Jendela Berita

IMG-20251125-WA0017

Dari Korea ke Kampung Halaman: Purna Migran Dirikan Koperasi MBG, Gerakkan Ekonomi Keluarga Pekerja Migran

Jendela Jurnalis NASIONAL - Upaya pemberdayaan purna pekerja migran kembali mendapat sorotan publik setelah Koperasi Mawar Berkah Grup (MBG) menunjukkan kiprahnya dalam menggerakkan ekonomi keluarga pekerja migran di berbagai daerah. Di balik gerakan ini, ada nama Didi Kusnadi, purna migran Korea Selatan yang pulang ke Indonesia pada 2014 dan kini menjadi salah satu penggerak utama koperasi dan jaringan Dapur MBG.

‎Didi, yang aktif di komunitas Buminu (Buruh Migran Nahdlatul Ulama), menegaskan bahwa mayoritas pemilik dan pengelola Dapur MBG berasal dari kalangan Nahdliyin. Semangat pengabdian khas warga NU membuat gerakan ini berkembang menjadi jaringan dapur pelayanan masyarakat, pelatihan kuliner, hingga sertifikasi chef melalui Yayasan Mawar Bina Insani (MBI) serta lembaga pelatihan di bawahnya.

‎“Bukannya saya tidak pernah gagal. Usaha itu pasti ada risiko gagal, dan saya mengalaminya. Tapi Rahmat Allah Ta'ala lebih luas daripada rasa takut. Terus melangkah adalah cara saya melupakan kegagalan,” ujar Didi.

‎Usai kembali dari Korea, Didi memulai usaha Mawar Fashion dengan moto “Indahnya Berbusana Muslim.” Kata "Mawar", baginya, adalah akronim dari “Memanfaatkan Waktu Agar Allah Ridho.” Dari usaha kecil itulah ia merintis Koperasi Mawar Berkah Grup (MBG) yang kini menjadi pemasok utama kebutuhan berbagai Dapur MBG di sejumlah wilayah.

‎Menurut Didi, program Dapur MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi penopang ekonomi keluarga pekerja migran.

‎“Banyak teman migran yang terbantu. Ada yang bekerja di Malaysia bercerita, karena ada program seperti ini, kebutuhan anak di rumah jadi lebih ringan. Ia bisa fokus bekerja dan menabung untuk membangun rumah keluarganya,” tuturnya.

‎Koperasi MBG terus meningkatkan profesionalitas, mulai dari pelatihan chef, sertifikasi kompetensi, hingga pemenuhan standar halal dan higienis. Dalam beberapa kegiatan terakhir, asesor dari LSP Pariwisata Maestro bahkan ikut terlibat menguji peserta untuk memastikan kualitas tenaga dapur.

‎Didi menegaskan bahwa apa yang dibangun bersama para purna migran ini bukan sekadar program bantuan pangan, tetapi wujud nyata semangat gotong royong ala NU dan kontribusi purna migran bagi pembangunan masyarakat desa.

‎“Kami membuktikan bahwa purna migran bisa pulang, bangkit, dan memberi manfaat. Inilah bentuk bakti kami,” pungkasnya.

‎Koperasi MBG yang tumbuh dari tangan para purna migran kini dipandang sebagai model pemberdayaan yang selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat ekonomi keluarga pekerja migran, sebuah contoh bahwa kepulangan bukan akhir, tetapi awal dari kontribusi yang lebih besar. (ALN)*

IMG-20251125-WA0036

Fantastis, Pemeliharaan Gedung Pemda Karawang dengan Anggaran Rp.3,2 Miliar Disorot Publik

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Proyek pemeliharaan gedung di lingkungan Kantor Bagian Umum Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang tengah menjadi sorotan publik. Dengan nilai anggaran mencapai Rp3,2 miliar, realisasi pengerjaan dan transparansi pelaksanaannya kini dipertanyakan banyak pihak.

Proyek tersebut diketahui mencakup pemeliharaan bangunan gedung kantor, halaman kantor, gedung bertingkat, serta gedung tidak bertingkat yang berlokasi di Jl. A. Yani No. 1 Karawang.

Namun, kondisi fisik sejumlah bangunan yang masih tampak kurang terawat memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran dan hasil di lapangan.

Di beberapa foto yang beredar, tampak sejumlah bagian gedung mengalami kerusakan. Kondisi inilah yang menimbulkan kekhawatiran publik mengenai efektivitas penggunaan anggaran pemeliharaan.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bagian Umum Pemkab Karawang, Furqon, menjelaskan bahwa perbaikan gedung telah diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Hal ini dilakukan karena nilai perbaikan melebihi batas kewenangan Bagian Umum.

"Sudah diajukan ke PUPR karena nilainya lebih dari Rp500 juta," ujarnya.

Furqon juga menegaskan bahwa realisasi anggaran pemeliharaan telah digunakan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas.

"Realisasi anggaran dapat dilihat dari perbaikan gedung Asda 1, 2, 3, gedung tengah, aula, galeri, RDB, RDWB, klinik, parkir, dan TPS," jelasnya.

Meski demikian, masyarakat masih menunggu penjelasan lebih detail mengenai rincian penggunaan dana, progres pengerjaan, serta laporan tanggung jawab atas proyek tersebut.

Transparansi dinilai menjadi hal krusial agar tidak muncul dugaan penyimpangan penggunaan anggaran daerah.

Publik berharap Pemerintah Kabupaten Karawang segera memberikan klarifikasi lengkap, memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai aturan, dan menjamin pengelolaan anggaran dilakukan secara terbuka serta akuntabel.

Hingga berita ini terbit, Dani selaku Kabid Bangunan Dinas PUPR Karawang sulit dikonfirmasi oleh Jendela Jurnalis.(Red)

IMG-20251125-WA0005

H.Bukhori Dewan Fraksi Nasdem Kabupaten Karawang Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2025

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Anggota DPRD Kabupaten Karawang, H.Bukhori, S.Pd.I , menyampaikan ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2025.

Ia berharap momentum peringatan ini semakin meningkatkan kesejahteraan para guru sehingga pelayanan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.

H.Bukhori,menjabat sebagai wakil ketua DPD Nasdem Karawang bidang OK dan juga anggota komisi II DPRD Kabupaten Karawang,menegaskan bahwa dedikasi dan pengabdian guru tidak ternilai.

“Guru adalah pilar utama pendidikan yang tanpa lelah membimbing, menginspirasi, dan memberikan ilmu kepada generasi muda,” ujarnya.

Sebagai wakil rakyat, ia berkomitmen terus memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan para guru. H.Bukhori mengakui bahwa pencapaian yang diraihnya hari ini tidak lepas dari peran besar para guru dalam perjalanan hidupnya.

“Kami sangat bersyukur memiliki guru-guru yang tulus dan penuh dedikasi. Setiap nasihat, ilmu, dan perhatian yang diberikan sangat berarti bagi kami. Bagi kami, guru bukan hanya pengajar, tetapi teladan dan inspirasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H.Bukhori menyebut bahwa jasa guru tidak akan pernah terlupakan.

“Baktimu abadi dalam ingatan kami. Selamat Hari Guru! Terima kasih atas semua yang telah Bapak dan Ibu berikan,” tuturnya.

Ia pun berharap para guru senantiasa diberikan kesehatan, kesabaran, dan semangat dalam menjalankan tugas mulia.

“Teruslah menjadi cahaya dalam kegelapan dan lentera ilmu yang tak pernah padam,” pungkasnya.(Red)

IMG-20251123-WA0029

Acara Selesai dan Sukses: Rangkaian Kegiatan Kemanusiaan & Lingkungan di Pantai Bakti Berakhir Lancar‎

Foto bersama saat penutupan kegiatan

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Rangkaian kegiatan sosial kemanusiaan dan peduli lingkungan di Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, resmi berakhir dengan sukses setelah tiga hari pelaksanaan yang melibatkan sinergi kuat antar lembaga, relawan, dan masyarakat setempat.

‎Pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada sunatan massal bagi anak-anak warga Pantai Bakti. Kegiatan berlangsung aman dan tertib, disambut antusias oleh para orang tua dan peserta, serta mendapatkan dukungan penuh dari tim medis dan relawan kesehatan yang bertugas.

‎Ketua RTKB dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah terlibat.
‎“Kami berterima kasih atas kepedulian dan kerja sama semua unsur yang telah hadir dan bekerja nyata untuk masyarakat pesisir. Semoga kegiatan kolaboratif seperti ini terus berlanjut untuk keberlangsungan Pantai Bakti,” ujarnya.

‎Lembaga dan unsur yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain:

‎- BNPB

‎- BPBD Kota Bekasi

‎- BPBD Kabupaten Bekasi

‎- BPBD Karawang

‎- BPBD Purwakarta

‎- BAZNAS

‎- Relawan kemanusiaan & komunitas peduli lingkungan

‎- Tokoh masyarakat dan warga Pantai Bakti

‎Rangkaian kegiatan selama tiga hari meliputi:

‎- Pemasangan pemecah ombak & penanaman cemara laut

‎- Edukasi kesehatan masyarakat

‎- Edukasi lingkungan untuk anak-anak SDN 02 Pantai Bakti

‎- Kegiatan bersih-bersih pantai

‎- Sunatan massal sebagai bentuk pengabdian sosial

‎Penutupan rangkaian agenda ini ditandai dengan apel evaluasi singkat yang diikuti seluruh relawan dan peserta sebagai ungkapan syukur atas selesainya kegiatan tanpa kendala besar.

‎Selesai dan sukses, penyelenggara kegiatan pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi untuk Pantai Bakti.

‎Pantai Bakti Kuat - Indonesia Tangguh. (NN)*

IMG-20251123-WA0006

Hari Ketiga Relawan RTKB Gelar Sunatan Massal di Pantai Bakti

Kegiatan Sunatan Massal yang digelar oleh RTKB

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) memasuki hari ketiga dengan agenda Sunatan Massal bagi anak-anak warga Desa Pantai Bakti dan sekitarnya. Program ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat serta dukungan berbagai pihak yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan sosial tersebut. Minggu (23/11/25).

‎Sunatan massal berlangsung di salah satu fasilitas umum di wilayah Pantai Bakti dengan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tim medis profesional serta dukungan tekhnis para relawan di lapangan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat dari sisi kesehatan, namun juga sebagai wujud kepedulian sosial terhadap keluarga yang membutuhkan bantuan layanan medis secara gratis.

‎Pernyataan Ketua RTKB

‎Dalam wawancara dengan wartawan, Ketua RTKB,  menyampaikan, “Sunatan massal ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, semoga membawa keberkahan dan keceriaan bagi anak-anak dan keluarga mereka."

‎Antusiasme Warga

‎Kehadiran orang tua dan warga sekitar yang mendampingi membuat suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta juga mendapatkan bingkisan serta dukungan moral dari para relawan, sehingga tercipta suasana nyaman dan mengurangi rasa takut pada anak-anak.

‎Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan RTKB yang masih terus berlanjut dalam rangka meningkatkan kepedulian dan memperkuat solidaritas bersama di wilayah pesisir yang terdampak abrasi. Untuk hidup yang lebih sehat, kuat, dan penuh kepedulian bersama. (NN)*

IMG-20251123-WA0001

Hari Kedua Kegiatan Relawan RTKB di Pantai Bakti Berjalan Lancar dan Produktif

Kegiatan RTKB Hari ke 2

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kegiatan relawan yang digagas Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) di wilayah pesisir Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, memasuki hari kedua dengan rangkaian aktivitas yang berfokus pada mitigasi bencana dan edukasi masyarakat di Pantai Bakti, Muara Gembong. Sabtu (22/11/25).

‎Pada pelaksanaan hari kedua, relawan bersama warga setempat berhasil menjalankan beberapa kegiatan utama, yakni:

‎1. Pemasangan pemecah ombak (breakwater) sebagai langkah mitigasi abrasi yang terus menggerus garis pantai dan mengancam permukiman warga.

‎2. Kegiatan bersih pantai, melibatkan relawan dan masyarakat secara bersama-sama untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

‎3. Edukasi kesehatan masyarakat, mencakup pemahaman tentang pentingnya kebersihan lingkungan, sanitasi dan pencegahan penyakit pasca banjir rob.

‎4. Edukasi dan motivasi untuk pelajar SDN 02 Pantai Bakti.

‎Pernyataan Ketua RTKB

‎Dalam wawancara bersama wartawan, Ketua RTKB, menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat setempat dan seluruh relawan.

‎“Kami berterima kasih atas dukungan warga dan seluruh relawan. Kegiatan mitigasi abrasi ini adalah bentuk kepedulian bersama untuk menyelamatkan wilayah Pantai Bakti. Harapannya, aksi ini membawa manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

‎Apel Konsolidasi Dipimpin Deputi Pencegahan BNPB

‎Sebagai rangkaian penutup pada hari kedua, dilakukan apel konsolidasi relawan dan masyarakat, dipimpin oleh Pangraso Suryotomo, Deputi Pencegahan BNPB. Apel tersebut digelar sebagai sarana evaluasi dan penyamaan langkah setelah kegiatan sepanjang hari.

‎Apel ini bukan merupakan penutupan kegiatan, namun bagian dari koordinasi untuk melanjutkan program penanganan abrasi dan pemberdayaan masyarakat di wilayah pesisir.

‎Kegiatan akan terus berlanjut dengan tujuan menciptakan perlindungan lingkungan jangka panjang, menumbuhkan kesadaran masyarakat dan memperkuat sistem mitigasi bencana di kawasan Pantai Bakti. (NN)*

IMG-20251122-WA0006

Warga Karawang Digegerkan Pendaratan Pesawat Komersil di Persawahan, Ini Kata Bupati Aep

Bupati Karawang dan Forkopimda

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Warga Desa Kertawaluya, Kecamatan Tirtamulya, digegerkan oleh pendaratan darurat sebuah pesawat komersil milik PT Wisarada Sapanta Utama di area persawahan Dusun Ceplik, Jumat (21/11/2025) sore.

Insiden mendadak ini langsung menyita perhatian warga yang berbondong-bondong menuju lokasi.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE bersama Forkopimda bergerak cepat menuju titik pendaratan untuk memastikan kondisi kru dan situasi lapangan tetap terkendali.

Bupati Aep mengapresiasi respons cepat aparat dan warga sekitar yang turut membantu mengamankan lokasi.

“Informasi ada pesawat jatuh dan kebetulan di wilayah Tirtamulya. Ada Pak Dandim, Pak Sekda, dan Pak Wabup. Kami melihat langsung kondisi pesawat dan Alhamdulillah kru pesawatnya aman,” ujarnya.

Menurut Bupati, terdapat lima orang di dalam pesawat pilot, kopilot, dan teknisi yang semuanya selamat. Pesawat diketahui berangkat dari Curug menuju Cirebon sebelum mengalami kendala di udara.

“Di ketinggian 550 feet mulai ada kendala. Enginenya masih nyala, tapi terjadi loss power. Pilot memutuskan menurunkan ketinggian hingga 500 feet,” jelas Bupati Aep.

Dalam situasi kritis tersebut, pilot kemudian mencari area aman untuk melakukan pendaratan darurat. Hamparan sawah di Tirtamulya dipilih sebagai lokasi paling memungkinkan.

“Pilot memastikan pesawat tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan. Melihat area sawah, pilot memutuskan mendarat darurat di sini,” tambahnya.

Dari lima kru, satu orang mengalami luka ringan pada tangan. Bupati sempat menawarkan pemeriksaan rontgen, namun pihak maskapai memastikan kondisi korban tidak memerlukan penanganan lanjutan.

Maskapai dan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkan segera tiba untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Bupati Aep menegaskan bahwa pihaknya bersama TNI-Polri telah mengamankan area agar tetap steril dari kerumunan warga demi mencegah risiko tambahan.

“Yang penting pesawat aman dan jauh dari kerumunan masyarakat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi kejadian masih dalam penjagaan petugas sambil menunggu proses identifikasi dan investigasi KNKT.(Red)

IMG-20251122-WA0001

International Volunteer Day 2025 – Kampung Bungin, Pantai Bakti

Kegiatan Volunteer Day 2025 di Kampung Bungin

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kegiatan International Volunteer Day 2025 di Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, memasuki hari kedua dengan rangkaian aktivitas yang berjalan lancar dan penuh antusias. Para relawan dari berbagai organisasi bersama masyarakat setempat berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan lingkungan yang dipusatkan di kawasan pesisir Kampung Bungin. Sabtu (22/11/25).

‎Pada hari kedua ini, kegiatan difokuskan pada:

‎Agenda yang Telah Dilaksanakan Hari Ini

‎- Pemasangan pemecah ombak sebagai upaya melindungi wilayah kampung dari abrasi pantai yang setiap tahun semakin meningkat.
‎- Edukasi kesehatan yang diberikan kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih, pencegahan penyakit kulit, penanganan pertama pada luka, serta kesehatan lingkungan.
‎- Aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan relawan dan masyarakat untuk menjaga keindahan serta kelestarian lingkungan pesisir.

‎Masyarakat terlihat sangat antusias dan terlibat aktif dalam seluruh kegiatan, terutama dalam upaya menjaga lingkungan serta fasilitas pantai yang menjadi identitas Kampung Bungin.

‎Kutipan Tanggapan Ketua RTKB

‎Ketua Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan hari ini.

‎“Kami sangat bersyukur kegiatan hari kedua berjalan dengan baik. Pemasangan pemecah ombak, edukasi kesehatan, edukasi anak dan aksi bersih pantai adalah langkah penting untuk melindungi Kampung Bungin dari abrasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan.”

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua relawan dan masyarakat yang telah bekerja keras hari ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus menguat dan membawa perubahan positif bagi kampung dan lingkungan kita.”


‎Agenda Besok (Hari Ketiga)

‎📌 Sunatan massal
‎📌 Water & Fire Rescue Training
‎📌 Cek kesehatan gratis
‎📌 Penanaman mangrove dalam jumlah besar
‎📌 Pemantapan dan penutupan kegiatan

‎Kegiatan akan berlanjut hingga besok sebagai puncak acara International Volunteer Day 2025 di Kampung Bungin. (NN)*

IMG-20251121-WA0007(1)

Pembukaan International Volunteer Day 2025 di Kampung Bungin‎Pembina RTKB Sulistiono Serahkan Kaos Relawan sebagai Simbol Soliditas dan Kesiapsiagaan

Foto saat penyerahan kaos

Jendela Jurnalis Bekasi, JABAR - Kegiatan International Volunteer Day (IVD) 2025 di Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, resmi dibuka pada Jumat (21/11).

‎Pembukaan ditandai dengan penyerahan kaos Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) oleh Sulistiono selaku Pembina RTKB kepada Ketua Relawan Tangguh Kampung Bungin.

‎Acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme, menjadi simbol penguatan identitas, soliditas, serta kesiapsiagaan relawan pesisir dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan kebencanaan.

‎Dalam sambutannya, Sulistiono menyampaikan, “Ini adalah momentum bagi kita untuk mempertegas peran relawan dalam menjaga pesisir. Kita bergerak bersama, kita kuat bersama. Jaya Relawan Tangguh Kampung Bungin.”

‎Rangkaian Kegiatan IVD 2025

‎International Volunteer Day 2025 mengangkat tema “Solidaritas Melalui Kesukarelawanan”, dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada 21–23 November 2025, meliputi:

‎- Pemeriksaan kesehatan gratis

‎- Edukasi kesehatan dan kebencanaan

‎- Water rescue & fire rescue

‎- Pemanfaatan air hujan

‎- Sunatan massal

‎- Penanaman 2.000 mangrove

‎- Aksi bersih-bersih pantai

‎- Pemasangan pemecah ombak

‎- Kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya

‎Program ini bertujuan memperkuat kapasitas warga pesisir dalam mitigasi bencana sekaligus meningkatkan kepedulian lingkungan.

‎Kutipan Ketua Relawan Tangguh Kampung Bungin

‎Ketua RTKB menyampaikan apresiasi dan semangatnya dalam menjalankan kegiatan kesukarelawanan tahun ini:

‎“Kami para relawan di Kampung Bungin siap memberikan tenaga dan waktu untuk merawat lingkungan pesisir. Penanaman mangrove dan aksi bersih pantai bukan hanya kegiatan seremonial, tapi komitmen kami untuk masa depan wilayah ini. Terima kasih kepada pembina, masyarakat, dan seluruh pihak yang mendukung. Bersama kita jadikan Kampung Bungin lebih tangguh.”

‎Tentang RTKB – Relawan Tangguh Kampung Bungin

‎Relawan Tangguh Kampung Bungin (RTKB) adalah komunitas relawan yang kita bentuk sendiri dari semangat warga Kampung Bungin untuk menjaga lingkungan pesisir, memperkuat ketahanan bencana, dan membangun kemandirian masyarakat.

‎RTKB berjalan dengan prinsip:

‎- Gotong royong

‎- Kepedulian sosial

‎- Kesiapsiagaan terhadap bencana

‎- Pelestarian lingkungan, terutama mangrove

‎- Solidaritas berbasis komunitas

‎Dengan semangat swadaya, RTKB berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem pesisir dan meningkatkan ketangguhan Kampung Bungin.

‎Informasi Kontak Media

‎📞 0813 9150 0914 (Subur Rojinawi)
‎📞 0813 8594 6934 (Bait)
‎📍 Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17730 (NN)*

IMG-20251121-WA0007

Ketua PERADI Karawang Dukung Penuh Kebijakan Efisiensi Bupati Aep Saepuloh

Bupati Karawang (Hitam) dan Ketua PERADI (Putih)

Jendela Jurnalis Karawang JABAR Target efisiensi anggaran hingga Rp 100 miliar dengan cara melebur atau merampingkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), itulah kebijakan yang sedang dilakukan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh.

Kebijakan ini sempat dipuji oleh Wamendagri Bima Arya beberapa waktu lalu. Tetapi sebagian publik menilai jika langkah yang dilakukan Bupati Aep tersebut terlalu berani dan terlalu beresiko terhadap popularitas kepemimpinannya.

Karena dengan digabungnya Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) dengan Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Perikanan akan digabung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, maka secara otomatis akan banyak jabatan strategis yang hilang.

Bupati Aep menyadari, jika kebijakan yang dilakukannya ini akan berdampak kepada situasi dilema, yaitu dimana akan banyak pejabat yang membencinya. Tetapi hal tersebut tetap harus ia lakukan untuk menjaga stabilitas anggaran pembangunan akibat dampak pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang nilainya cukup signifikan.

"Saya tahu-lah dampaknya pasti akan banyak pejabat yang membenci saya. Tapi ini harus saya lakukan, agar pembangunan terus berjalan dan dapat dirasakan masyarakat secara langsung," tutur Bupati Aep, saat berbincang dengan Ketua PERADI Karawang, Asep Agustian SH. MH, Jumat (21/11/2025).

Disampaikan Bupati Aep, strategi efisiensi anggaran juga bukan sekedar pada langkah peleburan dan penggabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Melainkan memangkas beberapa jabatan Kasi sampai tingkat kecamatan.

Oleh karenanya, dua langkah strategis inilah yang menjadi alasan kenapa ia tidak memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk efisiensi anggaran.

"Tetapi saya juga minta mereka (pejabat) komitmen, karena tidak ada pemotongan TPP, maka kinerjanya juga harus ditingkatkan. Tentunya, pelayanan terhadap masyarakat juga harus ditingkatkan," kata Bupati Aep.

Di kesempatan yang sama, Ketua PERADI Asep Agustian mengaku mendukung penuh langkah kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan Bupati Aep. Ia meminta Bupati Aep konsisten dengan idealisme kepemimpinnya, ketimbang terlalu banyak memikirkan sisi popularitas.

"Gak apa-apalah dibenci pejabat, yang penting kan dicintai rakyat ya!. Toh, pada akhirnya nanti masyarakat yang akan menilai sendiri terhadap apa-apa yang dilakukan Pak Bupati demi Karawang Maju," tuturnya.

Setelah berbincang cukup lama dengan Bupati Aep, praktisi hukum ini berkesimpulan jika memang benar adanya bahwa Bupati Aep merupakan sosok pemimpin yang tidak terlalu memikirkan popularitas.

"Maka ketika ada sebagian orang 'nyinyir' khususnya di media sosial yang mempertanyakan kemana Bupati Aep, beliau tidak akan terlalu memikirkannya. Beliau tetap akan fokus kerja-kerja dengan perencanaan pembangunan yang sudah di-mapping-nya," katanya.

Menurut Askun (sapaan akrab), Bupati Aep juga merupakan sosok pemimpin yang enak dan asyik untuk diajak berdiskusi. Dan Bupati Aep juga bersifat terbuka terhadap siapapun yang ingin berbuat untuk Karawang Maju.

"Tadi saya dengar sendiri kalau beliau juga banyak mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi, karena telah banyak membantu Karawang. Artinya, beliau memang menjaga betul sinergitas pembangunan antara pemerintah pusat, Jawa Barat dan Karawang," kata Askun.

"Terlepas dari nyinyiran sebagian kecil orang yang tidak suka dengan kepemimpinan beliau, tetapi secara pribadi dan kelembagaan PERADI, saya mendukung penuh kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dilakukan Pak Bupati. Sekali lagi saya sampaikan Pak Bupati jangan takut dibenci pejabat. Pokoknya maju terus, mari kita sama-sama berbuat yang terbaik untuk Karawang Maju," tutup Askun.(Red)