mereka sudah ada pengembalian sebanyak dua kali, Rp. 80 juta dan Rp. 90 juta,” kata Marwati.

Ia menjelaskan, BPK pada saat melakukan pemeriksaan dan menemukan ketidaksesuaian volume tidak menyertakan tim ahli dibidang konstruksi.

“Saya bicara real dilapangan, bahwa sebenarnya itu bukan sebuah kesengajaan rekanan, Hanya yang menjadi ketidaksesuaian untuk BPK itu adalah seharusnya kan sama, sehingga ada selisih kekurangan volume yang memang tidak banyak namun jika dikalikan menjadi banyak,” jelas Marwati.

“Sebenernya kalau gak dimeterin ya, gak ketahuan juga. Tapi kalau BPK kan begitu semua diukur, bahkan mereka manjat pakai tangga diukur,” imbuhnya.

Menurut Marwati, tiang-tiang pancang juga keliatan BPK seperti tidak mulus dan bahaya, karena terlihat seperti ada bekas sambungan. Padahal sebenarnya kalau pelaksana jeli seharusnya segera dihaluskan, namun ini dibiarkan apa adanya.

Terkait adanya temuan BPK, Marwah juga menuturkan pihaknya tidak tinggal diam begitu saja, karena pihaknya mempunyai tim teknis dari dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.

“kami sudah berkonsultasi dengan dinas PUPR dan cek lapangan. Dan menurut mereka hal itu tidak berbahaya. Karena memang tampak luarnya saja,” ujarnya.

“Selain dengan dinas PUPR, saya juga berkonsultasi dengan ahli kelayakan konstruksi yang saat ini sedang diproses pengujiannya. Dan saat ini pun kami masih menunggu berita acara hasil uji kelayakan tersebut,” lanjut Marwati lagi.

“Bupati juga mengetahui,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Karawang Cellica Nurrachadianna nampak bangga dengan RSUD Karawang yang terus melakukan pembenahan.

Harapan dan optimismenya ia tuliskan dalam akun Instagram pribadinya seraya mengunggah foto dirinya bersama Plt Direktur RSUD Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana. (Red).