Jendela Daerah

IMG-20221124-WA0001

Bawaslu Kabupaten Karawang Ajak Jurnalis Dalam Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

Foto dalam kegiatan sosialisasi yang cukup interaktif.

Jendela Jurnalis Karawang -

Guna mensukseskan Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang menggelar kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama Awak Media di Kabupaten Karawang.

Dalam hal itu, Bawaslu Karawang mengajak kalangan jurnalis untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan Pemilu 2024 di Hotel Brits selama dua hari, Rabu-Kamis 23-24 November 2022.

Charles Silalahi salah satu pimpinan Bawaslu Karawang menjelaskan, pihaknya sangat berharap wartawan yang ada di Karawang bisa ikut terlibat dalam mensukseskan Pemilu 2024.

Sementara Suryana Hadi Wijaya, Ketua Non Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat, Hubungan Masyarakat, mengatakan, media punya peran penting mensukseskan hajat pemilu.

“Karena satu pelanggaran adalah kejahatan maka penting dilakukan pencegahan, barangkali ada rangka tiga teory, yang pertama semi teory, kedua sosial kontrol teory, teory penting disini sosial kontrol teory tanpa terjadi kejahatan, dimana kejahatan atau pelanggaran terjadi, kontrol masyarakat serta media ataupun pihak penyelenggara adalah Bawaslu itu lemah, maka akan terjadi kejahatan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya sebuah pengawasan terhadap pelaksanaan pemilu, mengingat selama ini masih banyak pelanggaran pemilu yang terjadi di lapangan.

“Kegiatan ini juga untuk membangun kebersamaan dengan memanfaatkan ruang publik yang ada di media massa sehingga tahapan dan pengawasan pemilu dapat tersosialisasikan kepada masyarakat umum,” terangnya.

Ditambahkan, Ketua Media Online Indonesia (MOI) DPC Karawang Latifudin Manaf, sangat mendukung kegiatan dari Bawaslu Kabupaten Karawang yang telah mengajak awak media mensukseskan pengawasan partisipatif. (red).

IMG-20221122-WA0006

Sedikit Mengobati Kedukaan Keluarga Sondegau, TNI dan Warga Sani Berikan Bantuan

TNI dengan Warga Sani naik truk bersama.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya -
Melalui radio, Lettu Inf. Wira Wijaya alias Komandan Wira mengabarkan, bahwa Bapak Stevanus Sondegau, Kepsek YPK (Yayasan Pendidikan Katolik) Bilogai, yang juga merupakan Pendeta di Gereja Katholik, sedang kedukaan karena anaknya yang masih kuliah di Nabire meninggal dunia, Rabu (16/11/22).

Ternyata berita kedukaan keluarga Sondegau, juga sudah didengar oleh masyarakat Fam Sani. Osea Sani, Tokoh Pemuda Mamba, yang pada saat bersamaan sedang bersama Kapten Puji si Bos Mamba, Mayor Anjas, Kapten Suryo dan Lettu Jefri di Pos Satgas Elang, juga membahas tentang rencana masyarakat Mamba memberikan bantuan kedukaan ke Wandoga, Kampungnya Bapak Stevanus Sondegau.

Osea Sani meminta bantuan dukungan kendaraan, karena masyarakat Mamba telah mengumpulkan kayu bakar untuk dibawa ke rumah duka. Permohonan Osea Sani dipenuhi oleh Letkol Inf. Ardiansyah, si Raja Aibon Kogila. Rombongan Komandan Wira yang awalnya akan langsung menuju Wandoga, terlebih dahulu berangkat ke Mamba, menaikkan kayu bakar ke truk, selanjutnya bersama-sama masyarakat Mamba menuju Wandoga.

Foto kebersamaan TNI dengan Warga.

Warga Kp. Hengki Sani menunjukkan, bahwa mereka semakin percaya kepada Apkam, khususnya Ksatria Tengkorak dan Satgas Elang. Tak ada rasa ragu lagi bagi mereka, untuk duduk bersama di bak truk dengan Raja Aibon, Bos Mamba serta para Prajurit. Ketulusan yang dirasakan selama beberapa minggu terakhir ini, membuat warga Sani yakin, bahwa Apkam di Intan Jaya, di bawah Komando Raja Aibon Kogila, akan membantu mereka agar bisa lebih sejahtera. Apalagi Raja Aibon telah memberikan kesempatan kerja kepada para pemuda untuk mengumpulkan kayu bakar, selanjutnya akan dibayar oleh Raja Aibon, demi keperluan memasak di Posramil.

Perjalanan dari Mamba menuju Wandoga tidak terlalu lama, hanya beberapa menit saja. Sepanjang perjalanan, Raja Aibon dan Bos Mamba asyik bersenda gurau dengan warga. Osea Sani bersama beberapa rekannya mengikuti dengan sepeda motor, diasapi semburan asap truk. Sesampai di Wandoga, terlihat kembali kebersamaan rombongan Raja Aibon dengan warga Sani. Laki-laki, perempuan bahkan anak-anak mengambil bagian, memikul batang kayu menuju rumah duka. Sedikit beras dan anggur kupu, ditenteng oleh Prajurit.

"Di tas ada duit. Amplopin, tar kasiin ke Bapak Stevanus Sondegau. Lumayan buat tambahan. Soalnya bekal yang kita bawa cuman dikit. Liat tuh, masyarakat banyak banget," bisik Raja Aibon kepada Letnan Kevin.

Beberapa warga yang sudah hadir di lokasi kedukaan memandang dengan wajah keheranan, melihat Prajurit TNI memikul kayu bersama warga Sani, berjalan beriringan menuju rumah duka. Lebih dari 200 pasang mata memandang ke arah rombongan Raja Aibon. Terdengar suara sambutan khas dari beberapa warga menyambut kedatangan TNI bersama rombongan warga Sani.

"Hormat. Terima kasih banyak Bapak," begitulah yang diucapkan oleh warga sambil menyalami rombongan Raja Aibon.

Letkol Inf. Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila, didampingi Bos Mamba dan Komandan Wira, kemudian meminta ijin bertemu dengan Bapak Stevanus Sondegau. Sambil menunggu Bapak Stevanus, rombongan Raja Aibon mendengar banyak cerita dari Kepala Distrik Sugapa, yang juga merupakan adik dari Bapak Stevanus. Ternyata keluarga besar Sondegau ada juga yang menjadi Anggota TNI, saat ini berdinas di Wamena.

Panjang lebar Kepala Distrik bercerita, sambung menyambung dengan Gembala Yakob Sondegau. Ramainya suasana siang itu, karena mereka semua keluarga besar mendiang Oktavianus Sondegau, sang Kepala Suku Besar yang meninggal beberapa tahun lalu. Bapak Stevanus yang kemudian datang menemui rombongan Raja Aibon, juga ikut menimpali.

"Hormat. Terima kasih banyak Bapak. Ini kami keluarga besar. Makanya banyak sekali masyarakat. Nanti, besok juga masih banyak yang akan datang ke sini. Ada dari seberang, Bulapa, Galunggama, Mimitapa. Jadi, minta tolong Bapak, nanti kalau ada malam-malam yang lewat, itu semua keluarga. Hormat," ucap Bapak Stevanus Sondegau kepada Raja Aibon Kogila.

"Tidak apa-apa Bapak. Kami sudah mengerti. Saya sudah pelajari budaya di sini. Nanti teman-saya kasi tau semua. Tadi saya dapat kabar dari Osea, ada duka ini. Jadi kami sekalian ambil kayu dulu, karena Osea dan teman-teman Mamba di sana sudah tumpuk kayu. Kita ambil kayu dulu, baru sama-sama kita bawa ke sini. Kalo jalan dari Mamba kan jauh toh, makanya kita naik truk dulu, sekalian kita bawa sini sama-sama. Misalnya nanti kalo ada apa-apa, bilang saja, kita saling bantu semua,” jelas Raja Aibon Kogila, kepada Bapak Stevanus Sondegau.

Lama berbicara sambil bercerita dan menyampaikan rasa duka, tak terasa hujan turun rintik-rintik. Sesuai rencana Raja Aibon dan Kapten Puji si Bos Mamba, rombongan juga tidak akan berlama-lama di Wandoga, mengingat
keluarga besar mereka yang menjadi bagian dari KST, pastinya berada di sekitar rumah duka, atau tidak menutup kemungkinan saat itu bergabung bersama masyarakat. Raja Aibon dan rombongan kemudian pamit kembali. Osea Sani dan rombongan warga Sani menyampaikan, bahwa mereka akan tetap tinggal bersama keluarga duka.

Entah apa yang dibicarakan masyarakat Wandoga pasca ditinggal pergi oleh Raja Aibon dan rombongan. Tentunya mereka akan bertanya-tanya, siapa Raja Aibon? Apalagi selama dua bulan ini, para Prajurit TNI di bawah Pimpinan Raja Aibon Kogila, telah banyak membuat hal-hal yang mungkin selama ini tidak mereka rasakan. Yang pasti, para Ksatria Kostrad dari Karawang, akan selalu hadir menunjukkan Dharma Bhakti kepada Ibu Pertiwi, di tengah-tengah masyarakat Intan Jaya. (HAP)

IMG-20221122-WA0002

Panitia Pembangunan Masjid Darul Ulum Adakan Pawai Mahkota Memolo

Foto suasana pawai Mahkota Memolo.

Jendela Jurnalis, Cirebon -
Pawai Mahkota Memolo atau Kubah Masjid, merupakan salah satu bagian dari adat masyarakat. Tentu saja, nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya harus dilestarikan. Antara lain rasa kebersamaan, sosial, kerjasama, rasa syukur dan lainnya.

Semisal halnya pada hari Jum'at (18/11/22), dalam rangka perwujudan rasa syukur, pemasangan Kubah Masjid Darul Ulum, di Ds. Gebang Mekar, Kec. Gebang, Kab. Cirebon, Jabar, diwarnai dengan diadakannya Pawai tersebut.

Pawai Mahkota Memolo itu, dimeriahkan dengan Drumband MIN 9 Cirebon dari Blok Kaum, Ds. Gebang Udik, oleh santriwan-santriwati MI Smart Darul Ulum, yang pula didampingi para Tokoh Agama, elemen Banser dan masyarakat setempat.

Menurut Pengasuh PP. Darul Ulum, Kyai Machfud Shodiq, bahwa kegiatan Pawai Mahkota Memolo ini, sebagai bentuk rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada seluruh Donatur, Panitia, terutama do’a dari para Masayid, Mu'alimin, para guru, semua Pengajar Darul Ulum, Wali Murid, Santri dan masyarakat pada umumnya, yang turut mendukung atau membantu dalam pembangunan Masjid secara keseluruhan.

“Kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung dan membantu, baik secara langsung atau pun tidak. Alhamdulillah, ternyata masyarakat betul-betul antusias,” ucap pria yang kerap disapa Kang Afud itu.

“Serta mohonan ma'af, jika dengan adanya kegiatan Pawai Mahkota Memolo ini, para pengguna jalan merasa tidak nyaman,” tambahnya.

Dikatakannya, insya Allah pemasangan Kubah dan Mahkota Memolo Masjid tersebut, akan dilaksanakan hari Sabtu-Minggu, 19-20 November 2022.

“Sengaja kami mengadakan kegiatan ini, untuk menghormati dan memuliakan para Masayid dan juga seluruh Donatur, serta Panitia, sehingga masyarakat mengetahui pembangunan berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (HAP)

IMG-20221121-WA0011

Kadep Humas DPP GMPI Berharap Polisi Serius Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan Wartawan di Rengasdengklok

Nurdin Syam (Mr. Kim) Kepala Departemen Humas DPP Ormas GMPI.

Jendela Jurnalis Karawang -
Kepala Departemen Humas DPP Ormas GMPI, Nurdin Syam turut mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal terhadap Abdul Rojak seorang wartawan media online Nuansa metro dan juga sebagai Ketua Korja GMPI Desa Gempol Karya Kecamatan Tirtajaya yang terjadi beberapa waktu lalu.

Mr. Kim sapaan akrab Nurdin Syam menegaskan, apapun permasalahannya dan apapun motifnya, tindakan kekerasan sekelompok orang tak dikenal dengan melakukan pengeroyokan yang membuat luka di bagian wajah dan tangan Rojak, merupakan tindakan premanisme dan tidak beretika.

"Negara ini negara hukum, kita harus menjunjung tinggi hukum, semua pelaku harus segera di proses hukum, kami menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum," ungkapnya, Senin (21/11/2022).

Mr. Kim berharap, pihak Kepolisian segera menangkap para pelaku pengeroyokan, dan motif pelaku melakukan pengeroyokan segera terungkap.

"Kami berharap, pihak kepolisian serius dalam menanggapi laporan dugaan penganiayaan yang dialami jurnalis Nuansa Metro yang juga sebagai Ketua Korja GMPI Desa Gempol Karya ini. Saya kira ini sebuah pertaruhan, pasca kejadian kasus dua korban wartawan Junot dan Zaenal, jangan sampai ada aksi demo wartawan seperti yang sudah-sudah," pungkasnya. (red).

IMG-20221120-WA0004

Gelar Santunan Yatim Piatu, Anniversary ke-7 Media Online Indoshinju.com juga Dibanjiri Ucapan Selamat

Foto bersama jajaran Redaksi Indoshinju.com bersama Anak-Anak Yatim Piatu.

Peringatan hari ulang tahun ke-7 Media Online Indoshinju.com yang jatuh pada hari ini minggu,22/11, mendapatkan banjir ucapan. Mulai dari pejabat pemerintah, perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas, organisasi masyarakat dan lain-lain.

Sejumlah harapan disematkan agar Indoshinju terus semangat berkarya dalam menyajikan berita-berita paling aktual dan terpercaya agar menjadi refrensi informasi yang inspiratif untuk masyarakat.

Dalam acara Anniversary media online Indoshinju yang dirangkai dalam acara tasyakuran dan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu, diusia ke-7 tahun ini, Indoshinju memanfaatkan hari istimewa ini untuk terus mematangkan diri, meskipun pasang surut dialami Indoshinju, namun tetap bertahan dan muncul dalam multi platform menjawab tantangan zaman.

Foto pemberian santunan oleh Priyatna selaku Korlip Jawa Barat Media Online Indoshinju.com.

Meskipun baru 7 tahun, Indoshinju senantiasa hadir menemani masyarakat untuk menjadi kawan dari pembaca setia, menghadapi berbagai perubahan dalam beberapa aspek terus berinovasi dan berkreasi.

Masyarakat membutuhkan jurnalis membantu publikasi, sebagai kontrol sosial, pemandu pengambilan keputusan dan jurnalis juga membutuhkan teman setia untuk membaca tulisan-tulisan dengan masukan, saran dan kritikan.Kendati di rayakan dengan sederhana Hari ulang tahun Indoshinju yang ke-7 tahun, namun tidak mengurangi kehidmatannya.

Acara ulang tahun ini, di fokuskan di kantor Kabiro Karawang tepatnya di jln Gempol-Johar kampung Jungklang Desa Pamekaran Kecamatan Banyusari kabupaten Karawang Provinsi Jawabarat.

Priyatna koordinator liputan wilayah Jawa barat media Indoshinju mengucapkan rasa syukur, atas perjalanan Media Indoshinju di dunia Jurnalistik,selama kurun waktu tujuh tahun, menurutnya saat ini peran media online telah menjadi salah satu primadona dan menjadi konsumsi publik dalam hal informasi pemberitaan.

Lanjutnya “Alhamdulillah selama Tujuh tahun ini, kami hadir di dunia jurnalistik sebagai wadah dalam memberikan informasi pemberitaan baik daerah maupun provinsi Jawa barat.” Mudah-mudahan kehadiran kami bisa memberikan warna tersendiri dalam dunia jurnalistik di provinsi Jawa barat,khususnya di Karawang,"tuturnya.

Lebih lanjut menyampaikan pesannya, agar semua crew Indoshinju yang berada di provinsi Jawa barat, dia menyampaikan, dalam menjalankan tugas Jurnalistiknya senantiasa berpedoman pada Undang-Undang Pers nomor 40 tahun 1999 dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menyuguhkan sebuah berita yang berimbang. Selain itu digelarnya acara kegiatan ulang tahun ini sebagai ajang dalam mempererat tali silaturahmi antar sesama crew media Indoshinju dan rekan-rekan media yang hadir di acara kami”, pungkasnya.

Dalam acara ulang tahun Indoshinju yang ke-7 tahun ini, di hadiri seluruh crew media Indoshinju, ketua PWRI DKI Jakarta, Pimpinan Redaksi Harian Kriminal, Pimpinan Redaksi Berita Ekspos, rekan-rekan media online atau cetak, LBH Maskar Indonesia, Organisasi masyarakat dan LSM, sebagai pelengkap di akhir acara menggelar makan bersama. (red).

IMG-20221119-WA0002

Istri Jadi Korban Pemberangkatan Unprosedural ke Arab Saudi, Apip Mengadu ke Garda BMI Karawang.

Foto Apip usai menandatangani surat kuasa yang diserahkan kepada Garda BMI Karawang.

Jendela Jurnalis Karawang -
Sejak Tahun 2015, Moratorium menjadi acuan bagi PMI (Pekerja Migran Indonesia) untuk memikirkan kembali niatnya jika ingin bekerja ke Luar Negeri, pasalnya, ada beberapa Negara tujuan penempatan yang tidak diperbolehkan untuk dituju oleh PMI. Arab Saudi, menjadi salah satu Negara yang masuk dalam daftar tujuan yang dilarang bagi PMI untuk bekerja disana, khususnya untuk sektor Pekerja Rumah Tangga.

Beberapa waktu lalu, BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) berhasil menggerebek dan menyelamatkan 161 Calon PMI ilegal di salah satu penampungan perusahaan penyalur tenaga kerja yang ada didaerah Bekasi, pasalnya, Perusahaan tersebut meskipun berdiri secara resmi, namun proses yang dilakukannya adalah ilegal, karena perusahaan tersebut memberangkatkan PMI dengan Negara tujuan Arab Saudi sebagai Asisten Rumah Tangga.

Diduga akibat minimnya sosialisasi, fakta dilapangan ternyata masih banyak PMI yang diberangkatkan ke Arab Saudi melalui janji manis yang dilontarkan oleh para Sponsor Lapangan yang bertugas merekrut CPMI dengan iming-iming uang fee yang menggiurkan.

ilustrasi Human Traficking.

Seperti yang terjadi di Karawang, Garda BMI (Garda Buruh Migran Indonesia) mendapatkan laporan pengaduan dari Apip Saepuloh (36), warga Kp. Pulogadung, Desa Pulosari, Kecamatan Telagasari, mengadukan bahwa istrinya Ratna (29) diberangkatkan ke Arab Saudi oleh Sponsor bernama Hj. Ida, lalu kemudian diproses dan diberangkatkan melalui PT. ASR pada Juni 2022 lalu.

Setelah keberangkatannya, Ratna hingga saat ini tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan, dia pun hanya tinggal ditempat penampungan. Nasib malang masih berlanjut, belakangan ini Ratna malah sering sakit-sakitan, tanpa diobati oleh pihak penampungan, bahkan untuk bisa berobat katanya harus pakai uang sendiri. Juga untuk berkomunikasi dengan keluarga pun sulit, karena alat komunikasi yang ia bawa disita oleh pihak penampungan.

Seperti yang dituturkan Ratna dalam bukti voice mail Whatsapp melalui alat komunikasi yang ia pinjam secara sembunyi dari teman di penampungan, untuk dapat menghubungi suami demi memberikan kabar keadaannya disana bahwa dirinya mengaku ingin segera dipulangkan.

"Disini lagi sakit, mau berobat harus pake uang sendiri, gak diobatin sama yang disini, Aa ngomong ke sponsornya untuk minta tanggungjawab, temen neng mah udah pada dipulangin sama sponsornya, paspor sama tiketnya udah diurusin da disini oge gak kerja," tutur Ratna dalam voice maill Whatsapp kepada suaminya.

Sementara itu, Apip mengaku sudah mendatangi pihak sponsor hingga PT, namun ada pengakuan mengejutkan, dirinya mengaku malah dimintai uang sebesar 35 juta oleh pihak pemroses tersebut.

"Saya udah samperin ke sponsor, bahkan sampe ke PT, malah saya dimintain uang 35 juta katanya buat ngurus kepulangannya, uang segitu besar darimana coba? saya juga baru tau kalo ternyata istri saya itu proses pemberangkatannya ilegal," terangnya.

Berharap istrinya dapat segera dipulangkan, kini Apip menguasakan dan menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini diurus dan mendapatkan pendampingan advokasi dari Garda BMI Kabupaten Karawang.

Nunu Nugraha (Kadivkominfo Garda BMI Karawang).

Nunu Nugraha selaku Kadivkominfo Garda BMI membenarkan bahwa Apip telah melapor dan menguasakan permasalahannya ke Garda BMI Karawang melalui salah satu anggotanya.

"Ya, Saudara Apip telah melapor dan menguasakan sepenuhnya, baik itu pendampingan maupun pengadvokasiannya kepada Garda BMI Karawang secara tertulis dalam formulir Surat Kuasa resmi bermaterai. Langkah selanjutnya kita akan berkoordinasi dan memediasi terkait permasalahannya, kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak PT, dan pihak PT mengaku akan memberikan keterangan pada Senin besok, kita tunggu saja hasilnya, kalau gak ada itikad baik ya kita akan lanjutkan prosesnya melalui jalur hukum," terangya kepada awak media pada Sabtu (19/11/2022). (DNK).

IMG-20221118-WA0004

Apresiasi Kinerja Humas Polres Karawang, Ketum PPWI Berikan Penghargaan

Foto penyerahan Piagam Penghargaan dari Ketum PPWI kepada Kasie Humas Polres Karawang.

Jendela Jurnalis Karawang -
Ketum PPWI Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, mengapresiasi kinerja Polres Karawang khususnya Kasie Humas, Ipda Richie Suharyadi, SH, Kamis (17/11/22). Hal tersebut dikarenakan hubungan yang terjalin antara Humas Polres Karawang dengan DPC-PPWI Karawang sangat baik.

Bertindak selaku pengayom dan pelayan masyarakat, Ipda Richie siap menerima keluhan masyarakat dan merespon cepat apa yang dilaporkan masyarakat.

"Saya akan berusaha maksimal membantu dan melayani masyarakat yang sedang mengalami masalah, sesuai kemampuan yang saya miliki. Begitu pula dengan jajaran Polres Karawang lainnya," ujar Richie, saat membesuk Ketua DPC-PPWI Karawang, Dede Nurcahya, yang sedang dirawat di RS Hermina Karawang.

Foto bersama saat membesuk Ketua DPC PPWI Karawang di RS Hermina Karawang.

Lanjutnya, apalagi di bawah kepemimpinan Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, SH, SIK, MH, yang meluncurkan program 'Lapor Pak Kapolres' dan 'Ngawangkong Sareng Kapolres Karawang' serta beberapa program lainnya.

"Setiap keluhan dan laporan masyarakat terkait Kamtibmas, maka akan segera diproses dan ditindaklanjuti," ungkapnya.

Sementara itu, Ketum PPWI Wilson Lalengke yang juga membesuk Ketua DPC-PPWI Karawang dan bertemu Humas Polres Karawang di RS Hermina, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang terjalin baik selama ini. Ia sangat menghargai Polisi Baik seperti Ipda Richie.

"Kami sangat menghargai Polisi Baik yang berakhlak mulia seperti Ipda Richie Suharyadi, selaku Humas Polres Karawang. Masyarakat tidak meminta diberi uang atau materi, rakyat bahkan memberi uang untuk biaya hidup para Polisinya. Mereka hanya butuh pelayanan terbaik, minimal dalam bentuk perhatian, simpati-empati, waktu dan kepedulian di saat-saat tertentu. Terima kasih kepada Polisi IPDA Richie, kami sangat apresiasi dan menghargai segala budi baik dan pengabdiannya bagi masyarakat Karawang. Sehat dan sukses selalu," tutur Tokoh Pers Nasional tersebut, sambil menyerahkan Sertifikat penghargaan ucapan terima kasih kepada Humas Polres Karawang.

Sedangkan Neneng JK, istri dari Ketua DPC-PPWI Karawang, menceritakan kebaikan yang dilakukan oleh Ipda Richie. Saat itu, ketika kondisi suaminya sedang sakit dan keadaan darurat, ia membawa suaminya ke salah satu RS inisial LM ke IGD, namun penanganan terhadap pasien yang sedang gawat darurat sangat lambat. Pasien yang sudah kesakitan luar biasa, hanya dibiarkan menunggu di luar IGD selama hampir satu jam dan harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

Sedangkan antrian di loket pendaftaran lumanyan banyak. Iapun merasa khawatir akan kondisi suaminya. Lalu ia berinisiatif meminta bantuan Humas Polres Karawang, untuk menelpon Humas RS LM. Lalu setelah itu, baru ada respon dari RS LM, sehingga suaminya itu langsung dimasukkan ke IGD dan ditangani dokter.

Pada saat diperiksa itulah, baru diketahui diagnosa penyakitnya. Tapi satu hal yang sangat mengecewakan, pihak RS LM menolak untuk melakukan tindakan operasi, karena tidak ada ruangan. Lalu dokter hanya menyarankan untuk mencari IGD RS terdekat.

Neneng langsung membawa suaminya ke IGD RS Hermina. Setiba di IGD, dokter langsung memeriksa kondisi suaminya dan diagnosa sama dengan RS LM. Melihat kondisi Dede N semakin memburuk, pihak RS Hermina segera mengambil tindakan operasi pada Kamis (10/11/22) lalu.

"Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Terima kasih banyak saya ucapkan kepada RS Hermina, yang telah sigap menangani pasien khusus kepada dr. Erick, yang sangat telaten mengurus suami saya dan saat masih dalam perawatan intensif di RS Hermina," tutupnya. (HAP)

IMG-20221109-WA0004

Tuntut Keadilan, Keluarga Dua Wartawan Korban Dugaan Penganiayaan Sambangi Mapolres Karawang

Foto Ibu, Istri dan Anak dari 2 Wartawan korban dugaan penganiayaan.

Jendela Jurnalis Karawang -
Setelah mendapatkan kabar sidang gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Karawang dimenangkan oleh pihak Kuasa Hukum Termohon, keluarga korban dua wartawan yang menjadi korban pemukulan dan penculikan mendatangi Mapolres Karawang, Rabu (9/11/2022).

Nita Narlulita (47), ibu korban wartawan Gusti Sevta Gumilar (Junot) dan Tuti Herawati (44) dan kedua anaknya, istri dan anak korban wartawan Zaenal Mustofa menyambangi Mapolres Karawang untuk mempertanyakan kelanjutan penanganan kasusnya.

Di Mapolres Karawang, kepada awak media Tuti Herawati menyampaikan, bahwa ia bersama ibu kandung Junot telah menemui Kasat Reskrim Polres Karawang. Ia mengaku sudah ditenangkan hatinya oleh Kasat Reskrim, karena proses penyelidikan kasusnya akan tetap berjalan.

"Karena kan korban (suami) juga tulang punggung keluarga. Bagaimana kelanjutan nasib kami ke depannya. Kalau kasusnya dibiarkan berlarut-larut, berlama-lama, repot ya!. Karena ada anak-anak yang harus kita kasih makan," kata Tuti Herawati, sambil menangis saat diwawancarai awak media.

Yang perlu diketahui, sambung Tuti, korban Junot memiliki anak dan korban Zaenal memiliki anak dan istri. Realistisnya, mereka hidup memang membutuhkan uang. Tapi bukan berarti akan menerima tawaran uang dari para pelaku.

"Hidup memang butuh uang. Tapi kita tidak butuh uang pelaku, mohon maaf ya. Perlu digarisbawahi, kami tidak butuh uang pelaku. Berapapun anda menawarkan uang kepada kami, mohon maaf. Kami tidak akan menerima uang sepeser pun. Kami hanya menuntut keadilan. Keadilan untuk suami saya dan buat rekan (Junot)," tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Nita Narlulita menyampaikan, bahwa pihak keluarga tidak terima Junot diperlakukan seperti binatang oleh para pelaku. Dari mulai dipukuli sampai dugaan pencekokan minuman keras dan air kencing.

"Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu. Hewan saja dilindungi negara, apalagi ini manusia," katanya.

Diceritakan Nita, malam setelah Junot membuat laporan polisi ke Polres Karawang, Junot tidur selalu dalam kondisi mengigau, karena trauma dengan kejadian yang dialaminya

"Dia tidur tangannya seperti ini sampai tiga kali. Itu kan tandanya anak saya ketakutan. Bagaimana coba sebagai ibu melihat anaknya seperti itu. Gak manusiawi ya buat kita," tandasnya. (Irfan Sahab/Red).

IMG-20221101-WA0012

Anak-anak Mamba Bawah dan Mama Tua Kesayangan Raja Aibon

Foto kebersamaan Yulince bersama kawan-kawannya dengan Raja Aibon.

Jendela Jurnalis, Intan Jaya
"Pasti cari Bapak Pater kan? Tunggu sudah. Bapak Pater ada. Sebentar kembali dari Kp. Amaesiga," Raja Aibon, dengan ramah menyapa Yulince Sani dan kawan-kawan, ketika tiba di Pos Mamba.

Seperti biasa, setiap pulang sekolah, sebelum kembali ke rumahnya di Mamba Bawah, Yulince dan teman-temannya selalu singgah di Pos Mamba. Kebetulan pada siang ini, Bapak Pater masih berada di Kp. Amaesiga, bersama dengan Lettu Imam Sembiring, si Bos Mamba. Untuk menenangkan Yulince dan teman-temannya, Raja Aibon menawarkan kepada mereka, untuk ikut menanam rumput di taman, bersama dengan Om Erick dan Om Jul. Tak ketinggalan, Serka Maldi, Batih Pos si Pendiam, ikut nimbrung tanpa suara.

"Boleh tanam di sini?" tanya Ria Sani sambil memegang rumput.

Yulince, Ria dan kawan-kawan, kemudian menemani Erick, Jul dan Maldi, yang sedang membuat Taman Para di depan Pos Mamba. Sementara, Antonius bermain bola. Saat melihat Praka Latief dan Syaeful membawa Maksi ke kelas lapangan, anak-anak senang sekali, meskipun hanya berlaukkan mie instan. Apalagi Raja Aibon membagikan gula-gula dan cokelat kepada mereka. Bahagia sekali rasanya.

Ketika anak-anak yang semuanya berasal dari Kp. Mamba Bawah selesai makan, datang Mama Tua bersama cucunya, Loison Sani membawa ubi, kol dan buah, special untuk Raja Aibon. Kepada Raja Aibon, dengan bahasa Indonesia terbata-bata, Mama Tua bercerita, kalau beberapa hari ini dirinya sakit, sehingga lama tidak datang. Mama Tua kemudian menunjukkan dompetnya kepada Raja dan berkata, "Kosong, tidak ada uang."

Terharu sekali rasanya melihat sang Mama Tua yang hanya hidup di honei dengan cucunya, dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, mengeluh karena tidak mempunyai uang untuk sekedar membeli beras. Ditambah lagi, sang Mama Tua datang ke Pos tidak kosongan, melainkan membawa hasil kebun yang sejatinya bisa dimakan sendiri.

"Nenek tenang saja. Nanti dompet saya isi," jawab Raja Aibon, menenangkan sang Mama.

Raja Aibon kemudian masuk ke kamar, mengambil kembali gula-gula dan cokelat, karena anak-anak semakin ramai. Tidak lupa, Raja Aibon meminta Serda Aris menyiapkan beras dan mie instan, untuk diberikan kepada sang Mama Tua.

"Mama, dompet mana?" tanya Raja Aibon kepada Nenek, sekembalinya dari kamar.

Terlihat mata Mama Tua berkaca-kaca, ketika beberapa lembar uang dimasukkan oleh Raja Aibon ke dompetnya. Beras dan mie instan yang dibawa oleh Aris, juga dimasukkan ke dalam Noken Mama Tua.

"Amazamba, Tuhan berkati." berulang-ulang Mama Tua mengucap, sambil mengelus-elus pipi dan dagu Raja Aibon.

Raja Aibon yang tak kuasa menahan haru, mencoba mengalihkan pembicaraan. Anak-anak yang sedang bermain kemudian dipanggil, untuk diajak berfoto ria. Betapa senangnya anak-anak. Mama Tua juga ikut-ikutan bergaya, mencoba melepas rasa lelah, sakit dan sedih dengan kondisi kehidupannya.

Mama Tua kemudian pamit untuk kembali ke honei. Sambil memasangkan noken di kepalanya, sampai mulai berjalan meninggalkan Pos Mamba, kembali Mama Tua mengucapkan terima kasih kepada Raja Aibon. Di akhir cerita, Maldi dan Erick menemani anak-anak belajar. Setelah belajar, Raja Aibon dengan riangnya bermain lompat karet bersama Ria Sani dan teman-temannya.

Bahagia selalu Mama Tua. Bahagia selalu anak-anak Intan Jaya. Ksatria Kostrad akan selalu ada untuk kalian semua. (HAP)

IMG-20221101-WA0008

Serbuuu…!!! PPWI Lamtim Berangkatkan Semua Anggotanya ke Jakarta, Ada Apa Ya…?

Foto Team PPWI DPC Lampung Timur.

Jendela Jurnalis, Lamtim -
Menjelang Ultah ke-15 dan sekaligus Kongres Nasional ke-3 PPWI yang akan diadakan pada tanggal 10 s/d 12 November 2022 di Jakarta, DPC PPWI Lamtim (Lampung Timur) mengadakan rapat musyawarah terkait pemberangkatan delegasi ke Jakarta, Sabtu, 29 Oktober 2022. Dalam rapat yang dipimpin Ketuanya, Sopyanto, DPC PPWI Lamtim, akan mengirimkan seluruh Pengurus dan Anggotanya.

Memang sudah tidak asing lagi di masyarakat luas, Ketum PPWI, Wilson Lalengke, sangat getol membela kaum yang lemah. Apalagi saat membela salah satu Wartawan media online Lamtim, sampai rela menjadi pesakitan di dalam jeruji besi, akibat kriminalisasi yang dilakukan oleh Oknum Polres Lamtim.

"Oleh karena itu, kami dari Pengurus PPWI Lamtim beserta jajaran, sangat antusias mendukung, mensukseskan, bahkan siap memberangkatkan semua Pengurus dan Anggota, dalam Kongres Nasional ke-3 PPWI di Jakarta, yang akan dihadiri oleh semua delegasi dari seluruh Indonesia dan Perwakilan PPWI dari 13 Negara sahabat," ungkap Sopyanto kepada Jendela Jurnlis, usai rapat.

Saat ditemui oleh awak media, Ketua DPC PPWI Lamtim yang aktif sebagai Kaperwil media Jurnal Polisi Pos ini menjelaskan, bahwa pertemuan perdana para Pengurus yang baru di-SK-kan itu, khusus membahas rencana keikutsertaan DPC PPWI Lamtim ke Kongres Nasional III PPWI Tahun 2022.

"Kami di sini membahas perihal keberangkatan kami ke Jakarta, dalam rangka mengikuti Kongres yang dirangkaikan dengan Ulatah ke-15 PPWI. Yang jelas, kami DPC PPWI Lamtim, siap mendukung dan mensukseskan acara PPWI Pusat," tegasnya dengan penuh semangat.

Acara pertemuan musyawarah PPWI Lamtim yang diadakan di Pondok Makan dan Kolam Renang Family, Way Jepara, Lamtim, Prov. Lampung, berjalan dengan lancar dan tanpa ada kendala. Ditambah dengan sambil menikmati menu Maksi di lingkungan yang dikelilingi oleh kolam ikan dan kolam renang, diselingi canda-tawa memperlihatkan kekompakan, keakraban dan rasa persaudaraan PPWI Lamtim.

Anggota PPWI Lamtim, Imam dan Dodi, saat dikonfirmasi oleh awak media menerangkan, hal senada dengan Ketua DPC PPWI Lamtim, bahwa rapat itu membicarakan rencana keberangkatan ke Jakarta. Pengurus dan Anggota PPWI Lamtim yang berjumlah lebih dari 15 orang itu, sangat antusias untuk mengikuti perhelatan besar PPWI, yakni Kongres Nasional III dan HUT ke-15 PPWI.

"Di pertemuan ini, kami musyawarah untuk bagaimana kita semua Anggota PPWI Lamtim, bisa ikut menghadiri Kongres Nasional ke-3 yang diadakan di Jakarta. Dan harapan kami, PPWI Lamtim, bisa selalu menjaga kekompakan dan tentunya bermanfa'at untuk masyarakat dalam hal penyebaran berita dan informasi," terang keduanya. (HAP)